ABSTRACT The development of a tourism village requires not only destination potential but also the capacity of its managers to carry out documentation, publication, and the use of digital technology as a promotional tool. Pokdarwis (Tourism Awareness Group) of Nyalian Tourism Village still faces limitations in knowledge and skills related to content management and the use of digital media to support tourism promotion in Nyalian Village. This community service programme aimed to enhance the capacity of Pokdarwis Dewi Nyalian in documentation, publication, and digitalisation while supporting the sustainability of digital promotional management. The programme was conducted from June to October 2026, involving 26 Pokdarwis members, and employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of define, discovery, dream, design, and destiny. The activities included socialisation, material delivery, documentation practice, content management, digital media utilisation, and mentoring in social media and website management. Participants' understanding was evaluated using pre-test and post-test questionnaires based on a 1–5 Likert scale comprising 15 indicators, which were analysed using descriptive quantitative analysis and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the participants' mean understanding score increased from 31.62 (42.16%) in the pre-test to 65.69 (87.59%) in the post-test, representing an increase of 34.07 points or 45.43 percentage points. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (Z = 4.395; p < 0.001), with 25 of 26 participants (96.2%) showing increased scores. In addition to improved understanding, participants were able to practise taking photographs and videos using smartphones, perform basic editing, and create and publish promotional content through digital media. The programme outputs included one Nyalian Tourism Village website, three social media accounts (Instagram, TikTok, and YouTube), a Tourism Corner photobook, a Pokdarwis logo, and an IT task assignment letter to support the sustainable management of digital platforms. Thus, the programme contributed to strengthening the capacity of Pokdarwis in documentation, publication, and digital media utilisation while providing supporting facilities for the sustainability of tourism promotion in Nyalian Tourism Village. ABSTRAK Pengembangan desa wisata tidak hanya membutuhkan potensi destinasi, tetapi juga kapasitas pengelola dalam melakukan dokumentasi, publikasi, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi. Pokdarwis Desa Wisata (Dewi) Nyalian masih menghadapi keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan pengelolaan konten serta pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi wisata Desa Nyalian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pokdarwis Dewi Nyalian dalam dokumentasi, publikasi, dan digitalisasi serta mendukung keberlanjutan pengelolaan promosi digital. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Oktober 2026 dengan melibatkan 26 anggota Pokdarwis dan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan define, discovery, dream, design, dan destiny. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, praktik dokumentasi, pengelolaan konten, pemanfaatan media digital, serta pendampingan pengelolaan media sosial dan website. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan skala Likert 1–5 dengan 15 indikator, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman peserta meningkat dari 31,62 (42,16%) pada pre-test menjadi 65,69 (87,59%) pada post-test, dengan peningkatan sebesar 34,07 poin atau 45,43 poin persentase. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (Z = 4,395; p < 0,001), dengan 25 dari 26 peserta (96,2%) mengalami peningkatan skor. Selain peningkatan pemahaman, peserta mampu mempraktikkan pengambilan foto dan video menggunakan kamera telepon genggam, melakukan penyuntingan dasar, serta menyusun dan mempublikasikan konten promosi melalui media digital. Luaran program meliputi satu website Desa Wisata Nyalian, tiga akun media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube), buku photobook Pojok Wisata, logo Pokdarwis, serta surat tugas bidang IT untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan platform digital. Dengan demikian, kegiatan berkontribusi pada peningkatan kapasitas Pokdarwis dalam dokumentasi, publikasi, dan pemanfaatan media digital serta menyediakan sarana pendukung untuk keberlanjutan promosi Desa Wisata Nyalian.