cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
OPTIMASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU VOKASI MELALUI WORKSHOP PENYUSUNAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS DEEP LEARNING DI SMK PGRI 1 JAKARTA Yudhi Hertanto; Happy Gustin; Acep Musliman; Syahfitri Purnama; Nurjannah Nurjannah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15919

Abstract

The advancement of technological disruption in the digital era necessitates fundamental transformations within vocational education, particularly regarding teachers' readiness to produce innovative and contextual learning materials. Preliminary observations at SMK PGRI 1 Jakarta revealed that only 13.33% of teachers had independently developed interactive digital teaching materials due to technological barriers and time constraints. This Community Service (PkM) initiative aimed to enhance teachers' digital pedagogical competencies through a structured workshop focusing on the development of digital learning materials grounded in a deep learning approach assisted by artificial intelligence (AI) tools. The execution methodology incorporated the Asset-Based Community Development (ABCD) framework synthesized with the procedural phases of the Plomp model, encompassing preliminary research, development/prototyping, and assessment phases. The intervention was conducted offline on June 13, 2026, involving 30 vocational teachers from four expertise concentrations. Data were collected using self-evaluations, expert reviews, one-to-one evaluations, small-group evaluations, and final portfolio assessments. The evaluation results demonstrated that the digital teaching modules achieved an expert validity score of 4.40 out of 5.00 (highly valid), a small-group practicality score of 4.43 out of 5.00 (highly practical), and 86.67% of teachers successfully generated functional digital materials fulfilling vocational curriculum standards. This program offers practical implications as a sustainable instructional mentoring model to cultivate an autonomous digital learning ecosystem in vocational schools. ABSTRAK Perkembangan disrupsi teknologi di era digital menuntut transformasi mendasar pada sektor pendidikan vokasi, khususnya kesiapan guru dalam memproduksi materi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Berdasarkan studi pendahuluan di SMK PGRI 1 Jakarta, ditemukan bahwa hanya 13,33% guru yang pernah mengembangkan bahan ajar digital interaktif secara mandiri akibat kendala literasi teknologi dan keterbatasan waktu. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru melalui workshop terstruktur penyusunan bahan ajar digital berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) berbantuan perangkat kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI). Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang dipadukan dengan siklus pengembangan model Plomp, meliputi fase pengkajian awal (preliminary research), fase perancangan (development or prototyping phase), dan fase penilaian (assessment phase). Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 13 Juni 2026 yang diikuti oleh 30 orang guru kejuruan dari empat konsentrasi keahlian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik self-evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group evaluation, serta penilaian portofolio produk akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa modul bahan ajar digital yang dikembangkan memperoleh skor validitas ahli sebesar 4,40 dari skala 5,00 (kategori sangat valid), tingkat kepraktisan kelompok sebesar 4,43 dari skala 5,00 (kategori sangat praktis), dan sebanyak 86,67% guru berhasil memproduksi bahan ajar digital siap pakai yang memenuhi kriteria kelayakan kurikulum vokasi. Program ini berimplikasi sebagai model pendampingan instruksional berkelanjutan dalam membangun ekosistem digital mandiri di sekolah kejuruan.  
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI HILIRISASI PRODUK UMKM KERIPIK PISANG SALE BERBASIS KEARIFAN LOKAL DESA RANDEGAN Isnaeni Rokhayati; Minadi Wijaya; Enrico Aziezy; Aprilia Noni Budi Setiani; Andika Amrullah; Ivan Dian Muhammad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15941

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in strengthening the rural economy through the utilization of indigenous commodities. Randegan Village in Banyumas Regency possesses abundant awak banana harvests; however, the local banana sale chip partner faces constraints in manual slicing capacity, vulnerable non-airtight packaging, absence of brand identity, and commingled financial accounting. This community service program aimed to enhance the production capacity and business independence of the partner through an integrated farm-to-market downstreaming framework. The program was executed over four months, engaging one primary business owner and six production workers using an active participatory approach. The integrated interventions encompassed the introduction of an automatic banana slicing machine with a capacity of 80 kg/hour, packaging innovation utilizing standing pouch zipper locks with certified P-IRT labels, simple financial record-keeping workshops, and digital marketing onboarding. Controlled evaluation across a 30-day post-intervention period revealed a 27.78% increase in monthly revenue (from IDR 36,000,000 to IDR 46,000,000), a 25.00% rise in sales volume, and a 66.67% expansion in both regular customers and retail resellers. Furthermore, the partner's technical competencies improved by 80.00% based on pre-test and post-test assessments. The synergistic combination of appropriate technology, product standardization, and digital marketing proved effective in accelerating the operational independence of indigenous-based MSMEs. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial dalam memperkuat ekonomi perdesaan melalui pemanfaatan komoditas lokal. Desa Randegan, Kabupaten Banyumas memiliki potensi melimpah berupa pisang awak, namun mitra perajin keripik pisang sale menghadapi kendala kapasitas produksi manual, kemasan rentan remuk, ketiadaan identitas merek, serta pembukuan keuangan yang masih bercampur. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha mitra melalui pendekatan hilirisasi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program dilaksanakan selama empat bulan dengan melibatkan satu mitra utama (pemilik usaha) beserta enam tenaga kerja produksi melalui pendekatan partisipatif aktif. Intervensi terpadu mencakup introduksi mesin pengiris pisang otomatis berkapasitas 80 kg/jam, inovasi kemasan standing pouch zipper lock berlabel P-IRT, pelatihan pembukuan keuangan sederhana, dan aktivasi digital marketing. Hasil evaluasi terkontrol selama 30 hari pascaprogram menunjukkan peningkatan omzet bulanan sebesar 27,78% (dari Rp36.000.000 menjadi Rp46.000.000), kenaikan volume penjualan sebesar 25%, serta penambahan pelanggan dan reseller masing-masing sebesar 66,67%. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan praktis mitra meningkat sebesar 80,00% berdasarkan pengukuran pre-test dan post-test. Integrasi teknologi tepat guna, standardisasi produk, dan pemasaran digital terbukti efektif mengakselerasi kemandirian operasional UMKM berbasis kearifan lokal.    
DOKUMENTASI, PUBLIKASI, DAN DIGITALISASI SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS POKDARWIS DALAM PROMOSI WISATA DESA NYALIAN Diva Louisa Fernanda Sihaloho; Anak Agung Istri Naya Saraswathi; Made Santike Widiyana; I Putu Krishnanda Wardana; Ni Putu Intan Cahyani; Ni Made Indah Permata Sari; Nyoman Anggita Suryaputri Berata
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15988

Abstract

ABSTRACT The development of a tourism village requires not only destination potential but also the capacity of its managers to carry out documentation, publication, and the use of digital technology as a promotional tool. Pokdarwis (Tourism Awareness Group) of Nyalian Tourism Village still faces limitations in knowledge and skills related to content management and the use of digital media to support tourism promotion in Nyalian Village. This community service programme aimed to enhance the capacity of Pokdarwis Dewi Nyalian in documentation, publication, and digitalisation while supporting the sustainability of digital promotional management. The programme was conducted from June to October 2026, involving 26 Pokdarwis members, and employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of define, discovery, dream, design, and destiny. The activities included socialisation, material delivery, documentation practice, content management, digital media utilisation, and mentoring in social media and website management. Participants' understanding was evaluated using pre-test and post-test questionnaires based on a 1–5 Likert scale comprising 15 indicators, which were analysed using descriptive quantitative analysis and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the participants' mean understanding score increased from 31.62 (42.16%) in the pre-test to 65.69 (87.59%) in the post-test, representing an increase of 34.07 points or 45.43 percentage points. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (Z = 4.395; p < 0.001), with 25 of 26 participants (96.2%) showing increased scores. In addition to improved understanding, participants were able to practise taking photographs and videos using smartphones, perform basic editing, and create and publish promotional content through digital media. The programme outputs included one Nyalian Tourism Village website, three social media accounts (Instagram, TikTok, and YouTube), a Tourism Corner photobook, a Pokdarwis logo, and an IT task assignment letter to support the sustainable management of digital platforms. Thus, the programme contributed to strengthening the capacity of Pokdarwis in documentation, publication, and digital media utilisation while providing supporting facilities for the sustainability of tourism promotion in Nyalian Tourism Village. ABSTRAK Pengembangan desa wisata tidak hanya membutuhkan potensi destinasi, tetapi juga kapasitas pengelola dalam melakukan dokumentasi, publikasi, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi. Pokdarwis Desa Wisata (Dewi) Nyalian masih menghadapi keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan pengelolaan konten serta pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi wisata Desa Nyalian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pokdarwis Dewi Nyalian dalam dokumentasi, publikasi, dan digitalisasi serta mendukung keberlanjutan pengelolaan promosi digital. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Oktober 2026 dengan melibatkan 26 anggota Pokdarwis dan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan define, discovery, dream, design, dan destiny. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, praktik dokumentasi, pengelolaan konten, pemanfaatan media digital, serta pendampingan pengelolaan media sosial dan website. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan skala Likert 1–5 dengan 15 indikator, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman peserta meningkat dari 31,62 (42,16%) pada pre-test menjadi 65,69 (87,59%) pada post-test, dengan peningkatan sebesar 34,07 poin atau 45,43 poin persentase. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (Z = 4,395; p < 0,001), dengan 25 dari 26 peserta (96,2%) mengalami peningkatan skor. Selain peningkatan pemahaman, peserta mampu mempraktikkan pengambilan foto dan video menggunakan kamera telepon genggam, melakukan penyuntingan dasar, serta menyusun dan mempublikasikan konten promosi melalui media digital. Luaran program meliputi satu website Desa Wisata Nyalian, tiga akun media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube), buku photobook Pojok Wisata, logo Pokdarwis, serta surat tugas bidang IT untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan platform digital. Dengan demikian, kegiatan berkontribusi pada peningkatan kapasitas Pokdarwis dalam dokumentasi, publikasi, dan pemanfaatan media digital serta menyediakan sarana pendukung untuk keberlanjutan promosi Desa Wisata Nyalian.