cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
PENGUATAN KAPASITAS KADER PKK SEBAGAI AGEN LITERASI KEUANGAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN BERBASIS APLIKASI MOBILE Nuraeni Hadiati Farhani; Annisa Alifa Ramadhani; Maulana Agung Saputro; Siti Hanna Tri Setia; Raffi Zahran Arifansyah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14953

Abstract

ABSTRACT Limited family financial literacy remains a challenge in supporting community well-being. PKK cadres have a strategic position as financial literacy agents at the community level, but their capacity to provide education and assistance in family financial management needs to be strengthened. This community service activity aimed to strengthen the capacity of PKK cadres through mobile application-based family financial management training. The activity involved 15 PKK cadres in Abadijaya Village, Depok City, through needs identification, material preparation, pre-test, training, demonstration and practice using the SIMAK Finance application, mentoring, post-test, and evaluation. The evaluation used an instrument consisting of 15 indicators covering financial literacy knowledge, family financial management skills, and cadres’ readiness as family financial literacy agents. The results showed an increase in knowledge from 87% to 95%, skills from 80% to 93%, and cadres’ readiness from 76% to 91%. These findings indicate that integrating training with mobile application practice can strengthen cadres’ capacity to understand and apply family financial management and support their readiness to perform educational roles in the community. Further program development should focus on long-term mentoring and evaluation to support sustained implementation. ABSTRAK Keterbatasan literasi keuangan keluarga masih menjadi tantangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen literasi keuangan di tingkat komunitas, tetapi kapasitas dalam memberikan edukasi dan pendampingan pengelolaan keuangan keluarga masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK melalui pelatihan pengelolaan keuangan keluarga berbasis aplikasi mobile. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 kader PKK Kelurahan Abadijaya, Kota Depok, melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pre-test, pelatihan, demonstrasi dan praktik penggunaan aplikasi SIMAK Finance, pendampingan, post-test, dan evaluasi. Evaluasi menggunakan instrumen 15 indikator yang mencakup pengetahuan literasi keuangan, keterampilan pengelolaan keuangan keluarga, dan kesiapan kader sebagai agen literasi keuangan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 87% menjadi 95%, keterampilan dari 80% menjadi 93%, dan kesiapan kader dari 76% menjadi 91%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan dengan praktik penggunaan aplikasi mobile dapat memperkuat kapasitas kader dalam memahami dan menerapkan pengelolaan keuangan keluarga serta mendukung kesiapan menjalankan peran edukatif di masyarakat. Pengembangan program selanjutnya perlu diarahkan pada pendampingan dan evaluasi jangka panjang secara berkelanjutan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA KONSELING INTERAKTIF BERBASIS ONLINE BAGI DOSEN DAN GURU PPG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING YANG MEMANDIRIKAN Hariadi Ahmad; Any Fatmawati; I Made Sonny Gunawan; Aluh Hartati; Saidil Mursali; Baiq Muli Harisanti; Taufik Suadiyatno; Ade Kurniawan
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15236

Abstract

ABSTRACT Digital transformation requires guidance and counseling (GC) services to adapt to developments in information and communication technology to become more accessible, responsive, and supportive of students’ independence. However, the use of online-based interactive counseling media in secondary education institutions in West Nusa Tenggara still faces limitations in media availability and human resource competencies. This condition is also found in teacher education institutions (LPTK) providing the Guidance and Counseling field of the Teacher Professional Education (PPG) program, including Universitas Pendidikan Mandalika, which requires capacity building for lecturers and mentor teachers in developing and implementing technology-based counseling services. This activity aimed to improve the competencies of PPG lecturers and mentor teachers in developing and practicing online-based interactive counseling media through the MERDEKA Model (Starting from Yourself, Concept Exploration, Collaborative Space, Contextual Demonstration, Understanding Elaboration, Interconnection of Materials, and Real Action). The activity employed a participatory training approach through material delivery, discussions, question-and-answer sessions, group work, individual and group counseling simulations, observation, reflection, and contextual practice. The activity was conducted on October 3, 2024, involving 40 participants consisting of a resource person, PPG lecturers, GC mentor teachers, educational staff, IT administrators, and committee members. The results demonstrated a collaborative and practical learning experience in understanding online counseling principles, applying counseling principles and techniques, and practicing technology-based individual and group counseling. The MERDEKA Model provided a systematic training framework for integrating knowledge, skills, reflection, and real action in developing interactive counseling media. This activity represents a strategic step toward strengthening the professional competencies of lecturers and GC teachers and supporting independent, innovative, adaptive, inclusive, and sustainable GC services. ABSTRAK Transformasi digital menuntut layanan bimbingan dan konseling (BK) beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi agar lebih aksesibel, responsif, dan mendukung kemandirian peserta didik. Namun, keterbatasan media konseling interaktif berbasis online dan kompetensi sumber daya manusia pada satuan pendidikan menengah serta LPTK penyelenggara PPG BK, termasuk Universitas Pendidikan Mandalika, menunjukkan perlunya penguatan kapasitas dosen dan guru pamong dalam mengembangkan dan mengimplementasikan layanan konseling berbasis teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan guru pamong PPG dalam mengembangkan dan mempraktikkan media konseling interaktif berbasis online melalui Model MERDEKA (Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antarmateri, dan Aksi Nyata). Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, simulasi konseling individu dan kelompok, observasi, refleksi, serta praktik kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Oktober 2024 dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas narasumber, dosen PPG, guru pamong BK, tenaga kependidikan, admin IT, dan panitia. Hasil kegiatan menunjukkan pengalaman belajar kolaboratif dan aplikatif dalam memahami prinsip konseling online, penerapan asas dan teknik konseling, serta praktik konseling individu dan kelompok berbasis teknologi. Model MERDEKA memberikan kerangka pelatihan sistematis untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, refleksi, dan aksi nyata dalam pengembangan media konseling interaktif. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi profesional dosen dan guru BK serta mendukung layanan BK yang mandiri, inovatif, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIGITALISASI UMKM, PENGELOLAAN SAMPAH, KESADARAN HUKUM, DAN EDUKASI KESEHATAN DI DESA MULYOSARI RW 01 KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO Hardini Ariningrum; Tika Rahmawati; Dewi Juliana Rohmah; Angelica Cintami; Sutia Oktinata; Serlintan Serlintan; Abelia Permata Ulandari; Siti Magfiroh
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15261

Abstract

ABSTRACT Mulyosari Village RW 01, West Metro District, Metro City, possesses community potential that can be further developed; however, several needs remain in the economic, environmental, legal, and health sectors. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have not yet fully utilized digital media to support business development, while waste management, understanding of environmental legal provisions, and the application of health knowledge still require strengthening. This community service activity aimed to enhance community capacity through an integrated empowerment program combining MSME digitalization, waste management, legal awareness, and health education. The program employed a participatory approach involving initial observation, needs identification, coordination with community members and relevant stakeholders, program design, socialization, training, hands-on practice, mentoring, and descriptive evaluation. Digitalization activities focused on strengthening business identity and promotion through digital media, whereas environmental activities emphasized waste sorting, waste utilization, and the application of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). Legal and health education were delivered through educational sessions and direct interaction tailored to community needs. The activities resulted in active community involvement throughout the program and strengthened practical knowledge and skills in each targeted area. Overall, the integration of these four dimensions demonstrates that empowerment programs based on local needs can provide a foundation for strengthening community capacity and supporting program sustainability. ABSTRAK Desa Mulyosari RW 01, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, memiliki potensi masyarakat yang dapat dikembangkan, namun pemanfaatannya masih menghadapi beberapa kebutuhan pada bidang ekonomi, lingkungan, hukum, dan kesehatan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum sepenuhnya memanfaatkan media digital untuk mendukung pengembangan usaha, sementara pengelolaan sampah, pemahaman terhadap ketentuan hukum lingkungan, serta penerapan pengetahuan kesehatan masih memerlukan penguatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan terpadu yang menghubungkan digitalisasi UMKM, pengelolaan sampah, peningkatan kesadaran hukum, dan edukasi kesehatan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi kondisi awal, identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait, perancangan program, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi deskriptif. Program digitalisasi diarahkan pada penguatan identitas dan promosi usaha melalui media digital, sedangkan kegiatan lingkungan menekankan pemilahan, pemanfaatan sampah, dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Edukasi hukum dan kesehatan dilaksanakan melalui penyampaian materi serta interaksi langsung sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan menghasilkan keterlibatan masyarakat dalam seluruh program serta penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis pada masing-masing bidang. Secara keseluruhan, integrasi empat aspek tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan program.
PEMBELAJARAN LAPANGAN SISWA DALAM PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN HIDROPONIK IRIGASI TETES Agung Kuswandono; Zahrotun Nur Hasanah; Wahdaniah Ahsana Taqwim; Ainun Ni’mah; Syamsul Bachri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15311

Abstract

ABSTRACT This field-based community service project addresses operational challenges in drip system hydroponic melon cultivation at Graha Ponik Pakisaji, Malang, while responding to the need for practical environmental learning media in partner schools, namely SMPN 2 Malang and SMPN 25 Malang. This study aims to describe the field learning process of Social Studies education students alongside the farm manager, Mr. H (anonymized), document practical dynamics into a guidebook, and evaluate product feasibility based on partner needs. Integrating a descriptive qualitative approach with the 4D Research and Development (R&D) framework (Define, Design, Develop, Disseminate), data gathered through participatory observation, technical measurements, interviews, and documentation were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Student involvement proved to enhance the partner's technical skills in nutrient solution measurement and daily maintenance workflows, while delivering ready-to-use instruments for environmental educators. Formal evaluation by two experts (a material practitioner and a media expert) across 15 indicators covering content, language, presentation, and visual feasibility yielded scores of 92.5% and 90.3% (highly feasible category). This study confirms that transforming empirical field experience with partners yields contextual learning resources, although product application remains limited to initial dissemination and has not undergone formal readability, practicality, or effectiveness testing among end-users. Kegiatan pengabdian berbasis pembelajaran lapangan ini mengatasi hambatan operasional budidaya melon hidroponik drip system di Graha Ponik Pakisaji, Malang, sekaligus merespons kebutuhan media edukasi lingkungan di sekolah mitra, yakni SMPN 2 Malang dan SMPN 25 Malang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran lapangan mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang bersama pengelola lahan, Bapak H (disamarkan), mendokumentasikan dinamika praktis menjadi buku panduan, serta menguji kelayakan produk berdasarkan kebutuhan mitra. Mengintegrasikan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), pengumpulan data berbasis observasi partisipatif, pengukuran teknis, wawancara, dan dokumentasi dianalisis menggunakan prosedur interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keterlibatan mahasiswa terbukti memperkuat keterampilan teknis mitra dalam mengukur larutan nutrisi dan merapikan alur pemeliharaan harian, serta menyediakan instrumen siap pakai bagi guru Adiwiyata. Evaluasi formal oleh dua pakar (praktisi materi dan ahli media) pada 15 indikator kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan visualisasi menghasilkan skor 92,5% dan 90,3% (kategori sangat layak). Kajian ini menegaskan bahwa transformasi pengalaman empiris bersama mitra dapat menghasilkan sumber belajar kontekstual, meski pemanfaatan produk masih terbatas pada diseminasi awal dan belum melalui uji keterbacaan, kepraktisan, maupun efektivitas formal bagi pengguna akhir.
PROGRAM CEK KESEHATAN GRATIS SEBAGAI LANGKAH AWAL MENGENALI KONDISI TEKANAN DARAH DAN GULA DARAH MASYARAKAT Riska feriyanti; Iis Meliana; Anita Anita; Muhammad Alfin Nashiruddin; Maya Lestari; Indri Syahfitri; Nayla Aurel Desta Andrivie; Vinny erliantina
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15462

Abstract

ABSTRACT Community health empowerment can be carried out through health screening and education activities that help residents recognize their health conditions and understand risk factors for non-communicable diseases. This community service activity was conducted as part of the Fieldwork and Community Empowerment Learning Program (KKL-PPM) in RW 04, Mulyosari Village, Metro Barat District, Metro City, Lampung Province, focusing on the implementation of the Free Health Check (CKG) program. The activity aimed to provide access to blood pressure and blood glucose screening while delivering health information as an initial step toward early detection. The implementation stages included community observation, program preparation, health examinations, recording the results, and providing education to participants. A total of 31 people participated in the screening. The results showed that 18 participants had blood pressure within the normal range, while 13 had high blood pressure. For blood glucose screening, 25 participants had results in the normal category, whereas 6 had elevated results. These findings provide an initial overview of participants’ blood pressure and blood glucose levels at the time of the activity. Overall, the CKG program served as a promotive and preventive health service through basic screening and the provision of health information. The activity also created opportunities to encourage regular health checks and follow-up through local health services. Thus, CKG can serve as an initial step in supporting the identification of health risk factors in the community, without replacing further examinations or diagnosis by healthcare professionals. ABSTRAK Pemberdayaan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dan edukasi yang membantu warga mengenali kondisi kesehatannya serta memahami faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) di RW 04 Desa Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kabupaten Metro, Provinsi Lampung, dengan fokus pada pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan bertujuan memberikan akses pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sekaligus menyampaikan informasi kesehatan sebagai langkah awal deteksi dini. Pelaksanaan kegiatan mencakup observasi kondisi masyarakat, persiapan program, pemeriksaan kesehatan, pencatatan hasil, serta penyampaian edukasi kepada peserta. Sebanyak 31 orang mengikuti pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 18 peserta memiliki tekanan darah dalam batas normal, sedangkan 13 peserta menunjukkan tekanan darah tinggi. Pada pemeriksaan gula darah, 25 peserta memperoleh hasil dalam kategori normal dan 6 peserta menunjukkan hasil tinggi. Temuan tersebut memberikan gambaran awal mengenai kondisi tekanan darah dan gula darah peserta pada saat kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, program CKG menjadi sarana pelayanan promotif dan preventif melalui pemeriksaan dasar serta penyampaian informasi kesehatan. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk mendorong pemeriksaan berkala dan tindak lanjut melalui layanan kesehatan setempat. Dengan demikian, CKG dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pengenalan faktor risiko kesehatan masyarakat, tanpa menggantikan pemeriksaan lanjutan atau penetapan diagnosis oleh tenaga kesehatan.
PENGUATAN KESADARAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM PELESTARIAN ARSIP SEJARAH PENDIDIKAN SEKOLAH RAKYAT SIDAYU Muhammad Eka Rahman; Khotibul Umam; Madu Andira; Anindya Fajarini; Fiqru Mafar; Abdurrahman Ahmad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15512

Abstract

Historical educational archives are important assets for preserving collective memory, institutional identity, and local historical knowledge. However, the understanding of the significance of archives as historical heritage within school environments still needs to be strengthened. UPT SD Negeri 269 Gresik, located in Sidomulyo, Sidayu District, Gresik Regency, is the current site associated with Sekolah Rakyat Sidayu, which, based on preliminary observations of the old building, educational documents, and historical information from the community, is suspected to have a connection with the Europeesche Lagere School (ELS) during the Dutch colonial period. This community service activity aimed to improve the understanding and awareness of the school community regarding the importance of preserving the historical educational archives of Sekolah Rakyat Sidayu as part of local history. The activity employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of community asset identification, relationship building, socialization, and evaluation. The activity was conducted on November 25–26, 2025, with a total of 16 participants consisting of teachers, educational staff, and students from UPT SD Negeri 269 Gresik. The implementation methods included observation, discussion, and socialization activities on the historical value of archives involving teachers, educational staff, and students. The results showed an increase in participants’ understanding based on the pre-test and post-test evaluation, with the average score improving from 66.25 to 85.00, representing an increase of 18.75 points. All participants demonstrated improved understanding and provided positive responses toward the socialization activity on local historical archive preservation. ABSTRAK Arsip pendidikan bersejarah merupakan aset penting dalam menjaga memori kolektif, identitas kelembagaan, dan pengetahuan sejarah lokal. Namun, pemahaman mengenai nilai penting arsip sebagai warisan sejarah di lingkungan sekolah masih perlu diperkuat. UPT SD Negeri 269 Gresik di Sidomulyo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, merupakan lokasi keberadaan Sekolah Rakyat Sidayu yang berdasarkan penelusuran awal terhadap bangunan lama, dokumen pendidikan, dan informasi historis masyarakat diduga memiliki keterkaitan dengan Europeesche Lagere School (ELS) pada masa Hindia Belanda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya pelestarian arsip pendidikan bersejarah Sekolah Rakyat Sidayu sebagai bagian dari sejarah lokal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset komunitas, pembangunan relasi, sosialisasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 dan 26 November 2025 dengan jumlah peserta 16 orang yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan dan siswa di UPT SD Negeri 269 Gresik. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi, diskusi, serta sosialisasi mengenai nilai penting arsip sejarah kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 66,25 menjadi 85,00 atau mengalami peningkatan sebesar 18,75 poin. Seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman dan memberikan respons positif terhadap kegiatan sosialisasi pelestarian arsip sejarah lokal.
PERAN KEGIATAN IBADAH SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SD BAPTIST MANGGAR, BELITUNG TIMUR Surimawati Laia; Sozanolo Telaumbanua
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15692

Abstract

ABSTRACT This community service activity aimed to provide character strengthening and guidance through school worship activities at Baptist Manggar Elementary School, East Belitung. The activity involved 72 students, with the assistance of the principal and teachers on March 26, 2026. The stages included needs identification, planning, implementation, reflection, evaluation, and follow-up. The guidance activities consisted of prayer, praise, Bible reading, moral messages, reflection, and active student participation in leading prayers, reading the Bible, and leading praise. Evaluation was conducted through observation, guided reflection, group discussions, interviews, and documentation. The results showed positive changes in students’ understanding and participation, particularly regarding discipline, responsibility, respect, and care for others. Most students understood the relationship between worship and character development, although some students had not fully applied these values in their daily lives. Therefore, continuous habituation, guidance, reflection, and monitoring are needed so that character values can develop into real-life behaviors. ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan dan pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ibadah sekolah di SD Baptist Manggar, Belitung Timur. Kegiatan melibatkan 72 siswa dengan pendampingan kepala sekolah dan guru pada 26 Maret 2026. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pembinaan, refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut. Pembinaan dilaksanakan melalui doa, pujian, pembacaan Alkitab, pesan moral, refleksi, serta keterlibatan aktif siswa dalam memimpin doa, membaca Alkitab, dan memimpin pujian. Evaluasi dilakukan melalui observasi, refleksi terbimbing, diskusi kelompok, wawancara, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman dan keterlibatan siswa, terutama terkait disiplin, tanggung jawab, sikap hormat, dan kepedulian terhadap sesama. Sebagian besar siswa telah memahami hubungan antara ibadah dan pembentukan karakter, meskipun sebagian siswa belum sepenuhnya menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembiasaan, pendampingan, refleksi, dan pemantauan berkelanjutan diperlukan agar nilai karakter berkembang menjadi perilaku nyata.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL MELALUI BAKTI SOSIAL, PEMBINAAN MUALLAF, BIMTEK DATA PENDIDIKAN, DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KOTA PONTIANAK Nahruji Nahruji; M. Amin; Hasip Arista; Maskuri Bahri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15916

Abstract

Multicultural urban societies such as Pontianak City continuously face challenges concerning socio-economic vulnerabilities, unstandardized administrative governance in non-formal religious institutions, and latent social friction amidst religious diversity. This community service program aimed to empower the local community through an integrated intervention comprising four pillars: staple food distribution, theological guidance for muallaf (Muslim converts), technical assistance on digital data governance for Madrasah Diniyah and Quranic Education Center (LPQ) operators, and the reinforcement of interfaith religious moderation. Employing a qualitative participatory design through Participatory Action Research (PAR), the methodology incorporated need assessment, action planning, fieldwork execution, and reflective outcome evaluation. The interventions engaged 50 underprivileged family heads receiving emergency food aid, 25 muallaf participants, 40 educational data operators, and 65 interfaith community representatives. Evaluation findings revealed that: (1) 50 emergency food packages were distributed, relieving daily domestic consumption burdens; (2) muallaf theological comprehension scores increased from a pre-test average of 54.20 to 82.40 in the post-test; (3) the administrative competence of the 40 madrasah operators escalated from an initial 35.00% to 90.00% in operating standardized data systems; and (4) an interfaith tolerance commitment index reached an average approval score of 87.50%. This integrated approach indicates that academic-community partnerships effectively mitigate socio-religious vulnerabilities while reinforcing institutional capacities and social cohesion within urban settings. ABSTRAK Masyarakat perkotaan multikultural seperti Kota Pontianak menghadapi tantangan kerentanan sosio-ekonomi, tata kelola administrasi lembaga keagamaan nonformal yang belum terstandar, serta potensi gesekan sosial di tengah keberagaman keyakinan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui intervensi terpadu yang mencakup empat pilar: bakti sosial pangan pokok, pembinaan akidah bagi mualaf, bimbingan teknis (bimtek) pendataan digital bagi operator Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), serta penguatan dialog moderasi beragama lintas iman. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan kualitatif partisipatif melalui rancangan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan asesmen kebutuhan, perencanaan aksi, implementasi lapangan, dan evaluasi hasil. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi strategis dengan rincian sasaran: 50 kepala keluarga prasejahtera penerima sembako, 25 orang mualaf binaan, 40 orang operator data pendidikan keagamaan, serta 65 orang peserta perwakilan empat agama dalam forum dialog publik. Hasil evaluasi program menunjukkan: (1) tersalurkannya 50 paket pangan darurat untuk meringankan beban konsumsi harian warga; (2) meningkatnya skor pemahaman tauhid mualaf dari rata-rata pre-test 54,20 menjadi 82,40 pada post-test; (3) melonjaknya persentase pemahaman 40 operator madrasah dari 35,00% menjadi 90,00% dalam pengoperasian instrumen data terpadu; serta (4) terpetakannya komitmen toleransi lintas iman dengan indeks persetujuan mencapai 87,50%. Integrasi kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi akademisi bersama mitra lokal mampu merespons kebutuhan material sekaligus memperkuat kohesi sosial dan kapasitas kelembagaan masyarakat perkotaan.    
PENDIDIKAN SEKS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI DAN KEMAMPUAN MELINDUNGI DIRI PADA SISWA SD DI SDN X CIHERANG Debora Basaria; Allya Deby Novianti; Rulla Maitsa Ayanda; Marcela Adinda K; Fayyaza Nisa Ramadhani Ahmad; Syaira Novia Fitri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15917

Abstract

Cases of child sexual abuse in Indonesia have increased at an alarming rate, with the majority of incidents occurring within primary school environments. Low levels of self-awareness regarding bodily privacy and a lack of self-protection skills represent the primary determinants of elementary students' vulnerability. This community service program aimed to improve self-awareness and personal safety competencies among fourth-grade students at SDN X Ciherang through interactive psychoeducational sex education. The intervention was carried out over four consecutive days from April 13 to 16, 2026, engaging 29 pupils through focus group discussions (FGD), audiovisual presentations, behavioral rehearsals, recall tasks, and pre-test and post-test assessments using the Children's Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ). The statistical paired sample t-test yielded a pre-test mean of 11.48 and a post-test mean of 11.24 (t = 0.422; p = 0.676), indicating that conceptual understanding did not improve significantly in quantitative terms. Nevertheless, qualitative observations demonstrated notable improvements in functional safety responses through the "say no, step back, and run" behavioral simulation alongside elevated pupil engagement. This program underscores the necessity of institutionalizing continuous sex education supported by developmentally tailored evaluation instruments adapted to elementary children's cognitive capacities. ABSTRAK Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, di mana mayoritas insiden terjadi pada jenjang pendidikan dasar. Rendahnya kesadaran diri (self-awareness) mengenai privasi organ tubuh serta minimnya keterampilan proteksi diri (self-protection) menjadi faktor utama kerentanan siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan self-awareness dan keterampilan proteksi diri siswa kelas IV SDN X Ciherang melalui psikoedukasi pendidikan seks (sex education). Intervensi dilaksanakan selama empat hari pada 13–16 April 2026 dengan melibatkan 29 siswa melalui tahapan focus group discussion (FGD), psikoedukasi audiovisual, simulasi motorik, sesi recall, serta evaluasi pre-test dan post-test menggunakan instrumen The Children Knowledge of Abuse Questionnaire (CKAQ). Hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 11,48 dan post-test sebesar 11,24 (t=0,422;p=0,676), yang mengindikasikan belum adanya peningkatan pemahaman konseptual yang signifikan secara statistik. Meskipun demikian, evaluasi kualitatif mencatat peningkatan keterampilan proteksi fisik melalui simulasi "katakan tidak, mundur, dan lari" serta antusiasme yang tinggi selama intervensi. Program ini menegaskan pentingnya edukasi seks yang berkelanjutan dengan instrumen evaluasi yang disederhanakan sesuai tahapan perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.    
CARA SEDERHANA UNTUK MENGENALI KONSEP DIRI PADA SISWA SD MELALUI MENGGAMBAR HEWAN Daniellin Christadella Hutani; Debora Basaria; Nadyah Sani; Daniel Irawan; Elviana Reza Suzzanti; Lily Indarti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15918

Abstract

Self-concept is a fundamental psychological pillar during late childhood that shapes how individuals perceive their physical, psychological, and social attributes. Initial observations at SDN X West Jakarta revealed that most fifth-grade students encountered difficulties in articulating their strengths, weaknesses, and personal characteristics verbally during classroom discussions. Therefore, this Community Engagement (PKM) initiative was conducted to facilitate students' exploration and recognition of their self-concept through a projective-creative animal drawing activity titled the "Knowing Myself" program. The activity involved 41 fifth-grade elementary students aged 10–11 years who were guided to draw three different animals as metaphors representing physical characteristics, personality traits, and daily routines. Program achievement was evaluated using a descriptive qualitative approach based on worksheet completion, artwork presentations, and guided reflection sessions. The results demonstrated that 87.8% of the students successfully achieved the completion criteria in identifying and narrating the three dimensions of self-concept through the behavioral metaphors of their chosen animals. Symbolic animal drawing proved to be an effective, recreational, and psychologically safe concrete medium for elementary school children to articulate self-identity without evaluation anxiety. This program serves as a practical initial screening tool for elementary school educators to recognize students' psychosocial dynamics at an early stage. ABSTRAK Konsep diri (self-concept) merupakan pilar psikologis fundamental pada masa kanak-kanak akhir yang memengaruhi cara individu mempersepsikan kapasitas fisik, psikologis, dan sosialnya. Berdasarkan observasi awal di SDN X Jakarta Barat, sebagian besar siswa kelas V masih mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan kelebihan, kelemahan, serta karakteristik kepribadiannya secara verbal saat ditanya guru. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memfasilitasi eksplorasi dan pengenalan konsep diri siswa melalui aktivitas proyektif-kreatif menggambar hewan bertajuk program "Mengenal Diri". Kegiatan ini melibatkan 41 siswa kelas V berusia 10–11 tahun yang dipandu untuk menggambar tiga jenis hewan sebagai metafora representasi aspek fisik, sifat, dan kebiasaan sehari-hari. Evaluasi ketercapaian program dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan ketuntasan pengisian lembar kerja (worksheet), presentasi karya, dan refleksi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 87,8% siswa berhasil mencapai kategori tuntas dalam mengidentifikasi dan menarasikan ketiga dimensi konsep diri melalui analogi karakteristik hewan pilihannya. Aktivitas menggambar simbol hewan terbukti menjadi media konkret yang efektif, rekreatif, dan aman bagi anak usia sekolah dasar untuk mengekspresikan dinamika diri tanpa beban psikologis. Program ini berimplikasi sebagai strategi penapisan awal (screening) praktis bagi pendidik untuk mengenali kondisi psikososial peserta didik sejak dini.