cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
PENINGKATAN DAYA SAING USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH MELALUI PEMASARAN DIGITAL DI KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI Nanik Hindaryatiningsih; La Ode Safarudin; Rusdiyana Tugy
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14559

Abstract

The low capability in digital marketing represents a primary obstacle for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Puuwatu District regarding market expansion and competitive advantage enhancement. This participatory-educational community service project aimed to improve MSME entrepreneurs' knowledge and practical skills in utilizing digital platforms, online marketplace s, and interactive promotional content. Implementation stages comprised field observation, partner problem identification, program socialization, branding workshops, hands-on promotional content creation, business account mentoring, and activity evaluation. Program results revealed a significant increase in partners' digital understanding and skills, evidenced by the creation of professional business profiles on social media and WhatsApp Business, aesthetic product catalog photography, and expanded promotional reach beyond the local area. The main conclusion confirms that structured digital marketing training and mentoring effectively strengthen product branding, expand market reach, and sustainably enhance MSME competitiveness. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemasaran digital menjadi hambatan utama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Puuwatu dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis partisipatif edukatif ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan praktis pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital, marketplace , dan konten promosi interaktif. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi masalah mitra, sosialisasi program, pelatihan branding, praktik pembuatan konten promosi, pendampingan akun bisnis, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan digital mitra yang signifikan, tercermin dari terbuatnya profil bisnis profesional pada media sosial dan WhatsApp Business, terciptanya foto katalog produk yang estetis, serta meningkatnya jangkauan promosi produk hingga ke luar wilayah lokal. Simpulan utama menegaskan bahwa pelatihan dan pendampingan pemasaran digital secara terstruktur terbukti efektif memperkuat branding, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.    
PENANAMAN SIKAP DISIPLIN SISWA SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN RASA TANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI DI SD NEGERI 140 PALEMBANG Ambar Afifah; Sri Maryani; Giska Dwi Febrianti; Samilah Indah; Yusmarika Sri Nustia; Irra Pirta Meliyana; Syasya Askarini; Dhores Mahendra; Mega Prasrihamni
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14560

Abstract

Discipline is one of the essential character values that should be instilled from an early age, particularly at the elementary school level, as it plays a significant role in fostering students’ sense of responsibility toward themselves and their surrounding environment. Based on observations conducted during the Field Experience Program (PLP) at SD Negeri 140 Palembang, several students were found to demonstrate low levels of discipline in complying with school regulations, managing their time effectively, and carrying out their duties and responsibilities as learners. This activity aimed to instill disciplinary attitudes as an effort to develop students’ self-responsibility. The methods employed in this program included observation, socialization, habituation, mentoring, and evaluation. The implementation involved providing educational sessions on the importance of discipline, encouraging disciplined behavior during learning activities, and assisting students in applying disciplinary values within the school environment. The results indicated an improvement in students’ understanding of the importance of discipline and a growing awareness of fulfilling their duties and responsibilities independently. In addition, students showed positive behavioral changes, such as arriving at school on time, participating more orderly in classroom activities, maintaining classroom cleanliness, and completing assignments according to established rules. These findings demonstrate that instilling discipline can effectively contribute to the development of responsible character among students from an early age. Therefore, continuous disciplinary habituation through collaboration among schools, teachers, and parents is necessary to support the formation of positive student character. ABSTRAK Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang penting ditanamkan sejak usia sekolah dasar karena berperan dalam membentuk sikap tanggung jawab peserta didik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Namun, berdasarkan hasil observasi selama kegiatan Program Pengenalan Lapangan (PLP) di SD Negeri 140 Palembang, masih ditemukan beberapa siswa yang kurang disiplin dalam mematuhi tata tertib sekolah, mengelola waktu, serta melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin sebagai upaya menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri pada siswa SD Negeri 140 Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, sosialisasi, pembiasaan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pemberian edukasi mengenai pentingnya disiplin, pembiasaan perilaku disiplin dalam kegiatan belajar mengajar, serta pendampingan terhadap siswa dalam menerapkan nilai-nilai disiplin di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya disiplin serta tumbuhnya kesadaran untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara mandiri. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti datang tepat waktu, lebih tertib dalam mengikuti pembelajaran, menjaga kebersihan lingkungan kelas, dan mengerjakan tugas sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, penanaman sikap disiplin terbukti dapat membantu membentuk karakter tanggung jawab siswa sejak dini. Oleh karena itu, pembiasaan disiplin perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua guna mendukung pembentukan karakter peserta didik yang lebih baik.    
PENDAMPINGAN BRANDING PRODUK MELALUI MEDIA PROMOSI KREATIF DAN DIGITAL PADA KELOMPOK TANI PILANG MAKMUR Angelini Krisyandi Butar Butar; Erlinda Ophelia Dayanti; Yona Leoni Simatupang; Dwi Laila Maulida; Adi Candra
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14561

Abstract

The development of agricultural product marketing requires effective branding strategies and the use of digital promotional media to enhance the competitiveness of farmer groups. The Pilang Makmur Farmer Group still faces limitations in managing promotional media, resulting in suboptimal dissemination of product information. This community service activity aims to enhance the capacity of farmer group members in applying digital agripreneurship concepts through mentoring on product branding and the use of creative digital-based promotional media. The methods applied include observation, needs assessment, outreach, training, mentoring, as well as monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments. The outcomes of the activity include the development of a company profile, product catalog, profile video, farmer group leaflets, and educational tourism materials, as well as digital promotional media to strengthen the group’s identity and promote its products. Evaluation results showed an average increase in participants’ understanding from 78.9% on the pre-test to 89.6% on the post-test. These findings indicate that the mentoring activities were able to enhance the knowledge and capacity of farmer group members in implementing branding and digital promotion strategies to support the development of agricultural product marketing. This program also contributes to strengthening the group’s identity and enhancing the competitiveness of its products in a sustainable manner. ABSTRAK Pengembangan pemasaran produk pertanian memerlukan strategi branding dan pemanfaatan media promosi digital yang efektif untuk meningkatkan daya saing kelompok tani. Kelompok Tani Pilang Makmur masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan media promosi sehingga penyebaran informasi produk belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok tani dalam penerapan konsep digital agripreneur melalui pendampingan penguatan branding produk dan pemanfaatan media promosi kreatif berbasis digital. Metode yang diterapkan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Luaran kegiatan berupa penyusunan company profile, katalog produk, video profil, leaflet poktan dan eduwisata, serta media promosi digital sebagai sarana penguatan identitas serta promosi produk kelompok tani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 78,9% pada pre-test menjadi 89,6% pada post-test. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan dan kapasitas anggota kelompok tani dalam mengimplementasikan strategi branding dan promosi digital guna mendukung pengembangan pemasaran produk pertanian. Program ini turut memberikan kontribusi terhadap penguatan identitas kelompok dan peningkatan daya saing produk secara berkelanjutan.  
PENYULUHAN PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROMOSI EDUWISATA DAN USAHA KELOMPOK TANI YURGA FARM Salsalina Aprilia Br Ginting; Eunike Florentina Br Tarigan; Diana Intan Sari; Dwi Laila Maulida; Adi Candra
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14562

Abstract

The use of digital media is a key strategy for promoting agricultural businesses and developing agritourism sustainably. The Yurga Farm Farmers’ Group has great potential as an agricultural agritourism destination, but its use of digital media for promotion remains limited. This community service activity aims to improve the farmers’ group members’ understanding and skills in utilizing digital media as an effective promotional tool. The methods employed included lectures, discussions, practical training, and mentoring focusing on digital marketing, social media management, branding, promotional content creation, and the use of the Canva application. Evaluation was conducted through pre- and post-tests involving 10 participants. The results showed an average increase in participants’ understanding of 13.7%. Significant improvements were observed across all indicators, particularly in the ability to use simple design applications. Participants were able to produce various digital promotional materials such as photos, videos, leaflets, catalogs, company profiles, and video profiles. This activity proved effective in enhancing the capacity of farmer group members to support edutourism promotion and sustainable agricultural business development. ABSTRAK Pemanfaatan media digital menjadi strategi penting dalam mendukung promosi usaha tani dan pengembangan eduwisata secara berkelanjutan. Kelompok Tani Yurga Farm memiliki potensi besar sebagai destinasi eduwisata pertanian, namun pemanfaatan media digital untuk kegiatan promosi masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan anggota kelompok tani dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi yang efektif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, pelatihan praktik, dan pendampingan yang berfokus pada materi digital marketing, pengelolaan media sosial, branding, pembuatan konten, serta pengoperasian aplikasi Canva. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test terhadap sepuluh orang peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 13,7%. Peningkatan signifikan tercatat pada seluruh indikator, terutama kemampuan penggunaan aplikasi desain sederhana. Peserta berhasil menghasilkan berbagai media promosi digital seperti foto, video, leaflet, katalog, company profile, dan video profile. Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas anggota kelompok tani untuk mendukung promosi eduwisata dan pengembangan usaha tani lokal.  
IMPLEMENTASI TEKNIK BELAJAR YANG MENYENANGKAN PADA SISWA KELAS VIII B DI SMP NEGERI 1 TANGGETADA Disa Arliwan; Sulmainar Sulmainar; Nur intan; Fitri Fitri; Nurwinda Nurwinda; Nadya Kamila Putri; Annisa'us Sholehah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.14563

Abstract

This community service activity was motivated by the dominance of conventional learning in Natural Science subjects at SMP Negeri 1 Tanggetada, causing student passivity. The objective was to increase motivation, activeness, and conceptual understanding through student-centered learning. The method applied a participatory approach integrating icebreakers, game-based learning, group discussions, and digital tools like Quizizz and Canva. The results indicated that prior to intervention, 16% of students were in the poor category and 16% in the very good category, whereas post-intervention, the very good category rose to 36% and the poor category dropped to 0%. This evaluation proves that an interactive learning environment successfully eliminates student anxiety and strengthens memory retention of science concepts. Furthermore, this initiative supports Sustainable Development Goals number four regarding quality education. In conclusion, integrating digital media and educational games effectively transforms classroom atmospheres into dynamic learning spaces while significantly boosting overall student cognitive achievement. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini melatarbelakangi dominasi pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1 Tanggetada yang membuat siswa pasif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman konsep siswa melalui penerapan teknik student-centered learning yang menyenangkan. Metode yang digunakan mencakup pendekatan edukatif partisipatif melalui ice breaking, game-based learning, diskusi kelompok, serta penggunaan media digital Quizizz dan Canva. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum tindakan terdapat 16% siswa kategori kurang baik dan 16% sangat baik, namun setelah intervensi siswa kategori sangat baik meningkat pesat menjadi 36% dan kategori kurang baik menjadi 0%. Evaluasi ini membuktikan bahwa suasana belajar interaktif berhasil menghapus ketakutan siswa serta memperkuat retensi memori materi IPA secara signifikan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals poin keempat mengenai pendidikan berkualitas. Kesimpulannya, integrasi media digital dan permainan edukatif sangat efektif mentransformasi suasana kelas menjadi lebih dinamis serta meningkatkan ketercapaian kognitif peserta didik secara berkelanjutan.  
TRANSFORMASI USAHA KERUPUK PULI “KARYA EMAS” MELALUI TEKNOLOGI PRODUKSI, INOVASI PRODUK, DAN PEMASARAN DIGITAL Syunu Trihantoyo; Ali Hasbi Ramadani; Dian Citaningtyas Ari Kadi; Fransisca Bella Oktaviana; Adinda Maulita Salsabilla; Sumiati Sumiati
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15201

Abstract

ABSTRACT Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) based on local food products play an important role in supporting rural economic development; however, they still face various constraints in production, financial management, and marketing aspects. The main problems identified in the “Karya Emas” Kerupuk Puli business group in Simbatan Village include low production capacity due to manual processing, inadequate financial record-keeping, and limited market access caused by minimal utilization of digital technology and weak product branding. This community engagement program aims to enhance the business capacity through an integrated empowerment approach covering production, financial management, product innovation, and digital marketing. The implementation method consists of several stages, including socialization and focus group discussion (FGD), business management training, production training using appropriate technology, digital marketing training, implementation of a kerupuk puli molding machine, as well as mentoring and evaluation based on performance indicators. The results show a significant increase in production capacity from approximately 20 to 80 packs per day with a 60% improvement in production efficiency. The partners are also able to conduct simple financial recording, calculate production costs, and separate business and household finances. In addition, brand identity and more informative packaging have been developed, along with the utilization of social media and marketplace platforms for marketing. Furthermore, product innovation in the form of a fish-flavored variant has been successfully developed to increase competitiveness. Overall, this program effectively improves productivity, strengthens business governance, and expands market access for local food MSMEs. The integrated empowerment model is expected to provide a sustainable solution for rural-based MSME development. ABSTRAK Usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis pangan lokal memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Permasalahan utama pada Kelompok Usaha Kerupuk Puli “Karya Emas” di Desa Simbatan meliputi rendahnya kapasitas produksi akibat proses manual, belum optimalnya pencatatan keuangan usaha, serta terbatasnya akses pasar karena minimnya pemanfaatan teknologi digital dan belum adanya penguatan branding produk. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pendekatan pemberdayaan terpadu yang mencakup aspek produksi, manajemen, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan FGD, pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi berbasis teknologi tepat guna, pelatihan pemasaran digital, penerapan mesin pencetak kerupuk puli, serta pendampingan dan evaluasi berbasis indikator kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari sekitar 20 menjadi 80 kemasan per hari dengan efisiensi waktu hingga 60%. Mitra juga mampu melakukan pencatatan keuangan sederhana, menghitung harga pokok produksi, serta memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga. Selain itu, telah terbentuk identitas merek, kemasan yang lebih informatif, serta pemanfaatan marketplace sebagai sarana pemasaran. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan produktivitas, tata kelola usaha, dan daya saing UMKM pangan lokal melalui integrasi teknologi, manajemen, dan digitalisasi pemasaran yang berkelanjutan.
LITERASI BUDAYA KREATIF BAGI MASYARAKAT KETAPANG KALIMANTAN BARAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH SERAT NANAS UNTUK MENDUKUNG EKONOMI BERKELANJUTAN Tri Sulistyaningtyas; Husen Hendriyana; Dian Widiawati; Yani Suryani; Sira Kamila Dewanti Amalia; Evi Azizah Vebriyanti; Caraka Aji Puja Jahada
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10949

Abstract

Strengthening creative cultural literacy was carried out to promote the utilization of pineapple fiber waste in Sungai Bakau Village, Ketapang Regency. The community of Sungai Bakau Village has an abundant supply of pineapples. However, the community faces several challenges, including the low utilization of pineapple leaf waste, limited skills, and limited creative cultural literacy in identifying the potential of local materials. This community service activity employed a participatory method by actively involving the community, craftsmen, and MSME actors in socialization, training, hands-on practice, and mentoring. The activity was attended by 50 participants from various hamlets in Ketapang, West Kalimantan. The results showed that the creative cultural literacy approach improved the community's skills in processing pineapple fiber into craft products. The approach also fostered a creative mindset that enabled participants to integrate cultural values, local materials, and economic opportunities. Increased awareness of sustainable production practices was also observed, contributing to the development of a sustainable creative economy among MSMEs. Following the training, participants were able to produce pineapple fiber and transform it into packaging in various forms. ABSTRAK Penguatan literasi budaya kreatif dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan limbah serat nanas di Desa Sungai Bakau, Kabupaten Ketapang. Masyarakat Desa Sungai Bakau memiliki sumber nanas yang berlimpah. Permasalahan yang mereka hadapi adalah rendahnya pemanfaatan limbah daun nanas, keterbatasan keterampilan masyarakat, serta terbatasnya literasi budaya kreatif masyarakat dalam mengidentifikasi potensi material lokal. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatoris dengan melibatkan masyarakat selama sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan yang melibatkan perajin dan pelaku UMKM secara aktif. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai dusun di Ketapang, Kalimantan Barat. Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan literasi budaya kreatif meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah serat nanas menjadi produk kerajinan. Pendekatan ini juga membentuk pola pikir kreatif masyarakat dalam mengintegrasikan nilai budaya, material lokal, dan peluang ekonomi. Terdapat peningkatan kesadaran tentang praktik produksi yang berkelanjutan, sehingga secara langsung berkontribusi pada peningkatan ekonomi kreatif UMKM yang berkelanjutan. Setelah melalui pelatihan ini, peserta memiliki kemampuan untuk menciptakan serat nanas dan mengubah serat nanas menjadi packaging dalam berbagai bentuk.
SOSIALISASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INOVASI DALAM MENINGKATKAN USAHA MIKRO, MAKRO, DAN MENENGAH (UMKM) Imelda Sabrina Sibarani; Tabita Rouli Sianturi; Sondang Rodearni Sinaga; Nesa Purba; Mey Shintia Daniella Sitohang; Ramces Hotmartua Situmorang; Maria Delaviana Sijabat; Sehat Silaban; Renata Novianti Siboro; Ria Yosi Sirait
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13579

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting the community’s economy; however, some business actors still face limitations in utilizing digital technology to support marketing and business management activities. This Community Service (PKM) activity aims to improve the understanding and readiness of Rumah Makan Ibu Situmorang in utilizing digital technology to support business development. The activity was carried out through four stages: observation, interviews, socialization and practice, and evaluation. Observation and interviews were conducted to identify the partner’s initial conditions and needs, while the socialization and practice activities focused on MSME digitalization, the use of social media as a promotional tool, the use of WhatsApp Business as a communication medium with customers, and digital transaction recording. Evaluation was conducted through discussions, question-and-answer sessions, and observation of the partner’s involvement throughout the activity. The results showed that the partner gained an understanding of the benefits of digital technology for supporting marketing, customer communication, and business transaction management. The partner also demonstrated active participation during the practice sessions and readiness to begin utilizing digital technology independently. This activity serves as an initial step in supporting the partner’s digital transformation and needs to be followed by further assistance to ensure that technology can be implemented consistently and sustainably. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, tetapi sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan pemasaran dan pengelolaan usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan Rumah Makan Ibu Situmorang dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Mitra pada kegiatan ini adalah Ibu Situmorang selaku pemilik rumah makan. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu observasi, wawancara, sosialisasi dan praktik, serta evaluasi. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal dan kebutuhan mitra, sedangkan sosialisasi dan praktik difokuskan pada digitalisasi UMKM, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penggunaan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dengan pelanggan, serta pencatatan transaksi secara digital. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan pengamatan terhadap keterlibatan mitra selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memperoleh pemahaman mengenai manfaat teknologi digital untuk mendukung pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, dan pengelolaan transaksi usaha. Mitra juga menunjukkan keterlibatan aktif selama praktik serta kesiapan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital secara mandiri. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung transformasi digital mitra dan perlu dilanjutkan melalui pendampingan agar penerapan teknologi dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS MELALUI WAWANCARA REFLEKTIF DAN PENGUATAN KARAKTER BAGI FINALIS DUTA PARIWISATA 2026 Meiske Yunithree; Dastin Imanuel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13614

Abstract

ABSTRACT The selection process for Tourism Ambassadors requires not only communication skills, tourism knowledge, and appearance, but also character and psychological readiness to perform their roles as representatives of tourism. However, the personal and psychological aspects of finalists have not always been a primary focus of the development process, highlighting the need for mentoring that helps participants recognize their values, priorities, and personal motivations. This community service activity aimed to provide psychological mentoring through reflective interviews and character strengthening for the 2026 Tourism Ambassador finalists. The activity involved 15 finalists and consisted of four stages: preparation, reflective interviews using three questions concerning life principles, life priorities, and personal motivation, individual feedback and character strengthening, and participant reflection-based evaluation. The results showed that finalists’ life principles were dominated by integrity and honesty, followed by self-development and courage in facing challenges. Life priorities mainly included self-development, family and parents, career, and personal achievement, while motivation was reflected in perseverance, self-development, self-confidence, optimism, and spirituality. Psychological mentoring provided participants with opportunities to reflect on their personal values, priorities, and motivations and connect them with integrity, self-development, and commitment to their roles as Tourism Ambassadors. ABSTRAK Proses seleksi Duta Pariwisata selama ini tidak hanya menuntut kemampuan komunikasi, wawasan kepariwisataan, dan penampilan, tetapi juga membutuhkan karakter serta kesiapan psikologis untuk menjalankan peran sebagai representasi pariwisata. Namun, aspek personal dan psikologis finalis belum selalu menjadi bagian utama dalam pembinaan, sehingga diperlukan pendampingan yang dapat membantu peserta mengenali nilai, prioritas, dan motivasi diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melaksanakan pendampingan psikologis melalui wawancara reflektif dan penguatan karakter bagi finalis Duta Pariwisata 2026. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 finalis melalui empat tahapan, yaitu persiapan, wawancara reflektif menggunakan tiga pertanyaan mengenai prinsip hidup, prioritas hidup, dan motivasi diri, pemberian umpan balik serta penguatan karakter secara individual, dan evaluasi melalui refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prinsip hidup finalis didominasi oleh integritas dan kejujuran, disusul pengembangan diri dan keberanian menghadapi tantangan. Prioritas hidup terutama berkaitan dengan pengembangan diri, keluarga dan orang tua, karier, serta pencapaian pribadi, sedangkan sumber motivasi tercermin melalui tema pantang menyerah, pengembangan diri, percaya diri, optimisme, dan spiritualitas. Penguatan psikologis memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan nilai, prioritas, dan motivasi personal serta menghubungkannya dengan integritas, pengembangan diri, dan komitmen dalam menjalankan peran sebagai Duta Pariwisata. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi wawancara reflektif dan penguatan karakter dapat menjadi pendekatan pendukung yang melengkapi pembinaan teknis Duta Pariwisata dengan memberikan perhatian pada aspek personal, psikologis, dan karakter peserta.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI UNTUK PENGUATAN LITERASI BIOTEKNOLOGI PESERTA DIDIK DI SMAN TARUNA KASUARI NUSANTARA Idola Dian Yoku Nebore; Nuryanti Rumalolas; Johanis Paulus Kilmaskossu; Silvia Hanna Kusuma Sirait; Saidah Rumatan; Pinike Injani Wambrauw; Barselina Novela Raunseror; Enggelin Anderi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.14309

Abstract

Biotechnology literacy is one of the essential competencies that students need to develop in response to rapid advances in science and technology in the twenty-first century. However, biotechnology learning in schools is still predominantly theoretical, providing limited opportunities for students to experience its real-life applications. This community service program aimed to enhance students' biotechnology literacy through hands-on training in producing simple biotechnology-based products at SMAN Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari. The activity was conducted on September 29, 2025, involving forty senior high school students. The implementation consisted of lectures, demonstrations, practical sessions, discussions, and reflection activities. The biotechnology products introduced were Virgin Coconut Oil (VCO) and kombucha tea as examples of conventional biotechnology utilizing locally available materials. The results indicated that students actively participated throughout the training, demonstrated a better understanding of basic biotechnology concepts, and successfully practiced the production procedures independently. Interactive discussions also revealed increased curiosity regarding fermentation processes, the role of microorganisms, and the entrepreneurial potential of biotechnology products. Practical-based learning provided meaningful learning experiences that strengthened students' understanding of biotechnology applications in everyday life. Therefore, this program can serve as an alternative learning strategy to improve scientific literacy and twenty-first-century skills among senior high school students. ABSTRAK Literasi bioteknologi merupakan kompetensi penting bagi peserta didik untuk memahami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran bioteknologi di sekolah masih cenderung berorientasi pada penguasaan konsep sehingga kesempatan peserta didik untuk memperoleh pengalaman praktis masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui pelatihan pembuatan produk bioteknologi sekaligus memperkuat literasi bioteknologi peserta didik di SMAN Taruna Kasuari Nusantara, Manokwari. Kegiatan dilaksanakan pada 29 September 2025 dengan melibatkan 40 peserta didik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan refleksi. Produk yang diperkenalkan berupa Virgin Coconut Oil (VCO) dan teh fermentasi kombucha sebagai contoh penerapan bioteknologi konvensional dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta, tanya jawab, diskusi, praktik pembuatan produk, dan refleksi untuk mengidentifikasi pemahaman peserta terhadap konsep dasar bioteknologi, proses produksi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik terlibat aktif dalam seluruh tahapan pelatihan, mampu mengikuti prosedur pembuatan VCO dan kombucha, serta dapat menjelaskan konsep dasar fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses bioteknologi. Kegiatan juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menghubungkan konsep bioteknologi dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan potensi pengembangan produk bernilai ekonomi. Pelatihan berbasis praktik dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran kontekstual untuk mendukung penguatan literasi bioteknologi, keterampilan praktis, kolaborasi, dan wawasan kewirausahaan peserta didik.