cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS KASUS DALAM PROGRAM D3 KEPERAWATAN: ANALISIS DENGAN MODEL CIPP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Ade Rahman; Ambiyar Ambiyar
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9220

Abstract

Case-based learning is a method used to encourage students to tackle and solve real-world problems that often occur in the workplace, through case simulations or discussions. This method is expected to develop students' analytical skills and decision-making abilities, particularly in higher education contexts such as in the D3 Nursing program. This study aims to evaluate the effectiveness of the case-based learning program in the D3 Nursing education using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The evaluation examines how this program can improve students' ability to analyze and solve clinical problems, as well as prepare them to meet the Nursing Competency Standards (STR) and face the competency test, which is a primary requirement for working as a nurse. The findings show that case-based learning successfully enhances students' clinical decision-making skills. However, the quality of teaching and the management of case discussions still need improvement, particularly in increasing student engagement during discussions. This study recommends strengthening the process aspect, providing faculty training, and implementing continuous evaluation to ensure the learning program aligns with the demands of the workforce.. ABSTRAK Pembelajaran berbasis kasus adalah metode yang digunakan untuk mendorong mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah nyata yang sering terjadi di dunia kerja, melalui simulasi atau diskusi kasus. Metode ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan analitis dan pengambilan keputusan mahasiswa, terutama dalam konteks pendidikan tinggi, seperti di program D3 Keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran berbasis kasus dalam pendidikan D3 Keperawatan dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi ini mengkaji bagaimana program tersebut dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah klinis, serta mempersiapkan mereka untuk memenuhi Standar Kompetensi Keperawatan (STR) dan menghadapi uji kompetensi yang menjadi persyaratan utama untuk bekerja sebagai perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kasus berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, kualitas pengajaran dan pengelolaan diskusi berbasis kasus masih memerlukan perbaikan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam diskusi. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan aspek proses, pelatihan dosen, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja.  
IDENTIFIKASI KOMPETENSI MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PROYEK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SELF-REGULATED LEARNING Wa Hasriani; Rahmanpiu Rahmanpiu; Muh. Alim Marhadi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9226

Abstract

An interesting aspect of this study is that chemistry education students were able to complete project assignments involving the production of Virgin Coconut Oil (VCO), VCO soap, and VCO-ginger shampoo, even though they had never previously encountered real-world problems that needed to be solved through Project-Based Learning. The purpose of this research was to identify the learning strategies applied by chemistry education students in completing project assignments in the Technology of Chemistry Handicraft course. This research employed a descriptive survey method involving 45 students enrolled in the course during the 2024/2025 academic year. Data were collected through questionnaires and interviews, referring to the Self-Regulated Learning (SRL) framework, and analyzed using quantitative descriptive techniques. The results revealed that students’ learning strategies based on Self-Regulated Learning were categorized as very high, with an average score of 87.4% across three main dimensions. In the planning stage, students demonstrated the ability to design tasks, manage time, and divide roles within groups, achieving an average score of 89.6%. The implementation stage indicated strong collaboration skills and the effective use of technology, with a score of 86.5%. The evaluation stage, which included reflection and revision of project outcomes, reached 86%. Overall, students demonstrated the ability to plan their work, collaborate in groups, utilize technology, and reflect on their project outcomes, such as the production of VCO, VCO soap, and VCO-ginger shampoo. These findings indicate that Self-Regulated Learning skills help students become more independent, focused, and effective in completing project-based assignments. ABSTRAKHal yang menarik dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan kimia dapat menyelesaikan tugas proyek pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), Sabun VCO dan Shampo VCO-jahe tetapi dalam perkuiahan maupun di laboratorium mereka belum pernah dihadapkan pada masalah nyata yang harus di pecahkan melalui pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi belajar yang diterapkan mahasiswa Pendidikan Kimia dalam menyelesaikan tugas proyek pada mata kuliah Teknologi Prakarya Kimia. Penelitian ini merupakan survei deskriptif dengan melibatkan 45 mahasiswa yang memprogram mata kuliah Teknologi Prakarya kimia tahun 2024/2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan mengacu pada strategi belajar Self-Regulated Learning. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi belajar mahasiswa menggunakan Self-Regulated Learning termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata 87,4% pada ketiga dimensi. Pada tahap perencanaan, mahasiswa mampu merencanakan tugas, mengatur waktu, serta melakukan pembagian peran dalam kelompok dengan rata-rata 89,6%. Tahap pelaksanaan menunjukkan kemampuan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi sebesar 86,5%. Tahap evaluasi meliputi kegiatan refleksi dan revisi hasil proyek dengan capaian 86%. Mahasiswa mampu merencanakan pekerjaan, bekerja sama dalam kelompok, memanfaatkan teknologi, serta melakukan refleksi terhadap hasil proyek seperti pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), sabun VCO dan sampo VCO-jahe. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri dalam belajar membantu mahasiswa menjadi lebih mandiri, terarah, dan efektif dalam menyelesaikan tugas proyek.
PENGARUH E-MODUL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN Johan Siagian; Harun Sitompul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9238

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of the learning process in the subject Basic Design Modeling and Building Information is a strategic step to optimize students learning outcomes, particularly in professional and entrepreneurial aspects. This study aims to examine the difference in impact between the implementation of a Project Based Learning based E Module and the use of printed modules applying the Direct Instruction approach on the cognitive learning outcomes of Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan. This research employed an experimental method with a comparative design between an experimental class and a control class. The research procedures included the implementation of instructional treatment, the administration of learning outcome evaluations, and data processing and analysis using a t test. The findings revealed a highly significant difference between the two groups. This was evidenced by the calculated t value of 4.426, which exceeded the t table value of 1.670, indicating that the alternative hypothesis was accepted. The average learning outcome score of students in the experimental class reached 81.344 and exceeded the Minimum Mastery Criteria of ≥75. Meanwhile, the control class obtained an average score of 63.75, which remained below the established mastery threshold. These results indicate that the implementation of a Project Based Learning based E Module is more effective in improving students cognitive achievement compared to printed modules using the Direct Instruction approach. Therefore, project based learning supported by digital modules can be considered a more innovative strategy that aligns with the characteristics of vocational education. ABSTRAK Peningkatan mutu proses pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian belajar peserta didik, khususnya pada aspek profesi dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan dampak penerapan E-Modul berbasis Project Based Learning dibandingkan dengan penggunaan modul cetak yang menerapkan pendekatan Direct Instruction terhadap hasil belajar kognitif peserta didik kelas X DPIB di SMK Negeri 14 Medan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan rancangan komparatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Prosedur penelitian meliputi pemberian perlakuan pembelajaran, pelaksanaan evaluasi hasil belajar, serta pengolahan dan analisis data menggunakan uji t. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Hal ini dibuktikan oleh nilai t hitung sebesar 4,426 yang melampaui t tabel sebesar 1,670, sehingga hipotesis alternatif dinyatakan diterima. Nilai rata rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen mencapai 81,344 dan telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu ≥75. Sementara itu, kelas kontrol hanya memperoleh rata rata sebesar 63,75 sehingga masih berada di bawah batas KKM yang ditetapkan. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa penerapan E-Modul berbasis Project Based Learning terbukti lebih unggul dalam meningkatkan capaian kognitif peserta didik dibandingkan dengan modul cetak yang menggunakan pendekatan Direct Instruction. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis proyek yang didukung modul digital dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di pendidikan kejuruan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR ELEMEN GAMBAR TEKNIK Fajar Ali Harefa
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9239

Abstract

ABSTRACT Over the past three academic years, students’ learning achievement in the Technical Drawing Element subject at SMK Negeri 14 Medan has remained relatively low. Data indicate that approximately half of the students have not been able to meet the established Minimum Mastery Criteria (MMC), which is set at 75. The previously implemented instructional model, Direct Instruction, was considered less effective as it was still teacher-centered. Based on these issues, this study was conducted to analyze the extent to which the implementation of the cooperative learning model, Student Teams Achievement Division (STAD), contributes to improving students’ learning outcomes. This research employed a quasi-experimental design involving Grade X students of the DPIB (Design Modeling and Building Information) program at SMK Negeri 14 Medan in the 2025/2026 academic year as the research sample. The experimental group received treatment through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model, while the control group was taught using the Direct Instruction approach. The findings indicate that the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) model has a significant effect on improving students’ learning outcomes. This is evidenced by the average score of the experimental class, which was 88.06, higher than that of the control class with an average of 61.94. Hypothesis testing using the t-test showed that t_calculated = 2.545 was greater than t_table = 1.670, leading to the acceptance of Ha, which means that the STAD model has a significant effect on the learning outcomes in the Technical Drawing Element subject for Grade X DPIB students at SMK Negeri 14 Medan. ABSTRAK Dalam kurun waktu tiga tahun ajaran terakhir, capaian belajar siswa pada mata pelajaran Elemen Gambar Teknik di SMK Negeri 14 Medan tergolong masih rendah. Data menunjukkan bahwa kurang lebih setengah dari jumlah siswa belum mampu memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Model pembelajaran yang digunakan sebelumnya, yaitu Direct Instruction, dinilai kurang efektif karena masih berpusat pada guruBerdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui desain quasi-eksperimen yang melibatkan siswa kelas X Program Keahlian DPIB SMK Negeri 14 Medan pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai sampel penelitian. Perlakuan berupa penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Direct Instruction. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari perolehan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 88,06, yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 61,94. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan nilai thitung = 2,545 lebih besar dari ttabel = 1,670 sehingga Ha diterima, yang berarti model STAD berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Elemen Gambar Teknik siswa kelas X DPIB SMK Negeri 14 Medan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR GAMBAR TEKNIK KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI DAN PERUMAHAN Alber Pardingotan Turnip; Efendi Napitupulu
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9279

Abstract

ABSTRACT In the learning process, the selection of appropriate instructional media significantly influences students’ learning outcomes. This study aims to analyze the effect of the use of instructional media and the level of learning creativity on students’ learning achievement in the Gambar Teknik element of Grade X, Construction and Housing Engineering Program TKP at SMK Negeri 2 Medan. The research sample consisted of two classes: X TKP 1 (34 students) as the experimental class using SketchUp media, and X TKP 2 (28 students) as the control class using AutoCAD media. This study employed a quasi-experimental method with a 2 × 2 factorial design implemented through the stages of pre-test, instructional treatment, and post-test. The research instrument was first analyzed for validity, reliability, item difficulty index, and item discrimination power. Of the 30 learning outcome test questions, 24 questions were declared valid with a reliability coefficient of 0.815. The homogeneity test (F test) shows f count = 2.938 and f table = 7.815 (f count < f table) so the data comes from a homogeneous population. The results of the 2 x 2 ANOVA test of learning outcomes, obtained F count = 185.35, 47.53, and 54.45 and F table = 4.00 (t count > t table) at a significant level of α = 0.05 and dk = 59. Thus, Ha is accepted and H0 is rejected, this proves that there are differences in learning outcomes based on learning media and learning creativity, and there is also an interaction between the two. Students with high creativity are more effective in learning using Sketchup, while students with low creativity are more effective with Autocad. This research is expected to be useful for teachers in improving results by adjusting learning media. ABSTRAK Dalam proses pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran dan tingkat kreativitas belajar terhadap capaian hasil belajar peserta didik pada elemen Gambar Teknik kelas X Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan TKP di SMK Negeri 2 Medan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: X TKP 1 (34 siswa) sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan media SketchUP dan X TKP 2 (28 siswa) sebagai kelas kontrol dengan menggunakan media AutoCAD. Penelitian ini menerapkan metode quasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2 yang dilaksanakan melalui tahapan pre-test, proses pembelajaran, dan post-test. Instrumen yang digunakan terlebih dahulu dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda butir soal. Dari 30 soal tes hasil belajar, 24 soal dinyatakan yang valid dengan koefisien reliabilitas 0,815. Uji homogenitas (uji F) menunjukkan F hitung = 2,938 dan F tabel = 7,815 (F hitung < F tabel) sehingga data berasal dari populasi yang homogen. Hasil uji ANAVA 2 x 2 hasil belajar, diperoleh f hitung = 185,35, 47,53, dan 54,45 dan f tabel = 4,00 (t hitung > t tabel) pada taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 59. Sehingga, Ha diterima dan H0 ditolak, hal ini membuktikan adanya perbedaan hasil belajar berdasarkan media pembelajaran dan kretivitas belajar, dan serta terdapat interaksi antara keduanya. Siswa dengan kreativitas tinggi lebih efektif belajar menggunakan SketchUP, sedangkan siswa dengan kreativitas rendah lebih efektif dengan AutoCAD. Penelitian ini diharapkan berguna bagi guru dalam meningkatkan hasil dengan menyesuaikan media pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERHITUNGAN STATIKA BANGUNAN Naro Marbun; Darwin Darwin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9310

Abstract

ABSTRACT This study stems from the problem of low learning achievement among Grade X DPIB students at SMK Negeri 5 Medan in the Building Statics topic, caused by students’ low participation, predominantly one-way learning communication, and the limited variety of learning models applied. The study aims to implement the cooperative learning model of the Think Talk Write (TTW) type to improve student learning outcomes. The method used in this research was Classroom Action Research (CAR), conducted through two cycles. Each cycle included the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of 25 Grade X DPIB students. Data were collected through learning outcome tests, which had previously been analyzed for validity, reliability, difficulty level, and item discrimination. The findings showed an improvement in student learning outcomes. The average score in Cycle I reached 78.24 with a mastery percentage of 80%. In Cycle II, the average increased to 84.64 with a mastery level of 100%. This increase indicates an average difference of 6.4 points from Cycle I to Cycle II. These results demonstrate that the implementation of the Think Talk Write (TTW) cooperative learning model is proven effective in improving student learning outcomes in the Building Statics topic. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya capaian hasil belajar siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 5 Medan pada elemen Statika Bangunan, yang disebabkan oleh keaktifan siswa yang masih rendah, komunikasi pembelajaran yang cenderung satu arah, serta terbatasnya keberagaman model pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) guna meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa kelas X DPIB. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang sebelumnya telah dianalisis mencakup uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda butir soal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa pada Siklus I mencapai 78,24 dengan persentase ketuntasan sebesar 80%. Pada Siklus II, rata-rata tersebut meningkat menjadi 84,64 dengan tingkat ketuntasan mencapai 100%. Kenaikan ini menunjukkan adanya selisih rata-rata sebesar 6,4 poin dari Siklus I ke Siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada elemen Statika Bangunan.
PEMBELAJARAN SENI TARI UNTUK ANAK LAKI-LAKI DI PAUD Redi Awal Maulana; Izna Zulfiyanti; Nailah Dwi Putri
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9445

Abstract

This research focuses on the study of dance for boys in early childhood education (PAUD) settings, in order to support the development of children's potential holistically and without gender prejudice. The methodology used is a literature study by reviewing various scientific sources in the form of books, national and international journal articles, and educational policy documents relevant to dance, early childhood development, and gender perspectives in education. The results of the study indicate that dance plays an important role in developing motor skills, social-emotional skills, creativity, and self-confidence in boys. In addition, boys' involvement in dance can help reduce gender stereotypes and encourage an inclusive learning environment in PAUD. However, cultural and social views are still found that limit boys' participation in dance activities. Therefore, the role of educators and PAUD institutions is needed to provide a safe, inclusive learning space that respects the diversity of children's interests. The conclusion of this study confirms that dance is a relevant and important learning medium for boys in PAUD to support optimal child growth and development. ABSTRAK Penelitian ini difokuskan pada pengkajian seni tari untuk anak laki-laki dalam lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD), guna mendukung pengembangan potensi anak secara menyeluruh dan tanpa prasangka gender. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan seni tari, perkembangan anak usia dini, dan perspektif gender dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni tari memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan motorik, sosial-emosional, kreativitas, serta kepercayaan diri anak laki-laki. Selain itu, keterlibatan anak laki-laki dalam seni tari dapat membantu mengurangi stereotip gender dan mendorong lingkungan belajar yang inklusif di PAUD. Namun, masih ditemukan adanya pandangan budaya dan sosial yang membatasi partisipasi anak laki-laki dalam kegiatan seni tari. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidik dan lembaga PAUD dalam menyediakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman minat anak. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa seni tari merupakan media pembelajaran yang relevan dan penting bagi anak laki-laki di PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.  
MODEL PENDIDIKAN SEMI-MODERN DI PESANTREN DARUL HUDA CIKALONG: SEBUAH STUDI HISTORIS TENTANG INTEGRASI KURIKULUM SALAFIYAH DAN KURIKULUM MERDEKA Ranti Anggraeni; Qiden Binta Raifadilah; Ajeng Septiana Dewi; Atin Ratna Ningrum; Susi Nursilawati; Uyan Ruswandi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9465

Abstract

The transformation of Islamic boarding schools (pesantren) from traditional (salafiyah) to semi-modern models is a crucial phenomenon in the dynamics of Indonesian Islamic education, responding to the challenges of national formalization and standardization. This study aims to analyze the historical dynamics, educational typology, and curriculum integration patterns at the Darul Huda Cikalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. Utilizing the historical research method with a qualitative approach, data were collected through document heuristics, observation, and in-depth interviews with boarding school authorities. The results indicate that Darul Huda has undergone a managerial transformation since 2001 as an adaptive response to the community's need for formal certification and the regulatory mandates of Law No. 18 of 2019. The semi-modern typology is implemented through a hybridization of the Salafiyah curriculum, based on classical texts (kitab kuning), and the Kurikulum Merdeka in the formal stream, managed through a structured partial-time allocation. Internalization of pesantren values is carried out through linear programs such as collective worship practices and the Bahtsul Kutub literacy culture, which integrates the religious atmosphere into the formal school ecosystem. This study concludes that the semi-modern educational model in peripheral areas serves as an effective solution to minimize educational dichotomy while providing national diploma recognition without reducing the spiritual identity of the pesantren. The practical implications of this research offer a contextual curriculum synergy model for the development of adaptive pesantren in the future. ABSTRAKTransformasi pesantren dari model tradisional (salafiyah) menuju semi-modern merupakan fenomena krusial dalam dinamika pendidikan Islam di Indonesia guna menjawab tantangan formalisasi dan standarisasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sejarah, tipologi pendidikan, serta pola integrasi kurikulum di Pondok Pesantren Darul Huda Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode penelitian sejarah (historical method) dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui heuristik dokumen, observasi, dan wawancara mendalam dengan otoritas pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darul Huda melakukan transformasi manajerial sejak tahun 2001 sebagai respons adaptif terhadap kebutuhan masyarakat akan ijazah formal dan tuntutan regulasi UU No. 18 Tahun 2019. Tipologi semi-modern yang diterapkan diwujudkan melalui hibridasi antara Kurikulum Salafiyah berbasis kitab kuning dengan Kurikulum Merdeka pada jalur formal melalui manajemen waktu yang parsial dan terukur. Internalisasi nilai-nilai pesantren dilakukan secara linier melalui program praktikum ibadah kolektif dan budaya literasi Bahtsul Kutub yang mengintegrasikan atmosfer religius ke dalam ekosistem sekolah formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan semi-modern di wilayah periferi mampu menjadi solusi efektif dalam meminimalisir dikotomi pendidikan sekaligus memberikan rekognisi ijazah nasional tanpa mereduksi identitas spiritual pesantren. Implikasi praktis dari penelitian ini menawarkan model sinergi kurikulum yang kontekstual bagi pengembangan pesantren adaptif di masa depan.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ERA DIGITAL: REFLEKSI MAHASISWA Acep Acep; Abdurahman Abdurahman
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9497

Abstract

ABSTRACT Civic Education plays a crucial role in shaping responsible and well-characterized citizens in the digital era, marked by rapid information flow and challenges in digital literacy. However, studies examining students’ perceptions of its implementation in higher education remain limited. This study aims to analyze students’ perceptions of the implementation of Civic Education at Universitas Indraprasta PGRI, focusing on learning problems, material relevance, instructional methods, and effectiveness in the context of digital citizenship. The novelty of this study lies in emphasizing the relationship between participatory pedagogical strategies and the strengthening of students’ digital citizenship character. This research employed a qualitative case study approach using structured interviews, observations, and documentation involving students from three study programs. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation to ensure validity. The findings reveal tendencies toward individualism, rule violations, and suboptimal digital media ethics. Materials on state defense, human rights, and democracy were perceived as relevant when linked to digital issues, while opinion-based discussions and cooperative learning were considered more effective. The main conclusion confirms that the effectiveness of Civic Education in the digital era depends on integrating civic values with contextual, participatory, and technology-adaptive learning strategies. ABSTRAK Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk warga negara yang berkarakter dan bertanggung jawab di era digital yang ditandai percepatan arus informasi dan tantangan literasi digital. Namun, kajian mengenai persepsi mahasiswa terhadap implementasinya di perguruan tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Indraprasta PGRI, meliputi permasalahan pembelajaran, relevansi materi, metode, dan efektivitasnya dalam konteks kewargaan digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan hubungan antara strategi pedagogis partisipatif dan penguatan karakter kewargaan digital mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa dari tiga program studi, yang dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan adanya kecenderungan individualisme, pelanggaran tata tertib, serta belum optimalnya etika bermedia digital. Materi bela negara, hak asasi manusia, dan demokrasi dinilai relevan jika dikaitkan dengan isu digital, sementara metode diskusi opini dan pembelajaran kooperatif dipersepsikan lebih efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas Pendidikan Kewarganegaraan di era digital bergantung pada integrasi nilai kewargaan dengan strategi pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK PRATIWI TAHUN AJARAN 2025/2026 Syelly Eka Permatasari
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9518

Abstract

Learning evaluation is a fundamental component in determining the achievement of instructional objectives and ensuring the quality of teaching practices. In vocational secondary education, systematic evaluation procedures are required to align assessment with competency-based curriculum standards. This study aims to describe the implementation of Indonesian language learning evaluation at SMK Pratiwi. A descriptive research design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to six Indonesian language teachers and analyzed using descriptive qualitative techniques supported by percentage calculations to portray implementation patterns. The findings reveal that teachers have generally conducted evaluation procedures covering planning, implementation, monitoring, data processing, and reporting stages. Evaluation planning was categorized as very good, while implementation and reporting were considered adequate. However, monitoring practices during evaluation implementation were relatively weak and require improvement. Data processing activities showed a strong level of compliance with procedural standards. Overall, the evaluation process has been implemented in accordance with established guidelines, although strengthening monitoring and feedback mechanisms is necessary to optimize instructional improvement. ABSTRAKEvaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran serta menjamin mutu proses pendidikan. Pada jenjang sekolah menengah kejuruan, evaluasi perlu dilaksanakan secara sistematis agar selaras dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Pratiwi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui angket yang diberikan kepada enam guru Bahasa Indonesia, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan perhitungan persentase untuk menggambarkan pola implementasi evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan prosedur evaluasi yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, pengolahan data, dan pelaporan. Perencanaan evaluasi berada pada kategori sangat baik, sedangkan pelaksanaan dan pelaporan termasuk kategori cukup. Aspek monitoring masih relatif rendah dan memerlukan penguatan. Sementara itu, pengolahan data hasil evaluasi telah dilakukan secara optimal. Secara umum, pelaksanaan evaluasi pembelajaran telah mengikuti prosedur yang ditetapkan, namun perlu peningkatan pada aspek monitoring dan pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan pembelajaran.