cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 375 Documents
STUDENTS’ LEARNING INTEREST IN ISLAMIC AND CHARACTER EDUCATION THROUGH THE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL Eva Amelia; Jamal Fakhri; Beti Susilawati
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9532

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in enhancing students’ learning interest in Islamic Religious Education (IRE) at SMP Negeri 11 Bandar Lampung. The background of this research lies in the low level of students’ learning interest, as indicated by their limited active participation and lack of attention to the material, which are attributed to the dominance of lecture-based teaching methods, limited learning media, and minimal variation in assessment techniques. The research employed a Posttest-Only Control Group design with a Simple Random Sampling technique. The sample consisted of two classes: an experimental class that implemented the CTL model and a control class that utilized conventional teaching methods. The research instrument was a learning interest questionnaire comprising 15 statement items, of which 13 were deemed valid, with a high reliability coefficient (α = 0.87). The data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and a t-test. The findings revealed a significant difference between the experimental and control classes. The implementation of the CTL model proved to be effective in enhancing students’ learning interest, as evidenced by increased participation, attentiveness, and active engagement throughout the learning process. The novelty of this study lies in the application of CTL within Islamic Religious Education (IRE) at the junior high school level, an area that has been underexplored, thereby extending the scope of CTL implementation, which has predominantly been applied to science-related subjects. The practical implication of this research is to provide guidance for teachers in designing more varied, interactive, and contextually relevant learning experiences that connect with students’ real-life situations. Consequently, the results of this study contribute to the advancement of educational science and can serve as a foundation for formulating school policies aimed at improving the quality of PAI instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa SMP Negeri 11 Bandar Lampung. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui kurangnya keterlibatan aktif dan perhatian terhadap materi, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah, keterbatasan media, dan variasi evaluasi yang minim. Penelitian menggunakan desain Posttest-Only Control Group dengan teknik Simple Random Sampling. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan CTL dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar dengan 15 butir pernyataan, di mana 13 dinyatakan valid dan reliabilitasnya tinggi (α = 0,87). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan  uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penerapan CTL terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya partisipasi, perhatian, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan CTL dalam pembelajaran PAI di tingkat SMP, yang sebelumnya belum banyak diteliti, sehingga memperluas konteks penerapan CTL yang selama ini lebih dominan pada mata pelajaran eksakta. Implikasi penelitian ini adalah memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan dapat dijadikan dasar perumusan kebijakan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Syaifur Rohman; Irmawati Irmawati; Sholahudin Al Ayubi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9538

Abstract

This study aims to examine the improvement of students’ learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model on the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables. PBL emphasizes contextual problem-solving activities to encourage students’ active participation in the learning process. This research employed Classroom Action Research using a mixed descriptive-quantitative approach conducted in two cycles. The subjects were 15 tenth-grade students of MA Walisongo Gending. Data were collected through learning outcome tests, observation, and documentation. Quantitative data were analyzed descriptively to measure classical learning mastery, while qualitative data were used to describe students’ activities and responses during the implementation of PBL. The results showed that the application of PBL improved students’ learning outcomes. Classical mastery increased from 63.3% in Cycle I to 86.7% in Cycle II, categorized as excellent. In addition, students’ learning activities and engagement also improved significantly. These findings confirm that PBL is an effective learning model to enhance mathematics learning outcomes, particularly in the topic of Systems of Linear Inequalities in Two Variables. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV). PBL merupakan model pembelajaran yang menekankan pemecahan masalah kontekstual untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan campuran deskriptif-kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Walisongo Gending sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui ketuntasan belajar klasikal, sedangkan data kualitatif dianalisis untuk mendeskripsikan aktivitas dan respons siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal meningkat dari 63,3% pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II dengan kategori sangat baik. Selain itu, aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa PBL efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi SPtLDV.
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sarmila Sarmila; Pameladia Pameladia; Adellia Putri; Paulus Nason; Asti Nuriah; Elsa Zahra; Bunga Anjelia; Sefna Rismen
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9612

Abstract

The transformation of national education policy through Ministerial Regulation Number 13 of 2024 demands a paradigm shift from procedural mathematics learning to contextual, in-depth understanding. The gap between a mechanistic, formula-oriented approach and the need for critical reasoning is a major problem in traditional classroom practices. This study aims to examine the application of deep learning in mathematics to identify its principles and implications. Using a library research method, the research stages include collecting scientific literature, selecting key concepts, thematic analysis of previous findings, and critical synthesis based on the latest regulations. The study results indicate that the implementation of deep learning that integrates the pillars of differentiation, critical engagement, and enjoyable experiences significantly increases students' active participation and conceptual mastery. These findings confirm that this approach is able to strengthen cognitive retention and complex problem-solving skills. The study concludes that deep learning is a crucial adaptive strategy for bridging the pedagogical gap, but its success absolutely requires systematic planning, strong teacher pedagogical competence, and sustainable institutional policy support to create meaningful and student-centered mathematics learning in this digital era, which will produce a creative generation with the capacity for logical, critical, and analytical thinking. ABSTRAK Transformasi kebijakan pendidikan nasional melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2024 menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran matematika prosedural menuju pemahaman mendalam yang kontekstual. Kesenjangan antara orientasi rumus yang mekanistik dan kebutuhan nalar kritis menjadi masalah utama dalam praktik kelas tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam matematika guna mengidentifikasi prinsip serta implikasinya. Menggunakan metode library research, tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur ilmiah, seleksi konsep utama, analisis tematik terhadap temuan terdahulu, dan sintesis kritis berbasis regulasi terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi deep learning yang mengintegrasikan pilar diferensiasi, keterlibatan kritis, dan pengalaman menyenangkan secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif serta penguasaan konsep siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tersebut mampu memperkuat retensi kognitif dan keterampilan pemecahan masalah kompleks. Simpulan penelitian menyatakan bahwa deep learning merupakan strategi adaptif yang krusial untuk menjembatani kesenjangan pedagogis, namun keberhasilannya mutlak memerlukan perencanaan sistematis, kompetensi pedagogik guru yang mumpuni, serta dukungan kebijakan institusional yang berkelanjutan demi menciptakan pembelajaran matematika yang bermakna dan berpusat pada siswa di era digital ini untuk melahirkan generasi kreatif yang memiliki kapasitas berpikir logis, kritis, dan analitis.  
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI “EDUCAPLAY” BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI PERAN DAN TUGASKU DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT Hasna Fitra Amalia; Rita Istiana; Resyi A. Gani
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9639

Abstract

This study aimed to develop a local wisdom–based educational game using the Educaplay platform for the topic “My Roles and Responsibilities in the School and Community Environment”. The research employed the Research and Development (R&D) approach with the ADDIE development model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study was conducted in the second semester of the 2024/2025 academic year at SDN Bantarkemang 6 Bogor, involving 23 fourth-grade students as participants. The initial stage involved a needs analysis through classroom observation to identify learning problems and requirements. The next stage included designing and developing the educational game by considering both content and interface aspects. The developed product was then validated by experts before being tested with students. The implementation stage involved applying the educational game in classroom learning activities. The findings indicated that the developed educational game achieved a feasibility score of 96%, which categorized it as highly appropriate for classroom use. In addition, students’ responses to the use of the Educaplay educational game were positive, with a response percentage of 89%. These results indicate that the local wisdom–based Educaplay educational game developed in this study is valid and feasible to be used as a learning medium to enhance students’ learning motivation and understanding of the subject matter. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa game edukasi berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan platform Educaplay pada materi “Peran dan Tugasku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat”. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025 di kelas IV SDN Bantarkemang 6 Bogor dengan jumlah subjek sebanyak 23 peserta didik. Tahap awal penelitian dilakukan melalui analisis kebutuhan pembelajaran menggunakan observasi. Tahap berikutnya adalah perancangan dan pengembangan produk game edukasi yang disesuaikan dengan aspek tampilan serta isi materi pembelajaran. Produk yang telah dikembangkan selanjutnya melalui proses validasi oleh ahli sebelum dilakukan uji coba kepada peserta didik. Tahap implementasi dilakukan dengan mengujicobakan media pembelajaran tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media game edukasi yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 96% sehingga termasuk dalam kategori sangat layak. Respon peserta didik terhadap penggunaan game edukasi berbasis Educaplay juga menunjukkan hasil positif dengan persentase sebesar 89%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa game edukasi berbasis kearifan lokal yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar serta pemahaman materi peserta didik.
PROFIL HASIL BELAJAR SISWA MA JABAL NUR KABAWO KELAS XI MIPA PADA MATERI HIDROKARBON Asrawati Asrawati; Muh. Alim Marhadi; Fahyuddin Fahyuddin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9655

Abstract

This study aims to describe the profile of students’ learning outcomes in the hydrocarbon topic at class XI MIPA of MA Jabal Nur Kabawo. This research employed a quantitative descriptive design using total sampling technique involving 25 students as research subjects. The instruments consisted of a validated 20-item multiple-choice achievement test, interview guidelines, and documentation. The results showed that students’ learning outcomes were distributed across various categories: 36% were categorized as high, 8% very high, 4% sufficient, while 52% were in the low and very low categories. These findings indicate that most students have not yet mastered hydrocarbon concepts optimally. The main difficulties experienced by students include understanding the structures of alkanes, alkenes, and alkynes, determining IUPAC nomenclature, comprehending isomerism, and understanding benzene structures, which are abstract and require strong visual representation skills. Although the learning process applied a combination of lecture, discussion, question-and-answer, and Problem Based Learning (PBL) methods, lectures remained dominant, resulting in low student engagement. Limited learning media and minimal visualization also contributed to students’ low understanding. Therefore, more interactive learning approaches and the use of visual media are needed to improve students’ learning outcomes in hydrocarbon material. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil hasil belajar siswa kelas XI MIPA MA Jabal Nur Kabawo pada materi hidrokarbon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling yang melibatkan 25 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar berupa 20 soal pilihan ganda yang telah divalidasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil hasil belajar siswa berada pada kategori yang beragam, yaitu 36% siswa berkategori tinggi, 8% sangat tinggi, 4% cukup, serta 52% berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menguasai konsep hidrokarbon secara optimal. Kesulitan utama siswa terletak pada pemahaman struktur alkana, alkena, dan alkuna, penentuan tata nama IUPAC, konsep isomer, serta struktur benzena yang bersifat abstrak dan memerlukan kemampuan representasi visual. Proses pembelajaran telah menggunakan kombinasi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan Problem Based Learning (PBL), namun metode ceramah masih dominan sehingga keterlibatan siswa relatif rendah. Keterbatasan media pembelajaran dan minimnya visualisasi turut memengaruhi pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif serta pemanfaatan media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon.  
DAMPAK PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Muh. Rama Wijaya; Elva Andriani; Nabila Khusnul Hatima; Julia Julia; Arsita Arsita; Yaman La Ndibo
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9756

Abstract

The unfastened Nutritious Meal application (MBG) is a strategic authorities initiative aimed at enhancing college students’ dietary fame and supporting instructional pleasant. good enough nutrients performs a essential position in enhancing college students’ bodily health, cognitive development, and emotional balance, which are intently related to mastering motivation and educational fulfillment. This take a look at aims to investigate the impact of the unfastened Nutritious Meal program on college students’ getting to know motivation and academic fulfillment the usage of a literature review technique. relevant country wide and global scholarly articles were systematically reviewed to identify patterns, similarities, and key findings associated to school nutrition programs and mastering outcomes. The effects suggest that the free Nutritious Meal program undoubtedly affects college students’ motivation, attention, school attendance, lecture room engagement, and academic overall performance. these findings suggest that MBG contributes now not most effective to improving college students’ health but also to strengthening getting to know first-class and educational fairness. consequently, the mixing of nutrition applications into educational policy is important for sustainable improvement in student studying effects. ABSTRAK Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif pemerintah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi siswa dan mendukung kualitas pendidikan. Nutrisi yang cukup memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan fisik, perkembangan kognitif, dan keseimbangan emosional siswa, yang terkait erat dengan motivasi belajar dan prestasi akademik. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak program Makanan Bergizi Gratis terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa menggunakan metode tinjauan pustaka. Artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan ditinjau secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, kesamaan, dan temuan kunci yang terkait dengan program nutrisi sekolah dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Makanan Bergizi Gratis secara signifikan memengaruhi motivasi, perhatian, kehadiran di sekolah, keterlibatan di kelas, dan kinerja akademik siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesehatan siswa tetapi juga pada peningkatan kualitas belajar dan kesetaraan akademik. Oleh karena itu, pengintegrasian program nutrisi ke dalam kebijakan pendidikan sangat penting untuk peningkatan berkelanjutan dalam hasil belajar siswa.  
A NEED ANALYSIS OF READING MEDIA TO SUPPORT READING ENGAGEMENT AND GENDER EQUALITY IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION Ni Putu Dwi Yanti; Luh Gd Rahayu Budiarta; Ni Luh Putu Era Adnyayanti
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9757

Abstract

Reading engagement and gender equality are important aspects of early childhood education because both contribute to children’s literacy development and social awareness from an early age. However, reading materials used in early childhood classrooms generally still focus on basic literacy skills and rarely integrate gender equality values. This study aimed to identify teachers’ and students’ needs for reading materials that support reading engagement while promoting gender equality in early childhood education. This study employed a qualitative descriptive design using a needs analysis approach. Data were collected through classroom observations and interviews with a kindergarten teacher in TK B class at TK Danend Kiddy School Singaraja. The findings indicate that students’ reading engagement was low and inconsistent when using conventional, small-sized reading materials, which limited students’ attention and participation during reading activities. In addition, the teacher expressed the need for large-sized, engaging, and developmentally appropriate reading materials that are able to introduce gender equality values in a simple and meaningful way. These findings suggest that the development of reading materials, such as Big Books, is necessary to enhance reading engagement and foster awareness of gender equality among early childhood learners. ABSTRAK Keterlibatan membaca dan kesetaraan gender merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena keduanya berkontribusi terhadap perkembangan literasi dan kesadaran sosial anak sejak usia dini. Namun, bahan bacaan yang digunakan di kelas pendidikan anak usia dini umumnya masih berfokus pada keterampilan literasi dasar dan jarang mengintegrasikan nilai kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan guru dan siswa terhadap bahan bacaan yang dapat mendukung keterlibatan membaca sekaligus mempromosikan kesetaraan gender dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kebutuhan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara dengan seorang guru taman kanak-kanak pada kelas TK B di TK Danend Kiddy School Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan membaca siswa masih rendah dan tidak konsisten ketika menggunakan bahan bacaan konvensional berukuran kecil, sehingga membatasi perhatian dan partisipasi siswa selama kegiatan membaca. Selain itu, guru menyampaikan kebutuhan akan bahan bacaan berukuran besar, menarik, sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta mampu mengenalkan nilai kesetaraan gender secara sederhana dan bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan bacaan seperti Big Book diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan membaca dan menumbuhkan kesadaran kesetaraan gender pada anak usia dini.  
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER ISLAMI Juraida Shalehah; Febrina Selvyani; Zainudin Juhri; Benny Ansari
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9872

Abstract

ABSTRACT Teaching Aqidah Akhlak plays an important role in shaping students’ character based on Islamic values. However, in practice, the learning process is often dominated by traditional approaches such as one-way lectures, which involve students less actively in learning activities. This situation can affect the effectiveness of teaching in instilling understanding and internalization of aqidah and akhlak values. Therefore, this study aims to examine various teaching methods that can be applied in Aqidah Akhlak instruction and to analyze their strengths and limitations in supporting the goals of Islamic education. This study employs a descriptive qualitative approach with a library research design. Data were collected from various literature sources, including books, scientific journals, articles, and relevant documents related to Aqidah Akhlak teaching. Data analysis was conducted using content analysis to identify the characteristics, advantages, and relevance of different teaching methods, while data validity was strengthened through source triangulation. The findings indicate that methods such as discovery learning, lectures combined with question-and-answer, discussions, modeling, advice, and demonstrations complement each other in the learning process. The application of varied and contextual methods can enhance students’ active participation, deepen their understanding of aqidah and akhlak values, and effectively support the development of Islamic character. ABSTRAK Pembelajaran Aqidah Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Namun, dalam praktiknya proses pembelajaran masih sering didominasi oleh pendekatan tradisional seperti ceramah satu arah yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Kondisi ini dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran dalam menanamkan pemahaman serta penghayatan nilai-nilai akidah dan akhlak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak serta menganalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mendukung tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen yang relevan dengan pembelajaran Aqidah Akhlak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi karakteristik, keunggulan, serta relevansi berbagai metode pembelajaran, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode discovery learning, ceramah dan tanya jawab, diskusi, keteladanan, nasihat, serta demonstrasi memiliki peran yang saling melengkapi dalam proses pembelajaran. Penerapan metode yang variatif dan kontekstual dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, memperdalam pemahaman nilai-nilai akidah dan akhlak, serta mendukung terbentuknya karakter Islami secara lebih efektif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT Virawati Puana; Perry Zakaria; Khardiyawan A.Y. Pauweni
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.9908

Abstract

ABSTRACT This study was based on the still low level of students’ ability to solve mathematical problems, particularly on the topic of Quadratic Equations. This condition was presumed to be influenced by teacher-centered instructional practices, which limited students’ active engagement in the thinking process and hindered the optimal development of their cognitive abilities. Therefore, a learning strategy that can encourage active student involvement while fostering higher-order thinking skills is needed. One option that can be implemented to achieve this goal is the application of the Problem Based Learning model. This study aimed to improve students’ ability to solve mathematical problems through the implementation of the Problem Based Learning model. The method used was Classroom Action Research conducted at SMP Negeri 3 Limboto Barat in the 2024/2025 academic year. The subjects of this study were 30 students from class IX-A. Data were collected through observation and testing techniques. The research was carried out in two cycles. The findings revealed an increase in teacher activity from 57.89% in Cycle I to 94.74% in Cycle II, with an improvement of 36.85%. Student activity also increased from 52.78% in Cycle I to 88.89% in Cycle II, with a difference of 36.11%. In addition, students’ ability to solve mathematical problems showed significant improvement. Therefore, it can be concluded that the implementation of the Problem Based Learning model is effective in enhancing students’ mathematical problem-solving skills, particularly in the topic of Quadratic Equations. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya tingkat kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan matematika, khususnya pada topik Persamaan Kuadrat. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh praktik pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, sehingga keterlibatan aktif siswa dalam proses berpikir belum berkembang secara optimal. Dengan demikian, dibutuhkan suatu strategi pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik sekaligus menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Salah satu opsi yang dapat diimplementasikan untuk tujuan tersebut adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan matematika melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Limboto Barat pada tahun ajaran 2024/2025. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-A dengan jumlah sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik observasi dan pemberian tes. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan pada aktivitas guru, dari 57,89% pada siklus I menjadi 94,74% pada siklus II, dengan selisih kenaikan sebesar 36,85%. Aktivitas peserta didik juga mengalami peningkatan, yakni dari 52,78% pada siklus I meningkat menjadi 88,89% pada siklus II, dengan perbedaan sebesar 36,11%. Di samping itu, kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan matematika turut menunjukkan perkembangan yang signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis, terutama pada materi Persamaan Kuadrat.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI KELAS VII MTS Fitriana Fitriana; Santje iroth; Intama Jemy Polli
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10005

Abstract

This study aims to (1) examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the speaking skills of seventh grade students at MTs Nurul Yaqin Tondano, and (2) describe the learning process experienced by students in improving their speaking skills through the PBL model in Indonesian language learning. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental design. Data were collected through speaking tests in the form of pre-test and post-test. The assessment focused on several aspects, namely fluency, pronunciation, vocabulary, and content of speech. The results showed an increase in the average score from 1.93 in the pre-test to 2.40 in the post-test. The significance value obtained was p = 0.001, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test results. In addition, the effect size test produced a Cohen d value of 2.898, which is categorized as a very large effect. These findings indicate that the application of the PBL model has a significant positive effect on improving students speaking skills. Therefore, the PBL model can be considered an effective learning approach in Indonesian language education, especially in developing students communicative speaking abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berbicara siswa kelas VII di MTs Nurul Yaqin Tondano, dan (2) mendeskripsikan proses pembelajaran yang dialami siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui model PBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara berupa pretest dan posttest. Penilaian difokuskan pada beberapa aspek, yaitu kelancaran, pelafalan, kosakata, dan isi pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 1.93 pada pretest menjadi 2.40 pada posttest. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah p = 0.001, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, uji effect size menghasilkan nilai Cohen d sebesar 2.898 yang termasuk dalam kategori efek sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, model PBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.