cover
Contact Name
Trisnawaty AR
Contact Email
trisna.ar508@gmail.com
Phone
+6282348642370
Journal Mail Official
j.planklopedia@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat JurnalPlantklopedia: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains Dan Teknologi, UMS Rappang Jl. Angkatan 45 No. 1A Lt Salo Rappang-Sidrap 91651 Telp. (0421) 93908
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian
ISSN : -     EISSN : 27764281     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian merupakan jurnal online sistem (OJS) dengan e-ISSN: 2776-4281 yang diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini menyajikan artikel/karya ilmiah berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, review/ tinjauan literatur dan gagasan penting dalam ilmu pertanian meliputi bidang: Agronomi, Agribisnis, Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Teknologi Benih, Bioteknologi, Pemuliaan Tanaman, serta Tanaman Pangan dan Hortikultura. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Articles 83 Documents
Optimization of Mini Potato Tuber Using Multiple Doses of Growth Regulators in an Aeroponic System Ashar, Zulfardi
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v6i1.2646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan umbi mini kentang dengan beberapa dosis zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang umumnya digunakan dalam praktek budidaya kentang adalah Auksin, Giberelin, dan Sitokinin. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Pattapang Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai bulan November 2023. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan yaitu: kontrol, auksin 5 mL, auksin 10 mL, auksin 15 mL, giberelin 5 mL, giberelin 10 mL, giberelin 15 mL, sitokinin 5 mL, sitokinin 10 mL, dan sitokinin 15 mL. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa : (1) Hormon auksin dosis 10 mL yang memberikan rata-rata terbaik terhadap variabel vegetatif tanaman kentang yang dikembangkan secara aeroponik., (2) Hormon auksin dosis 10 mL memberikan nilai rata-rata yang terbaik terhadap variabel generatif tanaman kentang yang dikembangkan secara aeroponik., (3) Pengembangan bibit umbi mini kentang yang bermutu dapat dilakukan dengan pemberian hormon auksin dengan dosis 10 mL
Uji Efektivitas Pemberian Berbagai Dosis dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Biota Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) FATMAN, MASDAR
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v6i1.2647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian berbagai dosis dan interval waktu aplikasi pupuk organik cair (POC) Biota Plus terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian dilaksanakan di Desa Ambopadang, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada bulan April–Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis POC Biota Plus (0 cc/liter, 10 cc/liter, dan 20 cc/liter air) dan interval waktu pemberian (1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu sekali). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis dan interval waktu pemberian POC Biota Plus terhadap seluruh parameter pengamatan. Interval waktu pemberian tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Sebaliknya, dosis POC Biota Plus berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur 42 dan 56 hari setelah tanam (HST), jumlah daun umur 42 HST, waktu munculnya bunga, jumlah buah, dan berat buah. Dosis 20 cc/liter air memberikan hasil terbaik dibandingkan dosis 10 cc/liter air dan kontrol. Dengan demikian, penggunaan POC Biota Plus dosis 20 cc/liter air efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, sedangkan perbedaan interval waktu pemberian tidak memberikan pengaruh yang signifikan
Pemanfaatan Bokashi Dari Limbah Ternak Kerbau Sebagai Sumber Pupuk Organik Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus) Pabutungan, Melky; Kombasaratu, Elisabet; Limbongan, Yusuf L.; Kannapadang, Sepsriyanti; Driyunita, Driyunita; Galla, Ernita A.
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v6i1.2684

Abstract

Penelitian dengan judul Pemanfaatan bokashi dari limbah ternak kerbau sebagai sumber pupuk organik untuk menigkatakan produkasi tanaman Mentiumun(Cucumis sativus)di lakasanakan di Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi yang berasal dari limbah ternak kerbau terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus), serta menganalisis kelayakan usaha tani dari penggunaannya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara pada februari-juni 2025 dengan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor Ilmia taraf yaitu; P0 (kontrol),P1 (300g/polybag), P2 (400g/polybalybag) P3 (500g/polybag) dan P4 (600g/polybag), masing-masing di ulang tiga kali. Parameter yang diamati pada tanaman Mentimun dengan Komoditi. Mentimun ini dikenal dengan warna buah hijau gelap, ukuran sekitar 24 x 6 cm, dan dapat dipanen pada umur sekitar 34 hari setelah tanam (hst ditanam di dataran rendah hingga menengah. meliputi tinggi tanaman, panjang batang utama, jumlah daun, diameter batang, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah, serta ukuran buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi limbah ternak kerbau berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan P2(400/g polybag) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman mentimun, jumlah per petak. Analisis usaha tani menunjukkan nilai R/C ratio sebesar 1,04, yang berarti usaha layak dijalankan karena setiap biaya Rp1,00 menghasilkan penerimaan Rp1,04. Nilai BEP produksi tercapai pada 1,139 kg dengan BEP harga jual sebesar 3.861,00/kg. Dengan demikian , Pepupuk bokashi dari limbah ternak kerbau berpotensi menjadi alternatif pupuk organik yang efektif meningkatkan hasil tanaman mentimun sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan