cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Pengaruh Motivasi Usaha terhadap Keberhasilan Usaha dengan Kemampuan Usaha sebagai Variabel Mediasi pada Industri Kecil Menengah Makanan Ringan Priangan Timur-Indonesia Gemina, Dwi; Silaningsih, Endang; Yuningsih, Erni
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.3.6

Abstract

Abstrak. Industri Kecil Menengah (IKM) memberikan sumbangan berarti bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sebagai penggerak pembangunan daerah dibidang teknologi, memperluas kesempatan berusaha, kesempatan kerja dan peningkatan nilai tambah. Tujuan penelitian: menganalisis pengaruh motivasi usaha terhadap kemampuan usaha IKM; menganalisis pengaruh kemampuan usaha terhadap keberhasilan usaha IKM; menganalisis pengaruh motivasi usaha terhadap keberhasilan usaha melalui variabel kemampuan usaha IKM sebagai mediasi; Metode penelitian survey dan bentuk penelitian deskriptif serta verifikatif. Objek penelitian pengelola usaha IKM makanan ringan sebanyak 150 dengan menggunakan koesioner tertutup melalui pengujian path analisis. Hasil penelitian bahwa motivasi usaha berpengaruh signifikan dan berbanding lurus (positif) terhadap kemampuan usaha, semakin tinggi motivasi usaha akan diikuti tinggi kemampuan usaha. Kemampuan usaha berpengaruh signifikan dan berbanding lurus (positif) terhadap keberhasilan usaha, semakin tinggi kemampuan usaha akan diikuti tinggi keberhasilan usaha. Selanjutnya pengaruh motivasi usaha terhadap keberhasilan usaha melalui variabel kemampuan usaha sebagai mediasi signifikan atau dapat diterima, sehingga motivasi usaha berpengaruh terhadap keberhasilan usaha melalui kemampuan usaha.Kata kunci: motivasi usaha, kemampuan usaha dan keberhasilan usaha, industri kecil menengah, makanan ringan, Priangan Timur-Indonesia Abstract. Small medium industries (hereafter SMIs) contributed meant to the national economic growth, as the driving regional development in technology, extending business opportunities, employment opportunities and the increase in added value. Research purposes: analyze the influence business motivation in the ability of SMIs businesses; analyze the influence of the ability of SMIs businesses to SMIs business successful; analyze the influence business motivation to SMIs business successful through variable the ability of SMIs businesses as mediation. The research method is survey with the research form of descriptive verification. 150 SMIs manager ware observed using closed questionnaire through the test of path analysis. Research results that business motivation is affecting significantly and proportionally (positive) toward the ability of SMIs businesses, the higher business motivation would be followed by high of the ability of SMIs businesses. The ability of SMIs businesses is significantly and proportionally (positive) affect the SMIs business successful, the higher the ability of SMIs businesses would be followed by high of the SMIs business successful. The business motivation to influence the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses as mediation is significant or acceptable, so business motivation influences the SMIs business successful through the ability of SMIs businesses. Keywords: business motivation, business ability and business successful, small medium industries, snacks, East Priangan-Indonesia
The Sustainable Corporation Famiola, Melia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 6, No 1 2007
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The industrial sector is highlighted as the chief cause of the rapidly environmental change in the recent years. Because natural environment has strong correlation with human life and his activities to achieve well being, thereby industrial or business sector, the chief of human activities, is demanded to play as the central role in Sustainable Development. According to sustainable concept, there are three missions that have to be performed in sustainable development-sustainability in economics, environment and social. Of the three missions, environment and social are always taken in weak positions by business Actors. As the central actors in sustainable development, business actors should take the three of missions balance and together in their entire business activities. Based on same literatures and some successful stories in business practices, the author founded two important patterns that evolve recently how a corporation could be named as a suistanle corporation. First, the corporation developed partnership in eco-industrial part and the second; the corporation did its corporate social responsibility. Keywords: sustainability, sustainable corporation, , sustainable concept for business
Partisipasi Penyusunan Anggaran, Psychological Capital, dan Kinerja Manajerial Lina, Lina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 3 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.3.5

Abstract

Abstrak. Partisipasi dalam proses penganggaran adalah bentuk keterlibatan nyata seorang individu, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja manajerial individu yang bersangkutan. Kinerja manajerial akan efektif jika tujuan anggaran dapat dicapai dan bawahan memiliki kesempatan untuk terlibat atau berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan psychological capital sebagai variabel mediasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Responden dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: bekerja dan menduduki jabatan struktural di perguruan tinggi, minimal memiliki satu tahun pengalaman sebagai pejabat struktural, dan terlibat aktif dalam proses penyusunan anggaran. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Hasil penelitian memberikan bukti empiris mengenai pengaruh positif partisipasi anggaran pada psychological capital, pengaruh positif dari psychological capital terhadap kinerja manajerial, dan pengaruh positif dari partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini juga berhasil menunjukkan peran psychological capital sebagai variabel mediasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial.Kata kunci: Partisipasi Penyusunan Anggaran, Psychological Capital, Kinerja Manajerial, Kuesioner, Pejabat Struktural.Abstract. Participation in the budgeting process is a form of real involvement of an individual, which in turn will affect the individual's managerial performance. Managerial performance will be effective if the budget goals can be achieved and subordinates have a chance to get involve or participate in the process of budget arrangement. This research was conducted to determine the effect of budget participation on managerial performance with psychological capital as mediating variables. Data used in this research is primary data that obtained through questionnaires. Respondents were selected by purposive sampling method with the following criteria: work and have structural positions in college, at least one year of experience as a structural officials, and actively involved in the budgeting process. The analysis technique used in this study is path analysis. This study provides empirical evidence about the positive effect of budget participation on psychological capital, the positive effect of psychological capital on the managerial performance, and the positive effect of budget participation on the managerial performance. Also this research reveals the role of psychological capital as a mediating variable on the budget participation and managerial performance relationship.Keywords: Budget Participation, Psychological Capital, Managerial Performance, Questionnaires, Structural Position.
Pengembangan Struktur Organisasi berdasarkan Dimensi Struktural Organisasi dengan Pendekatan Diagnostik Studi Kasus FTSP ITENAS Widjaja, I Putu Widjaja Putu; Brunner, Thomas
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 3, No 1 2004
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk Indonesia yang meningkat sangat cepat, akan menimbulkan banyak permasalahan-permasalahan yang perlu diatasi oleh pemerintah, mulai dari kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan sampai dengan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui penyediaan pendidikan. Perguruan tinggi swasta (PTS) merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi polemic tersebut. Perkembangan sebuah PTS sangat bergantung pada jumlah mahasiswanya, kualitas dan kuantitas tenaga pengajarnya, kualitas dan kuantitas tenaga administrasi, fasilitas penunjang proses pendidikan meliputi: laboratarium, perpustakaan, dll, serta hubungan yang baik dengan ‘Stake Holders’. Keberhasilan sebuah PTS disadari sepenuhnya oleh pihak ITENAS melalui suatu system yang terdiri atas unsur-unsur yang tidak terpisahkan dan senantiasa berperan aktif, yaitu Institusi, Fakultas, Jurusan dan mahasiswa yang saling mendukung tercapainya sasaran dan tujuan dari pendidikan tersebut. Salah satu unsure dari sistem tersebut adalah Struktur Organisasi, mempunyai kontribusi penting dalam pencapaian sasaran dan tujuan dari pendidikan serta harus didaya-gunakan semaksimal mungkin. Semakin pesatnya perkembangan ITENAS, mengakibatkan pertambahan mahasiswa pun semakin cepat dan tentunya akan mempengaruhi Dimensi Struktur Organisasi yang dimiliki ITENAS. Penggunaan Dimensi Struktural: Formalisasi, Sentralisasi dan Kompleksitas yang merupakan bagian dari Elemen Dimensi Struktur Organisasi memberikan gambaran karakteristik internal organisasi dan dituangkan ke dalam kuesioner penelitian. Transformasi data mentah hasil dari kuesioner dilakukan dengan metode Successive Interval, pendekatan untuk model penelitian yang berhubungan dengan evaluasi Struktur Organisasi adalah pendekatan Diagnostik. Hasil yang diperoleh melalui elemen Formalisasi di FTSP, bahwa birokrasi dan formalisasi bermanfaat serta mampu untuk memperbaiki efisiensi kerja, tingkat formalisasi ditimbulkan akibat dari perkembangan organisasi yang menjadi lebih besar. Semakin bertambahnya jumlah mahasiswa yang perlu dilayani mengakibatkan pertambahan pekerjaan dan karyawan yang signifikan. Perubahan Struktur Organisasi yang memiliki jenjang karir lebih panjang arah vertical serta mengurangi bagian arah horizontal merupakan solusi peningkatan kinerja karyawan. Katakunci: formalisasi, sentralisasi, kompleksitas
PEMBANGUNAN MODEL KONSEPTUAL PEMILIHAN MODA ANGKUT PETI KEMAS RUTE BANDUNG – JAKARTA DENGAN PENDEKATAN GROUNDED THEORY Natalia, Natalia; Yudoko, Gatot
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi mempunyai peran strategis dalam menunjang pertumbuhan perekonomian. Secara umum, transportasi angkutan barang di Indonesia tergolong tidak efisien dan berbiaya tinggi. Keberadaan Terminal Peti Kemas Bandung (TPKB) diharapkan mampu memaksimalkan peranan angkutan barang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian Bandung dan wilayah sekitarnya. Penelitian sebelumnya mengungkapkan dengan variabel penelitian waktu tempuh perjalanan, ketepatan waktu pelayanan, keamanan barang dari kerusakan dan kapasitas moda yang tersedia mampu mewakili 81,5% tingkat kebenaran modelnya. Masih terdapat 18,5% variabel-variabel penelitian yang belum terungkap. Penelitian ini bertujuan membangun model konseptual dengan menggunakan metode grounded theory untuk mengungkap pemahaman mengenai faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi pemilihan moda angkutan barang antara kereta api dan truk. Analisis dikaji berdasarkan konteks fenomena pemilihan moda angkutan barang pada responden perusahaan tekstil dan garmen wilayah Bandung dan sekitarnya dengan sudut pandang strategi operasi. Tahapan analisis menggunakan metode grounded theory yang diawali dengan pengkodean terbuka, lalu pengkodean aksial dan pengkodean selektif, dan dibentuklah model konseptual penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh pada pemilihan moda angkutan barang rute Bandung-Jakarta adalah waktu, biaya, kepercayaan, kualitas, kehandalan dan fleksibilitas. Dengan ini disarankan untuk mengembangkan hipotesis dan instrumen pengumpulan data pada model konseptual, sehingga model dapat diuji pada kasus terminal peti kemas dengan kasus serupa.
Upaya Peningkatan Kinerja Inovatif berbasis Pola Kerja Cerdas dalam Konteks Teknologi Informasi Widodo, Widodo
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.2.3

Abstract

Abstrak. Realita menunjukkan sekolah unggulan penyuplai angka kelulusan tertinggi (branded). Namun kegiatan akademik yakni proses pembelajaran pemahaman dan penerapan model-model pembelajaran inovatif masih kurang optimal. Oleh karena itu tujuan studi ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja inovatif guru berbasis pola kerja cerdas dalam konteks teknologi informasi. Populasi studi ini adalah guru seluruh sekolah unggulan di kota Pekalongan berjumlah 200 orang, Mengingat jumlah populasi yang terbatas maka teknik sampling yang digunakan adalah sensus, artinya jumlah populasi sama dengan jumlah sampel. Pengujian hipotesis yang diajukan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software AMOS 5.0. Kemudian efekk moderasi teknologi informasi dengan manajemen group data. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam konteks teknologi informasi rendah, peningkatan kinerja inovatif di lakukan dengan peningkatan pola kerja cerdas. Sedangkan dalam konteks teknologi informasi tinggi, peningkatan kinerja inovatif di lakukan dengan peningkatan pola kerja cerdas yang dibangun oleh motivasi intrinsik.Kata kunci : Motivasi intrinsik, pola kerja cerdas, Orientasi pembelajaran, Kinerja inovatif, Teknologi informasiAbstract. Reality show superior school supplies the highest graduation rate (branded). However, the academic activities of the learning process of understanding and application of innovative learning models is still less than optimal. Therefore the aim of this study was to develop a model of innovative performance-based teacher enhancement working smart in the context of information technology. The study population was the entire school teacher featured in Pekalongan city of 200 people, Given the limited number of population sampling technique used is the census, meaning the amount equal to the total sample population. Testing the hypothesis using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 5.0 software. Then efekk moderation of information technology with the data management group. The study shows that in the context of low information technology, innovative performance improvement with an increase in doing working smart . While in the context of high information technology, innovative performance improvement with an increase in do intelligent work patterns built by intrinsic motivation.Keyword : Intrinsic motivation, working smart, learning orientation, innovative performance, information technology
Opportunistic Manager and Capital Structure Decision of Property Companies in Indonesian Capital Market Anastasia, Njo; Lorenza, Delyn
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2019.18.1.1

Abstract

Abstract. An opportunist manager in property companies tend to take opportunity for himself while aggrieving the owner over the decision. This study focuses on determining the effect of managerial opportunism on capital structure decisions within property companies. Control from blockholders and capital market conditions plays a role in controlling opportunistic managers towards funding decisions. The data collected covers 25 property companies from 2000-2016 listed on Indonesia Stock Exchange. The analysis of data uses logistic regression that is able to measure capital structure decision on dummy variable. The conclusion shows that managerial opportunism and capital market condition influence the decision of capital structure, while outside blockholders on the other hand gives no effect. The contribution of the study indicates that the role of managers in company is deeply influential, that every manager who acts opportunistically would degrade the company's performance and harms the shareholders as well as investors.Keywords: agency conflict; capital structure decision; managerial opportunism; outside blockholders; stock market conditionAbstrak. Peran manajer pada perusahaan properti yang opportunis cenderung mengambil kesempatan untuk dirinya, sehingga pemilik perusahaan dirugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh managerial opportunism di perusahaan sektor properti terhadap keputusan struktur modal. Kontrol dari outside blockholders dan stock market condition akan berperan dalam mengendalikan manajer yang oportunis dalam pengambilan keputusan pendanaan. Pengambilan data dimulai dari tahun 2000-2016 dan diperoleh 25 perusahaan sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisa data menggunakan regresi logistic yang mampu mengukur keputusan struktur modal dengan dummy variabel. Hasil penelitian menunjukkan managerial opportunism dan stock market condition berpengaruh terhadap keputusan struktur modal, sedangkan outside blockholders tidak berpengaruh terhadap keputusan pendanaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran manajer dalam perusahaan adalah penting, sehingga setiap manajer yang bertindak oportunis akan menurunkan kinerja perusahaan dan merugikan pemegang saham serta investor.Kata kunci: konflik keagenan; keputusan struktur modal; managerial opportunism; outside blockholders; stock market condition
The Relationship of Leadership Styles and Organizational Culture Case Study of an Oil and Gas Company in Indonesia Darwis, Tommy K; Djajadiningrat, Surna Tjahja
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 3 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores relationship between leadership styles and organizational culture in an oil and Gas Company in Indonesia. The respondents are employees of an oil and Gas Company in Indonesia. This study  use  Multifactor  leadership  questionnaires  to  define  leadership  styles  and  Denison's Organizational Culture Model to measure Organizational Culture. These questionnaires were used to measure  leadership  styles  of  immediate  or  direct  supervisor  and  organizational  culture  of  unit  or division. The data were analyzed with descriptive and use correlational analysis.Arelationship exists between the leadership styles of immediate or direct supervisor and organizational culture. In three Leadership styles of Multifactor leadership, Positive correlation was found between Transformational Leadership Style and Organizational Culture. Transformational Leadership found as strong  predictor  of  organizational  culture. A positive  correlation  also  found  between Transactional Leadership  Style  and  Organizational  Culture  and  conversely,  Laissez-Faire  Leadership  style  has negative correlation with organizational culture. Transformational, Transactional Leadership and high level  of  organizational  culture  will  be make  good  impact  for maintaining  and  achieving  excellent organizational performance for company.Keywords:  Leadership  Styles,  Organizational  Culture, Transformational  Leadership,  Oil  and  gas Company in Indonesia
Kinerja Sektor Industri Manufaktur Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Lokasi di Dalam dan di Luar Kawasan Industri Winardi, Winardi; Priyarsono, Dominicus Savio; Siregar, Hermanto; Kustanto, Heru
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.3.2

Abstract

Abstrak. Sektor industri manufaktur merupakan motor penggerak perekonomian suatu wilayah. Peran sektor industri manufaktur di suatu wilayah akan lebih optimal apabila pada wilayah tersebut terdapat lokasi-lokasi industri yang ketersediaan infrastruktur dasar, infrastruktur penunjang dan sarana penunjang yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja sektor industri manufaktur di Provinsi Jawa Barat berdasarkan lokasi di dalam kawasan industri dan di luar kawasan industri. Model analisis menggunakan Model Social Accounting Matrix (SAM) yang dilakukan disagregasi ke dalam sektor industri manufaktur yang berlokasi di dalam dan di luar kawasan industri. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor industri manafaktur yang berlokasi di dalam kawasan industri mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan sektor industri manufaktur yang berlokasi di luar kawasan industri. Kinerja dimaksud adalah dalam peningkatan nilai tambah faktor produksi baik faktor tenaga kerja maupun faktor modal dan kinerja dalam peningkatan pendapatan masyarakat.Kata kunci : Industri manufaktur, kawasan industri, SAM, nilai tambah, pendapatan rumah tangga Abstract. Manufacturing industry sector is the driving force of the economy of a region. The role of manufacturing industry sector in a region will be more optimal if in the region there are industrial locations that availability of basic infrastructure, supporting infrastructure and adequate supporting facilities. This study aims to analyze the performance comparison of manufacturing industry sectors of West Java Province Based on location inside and outside industrial estates. The analytical model uses the Social Accounting Matrix (SAM) Model which is disaggregated into the manufacturing industry sectors located within and outside the industrial estate. The results of the analysis show that industrial sector manafaktur located in industrial estate have better performance compared with manufacturing industry sector which is located outside industrial area. Performance is meant in the increase of value added factors of production both labor factors and capital and performance factors in increasing public revenues.Keyword: Manufacturing industry, industrial estate, social accounting matrix, value added, household income
Grand Theory Model Kualitas Strategi ., Widodo
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 2 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya suatu organisasi baik profit maupun non profit memiliki strategi. Namun berdasarkan studi empiris strategi yang dimiliki sebagaian besar tidak menunjukkan peningkatan kinerja organisasi. Hal tersebut berkaitan dengan kualitas strategi, kualitas strategi tercermin dengan perencanaan, implementasi dan evaluasi strategi yang berkualitas. Oleh karena itu artikel ini bertujuan menelaah bagaimana mengembangkan grand theory model atau model teoritikel dasar kualitas strategi yang mencakup proposisi pertama tentang pembelajaran organisasional, proposisi kedua tentang asset strategi dan proposisi ketiga tentang kualitas strategi. Studi empiris menunjukkan bahwa terdapat beberapa kontroversi (research gap) pada model perencanaan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Oleh karena area tersebut merupakan agenda penelitian mendatang yang sangat menarik untuk peningkatan kinerja organisasi.Katakunci: kualitas strategi, perencanaan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi, kinerja organisasi.