cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Pengaruh Alturisme, Reputasi dan Balas Jasa terhadap Aktivitas Berbagi Pengetahuan Akademisi pada Komunitas Virtual: Studi Kasus Group Facebook Dosen Indonesia Assegaff, Setiawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.2.4

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh tiga elemen alturisme, reputasi, dan balas jasa terhadap aktivitas berbagi pengetahuan yang dilakukan oleh para akademisi melalui social media. Sebuah model penelitian dan tiga buah hipoteses dikembangkan dalam penelitian ini. Model dan hipoteses kemudian diuji dan divalidasi menggunakan data yang diperoleh dari sebuah survey yang dilaksanakan secara online. Survey secara online dilakukan pada sebuah grup dosen di Indonesia. Dari 115 kuesioner yang diisi oleh anggota komunitas online tersebut 75 kuesioner dinyatakan valid dan digunakan untuk analisis lebih lanjut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) memanfaatkan perangkat lunak Smart PLS V2. Hasil dari pengolahan data mengindikasikan bahwa alturisme mempunyai pengaruh yang positif terhadap aktivitas akademisi dalam berbagi pengetahuan di komunitas virtual, sedangkan balas jasa dan reputasi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap aktivitas berbagi pengetahuan mereka.Kata kunci: Berbagi Pengetahuan, Sosial Media, Akademisi, Alturisme, Balas Jasa, Reputasi Abstract: The aim of this research is to investigate the relationship between alturisme, reputations, and reciprocity elements with academician knowledge sharing activity in social media. A research model was developed with three hypotheses for this study. Research model and hyphotheses next was examined and validated using data collected from online survey. Online survey was conducted in one of Indonesia academic virtual group. One hundred and fifteen quetionnaires collected from the survey and seventy five questionnaires were valid and use for next analyisis. Data collected from the survey was analyzed with Partial Least Square (PLS) using Smart PLS V2. The result from data analyisis indicated that alturism element has positive affect to academician knowledge sharing activity in virtual community; however this study reveals that there is no significant relation between reciprocity and reputation with academician knowledge sharing activity in virtual community.Keyword: Knowledge Sharing, Social Media, Academician, Alturism, Reciprocity, Reputation
Model Kompetensi Pembeda (Discriminating Competencies) Dosen Pengajar menurut Penilaian Mahasiswa Departemen Teknik Industri ITB Tjakraatmadja, Jann Hidajat; Matualesy, Sari
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 2, No 2 2003
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan statius ITB dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi BHMN menuntut berbagai macam perubahan, dari perubahan system dan organisasi sampai perubahan sikap dan perilaku masyarakat ITB, baik karyawan maupun dosen. Perubahan sikap dan perilaku masyarakat ITB sangat menentukan keberhasilan perubahan menuju yang diharapkan. Kompetensi karyawan dan staf dosen ITB, merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam merealisasikan ITB BHMN sebagaimana yang dicita-citakan. Yang dimaksud kompetensi dalam paper ini adalah kompetensi generic untuk kluster pekerjaan Human Services Professionals (teachers) yang dikembangkan oleh Spencer & Spencer (1993). Berdasarkan konsep kompetensi ini diharapkan para pengelola SDM ITB dapat menyusun strategi dan program peningkatan kompetensi staf dosen menuju kompetensi superior. Sistem dan organisasi pengelolaan SDM ITB sebagai PTN melahirkan kategori struktur kepangkatan seperti Asisten Ahli (AA), Lektor (L), Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB). Muncul pertanyaan, 1). Kompetensi apa yang membedakan dosen antar kelompok kepangkatan (AA, L, LK, dan GB); 2). Kompetensi apa yang dimiliki oleh kelompok dosen yang berperformansi superior (superior performers) tanpa melihat kelompok kepangkatannya. Penelitian menyimpulkan bahwa kompetensi yang membedakan kategori kelompok kepangkatan AA, L, LK, dan GB adalah Customer Service Orientation (CSO), Initiative (Int), Flexibility (Flx), Team Working (TW), Writing Skills (UC5Writs), Thoroughness (UC9Throg), dan Organizational Commitment (OC). Sedangkan kompetensi yang dimiliki oleh kelompok dosen yang berperformansi superior (merupakan ‘kelebihan’ yang mereka miliki dibandingkan dengan kelompok dosen yang berperformansi rata-rata (average performers) adalah Kompetensi Self Control (SCT) dan Concrete Style of Learning (UC7SLea). Katakunci: kompetensi pembeda, dan dosen pengajar
Pengaruh Word of mouth, Iklan dan Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian dan Loyalitas Konsumen haryanto, jony oktavian; Yunita, A
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the end of November 2010, Magnum ice cream suddenly became a hot topic in many mass media and among youths. This product was difficult to be found in the market and became a real craze for ice cream lovers in Indonesia. The selling of Magnum ice cream increased 20 times in 4 months. Based on these phenomena, this research aims at identifying factors that influence consumers’ decision in purchasing the product and their responses after their purchase. The data was analyzed using structural equation modeling with the software Lisrel 8.8. The result shows that advertisement and product attributes had a significant impact on purchase decision, whereas word of mouth did not have any significant impact. Furthermore, purchase decision that had been made by the consumer had a significant impact on their behaviors after purchasing. Those behaviors are the consumers’ loyalty and the word of mouth.
Sistem Organisasi Kognitif dan Afektif dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Apotek di Surabaya: Efek Moderasi Orientasi Kewirausahaan Sukoco, Badri Munir; Viciana, Vindi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.1.2

Abstract

Abstract: Apothecary is a highly regulated and competitive industry due to less differentiation and high density in certain areas. Interestingly, the performance of apothecaries is heterogeneous; and based on market orientation perspective we argue that the condition exists due to different level on responding competitors’ actions as well as customers’ needs. Further, we argue that managers’ entrepreneurial orientation can strengthen these relationships. The mechanism of how can apothecaries develop their responsiveness to competitors and customers also is investigated. We distributed questionnaires among apopthecary managers in Surabaya and generated 131 responses. By using PLS, the results indicate that responsiveness to competitors positively influence on their performance, while responsiveness to customers is not. The moderating effect of entrepreneurial orientation is also not confirmed. Responsiveness to competitors is highly determined by cognitive and affective organizational system, while responsiveness to customers mainly determined by affective organizational system. Managerial and academic implications are further discussed in this paper.Keywords: Cognitive Organization System, Affective Organization System, Responsiveness to Competitors, Responsiveness to Customers, Performance, and Drugstore   Abstrak. Apotek merupakan industry yang sangat diatur oleh pemerintah dengan tingkat persaingan yang tinggi karena diferensiasi yang ditawarkan rendah dan densitas yang cukup tinggi di beberapa area. Menariknya, kondisi tersebut juga membuat kinerja apotek beragam; sehingga dengan menggunakan perspektif orientasi pasar, penelitian ini berargumentasi bahwa responsifitas pengelola apotek akan tindakan pesaing maupun kebutuhan pelanggan dapat membedakan kinerjanya. Riset ini juga berargumentasi bahwa orientasi kewirausahaan yang dimiliki pengelola akan menguatkan pengaruh tersebut. Mekanisme tentang bagaimana perusahaan membentuk responsifitas terhadap pesaing maupun pelanggan juga diinvestigasi. Riset ini mendistribusikan survei kepada pengelola apotek di Surabaya dengan respon sebanyak 131 responden. Menggunakan PLS, hasil penelitian menunjukkan bahwa responsifitas terhadap tindakan pesaing berpengaruh terhadap kinerja apotek, sedangkan responsifitas terhadap pelanggan tidak signifikan. Efek moderasi orientasi kewirausahaan yang dihipotesiskan juga tidak terbukti. Responsifitas terhadap pesaing dipengaruhi sama kuatnya oleh sistem organisasi yang kognitif dan afektif, sedangkan responsifitas terhadap pelanggan lebih dipengaruhi oleh sistem organisasi yang afektif. Implikasi manajerial dan akademis disajikan lebih lanjut dalam penelitian ini. Kata kunci: Sistem Organisasi Kognitif, Sistem Organisasi Afektif, Responsifitas pada Pesaing, Responsifitas pada Pelanggan, Kinerja, dan Apotek 
Strategi Peningkatan Kompetensi Manajer Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Kabupaten Bogor sayekti, ayutyas; Sukmawati, Anggraini; Najib, Mukhamad
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.3.5

Abstract

Abstrak. Kompetensi pada Manajer IKM Industri logam yang berada di Kabupaten Bogor masih rendah. Permasalahan kompetensi dan kinerja SDM yang berkaitan dengan peluang berkembangnya industri dalam menghasilkan mutu produk yang berstandar yang menjadi permasalahan pada IKM Industri logam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kompetensi manajer untuk meningkatkan daya saing. Data dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil yang didapatkan berdasarkan situasi yang dihadapi oleh manajer IKM Industri logam adalah kompetensi individu, permodalan dan metode, kebutuhan penting dalam usaha. Strategi peningkatan yang dapat dilakukan adalah melakukan pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan mengenai pengetahuan, keterampilan yang tersertifikasi dan motif yang didukung oleh Dinas Koperasi dan IKM Kabupaten Bogor serta peraturan pemerintah yang mendukung IKM dalam meningkatkan daya saing yang berdampak pada usaha yang berkelanjutan.Kata kunci: Analytical hierarchy process, IKM industri logam, kompetensi, strategi peningkatanAbstract. Manager's Competency of SMEs metal industry in Bogor district were quite. Problem identification of human resources competence and performance are related with the chance of industrial improvement in generating the quality standard of in the metal industry of SME. This research was aimed to analyzed the problematic situations which was faced by managers of SME metal industry and formulating an improvement of manager compentency strategy to increase the competitiveness. Data were analyzed by Analytical Hierarchy Process. The results shown that problematic situation which were faced by managers of SME metal industry are the competence of individuals, capital, and essential needs in order. The strategy improvement of competence could be done by conducting training and ongoing development regarding to knowledge, skills that is certified and motive which is supported by Cooperative Departement and Small-Medium Enterprises Bogor District and Government regulations who support SME's in improving of competitiveness. The strategy could be have impact to sustainable of business.Keywords: Analytical hierarchy process, competence, metal industry of SME, strategies for improving
Predifining emotion through product design Reni, Theresia; Hudrasyah, Herry
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 2 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the recent decades the business environment has changed tremendously due to the advance of globalization and competition, changing the essentials for success. To overcome competitive pressure, marketer and designer have to focus on customer's sensory needs and desires to create a deep rooted relationship through emotional dialogue. In this context, innovativeness appears to be a key ingredient to  create  and  control  consumer's  emotion.  Perceived  of  innovativeness  is  strongly  influenced  by consumer desire attribute of product. Design innovativeness is one of a powerful differentiator, which can be used as a strategic tool to achieve and sustain competitive advantages. Design's contribution to a product's success manifests itself in several ways, for example in packaging design. Packaging is a tool to build emotional connectivity with consumer. Marketer and designer have to be creative to build deep relationship with consumer through aesthetics and visual attribute of packaging design, in this case : cosmetics packaging. This study attempts to show that perceived innovativeness which are build from consumer's visual standard are important aspect in building emotional responses. Collecting method in this research is using questionnaire Population in this research is working woman in Jakarta, sample amounting  to  102  people.  Hypothesis  examination  in  this  research  by  correlation  and  multiple regression. Analysis result indicate that perceived innovativeness and consumer's visual standard have an effect to emotional elicited.Keywords: Perceived Innovativeness, Consumer's visual standard, Emotional elicited
Back-Matter JMT Vol 16 No 2 2017 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-Matter JMT Vol 16 No 2 2017
Draw Point Construction Improvement Using Six Sigma Basri, Mursyid Hasan; Mulyanto, Rahmat
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 1 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Draw point is a loading pointh beneath a stope, utilizing gravity to move down bulk material in underground mine block caving of PT Freeport Indonesia. A draw point is a steel set that is erected and poured in place with concrete. There are 9 sub processes of draw point construction: site preparation, lean concrete, embedded rail, concrete floor, anvil top, lintel set, forming & meshing, wall & roof concrete, stripping & general clean-up. Based on data analysis period 2008, there is a gap 4.03 until draw point of yearly target with average of completion time of a draw point construction 46.44 shifts and standard deviation 6.95 shifts. It is slower by 9.7% of target 42 shifts. The high standard deviation and slower process indicate there is a process quality problem in draw point construction so it makes draw point construction incompliance to achieve its monthly or yearly target. For improving the process quality, Six Sigma approach with DMAIC methodology will be used to indentify incapable process and its causes. Then alternative solutions are proposed to fix it and control the key process variable causing the defects.Keywords:completion time, process quality, six sigma, DMAIC
Back-Matter JMT Vol 13 No 1 2014 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-Matter JMT Vol 13 No 1 2014
Analisis Perbandingan Kebijakan Sistem Persediaan Penyangga Dinamis, Peninjauan Kontinu, dan Peninjauan Periodik Simatupang, Togar Mangihut; Anatasia, Franciska; Suhandi, Victor
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 5, No 2 2006
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan kerapkali menghadapi masalah persediaan. Persediaan yang banyak dianggap mampu menjamin ketersediaan barang bagi pelanggan, namun mengakibatkan adanya penumpukan barang dengan modal yang besar. Sedangkan persediaan yang sedikit akan mengakibatkan barang kosong midaj terjadi. Karena itu perusahaan menghadapi dilemma menyimpan dalam jumlah banyak atau sedikit. Kunci dalam mengatasi dilema ini adalah metode pemenuhan kembali atau isi ulang (replenishment) yang efektif. Terdapat tiga kebijakan umum isi ulang, yaitu: peninjauan kontinu atau (s,S), sistem peninjauan periodik, dan manajemen penyangga. Kedua metode pertama telah dikenal secara umum, sementara yang terakhir masih relatif baru. Artikel ini mencoba mengembangkan lebih lanjut metode penyangga dinamis dan membandingkan kinerja kebijakan ini dengan dua kebijakan tradisional peninjauan kontinu dan periodic. Rantai pasok yang digunakan terdiri dari Pusat Distribusi Wilayah dan Pusat Distribusi Utama. Pada Pusat Distribusi Wilayah, jika permintaaan konsumen tidak dapat dipenuhi maka terjadi kekosongan yang berakibat kehilangan penjualan, sedangkan pada Pusat Distribusi Utama yang menerima pesanan dari Pusat Distribusi Wilayah, jika permintaan Pusat Distribusi Wilayah tidak dapat dipenuhi maka tunggakan terjadi yang akan dipenuhi pada periode berikutnya. Kriteria penilaian kinerja kebijakan isi ulang yang digunakan adalah tingkat persediaan dan kekosongan. Hasil simulasi menunjukkan manajemen penyangga dinamis adalah kebijakan yang lebih baik dengan tingkat persediaan yang sedikit dan rendahnya jumlah maupun frekuensi barang kosong. Katakunci: manajemen persediaan, metode isi ulang, penyangga dinamis, peninjauan kontinu, peninjauan periodik