cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Indonesian Government Bond Stochastic Simulation Koesrindartoto, Deddy P; Adventius, Fernando
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 10, No 2 2011
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper proposes a government bond portfolio stochastic simulation using a Vasicek Model, a generally used model of term structure of interest rates. The model is used to generate the possible term structure of interest rates for five years based on the historical term structure. The future government debts are forecasted using ARIMA model, and the efficient frontier of costs resulting from portfolios of bond with different maturity structures are determined from the Cost-at-Risk framework. An optimization process will be conducted on the government bond portfolio efficient frontier based on the government risk preference.Keywords: Yield Curve, Vasicek Model, ARIMA, Cost-at-Risk, financing strategy, maturity
Developing the Model of National Qualification Framework: A Case Study for Fifth Level in Tours and Travel Diploma Silitonga, Parlagutan; Eriyatno, Eriyatno; Sukandar, Dadang; Panjaitan, Nurmala
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main goal of this paper is to obtain the model of fifth level of national qualification framework (NQF) in tours and travel diploma. The soft system methodology  is applied by using some methods. They are analytic network process (ANP), root definition, rich picture, elements and their interrelationships. The experts confirmed the model of fifth level qualification can be obtained, provided that Ministry of Tourism develop the scheme together with National Certification Authority. The approved scheme endorsed by Ministry of Education to be implemented in tourism college. Meanwhile, Education National Standard Body shall issue the guidelines for the scheme. The Higher Education Accreditation Body refers to this scheme during accreditation     process. The college conducts the planning, execution on the scheme based on competence training and assessment. On the other hand student shall proactive  to practice and prove their ability and competencies. The Ministry of labour issuing the recruitment and remuneration guidelines for qualification, while tours and travel companies inform student about the job vacancy.Key words: Assessment, diploma, Level of qualification,scheme,Tours and  Travel
Investigating Aggressive Driving Behavior in Reducing Traffic Congestion on Bandung City Mutia, Ulfi; Siallagan, Manahan; Putro, Utomo Sarjono; Marsetyawan, Marsetyawan; Alamanda, Dini
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.2.5

Abstract

Abstract. Traffic congestion reflects waste of time and energy that must be eliminated. Many methods have been employed by past studies to solve this problem. The approach utilized by those studies is mostly macroscopic that consider vehicles and drivers in aggregate. This study argues that a more microscopic approach is also required to depict and solve the congestion problem. Hence, agent-based simulation is brought forward to help identify the cause of congestion problem. In this study, drivers are assumed to have their own motives that might drive them to resort to aggressive behaviors that ultimately lead to traffic congestion. As a preliminary investigation, this study aims to discover type of aggressive driving behavior on Bandung City. The results demonstrate that aggressive dirivng behaviors on Bandung City can be categorized into five factors namely improper speed, inattentiveness, display of hostility, impatience, and disobedience of traffic sign/signals. This study also found that different composition of driving behaviors leads to different degree of congestion. Impatience behavior is found to be the factor that must be eliminate to remedy congestion on Bandung City.Kata kunci: Driving behavior, traffic congestion, factor analysis, agent-based simulation, smart cityAbstrak. Kemacetan lalu lintas mencerminkan pemborosan energi dan waktu yang harus ditiadakan. Banyak metode telah digunakan dalam penelitian-penelitian masa lalu yang ditujukan untuk memecahkan permasalahan ini. Pendekatan yang digunakan oleh penelitian-penelitian tersebut untuk menggambarkan dan memecahkan masalah kemacetan pada umumnya bersifat makroskopik yang memandang kendaraan dan pengendara secara agregat. Studi ini berpendapat bahwa pendekatan yang lebih mikroskopis diperlukan dalam menggambarkan dan memecahkan permasalahan kemacetan. Dalam studi ini, pengemudi diasumsikan memiliki motif tersendiri saat berkendara yang dapat mendorong mereka untuk berperilaku agresif dan berujung pada kemacetan. Sebagai penyelidikan awal, studi ini bertujuan untuk mengetahui jenis perilaku mengemudi agresif di Kota Bandung. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa perilaku mengemudi agresif dapat dikategorikan menjadi lima faktor yaitu penggunaan kecepatan yang tidak sepantasnya, kurangnya perhatian saat berkendara, perilaku kekerasan dalam berkendara, ketidaksabaran dalam berkendara, dan ketidaktaatan pada tanda lalu lintas. Studi ini juga menemukan bahwa komposisi perilaku mengemudi agresif yang berbeda dapat menghasilkan perbedaan tingkat kemacetan lalu lintas. Ketidaksabaran dalam berkendara ditemukan sebagai factor yang paling harus dieliminasi untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung.Keywords: Perilaku mengemudi, kemacetan lalu lintas, analisis factor, simulasi berbasis agen, smart city
Analisis industri telekomunikasi di indonesia Muslim, Erlinda; Nurcahyo, Rahmat; Priyanto, Aziz; Prasetya, Nanda; Niftahuljanah, .
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 1 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur, perilaku, dan kinerja industri telekomunikasi di Indonesia khusunya untuk  layanan  telekomunikasi  jaringan  tetap  kabel,  nirkabel,  dan  jasa  komunikasi  bergerak GSM. Penelitian dilakukan dengan periode waktu 5 tahun mulai tahun 2002 hingga 2007. Metode penelitian yang digunakan terutama adalah pendekatan Structure Conduct Performance (SCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur industri jaringan tetap kabel adalah monopoli, sementara struktur kedua industri lainnya adalah oligopoli. Penelitian juga dilakukan untuk melihat secara lebih detail perilaku dan kinerja masing-masing pelaku dalam industri telekomunikasi. Perilaku industri menunjukkan bahwa industri  jaringan  tetap  kabel  menerapkan  strategi  diskriminasi  harga  dengan  biaya  iklan  atau pemasaran yang lebih rendah dari selular, industri jaringan tetap nirkabel menerapkan limit pricing dan diskriminasi harga dengan investasi sebesar 20% pada biaya iklan atau pemasarannya, dan industri jasa komunikasi bergerak menetapkan price fixing dengan biaya iklan atau pemasaran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jaringan tetap kabel. Analisis kinerja ketiga industri ini menunjukkan bahwa segmen kabel Telkom masih lebih rendah dibandingkan segmen selular, sementara untuk jaringan tetap nirkabel (CDMA), kinerja Telkom masih lebih rendah dibandingkan Bakrie.Kata kunci: struktur-perilaku-kinerja, Herfindahl-Hirschman Index, Minimum Efficient Scale, industri
Analisis Perilaku User pada Pemanfaatan Layanan Pemesanan Tiket Online pada Aplikasi Mobile (Prespektif Kepercayaan dan Resiko oleh Konsumen) Assegaff, Setiawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.5

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh  empat elemen “trust’, “risk” “perceived usefulness” dan “ease of use” terhadap perilaku konsumen dalam mengadopsi teknologi mobil untuk pemesanan tiket secara online. Penelitian ini penting dilakukan dalam rangka memahami pola hubungan antara elemen “trusk” dan “risk” yang mempengaruhi perilaku konsumen di Indonesia dalam memanfaatkan layanan M-Commerce. Sebuah model penelitian dan lima buah hipoteses dikembangkan dalam penelitian ini. Model dan hipoteses kemudian diuji dan divalidasi menggunakan data yang diperoleh dari sebuah survey yang dilaksanakan secara online. Penyebaran kuesioner secara online dilakukan melalui aplikasi media sosial. Dari 110 kuesioner yang diisi oleh responden sebanyak 95 kuesioner dinyatakan valid dan digunakan untuk dianalisis lebih lanjut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) memanfaatkan perangkat lunak Smart PLS V2. Hasil dari pengolahan data mengindikasikan bahwa elemen “perceived usefulness” dan “esae of use”mempunyai pengaruh yang positif terhadap aktivitas konsumen dalam menggunakan teknologi mobil untuk pemesanan tiket online, penelitian juga menemukan hubungan antara elmen “trust” dan elemen “risk”. Namun penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara elemen “risk” dengan  perilaku konsumen dalam menggunakan aplikasi mobile.Kata kunci: Perilaku Pengguna, Mobile Commerce, Resiko, Kepercayaan, Technology Acceptance Model (TAM). Abstract. The aim of this research is to investigate the relationship between the elements of trust, risk, perceived usefulness, and ease of use and their impact on consumer behavior in the intention of use of mobile commerce services for online ticketing.  A research model with five hypotheses was developed for this research. Conducting this research is important in term off to understand the relationship of trust and risk in order to understand people behavior in using mobile commerce. Research model and hypotheses was validated using online questionnaire that distrubed in social media. 110 questionnaire was obtained from the survey and 95 validated questionnaire then use for next analysis. Partial Smart Square (PLS) was used for data analyisis using Smart PLS V2. This study reveals that perceived usefulness and ease of use has significant effect for people behavior in using mobile application for purchase online ticketing, this research also identified that trust has relationship with risk element. However, this research did not found any significant relationship between risk and people behavior in using mobile application.Keyword: User Behavior, Mobile Commerce, Trust, Risk, Technology Acceptance Model (TAM) 
Analisis Risiko Operasional di PT TELKOM dengan pendekatan Metode ERM Wiryono, Sudarso Kaderi; Suharto, ,
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 7, No 1 2008
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang lebih dikenal dengan sebutan TELKOM merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perseroan terbuka serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Untuk mewujudkan visi 'menjadi perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan regional', TELKOM tengah melakukan proses transformasi menjadi organisasi yang berorientasi pada pelanggan dan mampu bersaing di pasar. TELKOM memahami bahwa diperlukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan usaha, serta kemampuan memberikan layanan terbaik pada pelanggan untuk memenangkan persaingan. Dalam pelaksanaannya, TELKOM akan menghadapi banyak sekali risiko-risiko yang akan mengganggu, baik itu risiko internal maupun risiko eksternal. Hal ini tentu saja dapat terjadi, dikarenakan TELKOM merupakan perusahaan perseroan terbatas yang berkedudukan di Indonesia yang sebagian besar operasi, aset dan pelanggannya berada di Indonesia. Akibatnya, kondisi politik, ekonomi, hukum dan sosial di Indonesia di masa mendatang, serta tindakan dan kebijakan tertentu yang diambil atau tidak diambil oleh Pemerintah secara material dapat berdampak negatif terhadap usaha, kondisi keuangan dan hasil operasi TELKOM. Pengelolaan risiko TELKOM didasarkan pada pengelolaan risiko COSO Enterprise Risk Management Framework, yang sesuai dengan pengawasan internal yang telah diterapkan TELKOM. Analisis ditujukan untuk mengidentifikasi dan menilai besarnya dampak dan kemungkinan dari risiko-risiko operasional yang terjadi di TELKOM. Berdasarkan hasil analisa risiko operasional TELKOM yang teridentifikasi dari penelitian ini terdiri atas 90 risiko dan 19 jenis/kategori risiko. Dan risiko operasional TELKOM yang paling tinggi dampak dan kemungkinan terjadinya ada 2, yaitu Risiko Kebocoran Informasi dan Risiko Kepuasan Karyawan (Reward & Punish) Yang Kurang Seimbang. Dan solusi yang diberikan sebagai alternatif tindakan yang dapat dilakukan oleh TELKOM untuk menangani risiko-risiko tersebut adalah dengan Mengurangi Risiko. Katakunci: Risk Management, ERM (Enterprise Risk Management), Operational Risk, COSO framework
Front-Matter JMT Vol 14 No 2 2015 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front-Matter JMT Vol 14 No 2 2015
Pengelolaan risiko perusahaan pada bisnis kelistrikan Wiryono, Sudarso Kaderi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor risiko merupakan bagian yang selalu menyertai pada setiap proses pengambilan keputusan. Demikian halnya berlaku pula pada tatanan sebuah perusahaan, setiap ada tindakan pengambilan keputusan oleh manajemen, selalu disertai oleh adanya satu atau lebih risiko yang menjadi konsekwensi atas pengambilan keputusan tersebut. Permasalahannya adalah bukan bagaimana menghindari risiko, tapi bagaimana mengantisipasinya sehingga untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi manajemen sudah dapat mengukur bagaimana akibatnya dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan. Rangkaian antisipasi tersebut dituangkan secara sistematis dalam suatu dokumen resmi perusahaan yang dinamakan Enterprise Risk Manajement (ERM). ERM merupakan suatu disiplin yang memungkinkan manajemen dalam sebuah organisasi dapat mengindentifikasi, menilai (mengukur), mengawasi, mengembangkan kajian, mendanai dan memonitor seluruh potensi risiko dari segala sumber dengan tujuan meningkatkan nilai jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. ERM juga berfungsi sebagai kerangka kerja yang merupakan sarana untuk pengambilan keputusan manajerial pada semua level organisasi/perusahaan. Melalui ERM, perusahaan diharapkan dapat memandang risiko bukan hanya sebagai suatu ancaman ataupun hambatan, tetapi juga merupakan suatu peluang untuk meraih pasar melalui sumber daya dan daya saing yang dimiliki perusahaan. Dua dimensi utama dalam ERM meliputi: 1). Penentuan jenis-jenis risiko yang terdapat dalam organisasi/perusahaan 2). Penentuan langkah-langkah proses manajemen risiko. Riset ini mengkaji bagaimana pengelolaan risiko perusahaan itu bisa diterapkan pada bisnis kelistrikan di Indonesia. Untuk itu, Tim riset terlebih dahulu mempelajari konsep dan metode Pengelolaan Risiko Perusahaan pada Bisnis Kelistrikan (ERM in Electricity Business) yang telah berkembang di negara maju. Selanjutnya, dengan memperhatikan kondisi bisnis kelistrikan nasional, dijajagi kemungkinan penerapannya di Indonesia. Pembahasan ini dalam penelitian ini masih bersifat eksploratif. Oleh karena itu, perlu dilanjutkan dengan kajian dan penelitian lebih lanjut secara lebih spesifik, tajam dan mendalam. Katakunci: enterprise risk management, identifikasi risiko, pengukuran (assessment)risiko, mitigasi risiko
Model Implementasi Strategi sebagai Determinan Kinerja Perusahaan Pella, Darmin Ahmad; Sumarwan, Ujang; Daryanto, Arief; Kirbrandoko, Kirbrandoko
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai studi menunjukkan bahwa implementasi strategi jauh lebih penting daripada formulasi strategi.  Namun demikian, masih sedikit penelitian mengenai kerangka implementasi strategi untuk meningkatkan kesuksesan organisasi.  Penelitian ini mengembangkan model implementasi strategi yang berperan meningkatkan kualitas implementasi strategi perusahaan. Studi menganalisis pengaruh kualitas implementasi strategi terhadap kesuksesan implementasi strategi dan kinerja perusahaan. Survei dilaksanakan pada 62 perusahaan Indonesia dari berbagai bidang industri.  Data dianalisis secara statistik dengan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian menemukan pengaruh signifikan tujuh faktor tahapan implementasi dan sembilan faktor kapabilitas pendukung implementasi strategi terhadap kesuksesan implementasi strategi. Selanjutnya kesuksesan implementasi strategi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Faktor Utama Kesuksesan Wirausaha di Industri Pangan Vidyatmoko, Dyan; Rosadi, A. Husni Yasin
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.4

Abstract

Abstrak. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan wirausaha (entrepreneur) banyak diteliti di negara maju, namun kajian dengan topik sama di Indonesia masih terbatas. Dalam upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut, tujuan dari penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan entrepreneur di Jawa. Dalam penelitian ini digunakan tujuh faktor dengan 45 indikator kesuksesan kewirausahaan dan jumlah sample 34 orang pelaku wirausaha di Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung dan Bogor. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling signifikan mempengaruhi kesuksesan wirausaha terdapat lima faktor dominan dengan lima belas indikator yaitu faktor psikologis, faktor perilaku kerja, (3) faktor bentuk organisasi, faktor bantuan teknis, dan faktor kompetensi inti. Dibandingkan dengan konsep Kiggundu, terdapat tiga variabel baru yang memengaruhi kesuksesan entrepreneur yaitu motivasi, peluang, dan pengalaman bisnis. Hasil penelitian memberikan implikasi teoritis bahwa masih terdapat beberapa variabel yang dapat ditambahkan dalam menentukan faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan wirausaha. Implikasi managerial menunjukan bahwa penggunaan teori Kigundu dalam melakukan penelitian dengan kasus industri pangan di Jawa ternyata memberikan hasil yang komprehensif sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan wirausaha di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya dengan mempertimbangkan penambahan beberapa variabel sesuai dengan hasil penelitian.Kata kunci : wirausaha, faktor sukses, industri makanan, Jawa Abstract.Although factors that influence the success of entrepreneurs have been widely studied in developed countries, but only few of them were conducted in Indonesia. As an effort to fill this gap, this study is conducted with the purpose of analyzing factors that influence the success of entrepreneurs in the food industry in Java. In this research used seven factors with 45 indicators of entrepreneurial success and the amount of sample 34 entrepreneurs in Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung and Bogor. The analytical method used is multiple regression analysis with a validity test, reliability test and classical assumption, and qualitative analysis. The results showed that there were five dominant factors with fifteen indicators affecting the success of entrepreneurs in the industry. The five most dominant factor are psychological factor, working behavior factors, core competence factor, organizational form factor, and technical assistance factor. Compared to the concept of Kiggundu, there are three new variables affecting the success of entrepreneurs, i.e motivation, opportunities and business experience. This result provides theoretical implication that there are several variables that can be added to determine the success of entrepreneurs in the food industry. Managerial implications shows the use of Kiggundu theory, in conducting research with the case of the food industry in Java, provides comprehensive results that it can be used as a basis for formulating an entrepreneurial development policy in Java in particular and Indonesia in general, taking into account the addition of several variables in accordance with the results of research.Keywords: entrepreneur, success factors, food industry, Java