cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
The Effect of TQM Practices on Corporate Performance and Competitive Advantage as Mediating Variable: Study at Manufacturing Companies in Makassar, South Sulawesi Province munizu, musran
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study conducts a comprehensive review of the literature and develops a framework that links among TQM practices, competitive advantage, and corporate performance.The paper provides empirical support for direct and indirect effects of TQM practices on competitive advantage and corporate performance.The purpose of this research is to empirically investigate the impact of TQM practices on competitive advantage and corporate performance. The study utilized primary data obtained from a questionnaire method. 167 manufacturing companies were surveyed in Makassar, South Sulawesi. A total of 114 completed questionnaires were returned as final sample. Four hypotheses have been developed through literature review and tested using Structural Equation Modeling (SEM) by software of IBM SPSS and AMOS version 20. The result shows that TQM practices has significant effect on corporate performance and competitive advantage directly. TQM practices has significant effect on corporate performance through competitive advantage. Competitive advantage has significant effect on corporate performance. Corporate performance is more influenced by competitive advantage than TQM practices.Keywords: TQM Practices, Competitive Advantage, Corporate Performance, Quality Management, Operation Management
Tingkat Keaktifan Komite Audit dan Manajemen Laba di Indonesia Prabowo, Muhammad Agung
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.2.2

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menguji pengaruh tingkat keaktifan komite audit terhadap manajemen laba di Indonesia. Rerangka konseptual merujuk pada teori keagenan yang menyatakan bahwa tingkat keaktifan merupakan fondasi utama bagi komite audit untuk meningkatkan efektivitas monitoring. Teori ini memprediksi hubungan negatif antara tingkat keaktifan audit komite dengan manajemen laba. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2009 sampai 2014. Tingkat keaktifan mengacu pada jumlah rapat dan partisipasi anggota menghadiri rapat sedangkan manajemen laba diukur dengan rujukan pendekatan akrual. Analisa dilakukan dengan menggunakan regresi ordinary least square data panel. Hasil analisa menunjukkan bahwa frekuensi rapat berpengaruh secara insignifikan terhadap tingkat akrual, di lain pihak, tingkat partisipasi rapat berhubungan secara terbalik dengan akrual negatif. Hasil tersebut terbebas dari masalah sensitivitas interdependensi antar mekanisme governance internal. Namun demikian, temuan tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya masalah kontijensi terhadap pengukuran dan sifat sampel yang digunakan sebagai basis pengujian.Kata kunci: Komite audit, frekuensi rapat, teori agensi, monitoring, manajemen laba perusahaan.Abstract. This study tests the effect of audit committee activeness on earning management in Indonesia. The conceptual framework refers to agency theory which states that the level of activeness is the main foundation for audit committee to improve the effectiveness of monitoring. This theory predicts the negative relationship between audit committee activeness and earning management. The hypotheses are tested on the data collected from sampled manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange in the 2009-2014 periods. The level of audit committee activeness refers to the numbers of meetings and participation from audit committee members while earning management is measured by referring to accrual approach. The analysis is performed using ordinary least square regression on panel data. The analysis results show that the frequency of meeting has insignificant effect on accrual level, on the other side, the level of participation in the meeting has reverse relationship with negative accrual. The result is free from interdependence among internal governance mechanisms. However, the finding indicates the probability of contingency problem on the measurement and sample characteristic used as the basis in the analysis.Keywords: Audit committee, meeting frequency, agency theory, monitoring, company earning management.
Peran Current Reality Tree dalam Soft Systems Methodology Sandroto, Indah Victoria
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 3 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peter Checkland menawarkan Soft Systems Methodology (SSM) untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sifatnya complex-pluralist yang mana unsur kualitatif dan ketidakpastian cukup dominan. SSM terdiri dari tujuh tahap, yaitu: (1 dan 2) menemukan masalah, (3) memformulasikan definisi akar (root definition), (4) membangun model konseptual, (5) membandingkan model konseptual dengan 'realita', (6) menentukan perubahan, dan (7) mengambil tindakan. Kelemahan dari SSM terlihat pada transisi dari tahap 1 ke tahap 2, yaitu bagaimana cara menentukan apa yang menjadi masalah utama setelah sejumlah masalah (hasil pengumpulan informasi awal) muncul ke permukaan. Rich picture memang dapat menjadi alat bantu untuk memunculkan isu, konflik, dan hal-hal menarik lainnya yang ingin ditekankan. Tetapi bagaimanakah cara yang tepat untuk mengekspresikan apa yang menjadi akar dari permasalahan-permasalahan yang ada? Makalah ini menawarkan peran Current Reality Tree (CRT) sebagai cara untuk mencari akar permasalahan dan untuk melihat hubungan sebab-akibat antar masalah-masalah yang timbul. Dengan demikian, transisi dari tahap 1 ke tahap 2 memiliki kriteria yang lebih jelas. Sebuah studi kasus di sebuah perusahaan fashion di Jakarta ditampilkan pada makalah ini untuk menunjukkan peran CRT untuk mencari hubungan sebab-akibat dan akar permasalahan dari masalah-masalah yang timbul.Kata kunci:  Soft Systems Methodology, Theory of Constraints, Current Reality Tree
Pengambilan Keputusan Pemilihan Pemasok di Perusahaan Manufaktur dengan Metode Fuzzy ANP Govindaraju, Rajesri; Sinulingga, Jonathan Pratama
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.1

Abstract

Abstrak. Persoalan pemilihan pemasok merupakan masalah penting dalam perusahaan karena hal ini akan sangat menentukan kemampuan perusahaan untuk menjamin ketersediaan bahan baku produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan model pengambilan keputusan fuzzy-ANP (fuzzy analytic network process) dalam kasus pemilihan pemasok di sebuah perusahaan manufaktur. Metode gabungan fuzzy dan ANP digunakan karena selain perlu mempertimbangkan ketergantungan antar kriteria, juga ingin diminimalisasi ketidakpastian dan ketidaktepatan pada penilaian tingkat kepentingan tiap kriteria. Kerangka berpikir dari penelitian ini terdiri dari empat tahapan besar yaitu proses pembentukan kriteria dan subkriteria pemilihan pemasok, proses penentuan ketergantungan antar kriteria, proses pembobotan kriteria/subkriteria, serta proses penilaian pemasok. Proses pembobotan kriteria dihasilkan dari dua data yaitu data bobot kriteria tanpa dependency dan kriteria bobot dengan dependency. Proses pembentukan kriteria/subkriteria dan penilaian untuk menghasilkan bobot diperoleh dari pihak expert yang berada pada perusahaan tempat studi kasus penelitian dilakukan. Proses penilaian pemasok dilakukan dengan memberikan penilaian menggunakan 5 (lima) skala untuk masing-masing pemasok yang kemudian hasilnya akan diperbandingkan. Hasil dari metode ini adalah urutan ranking pemasok pada suatu proses pengadaan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa metode fuzzy ANP terbukti tepat digunakan dalam konteks pengadaan bahan baku pada kasus yang dibahas karena kriteria/subkriteria yang digunakan memiliki ketergantungan satu sama lain, serta mampu meminimalisasi ketidakpastian atau ketidaktepatan dalam melakukan penilaian. Dengan menggunakan metode ini, diperoleh kriteria yang memiliki bobot paling tinggi yaitu kriteria kualitas SDM yang mempengaruhi sebanyak 6 kriteria lainnya, diikuti dengan kriteria kualitas barang, reputasi pemasok, harga, dan metode pengiriman. Kata kunci: Fuzzy-ANP, model keputusan, multi criteria decision making (MCDM), pengadaan, pemilihan pemasok.Abstract. The issue of supplier selection is an important issue in the company because it will determine the company's ability to ensure the availability of raw materials in production. This study aims to establish a decision-making model for supplier selection which considers many criteria in which there is dependence between criteria. The method used is fuzzy-analytic network process (fuzzy-ANP). The combined fuzzy and ANP methods is used not only to consider dependencies between criteria, but also to minimize uncertainty and inaccuracy in the assessment of importance of each criterion. Four major stages used in the decision model, namely the establishment of supplier selection criteria and sub-criteria, the process of determining dependencies among the criteria, the weighting of the criteria/sub-criteria, and the last one is supplier assessment process. The process of weighting the criteria results in two data, criteria weights without dependency and criteria weights with dependency. The process of formation of criteria/sub-criteria and the ratings to generate weights were obtained from the experts from the company where case study was done. Supplier rsting process is done through assessment process using the 5 (five) scale rating. The results of rating for each supplier will then be compared. The results of this method is the ranking of suppliers in a certain procurement process. From this research it is known that the method used, fuzzy ANP, is proved to be appropriate considering that there are dependencies among the criteria/ sub-criteria used and the method is useful to minimize uncertainty or inaccuracy in the assessment process. By employing this method, criteria with the highest weight was obtained, that is quality of human resources which affect as much as 6 other criteria, followed by quality of product, supplier’s reputation, price, and delivery method.Keywords: Fuzzy-ANP, decision model, multi criteria decision making (MCDM), procurement, supplier selection
Quality Policy as a Manifestation of Strategic Plan at Bandung lnstitute of Technology,Indonesia Bijaksana, Satrio; Puradimaja, Deny Juanda
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 7, No 1 2008
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definition of quality in higher education has changed rapidly, especially in the last two decades, when quality assurance has turned into global issue in higher education management. In that context, Bandung Institute of Technology (ITB) has declared ITB Quality Policy 2006-2010 that symbolizes the institutional commitment to improve the quality in guided, continuous, and accountable manner. The Policy was developed based on the evaluation of the previous policy as well as the 2006-2010 strategic plan of ITB. Other than development guidelines on six different areas, the Policy also consists of a set of indicator and targets. In this conference, we will share the lessons learned from the development and implementation of this Policy. Keywords: quality policy, Institut Teknologi Bandung (ITB), higher education
Pengembangan Model lingkungan Bisnis untuk Industri kapal nasional Ma'ruf, Buana; Suwignjo, Patdono; Widjaja, Sjarief
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 1 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada model-model manajemen strategic yang ada, analisis lingkungan bisnis di dalam formulasi strategi pada umumnya dilakukan melalui intuitive subjective judgment oleh analis. Untuk industry galangan kapal yang memiliki beberapa karateristik khusus dan lingkungan bisnis yang kompleks, diperlukan analisis lingkungan yang lebih komprehensif sebagai input di dalam formasi strateginya. Paper ini menyajikan model-model bisnis untuk industry kapal nasional, yang dikembangkan berdasarkan hasil kuesioner stakeholders industry kapal. Data yang terkumpul (n=112) kemudian 'dianalisis faktor'. Model tersebut diberi nama ' faktor strategies dalam persaingan industry kapal'. Di tingkat bisnis, model tersebut dikembangkan menjadi model lingkungan bisnis bangunan baru dan model lingkungan bisnis reparasi kapal. Sebagaimana ditunjukkan pada model-model tersebut, sumberdaya tak berwujud memiliki peranan yang sangat penting di dalam menciptakan daya saing berkelanjutan pada industry ini. Kedua bidang usaha tersebut memiliki beberapa faktor strategis yang berbeda, baik faktor internal maupun faktor eksternalnya. Model-model tersebut dan bobot-bobot faktornya bersifat industry-based, sehingga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan galangan kapal nasional di dalam memformulasikan strategi bisnisnya. Hasil studi kasus pada salah satu galangan kapal nasional diberikan untuk menunjukkan aplikasi model-model tersebut, dengan menggunakan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evalution (EFE) Matrix, dan sebuah matriks portfolio (internal and External Matrix). Katakunci: manajemen strategic, model lingkungan, industry kapal, analisis faktor
Valuation of Information Technology Investment Using the Discounted Cash Flow and Real Options Analysis Triastiti, Lely; Anggono, Achmad Herlanto
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 11, No 3 (2012)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) planned to develop an IT-based integrated Customer Relationship Management (CRM) system called Unified TICARES in 2012 as a part of corporate strategic initiatives. The key question is whether the value of this investment is truly feasible for the company. The purpose of this thesis is to provide an IT-based investment valuation analysis using two approaches, namely the discounted cash flow (DCF) and real options analysis (ROA). It compares the results to find out whether different approach will arrive to different conclusions about the investment feasibility. The finding result from both approaches show that Unified TICARES is a promising investment, indicated by positive NPV. However, the result with ROA did not show much difference against the DCF approach. It indicates that the use of ROA is not always necessary to value an investment due to its complexity. The usefulness of ROA will be visible in valuing investments that involve complex configurations. ROA is also required when DCF is not sufficient to provide quantitative judgment on project that subject to high risk and uncertainty.
Pengaruh Finansial dan Non-Finansial Reward terhadap Niat dan Perilaku Karyawan dalam Knowledge Sharing Assegaff, Setiawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 3 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.3.4

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengaruh reward yang ditawarkan oleh organisasi terhadap niat dan perilaku karyawan dalam melakukan Knowledge Sharing (KS). Duadimensi reward akan ditinjau hubungannya terhadap niat dan perilaku karyawan dalam KS, yaitu finansial dan non-finansial reward. Theory Reason of Action (TRA) dan Theory Planed of Behavior (TPB) menjadi basis untuk mengembangkan konseptual model pada penelitian ini, model yang dikembangkan memiliki tiga hipotesis yang menggambarkan hubungan antar konstruk finansial reward dan non-finansial reward terhadap niat dan perilaku karyawan dalam KS. Model dan hipotesis yang dikembangkan di validasi melalui sebuah survei yang melibatkan 216 orang responden dari tiga institusi perbankan di Indonesia. Data hasil survei dianalisis dengan metode Structural Equation Model (SEM) melalui software Smart-PLS versi 2. Penelitian ini menemukan bahwa niat dan perilaku para pekerja di sektor perbankan Indonesia secara signifikan dipengaruhi oleh finansial reward yang ditawarkan oleh organisasi mereka, namun penelitian ini tidak menemukan pengaruh antara nonfinansial reward dengan niat dan perilaku karyawan dalam KS.Kata kunci: Finansial Reward, Non-Finansial Reward, Knowledge Sharing, Niat, Perilaku.Abstract. The goal of this research is to investigate how reward that offer by organization influencing the employee KS intention and behavior. The relationship between two dimension of reward such financial and non-financial reward and employee intention and behavior in KS will be explored in this study. Theory reason of Action (TRA) and Theory Planed of Behavior is applied as a basis to develop a conceptual model for this research. The conceptual model consists of three hypotheses that explain the relationship between financial and non-financial reward constructs with employee intention and behavior in KS. Model and hypotheses were validated by a survey; the survey participated by 216 respondents from three Bank Institution in Indonesia. Data from the survey was analyzing by Structural Equation Model (SEM) using Smarts PLS V2. This study reveals that employee intention and behavior in KS is influenced by financial reward; however this study did not find any relationship between non-financial reward and employee intention and behavior in KS.Keywords: Financial Reward, Non-Financial Reward, Knowledge Sharing, Intention, Behavior
Konsep Corporate Governance di Indonesia: Kajian atas Kode Corporate Governance Kamal, Miko
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 10, No 2 2011
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia kosep corporate governance secara resmi diperkenalkan pada tahun 1999 manakala Pemerintah membentuk Komite Nasional Corporate Governance (KNCG). Sebagaimana negara-negara lainnya, melalui KNCG membuat kode corporate governanance nasional pada tahun 2000, yang kemudian direvisi pada tahun 2006. Kode ini merupakan referensi bagi seluruh perusahaan di Indonesia termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN Indonesia diatur melalui Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Menurut undang-undang ini, perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) dan perusahaan umum (Perum) adalah dua bentuk BUMN. BUMN PT terbagi dua, yakni BUMN PT terbuka dan BUMN PT tertutup. BUMN terbuka adalah BUMN yang sahamnya dijual di bursa efek atau sahamnya terbagi dalam penguasaan banyak orang (fragmented), sedangkan BUMN PT tertutup dan Perum adalah BUMN yang sahamnya terkonsentrasi pada tangan Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Dengan demikian, kode corporate governance Indonesia berlaku untuk seluruh BUMN, termasuk BUMN PT tertutup dan Perum.Sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara, karatekristik utama BUMN PT tertutup adalah kepemilikan yang terkonsentrasi. Artikel ini membahas pemberlakuan kode corporate governance Indonesia terhadap BUMN tertutup; apakah kode ini cocok untuk BUMN PT tertutup, maksudnya kode dapat menjadi instrument dalam menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi BUMN PT tertutup. Kode Indonesia sangat penting untuk didiskusikan sebab sebuah kode nasional adalah jiwa dari pemberlakuan sistem corporate governance suatu negara.Kata  kunci:  corporate  governance,  kode  corporate governance,  badan  usaha  milik  negara,  dan Indonesia
PENGUJIAN MODEL OPSI GARCH UNTUK PENENTUAN HARGA PREMI OPSI SAHAM KETIKA BARRIER DIBERLAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Hendrawan, Riko; Haruman, Tendi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 2 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to test the accuracy of GARCH Option Model for pricing stock option contract on Astra International, BCA, Indofood and Telkom when barrier is exist at The Indonesia Stock Exchange. Utilizing intraday stock movement and stock option contract data, simulation is conducted using actual data. To test the accuracy of GARCH Option Model, average percentage mean squared error is used to compare simulated premium with its payoff at its maturity date. The finding from this research are one month option average percentage means suared error of GARCH Option Model is three point fifty one percent, two month option is six point sixty one and three month option is seven point sevently nine percent.Katakunci: ARIMA, Derivative, Stock Option Contact, Barrier Option, GARCH Option Model, Indonesia Stock Exchange