cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Penggunaan Soft System Methodology dan Grounded Theory dalam Membangun Teori pada Penelitian Proses Strategi (Strategy Process Research) , Widjajani; Djajadiningrat, Surna Tjahja; Lubis, Hari; Yudoko, Gatot
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 1 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu subbidang dalam penelitian Manajemen Strategi ialah penelitian proses strategi (strategy process research) yang dapat menjelaskan bagaimana perusahaan mencapai dan memelihara posisi melalui tindakan-tindakan yang deliberate dan trial-and-eror. Penelitian proses strategi memerlukan sederet metoda-metoda yang lebih mendalam misalnya dengan metode penelitian Grounded Theory yang dapat menghasilkan suatu teori. Dalam penurunan teori pada metode penelitian Grounded Theory menggunakan aturan pengkodean dengan maksud menganalisis data menjadi model-model konseptual. Proses pemodelan di dalam Grounded Theory kemudian dapat diperkuat dan distrukturkan dengan menggunakan Soft System Methodology sehingga mempermudah dalam proses analisis data dalam membentuk teori. Keywords:Grounded Theory, Soft System Methodology, strategy process research
How Consumer's Demographics and Characteristics Influence Lunchtime Eating Behavior? (Case of Undergraduate Students in Bandung City) Tsuruya, Yuki; Arai, Takeshi; Putro, Utomo Sarjono; Novani, Santi; Morimoto, Hidetsugu
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.2.7

Abstract

Abstract.  The current paper examined the level of food or store priorities of undergraduate students in Bandung City to promote better understanding of young generation in Bandung City. Based on two authors' theoretical foundation and Health Promotion Model, student's demographics, characteristics, food choice determinants, and store choice determinants are used as dimension that may consist of eating behavior. The questionnaire's survey of lunchtime eating behavior to the two universities, i.e., Institute Technology Bandung (ITB) and Parahyangan Catholic University (UNPAR) in Bandung City. The Selection of respondents took simple random sampling. Mann-Whitney U-test, Kruskal-Wallis test and ANOVA were used to examine the effect of consumer demographics and consumer characteristics for food and store choice determinants. A total of 251 undergraduate students participated; 54.6% were Males (n=137) and 45.4% were Females (n=114). Most of respondents were Moslem (48.4%) or Christian (40.6%). “Calorie”, “Degree of Congestion”, and Atmosphere (interior and exterior) were less important when they choose food or store. Moslem respondents tend to care food nutrient compared to the other religions. The result of this study is the priority of choosing food and store by respondents and showed national difference by using previous related research. Keywords: Eating Behavior, Food Choice Determinants, Store Choice Determinants, Bandung City, Undergraduate Students.Abstrak. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis perilaku konsumsi makanan khususnya generasi muda di Kota Bandung secara komprehensif. Melalui penelitian ini dihitung prioritas pilihan makanan dan tempat berbelanja makanan bagi mahasiswa. Demografi mahasiswa, karakteristik, determinan pilihan makanan, dan pilihan tempat berbelanja makanan menjadi dimensi yang akan menjelaskan tingkah laku untuk mengkonsumsi makanan pada para mahasiswa ini. Perilaku konsumsi makanan pada saat makan siang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner  melalui survei ke dua kampus di Bandung, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Sedangkan untuk Statistika yang digunakan adalah Mann-Whitney U-test, Kruskal-Wallis test, dan ANOVA untuk menganalisis efek demografis konsumen dan karakteristik makanan yang dibeli, serta tempat berbelanja makanan yang dipilih. Survey dilakukan kepada 251 responden dengan proporsi 54.6% (n=137) laki-laki dan 45.4% (n=114) perempuan. Mayoritas responden adalah muslim (48.4%) dan Kristen (40.6%). Jumlah kalori, tingkat keramaian, dan suasana (interior dan eksterior) tidak terlalu diperhitungkan dalam memilih tempat berbelanja makanan. Hasil dari penelitian ini adalah prioritas memilih makanan dan tempat belanja oleh responden serta perbedaan secara nasionalis dengan menggunakan penelitian terdahulu yang berkaitan.Kata kunci: Perilaku konsumsi makanan, Determinan pilihan makanan, Determinan tempat berbelanja makanan, Indonesia, Mahasiswa
Analisis kualitas pelayanan jasa penerbangan,Studi kasus: Garuda Indonesia kelas ekonomi Wiryono, Sudarso Kaderi; Diahmarrisa, Trisetiani
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 2, No 1 2003
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komitmen akan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pelanggan merupakan prasyarat utama dalam menunjang keberhasilan bisnis, khususnya pada industry jasa. Pelanggan jasa terlibat langsung dalam proses produksi jasa itu sendiri. Oleh sebab itu, pelanggan jasa sangat bergantung dari siapa dan bagaimana jasa tersebut diberikan. Karena keberhasilan proses produksi jasa tersebut sangat tergantung dari penilaian pelanggan, maka adalah sangat penting untuk memperhatikan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan suatu jasa. Metode SERVQUAL yang dikembangkan oleh Zeithami, Parasuraman, dan Berry (1990) adalah salah satu metode dalam mengukur kualitas pelayanan dalam bidang jasa. Metode SERVQUAL ini membagi kualitas pelayanan ke dalam lima dimensi, yakni: tangibles, reliability, assurance, responsiveness, dan empathy. Kelima dimensi tersebut harus diramu dengan baik. Apabila tidak, hal tersebut dapat menimbulkan kesenjangan antara perusahaan dengan pelanggan, karena perbedaan persepsi mereka tentang wujud pelayanan. Parasuraman et.al juga mengindentifikan bahwa terdapat lima jenis kesenjangan (gap) yang terjadi dalam model konseptual kualitas pelayanan. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan, bagaimana kualitas pelayanan jasa penerbangan Garuda Indonesia khususnya untuk kelas ekonomi dari sudut pandang pelanggan. Dengan mengacu pada Metode SERVQUAL yang dikembangkan Parasuraman et.al (1990), analisis kualitas pelayanan jasa penerbangan Garuda kelas ekonomi tersebut akan ditinjau dari dua gap, yakni gap 5 dan gap 1.Katakunci: kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, SERVQUAL, analisa kesenjangan, pelayanan jasa
Analisis Pengaruh Total Returns terhadap Tingkat Engagement Dosen Institut Teknologi Bandung Wulandari, Purwanti; Gustomo, Aurik
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 10, No 3 2011
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human resources aspect is one of crusial support in applying 'tridharma perguruan tinggi', includes ITB. ITB human resources management as well, especially to the lecturer as intellectual asset, will provide great added value to ITB. The establishment of the ITB lecturers' engagement must be pursued continuously. This research aims to determine the effect of total returns which includes compensation, state/recognition, and development opportunities to ITB's faculty engagement. The study used questionnaire which is spread to the lecturers in 12 Faculty/School at ITB. Respondent selected by simple random sampling method. Multiple regression analysis was used to estimate and test the model. The result of this study showed that recognition as independent variable had significantly affected the level of employee engagement. Whereas, compensation and development opportunity variables did not significantly affect ITB's lecturer engagement. The effect of moderator, age and tenure showed by as long as age and tenure increase, employee engagement was raised equally to compensation measurement. Result indicated that age and tenure positively influenced relationships between compensation and employee engagement but did not affect the relationships between recognition and development opportunity with employee engagement.Keywords: employee engagement, total returns, compensation, recognition, development opportunity,ITB.
Pengaruh Modal Sosial pada Perilaku Berbagi Pengetahuan dan Kinerja: Studi Kasus di Pemasok Komponen Otomotif Astra Group Sukoco, PhD, Badri Munir; Hardi, Hardi Hardi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the biggest automotive group producer in Indonesia, Astra Group maintains relationship with its suppliers extensively, in which suppliers with small and medium enterprises (SMEs) for motorcycle reach 94% while automobile for about 60%. The existing relationships create strong social capital and offer positive consequences for both parties. Using social capital theory, this study empirically tests the effect of social capital on knowledge sharing between buyer (Astra Group) and supplier as well as suppliers' performance. Further, this study argues that perceived interdependency to the buyer could moderate the effect of social capital on suppliers' performance. Based on a survey among 211 suppliers' of Astra Group, the results indicate that social capital mainly influences suppliers' performance. The moderating effect of interdependency is not confirmed in this study. Consistent with the developed hypotheses, relational social capital is developed by cognitive and structural social capital. Managerial and academic implications are presented in this study.Keywords: social capital, knowledge sharing, suppliers' performance, interdependency, Astra Group
Tingkat Persaingan Bank dan Risiko Sistemik Perbankan: Kasus Indonesia Wibowo, Buddi; Siantoro, Andree Prasetyo
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.3.1

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat persaingan bank terhadap risiko sistemik perbankan di Indonesia untuk periode 2010-2014. Dengan menggunakan metode Lerner Index sebagai pengukuran tingkat persaingan bank dan metode Merton's distance-to-default sebagai basis pengukuran risiko sistemik, hasil riset menunjukan tingkat persaingan individual bank secara signifikan berpengaruh negatif terhadap risiko sistemik perbankan Indonesia. Semakin rendah tingkat konsentrasi pasar perbankan akan menurunkan tingkat risiko sistemik. Tingginya tingkat persaingan bank mendorong bank-bank untuk mendiversifikasikan risiko-risikonya sehingga menyebabkan sistem perbankan semakin kokoh.Kata kunci: Risiko sistemik, persaingan bank, distance-to-default, lerner index, profitabilitasAbstract. The objective of this research is to measure the effect of individual bank competitiveness on bank systemic risk in Indonesia during 2010-2014. Using Lerner Index to measure bank degree of competitiveness and Merton's distance-to-default to measure systemic risk, result a significant negative relationship between bank degree of competitiveness and systemic risk. The less concentrated of banking market cause systemic risk reduction. The greater bank degree of competitiveness encourages banks to take more diversified risks, causes a fragile banking system.Keywords: Systemic risk, bank competition, distance-to-default, lerner index, profitability
System dynamics modelling for e-government implementation: a case study in Bandung City, Indonesia Alfanura, Farah; Arai, Takeshi; Putro, Utomo Sarjono
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 2 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Governments  around  the  world  have  developed  e-Government  programs  hoping  to  obtain  great benefits. However, many e-Government projects have failed to deliver their promises. Some of such failures  are  thought  to  be  the  results  of  lack  of  understanding  about  the  relationships  among 'technologies',  'information  use',  'organizational  factors',  'social  contexts  involved  in  the  selection, implementation and use of information and communication technologies (ICT)'. These factors stated above might have produced mismatches and unintended consequences. This research draws on not a few precedent studies as to those factors, and the case of the e-Government program in Bandung municipality, Indonesia, is assumed as a typical example of municipalities in developing nations. In this study, a simulation tool which helps to find the best way to create the efficient and useful e-Government is presented. In particular, the model, which is the core of the simulation tool, takes not only the supply side perspective which describes the mechanism of creating and operating the e-Government system but also the demand side perspective which explains the people's intention of communicating with the eGovernment  and  their  behaviors  toward  it.  The  simulation  tool  is  constructed  based  on System Dynamics as an integrated and comprehensive approach to understand the e-Government and its use. Because of lack of suitable statistical data, simulations were carried out by using subjectively estimated but plausible values of parameters after the sensitivity analysis. From the results of simulations, very complicated trade-off relationships among the allocated project budgets to different types of programs were suggested.Keywords: e-government, demand side perspective, supply side perspective, system dynamics
Critical Success Factors to Develop an Innovative Learning-Cluster: Empirical Analysis of Footwear Industrial Cluster in East Java Prihadyanti, Dian
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.2.1

Abstract

Abstract. Cluster approach has attracted discussion among scientists and has been widely used for economic development today. Various studies have shown that clusters can provide economic benefits and become source of economic growth. Many literatures have studied about cluster, but there is still necessity in identifying factors to develop an innovative learning-cluster. This paper proposes the critical success factor to develop an innovative learning-cluster. Through case study in a footwear cluster in Indonesia, it is found that several categories are not sufficient and needs to be strengthened. General preconditions become the foundation or the initial base, while networks & partnership, institutional capacity, and market & infrastructure for learning become the boosting factor. This indicates that there is a process which has to be passed to develop an innovative learning-cluster and it cannot directly be created from its establishment. For footwear cluster, technical skill and knowledge of human resources, particularly designer and marketing personel becomes key factor for learning to achieve innovation. Government policy becomes a limiting factor to form an innovative learning-cluster. Leadership factors also plays important role to direct strategic vision for the cluster.Keywords: Innovative learning-cluster, success factors, innovation capacity, innovation performance, cluster developmentAbstrak. Pendekatan kluster telah menjadi bahan diskusi bagi peneliti dan saat ini telah banyak diterapkan dalam rangka pengembangan ekonomi. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa kluster dapat memberikan manfaat ekonomi serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Berbagai literatur mengenai kluster telah banyak berkembang, akan tetapi masih terdapat kebutuhan untuk mengidentifikasi faktor-faktor untuk membangun sebuah innovative learning-cluster. Tulisan ini berupaya mengemukakan faktor-faktor penentu kesuksesan bagi pengembangan sebuah learning-cluster yang inovatif. Melalui studi kasus pada kluster industri alas kaki di Indonesia, diperoleh temuan bahwa beberapa kategori faktor tidaklah cukup dan masih perlu diperkuat untuk membentuk suatu learning-cluster yang inovatif. General preconditions menjadi dasar atau basis awal pengembangannya, sementara networks & partnership, institutional capacity, serta market & infrastructure untuk pembelajaran menjadi boosting factors. Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat proses yang harus dilewati untuk mengembangkan sebuah innovative learning-cluster, serta tidak dapat langsung diciptakan sejak awal pendiriannya. Untuk kluster alas kaki, technical skill dan knowledge yang dimiliki sumberdaya manusia khususnya desainer dan personel pemasaran menjadi faktor kunci bagi pembelajaran untuk menghasilkan inovasi. Kebijakan pemerintah menjadi limiting factor untuk membentuk learning-cluster yang inovatif. Sementara itu, faktor kepemimpinan juga memegang peranan penting bagi visi stratejik pengembangan kluster.Keywords: Innovative learning-cluster, faktor penentu kesuksesan, kapasitas inovasi, innovation performance, pengembangan kluster
Peta Persepsi Multi Atribut dan Penyedia Jasa Transportasi menuju Bandara Soekamo Hatta di Kota Bandung Nasution, Reza Ashari; Aprianingsih, Atik; Handayani, Febiya Anggayesti
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 7, No 2 2008
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan di sektor jasa transportasi dari Bandung ke bandara Soekarno Hatta di Jakarta semakin marak dengan adanya penerbangan tarif rendah dan dibukanya jalan tol Cipularang. Melalui sebuah penelitian diketahui bahwa konsumen memilih penyedia jasa berdasarkan tujuh atribut, yakni harga, sistem reservasi tiket, fasilitas kendaraan, sikap pegawai, kualitas pelayanan, jaminan keberangkatan, dan sistem keberangkatan (door to door dan point to point). Di dalam tulisan ini ditampilkan peta persepsi setiap penyedia jasa menggunakan Multi Dimensional Scaling berdasarkan enam atribut karena persepsi mengenai harga sudah dipelajari di dalam penelitian lainnya. Katakunci: Jasa transportasi, persepsi, Multi Dimensional Scaling, Multi Attribut
Rancangan Kerangka Sistem Manajemen Kinerja Kontekstual pada PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten Wibisono, Dermawan; Akhyar, ,; Sardjana, I Nyoman
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 5, No 1 2006
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mengemukakan rancangan sistem manajemen kinerja yang kontekstual terhadap kebutuhan PT. PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (PLN DJBB) menggunakan kerangka kerja the Balanced Scorecard (BSC) sebagai pengganti metode Key Performance Indicators (KPI) yang digunakan perusahaan saat ini. Kelemahan metode KPI yang saat ini diterapkan menyangkut kerangka kerja yang tidak komprehensif, pemilihan variable yang terikat pada aspek birokratik yang hanya didasarkan atas keputusan Menteri Negara BUMN, terlalu menitikberatkan pada aspek keuangan dan tidak mengeksplorasi intangible assets. Dengan metode baru yang diusulkan, semua kelemahan tersebut dapat dipecahkan sehingga penilaian kinerja perusahaan lebih akurat dan responsive dalam menghadapi persaingan maupun melayani pelanggan. Kerangka kerja yang dipakai dalam perancangan sistem manajemen kinerja yang kontekstual terhadap kebutuhan PLN DJBB dalam paper ini menggunakan pendekatan BSC yang mengukur kinerja perusahaan secara menyeluruh dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Mekanisme perancangan yang ditempuh melalui analisis sistem KPI saat ini, rancangan matriks TOWS,peta strategi, dan penentuan variable kinerja yang kontekstual dalam tiap perspektif. Katakunci: manajemen kinerja, the balanced scorecard, PLN.