cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
PERKIRAAN INFLASI TAHUNAN: FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT Dhewanto,, Ir. Wawan; Maulina, Rindawati
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 5, No 2 2006
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran dan inflasi menimbulkan banyak akibat buruk pada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Sampai saat ini, pengangguran dan inflasi masih merupakan masalah besar yang belum dapat terpecahkan secara optimal di Indonesia. Dampak inflasi dapat berpengaruh pada dua kelompok besar masyarakat yaitu masyarakat konsumen dan masyarakat produsen. Dampak yang paling utama dari inflasi terhadap masyarakat konsumen adalah menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya jumlah masyarakat golongan ekonomi bawah, dan semakin tingginya tingkat pengangguran dan kejahatan (masalah social). Sedangkan dampak inflasi terhadap masyarakat produsen adalah meningkatnya biaya operasional serta biaya ekstensifikasi usaha sehingga dapat pula menurunkan kesempatan kerja dan menambah tingkat pengangguran di Indonesia. Meskipun inflasi sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat maupun Negara, namun tidak setiap orang memahami arti pentingnya inflasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam makalah ini dilakukan peramalan angka inflasi yang dihitung dengan menggunakan beberapa metode peramalan. Selanjutnya hasil peramalan dibandingkan dengan sasaran inflasi BI tahunan yaitu sebesar 7% dengan menggunakan beberapa skenario. Secara garis besar, scenario yang dipaparkan terdiri dari tiga kondisi, yaitu skenario dasar, skenario pesimistik dan skenario optimistik. Untuk keperluan peramalan digunakan 11 metode peramalan yaitu: simple average, moving average, moving average with trend, weighted moving average, single exponential smoothing, single exponencial smoothing with trend, double exponential smoothing, double exponential smoothing, linear regression dan holt winters additive/multiple algorithm. Metode-metode ini sangat baik untuk peramalan jangka pendek. Pencarian hasil peramalan yang terbaik dipilih menggunakan alat ukur statistic MSE (Mean Square Error) dengan pertimbangan tingginya sensitivitas alat ukur statistik tersebut. Proyeksi angka sasaran inflasi tahunan (skenario dasar) yang dihasilkan adalah sebesar 7,36%. Angka ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu interaksi permintaan dan penawaaran agregat, nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan serta ekspektasi inflasi dari masyarakat. Diharapkan dari metodologi yang dijabarkan dapat memberikan kontribusi pada Bank Indonesia dalam perumusan kebijakan moneter beserta pemerintah, khsusunya dalam memperkirakan angka inflasi tahunan. Katakunci: inflasi, metode peramalan, kebijakan moneter
PREDIKSI PENGGUNAAN AKTUAL E-TOLL CARD DENGAN PENDEKATAN PERSAMAAN MODEL STRUKTURAL Gunadi, Aldio Pramudia; Sihombing, Sabrina Oktaria
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.2.3

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan-hubungan antar variabel dalam memprediksi penggunaan aktual inovasi jasa. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah pengaruh resistensi terhadap perubahan, nilai yang dirasakan, sikap terhadap inovasi jasa, niat untuk menggunakan inovasi jasa, dan kepribadian inovatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode non-probabilitas sampling. Jumlah responden adalah sebanyak 212 responden. Data kemudian dianalisa dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan bahwa tiga dari lima hipotesis didukung. Ketiga hipotesis tersebut adalah niat merupakan prediktor yang signifikan terhadap penggunaan inovasi jasa.  Niat itu sendiri juga dipengaruhi oleh sikap terhadap inovasi jasa. Nilai yang dirasakan merupakan prediktor yang signifikan atas sikap terhadap inovasi jasa. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap perubahan dan kepribadian inovatif bukan merupakan prediktor yang signifikan terhadap niat untuk menggunakan inovasi jasa. Penelitian ini juga memberikan keterbatasan dan saran untuk penelitian selanjutnya. Kata kunci: transportasi, penggunaan aktual, E-toll card, inovasi jasa, SEMAbstract. The purpose of this study is to examine the relationships between variables in predicting the actual use of innovation services. The variables in this study include resistance to change, perceived value, attitude towards innovation services, the intention to use the innovation services, and innovative personality. Data collection techniques in this study conducted by questionnaire with non-probability sampling method. The number of respondents was 212 respondents. Data was then analyzed by Structural Equation Modeling (SEM). Results showed that three out of five hypotheses are supported. Those hypotheses include the intention of a significant predictor of the use of innovation services. Intention itself is also influenced by the attitude towards innovation services. The perceived value is a significant predictor of the attitude towards innovation services. However, the results showed that the resistance to change and innovative personality is not a significant predictor of the intention to use the innovation services. This study also provides research limitations and suggestions for further research.Keywords: transportation, actual use, E-toll card, service innovation, SEM
A HYBRID KB-AHP-GAP ANALYSIS FOR THE PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM IN A MANUFACTURING ENVIRONMENT. PART 2: THE DETAILED PMS SYSTEM Wibisono, Dermawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 2, No 2 2003
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents on designing and managing performance of a manufacturing unit from the corporate level to the shop floor level. A Hybrid Knowledge Based (KB) Analytic Hierarchy Process (AHP) Gauging Absence of Pre-requisite (GAP) analysis of Performance Measurement System (PMS) Model is developed that considers five levels of company performance: Business Perspective, Customers Perspective, Manufacturing Competitive Priorities Perspective, Internal Process Perspective, and Resources & Method Availability Perspective. The research validation was confined to four industry sectors: aircraft component manufacturing, electronics manufacturing, computer and office equipment manufacturing and telecommunication product manufacturing. The results of the validation exercise indicate that the present Hybrid PMS Model is suitable decision-making tool to assist the practitioners of PMS and provides consistent and detailed results. Keywords: Performance Measurement System, Knowledge Based, Analytic Hierarchy Process, GAP Analysis, Manufacturing
Match the New Product Development Project with its Context: Case Study of Composite Manifold in Wavin NV, Netherlands Prasetio, Eko Agus
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper provides the frameworks and tools for matching the innovation and new product development project with its context in Wavin N.V., a European plastics converting company which develops, manufactures and markets total pipe systems. Where Wavin moves into new segment, Wavin applies its conventional internally-oriented approach to its innovation and new product development and as a consequence, it faces problems in terms of delay of time to market and increasing costs. The development of composite manifold is taken as an illustrative case of the problem that Wavin is facing. As indicated by the case, Wavin is trapped in a “one-size-fits-all” approach in its innovation and new product development process. The paper is developed through the use of primary research in the form of in-depth interview and case-study discussions with innovation managers, program managers and marketing managers in Wavin’s headquarters (Netherlands) and other European countries, and secondary research in the form of company data analysis and extensive literature review. Frameworks of newness and risk map as well as the corresponding scoring systems is elaborated and developed to increase the efficiency and effectiveness in Wavin’s NPD.
MODEL BEHAVIOURAL SCORING PADA BISNIS PEMBIAYAAN KONSUMEN MENGGUNAKAN ANALISIS DAYA TAHAN (STUDI KASUS: PT KARYA BESAR CABANG BOGOR) Setiawan, Andi; Siregar, Hermanto; Maulana, Tubagus NA
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.1.3

Abstract

Abstrak. Kompetisi dalam industry jasa keuangan mendorong peningkatan risiko kredit. PT. Karya Besar sebagai perusahaan jasa keuangan harus mengelola risiko kreditnya secara efektif untuk meminimalkan tingkat non perfoming loan (NPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel yang signifikan mempengaruhi risiko kredit, mengukur potensi risiko kredit berdasarkan model behavioural scoring.  dan mengembangkan strategi pengelolaan account  secara efektif dan efisien. Peluang gagal bayar diprediksi dengan  model behavioural scoring yang menggunakan nalisa daya tahan. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara variabel yang bergantung dengan waktu dan variabel yang statis dalam model cox proportional hazard. Variabel Delinquency, down payment, installment to income ratio, dan balance hutang signifikan secara statistik dalam model behavioural scoring. Strategi pengelolaan account yang efektif dan efisien akan dikembangkan berdasarkan model behavioural scoring. Hasil simulasi penerapan model behavioural scoring menunjukkan penurunan tingkat NPL dan biaya operasional.Kata kunci : Cox Proportional Hazard, Daya Tahan, Jasa Keuangan, Non Perfoming Loan, Risiko KreditAbstract. Competition in financial service industry push the  increasing of credit risk. PT. Karya Besar as a financial service company has to manage the credit risk to efectively minimize non perfoming loan. The research aims to identify variables that have significant influence on the credit risk, to measure the potential of credit risk based on behavioural scoring model, and to develop effective and efficient account management strategies. Probability of default is predicted with behavioural scoring model using  survival analysis. This research propose combination of time dependent covariates and static covariate in cox proportional hazard model.  Delinquency, down payment, installment to income ratio, and balance are statistically significant default predictor in behavioural scoring model. Effective and efficient account management strategies will develop based on behavioural scoring model. Simulation result of behavioural scoring model implementation show reducing Non perfoming loan and operational cost. Keyword :  Cox Proportional Hazard, Credit Risk, Financial Service, Non Perfoming Loan, Survival
MODEL KELEMBAGAAN PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS AGROINDUSTRI KAKAO DI KABUPATEN PIDIE JAYA PROVINSI ACEH Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Bantacut, Tajuddin; Raharja, Sapta
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2018.17.3.6

Abstract

Abstrak. Kelembagaan memiliki peran utama dalam menentukan keterpaduan dan keberlanjutan pengembangan agrowisata berbasis agroindustri kakao dengan cara mengurangi ketidak teraturan melalui pembentukan suatu struktur yang stabil bagi interaksi manusia yang terlibat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model kelembagaan pengembangan agrowisata berbasis agroindustri kakao yang ideal dengan pendekatan sistem menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Input data berasal dari panel pakar ahli berjumlah lima orang berlatar belakang akademisi, peneliti, praktisi, dan dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan skenario yang dipilih untuk model kelembagaan agrowisata berbasis agroindustri kakao adalah model lembaga kemitraan. Model lembaga kemitraan diyakini lebih efektif dalam mencapai tujuan utama pengembangan agrowisata berbasis agroindustri yaitu menumbuhkan ekonomi masyarakat lokal berbasis teknologi melalui pengintegrasian usaha yang terpadu dan berkelanjutan. Dalam pencapaian tujuan tersebut juga diperlukan peran aktif dan sinergisitas dari berbagai stake holder yang terlibat seperti pengelola, perguruan tinggi, dinas terkait, kelompok tani serta lembaga keuangan. Disamping itu perlu juga diperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi pengembangan seperti potensi pasar, ketersediaan sumberdaya manusia dan teknologi, kebijakan pemerintah, serta dukungan kelembagaan.Kata kunci: Analitycal hierarchy process, business communication, kelembagaan, kemitraan, strategiAbstract. Institutional has a major role in determining the integrity and sustainability of agro-tourism based on cocoa agroindustry development by reducing the irregularity through the establishment of a stable structure for human interaction involved. This study aimed to produce an institutional model of agro-tourism based on ideal cacao agroindustry development with system approach using Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Input data came from a panel of experts consisting of five people with academic, researchers, practitioners, and related departments background. The result of the research showed that the chosen scenario for agro-tourism based on cacao agroindustry institutional model was the model of partnership institution. The partnership institution model was believed to be more effective in achieving the main objective of agro-tourism based on agroindustry development that was develop the local community economic based on technology through the bussiness integration and sustainable. In achieving these objectives also required the active role and synergicity of various stakeholders involved such as managers, universities, related agencies, farmers groups and financial institutions. Besides, it should also be considered aspects that affected the development such as market potential, availability of human resources and technology, government policy, and the institutional support.Keywords: Analytic hierarchy process, business communication, institutions, partnership, strategy
MODEL GRAFIK DENGAN RATING MULTI ATRIBUT (GMMR) DALAM RESOLUSI KONFLIK TRANS METRO BANDUNG Alamanda, Dini Turipanam; Putro, Utomo Sarjono; Hermawan, Pri; Utomo, Dhanan Sarwo
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 9, No 2 2010
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi rekomendasi pada Dishub kota Bandungdalam rangka menyelesaikan konflik pada pengoperasian Trans Metro Bandung. Pada penelitian ini dikombinasikan pendekatan jaring nilai ko-opetisi, Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) dan Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Hasil penggabungan antara GMCR dan SMART kemudian disebut sebagai Graph Model with Multi-attribute Rating (GMMR). GMMR dapat secara kuantitatif mengukur peningkatan keuntungan yang diperoleh seorang aktor kala ia memilih suatu skenario resolusi tertentu. Dengan menggabungkan GMMR dan jaring nilai ko-opetisi,dapat dibandingkan perbedaan keuntungan antar skenario resolusi pada frame yang berbeda, sedemikian hingga dapat dipilih frame yang memiliki skenario resolusi dengan keuntungan yang lebih tinggi. Melalui penelitian ini dapat direkomendasikan frame dan skenario resolusi dengan peningkatan keuntungan yang optimal bagi Dishub dalam menyelesaikan konflik TMB.Kata kunci: GMCR, SMART, Konflik, Teori Permainan, Trans Metro Bandung (TMB)
PENGUJIAN PECKING ORDER THEORY TERHADAP PERUSAHAAN SURPLUS NON KEUANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA Monica, Joedith; Pramesti, Muthia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.2.6

Abstract

Abstrak. Pentingnya mengetahui apakah sebuah perusahaan menguntungkan, dapat dilihat dengan mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami surplus atau sebaliknya. Penelitian terhadap perusahaan, dalam kondisi surplus masih jarang, dikarenakan hampir mayoritas penelitian dalam pecking order theory di Indonesia hanya terfokus pada satu atau beberapa sektor saja. Diantara beberapa struktur modal, yang dipilih adalah pecking order theory, dikarenakan teori ini merupakan teori yang dinamis sesuai dengan pasar yang tidak sempurna dibandingkan dengan teori struktur modal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI mengikuti pecking order theory, apakah perusahaan surplus mengikuti pecking order theory dan apakah perusahaan surplus menggunakan surplus yang dmiliki untuk membayar hutang perusahaan. Metode penelitian menggunakan software E-views 9, dimana pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Temuan dari penelitian yaitu perusahaan non keuangan di indonesia tidak mengikuti pecking order theory, perusahaan surplus tidak mengikuti pecking order theory untuk membayar utang terlebih dahulu dan perusahaan surplus tidak membayar utang menggunakan surplus yang dimiliki.Kata Kunci: Struktur modal, pecking order theory, keputusan pendanaan, surplus, utangAbstract. The importance of knowing that a firm is profitable, can be seen whether the company surplus or the otherwise. The study related to pecking order theory for surplus firm is still rare, since almost the majority of research in pecking order theory in Indonesia is focused only on one or more sectors. Among the several capital structures, the chosen is pecking order theory, because this theory is a dynamic theory in accordance with the market which is not perfect compared with other capital structure theory. The purpose of this study is to find out whether the non-financial companies listed on the BEI follow the pecking order theory, whether the surplus companies follow the pecking order theory and whether the surplus companies use the surplus that has to pay the company's debt. The research method using E-views 9 software, where the sample selection using purposive sampling method. The findings from the research of non-financial companies in Indonesia do not follow pecking order theory, surplus companies do not follow pecking order theory to pay the debt in advance and surplus companies do not pay debts using surplus owned.Keywords: Capital structure, pecking order theory, financing decision, surplus, debt
PENGEMBANGAN PENGUKURAN DAYA SAING DENGAN METODOLOGI WORLD ECONOMIC FORUM (WEF) UNTUK TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT : HASIL PENGUKURAN DAN IDENTIFIKASI FAKTOR KUNCI Larso, Dwi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 8, No 1 2009
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran daya saing suatu Negara telah popular dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu pihak tersebut adalah World Economic Forum/WEF yang menerbitkan Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index, CGI) dari ratusan negara dan merangkingnya. Peringkat ini sering dijadikan oleh suatu Negara untuk melihat posisinya dan melakukan perbaikan-perbaikan di dalam menghadapi persaingan dunia yang makin mengglobal. Tulisan ini mencoba mengikuti dan memodifikasi metodologi WEF untuk dimanfaatkan dalam mengukur daya saing pada level propinsi. Sebagai langkah awal, pada tahun 2006 dilakukan pengukuran daya saing di Jawa Barat dan diidentifikasi factor kunci yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan daya saing Jawa Barat. Hasil pengukuran menyatakan bahwa faktor kunci yang perlu segera diperbaiki adalah pada bidang Kesehatan dan Pendidikan Dasar, Institusi dan Infrastuktur. Untuk meningkatkan daya saing Jawa Barat, diusulkan program-program perbaikan di ketiga bidang tersebut. Beberapa program diantaranya adalah pendidikan Gratis sampai tingkah sekolah menengah atas, program kesehatan bagi wanita hamil, Ibu menyusui, Bayi dan Anak dibawah lima tahun (program WIBA), efisiensi birokrasi dan pemberantasan korupsi dan kolusi, dan perbaikan infrastruktur jalan raya, pelabuhan, Bandar udara dan telekomunikasi.Katakunci: daya saing, metodologi WEF, factor kunci, Jawa Barat.
PENGARUH INTERORGANIZATIONAL RELATIONSHIPS TERHADAP KAPABILITAS INOVASI: STUDI KASUS PERUSAHAAN KOMPONEN OTOMOTIF DI INDONESIA Prihadyanti, Dian; Laksani, Chichi Shintia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2016.15.2.4

Abstract

Abstrak. Interorganizational relationship (IOR) yang muncul dari interaksi yang dibentuk oleh perusahaan dapat menjadi strategi bagi perkembangan bisnisnya. Pengelolaan IOR yang tepat dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kinerja inovasi perusahaan. Kinerja inovasi yang juga berkaitan dengan innovation outcomes sangat dipengaruhi oleh kapabilitas inovasi perusahaan.  Tulisan ini akan membahas pengaruh IOR terhadap kapabilitas inovasi dilihat dengan menganalisis proses yang terjadi dalam menghasilkan innovation outcomes. Melalui delapan studi kasus di perusahaan komponen otomotif di Indonesia, terlihat bahwa IOR dapat meningkatkan kapabilitas inovasi perusahaan terutama untuk melakukan inovasi teknologi. Inovasi yang dihasilkan dapat dikatakan sebagai open innovation dengan adanya peran pihak eksternal dalam proses inovasi di perusahaan. Dengan IOR, perusahaan dapat memperoleh atau meningkatkan innovation enabler yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan innovation outcomes. IOR juga dapat membentuk dan memperkuat fondasi dasar bagi pembentukan perusahaan yang inovatif. Inovasi juga terlihat dapat menjadi media bagi pembentukan social control dalam IOR.Kata kunci: IOR, kinerja inovasi, kapabilitas inovasi, innovation outcomes, innovation enabler, ketergantungan sumber dayaAbstract. Interorganizational relationships (IOR) arising from interaction created by a firm can become a strategy for business development. Proper IOR management can provide benefits in improving firmâ??s innovation performance. Innovation performance which is also associated with innovation outcomes is strongly influenced by firmâ??s innovation capabilities. This paper discusses the influence of IOR towards innovation capabilities which is seen by analyzing the processes that occur in generating innovation outcomes. Through eight case studies in automotive components firms in Indonesia, it appears that the IOR can enhance company's innovation capabilities, especially for conducting technological innovation. The resulting innovations may be regarded as open innovation with the role of external parties in the process of innovation in the company. By IOR, a company may acquire or increase innovation enablers required to generate innovation outcomes. IOR can also shape and strengthen the basic foundation to build an innovative company. It is also found that innovation may become a media to form social control in IOR. Keywords: IOR, innovation performance, innovation capability, innovation outcomes, innovation enabler, resource-dependance