cover
Contact Name
Fanzal
Contact Email
fanzal.05@gmail.com
Phone
+6285741447337
Journal Mail Official
jawda@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus II UIN Walisongo Ngaliyan Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jawda: Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27742733     EISSN : 27742725     DOI : https://doi.org/10.21580/jawda
Core Subject : Education,
Jawda: Journal of Islamic Education Management focuses on research-based articles on Islamic education management. Jawda provides scientific publications as well as discourses in the field of Islamic education management, which includes aspects of curriculum, teaching and learning, student affairs, human resources, facilities and infrastructure, financing, leadership, total quality management, public relations, organizations and policy analysis.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Number 1 April 2022" : 6 Documents clear
Strategi Manajemen Pemasaran Sekolah Dalam Peningkatan Kuantitas Peserta Didik Noor Afif Al Machturoh; Rz. Ricky Satria Wiranata; Hanifah Noviandari
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.10641

Abstract

Kompetisi antar lembaga pendidikan semakin ketat sehingga sekolah perlu melakukan manajemen pemasaran sekolah dengan baik yang bertujuan untuk meningkatkan kuantitas peserta didik. Fokus penelitian ini adalah strategi manajemen pemasaran sekolah dalam peningkatan kuantitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta pola strategi manajemen pemasaran sekolah. Penelitian ini dilakukan di SDIT Luqman Al Hakim Internasional Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, kurikulum, kesiswaan, sarpras, TU, dan wali murid SDIT LHI. Metode penelitian ini adalah kulitatif deskriptif pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, analisis SWOT, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan model triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam melakukan manajemen pemasaran untuk meningkatkan kuantitas peserta didik di SDIT LHI terdapat: (1) Faktor internal berupa kekuatan, (2) Faktor eksternal berupa peluang, dan (3) Pola strategi pemasaran terletak pada kuadran I strategi agresif (strength opportunity).
Komunikasi Internal Kepala Sekolah Perempuan: Studi Kasus di SDIT Al Azhar Kota Kediri Nurul Amalia; Zaenal Arifin
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.11779

Abstract

This article reveals the communication of women leaders. When talking about female leaders, it will not be separated from the issue of gender stereotypes, many of which link the individual’s ability to lead with the biological aspects inherent in the leader, namely based on the sex differences between men and women. As result, the term gender inequality has emerged, which places women in unfavorable conditions. This type of research is qualitative and a case study as an approach. Data collection techniques used in-depth interviews with school principal informants, education personnel, school communities, and guardians of the students. The data analysis process uses a flow model which includes: data reduction, data presentation, and conclusion. This study found that the success of female leaders was influenced by their ability to communicate and appreciate professional relationships. Female leaders have more social orientation, an equal position, are quality based, care, and are more nurturing. In this case, women leaders often exercise leadership that is democratic and transformational
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa Anam Khoirul Moh Khoirul Anam
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.11586

Abstract

School-Based Management (SBM) is an alternative form of school or madrasa management, in the education decentralization program, where schools have the right to adapt better and more adequate education to their students. SBM is a strategy in managing education in madrasas that optimizes every madrasa's internal resources. The type of research is qualitative research, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. In the analysis using several stages, namely; data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the research show that the planning and implementation of activities carried out are following standard procedures given by the head of the madrasa by applying indicators to improve the quality of student learning.
Supervisi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAI Rozikun Rozikun; Fahrurrozi Fahrurrozi
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.11542

Abstract

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 mewajibkan guru menguasai 4 kompetensi guru, salah satunya kompetensi profesional. Peningkatan kompetensi profesional guru dapat diupayakan melalui supervisi kepala madrasah. Pelaksanaan supervisi kepala madrasah sesuai dengan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 maupun KMA Nomor 58 tahun 2017. Penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan supervisi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru rumpun PAI di MTs NU Mranggen dan peningkatan kompetensi profesional guru rumpun PAI di MTs NU Mranggen. Penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan deskriptif ini memperoleh data dari informan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis dan diuji keabsahannya dengan metode triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala madrasah meliputi penyusunan program yang disusun bersama dengan guru, pelaksanaan supervisi dengan teknik kunjungan kelas, observasi maupun tes penguasaan standar isi, penilaian atau evaluasi dengan menggunakan instrumen dan evaluasi diri, dan rencana tindak lanjut berupa peningkatan kompetensi profesional guru melalui kegiatan bimbingan dan tindakan reflektif. Adapun peningkatan kompetensi profesional guru PAI berupa peningkatan lima subkompetensi profesional guru, namun membutuhkan perbaikan pada indikator pelaksanaan penelitian dan kegiatan ilmiah guru. Pelaksanaan supervisi kepala madrasah di MTs NU Mranggen Demak agar lebih memperhatikan proses supervisi akademik dengan pendekatan persuasif pada pelaksanaan supervisi guru.
Limited Face-to-face Lectures at a State University During the Pandemic Virgiawan Listanto
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.10528

Abstract

The Directorate General of Higher Education, Research and Technology has issued Circular Letter 4 of 2021 concerning implementing Face-to-face Learning for the Academic Year 2021/2022. Universitas Negeri Semarang (UNNES) has responded by giving Circular Letter Number: B/11898/UN37/KM/2021 concerning hybrid Lectures for Odd Semester 2021/2022 in Universitas Negeri Semarang. Limited face-to-face lectures during the Covid-19 pandemic came up with many challenges and required rigorous preparation. It is because UNNES will not take any actions that put both its employees and students at risk. This study uses a qualitative research approach framework that describes a phenomenon and information related to implementing hybrid learning during the pandemic. UNNES has successfully implemented both preparation and implementation stages according to the guideline. No Covid-19 cases have been found caused by performing mixed class. However, there is still a concern about the absence of temporary isolation rooms for academics and students with Covid-19 symptoms/criteria. This part is compulsory based on the circular letter issued by The Directorate General of Higher Education, Research and Technology. It has not been fulfilled yet in almost every department with a hybrid class.
Dinamika Penerimaan Terhadap Tradisi Lokal di Era Globalisasi: Antara Pelestarian dan Modernisasi Fatkuroji, Fatkuroji
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 3 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v3i1.2022.29123

Abstract

Globalisasi membawa dampak kompleks terhadap keberlanjutan tradisi lokal. Di satu sisi, arus global mendorong homogenisasi budaya yang berpotensi mengikis identitas lokal; di sisi lain, ia membuka peluang bagi revitalisasi dan inovasi tradisi melalui adaptasi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika penerimaan terhadap tradisi lokal di era globalisasi dengan menyoroti interaksi antara pelestarian nilai budaya dan tuntutan modernitas. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui telaah literatur dan analisis teoritik, penelitian ini mengkaji konsep globalisasi budaya, glokalisasi, serta teori penerimaan budaya (Berry, 2005). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerimaan terhadap tradisi lokal bersifat dinamis dan kontekstual, tercermin dalam tiga pola utama: (1) kelangsungan budaya melalui adaptasi kreatif, (2) negosiasi budaya yang menyeleksi unsur modern sesuai nilai lokal, dan (3) resistensi terhadap modernisasi demi menjaga kemurnian tradisi. Pendidikan, media digital, dan kebijakan budaya terbukti berperan signifikan dalam memperkuat kesadaran identitas dan literasi budaya. Fenomena glokalisasi memungkinkan masyarakat mengintegrasikan nilai global tanpa kehilangan jati diri lokal, sementara modernisasi dipandang bukan ancaman, melainkan sarana pelestarian yang kreatif—misalnya melalui digitalisasi batik, festival budaya daring, dan reinterpretasi seni tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian tradisi lokal di era globalisasi menuntut adaptasi selektif, kolaborasi antargenerasi, serta kebijakan inklusif yang mendukung inovasi berbasis nilai budaya. Dengan pendekatan tersebut, tradisi lokal tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi hidup sebagai sistem nilai dinamis yang relevan dengan kehidupan modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 6