cover
Contact Name
Fanzal
Contact Email
fanzal.05@gmail.com
Phone
+6285741447337
Journal Mail Official
jawda@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus II UIN Walisongo Ngaliyan Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jawda: Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27742733     EISSN : 27742725     DOI : https://doi.org/10.21580/jawda
Core Subject : Education,
Jawda: Journal of Islamic Education Management focuses on research-based articles on Islamic education management. Jawda provides scientific publications as well as discourses in the field of Islamic education management, which includes aspects of curriculum, teaching and learning, student affairs, human resources, facilities and infrastructure, financing, leadership, total quality management, public relations, organizations and policy analysis.
Articles 93 Documents
Peran Pendidikan Agama dalam Membangun Sikap Toleransi dan Pemikiran Radikalisme di Kalangan Pelajar Fatkuroji, Fatkuroji
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 2 Number 2 October 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v2i2.2021.29125

Abstract

Penelitian ini membahas peran strategis pendidikan agama dalam membangun sikap toleransi dan mencegah munculnya radikalisme di kalangan pelajar di tengah masyarakat multikultural. Pendidikan agama berfungsi tidak hanya sebagai sarana pembentukan spiritualitas dan moralitas, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan penghargaan terhadap keberagaman. Melalui kurikulum yang inklusif, metode pembelajaran reflektif, serta keteladanan guru, pendidikan agama berpotensi besar dalam membentuk karakter moderat dan mencegah eksklusivisme beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber pustaka, laporan lembaga keagamaan (ELSA, Wahid Foundation), serta studi-studi empiris terkini tentang pendidikan agama dan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik keagamaan baik di level global maupun nasional dipengaruhi oleh faktor teologis, politik, ekonomi, dan sosial. Pendidikan agama yang menekankan aspek kognitif semata tanpa penguatan afektif dan sosial dapat berkontribusi pada munculnya sikap intoleran. Sebaliknya, pendidikan agama yang berbasis peace education dan religious moderation terbukti efektif dalam membangun kesadaran toleransi dan mengurangi potensi radikalisme di sekolah maupun pesantren. Peran guru pendidikan agama sangat sentral sebagai role model dalam menanamkan nilai-nilai moderasi dan dialog antariman. Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila — khususnya nilai “beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia” — menjadi pijakan penting dalam membentuk pelajar religius sekaligus toleran. Lingkungan pendidikan seperti sekolah dan pesantren juga perlu dikembangkan sebagai ruang sosial inklusif melalui kegiatan lintas iman dan pembelajaran multikultural. Kesimpulan penelitian ini bahwa pendidikan agama memiliki peran fundamental sebagai agen resolusi konflik dan deradikalisasi di kalangan pelajar. Upaya menanamkan moderasi beragama harus diimplementasikan secara holistik melalui sinergi kurikulum, guru, dan lingkungan belajar. Dengan demikian, pendidikan agama bukan sekadar transfer doktrin, tetapi proses transformatif yang menumbuhkan sikap kasih sayang (rahmatan lil ‘alamin), keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan dalam bingkai kebangsaan.
Pendidikan Agama dalam Meresolusi Pemikiran Radikalisme di Pesantren Fatkuroji, Fatkuroji
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 1 Number 1 October 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v1i1.2020.29127

Abstract

Konflik antarumat beragama merupakan fenomena historis yang kompleks dan masih berlangsung hingga kini. Di tengah meningkatnya stereotip terhadap Islam sebagai agama radikal, lembaga pendidikan Islam seperti pesantren memiliki peran strategis dalam meredam potensi radikalisme dan membangun kerukunan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen resolusi konflik dan peran pendidikan agama di pesantren dalam menanggulangi pemikiran radikal serta menguatkan moderasi beragama.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan telaah pustaka dan analisis teoritis terhadap konflik keagamaan, teori manajemen konflik, serta hasil observasi di beberapa pesantren di Jawa Tengah. Kajian pustaka mencakup berbagai teori konflik dari Coser, Boulding, dan Galtung, serta studi perbandingan dari Freedman (2019), Luo et al. (2010), dan Paul Ilo (2014) mengenai peran pemimpin dan lembaga keagamaan dalam penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan pesantren umumnya bersumber dari perbedaan pandangan keagamaan, interpretasi ajaran, serta interaksi sosial antara santri dan masyarakat eksternal. Untuk itu, pesantren mengembangkan tiga model manajemen resolusi konflik, yaitu: 1) Pendekatan Edukatif-Dialogis, melalui pengajaran nilai toleransi dan moderasi dalam halaqah serta mudzakarah yang melibatkan berbagai kelompok pemikiran Islam; 2) Manajemen Partisipatif-Transformasional, dengan melibatkan seluruh elemen pesantren dalam pengambilan keputusan, membangun kepemimpinan kyai yang inklusif, dan menanamkan nilai rahmatan lil ‘alamin. 3) Pendekatan Sosio-Kultural Rekonsiliatif, yaitu rekonsiliasi berbasis kegiatan sosial lintas komunitas untuk memperkuat kohesi sosial dan mencegah radikalisasi.
Komitmen Kebangsaan Generasi Z di Tengah Arus Media Sosial dan Budaya Global Fatkuroji, Fatkuroji
Jawda: Journal of Islamic Education Management Volume 4 Number 2 October 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jawda.v4i2.2023.29135

Abstract

Di era globalisasi dan transformasi digital, Generasi Z menghadapi tantangan kompleks dalam mempertahankan komitmen kebangsaan di tengah derasnya arus media sosial dan pengaruh budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika identitas kebangsaan, semangat patriotisme, dan nilai-nilai kewarganegaraan Generasi Z, serta bagaimana paparan media sosial dan tren budaya global memengaruhi rasa kebangsaan mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan survei terhadap 300 mahasiswa dan pelajar sekolah menengah, serta wawancara mendalam dan etnografi digital pada platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Generasi Z memiliki tingkat adaptabilitas tinggi dan keterbukaan terhadap nilai-nilai global, terjadi penurunan komitmen kebangsaan yang tercermin pada melemahnya identitas budaya dan tanggung jawab sosial. Namun, literasi digital, kesadaran kritis bermedia, serta pendidikan berbasis nilai berperan penting dalam memperkuat kesadaran kebangsaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan perlu memperkuat pendidikan kewargaan digital serta mempromosikan nasionalisme inklusif melalui kampanye media sosial, konten kreatif, dan dialog lintas budaya untuk menjaga integritas bangsa di era global.

Page 10 of 10 | Total Record : 93