cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Peran dan Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Memberdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur Indri Rafiani Rahmawati; Muksin Muksin; Rizal Rizal
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.112 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12252

Abstract

Produksi telur ayam ras di Indonesia baru mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri sebesar 65% sedangkan sisanya dipenuhi dari telur ayam kampung, itik, dan puyuh. Produksi telur ayam ras di Kabupaten Jember masih tergolong kecil dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi peternakan ayam ras petelur di Indonesia khususnya di Kabupaten Jember yaitu dengan meningkatkan sumber daya manusia melalui peran, inovasi dan kinerja penyuluh dalam meningkatkan produksi dan keberdayaan peternak ayam ras petelur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh peran, kinerja dan inovasi penyuluh terhadap keberdayaan peternak ayam ras petelur serta menganalisis pengaruh peran dan inovasi penyuluh terhadap kinerja penyuluh di Kabupaten Jember. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran, kinerja dan inovasi penyuluh berpengaruh secara langsung dan signfikan terhadap keberdayaan peternak ayam ras petelur di Kabupaten Jember. Peran dan inovasi penyuluh juga berpengaruh terhadap kinerja penyuluh di lapangan. Inovasi penyuluh lebih tinggi pengaruhnya dibandingkan dengan peran dan kinerja penyuluh dalam memberdayakan peternak ayam ras petelur.
Kinerja Pengrajin Boneka di Kota Bekasi, Jawa Barat dalam Penerapan Standar Nasional Indonesia Mainan Anak Tintin Prihatiningrum; Pudji Muljono; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.125 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12349

Abstract

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan tentang pemberlakuan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) pada mainan anak, tetapi sebagian besar pengrajin boneka yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) belum siap.Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis kinerja boneka pengrajin di Kota Bekasi dalam penerapan SNI mainan anak, 2) menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pengrajin boneka di Kota Bekasi dalam penerapan SNI mainan anak. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Desember 2015 di Kota Bekasi. Populasi penelitian ini adalah 46 pengrajin inti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus terhadap seluruh populasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasirank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kinerja pengrajin boneka dalam penerapan SNI mainan anak tergolong kategori tinggi. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa faktor karakteristik yang berkorelasi dengan kinerja adalah pendidikan formal, pengalaman bisnis, kemampuan memenuhi permintaan pasar dan investasi usaha. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa faktor motivasi yang berkorelasi dengan kinerja adalah kebutuhan kekuasaan. Sedangkan faktor eksternal yang berkorelasi dengan kinerja adalah tingkat ketersediaan informasi dan pemberdayaan pengrajin melalui pelatihan. Tidak satu pun dari faktor atribut inovasi yang berkorelasi dengan kinerja.
Partisipasi Pembudidaya Ikan dalam Kelompok Usaha Akuakultur di Kabupaten Tasikmalaya Aan Hermawan; Siti Amanah; Anna Fatchiya
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.818 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.12903

Abstract

Usaha akuakultur berpotensi besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya ikan.  Realitasnya usaha akuakultur didominasi pembudidaya berskala usaha kecil, produktivitas rendah dan terbatas aksesibilitas usaha.  Strategi yang dapat dilakukan untuk membantunya adalah dengan mengembangkan usaha budidaya ikan secara berkelompok.  Kontribusi dan partisipasi pembudidaya ikan sebagai anggota kelompok menjadi aspek penting dan sangat krusial dalam kegiatan kelompok dan peningkatan kapasitas pembudidaya ikan.  Penelitian ini menganalisis tingkat partisipasi pembudidaya ikan dalam kelompok dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.  Penelitian survey dilaksanakan di 8 kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, pada bulan Mei sampai Juli 2015 dan Januari sampai Februari 2016 untuk pembaharuan data.  Responden penelitian dipilih secara acak kelompok sejumlah 105 orang dari 10 kelompok pembudidaya ikan.  Hasil penelitian menunjukkan partisipasi pembudidaya ikan dalam kelompok berada pada derajat partisipasi semu dengan frekuensi partisipasinya tergolong tinggi. Tingkatan partisipasi pembudidaya sudah pada tahap pengambilan keputusan dan bertindak bersama dengan tipe partisipasi fungsional.  Hasil analisis SEM menunjukkan peubah yang berpengaruh signifikan terhadap partisipasi pembudidaya dalam kelompok adalah karakteristik pembudidaya ikan (tingkat pendidikan formal, tingkat pendidikan non formal, motivasi berkelompok, skala usaha, tingkat kekosmopolitan) dan faktor dukungan kelompok (tujuan, fungsi, manfaat, kepemimpinan, fasilitas, dan kekompakan kelompok).
Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Anna Fatchiya; Siti Amanah; yatri Indah kusumastuti
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.678 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.12988

Abstract

Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, yang salah satunya diindikasikan dari meningkatnya ketahanan pangan rumah tangga petani.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga petani.Metode penelitian berupa survei di dua desa di Kabupaten Bogor yang masing-masing memiliki tipe pertanian yang berbeda yaitu lahan kering dan basah (sawah), dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang.Data dianalisis dengan uji statistik Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di lahan sawah telah menerapkan inovasi teknologi berupa sistem jajar legowo secara intensif, dan petani di desa berlahan kering cukup intensif dalam menerapkan inovasisistem tumpang sari dan pengolahan hasil pertanian (on farm).Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani, yaitu petani yang menerapkan inovasi teknologi lebih intensif memiliki tingkat ketahanan pangan yang lebih baik. 
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Nagari di Sumatera Barat Nala Sari Tanjung; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.12990

Abstract

Partisipasi merupakan fitur kunci dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan Hutan Nagari dengan azas lestari yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari; 2) Mengalisa hubungan partisipasi masyarakat dengan pengelolaan Hutan Nagari secara berkelanjutan. Penelitian ini didesain menggunakan metode survei eksplanatif untuk menghubungkan dan membandingkan. Lokasi penelitian dipilih secara purposif di LPHN Sungai Buluh dan LPHN Paru. Pengelolaan Hutan Nagari di Sungai Buluh dan Paru sudah berkelanjutan yang didukung oleh faktor-faktor dukungan dan partisipasi anggota masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari. Keterlibatan masyarakat anggota dalam seluruh aktivitas pengelolaan, yaitu perencanaan, penetapan batas areal kerja, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi, merupakan faktor utama yang mendukung pengelolaan Hutan Nagari secara berkelanjutan oleh masyarakat. Anggota masyarakat pengelola di Hutan Nagari Sungai Buluh cukup berpartisipasi dalam pengelolaan Hutan Nagari, sedangkan di Hutan Nagari Paru kurang berpartisipasi. Kurangnya keikutsertaan anggota masyarakat dalam pengelolaan Hutan Nagari terjadi karena anggota masyarakat kurang dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan. Hal ini harus diminimalisir dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat pengelola dalam setiap aktivitas pengelolaan, serta memberikan kepercayaan kepada anggota untuk dapat merefleksikan aksinya pada tindakan kolektif melalui pelaksanaan kegiatan bersama.
Kompetensi Pembudidaya Ikan Lele dalam Mengelola Usaha di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur Ary Bakhtiar; Siti Amanah; Anna Fatchiya
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.615 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.13030

Abstract

Peningkatan produksi ikan berkaitan dengan kompetensi pembudidaya ikan. Seorang pembudidaya ikan harus memiliki kompetensi khusus untuk menjalankan usaha budaya ikan termasuk: keterampilan manajerial, keterampilan produksi dan keterampilan pemasaran. Kompetensi saat ini petani ikan di Kecamatan Muncar masih terbatas pada kemampuan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kompetensi pembudidaya ikan air tawar dalam mengelola usaha. Penelitian Survei dilakukan dari bulan Maret sampai April 2016 untuk mengumpulkan data dari 48 pembudidaya ikan di Muncar Banyuwangi. Kuesioner terdiri dari 71 pertanyaan tentang mengapa pembudidaya ikan merencanakan usaha budidaya, manajerial, pengelolaan pakan, serta pemasaran. Wawancara semi terstruktur dilakukan untuk mengumpulkan informasi dari informan kunci. Data dianalisis dengan menggunakan analisis linear berganda. Kompetensi dipengaruhi oleh karakteristik individu pembudidaya ikan, ketersediaan dukungan inputs-ouputs perikanan dan dukungan penyuluhan perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembudidaya ikan memiliki tingkat kompetensi yang tinggi dalam keterampilan manajerial dan produksi, tetapi masih rendah dalam penentuan harga ikan dengan tengkulak 2). Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kompetensi adalah jumlah tanggungan keluarga, ketersediaan dukungan sarana inputs - ouputs perikanan dan dukungan penyuluhan perikanan.Kata Kunci: kompetensi, penyuluhan perikanan, pembudidaya ikan
Persepsi dan Partisipasi Petani dalam Pelaksanaan Rehabilitasi Tanaman Kakao di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Azwar Azwar; Pudji Muljono; Tin Herawati
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.503 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.13466

Abstract

Persepsi petani terhadap suatu program merupakan landasan atau dasar utama bagi timbulnya kesediaan untuk ikut terlibat atau berpartisipasi dalam suatu program. Penelitian bertujuan: 1) Menganalisis persepsi petani, 2) Menganalisis tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan rehabilitasi kakao, 3) Menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal dengan persepsi, serta 4) Menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal dengan partisipasi petani. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2015 di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Jumlah sampel 100 orang dan merupakan petani yang terlibat dalam program gernas kakao. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial (Rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan persepsi dan tingkat partisipasi petani terhadap program gernas kakao cukup baik. Karakteristik internal yang berhubungan dengan persepsi petani adalah variabel kosmopolitan dan luas lahan garapan. Faktor eksternal yang berhubungan dengan persepsi adalah dukungan pasar, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan informasi, kelompok tani serta intensitas penyuluhan. Karakteristik internal yang berhubungan dengan partisipasi adalah pengalaman usaha tani, luas lahan garapan dan kosmopolitan. Faktor eksternal tidak berhubungan dengan partisipasi.
Persepsi Perempuan terhadap Pemanfaatan Pekarangan Mendukung Diversifikasi Pangan di Sulawesi Utara Conny Naomi Manoppo; Siti Amanah; Pang S Asngari; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.287 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.13560

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis persepsi perempuan tentang fungsi dan manfaat pekarangan, diversifikasi pangan dan makanan sehat. Penelitian dilakukan di Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan mulai Maret hingga Desember 2015, melibatkan 267 responden terdiri dari 140 responden di Minahasa dan 127 responden di Bitung, dipilih dari 803 perempuan peserta program pemanfaatan pekarangan Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisisis korelasi Rank Spearman dan uji Mann Whitney. Hasil analisis statistik deskriptif menyatakan, tingkat persepsi responden terhadap fungsi dan manfaat pekarangan, diversifikasi pangan dan makanan sehat berada pada kategori tinggi. Terdapat perbedaan persepsi terhadap diversifikasi pangan antara Minahasa dan Bitung. Persepsi tentang fungsi dan manfaat pekarangan berhubungan dengan: ketersediaan dan kesesuaian informasi, ketersediaan sarana produksi, dukungan keluarga, peran kelompok dan penyuluhan. Persepsi tentang diversifikasi pangan berhubungan nyata dengan jumlah anggota keluarga, kesesuaian informasi, kredibilitas pemberi informasi, dan ketersediaan sarana produksi. Persepsi tentang makanan sehat berhubungan negatif dengan curahan waktu dan berhubungan positif dengan kesesuaian informasi, ketersediaan sarana produksi, peran kelompok, dan penyuluhan. Untuk membangun persepsi positif terhadap pemanfaatan pekarangan diperlukan informasi berupa materi penyuluhan sesuai kebutuhan perempuan, penguatan kelompok, dan dukungan sarana produksi.
Partisipasi Petani dan Efektivitas Gapoktan dalam Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Sriati Sriati; Nukmal Hakim; M. Arbi
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.545 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.14206

Abstract

Kegiatan Penguatan LDPM merupakan suatu upaya memberdayakan Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) dalam usaha distribusi pangan pokok. Dalam program Penguatan LDPM Pemerintah memberikan dana bantuan sosial, pembinaan dan bimbingan kepada Gapoktan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui partisipasi petani dalam kegiatan penguatan LDPM di Kecamatan Makarti Jaya, (2) mengukur efektivitas Gapoktan dalam Penguatan LDPM, dan (3) menganalisis hubungan antara partisipasi petani dengan efektivitas Program Penguatan LDPM. Penelitian menggunakan metode survey, dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi. Responden terdiri dari 45 petani yang diproleh dari 9 kelompok tani (setiap kelompok 5 petani) anggota Gapoktan Sri Rejeki di Kecamatan Makarti Jaya. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) partisipasi petani dalam program LDPM tergolong sedang (57,04%), (2) efektivitas Gapoktan tergolong tinggi (79,92%), dan (3) terdapat hubungan positif signifikan antara partisipasi petani dengan efektivitas Gapotan dalam program LDPM dengan nilai koefisien korelasi Peringkat Spearman (Rs) = 0,479 pada 0,01.
Analisis Kegagalan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dalam Membangun Kemandirian Masyarakat Miskin (Studi Kasus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) Azis Muslim
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.934 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.14524

Abstract

Kemiskinan menjadi isu global yang harus diatasi oleh setiap negara. Di Indonesia, penanganan masalah kemiskinan telah dilakukan oleh pemerintah melalui beberapa program, diantaranya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program ini berjalan cukup lama sebelum akhirnya ditutup karena dianggap gagal dalam membangun kemandirian masyarakat miskin. Tujuan penelitian ini adalah menggali faktor penyebab kegagalannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kegagalan PNPM dalam membangun kemandirian masyarakat miskin disebabkan oleh dua faktor, yaitu buruknya kinerja fasilitator dan kesalahan stakeholders memahami tujuan PNPM. Buruknya kinerja fasilitator terlihat pada ketidak-patuhannya dalam menjalankan prosedur program, bekerja secara pragmatis dengan mengejar hasil, dan tidak menjalankan peran, tugas, dan fungsinya dengan baik. Sementara, kesalahan stakeholders memahami tujuan PNPM tampak pada pemilihan prioritas program yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat miskin.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue