cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat Siti Sawerah; Pudji Muljono; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.397 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11323

Abstract

Kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Mempawah sering terjadi di setiap musim kemarau. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah. Tercapainya pencegahan tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat di sekitarnya. Pentingnya partisipasi masyarakat tersebut karena sebagai pelaksana berbagai kegiatan yang diupayakan oleh pemerintah. Penelitian ini menganalisis:1) tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan gambut, 2) hubungan faktor internal terhadap partisipasi, dan 3) hubungan faktor eksternal terhadap partisipasi. Penelitian lapang dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2015 di Kabupaten Mempawah. Populasi penelitian adalah 95 anggota masyarakat yang memiliki lahan pernah terbakar dan memiliki lahan berada di sekitar lahan yang pernah terbakar. Pengumpulan data secara sensus terhadap 95 masyarakat tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah secara statistik deskriptif dan statistik inferensial (Rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan sangat rendah. Hasil analisis rank spearman menunjukkan faktor yang berhubungan terhadap partisipasi adalah faktor eksternal, terdiri dari peran penyuluh dan dukungan lingkungan sosial (dukungan tokoh masyarakat, peran kelompok, media informasi dan peran pemerintah). Faktor internal yang berhubungan adalah tingkat pendidikan dan pendapatan. Partisipasi masyarakat agar meningkat diperlukan peran penyuluh yang merata dan peran aktif pemerintah untuk membina dan melatih sasaran yang tepat.Kata kunci: lahan gambut, masyarakat, partisipasi, pencegahan kebakaran lahan
Analisis Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Valentina Theresia; Anna Fariyanti; Netti Tinaprilla
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.439 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11324

Abstract

Adanya keterbatasan produksi benih bawang merah nasional menyebabkan Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan benih nasional. Oleh karena itu Indonesia mengimpor benih bawang merah dari beberapa negara. Dengan hadirnya benih bawang merah impor, petani dihadapkan kepada suatu pilihan yaitu menggunakan benih lokal ataupun impor sedangkan pemilihan benih tidak terlepas dari persepsi petani terhadap varietas tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap penggunaan benih bawang merah lokal dan impor serta keunggulan dari benih lokal dan impor. Metode analisis yang digunakan adalah analisis persepsi dengan teknik scoring dan dianalisis menggunakan metode rata-rata skor serta penggunaan teknik Perceptual Mapping dengan membuat grafik sarang laba-laba.Responden penelitian berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 petani pengguna benih bawang merah lokal dan 30 petani pengguna benih impor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani pengguna benih bawang merah lokal dan impor terhadap benih bawang merah lokal tergolong baik, sedangkan persepsi petani pengguna benih bawang merah lokal dan impor terhadap penggunaan benih impor tergolong kurang baik. Secara keseluruhan persepsi petani terhadap benih lokal lebih baik dibandingkan dengan benih impor. Hal ini menunjukkan bahwa benih bawang merah lokal lebih memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan benih impor.Kata kunci : persepsi, petani, bawang merah, benih lokal, benih impor
Analisis Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga Miskin Ahmad Alam; Titik Sumarti
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.051 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11412

Abstract

Kemisikinan merupakan masalah yang umum terjadi di Indonesia terutama setelah krisis pada tahun 1997-1999. Salah satu organisasi yang pedulu dengan masalah ini dan ingin mengurangi tingkat kemiskinan adalah Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU DT) Bogor, dengan program yang bernama Mikrofinance Berbasis Masyarakat (Misykat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realisasi dalam implementasi prinsip pemberdayaan dan program Misykat dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat rumah tangga miskin di Kampung Loji, Kelurahan Loji, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yakni teknik survei dan didukung dengan data kualitatif daro responden terpilih. Pertama, responden pada penelitian ini berjumlah 26 responden dan merupakan perempuan. Kedua, penelitian ini juga menggunakan data dari DPU DT dan Kelurahan Loji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Misykat telah diimplementasikan dengan menerapkan prinsip pemberdayaaan seperti dialog, penemuan(invensi) dan pembangunan. Tingkat pemberdayaan ekonomi dari partisipan tinggi.Kata kunci: Kemiskinan, Misykat, pemberdayaan ekonomi masyarakat rumah tangga miskin
Program Pemberdayaan Small And Medium Enterprise Promotion (SMEP) Oleh Swisscontact Al Briham Jarmal; Murdianto Murdianto
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.858 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pada program Small and Medium Enterprise (SMEP) dan untuk menganalisis proses pemberdayaan pada program SMEP. Program ini dijalankan oleh SwissContact (salah satu NGO internasional), dan penerima manfaat adalah kelompok usaha kecil Jins di Cipulir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengambilan sampel adalah metode snowball. Hasil dari strategi pemberdayaan yang digunakan oleh Swisscontact adalah strategi fasilitasi. Ini artinya kelompok usaha kecil Jins di Cipulir telah mengetahui permasalahan mereka namun mereka tidak mengetahui cara memecahkannya. Strategi ini menjadikan Swisscontact sebagai agen pembaharuan pada program SMEP ini. Hasil kedua dari penelitian adalah proses pemberdayaan dalam program ini dibagi atas dua tahap. Tahap pertama adalah proses primer, pada proses ini kelompok usaha kecil Jins di Cipulir diberikan sebuah pelatihan untuk mengembangkan produksinya. Kedua merupakan proses sekunder, dalam proses ini kelompok usaha kecil Jins di Cipulir memiliki sebuah kelompok diskusi dengan Swisscontact dan pemain lainnya di area tersebut. Tujuan diadakan diskusi adalah untuk mengembangkan dan memotivasi mereka selama program berlangsung.Kata kunci: Pemberdayaan, Strategi,SMEP 
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kesadaran Gender Alwin Taher; Aida Vitayala S Hubeis
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.003 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11415

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis: 1) persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender; 2) hubungan antara sosialisasi primer (jenis kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan orang tua, orang tua pekerjaan, dan tingkat gaji orang tua),) dengan persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender; 3) hubungan antara sosialisasi sekunder (daerah tempat tinggal, aktivitas organisasi, interaksi media massa, hubungan dengan teman, kelas gender dan kuliah pengembangan, dan indeks prestasi kumulatif) dengan persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Penelitian ini dimulai pada Mei sampai Juni 2009 menggunakan jumlah sampel 70 responden. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender yang tinggi (39 responden) dan lain-lain (31 responden) memiliki tingkat persepsi media mahasiswa pada kesadaran gender; 2) Sosialisasi primer yang memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender hanya seks dan yang lain tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender; 3) semua sosialisasi sekunder (ruang tamu, aktivitas organisasi, interaksi media massa, hubungan dengan teman, kelas gender dan kuliah pengembangan, dan prestasi indeks kumulatif) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi mahasiswa pada kesadaran gender Kata kunci: Persepsi, kesadaran jender, sosialisasi primer, sosialisasi sekunder, tingkat intelektual
Hubungan Iklan Produk Kecantikan Di Televisi Dengan Orientasi Tubuh Wanita Bekerja Lidia Astuti; Siti Amanah
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.014 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11416

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi media merupakan salah satu faktor besar yang mempengaruhi pembentukan gambaran dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis karakteristik dari wanita pekerja di pedesaan dan perkotaan; (2) menganalisis hubungan antara karakteristik individu dengan orientasi tubuh wanita bekerja; (3) Menganalisis hubungan antara lingkungan sosiologis dengan orientasi tubuh wanita bekerja. Penelitian ini menggunakan metode survey dan dilaksanakan di Menteng, Kecamatan Bogor Barat dan Cihideung Udik Kota Bogor. . Jumlah sampel penelitian ini adalah 60 orang. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan korelasi. Kesimpulan penelitian ini adalah Wanita bekerja di wilayah perkotaan dan pedesaan memiliki karakteristik individu yang berbeda. Perbedaan ini dilihat dari usia responden, tingkat pendidikan formal, gaya hidup akan kecantikan, aktifitas pekerjaan, dan pendapatan keluarga Kata kunci: Iklan, Tubuh ideal perempuan, Orientasi tubuh 
Evaluasi Program Jakarta Green And Clean Sebagai Implementasi CSR PT. Unilever Indonesia Tbk Mohamad Fahmi Hendrawan; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.849 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11417

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan perusahaan dan menganalisis pelaksanaan CSR PT. Unilever Indonesia Tbk, dan evaluasi dari input, proses, output dari Program Jakarta Green and Clean serta faktor  yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program di RW 13, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Penelitian ini melihat hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan output Program seperti perubahan perilaku yang melibatkan pengetahuan, sikap dan tindakan perubahan. Hasil menunjukkan bahwa perubahan perilaku yang melibatkan pengetahuan, sikap dan tindakan yang tinggi karena dampak program. Ini berarti bahwa Program Jakarta Green and Clean berhasil dalam pelaksanaannya dibantu oleh responden. Kata kunci: Evaluasi, Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Jakarta Green dan Clean 
Persepsi Masyarakat Sekitar Terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang Siti Hani Rahmanita; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.704 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11419

Abstract

Penelitian ini adalah tentang persepsi masyarakat di sekitar PT IKPP Mills terhadap aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang untuk kegiatan pabrik berdasarkan faktor individu dan faktor eksternal. Selain itu, penelitian ini mempelajari tentang upaya pabrik untuk mempengaruhi persepsi masyarakat sekitar pabrik yang meliputi komunikasi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dalam penelitian ini, identifikasi dari persepsi dilihat dari lima aspek termasuk persepsi terhadap pabrik berdasarkan bahan dasar, mesin, dan instrumen;  persepsi terhadap situasi staf pabrik; persepsi terhadap proses produksi pabrik; persepsi terhadap limbah pabrik; dan persepsi terhadap pengaruh pabrik pada sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap kegiatan pabrik, kecuali terhadap limbah pabrik. Penelitian ini berguna untuk jaminan pabrik keberlanjutan dengan meningkatkan dampak positif pabrik kepada masyarakat di daerah operasi. Kata kunci: persepsi, aspek kegiatan pabrik, upaya pabrik untuk mempengaruhi masyarakat disekitar pabrik 
BEREKSPERIMEN DAN MENGAMBIL RESIKO: Belajar dari Kesalahan dan Kesuksesan Dwi Sadono; Bambang Uripno; Erwiantono Erwiantono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.763 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11438

Abstract

“Ketika orang tidak membuat kesalahan, saya sebagai pemimpin tidak terlalu puas karena ituberarti mereka tidak berusaha dengan keras dan tidak tumbuh”(Dikutip dari Frank J. Ruck)Disarikan dari Buku: “The Leadership Challenge”, oleh James M. Kouzes dan Barry Z. Posner.1991. Jossey-Bass Publisher, Oxford.
Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Sasaran dalam Program Pengembangan Usaha Kelompok Kecil (Kasus Program Pengembangan Masyarakat PT Aneka Tambang, UPBE Pongkor di Desa Bantar Karet dan Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Ahmad Fauzi; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.143 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11439

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat dalamProgram Pengembangan Usaha Kelompok Kecil (PUKK) sebagai salah satu programpengembangan masyarakat PT. Aneka Tambang UPBE Pongkor. Tujuan Jangka Panjangprogram PUKK diharapkan dapat mampu meningkatkan kemadirian masyarakat dalampengembangan usaha di Kecamatan Nanggung pasca penambangan. Penelitin ini dilakukandi Desa Bantar Karet dan Kalongluid, Kecamatan Nanggung sebagai dua contoh lokasipelaksanaan program PUKK. Jumlah responden adalah masyarakat sasaran penerimaprogram PUKK sebanyak 27 orang yang berasal dari 19 kelompok sasaran penerima programPUKK. Masing-masing kelompok diambil secara acak sebanyak dua orang sementaraapabila anggotanya hanya satu orang, maka diambil satu responden. Pengumpulan datadilakukan dengan metode survei dan wawancara terstruktur dalam bentuk kuesioner.Persepsi masyarakat sasaran terhadap manfaat Program PUKK terdiri dari sepuluh indikatordiranking berdasarkan skornya yang terdiri dari: (1) meningkatkan pendapatan masyarakatsasaran, (2) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (3) dapat dilaksanakannya pelatihankewirausahaan, (4) program PUKK merupakan bentuk pinjaman lunak sebesar 4% per tahun,(5) mengatasi masalah permodalan usaha kecil di desa, (6) keberadaan konsultan danpendamping dalam PUKK berguna sebagai transfer pengetahuan dan informasi bagimasyarakat sasaran, (7) mampu mengembangkan perekonomian desa,(8) PUKK secara tidaklangsung dapat menciptakan lapangan kerja (9) menciptakan hubungan harmonis anatarperusahaan pertambangan dengan masyarakat setempat, (10) dapat membantu dalampemasaran usaha kecil. Secara keseluruhan persepsi masyarakat sasaran terhadap manfaatprogram PUKK tergolong tinggi. Menurut responden, program PUKK sebagai implementasiprogram community developmentUPBE Pongkor, berupaya untuk menciptakan pertumbuhanekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan melalui perluasan kesempatan berusaha bagiusaha kecil masyarakat dan lingkungan sekitarnya, diindikasikan dengan peningkatanpendapatannya sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat KecamatanNanggung secara umum.Partisipasi responden dalam penerapan program Pengembangan Usaha Kelompok Kecil(PUKK) yang diprogramkan oleh UPBE Pongkor, PT. Aneka Tambang, meliputi tahapperencanaan, pelaksanaan, pengawasan (evaluasi). Tingkat partisipasi masyarakat dalamprogram PUKK sebagian besar termasuk dalam kategori rendah.Rata-rata partisipasiresponden pada tahap perencanaan masih termasuk tinggi. Tingginya partisipasi respondenJURNAL PENYULUHANAgustus 2006, Vol. 2, No. 3pada kegiatan perencanaan berhubungan erat dengan tingginya persepsi mereka terhadapmanfaat program UPKK.Partisipasi masyarakat sasaran dalam pelaksanaan PUKK tergolong rendah dibandingkandengan rata-rata partisipasi. Sebagian besar usaha yang dijalankan oleh sasaran tidak sesuaidengan proposal yang diajukan ke tim PUKK UPBE Pongkor. Banyak sasaran yang beralihusaha lain, namun banyak usaha yang dijalankan oleh masyarakat sasaran mengalamikegagalan. Hal tersebut menurut responden disebabkan oleh pinjaman permodalan yangdiperoleh dalam UPBE Pongkor rendah dibandingkan dengan kebutuhan usahanya. Selainitu,tingkat pengembalian pinjaman UKK juga tergolong rendah yaitu sekitar 10 %.Partisipasimasyarakat sasaran dalam evaluasi/monitoring yang meliputi kehadiran dan aktivitas dalampertemuan evaluasi program PUKK dan peran evaluasi serta saran bagi program PUKK ditahun mendatang juga tergolong rendah.Karakteristik individu responden yang berperan dengan persepsinya dalam program PUKKadalah tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Sementara karakteristik umur danpengalaman berwirausaha responden tidak berperan dengan persepsi terhadap manfaatprogram PUKK.Partisipasi responden dalam program PUKK dipengaruhi oleh karakteristikindividu yaitu: umur, tingkat pendapatan dan pengalaman berwirausaha responden.Sementara partisipasi responden juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang terdiri ataspenilaian responden tentang peranan tenaga konsultan, peranan pemerintah dan saranaprasarana yang diberikan oleh UPBE Pongkor dalam pengembangan usaha responden.Persepsi responden berhubungn nyata dengan tingkat partisipasinya dalam program PUKK.Responden yang memiliki tinggi cenderung memiliki tingkat partisipasi yang tinggi pula,sebaliknya responden yang termasuk dalam kategori persepsi rendah cenderung mamilikipartisipasi yang rendah pula.Partisipasi responden dalam program PUKK berhubungan nyata dengan perkembanganusahanya. Terdapat perbedaan diantara dua kelompok kategori partisipasi terhadapperkembanga usahanya. Responden yang berpartisipasi tinggi memiliki presentaseperkembangan usaha yang lebih maju dibandingkan dengan responden yang tingkatpartisipasinya rendah.Rekomendasi kebijakan bagi perkembangan usaha kecil di Kecamatan Nanggung anataralain: (1) perlu peningkatan partisipasi masyarakat terutama dalam pengambilan keputusanperencanaan PUKK, masyarakat sasaran yang diberikan kesempatan seluas-luasnya dalampengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan pelaksanaan PUKK, (2) perludibentuknya forum masyarakat sasaran sebagai media masyarakat sasaran menyalurkanaspirasinya dan sebagai kontrol bagi pelaksanaan program PUKK, (3) perlu adanyapembinaan yang sistematis dari berbagai stakeholder (UPBE Pongkor, pendamping, danpemerintah) bagi perkembangan usaha kecil di Kecamatan Nanggung dalam bentuk:pemberian akses bahan baku usaha kecil, pelaksanaan pelatihan keterampilan yang relevandan manajemen usaha kecil, perlu adanya tenaga pendamping sebagai mediasi transferpengetahuan, penyediaan permodalan yang memadai dan akses pemasaran produk yangdihasilkan.Kata kunci: persepsi, partisipasi, UPKK, UPBE Pongkor

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue