cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Analisis Penyuluhan dan Keberdayaan Petani Karet Pola Swadaya di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau Rosnita Rosnita; Eri Sayamar; Sergius Septian Sianturi; Roza Yulid; Eben K.P Simanjuntak
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.112 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.15707

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) mendeskripsikan peran penyuluhan terhadap petani karet pola swadaya; (2) mendeskripsikan tingkat keberdayaan petani; (3) mendeskripsikan tingkat ketercapaian tujuan penyuluhan; (4) menganalisis pengaruh peran penyuluhan terhadap keberdayaan; (5) menganalisis pengaruh keberdayaan terhadap ketercapaian tujuan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Responden penelitian ditentukan menggunakan metode key informan sampling dengan jumlah responden sebanyak 118. Untuk menjawab tujuan pertama, kedua, dan ketiga dari penelitian ini menggunakan likert’s scale summated rating (SLR). Untuk menjawab tujuan keempat dan kelima menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan program AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran penyuluhan cukup berperan terhadap usaha tani petani karet pola swadaya; (2) tingkat keberdayaan petani di kategorikan berdaya; (3) tujuan penyuluhan telah tercapai yang dilihat dari better farming, better business, dan better living; (4) peran penyuluhan terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani; (5) tingkat keberdayaan petani terbukti berpengaruh signifikan terhadap tercapainya tujuan penyuluhan.Kata kunci : penyuluhan, keberdayaan, petani, karet
Tingkat Keberdayaan Kelompok Tani pada Pengelolaan Usahatani Padi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah Muhammad nur jaya; Sarwititi Sarwoprasodjo; Musa Hubeis; Basita Ginting Sugihen
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.052 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.15903

Abstract

Keberdayaan kelompok tani merupakan out put dari proses pemberdayaan yang dilakukan terhadap para pelaku usahatani padi, proses pemberdayaan dilakukan dengan melalui penerapan komunikasi pembangunan partisipatif pada pengelolaan usahatani padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberdayaan kelompok tani padiserta menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani padi.Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan menggunakan metode survey.Penelitian kuatitatif dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman dan yang menjadi obyek penelitian atau unit analisis adalah kelompok tani dengan mengambil sampel 170 kelompok tani. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif  dan eksplanatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) analisis. Hasil Penelitian adalah : (a) Kelompok tani secara keseluruhan kurang mampu meningkatkan keberdayaannya terkait usahatani padi ; (b)  Pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif berpengaruh langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompok tani ; (c) Pemanfaatan modal sosial berpengaruh tidak langsung terhadap tingkat keberdayaan kelompoktanimelalui pelaksanaan komunikasi pembangunan partisipatif sebagai peubah mediasi. Kata kunci: Keberdayaan, komunikasi pembangunan partisipatif, modal sosial, usahatani, kelompok tani
Tingkat Kedinamisan Kelompok Wanita Tani dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha Tanaman Obat Keluarga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat Mirza Mirza; Siti Amanah; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.642 KB) | DOI: 10.22500/13201716090

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dinamika kelompok mendukung keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga dan menganalisis faktor-faktor kedinamisan kelompok yang berhubungan nyata dengan keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga. Penelitian lapang dilakukan di Kelompok wanita tani Benteng Sejahtera dan Puring Desa Benteng Kecamatan Ciampea dan Kelompok wanita tani Anggrek Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor mulai Agustus sampai dengan Oktober 2016. Populasi penelitian yaitu 62 orang yang mengembangkan usaha tanaman obat keluarga. Hasil penelitian ini yaitu 1) kelompok dalam mendukung keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga secara keseluruhan cukup dinamis. 2) faktor-faktor yang berhubungan dengan keberlanjutan usaha tanaman obat keluarga diantaranya  tingkat pendapatan keluarga berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, intensitas penyuluhan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, keefektifan berhubungan nyata negatif dengan aspek sosial, maksud terselubung berhubungan nyata dengan  aspek ekonomi.Kata kunci: kelompok wanita tani, keberlanjutan usaha, tanaman obat keluarga
Kompetensi Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Barat Herry Pramono; Anna Fatchiya; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.98 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.16128

Abstract

Pemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi penyuluh THL TBPP dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan secara sensus pada 119 penyuluh THL TBPP. Secara umum, kompetensi penyuluh THL TBPP berada dalam kategori rendah (57,80%)  memiliki nilai kompetensi rata-rata 32,49. Hasil analisis menggunakan model regresi menemukan bahwa pemahaman kebutuhan petani dipengaruhi oleh motivasi, pemahaman komunikasi yang efektif dipengaruhi oleh jumlah pelatihan, jumlah desa dan motivasi. Secara keseluruhan kompetensi penyuluh THL TBPP dipengaruhi oleh faktor jumlah kelompok tani binaan, jumlah desa binaan dan motivasi.Kata kunci: kelompok tani, kompetensi, motivasi, penyuluh THL TBPP
Evaluation of the program participatory empowerment Gerbangmas-Taskin at Pandak Daun Village, Banjar Regency Lindiya Apsari; Endriatmo Soetarto; Lukman Muhammad Baga
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.863 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.16276

Abstract

Gerbangmas-Taskin is a poverty alleviation program in South Kalimantan province with the concept three (human empowerment, economic and the environment). This study aims to analyze the implementationof Gerbangmas-Taskin effectiveness, to evaluate the sustainability of Gerbangmas-Taskinand prioritize participatory empowerment strategy for effectiveness and sustainability of Gerbangmas-Taskin at PandakDaun Village, Banjar Regency. The methods used include descriptive analysis, RAPfish modification (RAPGerbangmas-Taskin) and Analytical Hierarchy Process (AHP). The data consists of primary data obtained from the results of in-depth interview and a questionnaire given to Poor Households (RTM), while the secondary data obtained from the publication of the relevant agencies. The result showed that Gerbangmas-Taskin program did not impact earnings accretion for the beneficiaries of capital. Gerbangmas-Taskin sustainability index is 34.79 % (less sustainability), consist of :Infrastructure by 62.39% (sustainable enough) while economic, social and environmental showed less sustainable, respectively by 36.85%; 30.22% and 27.11%. The main priority in the strategy of the effectiveness and sustainability of Gerbangmas-Taskin program are the coordination and synergy with the section / SKPD (19%) and increasing the capacity of human resources (16%).
Penguatan Modal Sosial Menuju Kemandirian Perempuan Perdesaan Pelaku Industri Rumahan Emping Melinjo di Provinsi Banten Khaerul Saleh; Sumardjo Sumardjo; Aida Vitayala S Hubeis; Herien Puspitawati
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.613 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16325

Abstract

Industri rumahan selama ini kurang memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar, disebabkan karena rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kapabilitas terhadap penguasaan  tekonologi serta akses permodalan, padahal keberadaannya memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran modal sosial mikro dan meso serta permasalahannya terhadap kemandirian perempuan perdesaan pelaku industri rumahan emping melinjo.  Penelitian dilakukan di Provinsi Banten,  dengan sampel sebanyak 453 orang,  terdiri dari; 154 orang di zona industri, 147 orang di zona pertanian dan 152 orang di zona pariwisata dari 6.857 orang perempuan perdesaan pelaku industri rumahan emping melinjo.  Analisis data menggunakan statistik deskriptif, one way anova, dan Struktural Equation Modeling (SEM).  Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemandirian, tingkat kapasitas, modal sosial meso dan modal sosial mikro perempuan persdesaan berada pada kategori sedang.  Model hibryd menunjukkan bahwa kemandirian perempuan perdesaan 43,0 % dipengaruhi secara langsung maupun oleh modal sosial meso, dan tingkat kapasitas, sedangkan modal sosial mikro berpengaruh melalui bekerjanya tingkat kapasitas. Tingkat kemandirian perempuan perdesaan ditentukan melalaui aspek  pengambilan keputusan, kerjasama, kedinamisan usaha dan akses permodalan.  Strategi peningkatan kemandirian dilakukan melalui penguatan modal sosial meso, terutama dukungan infrastruktur dan materi penyuluhan, yang memiliki pengaruh tidak langsung  pada penguatan modal sosial mikro dan  tingkat kapasitas perempuan perdesaan.Kata kunci :  Industri rumahan emping melinjo, Modal sosial mikro, Modal sosial meso, tingkat kapasitas dan tingkat kemandirian perempuan perdesaan
Hubungan Ikatan Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasinya pada Proses Perencanaan Penyuluhan Pertanian Tingkat Nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota Muhamad Reza; Melinda Noer; Yonariza Yonariza; Asmawi Asmawi
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.69 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.16355

Abstract

Belum maksimalnya partisipasi petani pada proses perencanaan penyuluhan pertanian, menjadi isu strategis yang harus dicarikan solusinya supaya prinsip partisipatif dapat diterapkan dengan baik. Melalui ikatan (bonding) antara anggota kelompok yang terbentuk oleh hubungan pertalian darah (kaum/suku, kekeluargaan) dan tidak bertali darah (pertemanan/persahabatan), diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk permasalahan partisipasi petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan antara ikatan anggota kelompok tani dengan partisipasinya dalam proses perencanaan penyuluhan pertanian nagari. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Methods Research yang menggunakan model Sequential Exploratory yaitu memadukan metode kualitatif dengan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan April s/d Oktober 2016 di Nagari Balai Panjang, Tanjung Gadang dan Batu Balang. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan informan sebanyak 14 orang yang dipilih secara purposif dan data sekunder didapatkan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan metode skoring yang dimasukkan kedalam tangga partisipasi Arnstein dan alat analisis penafsiran data dengan bantuan kategori “alasan X adalah alasan melakukan Y”. Penelitian ini membuktikan bahwa ada hubungan antara ikatan anggota kelompok tani dengan partisipasi petani. Petani yang berpatisipasi didorong oleh penerapan norma, budaya dan prilaku positif dalam kehidupan berkelompok sebagai unsur perekat ikatan anggota kelompok tani. Terbukti bahwa partisipasinya pada 5 kegiatan berada pada tingkat tokenism (skor 234 s/d 256), 1 kegiatan yaitu penyusunan RDK/RDKK berada pada tingkat citizen power (skor 374) dan terendahnya dengan skor 111 pada kegiatan  penyempurnaan draft dokumen perencanaan berada pada tingkat non participation.
Model Komunikasi Untuk Membangun Kapasitas Kewirausahaan dan Kesiapan Perubahan Pedagang Pasar Tradisional Akhmad Edhy Aruman; Sumardjo Sumardjo; Nurmala K Panjaitan; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.556 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16363

Abstract

Berangkat dari kondisi rendahnya kapasitas kewirausahaan dan ketidaksiapan pedagang pasar tradisional menghadapi persaingan dari peritel modern, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model komunikasi untuk membangun kesiapan perubahan pedagang pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah survey dengan mewawancarai 559 pedagang pasar tradisional menggunakan instrumen kuesioner. Hasilnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kausalitas dengan alat bantu LISREL dan diperkuat dengan hasil dari wawancara mendalam. Hasilnya diperoleh gambaran bahwa dalam menghadapi revitalisasi, pedagang berada dalam situasi ketidakpastian. Seluruh unsur mulai dari karakteristik pedagang, sumber pesan, pesan, dan komunikasi partisipatif memberikan dampak positif terhadap kesiapan pedagang terkait dengan revitalisasi dengan kondisi kapasitas kewirausahaan pedagang tinggi. Karenanya, untuk membangun kesiapan pedagang, hal utama yang perlu dilakukan adalah membangun kapasitas kewirausahaan pedagang. Kekurangberhasilan membangun kapasitas kewirausahaan berdampak ketidaksiapan pedagang untuk berubah. Model komunikasi yang dinilai tepat adalah melibatkan pengelola pasar sebagai sumber pesan yang kredibel, dengan muatan pesan tentang manfaat dan risiko revitalisasi ternyata efektif bila melalui pengembangan motivasi pedagang untuk berubah, dan media yang memungkinkan terjadi tanggapan langsung dari pelaku komunikasi. 
Peran Kelompok Pembudidaya Ikan Terhadap Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Yunita Pertiwi; Ernan Rustiadi; Djuara Lubis
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.444 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16474

Abstract

Minapolitan sebagai konsep pengembangan kawasan perdesaan di Indonesia umumnya disertai dengan pengembangan sumberdaya alam, prasarana dan sarana produksi, maupun permukiman yang membutuhkan pengelolaan bersama (common property) diantara kelompok pembudidaya ikan yang mensyaratkan adanya modal sosial. Kajian modal sosial dapat digunakan untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh kelompok pembudidaya ikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul dalam bekerjasama demi tercapainya tujuan bersama. Hal ini membuat kajian mengenai modal sosial dipandang sangat perlu, sehingga dapat mengungkap dengan lebih jelas kekuatan modal sosial yang ada pada kelompok pembudidaya tambak di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) menganalisis tingkatan modal sosial kelompok pembudidaya ikan dan (2) menganalisis hubungan antara modal sosial terhadap pengembangan kawasan minapolitan. Untuk mendapatkan data mengenai modal sosial kelompok pembudidaya ikan, digunakan daftar pertanyaan Social Capital Assessment Tool yang diukur menggunakan metode skala Likert. Selanjutnya dilakukan pengukuran dengan menggunakan instrumen kontinuum modal sosial yang direkomendasikan oleh Uphoff (2000) dan adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Lenggono (2004). Untuk melihat keterkaitan hubungan antara variabel modal sosial terhadap pendapatan, dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari kelima komponen modal sosial yang diteliti, diketahui bahwa modal sosial yang dimiliki oleh kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Pasekan dikategorikan memiliki tingkat modal sosial sedang, serta hasil regresi logistik menunjukkan bahwa teknologi dan hubungan sosial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan kawasan minapolitan, dimana semakin maju teknologi yang digunakan dan semakin baik hubungan sosial diantara kelompok pembudidaya ikan, maka kawasan minapolitan juga akan semakin berkembang.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Pertanian Organik di Kabupaten Bandung Barat Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Agriani Hermita Sadeli; Yosini Deliana
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.891 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16752

Abstract

Di Kabupaten Bandung Barat banyak petani sayuran yang mulai menjalankan pertanian organic, namun masih terdapat petani yang belum sepenuhnya menjalankan sistem budidaya sayuran organic sesuai dengan SOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP sistem pertanian organic yang dilakukan oleh petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat serta faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang petani yang membudidayakan sayuran organic. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan SOP sistem pertanian organic masih tergolong sedang. Faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic adalah tingkat pendidikan petani, keikutsertaan petani dalam kegiatan penyuluhan, persepsi petani terhadap keuntungan relative, tingkat kerumitan dan keteramatan dari budidaya sayuran organic. Dukungan kegiatan penyuluhan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membudidayakan sayuran organic sesuai dengan SOP serta meningkatkan akses ke pasar sayuran organik.Kata kunci : petani, sayuran, organic, penerapan, pengaruh

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue