cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Keberlanjutan Penerapan Teknologi Pengelolaan Pekarangan oleh Wanita Tani di Kabupaten Kuningan Ani Suryani; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.405 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.14641

Abstract

Keberlanjutan penerapan teknologi pengelolaan pekarangan oleh wanita tani pada dasarnya ditujukan guna menghadapi isu ketahanan pangan nasional, perbandingan ketersediaan pangan vs pertambahan jumlah penduduk, isu alih fungsi lahan dan kesadaran tentang pentingnya upaya diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis karakteristik individu, karakteristik inovasi, kinerja fasilitator, dukungan eksternal dan keberlanjutan penerapan teknologi pengelolaan pekarangan; (2) mengkaji pengaruh karakteristik individu, karakteristik inovasi, kinerja fasilitator, dan dukungan eksternal terhadap keberlanjutan penerapan teknologi pengelolaan pekarangan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sindangagung dan Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian berjumlah 76 orang wanita tani. Hasil analisis regresi linear berganda Uji F (simultan), semua peubah bebas karakteristik individu, karakteristik inovasi, kinerja penyuluh/fasilitator dan dukungan lingkungan eksternal memiliki pengaruh nyata terhadap keberlanjutan adopsi. Nilai pengaruh sebesar 72,4% sedangkan sisanya 27,6% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak ada di dalam model regresi. Secara berurutan indikator peubah karakteristik individu yang berpengaruh nyata adalah umur, motivasi, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, curahan waktu wanita tani dan pendapatan keluarga. Indikator karakteristik inovasi adalah keuntungan relatif dan tingkat kesesuaian inovasi. Indikator kinerja fasilitator adalah tingkat kunjungan dan tingkat pengetahuan. Semua indikator dukungan eksternal pemasaran, dukungan keluarga, dukungan kelompok dan sarana prasarana berpengaruh nyata terhadap keberlanjutan pengelolaan lahan pekarangan.
Persepsi Petani terhadap Hutan Rakyat Pola Agroforestri di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Indiyah Hudiyani; Ninuk Purnaningsih; Pang S Asngari; Hardjanto Hardjanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.75 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.14709

Abstract

Keberhasilan pembangunan hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Wonogiri tidak terlepas dari persepsi petani mengenai hutan rakyat pola agroforestri. Persepsi individu terhadap lingkungannya merupakan faktor penting dan sangat menentukan tindakan yang dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi petani mengenai hutan rakyat pola agroforestri dan menemukan karakteristik petani yang berhubungan dengan persepsi petani tentang hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Wonogiri. Penelitian dilakukan pada Desember 2015 hingga April 2016 di Kabupaten Wonogiri. Populasi penelitian adalah kepala keluarga/ rumah tangga petani hutan rakyat dengan jumlah 2.431 orang dan pengumpulan data dilakukan kepada 246 petani hutan rakyat. Teknik penentuan sampel dilakukan secara simple random sampling. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan digunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki persepsi yang tinggi terhadap pengelolaan hutan rakyat pola agroforestri (3,14 Skala Likert) dan manfaat hutan rakyat pola agroforestri (3,09 Skala Likert). Karakteristik petani yang berkorelasi dengan persepsi petani adalah pendidikan formal, pendidikan non formal, dan jumlah tanggungan keluarga.
Kemandirian Wanita Tani dalam Usaha Industri Pangan di Solo Raya Jawa Tengah Suminah Suminah; Sunarru Samsi Hariadi; Mei Tri Sundari; Arip Wijianto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.703 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.14795

Abstract

Kemandirian wanita tani dalam usaha industri pangan membutuhkan social support dari pihak lain dan motivasi dari wanita tani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sosial support, motivasi, dan kemandirian, (2) menganalisis pengaruh variabel dukungan sosial maupun motivasi terhadap kemandirian wanita tani dalam usaha industri pengolahan pangan. Studi dilakukan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah. Pada penelitian ini digunakan metode kuantitatif, dengan teknik survey. Sampel diambil sebanyak 210 responden dengan teknik sampling acak bertahap. Data dianalisis secara deskriptif, dan diuji pengaruhnya dengan model persamaan struktural (SEM). Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa sebanyak 52,4% dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, teman, pemimpin, petugas pemberdayaan, dan instansi lain termasuk kategori sedang. Motivasi wanita tani 100% berada pada kategori tinggi, dan kemandirian wanita tani untuk melakukan usaha industri pangan 59,5% termasuk kategori tinggi. Sosial support dan motivasi secara simultan memiliki nilai determinant (R²) = 0,05. Kecilnya kontribusi sosial support dan motivasi terhadap kemandirian wanita tani dalam menjalankan usaha industri pangan, disebabkan karena bentuk dukungan sosial yang diberikan selama ini kurang tepat, sehingga kurang berdampak pada peningkatan motivasi dan kemandirian wanita tani dalam usaha indutri pangan. Dukungan sosial dan motivasi secara langsung berpengaruh significan terhadap kemandirian. Dukungan sosial secara tidak langsung memiliki pengaruh lebih besar pada kemandirian wanita tani jika dimediasi oleh motivasi.
Gaya Kepemimpinan dan Perilaku Komunikasi GPPT dengan Kapasitas Kelembagaan Sekolah Peternakan Rakyat di Kabupaten Muara Enim Zakiah Zakiah; Amiruddin Saleh; Krishnarini Matindas
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.685 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.14977

Abstract

Perkembangan peternakan di Indonesia secara umum masih memprihatinkan. Sebagian besar produksi daging sapi di Indonesia hampir seluruhnya diperoleh dari peternakan rakyat (78%), sisanya dari impor. Pola pemeliharaan ternak di Indonesia didominasi oleh usaha peternakan berskala kecil, dengan rata-rata kepemilikan ternak rendah, ternak dijadikan sebagai tabungan hidup, ternak dipelihara dalam pemukiman padat penduduk, usaha ternak dilakukan secara turun temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan karakteristik, gaya kepemimpinan, perilaku komunikasi, dan kapasitas kelembagaan GPPT. 2) Menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kapasitas kelembagaan SPR. 3) Menganalisis hubungan antara perilaku komunikasi dengan kapasitas kelembagaan SPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan rank Spearman. Penelitian ini memperoleh beberapa hasil seperti: terdapat hubungan negatif antara gaya kepemimpinan autokrasi dengan kapasitas kelembagaan, terdapat hubungan yang negatif antara media massa dengan kapasitas kelembagaan. Kata Kunci: Perilaku komunikasi, Kapasitas kelembagaan, Gaya kepemimpinan
Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Riski Rosadillah; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.315 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.15052

Abstract

Pengelolaan tanaman terpadu sangatlah membantu untuk lebih mengedepankan peningkatan produktivitas hasil, mempermudah pengendalian hama dan penyakit, penggunaan pupuk lebih efisien, dan dapat meningkatkan pendapatan usahatani. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penerapan PTT dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan PTT padi sawah di kecamatan Toili. Penelitian dilakukan di desa Tolisu, desa Tirta Sari, desa Sindang Baru, dan desa Mekar Kencana dengan responden sebanyak 80 petani padi sawah. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus-Juli 2016 dan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank Spearman. Penerapan padi sawah tergolong tinggi dalam penerapan benih bermutu, sistem tanam, pengairan berselang, pengendalian gulma, hama dan penyakit terpadu, dan panen dan pasca panen, sedangkan varietas unggul dan pemupukan berimbang masih tergolong sedang. Tingginya penerapan pengelolaan tanaman terpadu berhubungan dengan dukungan ketersediaan sarana produksi yang sudah terfasilitasi dengan baik, dukungan kelompok tani sudah sangat aktif dalam kegiatannya, keuntungan relatif sudah sangat menguntungkan dalam penerapannya, kompatibilitas sudah sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan petani, dan observabilitas sudah dapat dicoba dalam skala luasan yang lebih kecil.Kata kunci: padi sawah, penerapan pengelolaan tanaman terpadu, petani.
Hubungan Jaringan Komunikasi dan Dinamika Kelompok dengan Kapasitas Petani dalam Agribisnis Padi Organik di Jawa Barat Sri Wahyuni; Sumardjo Sumardjo; Djuara P. Lubis; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.573 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.15115

Abstract

Kapasitas petani dalam agribisnis padi organik adalah kemampuan petani untuk menerapkan budidaya padi organik sesuai dengan standar sertifikasi oleh Institute of Marcetology (IMO) Swiss. Jaringan komunikasi dan dinamika kelompok menentukan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Penelitian ini dilakukan di Tasikmalaya pada kelompok tani Jembar II, Sundamekar, Mekar Karya dan Serbaguna II; sedangkan di Karawang dilakukan pada kelompok tani Dewi Sri, Wargi Mukti, Benong II dan Mindi Lamping. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Metode yang digunakan adalah survey, data didapatkan melalui wawancara dengan kuesioner. Analisa data menggunakan korelasi Pearson. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jaringan komunikasi dan tingkat dinamika kelompok pada kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi di Tasikmalaya dan Karawang, baik produksi dan pemasaran tidak berhubungan dengan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik. Kapasitas petani di Tasikmalaya dalam mengidentifikasi kapasitas potensi agribisnis dan mempertahankan padi organik lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika kelompok terutama oleh kejelasan tujuan, fungsi kelompok, dan suasana kondusif dalam kelompok. Demikian pula di Karawang, kapasitas petani untuk mengatasi masalah agribisnis lebih ditentukan oleh dinamika kelompok terutama oleh fungsi kelompok, kohesifitas kelompok, dan tekanan kelompok yang terarah. 
Strategi Pemberdayaan Petani Muda Kopi Wirausaha di Kabupaten Simalungun Titik Sumarti; Rokhani Rokhani; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.048 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.15165

Abstract

Kopi arabika merupakan produk global, dan kopi arabika Simalungun mampu bersaing di dunia internasional. Keberlanjutan usaha kopi arabika tergantung pada petani muda wirausaha. Petani muda sebagai aset bangsa perlu mendapat perhatian agar usahanya mampu bersaing di era global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data primer. Teknik pengumpulan data adalah FGD sebanyak 2 kali masing-masing diikuti 15 orang petani muda kopi dan wawancara mendalam dengan teknik snow ball terhadap 11 orang petani muda kopi. Subyek penelitian adalah petani muda kopi yang terlibat dalam usaha kopi. Hasil penelitian menunjukkan: strategi pemberdayaan petani muda kopi wirausaha memerlukan dua komponen, yaitu faktor penggerak dan pelancar. Faktor penggerak meliputi: perubahan sistem ekonomi non pasar menjadi pasar, perubahan sistem patron klien menjadi pasar; membuka akses alat pengolahan kopi, membentuk citra petani muda sebagai agen yang aktif dan kritis, menempatkan petani muda kopi sebagai subyek yang dinamis dalam membangun karakter kepemimpinan dan kewirausahaan. Faktor pelancar meliputi: membangun kolektifitas, mengorganisir petani muda kopi dengan memperkuat modal sosial, melindungi basis sumberdaya air dan lahan dengan menerapkan good agricultural practices (GAP), diversifikasi mata pencaharian, membuka akses pasar, penyuluhan dan pendampingan usaha kopi berbasis informasi dan teknologi. Dalam era pasar bebas (MEA), diperlukan reposisi petani muda kopi dari petani produsen menjadi petani pemasok.
Pemberdayaan untuk Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah Musa Frengkianus Banunaek; Suminah Suminah; Ravik Karsidi
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.873 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.15169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui tingkat kinerja (performance) penyuluh pertanian, menganalisis pengaruh faktor individu penyuluh, faktor psikologi penyuluh, faktor organisasi penyuluh dan faktor lingkungan kerja penyuluh terhadap kinerja penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas pokoknya dan menemukan model pemberdayaan untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian rata-rata termasuk dalam kriteria tinggi yaitu sebesar 77,73 persen sedangkan uji hipotesa diperoleh nilai thitung sebesar 1355 dan ttabel 2,01 sehingga (thitung > ttabel) yang di artikan bahwa secara bersama-sama faktor individu penyuluh, psikologi penyuluh, organisasi penyuluh dan lingkungan kerja penyuluh berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian. Faktor-faktor yang berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kinerja penyuluh yaitu: Faktor individu (pengalaman penyuluh), faktor psikologi (persepsi penyuluh pertanian terhadap profesi penyuluh pertanian, sikap dan motivasi penyuluh pertanian), faktor organisasi (imbalan penyuluh pertanian) dan faktor lingkungan kerja (jumlah petani binaan dan interaksi penyuluh dengan petani binaan) sedangkan yang berpengaruh negatif signifiikan yaitu luas wilayah penyuluh pertanian. Penelitian ini menemukan model pemberdayaan untuk meningkatkan kinerja penyuluh yaitu dengan memperhatikan faktor individu penyuluh, psikologi, organisasi dan juga faktor lingkungan kerja penyuluh pertanian.Kata Kunci: Kinerja Penyuluh Pertanian, Individu, Psikologi, Organisasi, Lingkungan Kerja
Hubungan Perilaku Komunikasi dan Pengembangan Kapasitas Pelaku Agribisnis Perikanan Air Tawar di Padang, Sumatera Barat Yenny Oktavia; Pudji Muldjono; Siti Amanah; Musa Hubeis
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.616 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i2.15443

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis tingkat konvergensi komunikasi dalam pengembangan kapasitas pelaku agribisnis perikanan air tawar.  (2) Menganalisis hubungan perilaku komunikasi dalam mengakses informasi dengan konvergensi komunikasi pengembangan kapasitas pelaku agribisnis perikanan air tawar.Data penelitian dikumpulkan dengan angket/kuesioner dan wawancara kelompok terhadap anggota kelompok pelaku agribisnis. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan inferensial dengan Uji Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif terhadap 284 pelaku agribisnis perikanan air tawar menunjukkan bahwa tingkat konvergensi komunikasi dalam pengembangan kapasitas tergolong rendah, ditandai dengan masih rendahnya mutu layanan informasi dan partisipasi pelaku agribisnis dalam berbagi informasi. Pengembangan kapasitas pelaku agribisnis perikanan air tawar dapat dilakukan dengan peningkatan perilaku komunikasi mengakses informasi, karena perilaku komunikasi berhubungan positif dan nyata dengan konvergensi komunikasi dalam pengembangan kapasitas pelaku agribisnis. Kemampuan kontak dengan pihak di luar komunitas dan intensitas penggunaan media merupakan bagian dari perilaku komunikasi yang berperan dalam peningkatan konvergensi komunikasi pelaku agribisnis sehingga perlu mendapat prioritas.Kata kunci: pengembangan kapasitas, konvergensi  komunikasi, akses informasi
Adopsi Inovasi Program Keluarga Berencana oleh Akseptor dari Komunitas Adat Terpencil Baduy diKecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Ahmad Sihabudin; Burhanudin Mutjaba; Idi Dimyati
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.521 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.15620

Abstract

Adanya trend peningkatan akseptor Keluarga Berencana (KB) pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Baduy Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten. Data menunjukkan Tahun 2006 Akseptor KB di Baduy Luar berjumlah 647 peserta, per bulan Pebruari 2014 jumlah akseptor KB Baduy Luar 1403 peserta, dan akseptor di Baduy dalam 16 peserta. Selain itu ada variasi penggunaan alat kontrasepsi yang dipakai, pada masa awal KAT Baduy menerima konsep KB kebanyakan mereka menggunakan implant. Dari gejala tersebut penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan ciri inovasi KB, saluran atau media apa dalam penyebaran KB; faktor-faktor karakteristik adopter apa saja yang mempengaruhi penerimaan KB. Metode penelitian yang digunakan adalah Survai explanasi. Jumlah sample penelitian sebanyak 100 orang. analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, dan untuk mengetahui hubungan antar peubah dilakukan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkanUsia responden sebenarnya relatif terdistribusi mulai umur 13 sampai 45 tahun, paling banyak adalah usia 18-25 tahun. Jumlah putra yang dimiliki paling dominan antara 2 anak dan 4 anak.Jenis Pekerjaan responden sebagian besar adalah penenun kain. Jarak rumah tempat tinggal responden  ke klinik kesehatan sebagian besar berjarak 2 jam perjalanan kaki ke klinik. Jenis alat KB (kontrasepsi) mayoritas perempuan Baduy Luar menggunakan suntik. Masa lama telah ber-KB, sebagian besar 1-3 Tahun, ada juga sudah 7-9 tahun  dan yang lebih dari 10 tahun ber-KB ternayata cukup besar. Lama memutuskan ikut KB sebagian besar yakni 6 bulan. Saat awal ber KB mayoritas alat kontrasepsi yang merteka pilih dengan cara suntik. Alasan  ber-KB jawaban yang paling banyak disebut adalah demi menjarangkan anak. Diperlukan pengembangan strategi agar perubahan terencana dapat dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan akan keluarga berencana masyarakat adat baduy. Terdapat korelasi yang positif antara karakteristik akseptor KB dengan efektifitas penerimaan inovasi.Korelasi antara sistem sosial dengan efektifitas penerimaan inovasi bernilai negatif atau hampir tanpa pengaruh.Korelasi antara jenis saluran komunikasi dengan efektifitas penerimaan inovasi mempunyai hubungan yang cukup kuat.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue