cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Kajian Relevansi Kurikulum SMK dengan Kebutuhan Pengembangan Teknologi Masa Depan di Indonesia Pudji Muljono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.134 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11440

Abstract

Upaya pembaharuan pendidikan harus dilakukan secara terus-menerus sejalan dengan perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi, tuntutan ekonomi, dan perubahan dalam masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengkajirelevansi kurikulum pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) terhadap kebutuhan pengembangan teknologimasa depan yang sesuai bagi bangsa Indonesia. Metode kajian yang digunakan, selain melalui studi meja dan diskusidengan pakar, juga dilakukan analisis data sekunder untuk mendapatkan peta program-program keahlian yang ada disekolah kejuruan. Hasil kajian antara lain menunjukkan bahwa jurusan bisnis dan manajemen merupakan programkeahlian yang paling banyak yaitu 2.239 unit; sedangkan program keahlian yang paling relevan dengan arahkebijakan pengembangan ristek adalah jurusan atau program keahlian teknologi informasi yaitu sekitar 2.904 unit.Kata kunci: sekolah kejuruan, kurikulum, teknologi masa depan
Dampak Iklan televisi Terhadap Sikap Konsumtif Ibu Rumah Tangga Masyarakat Adat (Kasus Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat) Fetry Zulbeatri; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.831 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v2i3.11441

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel apa saja dari karakteristik iburumahtangga mempunyai hubungan dengan pola menonton iklan televisi, menganalisis sejauh manaperanan iklan televisi dalam menumbuhkan sikap konsumtif ibu rumahtangga Kampung Naga danmengidentifikasi aturan adat yang dipegang masyarakat tersebut yang dapat mengontrolsikapkonsumtif ibu rumahtangga Kampung Naga.Penelitian ini dilakukan di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, KabupatenTasikmalaya, yang merupakan salah satu kampung adat yang ada di Jawa Barat. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara melakukan wawancara tertutupdengan kuesioner sebagai instrumen utama kepada sejumlah 42 responden.Analisis data yangdigunakan untuk melihat adanya keterhubungan antar variabel yaitu uji rank Spearman dan ujistatistik Pearson.Faktor-faktor karakteristik ibu rumahtangga yang berhubungan dengan frekuensi menonton televisiadalah usia, kepemilikan televisi, status dalam adat, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan.Variabel karakteristik ibu rumahtangga yang berhubungan dengan durasi menonton televisi adalahusia, kepemilikan televisi, tingkat pensisikan, dan tingkat pendapatan. Karakteristik ibu rumahtanggayang berhubungan dengan waktu menonton televisi hanya kepemilikan televisi., sedangkan variabelyang berhubungan degan frekuensi memperhatikan iklan televisi adalah semua karakteristk iburumahtangga kecuali status dalam adat.Pada perubahan sikap konsumtif kognitif, waktu menonton televisi, waktu menonton televisi danfrekuensi memperhatikan iklan yang tinggi. Perubahan sikap konsumtif afektif dipengaruhi olehseluruh variabel pola menonton iklan televisi, untuk perubahan sikap konsumtif tingkat konatif, tidaksatupun dari pola menonton iklan televisi berhubungan. Perubahan sikap mayarakat adat tidak adahubungannya dengan keterikatan mereka terhadap aturan adat.Kata kunci: televisi, iklan, sikap konsumtif, ibu rumahtangga
EVALUASI PROGRAM POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) (Studi Kasus Posdaya Bina Sejahtera di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat) Abdurrazzak Naufal; Yatri Indah Kusumastuti
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.131 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11446

Abstract

Menanggapi program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber dayamanusia masyarakat terpencil, keluarga. Program pemberdayaan didirikan. Pembentukan komunitas tersebutProgram pengembangan berusaha untuk mencapai target milenium tujuan pembangunan (MDGs), dalamperhatian khusus untuk masyarakat terpencil pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untukmengevaluasi kemajuan Program Pemberdayaan Sejahtera Family; 2) untuk menyelidiki contraints dan faktoryang mendukung pengembangan dari Program Pemberdayaan; dan 3) untuk menganalisis input, output, prosesdan efek dari Program Posdaya Bina Sejahtera, pada komunitas Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, JawaBarat. Kualitatif juga pendekatan kuantitatif digunakan, dalam penelitian ini. Pendekatan kualitatif adalahdigunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan. Keluarga Program pemberdayaan,sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk kasus belajar. Kedua pendekatan kualitatif dan kuantitatifsinergis dimanfaatkan untuk hasil yang lebih komprehensif. Untuk pengumpulan data, 50 kuesioner yangdiberikan untuk tokoh masyarakat, pejabat Bina Sejahtera, dan masyarakat anggota purposif. Penelitian inimenyatukan keadaan saat ini pengetahuan bagaimana Posdaya telah mengubah kualitas hidup masyarakat. Daripenelitian ini, Disarankan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) IPB, Yayasan Damandiri,serta Pemerintah harus tangan di tangan untuk melanjutkan mendukung program pemberdayaan.Kata kunci: Evaluasi, Pemberdayaan, Posdaya
TINGKAT PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN PETANI ALUMNI SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (Kasus Desa Kebon Pedes, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat) Mariam Febriani Budiman; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.442 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11447

Abstract

Pendekatan pengembangan pertanian dilakukan secara terpusat dari atas ke bawah . Kegagalan dalam mencapaiupaya pembangunan pertanian, menjadikan ahli di waktu itu berkata sangat penting untuk mengubah paradigmapengembangan pertanian berkelanjutan yang bottom up. Sekolah lapangan (SL-PTT) sebagai bagian darikegiatan penyuluhan pertanian, petan menunjuk untuk memberdayakan kaum, ini adalah salah satu cara untukmencapai titik pembangunan pertanian, sehingga lebih menarik untuk belajar lebih jauh. Tujuan penelitiantentang kondisi masa sekarang adalah untuk menganalisis pemberdayaan petani korelasi model sl-ptt dengantingkat partisipasi dan otonomi. Penelitian ini digunakan metode dan kuantitatif tersebut didukung dengan datakualitatif. Kuantitas data dikumpulkan dengan menggunakan metode dengan 42 survei peserta SL-PTT petani.Responden dipilih dengan menerapkan metode sampel acak berlapis. Di samping itu, data kualitatifdikumpulkan dengan wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas sl-ptt mempunyai korelasisignifikan dengan tingkat partisipasi dan otonomi petani. Kebanyakan petani berada di tingkat tengah danpartisipasi otonomi.Kata kunci: Sekolah lapangan, ekstensi , pemberdayaan , partisipasi , otonomi
PERAN KELOMPOK TANI DALAM KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI (Desa Banjarsari dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat) Mochamad Januar; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.336 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat keamanan pangan rumah tangga petani yang telahterwujud, menganalisis faktor yang mempengaruhi keamanan pangan rumah tangga petani dan mengidentifikasiperan kelompok tani dalam rumah tangga untuk mencapai ketahanan pangan petani. Pendekatan penelitiandengan survai, responden penelitian adalah 60 kepala keluarga anggota petani dan Kelompok Tani Tanjungsaridari Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten tasikmalaya, provinsi jawa barat. Penelitianmenggunakan metode statistik dengan kuantitatif dan kualitatif spearman korelasi untuk memeriksa variabelperingkat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa petani ketersediaan pangan rumah tangga sudah cukupmemadai tetapi masih belum stabil ketika musim menghadapi kelaparan, panen kekeringan atau tak lamasebelum.Perlu meningkatkan peran kelompok tani untuk mencapai keamanan pangan rumah tangga petani.Kunci: ketahanan pangan, rumah tangga petani, kelompok tani.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pola Asuh Anak Pada Keluarga Etnis Minang, Jawa Dan Batak (Factors Associated With Family Parenting Children In Ethnic Minang, Javanese and Batak) Mariam Dewi Rahayu; Siti Amanah
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.545 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11449

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Dumai Timur,Kota Dumai, ProvinsiRiau.Populasi penelitian adalah seluruh keluarga etnis Minang, Jawa dan Batak yang bertempat tinggal di RT 21, 22dan 23 Kelurahan Sukajadi.Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 keluarga, yang terdiri dari 52 keluargaetnis Minang, 14 keluarga etnis Jawa dan 34 keluarga etnis Batak.Analisis hubungan menggunakan pengujian RankSpearman dan Uji ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga etnis Minang, faktor peran media massadan pola komunikasi dalam keluarga paling berhubungan positif dengan pola asuh anak.Keluarga etnis Jawa, faktorlingkungan fisik dan peran lembaga keagamaan yang berhubungan positif dengan pola asuh anak. Pada keluargaetnis Batak, lingkungan sosial, media massa dan pola komunikasi dalam keluarga yangberhubungan nyata positifdengan pola asuh anak. Media massa dan pola komunikasi dalam keluarga terlihat memiliki hubungan dengan polaasuh anak. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh responden baik dari keluarga etnis Minang, Jawa maupunBatak yang memiliki akses terhadap media massakhususnya televisi yang kemudian mempengaruhi pola komunikasidalam keluarga khususnya antara orangtua dan anak dalam keluarga.Kata kunci : budaya, komunikasi, pola asuh
PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) UNIT PELAYANAN DAN JARINGAN (UPJ) BEKASI KOTA Dahlia Dessianyanthi; Aida Vitayala S. Hubeis
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.143 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11450

Abstract

Public service is one form of the state apparatus functions as a public servant as well as aservant of the state. Seeing an increasingly competitive business world today, the company thatprovide public service need to change their customer services into a profit center. The quality ofservice provides an important link between the company and customers, also can help to push thecompany to achieve their goals and give positive image. Company's image depends on how thecompany give their services to the customer. Companies are required to constantly monitor publicperceptions or opinions about the company, through its institutional functions of Public Relation (PR).The purpose of this research is to analyze the customer's perception of the quality of public services atPLN UPJ Bekasi Kota, and the relationship between the internal and external factors with thecustomer's perception of public services at PLN UPJ Bekasi Kota. The results of this research showthe customer’s perception on the quality of public services at PLN UPJ Bekasi Kota is good with theaverage score equal to 3.86. Correlation test showed that there are five significant correlation, whichis the relationship between education level and assurance, education level and responsiveness,education level and tangibles, income level and tangibles, and the frequency of respondents callingand responsiveness.Keywords: Public Service, Quality of Service, PLN
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PERSEPSI GENDER MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Kasus Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA Tahun Masuk 2009) Rehasti Dya Rahayu; Winati Wigna
Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.116 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v6i2.11451

Abstract

The goals of this research are to analyze family, school, and society area thatinfluence of student gender perception and then to know the different influence factorsfrom it. This research has done in STEI TAZKIA. Generally, even though have the higheducation but the gender perception is still low. This reality has different with whathappened in STEI TAZKIA. STEI TAZKIA students have the high gender perception.Those facts are the good reason to do research in STEI TAZKIA.The results of this research are student gender perceptions do not come from thefamily area, but student gender perception come from school and society area and thereare different results from boy and girl students. The results of this research proofed thatthe influence boy students gender perception come from school area (from their teacher)and society area (from their friends), different with the girl students that the influencegender perception come from family area (from their mother).Keywords: Family area, school area, and society area
Perilaku Kewirausahaan Pelaku Usaha Pempek Skala Industri Kecil dan Menengah di Kota Palembang Nia Nurfitriana; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.191 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.11470

Abstract

Sentra usaha pempek skala Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Palembang berada di wilayah Seberang Ulu. Usaha tersebut tidak dapat berkembang karena tidak adanya keinginan untuk mengembangkan usaha. Hal yang terpenting bagi pelaku usaha, dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan usaha tersebut. Penelitian ini menganalisis: (1) ciri-ciri perilaku kewirausahaan pelaku usaha pempek, (2) hubungan karakteristik responden dan faktor pendukung dengan perilaku kewirausahaan (3) hubungan perilaku kewirausahaan dengan keberhasilan usaha pempek. Penelitian dilakukan di Wilayah Seberang Ulu di  Kecamatan Seberang Ulu I dan Seberang Ulu II Kota Palembang, pada Bulan Mei-Juni 2015. Sampel ditetapkan secara sengaja sebanyak 50 orang.  Metode analisis yang digunakan adalah secara statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan perilaku kewirausahaan pelaku usaha pempek rendah karena empat dari enam ciri-ciri perilaku kewirausahaan yaitu kepercayaan diri, berorientasi tugas dan hasil, kepemimpinan, dan keorisinilan rendah. Karakteristik responden dan faktor pendukung dengan perilaku kewirausahaan memiliki hubungan positif sangat nyata. Perilaku kewirausahaan dengan keberhasilan usaha berhubungan positif sangat nyata karena perilaku kewirausahaan mempengaruhi besarnya jumlah penjualan, presentase keuntungan, dan jumlah tenaga kerja.  Kata kunci: industri kecil dan menengah, kewirausahaan, pelaku usaha, pempek, perilaku
Perilaku Kewirausahaan Petani Kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh Ulya Zainura; Nunung Kusnadi; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.221 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i2.11606

Abstract

Kopi Arabika Gayo merupakan salah satu komoditi perdagangan subsektor perkebunan yang mempunyai peluang dalam rangka memperbesar pendapatan Negara dan meningkatkan penghasilan petani. Pengelolaan perkebunan kopi rakyat ini diusahakan masih secara tradisional. Banyak faktor yang mempengaruhi pola usahatani perkebunan secara tradisional yang selama ini dilakukan.Faktor kewirausahaan menentukan berhasil tidaknya petani dalam menyesuaikan perubahan lingkungan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik petani kopi Arabika Gayo, dan menganalisis pengaruh faktor karakteristik individu petani (internal factor) dan lingkungan bisnis (external factor) terhadap perilaku kewirausahaan petani kopi Arabika Gayo serta menganalisis pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap perspektif kinerja usahatani kopi Arabika Gayo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2015 hingga bulan Juni 2015 di Kabupaten Bener Meriah. Data yang digunakan diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 120 responden petani kopi Arabika Gayo yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode SEM dengan bantuan software LISREL 8.30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu (internal factor) petani kopi Arabika Gayo secara umum yaitu rata-rata berada pada tingkat usia produktif, tingkat pendidikan formal mayoritas lulusan SMA, memiliki pengalaman yang cukup, usahatani kopi sebagai sumber mata pencaharian utama, memiliki modal yang terbatas dan luas lahan yang dimiliki rata-rata 0,5–1 hektar. Karakteristik individu (internal factor) petani kopi Arabika Gayo berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewirausahaan dengan nilai koefisien sebesar 0,20 dan nilai t-hitung sebesar 2,77 dan pengaruh lingkungan bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewirausahaan dengan nilai koefisien 0,75 dan nilai t-hitung 9,93, serta perilaku kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perspektif kinerja usahatani kopi Arabika Gayo dengan koefisien pengaruh 0,98 dan t-hitung 16,91, maka dengan adanya peningkatan perilaku kewirausahaan akan meningkatkan perspektif kinerja usahatani kopi Arabika Gayo.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue