cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Analisis Faktor Adopsi Inovasi Perikanan Budidaya Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata Atikah - Nurhayati; Titin - Herawati
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.093 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.18928

Abstract

Budidaya ikan menggunakan karamba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata memiliki peran ekonomi penting bagi masyarakat di sekitar waduk tersebut. Menyesuaikan dengan perkembangan kondisi alam, fisik maupun sosial, teknologi KJA di Waduk Cirata berkembang dari waktu ke waktu, terlihat dari perubahan-perubahan konstruksi KJA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor adopsi inovasi teknologi perikanan budidaya KJA, yang diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan teknologi di waduk tersebut. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh melalui pendekatan survey, di mana responden dipilih menggunakan teknik cluster random sampling berdasarkan jenis kontruksi KJA. Data dari hasil survey tersebut dianalisis menggunakan teknik regresi liner berganda. Variabel diukur menggunakan skala nominal, ordinal dan interval, dengan parameter faktor internal dan eksternal dari pembudidaya KJA Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2017 di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. Tahap pengumpulan data primer dilaksanakan pada bulan Januari-April 2017 sedangkan data sekunder dikumpulkan pada bulan Mei-Juni 2018. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan kontruksi KJA di Waduk Cirata terjadi dalam tiga fase. Fase pertama adalah fase tradisional dengan kontruksi menggunakan bambu; fase kedua adalah konstruksi semi modern, menggunakan campuran antara bambu dan Styrofoam; fase ketiga adalah konstruksi moderen menggunakan bahan fiber. Berdasarkan hasil penelitian dengan mengidentifikasi dan menganalisis sejumlah factor yang mempengaruhi adopsi inovasi, yaitu faktor-faktor internal (umur(X1.1.), pendidikan (X1.2), pengalaman usaha (X1.3) dan modal usaha (X1.4) yang berpengaruh secara parsial, dan faktor eksternal  (peran lembaga keuangan formal, (X2.1) peran lembaga keuangan non formal, (X2.2), pemilik kja (X2.3), peranan dinas perikanan (X2.4), dan  tenaga kerja KJA (X2.5),  yang berpengaruh secara absolut. Berdasarkan pada hasil analisis fartor adopsi inovasi ini, pengembangan teknologi KJA di waduk Cirata disarankan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan yaitu pengunaan kontruksi KJA yang terbuat dari fiber Kata Kunci : Adopsi inovasi, Cirata, KJA, Perikanan Budidaya, perairan daratan
Keberdayaan Transmigran dalam Berusaha Tani di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Malta Malta; Sumardjo Sumardjo; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.038 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19039

Abstract

Pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi seharusnya dirancang dalam kerangka untuk menjadikan masyarakat transmigrasi berdaya dalam menjalankan kegiatan usahanya, sehingga tercapai kesejahteraan. Keberdayaan merupakan unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat dapat bertahan dalam mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat keberdayaan transmigran dalam berusaha tani dan faktor-faktor yang dominan memengaruhi keberdayaan transmigran dalam berusaha tani. Penelitian dilakukan mulai Mei 2016 sampai Januari 2017. Jumlah populasi adalah 3.537 rumah tangga transmigran. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel sebanyak 359 responden. Penarikan sampel secara acak berstrata (stratified random sampling). Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan pengamatan di lapangan. Pengaruh antar peubah, diuji menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat keberdayaan transmigran dalam berusaha tani dalam kategori rendah. Faktor yang berpengaruh terhadap keberdayaan adalah ketersediaan faktor pendukung, dukungan lingkungan sosial budaya, kegiatan penyuluhan, pelatihan calon transmigran, dan karakteristik individu transmigran.
Persepsi Petani tentang Kompetensi Keujruen Blang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh Ikhsan ikhsan; Pudji Muljono; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.945 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19207

Abstract

Keujruen blang adalah lembaga adat yang bergerak di bidang pertanian untuk membantu persoalan petani dalam pengelolaan kawasan persawahan, pembinaan masyarakat, pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah dalam penyelenggaraan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian, (2) menganalisis hubungan karakteristik petani dan kegiatan penyuluhan dengan tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2017 di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial (rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kompetensi keujruen blang berada pada kategori tinggi. Hal tersebut dilihat dari: tata cara turun ke sawah, pengaturan pembagian air, koordinasi dengan pemerintah, mengkoordinasikan khanduri blang, dan pemberian teguran dan sanksi. (2) faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian adalah karakteristik petani (pengalaman usahatani, dan tingkat pendapatan) dan kegiatan penyuluhan (intensitas mengikuti penyuluhan, kesesuaian materi penyuluhan, kesesuaian media penyuluhan dan ketepatan metode penyuluhan).Kata kunci: keujruen blang, kompetensi, penyuluhan, persepsi, petani
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur Abdul Farid; Ugik Romadi; Djoko Witono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.829 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.19226

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon pada bulan Maret sampai dengan Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan kuesioner tertutup dengan alat pengukuran skala Likert pada 80 responden. Data disajikan dalam bentuk tabulasi, dan pengaruh faktor internal dan eksternal petani terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan sikap petani memiliki kecenderungan positif sebanyak 72,5% terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo berdasarkan prinsip sistem tanam jajar legowo. Faktor internal petani menunjukkan pengaruh positif terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo adalah variabel umur dan profitabilitas, sedangkan faktor eksternal petani berpengaruh negatif adalah variabel harga. Variabel-variabel lainnya yaitu pendidikan, pengalaman, lahan, intensitas penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan dan media penyuluhan tidak berpengaruh terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo
Perception of Farmers of Communal and Individual Stalls Towards the Role of Extension on Integrated Farming in Pelalawan District Susy Edwina; Evy Maharani; Yeni Kusumawaty; Jumatri Yusri; Yusmini Yusmini
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.471 KB) | DOI: 10.25015/15201919248

Abstract

Provision of government assistance to the SISKA (integration of cattle and oilpalm) program has encouraged farmers to form groups. One component of the aid was the communal stall which is a joint enclosure developed in one location. The development of communal stalls is not always successfully maintained by the groups. This study aimed to analyze the perception of SISKA farmers on the role of extension as well as the driving and inhibiting factors of the extension role. The study was conducted in Kecamatan Pangkalan Lesung and Kerumutan Subdistrict of Pelalawan District based on the existence of 11 groups of farmers who still apply SISKA. The analytical method used was perception analysis by average scoring method and perceptual mapping by spiderweb graph. Sampling was conducted by census in 11 farmer groups with a total of 125 members (38 farmers who applied individual stalls and 87 farmers who applied communal stalls). The results showed that the perception towards extension of farmers applying communal stalls was in “good”category, while the perception of farmers applying individual stalls was in “less good” category. The role of extension workers in both systems that has not been functioning was in facilitating farmers to partner.
Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Mengembangkan Kapasitas Petani Padi di Provinsi Banten Johan David Wetik; Amiruddin Saleh; Pang S Asngari
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.673 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.19468

Abstract

Komunikasi pemasaran sesuai dengan perkembangan teknologi proses komunikasi juga mengalami perubahan, seperti akhir-akhir ini maraknya perkembangan internet. Tentunya ini juga akan berpengaruh terhadap pelaku pertanian baik penyuluh maupun petani dalam memperoleh informasi suatu produk atau jasa. Kapasitas petani adalah daya-daya yang dimiliki pribadi petani untuk dapat menetapkan tujuan usahatani secara tepat dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang tepat pula. Setiap individu (orang) secara alamiah selalu memiliki kapasitas yang melekat pada dirinya. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan potensi yang dimiliki, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis karakteristik kewirausahaan, komunikasi pemasaran terpadu, dan kapasitas petani; (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas petani. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan metodologi penelitian kuantitatif serta menggunakan motode survey.  Lokasi penelitian berada di empat kabupaten di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tenggerang. Populasinya adalah petani padi dengan jumlah 276.712 orang. Jumlah sampel ditetapkan dengan rumus Slovin dengan tingkat error 5 persen, diperoleh sebanyak 400 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karateristik kewirausahaan petani padi sudah cukup baik,  petani telah mampu melakukan komunikasi pemasaran terpadu, dan kapasita petani padi sudah cukup baik dalam menjalankan usaha; (2) kapasitas dipengaruhi secara langsung oleh karakteristik kewirausahaan, dan dipengaruhi secara tidak langsung oleh komunikasi pemasaran terpadu 
Implementasi Penyuluhan Hortikultura Berkelanjutan di Provinsi D.I. Yogyakarta Epsi Euriga; Siti Amanah; Anna Fatchiya; Pang S Asngari
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.297 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19555

Abstract

Sesuai amanah Undang-Undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, implementasi penyuluhan mulai memfokuskan pada aspek keberlanjutan yaitu meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Hortikultura berkelanjutan merupakan salah satu inovasi dalam melaksanakan pertanian tanpa merusak lingkungan. Adopsi hortikultura berkelanjutan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh petani hortikultura di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meskipun telah dilaksanakan penyuluhan. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi suatu adopsi adalah penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi implementasi penyuluhan hortikultura berkelanjutan di Provinsi DIY. Survey dilakukan pada 350 petani hortikultura di Kabupaten Sleman, Kulonprogo dan Bantul, Provinsi DIY. Hasil survey menunjukkan bahwa efisiensi implementasi penyuluhan di DIY berada dalam kategori tinggi, yaitu: materi penyuluhan, metode penyuluhan dan kompetensi penyuluh pada kategori tinggi, sedangkan keterlibatan petani pada kategori sedang. Materi penyuluhan perlu diperkuat dalam hal penggunaan mulsa dan pemasaran dengan mempertimbangkan aspek kelayakan lingkungan dan ekonomi. Metode penyuluhan ditingkatkan dengan pelatihan (training) dan sekolah lapang. Penyuluh harus berkompetensi mengajak petani agar mengurangi penggunaan bahan kimia dalam memberantas hama dan gulma. Untuk meningkatkan partisipasi petani penyuluh harus meningkatkan frekuensi pertemuan dengan petani. 
Peran Orangtua dan Guru dalam Membangun Internet sebagai Sumber Pembelajaran Shaifuddin Chalim; E Oos. M Anwas
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.268 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.19558

Abstract

Realitas perilaku anak-anak dan remaja masa kini sudah dipengaruhi oleh internet. Lingkungan keluarga dan sekolah dituntut kondusif agar anak-anak dan remaja menggunakan internet secara positif terutama untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) perilaku siswa dalam menggunakan internet; 2) peran orangtua dan guru dalam membangun internet sebagai sumber pembelajaran; dan 3) faktor-faktor yang berhubungan dengan intensitas penggunaan internet untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunan pendekatan kuantitatif. Hasil deskripsi data dan uji korelasi diketahui bahwa semua siswa setiap hari menggunakan internet, dengan rata-rata lebih dari dua jam. Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran cukup tinggi. Tingginya penggunaan internet untuk pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh tingginya kepedulian orangtua dalam membimbing anaknya belajar dan mengontrol penggunaan internet, tingginya intensitas guru menggunakan internet untuk pembelajaran, tingkat pendidikan orangtua terutama ibu, serta intensitas membaca buku pelajaran. Menggunakan media sosial, bermain game online, menggunakan internet walaupun intensitasnya tinggi tetapi tidak berhubungan dengan penggunaan internet untuk pembelajaran. Implikasinya bahwa para orangtua dan guru dituntut lebih peduli terhadap pembelajaran, terutama memanfaatkan internet untuk mendukung keberhasilan pembelajaran.
Tingkat Adopsi Good Agricultural Practices Budidaya Kopi Arabika Gayo oleh Petani di Kabupaten Aceh Tengah Mahyuda Mahyuda; Siti Amanah; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.164 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19757

Abstract

            Aceh Tengah merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh sebagai sentral penghasil kopi arabika di Aceh. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah guna meningkatkan produksi dan mutu kopi, salah satunya melalui adopsi budidaya kopi Good Agricultural Practices (GAP) sesuai rekomendasi P4S. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ciri inovasi dan tingkat adopsi budidaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi budidaya GAP kopi Arabika Gayo. Populasi pada penelitian ini sebesar 148 orang petani yang menerapkan budidaya GAP dengan sampel sebanyak 60 orang. Penentuan jumlah sampel secara acak proporsional (proportionate random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap ciri inovasi termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat adopsi penanaman varietas unggul dan pembuatan lubang rorak termasuk dalam kategori tinggi. Pemangkasan koker, penanaman pelindung, penggemburan tanah termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan pemupukan organik berada pada kategori sedang. Faktor-faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat adopsi adalah tingkat kemanfaatan inovasi dan kemudahan dicoba, sedangkan keuntungan relatif berpengaruh nyata. Selain itu, jumlah tanggungan keluarga dan kesesuaian berpengaruh nyata negatif. 
Strategy to Develop Traditional Fishery Business in Implementing the Principle of Sustainable Business Helvi Yanfika; Siti Amanah; Anna Fatchiya; Pang S Asngari
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.503 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.20162

Abstract

The importance of sustainable development in fishery has been clearly seen in Indonesia through the existence of Law No.31 Year 2004 on Fishery. It is stated that fishery development is aimed to create job opportunities, fish farmer and fisherman welfare, and to maintain the sustainability of fishery resource and environment. Therefore, all aspects of fishery development activities, including traditional fish processing business should be based on the view of sustainable development. According to the description, the objectives of this study are: (1) to analyze traditional fish processing business; (2) to determine factors influencing one another in sustainable fishery business; and (3) to formulate strategy to improve the competence of traditional processing workers. This research was conducted through the method of survey in three regencies in Lampung Province; namely Tanggamus Regency, Pringsewu Regency, and East Lampung Regency, with a number of samples amounting to 235 respondents; later on the number of samples in each group was determined using the technique of proportional random sampling. Assessment towards the fish processing workers in sustainable traditional processing business generated quite good result since the processing workers were confident that the business developed well and sustainably. The competence of processing workers is influenced by non-formal education and entrepreneurial characteristics. The competence and implementation of extension has a direct influence, while individual characteristics of processing workers indirectly influence the sustainable traditional fishery business. Strategy to improve the competence of sustainable traditional fishery business is done by: (a) strengthening the competence of traditional fish processing workers particularly in technical and managerial aspects through the development of entrepreneurial characteristics; and (b) strengthening the extension intensity through extension method and media to create changes in behavior in running a sustainable traditional fishery business (economy, social, and environment).Keywords: Sustainable, fishery, traditional processing workers, strategy

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue