cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpenyuluhan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jupe
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan
ISSN : 18582664     EISSN : 24424110     DOI : 10.25015
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penyuluhan diterbitkan dalam rangka mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan kapasitas manusia di berbagai bidang, di aras mikro, messo, dan makro. Peneliti, pelaku bisnis, pemegang kebijakan, akademisi, penyuluh, dan peminat pengembangan ilmu dan aspek praktis dalam transformasi perilaku manusia dapat mengirimkan naskah kepada redaksi, untuk selanjutnya direview oleh mitra bestari. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan diterbitkan.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Kapasitas Pengolah Ubi Kayu “Enbal” dan Pengaruhnya terhadap Keberlanjutan Usaha di Maluku Tenggara Welem Buce Leasa; Siti Amanah; Anna Fatchiya
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.613 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17843

Abstract

“Enbal” (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu jenis Ubi Kayu yang memiliki asam sianida (HCN) yang tinggi (>96 ppm). Saat ini masyarakat Maluku Tenggara telah mampu mengolah “enbal” menjadi aneka produk yang dapat dipasarkan. Usaha pengolahan enbal akan berkembang lebih baik apabila pengolah enbal memiliki kapasitas yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas pengolah enbal, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas pengolah enbal, dan menganalisis pengaruh kapasitas terhadap keberlanjutan usaha pengolahan enbal di Kabupaten Maluku Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas pengolah enbal masih terbatas dalam aspek strategi pasar dan akses modal usaha tetapi teknis pengolahan telah dilakukan dengan lebih baik. Tingkat kapasitas pengolah enbal dipengaruhi secara positif langsung oleh faktor internal dan eksternal. Karakteristik internal terdiri atas keaktifan dalam kelompok dan motivasi mengembangkan usaha sedangkan faktor eksternal yang dominan berpengaruh adalah dukungan pasar yang terdiri atas kesesuaian harga, ketersediaan informasi, permintaan produk, dan tempat penjualan kemudian diikuti oleh faktor ketersediaan fasilitas usaha berupa ketersediaan modal, dukungan kelompok sebagai wadah belajar dan fasilitasi usaha, dan dukungan penyuluhan yang terdiri atas kesesuaian materi, ketepatan metode dan kompetensi penyuluh. Kapasitas pengolah enbal berupa teknis pengolahan, strategi pasar dan akses modal usaha berpengaruh positif langsung terhadap keberlanjutan usaha pengolahan enbal.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pustakawan di Lingkup Kementerian Pertanian Erriani Kristiyaningsih; Pudji Muljono; Eko Sri Mulyani
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.683 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18030

Abstract

Kinerja pustakawan dalam menjalankan tugasnya diatur dalam jabatan fungsional dan angka kreditnya berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014. Ketentuan tersebut diharapkan jabatan fungsional pustakawan mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Motivasi kerja sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan perpustakaan, pada dasarnya motivasi bersumber pada diri seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan atau berkembang melalui proses interaksinya dengan lingkungan melalui proses belajar. Sehingga perlu dianalisis hubungan karakteristik pustakawan dengan motivasi kerja, hubungan motivasi kerja dengan kinerja pustakawan, serta perbedaan motivasi pustakawan ahli dan terampil. Peneliian ini dilakukan di 30 instansi Kementerian Pertanian lingkup Jawa Barat dan Jakarta. Pengumpulan data di lapangan dilaksanakan selama dua bulan terhitung dari bulan April-Mei 2017. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan sudah menjabat fungsional pustakawan, sehingga diharapkan mampu mendukung terlaksananya penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan Kebijakan perusahaan, dan tingkat pendidikan non formal berhubungan dengan kebijakan perusahaan serta gaji/tunjangan. Selanjutnya Pendidikan berhubungan dengan kebijakan perusahaan, Pengelolaan perpustakaan berhubungan dengan prestasi; pengakuan; pekerjaan itu sendiri; kemajuan; hubungan interpersonal; gaji/tunjangan. Serta pelayanan perpustakaan erhubungan dengan hubungan interpersonal dan gaji/tunjanga. Dilihat dari perbedaan motivasi pustakawan ahli dan terampil, hanya kualtas supervise/atasan yang memiliki perbedaan antara pustakawan ahli dan terampil.Kata Kunci: Motivasi, Kinerja, Pustakawan
Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Pariwisata Di Dusun Rammang-Rammang Kabupaten Maros Ilham Junaid; Andi Nur Fauziah
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.908 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.18124

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat Dusun Rammang-Rammang dalam kegiatan pariwisata serta memberikan rekomendasi langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif dan review data yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun dari publikasi ilmiah. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni tahun 2017 dengan melakukan kunjungan ke Dusun Rammang-Rammang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok yakni partisipatif (penyedia perahu, pemanduan dan warung makan) dan non-partisipatif. Kelompok non-partisipatif perlu didorong dengan mengoptimalkan peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta melakukan koordinasi efektif dengan lembaga luar untuk memberikan pendampingan dalam mengelola daya tarik wisata berbasis masyarakat. Penelitian ini juga memandang bahwa perlu upaya yang maksimal dari berbagai pihak khususnya pemerintah dan masyarakat setempat untuk terlibat dalam mendorong masyarakat setempat mencapai partisipasi interaktif dan pergerakan secara mandiri.
Peran Kelompok Tani dan Persepsi Petani Terhadap Penerapan Budidaya Padi Organik di Kabupaten Jember Syamsul Hadi; Henik Prayuginingsih; Arief Noor Akhmadi
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.129 KB) | DOI: 10.25015/15201918492

Abstract

Petani di Kabupaten Jember selama ini masih memiliki kesadaran yang lemah untuk bergeser dari pertanian non organik menuju  pertanian organik. Mereka masih terlena dengan sistem penerapan teknologi pertanian yang serba cepat dan mudah. Padahal telah disosialisasikan oleh para penyuluh bahwa produktivitas lahan dengan sistem organik semakin tinggi, biaya produksi cenderung lebih rendah dan harga output lebih bersaing di pasar. Keberadaan kelompok tani juga tidak banyak memberikan pengaruh yang berarti terhadap tingkat partisipasi anggotanya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis peran kelompok tani dalam mendorong partisipasi anggotanya terhadap penerapan budidaya padi organik, dan 2) Menganalisis pengaruh persepsi petani tentang jaminan harga produk padi organik terhadap tingkat pertisipasi petani. Digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik survei.  Digunakan analisis deskriptif  dan skoring melalui pendekatan skala Likert dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran kelompok tani cukup berhasil dalam mendorong anggotanya untuk menerapkan sistem pertanian organik dengan argumentasi sebagai berikut: 1) Kurangnya pengetahuan dan peran kelompok tani dalam memberi informasi terkait organic farming (44%), 2) Rendahnya tingkat kesadaran petani,  kurang sabar dan tidak mau ruwet (12%), 3) Minimnya informasi terkait sistem pertanian organik dari PPL setempat (24%) , dan 4) Jaminan pasar produk organik belum meyakintan para petani (20%). Adapun faktor persepsi petani terhadap jaminan harga produk berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi petani dalam penerapan budidaya padi organik. 
Partisipasi petani pada usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif gender Asih Mulyaningsih; Aida Vitayala S Hubeis; Dwi Sadono; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.267 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18546

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan. Adanya kultur masyarakat yang menempatkan perempuan dengan perspektif tertentu mengakibatkan terjadinya bias gender dalam kegiatan usahatani. Partisipasi petani sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi petani Pajale perspektif gender dan  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani dalam usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif gender. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Juni 2017. Lokasi Penelitian di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri petani padi, jagung, dan kedelai sebanyak 216 keluarga petani. Data yang dikumpulkan dan diolah dengan statistik inferensi yaitu Structural Equation Modelling (SEM) LISREL 8.72 dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ciri  kepribadian petani, intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian, dan dukungan terhadap lingkungan fisik dan sosio-ekonom mempengaruhi partisipasi petani persprktif gender. Dengan demikian model partisipasi petani perspektif gender dapat tercapai dengan cara meningkatkan kepribadian petani, meningkatkan  intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani, serta dukungan lingkungan fisik dan sosial ekonomi.
Jenjang Partisipasi dan Determinan Partisipasi Petani dalam Introduksi Budidaya Padi Organik di Desa Pulutan, Kota Salatiga Wijang Angga Kurniawan; Tinjung Mary Prihtanti
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.972 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis jenjang partisipasi petani dalam program pelatihan budidaya padi organik menurut Tangga Pemberdayaan Burns et al (1994). 2) menganalisis tingkat partisipasi petani dalam Program Introduksi Budidaya Padi Organik , 3) menganalisis pengaruh aspek demografi dan karakteristik sosial ekonomi petani terhadap tingkat partisipasi petani dalam Program Introduksi Budidaya Padi Organik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2016 di Kelompok Tani Makmur II yang mendapatkan pelatihan penmgembangan budidaya padi organik di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Daerah ini dipilih secara purposive (sengaja). menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengambilan responden menggunakan metode sensus yakni seluruh petani anggota kelompok tani Makmur II  sejumlah 34 petani. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenjang partisipasi Kelompok Tani Makmur II dalam Program Introduksi Budidaya Padi Organik menurut tangga pemberdayaan warga oleh Burns berada di jenjang ke-tujuh yaitu Effective Advisory Body. Tingkat partisipasi Kelompok Tani dikatakan sedang karena 26,5% petani memliki nilai partisipasi rendah, 47% petani termasuk golongan sedang dan 26,5% sisanya sudah memiliki partisipasi tinggi. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi petani adalah variabel usia, pendidikan, lama berusahatani dan  pendapatan berusahatani.Kata kunci:     jenjang-partisipasi, padi-organik, regresi-linier-berganda, tangga-partisipasi-Burns, tingkat-partisipasi
Kapasitas Petani Pengelola Agrowisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur Mochamad Arif Afandi Suprayitno; Anna Fatchiya; Sri Harijati
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.047 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.18626

Abstract

Kapasitas petani dalam mengoptimalkan fungsi lahan yang dikelola merupakan kunci peningkatan kualitas hidup melalui kegiatan pengelolaan agrowisata. Kapasitas dalam hal ini merupakan kemampuan untuk dapat melihat serta memanfaatkan peluang dan potensi agrowisata yang ada di Kabupaten Malang. Pengembangan agrowisata yang terjadi ternyata berlangsung dalam kondisi pengalaman usaha yang masih baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas petani dalam mengelola agrowisata dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas petani dalam mengelola agrowisata. Penelitian ini dilakukan mulai Februari hingga Mei 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang ditentukan secara proportional random sampling berdasar wilayah kecamatan. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas petani dalam kategori tinggi pada indikator pelayanan dan interaksi sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas petani pengelola agrowisata di Kabupaten Malang adalah dukungan lingkungan eksternal berupa dukungan penyuluhan, dukungan kelompok, dan dukungan pemerintah desa dengan tingkat pendidikan formal sebagai karakteristik internal yang berpengaruh terhadap kapasitas petani.Kata kunci: agrowisata, kapasitas, manajemen, penyuluhan, petani
Hubungan Kapasitas Penyuluh dengan Kepuasan Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Indah Listiana; Sumardjo Sumardjo; Dwi Sadono; Prabowo Tjiptopranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.639 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.18673

Abstract

Termarginalkannya kelembagaan penyuluhan sejalan dengan diterbitkanya Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah berpotensi pada melemahnya kinerja penyuluh dan kapasitasnya. Kehandalan penyuluh berkaiatan erat dengan tingkat kapasitasnya. Masalah di lapangan adalah melemahnya kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan pertanian. Provinsi Lampung di era pembubaran kelembagaan penyuluhan ditingkat kabupaten dan provinsi, hal ini menyebabkan melemahnya penyuluh dan lemahnya komitmen terhadap pembiayaan penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingat kapasitas penyuluh dengan kepuasan petani. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung informasi kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Lampung dengan responden sebanyak 355 penyuluh dan 355 petani binaan. Metode skoring digunakan untuk pengukuran tingkat kapasitas penyuluh dengan indikator berdasarkan fungsi penyuluhan yang tertuang dalam Undang-undang No. 16 Tahun 2006. Terdapat perbedaan yang nyata antara karekteritik penyuluh PNS dan penyuluh THL. Tingkat kapasitas penyuluh pertanian di Provinsi Lampung berada pada kategori sedang cenderung rendah demikian halnya dengan kepuasan petani akan kegiatan penyuluhan masih rendah. Tingkat kapasitas penyuluh berhubungan sangat nyata dengan kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Sejalan dengan hilangnya kelembagaan penyuluhan di tingkat kabupaten dan provinsi berarti melemahnya kapasitas penyuluh berdampak nyata pada melemahnya kepuasan petani.
The Discrepancy between Knowledge and Competency of Independent Smallholder Farmer’s Nurliza Nurliza; Eva Dolorosa; U Edi Suryadi
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.555 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18898

Abstract

Recently, independent smallholders faced the crucial challenges of  certification requirements, i.e. The lack of farmers’ organization, the cost barrier; doesn't possess the mandatory legal documents; don't use appropriate best practices or keep records; and lack of skill and knowledge. Therefore, the understanding of the discrepancy between knowledge and competence was urged to overcome the critical issues in certification for achieving the sustainable development of palm oil production. The analyzed data using in-depth interviews of 150 respondents that is structured base for Indonesian sustainable palm oil (ISPO) with non-hierarchical clustering methods. The result proved that the largest discrepancy between knowledge and competence level was sustainable business improvement aspect, while, farmers’ organization and farm management aspect were the smallest in overall clusters. Thus, an affordable information intervention, extension and target groups through the required motivation for self-improvement and evaluate the pattern of information for  minimizing the gaps.
The Interest and Action of Young Agricultural Entrepreneur on Agribusiness in Cianjur Regency, West Java Harniati Harniati; Oeng Anwarudin
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.704 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18913

Abstract

Slow succession of the agricultural actors should be solved immediately. The research objective is to analyze descriptively the interest and action of young agricultural entrepreneur (agripreneur) on agribusiness and some factors influencing the interest and action of young agripreneur on agribusiness. The research was conducted in Cianjur Regency of West Java on March 2017 until October 2017. The population in the research was the young agripreneur as the agricultural actors. The sample consisted of 83 persons who were chosen by using multi stage random sampling. The variable of the research consisted of age, formal education level, educational background, non-formal education level, farming experience, farming motivation, community support, level of facility and infrastructure availability, financial institution support, extension agency support, source of information support, extension activity, entrepreneurial capacity, interest and action of the young agripreneur. The data were analyzed by using descriptive statistics and multiple regression analysis. The result shows that the average of interest and action of young agripreneur on agribusiness are categorized in high position. The interest of young agripreneur is influenced by non-formal education level, motivation, community support, source of information support, and entrepreneurial capacity. The action of young agripreneur is influenced by non-formal education, motivation, community support, source of information support, entrepreneurial capacity, and the interests of young agripreneur on agribusiness field.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 20 No. 01 (2024): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 01 (2023): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 2 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 2 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 11 No. 1 (2015): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 2 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 10 No. 1 (2014): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 1 (2013): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 2 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 8 No. 1 (2012): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 2 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 6 No. 1 (2010): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 2 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 2 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 4 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 2 No. 1 (2006): Jurnal Penyuluhan Vol. 1 No. 1 (2005): Jurnal Penyuluhan More Issue