cover
Contact Name
Rusdi
Contact Email
rusdi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6281243772756
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanwiyata@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jalan Kadrie Oening No.77 Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, Kota Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Wiyata
ISSN : 27744558     EISSN : 27749789     DOI : 10.35728
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Wiyata diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda sebagai terbitan berkala ilmiah yang menyajikan informasi dan analisis persoalan dibidang kesehatan. Redaksi menerima karya ilmiah/hasil penelitian atau artikel, termasuk ide-ide pengembanan dibidang kesehatan. karena itu redaksi mengundang para akademisi, praktisi, para pakar dibidang keperawatan, Dosen untuk menuangkan gagasan, ide-ide dan hasil penelitian yang dilakukan secara tanggung jawab. Redaksi berhak untuk menyingkat dan memperbaiki karangan yang dimasukan sepanjang tidak merubah tujuan isinya. Redaksi juga berhak untuk tidak menerbitkan karangan apabila dipandang tidak sesuai dengan scope jurnal keperawatan wiyata
Articles 69 Documents
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA Chrisyen Damanik; zukri fauza; Arisandi Achmad
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.507

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja yang dihadapi kebanyakan karyawan yang bekerja dilingkungan pendidikan membuat karyawan mengalami gangguan tidur. Salah satu penyebab gangguan tidur karyawan adalah stres. Selain itu, gangguan tidur pada karyawan yang bekerja dilingkungan pendidikan juga dipengaruhi oleh buruknya sleep hygiene. Sleep hygiene yang buruk dapat berkontribusi terhadap terjadinya gangguan tidur. Tujuan: teranalisis hubungan antara pelaksanaan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, pada bulan juni-juli 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden karyawan ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan menggunakan total sampling. Hasil: Terdapat skor rata-rata sleep hygiene karyawan sebesar 27,92 dan skor rata-rata kualitas tidur 9,72. Terdapat hubungan secara signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda dengan nilai signifikansi = 0,009 < dari α 0,05, dimana keeratan hubungan yang terjadi positif dengan nilai Pearson Correlation 0,371 artinya korelasi yang terjadi lemah. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda. Penelitian ini diharapkan kedepannya dapat dilakukan kembali dengan menggunakan metode kualitatif agar lebih mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi kualitas tidur karyawan di lingkungan ITKES Wiyata Husada Samarinda.
KETAHANAN DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI PENGOBATAN KEMOTERAPI : LITERATURE REVIEW Wahyu Dewi Sulistyarini; Erny Nury Nainggolan; Siti Mukaromah
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.542

Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosis kanker payudara. Penatalaksanaan yang menjadi alternatif pilihan utama untuk mengatasi kanker adalah kemoterapi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup baik secara fisik,psikologis, sosial, dan spiritual sehingga pasien tidak bersedia melanjutkan kemoterapi. Pasien yang tidak melanjutkan kemoterapi juga menolak tindakan operasi, atau tidak berobat dapat menyebabkan cepat meninggal atau penyebaran penyakit lebih cepat, kualitas hidup lebih rendah. Tujuan: Diketahui ketahanan diri pasien dengan kanker payudara yang menjalani pengobatan kemoterapi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review dengan menggunakan search engine Google Scholar, Pubmed, dan DOAJ. Kata kunci yang dimasukkan ke dalam search engine atau database antara lain “self-resilience” or “breast cancer” or “chemotherapy”. Setelah membaca artikel dan menyeleksinya dengan menggunakan JBI critical appraisal tool didapatkan 11 artikel yang sesuai. Hasil: Cara pasien kanker payudara mempertahankan diri dalam menjalani pengobatan kemoterapi yaitu dengan beradaptasi terhadap kondisinya seperti tidak merasa malu dan terbebani terhadap penyakit yang dialami serta melakukan berbagai kegiatan sebagai distraksi. Kesimpulan: Dengan adanya dukungan berupa motivasi, saran maupun bantuan materi memberikan dampak positif pada kesehatan dan psikologis penderita sehingga pasien lebih kuat, optimis, semangat menjalani kemoterapi dan mampu bertahan melawan penyakitnya serta pemberian terapi non farmakologis terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan emosional subjek.
STUDI PERBANDINGAN ANTARA CARING SPIRITUALITAS PERAWAT DALAM PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD. AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG DAN RSUD. IA. MOEIS SAMARINDA Anik Puji Rahayu
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.672

Abstract

Kebutuhan transendence need yaitu kebutuhan spiritualitas, akan bisa dicapai jika setiap manusia bahwa dirinya telah bermanfaat untuk orang lain, membantu orang lain untuk mencapai aktualisasi dirinya atau passion nya dalam hidup. Setelah manusia mampu membantu orang lain untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupannya, maka manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Saat kebahagiaan sejati ini dapat dicapai maka transendence need dapat diwujudkan sebagai tingkatan tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu kebutuhan spiritual terpenuhi (Maslow dalam Feist & Feist, 2010, hlm. 327). Jenis penelitian ini adalah Riset Kuantitatif, dengan pendekatan analisis deskriptif. Desain penelitiannya adalah Cross Sectional setelah 6 bulan diberikan pelatihan tentang caring spiritualitas. Jumlah responden nya 100 responden (terdiri dari 50 orang perawat RS.T dan 50 orang perawat RS.S). Hasil penelitian menggambarkan usia Perawat di kedua rumah sakit adalah berumur 29 tahun, dengan rentang usia termuda 23 tahun dan yang tertua 46 tahun dan tingkat pendidikan tertinggi Diploma III Keperawatan. Rata-rata perawat terjadi peningkatan nilai persepsi dan pengetahuan tentang caring spiritualitas adalah sangat signifikan. Penerapan caring Spiritualitas setelah dilakukan In house training, rata-rata terjadi kenaikan yang signifikan. Perbandingan antara persepsi dan penerapan caring spiritualitas di RS M dan RS T antara sebelum dan sesuad in house training terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Perbandingan antara pengetahuan dan penerapan caring spiritualitas dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan dengan P Value 0,000. Rekomendasi, menjadi acuan dalam penelitian selanjutnya terkait konsep caring spiritualitas untuk membangun budaya yang kondusif di lingkup pelayanan keperawatan secara khusus dan membangun budaya kerja yang kondusif di lingkungan masyarakat secara luas. Kata kunci : Caring spiritualitas, pelayanan keperawatan, perawat
GAMBARAN STIGMA SOSIAL WARGA BINAAN PERMASYARAKATAN (WBP) TERHADAP ORANG DENGAN HIV-AIDS (ODHA) DI RUMAH TAHANAN Siti Mukaromah; Lily Sinta Agustina; Kiki Hardiansyah Safitri
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.1010

Abstract

Warga binaan permasyarakatan (WBP) merupakan kelompok khusus komunitas yang memiliki berbagai macam kasus, salah satunya adalah HIV-AIDS. Adanya kasus tersebut di lingkup rumah tahanan menjadi stigma tersendiri bagi para penghuni rumah tahanan yang bukan sebagai penderita. Sebagaimana yang terjadi di rumah tahanan, stigma yang muncul bersifat negatif akibat ketakutan jika tertular dari tahanan yang menderita HIV-AIDS. Untuk mengetahui gambaran stigma sosial warga binaan permasyarakatan terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survey. Penelitian ini menggunakan 236 responden. Penelitian dilakukan pada bulan November 2019, dengan menggunakan skala likert serta uji statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh pada stigma sosial positif sebesar 53,8% dan stigma sosial negatif sebesar 46,2%. Adapun stigma positif berdasarkan dimensi separation yaitu sebesar 67,8%, sedangkan stigma negatif berdasarkan dimensi diskriminasi yaitu sebesar 48,3%. Gambaran stigma sosial warga binaan permasyarakatan terhadap penderita HIV-AIDS di rumah tahanan berupa stigma positif dan stigma negatif, maka pihak lembaga bina permasyarakatan diharapkan mampu memberikan edukasi kepada warga binaan permasyarakatan secara berkelanjutan terkait penularan HIV-AIDS guna menurunkan stigma negatif tentang orang dengan HIV-AIDS (ODHA)
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT COVID-19 DI RUANG ISOLASI RSUD KUDUNGGA SANGATTA 2020 Aries Abiyoga; Dian Handayani; Desy Ayu Wardani
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.649

Abstract

Latar Belakang: Saat ini seluruh dunia mengalami pandemic Virus Corona Disease 19 (COVID-19). Penularan virus yang sangat cepat dari manusia ke manusia mengakibatkan jumlah dari pasien yang terkonfirmasi COVID-19 mengalami kenaikan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien COVID-19 mengalami kecemasan. Tujuan: Penelitian ini ntuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan perawat COVID-19 di Ruang Isolasi RSUD Kudungga. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah populasi sama dengan sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 responden. Instrumen pada penelitian menggunakan kuisioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa perawat yang mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 48 responden (80%), tingkat kecemasan sedang sebanyak 7 responden (20%) dan tidak ada responden yang mengalami tingkat kecemasan berat (0%). Tingkat kecemasan perawat COVID-19 di ruang isolasi RSUD Kudungga Sangatta berada pada tingkat kecemasan ringan. Kesimpulan: Perlu perhatian yang besar dari RSUD Kudungga Sangatta agar tingkat kecemasan ringan tidak berubah menjadi kecemasan sedang.
STUDI FENOMENOLOGI : GAMBARAN BODY IMAGE PADA PASIEN CA MAMMAE DI KALIMANTAN TIMUR Kiki Hardiansyah Safitri; Melinda Dwi Irawati; Zainuddin Saleh
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.401

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian kanker payudara (ca mammae) menempati urutan pertama dengan jumlah kasus kanker terbanyak sekaligus menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker di dunia setiap tahunnya. Kanker payudara disebabkan oleh sel-sel ganas yang tidak terkendali kemudian mempengaruhin fisik maupun psikologi seorang wanita. Perubahan tersebut dapat beresiko mempengaruhi penilaian body image pada wanita, gambaran body image pada pasien ca mammae merupakan penilaian subjektif dari individu tersebut, dapat dilihat dari sikap serta tingkah lakunya seperti menolak atau menerima bagian yang telah mengalami perubahan pada dirinya. Tujuan: Mengeksplorasi gambaran body image pada pasien ca mammae. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, menggunakan criterion sampling dengan jumlah partisipan 4 orang denan kriteria; Klien terdiagnosa kanker payudara, Pernah dan sedang menjalankan kemoterapi kemudian klien yang telah menyetujui sebagai partisipan dibuktikan dengan informed consent, analisa data menggunakan langkah colaizzi. Hasil: Terdapat 3 tema dari hasil penelitian ini yaitu ; (1) Facing cancer is equel death, (2) I am cancer I am still beautiful, (3) Adaptive coping mechanism Kesimpulan: awal divonis kanker payudara wanita mengalami ketidak berdayaan dan setelah menjalankan serangkaian pengobatan yang memiliki efek samping terhadap perubahan fisik, wanita umumnya menutupi kekurangannya akibat efek samping dari pengobatan agar bisa tampak baik.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD KUDUNGGA SANGATTA Siti Kholifah; Seplin Desi Pasingki; Linda Dwi Novial Fitri
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.432

Abstract

Latar Belakang : Seseorang yang cerdas emosional akan mampu mengenali emosi, mengendalikan emosi, memotivasi diri, empati dan hubungan sosial, sehingga akan mampu melakukan komunikasi dengan orang lain. Perawat dituntut untuk melakukan komunikasi terapeutik dalam melakukan tindakan keperawatan, agar pasien atau keluarga pasien tahu tindakan apa saja yang akan dilakukan pada pasien. Studi pendahuluan di RSUD Kudungga Sangatta masih ditemukan banyak keluhan dari pasien atau keluarga pasien tentang perawat yang kurang ramah saat berkomunikasi serta masih ada kecenderungan perawat bersikap emosional saat memberikan saran tentang kesehatan dan saat mendapat laporan keluhan dari pasiennya. Tujuan : Diketahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan komunikasi terapeutik perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga Sangatta. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Melibatkan 57 responden yang dipilih dengan stratified random sampling. Kemudian instrumen menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil Penelitian : Terdapat skor rata-rata kecerdasan emosional perawat sebesar 50,56 dan skor rata-rata komunikasi terapeutik perawat sebesar 48,53. Terdapat hubungan secara signifikan antara kecerdasan emosional dengan komunikasi terapeutik perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga Sangatta dengan nilai signifikansi = 0,012 < dari α = 0,05, dimana keeratan hubungan yang terjadi positif dengan nilai pearson correlation sebesar 0,927 artinya korelasi yang terjadi sangat kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan komunikasi terapeutik perawat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VAGINITIS Desy Ayu Wardani; Ridha Amelia Noor Aini; Ida Hayati
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.429

Abstract

Background: Young women are susceptible to developing vaginitis if they do not maintain vaginal hygiene. Based on observations, it was found that young women experience vaginitis because they are still not exposed to information related to vaginitis and need to be given health education about vaginitis. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of health education using audio-visual media on adolescent girls' knowledge about vaginitis. Methods: This study is a quantitative study with pre- experimental one group pre-test and post-test. The population in this study were all grade VII students of SMPN 3 North Balikpapan. The research sample was selected using stratified random sampling, with a total sample size of 35 students consisting of classes A to K. Results: The study obtained Asymp values. Sig. (2-tailed) is 0,000 which means that it has an influence and there are 22 students who experience an increase in the value of knowledge after health education using audio visual media and there are 13 students who have constant scores on the pre-test and post-test. Conclusion: So it can be concluded that there is an effect of health education using audio-visual media on knowledge about vaginitis. Suggestion: Audio visual media can be done at school regularly.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN IBU DALAM PENANGANAN AWAL BALITA DI MASA PANDEMI COVID 19 Sumiati Sinaga; Bayu helga chandra buana; Marina Kristi Layun
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.561

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Ibu merupakan orang pertama yang bertangguang jawab dalam mengasuh anak dan melakukan penanganan awal ketika anak sakit, sehingga dalam penanganan membutuhkan kemitraan antara petugas kesehatan dan keluarga. Tujuan: mengeksplorasi pengalaman ibu dalam menangani balita sakit di masa pandemi COVID 19. Metode: Penelitian menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan jumlah partisipan sebanyak 6 orang yang memiliki kriteria pernah menangani anak sakit, memiliki anak usia 1-5 tahun dan anak kandung. Data di ambil melalui wawancara secara mendalam (Indepth interview). Hasil: ada empat tema yang diperoleh yaitu: (1) Riwayat kondisi sakit anak; (2) Upaya yang dilakukan oleh ibu dalam menentukan keluhan sakit pada anak; (3) ketidakyakinan/keraguan ibu dalam menggunakan obat tradisional untuk mengatasi keluhan anak; (4) alasan ibu tidak menggunakan jasa pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Ibu memiliki penatalaksanaan yang baik dan mengerti kapan harus membawa anak ke pelayanan kesehatan di masa pandemi COVID 19
GAMBARAN KINERJA INFECTION PREVENTION CONTROL LINK NURSE (IPCLN) DALAM PELAKSANAAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) HAIs DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD KUDUNGGA Rusdi Rusdi; Muhammad Taufik; Anisa A’in
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.546

Abstract

Latar Belakang : Pasien yang masuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya berhak mendapatkan pelayanan yang aman dan bermutu. Salah satu upaya agar pasien aman adalah dengan menerapkan patient safety, hal ini sesuai dengan Undang - Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Undang - Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit. Implementasi dari patient safety adalah menurunkan risiko Healthcare Associated Infection (HAIs) yaitu infeksi yang didapat di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya pada saat masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi didapat dirumah sakit muncul setelah pasien pulang, juga infeksi bisa terjadi pada petugas kesehatan karena pekerjaannya. Tujuan : Mengetahui gambaran kinerja Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) HAIs di Instalasi rawat inap RSUD Kudungga. Metode : Jenis penelitian ini dilakukan secara deskriptif menggunakan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga sebanyak 71 orang meliputi ruang VIP dan saraf, ruang bedah, ruang anak, ruang ICU dan ruang perinatologi, berdasarkan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Kinerja Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) Dalam Pelaksanaan Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (PPI) HAIs Di Instalasi Rawat Inap RSUD Kudungga baik sebesar 45 % dan kurang baik dengan persentase paling tinggi 55 %. Kesimpulan : Kinerja IPCLN dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) HAIs di Instalasi Rawat Inap RSUD Kudungga kurang baik. Bagi RSUD Kudungga diharapakan Motivasi kerja IPCLN perlu ditingkatkan sehingga manajemen perlu memperhatikan pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) kepada IPCLN, pemberian kompensasi gaji atau menambahkan hitungan remunerasi gaji sebagai tugas tambahan menjadi IPCLN