cover
Contact Name
Rusdi
Contact Email
rusdi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6281243772756
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanwiyata@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jalan Kadrie Oening No.77 Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, Kota Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Wiyata
ISSN : 27744558     EISSN : 27749789     DOI : 10.35728
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Wiyata diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda sebagai terbitan berkala ilmiah yang menyajikan informasi dan analisis persoalan dibidang kesehatan. Redaksi menerima karya ilmiah/hasil penelitian atau artikel, termasuk ide-ide pengembanan dibidang kesehatan. karena itu redaksi mengundang para akademisi, praktisi, para pakar dibidang keperawatan, Dosen untuk menuangkan gagasan, ide-ide dan hasil penelitian yang dilakukan secara tanggung jawab. Redaksi berhak untuk menyingkat dan memperbaiki karangan yang dimasukan sepanjang tidak merubah tujuan isinya. Redaksi juga berhak untuk tidak menerbitkan karangan apabila dipandang tidak sesuai dengan scope jurnal keperawatan wiyata
Articles 69 Documents
Gambaran Kualitas Tidur Yang Terjadi Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Pada Era Pandemi Covid-19 heri sapu tra; Marina Kristi Layun; Rusdi Rusdi; Anisa Ain
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.463 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.430

Abstract

Latar belakang : Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Kualitas tidur dapat menjadi salah satu indikator dalam menentukan kualitas hidup seseorang, terutama pada lansia. Tujuan : Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur yang terjadi pada lansia berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, dan status perkawinan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 71 responden. Hasil penelitian : Data demografi berdasarkan umur dalam rentang dengan jumlah 75-89 tahun (71.4%) dan 60-74 tahun (28.6%), berdasarkan jenis kelamin ditemukan perempuan (52.4%) dan laki-laki (47.6%), berdasarkan status perkawinan dengan status janda/duda (81,0%) dan berstatus menikah (19.0%). Kesimpulan : Lansia di panti menunjukan ada gambaran yang bermakna antara karakteristik responden dengan kualitas tidur lansia dimana semakin tinggi skor kualitas tidur selama era pandemi covid-19 maka akan semakin buruk kualitas tidur
Pengukuran Respon Kelelahan Menggunakan FACIT Score Pada Pasien Jantung Yang Mendapatkan Perawatan Di Ruang Intensif Nur Sri Wahyuni; Chrisyen Damanik; Sholichin .
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.675 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v1i1.406

Abstract

Latar belakang: Terganggunya fungsi jantung menyebabkan nutrisi dan oksigen yang dipompa ke sel di seluruh tubuh menjadi berkurang. Akibatnya, produksi energi berkurang dan menimbulkan respon kelelahan secara subyektif berupa rasa tidak berdaya baik fisik maupun psikologis pada pasien jantung. Tujuan: Mengetahui hasil pengukuran respon kelelahan menggunakan FACIT score pada pasien jantung yang mendapatkan perawatan di ruang intensif. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan studi deskriptif dan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di ruang intensif di salah satu rumah sakit Kecamatan Tenggarong, yang melibatkan 12 pasien dengan teknik total sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien jantung yang mendapatkan perawatan intensif, dengan penyakit penyerta, menggunakan nasal kanul dan simple mask, dan berusia ≥ 15 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FACIT Score yang telah tervalidasi, dan analisis data dengan statistik deskriptif. Hasil: Skor kelelahan pada pasien berada pada median 21,00 dengan rentang skor 0-30. Sebagian besar pasien berada dalam kategori lelah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien jantung yang mendapatkan perawatan di ruang intensif berada dalam rentang lelah. Rekomendasi: Diharapkan dapat digunakan sebagai acuan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien jantung, maupun dalam penelitian eksperimen mengenai manajemen kelelahan pada pasien jantung. Kata kunci: kelelahan, pasien jantung, FACIT score
HUBUNGAN VERBAL ABUSE DENGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL ANAK KELAS 5 & 6 DI SDN 012 BALIKPAPAN KOTA Vivin Sumarni Bahdar; Siti Mukaromah; abdurrahman abdurrahman
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.217 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.509

Abstract

VERBAL ABUSE RELATIONSHIP WITH THE LEVEL OF EMOTIONAL INTELLIGENCE OF GRADE 5 & 6 CHILDREN Vivin Sumarni B1, Siti Mukarommah2, Abdurrahman3 Email : vivinsumarni@gmail.com Background The school age as an intellectual period or school harmony. At this age, children acquire basic knowledge and skills for the successful adjustment of children to adult life. The purpose of this study was to analyze whether there is a relationship between verbal abuse and the level of emotional intelligence in grade 5 & 6 children at SDN 012 Balikpapan Kota. This research method is a quantitative study with a correlation analytic design, using a cross-sectional approach. This research technique uses Consecutive Sampling, and uses a questionnaire in the form of google form media with a number of respondents 94 children. The results of this study using the Product Moment Correlation test showed a relationship between verbal abuse and the level of emotional intelligence of children with a value of p = 0.002 <α 0.05. The conclusion is expected for the next researcher to look for the many factors other than verbal abuse that can cause a child's emotional intelligence to be disturbed. Keywords: Verbal Abuse, Emotional Intelligence Level, Elementary School Children
studi kualitatif mekanisme koping pada pasien kanker serviks Fran Siska; Wahyu Dewi Sulistyarini; Wahyu Oktoviyanti
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.586 KB)

Abstract

Latar belakang : Kanker servik atau kanker mulut rahim merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan di Indonesia. keterlambatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini menyababkan kanker servik diketahui pada stadium lanjut. Tujuan penelitian : untuk mengetahui bagaimana gambaran mekanisme koping pada pasien kanker servik. Metode : purposive sampling Kriteria inklusi dalam penelitian ini pasien kanker serviks secara umum , bersedia untuk diwawancara dengan menanda tangani informed consent. Hasil : pertama pendekatan spiritualitas, kedua dukungan orang penting dalam hidup , ketiga distraksi terhadap stressor, keempat menghargai diri sendiri , dan yang terakhir adalah resiliensi. Kesimpulan : mulai dari proses penerimaan pada pasien kanker serviks sampai dengan upaya memberikan manfaat bagi orang lain dari pengalaman yang dirasakan pasien kanker serviks.
HUBUNGAN PERENCANAAN KEHAMILAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT PRENATAL DISTRESS Yati Luaq Lung; Desy Ayu Wardani; Siti Kholifah
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.015 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.584

Abstract

ABSRAK Latar Belakang : ibu hamil yang kehamilannya tidak direncanakan dan kurangannya dukungan suami menyebakan ibu hamil mengalami distress sebelum melahirkan sehingga kondisi fisik dan psikologis ibu sehingga berdampak lansung pada perkembangan janin. Tujuan : untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan dan dukungan suami dengan tingkat prenatal distress. Metode : jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel Consecutive sampling jenis Non probality sampling. sampel responden sebanyak 46 orang ibu hamil di puskesmas air putih samarinda . Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square menunjukan bahwa tidak ada hubungan perencanaan kehamilan dengan tingkat prenatal distress dengan nilai p. value =0,090 > 0,05. Ada hubungan dukungan suami dengan tingkat prenatal distress dengan nilai p. value 0,013 < 0,05 . Kesimpulan : Ada hubungan Dukungan Suami dengan tingkat prenatal distress. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan berdasarkan variabel yang berbeda, dengan jumlah sampel lebih banyak,tempat yang berbeda, desain yang tepat dan tepat.
KOLERASI KADAR PROTEIN, KADAR ASAM FOLAT, KADAR ZAT BESI DENGAN ANEMIA PADA PASIEN END STAGE RENAL DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS VICTORIA - -; Rusdi .
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.531 KB)

Abstract

Latar Belakang : End Stage Renal Disease ( ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana tubuh mengalami kegagalan untuk mempertahankan metabolisme, Anemia merupakan salah satu komplikasi pada pasien ESRD. Tujuan penelitian: Menganalisis kolerasi kadar protein, kadar asam folat, kadar zat besi dengan Anemia pada pasien ESRD yang menjalani terapi hemodialisis di rumah sakit Dirgahayu, Samarinda. Metode Penelitian: Sebuah desain penelitian kolerasi, teknik Consencutive Sampling dengan jumlah sample 54 responden, kriteria inklusi semua pasien ESRD dengan Hb < 10 g/dl dan tidak mengalami kanker darah. Instrumen yang digunakan observasi dan fotmat food recall 24 jam dengan aplikasi nutrition. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil rata-rata Hb: 7,7 g/dl, rata-rata Kadar protein: 42,96mg/hari, rata-rata Skadar asam folat 84,10mg/hari dan rata-rata zat besi: 7,02mg/hari. Analisi kolerasi pearson didapatkan tidak ada signifikan antara anemia dengan kadar protein (p value = 0,079; r = 0,241), Asam Folat (p value = 0,355 r = 0,128), Zat besi (p value = 0,537 r = 0.086). Kesimpulan: Tidak ada kolerasi antara kadar protein, asam folat, zat besi secara statistik tidak memiliki kolerasi dengan anemia. Namun zat besi nilai p value yang mendekati (0,05) dengan kekuatan sangat lemah. artinya ada kemungkinan untuk berkolerasi dengan mempertimbangkan jumlah sample yang lebih luas.
Hubungan Status Emosional dengan Derajat Dismenore pada Remaja Putri di SMKN 12 Loa Buan Samarinda Nurun Nimah; Anik Puji Rahayu; Aries Abiyoga
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.057 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.568

Abstract

ABSTRACTBackground: Dysmenorrhea is a painful sensation, cramping in the lower abdomen which is often accompanied by other symptoms, such as sweating, headache, nausea, diarrhea, and tremors, all of which occur before or during menstruation. Teenage girls who experience dysmenorrhea can interfere with social or physical activities because when they are in pain, sufferers tend to be silent and even don't want to interact with other people, they tend to be more emotional. Emotional embodiment part of what a woman feels, a reaction to a certain event or situation. Emotional status and dysmenorrhea in women is a conscious experience that influences bodily activities and is psychologically able to influence a woman's emotions. Objective: To identify emotional status and to analyze the relationship between emotional status and the degree of dysmenorrhea in young girls. Methods: Quantitative research, descriptive analytic research design with cross sectional research design with proportionate stratified random sampling technique, the sample of this study was 54 students of class X SMKN 12 Loa Buah Samarinda who experienced dysmenorrheaResults: Variable emotional status obtained positive emotional classification 33 (61, 1%) and negative emotions 21 (38.9%) respondents. Variable The degree of dysmenorrhea was classified as mild 35 (64.8%), moderate 12 (22.2%), severe 5 (9.3%) and unbearable 2 (3.7%). The test used Pearson Chi-square results obtained P value = 0.402, the significant level (α) is 0.05, then p> from α. This result means that Ho is accepted, there is no relationship between emotional status and the degree of dysmenorrhea in young girls at SMKN 12 loa buah samarinda. Conclusion: There is no relationship between emotional status and the degree of dysmenorrhea in adolescents at SMKN 12 Loa Buah Samarinda
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN RESPON CEMAS PASIEN SINDROM KORONER AKUT POST PEMBERIAN TERAPI FIBRINOLITIK DI RUANG ICCU Fransisca Venora Pranatalia; Chrisyen Damanik; Marina Kristina Layun
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.965 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tindakan reperfusi menggunakan fibrinolitik adalah pilihan terbaik terutama pada pasien STEMI bila fasilitas kesehatan PCI tidak dimiliki. Pilihan terbaik ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya peningkatan respon cemas. Perawat berperan memberikan asuhan keperawatan secara mandiri untuk mengurangi respon cemas, salah satunya melalui terapi komplementer yaitu pemberian aromaterapi lavender. Tujuan : Diketahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan respon cemas pasien SKA post pemberian terapi fibrinolitik. Metode : Pre Eksperiment design, dengan pendekatan times series, aromaterapi lavender diberikan sebanyak 3x dengan durasi selama 30 menit / intervensi, jumlah sampel sebanyak 3 responden. Uji Friedman dengan analisa Post Hoc Wilcoxon. Hasil : Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada pasien SKA post pemberian fibrinolitk dengan nilai p value 0,004. Kesimpulan : Intervensi berulang dalam pemberian aromaterapi lavender pada pasien SKA post pemberian terapi fibrinolitik dapat menurunkan respon cemas Saran : Bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh aromaterapi lavender terhadap masalah lainnya dengan jumlah responden yang lebih banyak dan menggunakan kelompok kontrol atau pembanding.
DETERMINANT FATIGUE PADA PASIEN ESRD YANG MENJALANI HEMODIALISIS Fitri Amelia; Kiki Hardiansyah Safitri; Suwanto Suwanto
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.944 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.495

Abstract

Latar Belakang: End Stage Renal Disease (ESRD) merupakan penyakit ginjal kronik stadium akhir yang perlu dilakukan terapi dialysis. Saat terapi hemodialisis dampak yang paling dominan dirasakan adalah fatigue. Faktor-faktor yang berhubungan dengan fatigue adalah kadar hemoglobin, lamanya menjalani hemodialisis, perubahan tekanan darah, dan Inter Dialysis Weight Gain (IDWG). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berkorelasi dengan fatigue pada pasien ESRD yang menjalani hemodialysis. Metode: Penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 30 dengan kriteria pasien telah menjalani hemodialisis kurang lebih 2 kali dan dalam keadaan sadar serta kooperatif. Pengukuran variabel dilakukan dengan pengukuran/observasi dan menggunkan kuesioner FACIT fatigue scale versi 4 secara online. Hasil: hasil penelitian ini didapatkan kadar hemoglobin nilai median 7,95 (min 5,00 max 13,50), lamanya menjalani hemodialisis median 14,00(min 2 max 96), tekanan darah sistol mean 155,76 (SD = 26,11), diastol mean 79,93 (SD = 12,39), IDWG mean 2,45 (SD = 1,169), fatigue median 44,0 (min 15 max 50). Uji korelasi fatigue dengan kadar hemoglobin (p value 0,379, r = -0,167), lamanya menjalani hemodialisis (p value 0,007, r = -0,479), tekanan darah sistol (p value 0,565, r = -0,109), diastol (p value 0,195, r = 0,234), IDWG (p value 0,525, r = -0,121). Kesimpulan: Yang artinya adanya korelasi bermakna untuk lamanya menjalani hemodialisis dengan fatigue. Tidak ada korelasi bermakna antara kadar hemoglobin, tekanan darah, dan IDWG dengan fatigue.
Korelasi Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Nur Indah Puspita Sari; Suwanto .
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 1 No 1 (2020): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.692 KB)

Abstract

Latar belakang Hipertensi masih menjadi tantangan besar diIndonesia saat ini. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Hipertensi termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak diwilayah kota samarinda dengan angka kejadian 2420 kasus hipertensi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas, hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit terbanyak yang diderita pasien. Hipertensi akan mengakibatkan tingkat kecemasan yang tidak terkontrol dan mengakibatkan kurangnya tidur yang baik pada seseorang yang mengalami penyakit hipertensi. Tujuan Menganalisa arah korelasi tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi. Metodologi Jenis penelitian menggunakan Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional Teknik sampling Nonprobability Sampling, jumlah sampel 35 responden penderita hipertensi dengan menggunakan kriteria insklusi, klien yang memiliki penyakit hipertensi, klien yang berusia 40-79 tahun, kondisi hemodinamik stabil tidak dalam keadaan rawat inap, tidak menderita keganasan, tidak mengalami Riwayat penyakit jantung,stroke, disfungsi baik sistolik dan diastolik. instrumen tingkat kecemasan Zung Self-Rating Anxienty Sclas (ZSRAS), Kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), menggunakan uji Somer. Hasil hasil penelitian didapatkan kecemasan berat 22 (62,9%) sedangkan kualitas tidur didapatkan baik 21 (60,0%), buruk 14 (40,0%). Hasil Uji Somer di peroleh nilai p value = 0,006 korelasi dari penelitian ini r = 0,359. Kesimpulan Terdapat korelasi arah positif dengan kekuatan korelasi lemah sehinga dapat disimpulakn terdapat korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi DiPuskesmas Air Putih Samarinda. PENDAHULUAN Hipertensi sering mengakibatkan keadaan yang berbahaya sehingga tidak disadari oleh sebagian orang dan juga sering tidak menimbulkan keluhan. Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stoke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal[1]. Data pada tahun 2018, ada 63.309.620 orang penderita hipertensi. Faktor yang terjadi penderita hipertensi dapat mengakibatkan adanya kecemasan yang dapat mengganggu kualitas tidur seseorang sehingga mengakibatkan adanya gangguan psikologis yang terjadi[2]. Tidur adalah suatu keadaan dimana terjadi perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi seseorang individu terhadap suatu lingkungan menurun, aktivitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang sangat bervariasi, dan perubahan fisiologis tubuh. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar seseorang individu yang harus dipenuhi maupun dilakukan karna dapat membuat perasaan menjadi tenang secara mental maupun fisik, serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat ingin melakukan aktivitas sehari-haril[3]. Kualitas tidur merupakan suatu kepuasan tidur bagi seseorang individu, sehinggan seseoran individu tidak memperhatikan perasaan yang lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu, apatis, kehitaman disekitar mata, kelopak mata mengalami kebengkakan, konjungtiva merah, mata perih, sakit kepala, serta sering menguap dan mengantuk[4]. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada bulan Februari 2020. Hasil wawancara saat study pendahuluan pada bulan Februari didapatkan bahwa 4 orang penderita hipertensi, 2 orang mengatakan bahwa saat tekanan darah tinggi menyebabkan terjadinya kecemasan yang ditandai dengan rasa takut, tegang, gelisah, kawatir yang membuat kualitas tidurnya terganggu atau tidak normal. Dan 2 orang lainnya mengatakan hanya merasakan kecemasan yang biasa yang kadang- kadang timbul hilang. Maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian yang berjudul dengan “Korelasi Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Penderita Hipertensi Di Puskesmas Air Putih Samarinda”. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Correlation yang menggunakan consecutive sampling. Populasi pada penelitain ini adalah pasien hipertensi. dengan jumlah responden sebanyak 31 dengan kriteria yang ditentukan diantaranya penderita hipertensi, Usia dari 40-79 tahun, Kondisi hemodinamik stabil tidak dalam keadaan rawat inap. HASIL Penelitian ini menganalisis arah korelasi tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi di puskesmas air putih samarinda. Penelitian ini terdapat dua variabel yaitu tingkat kecemasan sebagai variabel independen dengan kualitas tidur sebagai variabel dependen. Tabel 1: Distribusi Data Demografi Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Pekerjaan, dan kontrol obat Pasien hipertensi di puskesmas air putih samarinda Tahun 2020 (n = 35). Katagori Jumlah Persentase Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 16 19 45,7% 54,3% Usia Dewasa Pralansia Manula 13 18 4 37,1% 51,4% 11,4% Kontrol Obat Pernah Tidak 27 8 77,1% 22,9% Pejerjaan Ibu rumah tangga Swasta Wiraswasta Pns 13 13 6 3 37,1% 37,1% 17,1% 8,6% Tabel 2: Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Air Putih Samarinda Variabel Frekuensi % Tingkat Kecemasan Tidak ada kecemasan Kecemasa ringan Kecemasan sedang Keceemasan berat Total 0 1 12 22 35 0,00% 2,9% 34,3% 62,9% 100,0% Kualitas Tidur Baik Buruk Total 21 14 35 60,0% 40,0% 100,0% Tabel 3: Korelasi Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Air Putih Samarinda Tingkat kecemasan Kualitas Hidup Total Baik Buruk N % N % N % Tidak ada Ringan Sedang Buruk 0 1 4 4 0,0 2,9 11,4 11,4 0 0 8 18 0,0 0,0 30,8 69,2 0 1 12 22 0,0 2,9 34,3 62,9 Total 9 100,0 26 100,0 35 100,0 R P value Arah hubungan 0,359 0,006 Positif PEMBAHASAN Data Demografi Penderita hipertensi berobat di bagian poli umum dan poli lansia. Puskesmas Air Putih Samarinda berada dijalan Pangeran Suryanata Komplek Batu Putih RT.33 No.41 Kelurahan Air Putih dan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan google from karena sulitnya dalam melakukan penelitian secara langsung di akibatkan karena pandemi sekarang yang terjadi pengambilan sampel delakukan dengan cara ke puskesmas lalu keruang poli lansia dan poli umum, setelah itu pihak puskesmas menyarankan keruang BPJS untuk mengambil data pasien hipertensi data diambil satu bulan terakhir, puskesmas dalam tiga bulan terakhir sangat sepi karena kurangnya pasien hipertensi untuk mengejek kesehatannya selama masa pandemic yang terjadi saat ini. Peneliti hanya mendapatkan 35 responden yang bersedia dalam mengikuti atau berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti setelah itu membuat grup whatsap lalu memasukkan responden kedalam grup dan menjelaskan maksud dan tujuan yang dilakukan lalu meminta persetujuan dari setiap responden yang akan mengisi link kuisioner yang dibuat. Tingkat Kecemasan Data hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap 35 responden menunjukkan sebagian dari 22 (629%) responden mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil dari 1 (2,9%) mengalami kecemasan ringan. Karakteristik faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah jenis kelamin,usia,pekerjaan. Nilai tertinggi dari jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 19 (54,3%) responden dengan usia lansia sebanyak 18 (51,4%) responden dan pekerjaan terbanyak yang mengalami kecemasan yaitu pada ibu rumah tangga dengan 13 (37,1%). orang yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari pada orang yang berjenis kelamin laki-laki terutama pada penderita hipertensi pada lansia. Sebelum memasuki masa menopause, perempuan mulai kehilangan hormone estrogen sedikit demi sedikit dan pada masa itu hormone estrogen harus mengalami perubahan sesuai dengan umur perempuan yang dinilai dari umur 45-65 tahun[5]. Besar responden bekerja sebagai IRT Perempuan yang tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga beresiko lebih tinggi menderita hipertensi dibandingkan dengan perempuan yang bekerja. Kemungkinan disebabkan oleh kurangnya aktifitas yang dilakukan IRT[6]. Masalah terbesar yang mempengaruhi nilai tingkat kecemasan berat atau tinggi adalah respon gelisah atau gugup dan cemas dari biasanya mencapai (78%), lalu respon mudah marah, tersinggu atau panik mencapai (69%), dan respon sulit untuk tidur dan tidak dapat istirahat di malam mencapai (74%). Dampak dari kegelisahan, kegugupan dan kecemasan mengakibatkan kesulitan untuk tidur dan mengakibatkan terjadinya kesulitan untuk istrihat di malam hari. Sehingga mempuan merubahan fisikologis yang membuat mental seseorang merasa terganggu dengan mengakibatkan mudah marah atau tersinggu bahkan bisa membuat perasaan menjadi panik. Kualitas Tidur kualitas tidur buruk pada responden dengan usia 50-79 tahun, jenis kelamin perempuan dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Jenis kelamin perempuan dengan usia lansia lebih mudah mengalami gangguan kualitas tidur yang buruk dikarenakan tidur yang kurang dapat merujuk kepada kondisi kualitas tidur yang buruk. Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi pada seseorang. Pekerjaan ibu rumah tangga mempengaruhi kualitas tidur yang buruk karena padatnya pekerjaan rumah yang dilakukan sehingga tidak adanya kesempatan untuk beristirahat sehingga pekerjaan ibu rumah tangga terbilang padat sehingga memicunya terjadinya gangguan kualitas tidur[7]. Data hasil penelitian menunjukan masalah terbesar yang mempengaruhi nilai kualitas tidur yaitu tinggi atau buruk adalah berapa lama anda biasanya baru bias tertidur tiap malam dengan nilai capaian (69%), terbangun di tengah malam terlalu dini dengan capaian nilai (71%), seberapa sering anda mengantuk ketika melakukan aktivitas di siang hari dengan pencapaian nilai (74%). kualitas tidur responden dipengaruhi oleh kualitas tidur yang buruk sehingga dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologis[8]. Korelasi Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Hasil penelitian dari nilai tingkat kecemasan didapatkan nilai kategori baik (13 responden), dan nilai kualitas tidur baik di dapatkan dengan nilai (22 reaponden). Nilai tingkat kecemasan yang berat sebanyak (9 responden) dan nilai kualitas tidur yang buruk sebanyak (26 responden). Data hasil penelitian menujukan tingkat kecemasan yang baik yaitu efek fisik yang menunjukkan bahwa tangan merasa dingin dan sering basah oleh keringat angka 31%, rasa kenyamanan yang merasa perasaan sering mengalami mimpi-mimpi buruk angka 37%, dan kualitas tidur yang baik yaitu mimpi buruk dimana angka 10%, mempengaruhi kualitas tidur yang baik dimana didapatkan data alasan lain didapatkan angka 21%, tidak mampu bernafas dengan leluasa didapatkan angka 23%. Hasil penelitian dari nilai tingkat kecemasan didapatkan nilai kategori buruk (8 responden), dan nilai kualitas tidur buruk di dapatkan dengan nilai (26 reaponden). Data hasil penelitian menujukan tingkat kecemasan yang berat atau buruk yaitu sering pingsan atau merasa seperti pingsan dengan angka 93%, sulit tidur dan tidak dapat istirahat malam dengan angka 80%, merasa sakit perut dan gangguan pencernaan dengan angka 73%. dan bagaimana kualitas tidur selama sebulan yang lalu dengan angka 55% mempegaruhi kualitas tidur yang buruk dimana didapatkan data seberapa besar antusias dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan angka 68%. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukan korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi Di Puskesmas Air Putih Samarinda, didapatkan dari 35 responden terdapat mayoritas responden mengalami kualitas tidur yang buruk adalah pasien dengan kecemasan yang berat sedangkan tidak ada satupun dengan kecemasan ringan mempunyai kualitas tidur yang buruk, ada banyak faktor lain yang mempengeruhi kualitas tidur seseorang. Penelitian ini didapatkan nilai p value = 0,006 yang menunjukan nilai yang bermakna dan nilai korelasi dari penelitian ini r = 0,359, artinya kekuatan korelasi yang didapapatkan adalah kekuatan lemah, dapat disimpulkan terdapat korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita hipertensi Di Puskesmas Air Putih Samarinda.