cover
Contact Name
Rusdi
Contact Email
rusdi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6281243772756
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanwiyata@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jalan Kadrie Oening No.77 Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, Kota Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Wiyata
ISSN : 27744558     EISSN : 27749789     DOI : 10.35728
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Wiyata diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda sebagai terbitan berkala ilmiah yang menyajikan informasi dan analisis persoalan dibidang kesehatan. Redaksi menerima karya ilmiah/hasil penelitian atau artikel, termasuk ide-ide pengembanan dibidang kesehatan. karena itu redaksi mengundang para akademisi, praktisi, para pakar dibidang keperawatan, Dosen untuk menuangkan gagasan, ide-ide dan hasil penelitian yang dilakukan secara tanggung jawab. Redaksi berhak untuk menyingkat dan memperbaiki karangan yang dimasukan sepanjang tidak merubah tujuan isinya. Redaksi juga berhak untuk tidak menerbitkan karangan apabila dipandang tidak sesuai dengan scope jurnal keperawatan wiyata
Articles 69 Documents
Gambaran Karakteristik, Pengetahuan, Dan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di Instalasi Bedah Sentral astuti astuti; Aries Abiyoga; Kiki Hardiansyah Safitri
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.363

Abstract

Latar Belakang: Pembedahan merupakan suatu peristiwa besar dalam hidup seseorang yang menjalaninya, oleh karenanya stress psikologis dalam bentuk kecemasan menjadi hal yang umum ditemukan dan kondisi ini menjadi tantangan dalam persiapan pasien menjelang tindakan operasi (pre operasi). Tujuan: mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metode : Jenis penelitian Deskriptif, pendekatan cross-sectional. Sampel 50 responden dengan teknik pengambilan sampel metode nonprobability sampling dengan kriteria inklusi: pasien pre operasi sectio caesarea, pasien sadar dan paien tidak mengalami gangguan kognitif. Instrumen kecemasan menggunakan VFAS (Visual Facial Anxiety Scale). Hasil: ditemukan kecemasan meliputi tingkat sedang (38%), ringan (32%) dan tidak cemas (30%). Kesimpulan: Pasien pre operasi sectio caesarea mengalami kecemasan sedang dominan berusia dewasa, berpendidikan tinggi, dengan riwayat pernah mengalami operasi sebelumnya, dan berpengetahuan baik. Diharapkan edukasi pasien yang akan menjalani pembedahan dapat lebih dioptimalkan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Rumah Sakit (Literature Review) Dwi Ekti Oktafiani; Siti Kholifah; Anisa A'in; Siti Mukaromah
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.400

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan merupakan salah satu profesi yang berperan besar dalam upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan dan proses pelayanan kesehatan. Motivasi kerja perawat sangat mempengaruhi perilaku caring perawat dan menjadi sangat penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terutama di rumah sakit, dimana kualitas pelayanan menjadi penentu citra institusi pelayanan yang nantinya akan dapat meningkatkan kepuasan pasien dan mutu pelayanan. Motivasi penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian literature review, dikumpulkan dari database ProQuest, Pudmed, dan google scholar. Kriteria dari tahun 2015-2020, kata kunci yang di gunakan work motivation, nurse, hospital. Adapun populasinya yaitu perawat. Terdapat 10 jurnal sesuai dengan kriteria, jenis penelitiannya yaitu mixed method, descriptive, dan cross-sectional. Hasil: Literature Review dari hasil analisis 10 jurnal yang direview menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat adalah gaya kepemimpinan, umur, masa kerja, prestasi kerja, pengakuan, pengembangan potensial individu, gaji/upah, kondisi kerja, kebijakan administrasi dan supervisi. Saran: Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dan menambah jurnal dengan menggunakan situs jurnal yang terakreditasi terkait dengan motivasi kerja perawat di rumah sakit.
Studi Fenomenologi Aspek Spiritualitas Pada Pejuang Kanker Serviks nuzul prima diyella; Wahyu Dewi Sulistyorini; Anik Puji Rahayu
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.428

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks akan mempunyai gejala yang membuatnya tidak nyaman dari segi fisik dan psikologis yang menyebabkan pejuang kanker sangat sensitif dengan berbagai perasaan cemas, takut akan kematian. Timbulnya dampak tersebut munculnya kebutuhan spuritualitas untuk menemukan tujuan dan makna kehidupan agar lebih mendekatkan dirinya pada tuhannya untuk menguatkan dirinya agar tetap iklas dan mampu mengahadapi penyakitnya. Tujuan : Untuk mengeksplor lebih dalam “Bagaimana aspek spiritualitas pada pejuang kanker serviks. Metode : Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 4 orang partisipan dengan kriteria inklusi yaitu seorang penderita kanker serviks, usia diatas umur 30 tahun, pejuang kanker serviks yang tidak mengalami penurunan kesadaran, pejuang kanker serviks yang tidak mengalami perburukan gejala yang tidak terkontrol, pejuang kanker serviks yang melakukan pengobatan rutin, pejuang kanker serviks yang tidak keberatan dilakukan wawancara, pejuang kanker serviks yang bisa menggunakan Handphone Hasil : Penelitian ini menghasilkan 4 tema utama yaitu keyakinan bahwa penyakit datangnya dari Tuhan, ibadah memberikan energi positif, harapan untuk keselamatan diri dan keluarga, kebermanfaatan untuk orang lain. Kesimpulan : Proses Spiritualitas akan muncul sendirinya disetiap individu dengan adanya agama, keimanan, harapan, trasedensi dengan adanya hal itu penderita kanker bisa menerima penyakitnya dengan mendekatkan diri pada Tuhan.
Hubungan Work Family Conflict Dengan Kinerja Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Di Rumah Sakit Nurhaini Bulinda Surapak; Siti Kholifah; Suwanto Suwanto; Rusdi Rusdi
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.528

Abstract

Latar Belakang : Tingginya tingkat turnover intention akan mengganggu berjalannya rumah sakit karena akan berpengaruh pada keefektifan organisasi. Terdapat 20 orang pegawai RSUD Kudungga dalam 5 tahun terakhir yang sudah pindah kerja ke Puskesmas, Klinik atau Dinas Kesehatan dari 40 orang perawat yang mengajukan. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan pindah kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga sebanyak 54 orang dengan sampel sebanyak 48 orang. Teknik sampling yang digunakan consecutive sampling. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian : Sebagian besar sikap perawat dalam pekerjaan negatif (56,3%), lingkungan kerja perawat baik (58,3%), beban kerja perawat tinggi (56,3%) dan tidak ada keinginan pindah kerja (52,1%). Ada pengaruh antara sikap perawat dalam pekerjaan terhadap keinginan pindah kerja (p value : 0,008 < α : 0,05). Tidak ada pengaruh lingkungan kerja perawat terhadap keinginan pindah kerja (p value : 0,222 > α : 0,05). Ada pengaruh beban kerja perawat terhadap keinginan pindah kerja (p value : 0,038 < α : 0,05). Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi keinginan pindah kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kudungga yaitu sikap perawat dan beban kerja.
Aktivitas Fisik Pada Pasien Gagal Jantung Selama Masa Pandemi COVID-19 Istiqomah Istiqomah Istiqomah; Chrisyen Damanik; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.380

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal jantung menyebabkan penurunan curah jantung yang menyebabkan gangguan pada vaskularisasi dan aliran darah sehingga mempengaruhi kebutuhan aktivitas fisik secara metabolik. Aktivitas fisik mempunyai peran dalam keberhasilan pengobatan gagal jantung dan dapat memberi dampak bermakna dalam perbaikan gagal jantung. Tujuan: Mengidentifikasi gambaran Aktivitas Fisik Pasien Gagal Jantung di masa Pandemi COVID-19 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif dilaksanakan dengan pendekatan Cross sectional dilakukan pada bulan Juni s.d Juli 2020, melibatkan 35 responden diambil menggunakan teknik concecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionaire Long Form (IPAQ-LF) dengan kriteria inklusi pasien telah didiagnosa selama 6 bulan, pasien dengan kelas NYHA I dan II. Hasil.Sebagian besar pasien gagal jantung memiliki aktivitas fisik berat sebanyak 23 orang(65,7%), namun sebanyak 7 orang (20,0%) memiliki aktivitas fisik sedang dan 5 orang (14,3%) memiliki aktivitas fisik rendah . Data didapatkan dari responden yang sebagian besar berusia antara 45-59 tahun, responden laki-laki 19 orang dan perempuan 16 orang dengan Klasifikasi NYHA I 15 orang dan NYHA II 20 orang . Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik selama masa pandemic COVID-19.
Korelasi Screen Time Selama Pandemi Covid-19 Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa S1-Ilmu Keperawatan Itkes Wiyata Husada Samarinda oktavia darwito putri; Sumiati Sinaga; Sumiati Sumiati; Aries Abiyoga
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.454

Abstract

Latar Belakang: Pemberlakuan kebijakan social distancing menjadi dasar kebijakan pendidikan untuk belajar dari rumah atau pembelajaran daring. Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya screen time pada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga berusaha menghabiskan waktu dirumah dengan memanfaatkan aktivitas untuk bermain gadget atau menonton. Meningkatnya screen time dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, alat ukur yang digunakan pada screen time yaitu lembar observasi dan pada kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI. Hasil penelitian : Hasil uji spearman rank test didapatkan ada korelasi yang bermakna antara screen time dengan kualitas tidur (p-value 0,000, nilai r = 0,395 atau interpretasi lemah, dan arah korelasi positif) dimana semakin tinggi skor screen time maka akan semakin tinggi skor kualitas tidur mahasiswa. Kesimpulan : mahasiswa yang memiliki screen time berlebihan akan berdampak pada kualitas tidur yang berupa gangguan tidur dan disfungsi siang hari
Studi Deskriptif : Distress Psikologi Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Endang Krisnawati; Chrisyen Damanik; Marina Kristi Layun
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.381

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung koroner selain menyebabkan masalah fisik biasanya mengakibatkan masalah psikologi, baik karena perubahan fisiologi tubuh, fungsi peran, konsep diri, perubahan lingkungan maupun perubahan situasi karena dirawat. Distress psikologi yang tidak ditangani akan memperlambat proses penyembuhan, perburukan kualitas hidup dan mengakibatkan sudden death. Tujuan : teridentifikasi gambaran distress psikologis pada pasien penyakit jantung koroner. Metode : jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, 21 sampel, consecutive sampling, instrumen kuisioner HADS. Hasil : Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, menikah, berusia 51-60 tahun dengan pekerjaan wiraswasta dan berpenghasilan kurang dari satu juta. Distres psikologi sebagian besar responden berada pada tingkat sedang yaitu sebanyak 14 responden (66,7%), 5 responden (23,8%) mengalami distres psikologi tinggi dan 2 responden (9,5%) mengalami distres psikologi ringan. Kesimpulan : sebagian besar pasien dengan penyakit jantung koroner mengalami distres psikologi tingkat sedang. Saran : penting dilakukan asesment awal faktor penyebab distress psikologis pasien PJK agar dapat melakukan intervensi keperawatan dengan tepat
Perbedaan Respon Stres Antara Pasien Stemi Dengan Nonstemi Selama Masa Perawatan Dirumah Sakit Tati Lasmarito Rajagukguk; Chrisyen Damanik; Rusdi Rusdi
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.536

Abstract

Latar Belakang: : Sindrom Koroner Akut merupakan penyebab utama terjadinya kematian mendadak pada seseorang, stres psikologis yang dihasilkan mempengaruhi kesehatan jantung dan pemulihan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan respon stres antara pasien Stemi dengan Non stemi Selama Masa Perawatan di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan crossectional, dengan desain studi komparatif dilaksanakan diruang intensif di salah satu rumah sakit Kecamatan Tenggarong , Melibatkan 24 pasien dengan teknik Non Probability Sampling dengan jenis purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi, pengumpulan data menggunakan kuesioner PSS ( Perceived stress scale ) dengan uji hipotesis Independent T Test Hasil: Skor respon stres pada pasien stemi berada pada mean 28,42 dengan standar deviasi 3.34 dan nonstemi pada mean 25,08 dengan standar deviasi 1.37, dengan beda mean 3.33 sehingga pasien dalam kategori stres. Kesimpulan: Terdapat Perbedaan Respon Stres Antara Pasien Stemi dengan Nonstemi Selama Masa Perawatan di Rumah SakitRekomendasi: Diharapakan dapat digunakan sebagai acuan dalam studi eksperimen untuk meneliti bagaimana cara mengurangi respon stres berat pada pasien stemi dengan nonstemi selama masa perawatan dirumah sakit.
Korelasi Pruritus Uremik Dengan Kualitas Hidup Pasien End Stage Renal Disease Yang Menjalani Hemodialisi di Rumah Sakit Samarinda Alex Alex; Kiki Hardiansyah Safitri; Marina Kristi Layun
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.418

Abstract

Latar Belakang: Pruritus uremik adalah masalah klinis end stage renal disease dengan hemodialisis, pruritus uremik berdampak pada gangguan tidur, sosial, kenyamanan, pekerjaan rumah dan tugas yang dapat mengganggu kualitas hidup. Kualitas hidup adalah kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, serta kepuasan tingkat fungsi, kontrol penyakit, dan persepsi makna kehidupan. Tujuan: Mengetahui arah korelasi pruritus uremik dengan kualitas hidup pada pasien end stage renal disease yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Correlation dengan Consecutive sampling. Jumlah responden sebanyak 31 dengan kriteria pasien penderita pruritus uremik, pasien tanpa penyakit kulit lain, pasien tanpa penyakit terminal lain dan pasien yang tidak menjalani kemoterapi. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner 12-Item Pruritus Severity Scale dan WHOQoL-HDLikia. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil analisis nilai mean pruritus uremik (9.58(SD=2,884)) dan nilai mean kualitas hidup (71,77(SD=9,794)). Nilai p-value = 0,007 dan nilai r = 0,47 Kesimpulan: Terdapat korelasi positif pruritus uremik dengan kualitas hidup pasien end stage renal disease yang menjalani hemodialisis yang berarti semakin baik angka pruritus uremik maka akan semakin baik kualitas hidup pasien end stage renal disease yang menjalani hemodialisis. Kualitas hidup yang baik pada penelitian ini sangat dipengaruhi oleh kesehatan psikologis dan spiritual yang baik.
Korelasi Stigma Sosial Dengan Depresi Pada Pasien Tuberkulosis Paru Heni Puspita Sari; Kiki Hardiansyah Safitri; Siti Kholifah; Desy Ayu Wardani
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.493

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit infeksi dan masa penyembuhan yang lama sehingga tidak jarang penderita tuberkulosis paru mendapatkan stigma sosial yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya depresi pada pasien tuberkulosis paru. Tujuan: Menganalisis arah korelasi stigma sosial dengan depresi pada pasien tuberkulosis paru. Metode: Desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan data Consecutive Sampling. Sampel yang digunakan sebesar 46 responden masyarakat disekitar pasien tuberkulosis paru dan 22 responden tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan, masih sehat dan tidak rawat inap. Pengumpulan data dengan kuesioner stigma sosial dan BDI (Beck Depression Inventory). Uji dengan menggunakan korelasi person. Hasil: Skor rerata stigma sosial 37,07 (SD: 8,928, min-max: 15-45). Skor rerata BDI (Beck Depression Inventory) 51,18 (SD: 9,669, min-max: 26-63). Uji korelasi person didapatkan (pvalue 0,47, r -0,294). Kesimpulan: Adanya korelasi dengan arah negatif antara stigma sosial dan depresi pada pasien tuberkulosis paru dengan kekuatan sedang dimana semakin rendah stigma maka akan semakin tinggi depresi pasien tuberkulosis paru.