cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jruce@ejournal.unri.ac.id
Phone
+6282268863033
Journal Mail Official
jruce@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Gedung Marine Center Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Rural and Urban Community Empowerment
Published by Universitas Riau
ISSN : 27159566     EISSN : 27751171     DOI : -
Journal of Rural and Urban Community Empowerment (J-RUCE) merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan sosialisasi dan mengelaborasi metode serta teknologi pemberdayaan masyarakat perkotaan dan perdesaan, khususnya dibidang perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2019): Desember" : 11 Documents clear
Peningkatan Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Melalui Pengolahan Buah Api-Api (Avicennia sp) sebagai Bahan Makanan Di Desa Sungai Kayu Ara Kabupaten Siak Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Samiaji, Joko; Nursyirwani, Nursyirwani; Elizal, Elizal
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat banyak, yang dapat dikelompokkan menjadi peranan biologi, fisik-kimia dan ekonomis. Buah api-api (Avicennia sp)yang merupakan salah jenis mangrove, mempunyai potensi sebagai bahan baku buat kue yang masih kurang dimanfaatkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1. Untuk meningkatkan nilai ekosistem mangrove melalui pengolahan buah api-api sebagai bahan membuat kue di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit 2. Untuk meningkatkan jenis bahan baku pembuat kue bagi masyarakat sekitar hutan mangrove khususnya, dan 3. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berlanjut meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem mangrove di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa peserta mengikuti dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Peserta dapat memahami tentang materi yang disampaikan dengan baik dan berperan aktif dalam sesi tanya jawab, diskusi, dan terlibat langsung bersama pemateri dan mahasiswa dalam membuat bolu dan puding. Sebanyak 90 % peserta yang tidak pernah tau buah api-api dapat dijadikan tepung, setelah penyuluhan menjadi semuanya. Peserta yang sebelumnya hanya 15 % mengetahui adanya potensi buah api-api untuk bahan buat kue setelah kegiatan penyuluhan menjadi 100 % paham. Sebanyak 90 % peserta berkeyakinan bahwa dengan meningkatnya nilai ekonomi hutan mangrove, mangrove dapat lestari.
Budidaya Cacing Sutra (Tubifek sp) sebagai Makanan Larva Ikan Nuraini, Nuraini; Nasution, Syafruddin; Tanjung, Afrizal; Syawal, Henni
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan 10 Mei – 25 Juli 2019 di Balai Benih Ikan Ryan Farm, Limbungan Rumbai yang diikuti oleh petani ikan, mahasiswa kukerta terintegrasi dan tim pengabdian yang berjumlah 20 orang. Tujuan Kegiatan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani ikan tentang budidaya cacing sutra, sehingga tidak tergantung lagi kepada musim di alam. Sedangkan manfaatnya diharapkan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh oleh peserta maka dapat memanfaatkan unit pembenihan Ryan Farm untuk pengembangan budidaya cacing sutra sampai memproduksinya akibatnya tentu produksi larva ikan dapat meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan income bagi masyarakat setempat. Kegiatan praktek budidaya cacing sutraini dilakukan langsung oleh para peserta. Dimulai dengan praktek pembuatan media cacing sutra kemudian dilanjutkan dengan budidaya cacing sutra diwadah baskom tahu ukuran 35x28x11 cm selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh adalah setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan maka berdasarkan kuisioner yang diajukan ternyata terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat petani ikan tentang budidaya cacing sutra 90% sedangkan setelah dilakukan budidaya cacing sutra selama 3 minggu maka diperoleh cacing sutra seberat 109 g/wadah. Permasalahan yang ditemui selama praktek adalah tumbuhnya populasi cacing darah di wadah media budidaya cacing sutra.
Pembinaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Di Kampung Minas Barat Kabupaten Siak Provinsi Riau Effendi, Irwan; Tanjung, Afrizal; Nedi, Syahril; Nasution, Syafruddin; Elizal, Elizal
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan potensi tersendiri untuk pengembangan ekonomi dan nutrisi keluarga. Ikan lele dumbo memiliki rasa gurih dan telah menjadi bagian dari menu masyarakat Riau. Di sisi lain, ikan ini relatif mudah dibudidayakan, tahan terhadap lingkungan ekstrim bahkan di daerah sempit tanpa perlu air mengalir. Kegiatan ini bertujuan membina ibu rumah tangga untuk memelihara ikan lele dumbo di dalam drum, membuat pakan ikan lele sendiri dan memproses sebagian dari hasil panen mereka. Program ini diadakan di Kampung Minas Barat, Kabupaten Siak, Riau dengan menggunakan metode demonstrasi langsung. Para peserta diajari cara membuat pakan ikan, budidaya ikan lele dan kegiatan pasca panen. Dimulai dari pembentukan kelompok dan pengangkatan ketua dan sekretaris. Dilanjutkan dengan kegiatan tatap muka, praktik langsung membuat pakan ikan, persiapan wadah tumbuh, penebaran benih ikan dan pemeliharaan. Setiap peserta diberikan 1 unit drum bervolume 200 L, 300 ekor bibit ikan dan sejumlah pakan ikan lele yang mereka produksi sendiri. Satu unit mesin pembuat pelet diserahkan kepada kelompok ini. Kegiatan pemantauan dilakukan terus menerus dengan setiap 2-3 minggu, baik melalui kunjungan langsung atau melalui telepon. Peserta binaan terlihat serius, antusias dan rajin dalam menjalankan program ini. Sampai di akhir kegiatan ikan sudah mulai dipanen dan dikonsumsi oleh anggota keluarga sendiri. Dilihat dari perspektif penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan gizi rumah tangga, kegiatan ini dianggap cukup baik dan diharapkan ditiru oleh anggota masyarakat lainnya.
Peningkatan Pendapatan Nelayan melalui Diversifikasi Produk Berbahan Baku Udang Rebon Di Desa Sialang Pasung Kabupaten Kepulauan Meranti Nursyirwani, Nursyirwani; Effendi, Irwan; Suparmi, Suparmi; Aryani, Netti; Effendi, Arman
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Rebon Udang (Acetes sp.) Adalah salah satu produk perikanan laut yang pada musim-musim tertentu produksinya cukup melimpah di Desa Sialang Pasung Kecamatan Ransang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Upaya untuk meningkatkan harga dan mengoptimalkan penggunaan udang rebon adalah melalui diversifikasi produk seperti bakso (bakso) dan nugget. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal dan nelayan di Desa Sialang Pasung dalam menggunakan udang rebon sebagai bahan baku dalam produksi bakso dan nugget. Peserta kegiatan adalah nelayan dan istri setempat dan istri rumah lainnya. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga langkah: (1) persiapan, (2) ceramah dan diskusi dan (3) demonstrasi praktis dalam mempersiapkan bakso dan nugget dengan menggunakan udang rebon sebagai bahan baku. Peserta sangat aktif selama perkuliahan dan kerja praktek, baik dari tanggapan dan diskusi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat sangat berharga, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan konsumsi produk perikanan. Semoga kegiatan ini dapat memotivasi komunitas lokal lain dan komunitas lain di desa-desa lain di sekitarnya.
Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Riau University, Pekanbaru Nurrachmi, Irvina; Amin, Bintal; Galib, Musrifin
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Desa Sepahat adalah salah satu desa yang memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan Kawasan mangrove yang umumnya berada pada daerah pesisir ini terancam oleh kebutuhan masyarakat yang berada di sekitarnya. Kebutuhan itu dapat berupa pemanfaatan lahan untuk pemukiman, sebagai lahan kegiatan ekonomi seperti industri maupun, kebutuhan bahan bakar non migas dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan itu memaksa masyarakat untuk melakukan banyak hal yang dapat merusak hutan mangrove seperti membuka dan menkonversi lahan serta penebangan liar. Berbagai bentuk dukungan pelestarian hutan mangrove diantaranya yaitu dengan pendidikan lingkungan sejak dini dan pengajaran tentang pelestarian hutan mangrove adalah salah satu cara yang dapat dilakukan dalam usaha membuat kawasan pesisir pada khususnya semakin baik dan sangat penting diberikan terutama kepada masyarakat terutama yang berdomisili dan dalam kehidupannya berkaitan dengan mangrove dan wilayah pesisir. Peserta penyuluhan terdiri atas 30 orang anggota masyarakat di Desa Sepahat sesuai dengan yang telah direncanakan. Minat masyarakat cukup tinggi untuk berperan serta dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi untuk dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga lingkungan hutan mangrove untuk mencegah terjadinya abrasi pantai. Berdasarkan topografi pantai desa ini jenis mangrove yang sesuai adalah dari spesies Avicennia sp,
Pemberdayaan Masyarakat melalui Alih Teknologi Pembuatan Makanan Berbasis Ikan Di Desa Bokor Kepulauan Meranti Amin, Bintal; Dewita, Dewita; Syahrul, Syahrul; Nurrachmi, Irvina; Nursyirwani, Nursyirwani
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Dalam upaya agar kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK di Desa Bokor Kepulauan Meranti mendapat keterampilan dalam pengolahan pangan berbasis ikan dan dapat membuka usaha mandiri maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan telah dilaksanakan. Desa Bokor yang merupakan salah satu penghasil ikan laut dan juga telah dikembangkan sebagai salah satu kawasan ekowisata di Kepulauan Meranti perlu diikuti dengan kegiatan yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan agar pada saat produksi ikan melimpah maka dapat dilakukan usaha diversifikasi dengan cara mengolahnya menjadi berbagai produk olahan berbahan ikan khususnya produk jajanan yang bernilai ekonomi dan bergizi tinggi. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat desa, terutama kader PKK dan Kepala Desa. Disamping penyuluhan, kelompok PKK juga diberikan bantuan peralatan untuk memproduksi jenis makanan yang diajarkan dalam pelatihan dengan harapan peserta kegiatan akan dapat memberdayakan kelompoknya untuk membuka usaha dalam membuat produk makanan berbasis ikan tersebut. Kepala Desa sangat mendukung kegiatan yang dilakukan dan akan memberikan bantuan lebih luas bagi pengembangan produksi yang dihasilkan tersebut dan mengharapkan bentuk pelatihan lain dapat diberikan untuk meningkatkan ekonomi mesyarakat desa tersebut, terutama dibidang perikanan dan ekowisata.
Penerapan Teknologi Diversifikasi Biskuit dengan Penambahan Tepung Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) Di Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak Provinsi Riau Dahlia, Dahlia; Sumarto, Sumarto; Desmelati, Desmelati; Suparmi, Suparmi; Leksono, Tjipto
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk penerapan iptek teknologi pembuatan biskuit ikan gabus bagi kader PKK dalam rangka pengembangan usaha industri kecil berkelanjutan di Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak Provinsi Riau. Peserta sebagai sasaran kegiatan pengabdian dan pelatihan melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK, dengan peserta berjumlah 25-30 orang ibu-ibu dan kader PKK. Produk hasil pelatihan pembuatan biskuit ikan gabus memiliki tingkat kesukaan terhadap rupa dan tampilan bentuk biskuit 90%, rasa biskuit ikan gabus 94%, aroma biskuit ikan gabus 98% dan kerenyahan tekstur mencapai 90%, sehingga nilai keseluruhan sensoris biskuit ikan gabus relatif tinggi berkisar 90-98%, hal ini menunjukkan bahwa sangat potensial untuk diproduksi dan dipasarkan memenuhi makanan jajanan yang bergizi, dapat meningkatkan pendapatan keluarga dalam usaha home industri atau UMKM di Desa Pangkalan Pisang. Hasil evaluasi dan perkembangan produksi biskuit ikan gabus setelah pelaksanaan pelatihan 6 minggu diperoleh perkembangan bahwa biskuit ikan gabus telah diproduksi secara kontinyu, biskuit ikan gabus diminati oleh anak-anak sekolah dengan tingkat 90-98%, dan hasil produksi biskuit ikan gabus dilakukan pemasaran di beberapa lokasi yaitu warung penjual roti dan makanan jajanan serta kantin sekolah.
Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Olahan Ikan Di Desa Hangtuah Kabupaten Kampar Provinsi Riau Hendri, Ridar; Yulinda, Eni; Arief, Hazmi
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Promosi produk olahan ikan adalah suatu keharusan untuk meningkatkan volume pemasaran dan kesejahteraan pengolah ikan. Desa Hangtuah di Kecamatan Perhentian Raja kabupaten Kampar Provinsi Riau, adalah salah satu sentra penghasil produk olahan ikan paling potensial di kabupaten tersebut. Karena itu promosi produk olahan ikan di desa ini penting dilakukan, salah satunya dengan optimalisasi pemanfaatkan media sosial, khususnya Facebook, Instagram dan Blog. Untuk memotivasi para pengolah ikan, istri nelayan dan remaja puteri setempat, agar menggunakan media sosial untuk promosi olahan ikan, mereka perlu dilatih. Tujuan pengabdian ialah untuk melatih peserta agar: (1) dapat memahami peranan media sosial (Facebook, Instagram, dan Blog) sebagai media promosi produk olahan ikan; (2) mampu membuat konten promosi produk olah ikan, baik konten teks, konten foto maupun konten video; serta (3) mampumembuat akun dan mempromosikan konten-konten yang mereka buat, pada media-media sosial milik mereka.Hasil kegiatan pengabdian ini ialah,bahwa: (1) peserta pelatihan sudah memahami peranan media sosial sebagai media promosi produk olahan ikan yang potensial; (2) peserta sudah terampil membuat konten promosi produk olahan ikan, baik konten teks, konten foto maupun konten video; serta peserta sudah mampu membuat tiga akun media sosial (Facebook, Instagram dan Blog) dan menyebarluaskan konten-konten promosi produk olahan ikan yang mereka buat, pada media-media sosial tersebut.
PELATIHAN PEMBUATAN BAKSO DAN NUGET IKAN BAGI IBU RUMAH TANGGA KAMPUNG MINAS BARAT KABUPATEN SIAK Effendi, Irwan; Wiyati, Rita
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Kurangnya minat makan ikan anak-anak Indonesia, mengakibatkan adanya penderita gizi protein dan penghambatan pertumbuhan. Ibu rumah tangga merupakan potensi tersendiri untuk pengembangan ekonomi dan nutrisi keluarga. Sebagian masyarakat mungkin tidak senang mengkonsumsi lele. Mungkin karena bau amisnya, bentuknya menakutkan bagi anak-anak, menjijikkan bagi sebagian orang tidak suka memakan ikan. Namun dengan dibuat menjadi bakso dan nugget orang akan lebih tertarik dan berminat untuk mengkonsumsinya. Kegiatan ini memberdayakan anggota kelompok dan menunjang perekonomian keluarga melalui pendampingan dan penyuluhan tentang teknologi pembuatan bakso dan nugget ikan. Para peserta diajari cara membuat bakso ikan dan nugget ikan. Strategi yang pertama dilakukan adalah dengan mengajar ibu-ibu nelayan untuk bergabung dalam program pengabdian ini, yaitu mereka akan dibentuk menjadi kelompok binaan yang berjumlah 20 orang dan menunjuk salah seorang diantara mereka sebagai ketua kelompok. Setelah kelompok terbentuk, maka akan dilakukan penyuluhan tentang manfaat ikan dalam bidang kesehatan maupun sebagai bahan dasar dalam pembuatan aneka jenis makanan olahan yang bernilai gizi dan ekonomi.
Teknik Budidaya Azolla microphylla pada Media Ember dan Kolam Terpal Effendi, Irwan; Ilahi, Ilham
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Azolla microphylla merupakan tanaman paku air yang mungkin masih belum terlalu di kenal masyarakat luas. Namun sebenarnya, tanaman paku air ini yang berada di dalam genus Azollaceae ini memiliki beragam manfaat, manfaat tersebut ada beberapa banyak terutama di dalam sektor pertanian dan juga perternakan, yaitu untuk pakan unggas, ikan dan bahkan untuk di jadikan pupuk. Kegiatan budidaya Azolla microphylla ini dilaksanakan di Kampus Marine Centre tepatnya di Laboratorium alam Bioteknologi Kelautan, Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Pelaksanaan pelatihan ini digunakan metode ceramah, diskusi dan langsung demonstrasikan kepada para mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan tentang potensi Azolla microphylladengan menjelaskan tentang Teknik budidaya Azolla microphyllaserta manfaat dalam bidang perikanan.penanaman bibit Azolla microphylla terpal dan ember ketercapaian kegiatan terhadap tingkat tumbuh Azolla microphylla mencapai 80% dari total jumlah penanaman bibit yang dilakukan pada kolam terpal dan ember. Sedangkan 20% mengalami kegagalan yang diakibatkan faktor ketercapaian cahaya matahari yang masuk kurang terhadap perkembangan Azolla microphylla.

Page 1 of 2 | Total Record : 11