Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan is a scientific journal, focused on Rural Sociological which refers to the key terminology of "Sodality" where the dynamics of the local structures (village/rural) and extra-local has created spaces of social disharmony, thus require the analysis and synthesis of multidisciplinary science to explain empirical facts dimensions of socio-economic-ecological in village/rural.
Articles
410 Documents
The Role of Paguyuban in Rural Development
Ardinal Barlan, Zessy;
M. Kolopaking, Lala
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 2 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.54 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i2.9419
Balikpapan merupakan daerah dengan masyarakat yang multietnik. Konsekuensi dari masyarakat beragam tersebut tentunya berdampak pada cukup banyak muculnya paguyuban etnis. Masingmasing paguyuban etnis ini memiliki norma dan nilai yang mempengaruhi individu dalam berprilaku dan mengambil keputusan. Oleh sebab itu penting untuk melihat bagaimana pengaruh paguyuban etnis dalam mendorong terbentuknya pilarisasi masyarakat dan dampaknya pada pembangunan desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dan eksplorasi. Kehadiran paguyuban pada dasarnya memperkuat identitas etnik dan mendorong terjadinya pilarisasi masyarakat. Selain itu paguyuban etnis juga mendorong pembangunan kawasan desa melalui elit-elit yang tergabung di paguyuban tersebut untuk kepentingan etnisnya dan menjadi sarana pengaman bagi masyarakat miskin yang tidak bisa menerima manfaat langsung dari pembangunan kawasan tersebut. Keywords: Ethnic Community, Pillarization Society, Rural Development
Influencing of Organizational Climate Communication to Job Performance in Situ Udik Rural Government
Fauzi, Ahmad;
Sarwoprasodjo, Sarwititi
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.894 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9420
Permintaan terhadap pelayanan umum guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini semakin menjadi isu yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim komunikasi organisasi, menganalisis praktik penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, kinerja aparatur, dan menganalisis pengaruh iklim komunikasi terhadap kinerja aparatur di lingkungan Pemerintahan Desa Situ Udik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung oleh pendekatan kualitatif untuk 69 responden melalui metode penelitian sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iklim komunikasi organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur, terutama pada variabel kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam komunikasi ke atas. Aspek penerapan tata kelola pemerintahan yang baik berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur pada seluruh variabel (keterbukaan, tanggung jawab, dan hukum). Berdasarkan hasil uji analisis regresi statisti, nilai alpha < 0.05 yang menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi berpengaruh 33.8 persen terhadap kinerja aparatur dan praktik peneraan tata kelola yang baik berpengaruh 16.9 persen terhadap kinerja aparatur Kata kunci : iklim komunikasi, tata kelola yang baik, kinerja aparatur
Relationhip Between a Type of Leadership Head of Village with The Quality of Village Service
Olivianti, Bebby;
M. Kolopaking, Lala
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.767 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9421
Gaya kepemimpinan direktif dan konsultatif diterapkan oleh kepala desa dan disesuaikan untuk permasalahan. Tipe direktif digunakan ketika melimpahkan tugas kepada petugas desa. Tipe konsultatif digunakan dalam mengarahkan pekerja ketika memberikan pelayanan publik. Tujuan penelitianini adalah menganalisis hubungan antara tipe kepemimpinan kepada desa dengan kualitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah accidental sampling dengan total responden sebanyak 60 orang. Pengolahan data menggunakan uji korelasi rank-spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan konsultatif dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Hal ini dibuktikan sebesar 80 persen responden menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan konsultatif dengan kualitas pelayanan publik. Kata kunci : gaya kepemimpinan, kualitas pelayanan publik
Community Based Ecotourism influence the condition of Ecology, Social, and Economic Batusuhunan village, Sukabumi
Hijriati, Emma;
Mardiana, Rina
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.904 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9422
Ekowisata adalah perjalanan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Peran aktif dalam mengelola potensi ekowisata ini penting karena pengetahuan alam dan potensi budaya memiliki nilai jual sebagai daya tarik ekowisata. Perkembangan ekowisata mempengaruhi masyarakat pada aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kondisi ekologi, sosial, dan ekonomi di Kampung Batusuhunan setelah adanya ekowisata berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ekowisata berbasis masyarakat Batusuhunan memberikan perubahan bagi masyarakat terutama dalam aspek ekologi dan sosial. Pada aspek ekologi, penduduk telah memiliki kesadaran untuk melindungi lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Dalam aspek sosial, terjadi peningkatan kerjasama masyarakat terutama di bidang ekowisata. Kegiatan sosial di masyarakat sering diadakan sejalan dengan perkembangan ekowisata. Pada ekonomi, kesempatan kerja yang berasal dari sektor ekowisata bisa menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga. Namun, perubahan dalam standar hidup tidak dapat dirasakan oleh masyarakat Batusuhunan karena pengembangan ekowisata baru saja dimulai dan baru berjalan selama sekitar 3 tahun. Kata kunci: ekologi, ekonomi, ekowisata berbasis masyarakat , sosial
Effectiveness of Social Media for Social Movements of Environmental Conservation
Rizki Kapriani, Dea;
P Lubis, Djuara
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.411 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9423
Media sosial telah menjadi salah satu media untuk kampanye gerakan sosial pelestarian lingkungan. Organisasi KeSeMaT sebagai organisasi pelestarian mangrove yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui aktivitas online dengan menggunakan @KeSEMaTdan aktivitas offline. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam media sosial dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, untuk mendeskripsikan efektivitas akun @KeSEMaT dalam menyebabkan perubahan perilaku followers dan analisis hubungannya dengan keterlibatan dalam media sosial, dan menganalisis keterlibatan followers akun @KeSEMaT dalam kegiatan offline dan analisis hubungannya dengan perubahan perilaku. Fokus penelitian ini adalah follower akun @KeSEMaT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya keterlibatan dalam media sosial dapat mempengaruhi partisipasi dalam kegiatan KeSEMaT. Kata kunci : gerakan sosial, media sosial, pengikut, offline
Relationship Between The Principles Implementation Level of Community Development with The Success of CSR Programs PT Pertamina
., Mutmainna;
Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.704 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9424
Penerapan (CSR) merupakan suatu keharusan bagi perusahaan sebagai ungkapan kepeduliannya terhadap kehidupan sosial dan lingkungan atas pencapaian keuntungan ekonomi. Salah satu bentuk penerapan CSR adalah pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat dengan keberhasilan program CSR PT Pertamina. Penerapan prinsip tingkat pengembangan masyarakat diperhitungkan melalui indikator kesesuaian program dengan kebutuhan peserta, bimbingan program dan partisipasi dalam program pengembangan ekonomi lokal. Indikator pencapaian Penerapan prinsip pengembangan masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi lokal, dilihat dari: tingkat partisipasi peserta dalam KUB, tingkat pendapatan peserta program dalam setahun dan tingkat keragaman nafkah peserta program. Penelitian dilakukan di Desa Balongan dan Majakerta, Indramayu menggunakan metode survey dengan 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berada pada tingkat medium; (2) tingkat partisipasi non peserta dalam KUB masih rendah; tingkat pendapatan individu berada pada tingkat pendapatan rendah dan menengah; keberagaman tingkat pendapatan masih tinggi; (3) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berhubungan positif dengan tingkat partisipasi di KUB; berhubungan negatif dengan tingkat pendapatan individu; berhubungan negatif dengan keragaman tingkat pendapatan peserta program. Kata kunci: CSR, tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat, tingkat keberhasilan program CSR, tingkat partisipasi
The Leadership Role of Farmer Groups and Effectiveness of the Farmers Empowerment
Mutmainah, Rika;
., Sumardjo
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.664 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9425
Ketidakberdayaan petani disebabkan karena petani tidak cukup mampu untuk menggunakan peralatan produksi secara optimal. Ketidakberdayaan juga disebabkan oleh kurang kompetensinya petani dalam memasarkan produk pertaniannya. Melalui kelompok tani, pemerintah telah melakukan proses pengajaran yang potensial dan pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup petani. Dalam proses pemberdayaan kelompok tani ini, membutuhkan peran pemimpin untuk mendorong aktivitas pemberdayaan. Pemimpin memiliki peran yang penting untuk mempengaruhi dan memotivasi petani untuk mencapai tujuannya secara bersama-sama melalui kelompok tani. Tujuan penelitian ini. yaitu untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan dengan proses pemberdayaan kelompok tani, menganalisis hubungan antara proses pemberdayaan dengan tingkat pemberdayaan, juga menganalisis hubungan antara faktor pribadi dan faktor lingkungan dengan proses pemberdayaan. Metode yang digunakan adalah survey yang didukung pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada narasumber. Hasil penelitian ini diolah menggunakan Rank Spearman dan Chi-Square. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Bina Sejahtera di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Bogor dan Kelompok Tani Hurip di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif nyata antara kepemimpinan dengan proses pemberdayaan, sementara proses pemberdayaan tidak berhubungan positif nyata dengan tingkat pemberdayaan. Beberapa faktor pribadi menunjukkan hubungan positif nyata dengan tingkat pemberdayaan. Kata kunci : kelompok tani, kepemimpinan, pemberdayaan petani
The Local Institutional Effectiveness in the Democratic’s Practice at the Desa Kelangdepok, Pemalang, Central Java
Nur Ariyati, Sofi;
Sjaf, Sofyan
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.802 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9426
Efektivitas kelembagaan desa dalam praktik pemilihan kepala daerah dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu faktor kelembagaan, faktor anggota kelembagaan, faktor sarana/fasilitas pendukung, dan faktor sosialmasyarakat. Pada efektivitas kelembagaan, faktor mana yang lebih berpengaruh pada tingkat efektivitas. Kemudian, pada masing-masing tingkatan dan keseluruhan praktik pemilihan kepala daerah, akan terlihat faktor yang paling dominan. Akan terlihat bahwa keanggotaan kelembagaan adalah faktor yang paling efektif diantara anggota formal dan informal. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor anggota kelembagaan mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap tingkat efektivitas. Pada tahap persiapan, faktor yang memiliiki pengaruh paling signifikan adalah faktor sarana/fasilitas pendukung. Sementara itu, pada tahap penerapan. Keempat faktor tersebut tidak berpengaruh signifikan. Untuk keseluruhan praktik, faktor sarana/fasilitas pendukung merupakan faktor yang paling berpengaruh sama seperti pada tahap persiapan. Kinerja anggota yang lebih efektif pada keseluruhan praktik adalah anggota formal. Berdasarkan hasil penelitian, anggota informal diperkirakan menjadi lebih dilibatkan lagi dan anggota formal kinerjanya lebih ditingkatkan. Kata kunci : demokrasi, desa, kelembagaan
The Influence of Livelihood Assets in Livelihood Resilience Farm Household at Sukabakti Village, Bekasi
Azzahra, Fatimah;
Dharmawan, Arya Hadi
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.079 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v3i1.9427
The purpose of this study was to analyze the use of livelihood assets by farm household and their influence o n th e leve l o f fa rm h o u seh o ld ’s res ili en ce a t S u kab a kti villa g e. Fa rm h o u seh o ld wa s d i vid e d in to t wo a rea s that was farm household in the flood area and farm household in the not flood area. In addition, the research also view structure a living that on farm, off farm, and non farm built by farm household in two areas. This study combined quantitative approach using questioner method and qualitative approach using depth interview method. The result of these study explained livelihood asset used by farmers in Sukabakti village highly influencin g th eir resil ien ce ’s le vel. There are significant differences between the two areas where farm household in the flood area are dominated in non farm sector, while in the not flood area are d o m ina ted o n fa rm an d o ff fa rm secto r. T h e lev el o f h o u seho ld ’s resil ien ce in th e n o t flood a rea is h igh er than farm household in the flood area. Keywords: farm household, livelihood assets, resilience
The Changes of Social Culture and The Level of Migrant Welfare Batak Who Worked in The Informal Sector in Bogor
Habibi Siregar, Fuad;
A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.854 KB)
|
DOI: 10.22500/sodality.v3i1.9428
The purpose of this research is to analyze the changes of social culture and the level of migrant welfare Batak who worked in the informal sector in the city of Bogor. This research provides a combination of qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach is obtained from the results of the indepth interviews. Quantitative survey method using approaches that take the 35 respondents. There is no society which does not suffer changes Migrant Batak is no exception. Changes that occur on the migrants include Batak culture and social change in the level of well-being. Social change include the interactions he does as well as relations with his family before and after becoming migrants. Culture change includes the values of religion, customs and mindset towards material and individualist attitudes. The welfare changes include income levels, access to medical services as well as housing conditions and ownership of the valuables owned by migrant Batak before and after become migrants in the informal sector. Keywords: changes, social structures and cultural structures, the level of migrant welfare