cover
Contact Name
Juhriyansyah Dalle
Contact Email
j.dalle@ulm.ac.id
Phone
+6281312979899
Journal Mail Official
j.dalle@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl.Padat Karya Komp. Taman Pesona Permai No. 66 Sei. Andai Banjarmasin
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan
Published by Rumah Jurnal Press
ISSN : 2460349X     EISSN : 26157640     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan (Journal of Action Research and Education) is an open access and peer-reviewed journal.The journal is a scientific journal that contains and disseminates research results, in-depth study, and innovative ideas in the field of educational science. The innovation of teachers and lecturers in the development of the education sector can contribute positively to schools and educational institutions. JPTP published by RUMAH JURNAL PRESS periodically published every three months (quarterly) in March, June, September and December each year. Sponsors by SMK Negeri 4 Banjarmasin and SMA Negeri 2 Barabai. The primary aim of this publishing company is to perform fast and reliable process for contributors. Once a paper is accepted, our staffs work hard to provide online version of the papers as quickly as possible. All papers are assigned valid DOI number once they appear online just to make sure that the other researchers cite them while no volume and numbers are still assigned to the papers.
Articles 177 Documents
Meningkatkan Kinerja Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran Pada Pendekatan Pakem Melalui Supervisi Akademik di SDN 1 Datar Ajab Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Ajaran 2018/2019 Akhmad Khairani
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kinerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Hal ini disebabkan oleh karena proses belajar mengajar, kebanyakan guru hanya terpaku pada buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar mengajar. Untuk meningkatkan kinerja guru kelas Sekolah Dasar Negeri 1 Datar Ajab Kecamatan Hantakan maka dilaksanakan penelitian tindakan sekolah dengan menerapkan model pembelajaran pada pendekatan PAKEM melalui supervise Akademik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Setting penelitian adalah Guru kelas bawah dan kelas atas Sekolah Dasar Negeri 1 Datar Ajab Kecamatan Hantakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Data tersebut dianalisis dengan teknik presentase yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan difrekuensikan ke dalam grafik. Adapun indikator keberhasilan PTS ini adalah kinerja guru dapat mencapai ≥85% serta mencapai kategori “Sangat Baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervise akademik dengan menerapkan model pembelajaran pada pendekatan PAKEM dapat meningkatkan Kemampuan guru dalam penyusan RPP dari siklus I pertemuan 1 dengan kategori cukup baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Kemampuan guru pada saat proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 dengan kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Adapun pada kinerja guru dalam proses belajar mengajar pada siklus I pertemuan 1 dengan kategori cukup baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa Supervisi akademik dengan menggunakan model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses.
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Kegiatan Pembelajaran IPA dengan Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses pada Guru Kelas Atas Melalui Supervisi Akademik di SDN 1 Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Ajaran 2018/2019 Suriansyah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya inovasi dan kreatifitas guru pada pembelajaran IPA dalam mengembangkan proses belajar mengajar dikelas. Hal ini disebabkan oleh karena proses belajar mengajar, kebanyakan guru kurang terlibat dalam pembelajaran, metode mengajar yang digunakan kebanyakan adalah ceramah saja. Untuk meningkatkan kemampuan guru kelas Sekolah Dasar Negeri 1 Murung B Kecamatan Hantakan maka dilaksanakan penelitian tindakan sekolah melalui supervis Akademik dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas atas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Setting penelitian adalah Guru kelas atas Sekolah Dasar Negeri 1 Murung B Kecamatan Hantakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Data tersebut dianalisis dengan teknik presentase yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan difrekuensikan ke dalam grafik. Adapun indikator keberhasilan PTS ini adalah kinerja guru dapat mencapai ≥85% serta mencapai kategori “Sangat Baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui supervisi akademik yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses pada kegaiatan belajar mengajar dapat meningkatkan Kemampuan guru dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran dari siklus I pertemuan 1 dengan kategori kurang baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Dan meningkatkan Kemampuan guru pada saat proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 dengan kategori cukup baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa Supervisi akademik dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran terutama pembelajaran IPA dikelas atas.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Materi Organisasi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas V SDN Binturu Kabupaten Tabalong Rusmiah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) bagaimanakah aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD pada materi organisasi? (b) bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD pada materi organisasi? (c)apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar materi organisasi?Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengetahui aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD pada materi organisasi di kelas V SDN Binturu.(b) mengetahuiaktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipeSTADpada materi organisasi di kelas V SDN Binturu.(c) meningkatkan prestasi belajar dengan menggunaan model pembelajaran kooperatif tipeSTADmateri organisasi siswa kelas V SDN Binturu. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (actionresearch) sebanyak duasiklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Binturu tahun pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari 40% pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 56,67% pada pertemuan kedua. Kemudian 70% pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 90% pada pertemuan kedua. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif tipe STADdapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN Binturuserta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Operasi Hitung Pada Pecahan Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair and Share Pada Kelas VI SDN 2 Murung A Faridah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 3 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi Operasi Hitung pada Pecahan pada beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang konvesional, aktivitas belajar siswa yang masih rendah, kurangnya interaksi antar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 2 Murung A pada mata pelajaran Matematika dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model Think Pair and Share. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Setting penelitian adalah siswa kelas VI SDN 2 Murung A Kecamatan Batu Benawa yang berjumlah 17 siswa terdiri dari 10 orang laki-laki dan 7 orang perempuan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif (aktivitas guru dan siswa), dan data kuantitatif (hasil belajar siswa). Kedua data tersebut dianalisis dengan teknik prosentase yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan difrekuensikan ke dalam grafik. Adapun indikator keberhasilan PTK ini adalah siswa dapat mencapai ketuntasan belajar secara individu ≥65 dan dapat mencapai ketuntasan klasikal ≥80% mendapat nilai ≥65 serta aktivitas guru mencapai kategori “Sangat Baik” dan aktivitas siswa mencapai kategori “Sangat Aktif”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model-model Think Pair and Share dapat meningkatkan aktifitas guru dari siklus I pertemuan 1 dengan kategori cukup baik menjadi sangat baik pada siklus II pertemuan 2. Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 berdasarkan rata-rata kelas dengan kategori kurang aktif menjadi sangat aktif pada siklus II pertemuan 2. Sedangkan aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 berdasarkan klasikal dengan kategori sebagian aktif menjadi hampir seluruhnya aktif pada siklus II pertemuan 2. Adapun pada hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan hasil belajar baik secara inividual maupun klasikal.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Mengurutkan 3 Pola melalui Model Picture and Picture Nurhidayati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kurang menarik, alat peraga yang sangat minim serta kemampuan kognitif anak masih rendah. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang menarik salah satunya adalah model Picture and Picture. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak melalui model Picture and Picture pada TK. Kemala Bhayangkari 07 Barabai. Bagaimana aktivitas anak dan dan guru dengan model Picture and Picture pada TK. Kemala Bhayangkari 07 Barabai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kemampuan kemampuan kognitif anak dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas anak dan guru pada TK. Kemala Bhayangkari 07 Barabai. Metode dalam penelitian ini mengggunakan Penelitian Tindakan Sekolah . Subyek dalam penelitian ini adalah kelompok B pada TK. Kemala Bhayangkari 07 Barabai sebanyak 20 orang yang terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan interprestasi atau persentase keberhasilan dengan menganalisis kemampuan guru dalam membuat media gambar dan bimbingan berkala yang dilakukan kepala sekolah. Teknik pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus masing masing siklus 2 kali pertemuan yang terdiri dari empat tahapan yaitu pelaksanaan, perencanaan, evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa melalui model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan kemampuan kognitif anak, dimana kemampuan kognitif anak diperoleh hasil 85%, aktivitas anak 89,2% atau Sangat Aktif dan aktivitas guru 91,1% atau Sangat Baik.
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak TK dalam Materi Konsep Bilangan Melalui Model Make A Match Siti Hanida Ernawati
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang diadakannya Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah kurangnya kemampuan kognitif anak hal ini disebabkan pembelajaran yang kurang menarik . Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang menarik yaitu model Make a Match. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak melalui model Make a Match pada TK Mawar Kayu Bawang Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Bagaimana aktivitas anak dan aktivitas guru dengan menggunakan model Make a Match pada TK Mawar Kayu Bawang Kabupaten Hulu Sungai Tengah.. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas anak dan aktivitas guru dengan menggunakan model Make a Match pada TK Mawar Kayu Bawang Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode dalam penelitian ini mengggunakan Penelitian Tindakan Sekolah . Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A pada TK Mawar Kayu Bawang sebanyak 15, yang terdiri 8 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan interprestasi atau persentase keberhasilan dengan menganalisis kemampuan kognitif anak dan aktivitas anak serta aktivitas guru. Teknik pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus masing masing siklus 2 kali pertemuan yang terdiri dari empat tahapan yaitu pelaksanaan, perencanaan, evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan kognitif anak secara klasikal ketercapaian 86,7%, aktivitas anak ketercapaian 89,2% dengan kreteria sangat aktif, aktivitas guru ketercapaian 92,2% dengan kreteria sangat baik.
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Membuat Soal HOTS melalui Workshop Ahmad
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil supervisi kemampuan guru dalam membuat soal HOTS yang dilakukan kepala sekolah terhadap 6 (enam) orang guru di SDN Sei Missim, diperoleh data, hanya ada satu orang guru yang memiliki kemampuan membuat soal Higher Order Thinking Skills/HOTS, sedangkan lima orang guru hanya mampu membuat soal untuk mengukur ingatan saja dimana cenderung mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills/LOTS). Selama ini idak ada pertemuan khusus di sekolah yang mendiskusikan tentang cara membuat soal HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS melalui workshop yang dilakukan kepala sekolah sebagai peneliti. Workshop adalah suatu pertemuan ilmiah dalam bidang pendidikan untuk meng­hasilkan karya nyata. Melalui kegiatan ini diharapkan secara langsung menghasilkan dokumen-dokumen soal HOTS sesuai tugas masing masing. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SDN Sei Missim Kecamatan Bintang Ara dengan dua siklus tindakan dengan 2 kali pertemuan di setiap siklusnya dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 6 orang guru di SDN Sei Missim Kecamatan Bintang Ara. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas guru selama pelaksanaan workshop. Pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata aktivitas guru 48%, meningkat pada pertemuan 2 menjadi 61%. Pada siklus I1 pertemuan 1 meningkat menjadi 70% dan meningkat lagi pada pertemuan 2 menjadi 82%. Kemampuan guru dalam membuat soal HOTS setelah dilaksanakan workshop juga meningkat dimana pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata kemampuan guru 52%, meningkat pada pertemuan 2 menjadi 63%. Pada siklus I1 pertemuan 1 rata-rata kemampuan guru 72%, meningkat pada pertemuan 2 menjadi 81%. Dengan demikian pelaksanaan workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal HOTS.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Kerjasama dalam Berbagai Bidang Kehidupan melalui Model Surprise Of Magic Boxes pada Siswa Kelas VIIA SMPN Rudihartono
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang diadakannya Penelitian Tindakan Kelas ini adalah kurangnya hasil belajar siswa secara klasikal, sebagai dampak dari pembelajaran konvensional, siswa yang ngantuk, kurang motivasi, pembelajaran satu arah. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang tepat yaitu model Surprise of Magic Boxes. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terjadi peningkatan hasil belajar pada materi kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan dengan model Surprise of Magic Boxes pada siswa kelas VIIA SMPN 17 Hulu Sungai Tengah. Bagaimana aktivitas siswa dan pelaksanaan pembelajaran guru dalam menggunakan model Surprise of Magic Boxes. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar pada materi kerjasama dalam berbagai bidang kehidupan, aktivitas siswa dan pelaksanaan pembelajaran guru dengan model Surprise of Magic Boxes. Penelitian ini mengggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau Action Research. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPN 17 Hulu Sungai Tengah sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan interprestasi atau persentase keberhasilan dengan menganalisis pembelajaran oleh guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Teknik pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus masing masing siklus 2 kali pertemuan yang terdiri dari empat tahapan yaitu pelaksanaan, perencanaan, evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa melalui penerapan model Surprise of Magic Boxes dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu nilai rata-rata 85 dan secara klasikal ketercapaian 90%, aktivitas siswa 87% dengan kategori sangat aktif dan pelaksanaan pembelajaran guru 93,4% dengan kategori sangat baik.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Gerak dan Gaya Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Anikmah
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VIII A SMPN 1 Tanjung. Agar pembelajaran IPA, baik yang berhubungan dengan biologi, fisika dan kimia dapat berhasil dan berdaya guna secara optimal khususnya di SMPN 1 Tanjung, maka dilaksanakan suatu penelitian yang menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di Kelas VIII A SMPN 1 Tanjung berlangsung pada semester I Tahun Pelajaran 2018/2019.Pengumpulan data diambil melalui dokumentasi hasil belajar siswa selama penelitian berlangsung dengan tidak mengesampingkan observasi, evaluasi,analisis, dan interpretasi terhadap jalannya kegiatan tindakan kelas.Adapun tindakan yang diberikan adalah memberikan diskusi kelompok belajar siswa Kelas VIII A dalam proses pembelajaran IPA, melalui penggunaan STAD ini mampu meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII A. Hasil penelitian menunjukan keaktifan belajar siklus I pertemuan pertama dan kedua keaktifan belajar termasuk kategori cukup dan Siklus II termasuk kategori baik. Pada Siklus I, pertemuan pertama hasil belajar siswa kurang tuntas > 80% dari 29 memiliki skor nilai di bawah nilai ketuntasan 60. Pertemuan kedua hasil belajar siswa berada kategori cukup tuntas > 80% nilai siswa berada pada nilai ketuntasan 60. Pada siklus II, pertama dan kedua di atas skor nilai 60 (> 80%) dari 29 siswa termasuk dalam kategori baik.
Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling untuk Mengatasi Perilaku Me-nyimpang Siswa Kelas X IPS 1 dan IPS 2 SMA Arif Rakhman Hakim
Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Vol 5 No 4 (2019)
Publisher : Rumah Jurnal Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya, menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan. Salah satu Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas X IPS 1 dan IPS 2 di SMA Negei 2 Tanjung Kabupaten Tabalong. Dengan pelayanan BK yang optimal. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Adapun setting penelitian adalah siswa Kelas X IPS 1 dan IPS 2 SMAN 2 Tanjung tahun ajaran 2018/2019, dengan jumlah siswa 58 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kulaitatif melalui pengumpulan kejadian yang direkam oleh guru. Berdasarkan hasil penelitian mengoptimalkan bimbingan konseling dapat meningkatkan kehadiran siswa ketidak hadiran siswa semakin menurun pada akhir siklus 1 dengan akhir siklus 2 dari 29,25 menjadi 23 dan 22 menjadi 6. Beberapa kendala yang berkaitan dengn kehadiran siswa, dapat diatasi guru dengan berbagai cara penyelesaian. Masalah siswa membolos, ijin dan alpha, sudah di angap berhasil dengan bimbingan kelompok individu dan pemberian motivasi yang lebih besar kepada siswa agar siswa lebih aktif dalam dalam masuk sekolah. Pengoptimalan bimbingan konseling dapat menurunkan pelangaran siswa siklus 1 dan siklus 2 mengalami penurunan disetiap pertemuannya dari pertemuan 1 data pelangaran siswa rata-rata 33.5 menurun menjadi 23, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 rekapitulasi pelanggaran siswa 9.5 menurun menjadi 5.Berdasarkan hasil temuan tersebut penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi sekolah-sekolah dari Tingkat Pendidikan Menengah Pertama pada umumnya dan SMA Negei 2 Tanjung Kabupaten Tabalong pada khususnya, bahwa pencegahan pembentukan perilaku mennyimpang sejak sejak dini dicegah dengan tahapan-tahapan tertentu seperti pengunaan siklus ini. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai landasan pengembangan penelitian yang akan datang.

Page 11 of 18 | Total Record : 177