cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
The Application of Scientific Approach Based on Learning Community Using Corners of Information to Improve The Cooperation and Learning Achievement on Additives and Addictives Substances at Grade VIIIE SMP Negeri 22 Surakarta Academic Year 2014/2015 Herni Budiati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to improve the cooperation and the learning achievement on additives and addictives substances of VIIIE graders of SMP Negeri 22 Surakarta in academic year 2014/2015 through the application of scientific approach based on learning community using corners of information.The research was Classroom Action Research wich held in SMP Negeri 22 Surakarta in 1stsemester academic year 2014/2015. The research subjects were 31 VIIIE graders of SMP negeri 22 Surakarta. The topic learnt in this research was additives and addictives substances. Data was collected by observing the learning process and testing the understanding of students. The instruments of the research consisted of lesson plans, observation sheet of core competency  2 (social attitudes) which included responsibility and cooperation attitude, blue print and tests as an assesment of core competency 3 (knowledge competency), and guidelines for core competency 4 assesment (skills competency). The procedures in this classroom action research used the Kemmis and Taggart model which consists of plan, action, observation, and reflection. Data were analyzed by descriptive qualitative.The research showed an increase of cooperation skills and learning achievement of additives and addictives substances subject in class VIIIE SMP Negeri 22 Surakarta academic year 2014/2015 through the application of scientific approach by learning community using corners of information. Keywords: Scientific Approach, Learning Community, Corners of Information, Cooperation
ISOLASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FUKOSANTIN DARI RUMPUT LAUT COKLAT Sargassum duplicatum Agardh dan Turbinaria decurrens Bory Elsa Angelin Leuhery
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak Perairan laut Indonesia memiliki sumber alam hayati yaitu rumput laut. Rumput laut memiliki berbagai fungsi, seperti sumber makanan, karaginan, alginat, agar, maupun dalam bidang kesehatan sebagai antioksidan alami. Antioksidan alami dari rumput laut lebih menguntungkan, karena tidak memiliki efek samping seperti antioksidan dari bahan kimia buatan. Studi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengevaluasi aktivitas antioksidan fukosantin dari dua jenis rumput laut coklat, yakni Sargassum duplicatum Agardh dan Turbinaria decurrens Bory dari perairan Pulau Osi, Laut Banda, Maluku, Indonesia. Proses ekstraksi menggunakan metanol dan dianalisis dengan metode Kromatografi Kolom, spektroskop UV tampak, dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).Pola spektra dari ekstrak murni S. duplicatum dan T. decurrens menunjukkan kehadiran senyawa fukosantin. Fukosantin diduga merupakan senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)pada panjang gelombang 517 nm, dengan tiga kali ulangan. Nilai penghambatan antioksidan diuji pada konsentrasi ekstrak 40, 80, 160, 320, 640 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penghambatan T. decurrens selalu lebih besar pada semua konsentrasi dibandingakn dengan nilai untuk S. duplicatum. Berdasarkan uji t, nilai penghambatan T. decurrens secara signifikan (P<0,005) lebih besar dibandingkan nilai untuk S. duplicatumpada konsentrasi 40, 80, 160, 320, 640μg/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh fukosantin dari T. Decurrens dengan IC50sebesar 1436.62 μg/mL, sedangkan nilai IC50 untuk S. duplicatumsebesar 2637μg/mL. Jadi ekstrak murni fukosantinT. decurrens berpotensi menjadi antioksidan alami mulai dari konsentrasi 1436.62μg/mL, sedangkan ekstrakmurni fukosantinS. duplicatummulai dari konsentrasi 2637μg/mL.Kata kunci: Sargassum duplicatum, Turbinaria decurrens, fukosantin, antioksidan alami, DPPH
Enhancing Higher Order Question of Student Through Problem Based Learning at Grade X MIA 6 of SMA N 4 Surakarta Erwin Sulistianti; Atika Guritna Ayu; Sajidan Sajidan; Sri Widoretno; Murni Ramli; Joko Ariyanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to enhance the Higher Order Question of student through problem based learning in Biology at Grade X MIA 6 of SMA N 4 Surakarta. The research was a four-cycle action research conducted in academic year 2014/2015. All questions were analyzed based on revised Bloom Taxonomy. Data were validated using triangulation method. The result of the research showed that problem based  learning effectively enhance student’s High Order Question (C4-C6). The percentage of each High Order Question (C4-C6) in pre cycle were 0%. The percentage of C4 type question at first cycle (73,14%), second cycle (52,13%), third cycle (56,05%), and fourth cycle  (58,42%). The percentage of each High Order Question (C4-C6) in pre cycle were 0%. The percentage of C5 type question at first cycle (18,37%), second cycle (9,57%), third cycle (10,30%), and fourth cycle  (58,42%). The percentage of each High Order Question (C4-C6) in pre cycle were 0%. The percentage of C6 type question at first cycle (8,16%), second cycle (38,30%), third cycle (41,18%) and fourth cycle  (25,74%).Keywords: problem based learning, Higher Order Question
DIAPERS BAGI KESEHATAN BAYI DAN LINGKUNGAN Nita Noriko
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi yang berusia  0 sampai hingga 1 tahun termasuk golongan rentan, karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Kekebalan tubuh yang dimiliki bayi adalah kekebalan pasif . Terpaparnya bayi terhadap antigen dapat terjadi melalui udara, air, makanan maupun perlengkapan yang digunakan seperti alas perlindungan  (diapers) terhadap  enupresis dan enkopresis. Diapers  dikenal di Indonesia sejak tahun 1980 karena  penggunaannya yang praktis dan mudah  Penggunaan diapers menimbulkan keluhan pada sebagian bayi diantaranya  terjadinya iritasi kulit, gatal,  luka, dan infeksi. Keadaan ini disebabkan pengaruh ammonia dan uric acid pada urine, feses  dan juga bahan kimia yang terdapat pada  diapers. Kasus atopic dermatitis  pada bayi yang menggunakan  diapers  dijumpai adanya  mikroba  Escherichia coli  (E.Coli) Klebsiela  ,  dan Candida. Disamping itu penggunaan  diapers  yang sekali pakai dapat menimbulkan masalah lingkungan karena bahan penyusunnya  adalah sintetik pulp, polychlorine  dibenzodioxins,  gel  super absorbing polyacrylic acid dan juga plastik .   Kata kunci : bayi,  diapers, iritasi, infeksi, masalah lingkungan
Penerapan Model Bermain Peran pada Materi Sistem Pernapasan terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 1 Semen Kediri Andy Bagus Alfianto; Sulistiono Sulistiono; Budhi Utami
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPA rendah, karena proses pembelajaran yang dilakukan lebih didominasi oleh guru dan kurang melibatkan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui model bermain peran di kelas VIIIB SMP Negeri 1 Semen, Kediri. Teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan model Kemmis dan Taggart (1992) yang terdiri dari dua siklus, setiap sikus terdiri dari 4 tahap, yaitu: rencana tindakan, pengamatan, refleksi. Parameter yang diamati adalah aktivitas siswa dan hasil belajar. Aktivitas siswa diukur dengan rubrik menurut Supinah (2009), sedangkan hasil belajar diukur degan post test yang dilakukan pada akhir setiap siklus. Model pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan aktivitas siswa sebesar 71,8 % menjadi 84,6 % pada siklus II, sedangkan hasil belajar pada siklus I dengan nilai rata-rata 77,1 menjadi 79,3 pada siklus II.Keywords: Aktivitas, Bermain Peran, Hasil Belajar
IDENTIFIKASI KERAGAMAN GENETIK KERBAU LOKAL POPULASI JAWA TIMUR DAN NUSA TENGGARA BARAT BERBASIS MIKROSATELIT SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN KONSERVASI KERBAU SECARA EX SITU Mohamad Amin; Umie Lestari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, local buffalo (Bubalus bubalis) is one type of germplasm that a major contribution in the national meat supply of animal protein. However, this germplasm will be reduced of its number.  If this condition continues we will loss the germplasm . One effort to this is conservatuin based on  a molecular marker mikrosatellite . Selected marker locus are HEL09 , INRA23 and ISLTS05 . Sampling area of it research in East Java and West Nusa Tenggara . The results showed that in both are and all loci is polymorphic, allele frequencies ranging from 0.125 to 0.875 and heterozygosity values in the range 35-65 % . These results illustrate that the two populations have genetic diversity that is still quite varied genotype . Key Words: alele frequency, heterozigosity, local buffalo, microsatellite
KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI BERDASARKAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN COOPERATIVE INQUIRY Sumarno Sumarno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  pre-experimental design  dengan metode  one group pretest-postest  dilakukan dalam rangka mengkaji kualitas proses dan hasil belajar biologi dengan pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan model pembelajaran kooperatif dalam setting pembelajaran inquiry. Kualitas proses pembelajaran biologi diketahui melalui pengamatan terhadap ketrampilan kooperatif siswa, ketrampilan proses siswa serta kecakapan guru dalam membelajarkan biologi, sedangkan kualitas hasil belajar diperoleh berdasarkan hasil tes siswa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan kooperatif yang banyak dilakukan oleh siswa adalah berbagi tugas dan selalu berada dalam tugas untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok secara kooperatif. Ketrampilan proses yang dominan adalah melakukan pengamatan serta mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan, kecakapan guru dalam membelajarkan biologi terkategori amatbaik dan hasil belajar siswa terhadap penguasaan materi menunjukkan peningkatan ketuntasan.  Kata kunci: kualitas proses, hasil belajar, cooperative inquiry
OPTIMASI VOLUME Acetobacter xylinum TERHADAP PRODUKTIFITAS NATA DE COCO PADA MEDIA MINIMUM Hanik Pratiwi; Papib Handoko; Agus Muji Santoso
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi volume Acetobacter xylinum terhadap produktifitas nata de coco pada media minimum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, A0 = 0 ml starter, A1 = ditambahkan 25 ml starter, A2 =  ditambahkan 50 ml starter, A3 = ditambahkan 75 ml starter, A4 =  ditambahkan 100 ml starter per 1000 mL media minimum (air kelapa 1000 mL, cuka 10 mL, dan gula pasir 100 gram). Data penelitian diperoleh: tebal nata de coco tertinggi diperoleh pada perlakuan A4 dan berat maksimal pada perlakuan A4. Ada signifikasi tebal nata de coco antar perlakuan (Fhit 5,0069 > Ftab 2,87 pada taraf signifikan 5%) serta ada signifikasi berat nata de coco antar perlakuan (Fhit 1127,167 > Ftab 2,87 dengan taraf signifikan 5%). Di samping itu, juga diperoleh korelasi positif antara tebal dengan berat nata de coco (R2=0,9947 dan R=0,9973) dan hasil tersebut diperoleh pada perlakuan A4.   Kata Kunci: Acetobacter xylinum, tebal, berat, nata de coco,
TUGAS RUMAH BERBASIS HOME SCIENCE PROCESS SKILL (HSPS) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA Suciati Sudarisman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Sains merupakan ilmu dasar yang melandasi pengembangan teknologi (technological and scientific advancement), sehingga memiliki peran penting dalam mendorong laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Oleh karenanya, sains harus terus dikembangkan dan dikenalkan baik secara formal melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun secara non-formal dalam kegiatan di luar kelas, agar terwujud masyarakat “melek sains” (science literacy) khususnya di kalangan siswa.Dalam konteks pembelajaran biologi di kelas, guru masih mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan proses sains. Keterbatasan waktu mendorong guru lebih berorientasi produk (tercapainya target kurikulum) daripada mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Akibatnya pembelajaran biologi dimaknai hanya sebatas transfer of knowledge berupa sekumpulan konsep-konsep yang harus dihafal, akibatnya siswa menjadi pasif, pembelajaran monoton, tidak menarik, dan membosankan. Belum optimalnya prestasi belajar, lemahnya penguasaan keterampilan sains, serta buruknya perilaku moral peserta didik, merupakan bukti bahwa pembelajaran biologi belum mengacu pada proses, produk, dan sikap ilmiah. Kondisi ini perlu segera dicari solusinya jika tak ingin pembelajaran biologi kehilangan ruhnya sebagai sains yang seharusnya dikembangkan sesuai dengan hakikatnya yakni pembelajaran berbasis hands on, minds on, dan hearts on activities sesuai yang diamanahkan dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.    Home Science Process Skill adalah keterampilan proses sains berbasis kehidupan sehari-hari (daily life) yang dapat dilakukan oleh peserta didik di rumah secara terbimbing. Menurut (Debbye Vitti & Angie Torres, 2006) proses sains dapat terjadi secara spontan dan alami dalam situasi dan kondisi apapun, dengan demikian keterampilan proses sains dapat dilatihkan melalui kegiatan sehari-hari dalam bentuk tugas rumah secara terstruktur. Melalui optimalisasi tugas rumah berbasis Home Science Process Skill diharapkan selain dapat meningkatkan literasi sains siswa, sekaligus merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi hambatan guru dalam mengembangkan keterampilan proses sains terkait dengan terbatasnya waktu pembelajaran di kelas.  Berangkat dari hal tersebut, maka paparan yang berjudul:“TUGAS RUMAH BERBASIS HOME SCIENCE PROCESS SKILL (HSPS) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA” menjadi fokus dalam makalah ini.  Kata kunci : Home Science Process Skill, literasi sains.
Effect of the Using of Think-Pair-Share Learning Model to Critical Thinking Skills, and Cognitive Learning Outcomes on Bacteriology Biology education Study Program Students Faculty of Teacher Training and Education, University of Mulawarman Didimus Tanah Boleng
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A quasi-experimental study was conducted in the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mulawarman. The learning is applied in the classroom, is expected to provide the necessary learning outcomes by learners for their life. Critical thinking skills and cognitive learning outcomes, are needed by the students, to life in the 21st century. Nevertheless, critical thinking skills and cognitive learning outcomes is still volatile and tends to decline in the last three years, especially in subjects Bacteriology, the students of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education, University of Mulawarman. Application of Think-Pair-Share (TPS) learning model, allowing students to interact with fellow students, and mutually reinforcing and complementary. The  aims of research is to know:  1) the effect of the use of TPS learning model to critical thinking skills of students, 2)the effect of the use of TPS learning model to student’s bacteriological cognotive learning outcomes on bacteriological.  The sample  is the student of Biology Education who took a course of bacteriology in the second semester of academic year 2014/2015, which consists of thirty pairs. Sampling is by purposive sampling. Measuring tools such as critical thinking skills, and bacteriological cognitive learning outcomes test. The data analysis using the t test for paired samples. The t test results showed that for the critical thinking skills t value = 3.7, while t table with df = n1+n2-2 = 60-2 = 58, with α = 0.05 is 2.0; so t hitung˃t table. While for the cognitive learning bacteriology, t = 1.8, while t table with df = n1 + n2-2 = 60-2 = 58, with α = 0.05 is 2.0; so t hitung˂t table. Thus it can be said that there is the effect of the use of TPS learning model to critical thinking skills; but has no effect on the student’s bacteriological cognitive learning outcomes. Students have the opportunity to interact with fellow students, discuss, and complementary, in solving the problem of Bacteriology in the classes that implement TPS learning model.Keywords: Think-Pair-Share, Critical Thinking Skills, Cognitive Learning Outcomes, Bacteriology