Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemahaman Pengelola Kawasan Wisata Irenggolo Terhadap Potensi Tanaman Sebagai Pakan dan Sarang Kupu-Kupu Tutut Indah Sulistiyowati; Sulistiono Sulistiono; Agus Muji Santoso; Poppy R Primandiri; Budhi Utami; Ida Rahmawati; Dwi Ari Budiretnani; Mumun Nurmilawati; Tykha Amanda Riskia Putri; Dewi Rossylia Wati
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.267 KB) | DOI: 10.55506/arch.v1i2.21

Abstract

Kawasan wisata air terjun Irenggolo memiliki potensi keragaman hayati yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu diketahui terdapat sebanyak 35 jenis kupu-kupu di kawasan ini. Jumlah individu sebanyak 1.622 individu tergolong tinggi. Populasi kupu dipengaruhi oleh ketersediaan pakan dan habitatnya. Pengetahuan pengelola Kawasan wisata menjadi penting karena akan menentukan keberlangsungan jenis kupu yang ada. Metode  pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan angket yang telah tervalidasi oleh ahli. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, diketahui bahwa sebanyak 8,6% responden dapat dengan benar menyebutkan lebih dari tiga jenis tumbuhan pakannya. 60% responden hanya mampu menjawab sebanyak kurang dari tiga jenis corak warna sayap kupu-kupu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa edukasi kepada pengelola sangat penting untuk dilakukan.
Deseminasi Praktik Terbaik Hasil Penelitian Bidang Eksplorasi Biodiversitas dan Pembelajaran Abad ke 21 untuk Penguatan Wawasan Guru IPA Kabupaten Kediri tentang Penelitian dan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Agus Muji Santoso; Sulistiono Sulistiono; Dwi Ari Budiretnani; Budhi Utami; Mumun Nurmilawati; Poppy Rahmatika Primandiri; Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): November 2020
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.957 KB) | DOI: 10.53624/kontribusi.v1i1.16

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan guru IPA Kabupaten Kediri tentang penelitian dan karya tulisi ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar yang dilanjutkan dengan FGD kelompok. Tahap seminar berupa paparan materi yang memuat praktik terbaik hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi UNP Kediri. Materi seminar berupa praktik terbaik tentang teknik penentuan topik, judul, penentuan metode penelitian, penyusunan instumen dan analisis data, pengenalan kode etik ilmiah, plagiasi dan upaya menghindari plagiasi. FGD berujuan untuk memfasilitasi peserta seminar yang memiliki kendala baik dalam meneliti maupun dalam menyusun karya tulis ilmiah . Data berupa ragam kendala guru IPA dalam meneliti dan menyusun karya tulis ilmiah diinvetaris oleh peneliti. Peneliti bertindak sebagai observer partisipan yang terlibat langsung selama dua tahap kegiatan. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Kendala guru IPA dalam melaksanakan penelitian antara lain belum adanya mitra yang berperan sebagai pendamping, terbatasnya wawasan tentang ruang lingkup penelitian, dan terbatasnya wawasan tentang analisis data. Kendala guru IPA dalam menyusun karya tulis ilmiah antara lain: guru IPA belum mengetahui plagiasi, keterampilan mendeskripsikan masih kurang, dan banyaknya tawaran dari pihak eksternal tentang layanan jasa pembuatan karya tulis ilmiah. Program ini digunakan oleh guru untuk menyampaikan kendala dalam meneliti dan menulis karya tulis ilmiah sekaligus mendapatkan umpan balik alternatif solusi yang dapat dilakukan oleh guru IPA dan UNP Kediri dalam bentuk penelitian dan publikasi bersama-sama.
Gerakan Budidaya Tanaman Obat Keluarga sebagai Kepedulian Masyarakat Menuju Desa Sehat di Desa Semen Kabupaten Kediri Sucipto Sucipto; Tutut Indah Sulistiyowati; Budhi Utami; Rezki Suci Qamaria
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.654 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v2i2.1002

Abstract

Pengobatan tradisional masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di desa Semen, kecamatan Semen Utara, kabupaten Kediri. Namun, masyarakat selama ini masih membeli bahan-bahan obat tradisional di pasar. Padahal desa tersebut memiliki potensi untuk melakukan budidaya tanaman obat keluarga seperti tanaman jahe, sereh, kunyit, temulawak, dan kencur. Lahan pemukiman di desa Semen mencapai sekitar seperempat luas total lahan (48,81 Ha) yang memberi peluang gerakan budidaya tanaman obat keluarga dapat dilakukan di halaman atau pekarangan rumah warga. Oleh karena itu, tim pengabdian berinisiatif membuat program Gerakan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan ke masyarakat desa terkait pemanfaatan tanaman obat, cara budidaya tanaman obat, dan cara mengolah tanaman obat untuk dikomsumsi. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mengajak warga setempat untuk bersama-sama membuat lahan di depan rumah masing-masing dan menanam beberapa jenis tanaman obat. Selanjutnya, warga setempat diberikan sosialisasi terkait manfaat dan praktik langsung cara mengolah tanaman obat tersebut. Alhasil, gerakan menanam obat keluarga ini mampu mengubah kesadaran, keterampilan, dan perilaku gaya hidup sehat masyarakat di desa Semen.
Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Keterampilan Menyusun Dokumen Ajuan Hak Cipta bagi Guru-Guru Agus Muji Santoso; Slamet Hariyadi; Bea Hana Siswati; Ericka Darmawan; Astri Rino Oktivasari; Rizhal Hendi Ristanto; Sulistiono Sulistiono; Budhi Utami; Dwi Ari Budiretnani; Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati; Elysabet Herawati; Poppy Rahmatika Primandiri; Khoiriyah Khoiriyah; Sujarwoko Sujarwoko; Wahid Ibnu Zaman; Heru Budiono; Wiji Arianti; Dila Elpin Setiani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v2i2.73

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka telah memacu kreativitas guru untuk mengembangkan perangkat ajar sesuai dengan prinsip pembelajaran terdeferensiasi. Namun, kesadaran guru terhadap perlindungan kekayaan intelektual masih rendah. Oleh karena itu, program pemberdayaan guru SMA dirancang dengan menggunakan metode ODSIMED. Tujuan program untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun ajuan hak cipta. Program dilaksanakan selama tiga bulan berbasis hands on. Tes awal dan akhir diberikan secara elektronik untuk mendapatkan data pemahaman tentang hak cipta. Data keterampilan penyusunan ajuan hak cipta diperoleh dari hasil skoring penugasan. Program ini dinilai baik oleh mitra dengan indeks mutu layanan sangat baik (3,56). Ada peningkatan yang sangat baik pada pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun dokumen ajuan hak cipta.
NB-Green Card sebagai Media Edukasi dan Introduksi Nilai Etnokonservasi Tradisi Ngunggahne Beras Tutut Sulistiyowati; Sulistiono Sulistiono; Ida Rahmawati; Agus Muji Santoso; Poppy Rahmatika Primandiri; Budhi Utami; Dwi Ari Budiretnani; Farida Nurlaila Zunaidah; Gilang Taufan Insani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v3i1.89

Abstract

Permainan edukasi merupakan salah satu media yang tepat untuk menyampaikan materi yang dipandang sulit. Tradisi Ngunggahne Beras merupakan tradisi rutin warga desa Jugo menjelang acara khitan atau pernikahan. Banyaknya uborampe dan makna di dalam setiap persiapan membuat anak dan remaja tidak memahami nilai dan menyepelekan tradisi ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai etnokonservasi dalam tradisi Ngunggahne Beras. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan untuk mengukur ketercapaian adalah dengan membandingkan pengetahuan awal dan akhir setelah mendapat perlakukan berupa permainan edukasi. Pengetahuan tentang tradisi Ngunggahne Beras meningkat dari 10% menjadi 98%. Pengetahuan tentang jenis tanaman yang digunakan dalam ritual meningkat dari 35 menjadi 93%. Pengetahuan melestarikan tanaman ritual menngkat dari 80 menjadi 88%. Kemampuan mencandra tanaman peserta pengabdan meningkat dari 45 menjadi 95%, dan pengetahuan tentang jenis makanan yang digunakan dalam tradisi Ngunggahne Beras meningkat dari 75 menjadi 100%.
Analisis Validasi Keterampilan Komunikasi Dan Argumentasi Siswa Biologi SMA Kelas XI MIPA Wulansari, Wiwin; Nurmilawati, Mumun; Utami, Budhi; Christiono, Eko Budi
Efektor Vol 7 No 1 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.783 KB) | DOI: 10.29407/e.v7i1.14340

Abstract

In Indonesia, 21st century education has 4 skills, namely creative thinking, critical thinking, collaboration, and communication skills. 21st Century skills are applied through the K-13 curriculum which requires students to be active in learning. It is expected that students will be able to have 21st century skills including communication and argumentation skills. Communication skills are important for students to help convey, listen and understand the meaning of knowledge, values, attitudes and attention. Argumentation skills are important for students to help them argue rationally, so that other people can accept these opinions. Instruments of communication and argumentation skills of students are made as a tool to measure student skills, and instrument of validation makes it easier to collect data with the results more complete, good, systematic and easy to process. The research instrument used was an instrument of communication skills and student argumentation. This study aims to determine the validation criteria of communication skills and argumentation instruments for biology students of XI MIPA high school students. The method used is descriptive method. Based on the data obtained from the research results showed that the level of validation based on the experts of communication skills and argumentation of biology students in class XI MIPA high school including the criteria of Good (B) with a value of 25, whereas according to practitioners the communication skills and argumentation instruments of class XI MIPA high school students including the criteria of Very Good (SB) with a value of 26.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Dan Ibu Balita Tentang Status Stunting Di Posyandu Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri Budiretanani, Dwi Ari; Utami, Budhi; Herawati, Elysabet; Astuti, Puji; Gunawan, Hanif Widi
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 1 No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v1i1.21489

Abstract

The distribution of stunting cases in Kediri City is dominated by the Kota District area. The Kediri city government continues to strive to reduce the stunting rate with various programs to accelerate stunting reduction, one of which is education and health education. This activity aims to provide information and knowledge to pregnant women and mothers of toddlers in the Banjarmlati sub-district, Kediri City about stunting and to determine the level of understanding of pregnant women and mothers of toddlers regarding nutritional needs and stunting. The method used is health education with lectures and interactive methods, which ends with giving a post-test. The post-test results showed the highest correct answer score was 83.4% regarding stunting knowledge in general; 95.8% about efforts to prevent stunting; and 91.7% about the impact of stunting on children's subsequent growth and development. Based on the results above, the knowledge of the mothers who participated in the counseling after being given the material was considered very good so that the health education carried out was considered successful.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN PENYAKIT DEGENERATIF MELALUI POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP SEHAT Budhi Utami, Budhi Utami; Utami, Budhi
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i1.24096

Abstract

Literacy culture in Indonesia is a very interesting issue to discuss. Considering that literacy culture in Indonesia is still low, not yet entrenched, and not yet ingrained in society. In the midst of the rapid rise of popular culture, books have never been a top priority. In fact, it is easier for people to absorb the culture of speaking and listening, rather than reading and then putting it in written form. Indonesian society is still dominated by a culture of oral communication or speech culture. People tend to prefer watching cellphones with status updates and following television broadcasts rather than reading. In the Nutrition Science course which discusses the role of Posyandu in efforts to prevent stunting and degenerative diseases, students observe Posyandu activities for toddlers and the elderly (ILP) in Mojoroto Village, Mojoroto District, Kediri City, with the hope that students will be able to apply the material on the topic of the Impact of Malnutrition on human health and the elderly's efforts to maintain health. Healthy living is the hope and dream of every normal human being, not only statically healthy but also dynamically healthy. A healthy lifestyle is influenced by the type of food consumed as well as sports activities, communication skills and establishing friendly relationships for the elderly.  or physical fitness and physical fitness efforts are health efforts that utilize physical activity to improve health status. Physical activity or sport is part of the basic needs in daily life, especially improving the level of health, which according to our ancestors is part of our life. However, with improvements and developments in today's technological world, all activities make it easier, causing us to move less (low body movement) or often referred to as hypokinetic, such as using remote controls, computers, lifts, escalators, transportation and other sophisticated equipment without balance. with physical activity, which results in influencing the occurrence of hypokinetic symptoms which encourage the formation of clots in the bloodstream, thereby influencing the occurrence of degenerative diseases such as diabetes mellitus, hypertension, stroke in the elderly.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menggunakan Teknologi Tepat Guna Mesin Pencacah untuk Mendukung Ekowisata Desa Tempurejo Kabupaten Kediri Santoso, Agus Muji; Istiqlaliyah, Hesty; Ramadhani, Risky Aswi; Primandiri, Poppy Rahmatika; Utami, Budhi; Budiretnani, Dwi Ari; Sulistiono, Sulistiono; Herawati, Elysabeth; Rahmawati, Ida; Sulistiyowati, Tutut Indah; Zubaidah, Siti; Okvitasari, Astri Rino; Arganata, Febryan Dimas; Insani, Gilang Taufan; Fahriza, M Raffi; Nadzifah, Bintang Khoirun
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i4.12975

Abstract

This community service activity aims to increase the community's knowledge and skills in using chopping machines, which is a basic skill in managing litter and agricultural waste into compost and processing livestock forage into silage. Service activities were carried out in Tempurejo village, Kediri Regency with a total of 36 partners. The method used in this service is an empowerment based on collaborative participation. The activity stages follow the community empowerment implementation model, namely ODSIMED (Observation, Development, Socialisation, Implementation, Monitoring, Evaluation and Desemination). The instrument used to measure community knowledge and skills is a questionnaire and the data is analyzed quantitatively. The results of this service show that partners (1) are able to determine chopped materials for making compost or silage, achieving an average skill score of 3.27, (2) are able to differentiate the function of each part of the machine, achieving an average skill score of 3.30, (3) able to turn on and turn off the machine with a partner skill score reaching 3.20, (4) able to produce various forms of shreds both for compost and silage making purposes achieving an average score of 3.50, (5) able to calculate production capacity reaching the average skill score is 3.40, and (6) being able to carry out maintenance on machines reaches an average skill score of 2.80.
Cara Cerdas Menyikapi Pandemi Covid-19 Dengan Mengurangi Belanja Sabun Cair Dengan Memanfaatkan Jeruk Purut dan Lerak Astuti, Puji; Utami, Budhi; Puspita, Erna
Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2022): Sintama: Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen (Mei 2022)
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective. Abstract A maximum of 250 English words with Times New he impact of the Covid-19 pandemic is still being felt by various sectors, even all levels of society. One of them is the Barokah Community Group (Pokmas Barokah), which is an association of housewives in Cerme Village, Grogol District, Kediri Regency. This community service activity aims to reduce one of the shopping posts for housewives, namely the purchase of soap for washing dishes by using kaffir lime and lerak. Many housewives in Pokmas Barokah have kaffir lime plants, but so far only use the leaves as an aromatic ingredient when cooking. The method of implementing the activities carried out by providing training and assistance in making soap. After the activity ended, housewives were able to make soap by using kaffir lime and lerak independently so that they could reduce their monthly expenses.
Co-Authors Agus Muji Santoso Ahmad Bashri Ahmad Mughofar Akbar Aji Seno Andy Bagus Alfianto Anis Sa’adah Anna, Amirrul Fikri Annafinurika, Mukhammad Anwarus Sholikhin Arganata, Febryan Dimas Astri Rino Oktivasari Bea Hana Siswati Berry Fakhry Hanifa Binti Dwi Rahmawati Budhi Utami, Budhi Utami Budhiretnani, Dwi Ari Budiretanani, Dwi Ari Cahyo Febriantoro Christiono, Eko Budi Dewi Rossylia Wati Dila Elpin Setiani Dwi Ari Budiretnani EFA WAHYU PRASTYANINGTYAS Endah Apriani Ericka Darmawan Fahriza, M Raffi fauzi, indra Gilang Taufan Insani Gunawan, Hanif Widi Harianto, H Herawati, Elysabet Heru Budiono Husni Mubarok Ida Rahmawati IDA RAHMAWATI Insani, Gilang Taufan Ismi, Nadya Istiqlaliyah, Hesty Ivayatul Lailil Lestari, Ivayatul Lailil Jamaludin, Mohammad Anwar Khoiriyah Lenia Puri Rahayu M. Agung Fatkhurrokhim M., Bella Ratri Mahardika, Monicha Shinta Miftahul Huda Moh. Miftahus Surur Mufidah Hanum Mumun Nurmilawati Nadzifah, Bintang Khoirun Okvitasari, Astri Rino Pahlevi, Mohammad Ilham Poppy R Primandiri Poppy Rahmatika Primandiri Pratama, Mochammad Yordan Adi Puji Astuti Puspita, Erna Putri, Prianka Delvina Rina Firliana Risky Aswi R, Risky Rizhal Hendi Ristanto Setyana, Putri Eka Wahyu Setyobudi, Wahyu Siti Nurul Jannah Siti Zubaidah Slamet Hariyadi Solikhin, Much. Sucipto Sucipto Sujarwoko Sujarwoko, Sujarwoko Sulistiono Sulistiono Sulistiyowati, Tutut Indah Syamsiar, Syamsiar TUTUT INDAH SULISTIYOWATI Tutut Sulistiyowati Tykha Amanda Riskia Putri Ulfa, Dian Anita Vidhy Setyantoro Wahid Ibnu Zaman Widiawati, Hestin Sri Wiji Arianti Wulandari, Hesti Mei Wulansari, Wiwin Zunaidah, Farida Nurlaila