cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
EFISIENSI FITOREMEDIASI PADA AIR TERKONTAMINASI Cu MENGGUNAKAN Salvinia molesta Mitchel Ika Furi Handayani; Elly Setyowati; Agus Muji Santoso
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi fitoremediasi  air terkontaminasi Cu  dengan menggunakan  Salvinia molesta . Konsentrasi Cu yang digunakan yaitu 0, 1, 2, 3, 4 dan 5 ppm dengan waktu pemaparan selama 33 hari. Pengukuran Cu pada air dilakukan dengan metode AAS. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi Cu maka nilai efisiensinya semakin menurun dengan hasil efisiensi pada setiap konsentrasi yaitu 97,87%; 81,28%; 50%; 35,31% dan 33,33% secara berurutan 1, 2, 3, 4 dan 5 ppm paparan Cu, sehingga jumlah inokulum  perlu disesuaikan seiring dengan kenaikan konsentrasi Cu. Kata-kata kunci: efisiensi, fitoremediasi, S. molesta, Cu
Keragaman Pertumbuhan Bibit Meranti Sarang Punai (Shorea parvifolia dyer.) Populasi Muara Wahau, Kalimantan Timur Mashudi - Mashudi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shorea parvifolia is a member of Dipterocarpaceae its prospective for plantation forest development. The wood can be used for industrial raw materials of veneer, plywood, bulkhead boards, home furnishings, frames, wooden ornaments and moldings. High productivity of S. parvifolia forest plantation should be supported by continuous quality seeds. Generative seed procurement still faces obstacles because the fruit season does not take place every year and the seeds are recalcitrant. An alternative that can be done is the procurement of seeds of S. parvifolia vegetatively through shoot cuttings technique. Starting from that hence this research is done with purpose to know influence of mother tree to diversity growth of S. parvifolia seedling as material of shoot cuttings. The experimental design used in this study was Complete Randomized Design (CRD) with 20 mother trees consisting of 10 seeds. The results showed that the mother tree significantly affected the growth of height and stem diameter and no significant effect on the robustness of S. parvifolia seedlings at 8 months of age. Height growth is divided into three groups with the best group occupied by 17 mother trees in the range of 33.9 - 45.2 cm. The growth of stem diameter was divided into four groups with the best group occupied by 17 parent trees in the range of 3.59 - 4.75 mm. The correlation between height and
MODEL SELF DIRECTED LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Ida Bagus Ari Arjaya
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) mengetahui karakteristik dari Model Pembelajaran  Self Directed Learning  (SDL) dalam pembelajaran Biologi, 2) mengetahui pengaruh integrasi lingkungan dalam Model SDL sebagai sumber dan media pembelajaran biologi. Pendidikan merupakan aspek penggerak suatu negara untuk berkembang dalam era globalisasi. Era globalisasi tersebut mengharuskan setiap individu khususnya pebelajar untuk “melek sains” (literasi sains) sehingga dapat bersaing secara kompetitif dengan bangsa-bangsa lain. Umumnya guru-guru baik di jenjang sekolah dasar maupun menengah sudah teradaptasi dengan metode dan model pembelajaran klasikal yang tidak mendukung literasi sains siswa. Dengan demikian, salah satu upaya perbaikan mutu pendidikan di Indonesia adalah dengan implementasi model-model pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran sains yang mendukung  authentic assessment, sehingga dapat mengakses berbagai aspek belajar siswa baik dari dimensi proses maupun produk. SDL merupakan salah satu model pembelajaran inovatif berlandaskan paham konstruktivistik yang berpusat pada aktivitas siswa (student centered) dalam proses pembelajaran. Aktivitas SDL yang terpusat pada kegiatan mandiri berorientasi pada  planning,  monitoring, dan  evaluating,  sangat cocok untuk diintegrasikan dengan pembelajaran sains khususnya biologi di sekolah. Lingkungan merupakan integral dari proses pembelajaran biologi di sekolah. Implementasi model SDL yang terintegrasi dengan lingkungan sebagai media dan sumber belajar akan memberikan pengalaman yang bermakna (meaningfull learning) dan mengembangkan karakter (character building), kemandirian, motivasi,  self confident, kreativitas, daya analisis, kinerja ilmiah, serta kemampuan berpikir kritis siswa yang nantinya secara sinergis akan meningkatkan hasil belajar siswa.   Kata kunci: Self Directed Learning, Lingkungan, Pembelajaran Biologi
FESTIVAL SAINS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Gamaliel Septian Airlanda; Suciati Sudarisman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sains khususnya biologi sangat penting perannya dalam mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Oleh karenanya, pengembangan biologi harus senantiasa diupayakan terutama sesuai dengan hakikat pembelajarannya kearah pengembangan kemampuan berpikir (mind on), ketrampilan (hands on), serta sikap ilmiah (heart on). Namun, pembelajaran biologi di sekolah cenderung belum seperti yang diharapkan. Pembelajaran biologi cenderung berorientasi pada produk (materi), sehingga kurang mengembangkan ketrampilan proses siswa akibatnya siswa menjadi pasif, membosankan, dan akhirnya siswa menjadi kurang berminat untuk mempelajarinya. Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya inovatif agar pembelajaran biologi dapat lebih memberi peluang bagi siswa untuk dapat melakukan keterampilan proses sains secara bebas.Festival Sains dalam pembelajaran biologi merupakan suatu acara publik yang menampilkan karya nyata dan unjuk kerja siswa khususnya dalam bidang biologi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan produk sains (konsep-konsep biologi), proses sains (ketrampilan proses sains), serta sikap ilmiah. Melalui kegiatan Festival Sains diharapkan dapat mengembangkan berbagai aspek seperti: kemandirian, menghasilkan dan mengkomunikasikan karya nyata. Dengan demikian, melalui kegiatan Festival Sains Biologi diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan dalam pembelajaran biologi. Meski kegiatan Festival Sains dalam pembelajaran biologi sangat menarik, tetapi perlu kesiapan serta penyesuaian baik dari siswa maupun guru karena kegiatan tersebut relatif baru terutama bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Berangkat dari uraian di atas serta dalam rangka meningkatkan ketrampilan proses sains siswa maka gagasan tentang kegiatan Festival Sains Dalam Pembelajaran Biologi menjadi fokus pada paparan makalah ini. Kata kunci : Ketrampilan Proses Sains, Festival Sains Biologi
Komposisi Jenis Burung Bawah Tajuk: Perbandingan antara Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII) Adi Susilo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keragaman burung bawah tajuk di tiga tapak hutan yaitu tapak hutan dipterokarpa dengan sistem TPTI, TPTII (Silin) tahun 2005 dan TPTII (Silin) tahun 2008.  Perbedaan ini dapat mengungkap pengaruh penerapan Silin pada burung bawah tajuk.  Pada setiap tapak hutan yang dibandingkan dipasang masing-masing sepuluh buah mist net berukuran panjang 10 m dan tinggi 4 m selama 6 hari. Setiap hari jaring dibuka dari jam 06:00 hingga Jam 17:00 (11 jam per hari).  Hasil penelitian berhasil menangkap 257 ekor burung dari 50 jenis dengan indeks keragaman 3.11.  Jumlah yang terperangkap pada hutan TPTI, 91 ekor dari 27 jenis dengan indeks keragaman 2.73, pada Silin 2005, 86 ekor dari 29 jenis dengan indeks keragaman 2.98 dan pada Silin tahun 2008, 80 ekor dari 23 jenis dengan indeks keragaman 2.41. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan jumlah individu, jumlah jenis dan indek keragaman jenis dari ketiga tapak hutan secara statistik tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 0.5.  Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa silin tidak berdampak negatif secara ekologis pada komunitas burung bawah tajuk
Blog As An Educational Tool In The Era Of Active Learning And E-Learning Eka Sulistiyowati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi digital dan teknologi digital telah merambah dunia pendidikan kita saat ini. Salah satu media digital berbasis internet yang popular sebagai alat pembelajaran adalah blog atau weblog. Blog memiliki nilai untuk dipergunakan sebagai media pendidikan karena dapat membawa pesan pendidikan. Saat ini banyak sekali guru dan pendidik yang telah memanfaatkan blog sebagai sumber informasi berupa lesson plan (rencana pengajaran), kurikulum, materi pengembangan profesi dosen. Diantara blog-blog tersebut adalah: http://librarygoddess.blogspot.com, http://www.educationlibrarian.com, http://edsourceonline.blogspot.com and so on. Blogs can do many things for education. Selain itu, blog-blog tersebut juga dimanfaatkan untuk penyebaran informasi, daftar link ke searching engine dan sumber belajar online, serta dipergunakan untuk mengevaluasi sumber-sumber referensi online. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, artikel ini akan mengevalusi penggunaan blog sebagai media pendidikan alternative di era digital. Serta akan memapalkan kelebihan dan kekurangan blog dan nilai penggunaan blog dalam pembelajaran aktif (active learning).
The Effectiveness of Learning Tools of Applied Microbiology to Students Learning Outcomes and Softskill Hasruddin Hasruddin; Mahmud Mahmud
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of applied-microbiology learning tools in problem-based learning to college students learning outcomes and softskill. Limited test by using one group pretest-posttest design was implemented on biology students in FMIPA UNIMED (State University of Medan) with total of sample 32 peoples. The data were collected by test, questionnaire, and observation sheet which futher analyzed by descriptive statistics. The effectiveness of the learning tools for the acquisition of learning outcomes can be calculated using the percentage technique. The findings of this study revealed about 81.25% students learning outcomes categorized as very high and 18.75% included into high category. The process of formation of college student softskill were effective in improving communication skills, work in groups, initiative, difficult to give up, and able to complete the task perfectly.Keywords: Effectiveness, Applied Microbiology, Learning Outcome, Softskill
MODEL PENGURANGAN KADAR ALERGEN INHALAN DEBU RUMAH BERBASIS PENGELOLAAN DAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN INTERNAL RUMAH PADA PENDUDUK PERKOTAAN Ainur Rofieq
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This studyis aimed at designing a model to reduce allergen inhalant level onhouse dust based on domestic environment management and characteristics in urban community. In this descriptive analytic study, houses whose occupants were infected by atopic respiratory diseases in Malang Regency were treated as the population. Using cluster random sampling, 40 houses from six urban districts were taken as the sample. Two types of variables were covered in this study; they were latent variables and latent sub-variables. The former consisted of eight domestic environment variables: education-economy, house dust management skill, house infrastructure, occupant characteristics, physical environment, chemical dust environment, biotic environment, and house dust allergen inhalant sources. Meanwhile, the latter covered all the variables treated as indicators in every latent variable.  This model of allergen inhalant reduction level is a structural model designed through multidimensional relationships among eight latent variables that have been theoretically and empirically developed. The relationship model between every latent variable and its indicator(s) was reflectively arranged. The structural model was analyzed using SmartPLS, a varian-based Structural Equational Modeling (SEM) approach. The procedures of the analysis were adapted from Wiyono’s (2011) and Jogiyanto’s (2009). The findings revealed that a significant structural model was achieved when the multidimensional relationships among the eight latent variables were directly and indirectly arranged. This significant structural model of allergen inhalant reduction level illustrated three hierarchical relationship levels. At the first level, the house dust allergen inhalant sources variable was only directly influencedby the biotic environment. The second level was maintained when the biotic environment variable was directly influenced by the physical and chemical environments, while the other four latent variables were indirectly influenced. At the third level, the house dust chemical variable was directly influenced by the house infrastructure and occupant characteristics, while the house dust management skill and education-economy variables were indirectly influenced. Keywords: house dust, allergen inhalant, urban community
POTENSI KEBERADAAN GEN PENGKODE THAUMATIN-LIKE PROTEIN (TLP) PADA TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill.) Dias Idha Pramesti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pada beberapa tanaman buah di daerah subtropis, gen pengkode thaumatin-like protein (TLP) seringkali dikaitkan dengan allergen atau gen pengkode protein penyebab alergi. Selain itu protein yang dikode gen ini juga diketahui berperan dalam proses pertahanan tanaman terhadap stress kekeringan dan serangan pathogen. Kajian ini akan membahas tentang  potensi gen pengkode TLP pada lima varietas tanaman apel yang seringkali ditanam para petani apel di Indonesia, yaitu Ana, Manalagi, Rome Beauty, Wanglin dan Australi. Gen tersebut terdeteksi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan primer Mal d 2.01B. Hasil perbandingan sekuen gen pengkode TLP pada 5 varietas apel yang digunakan menunjukkan bahwa semua sampel memiliki similaritas sekuen dengan sekuen gen pengkode TLP antara lain dari tanaman Malus x domestica clone M2-FS7, Malus x domestica clone M2-PM2, Malus x domestica clone M2-FS1, Malus domestica cv. Gala, Pyrus pyrifolia cv. Cuili, Prunus persica cv. Yuanhuangtao, dengan tingkat similaritas yang berbeda-beda.   Kata kunci:  gen pengkode TLP, allergen, Malus sylvestris Mill.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI MEDIA ANIMASI DAN MODUL ILUSTRATIF Maulinia Ceisar A.A
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat dipakai untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penggunaan media animasi dan modul ilustratif terhadap prestasi belajar. Pendekatan pembelajaran yang dipakai dalam penelitian adalah inkuiri terbimbing. Materi pelajaran yang digunakan dalam pembelajaran adalah fungi. Dalam penelitian ini populasi yang diambil ialah siswa kelas X SMA Negeri 2 Madiun dan sampel penelitian diambil dengan cara Cluster Random Sampling. Data penelitian mengalami uji normalitas memakai uji Kolmogorov-Smirnov, sedang untuk uji homogenitas digunakan uji Levene. Uji selanjutnya yang dijalankan adalah uji hipotesis dengan Anava dan diakhiri dengan uji lanjut. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa media animasi lebih berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa daripada modul ilustratif. Rerata prestasi media animasi adalah 86,05 dan modul ilustratif adalah 72,38.   Kata kunci : Prestasi belajar, fungi, media  animasi, modul ilustratif.

Page 96 of 124 | Total Record : 1234