cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Increasing Activities and Learning Outcomes of Human Excretion System through Matrix of Memory to Students of Class IXA MTsN 9 Hulu Sungai Tengah Maslinawati Maslinawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to increase the activity of students of IXA class of MTSN 9 Hulu Sungai Tengah by applying the learning strategy of memory matrix, Increasing student learning result of class IXA MTSN 9 Hulu Sungai Tengah by applying learning strategy of memory matrix and Knowing teacher activity in class IXA MTSN 9 Hulu The Middle River on the human excretion system material that implements the memory matrix learning strategy. Setting this research is in class IXA MTsN 9 Hulu Sungai Tengah with number of student 33 people. With Research subjects are students and teachers. the success indicator of this research is the increasing ability of students understanding about the concept of Human excretion system with the standard of completeness of individual study 70 and 80% classically. The result of the class action research showed that the students' learning achievement of the IXA MTSN 9 Hulu Sungai Tengah class that applied the memory matrix learning strategy improved from 78.79% (cycle I) to 84.8% (cycle II). The activity of the IXA students of MTSN 9 Hulu Sungai Tengah class that applied the learning strategy of memory matrix increased at meeting 1 (66,7%) with good enough criterion, meeting 2 (75%) with good criteria, (100%) with very good criteria on meetings 3 and 4, and teacher activity in the IXA class MTSN 9 Hulu Sungai Tengah on the subject matter of human ecretion system through the learning strategy of memory matrix has increased, meeting 1 (75%) with good criterion, meeting 2 (83,3%) with criterion very good, to be (100%) with very good criteria at meetings 3 and 4.
KEPADATAN TULANG METACARPAL SIMPANSE USIA 0 SAMPAI 44 TAHUN Tetri Widiyani; Bambang Suryobroto; Yuzuru Hamada
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Sifat fisik tulang merupakan indikator yang baik untuk studi pertumbuhan dan penuaan. Tulang adalah jaringan dinamis karena adanya proses modeling dan remodeling. Tulang berubah tidak hanya pada ukuran dan bentuknya, tetapi juga kepadatannya yang disebabkan  karena perubahan kandungan mineralnya. Osteoporosis atau kekeroposan tulang merupakan salah satu tanda umum penuaaan manusia. Osteoporosis di kalangan anthropoid masih belum diketahui. Dalam penelitian ini kami melakukan pengukuran kepadatan korteks tulang metacarpal simpanse (Pan troglodytes) usia 0 sampai 44 tahun berdasarkan radiografi. Pengukuran dilakukan dengan metode mikro-densitometri pada 68 simpanse betina dan 49 simpanse jantan. Kami menemukan bahwa kepadatan tulang meningkat pesat sampai usia sekitar 10 tahun. Pada simpanse jantan kepadatan tulangnya terus meningkat sampai usia 44 tahun, sedangkan pada simpanse betina kepadatan tulangnya menurun mulai usia 20 tahun. Penurunan kepadatan tulang simpanse betina dapat disebabkan karena kalsium tulang digunakan pada masa kehamilan dan menyusui. Namun demikian, simpanse betina diketahui tidak mengalami menopause. Jadi tidak seperti wanita, kejadian osteoporosis pada simpanse betina bukanlah akibat dari menopause. Kemungkinan hal ini berkaitan dengan berkurangnya kadar estrogen pada simpanse lanjut usia.   Kata Kunci: osteoporosis, kepadatan tulang, metakarpal, simpanse
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching (Pengajaran Terbalik) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Pencemaran Lingkungan Diah Khusnia; Dede Nuraida
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to know the differences of the result of studying science between students who got Reciprocal Teaching learning model and the students who got the conventional teaching learning model for grade VII semester II at MTs. Manba’il futuh jenu Sub-district, in academic year 2016/2017. This research has 3 steps: 1) preparation stage; 2) Implementation stage; 3) Evaluation Phase.This research is a quasi-experimental research. The population of this research was 64 students of grade VII semester II at MTs. Manba’il futuh jenu Sub-district. The sample of this research was 32 students from class VIIG and 32 students from class VIIH of grade VII semester 2 at MTs Manba’il futuh jenu Sub-district. The data was collected by using objective test instrument and was being analyzed by using the analysis of Descriptive Statistic and Inferential Statistic Test (t-test). This research showed that there was a significant between students who got Reciprocal Teaching learning model and the students who got the conventional teaching learning model. It was seen from the average score of experimental group which was 81.94. It was higher than the average of control group which was 70,83. It can be concluded that the implementation of Reciprocal Teaching learning model influenced the result of studying science for grade VIIG semester2 at MTs. Manba’il futuh , jenu Sub-district, in academic year 2016/2017.
PROFIL “EMBUNG” DAN SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN BELU – NTT Wahyu Widiyono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT ‘Embung’ is one of the collected and served water constructions for domestic consumption, cattle drinking and irrigation in the border area and dry climate of Belu District, East Nusa Tenggara (ENT) Province. The others are water source from shallow soil-water digging and natural springs.  There are 26 small ‘embungs’ which have 11,700 – 96,830 m3 water volume  and the biggest ‘embung’  which has 1,860,000 m3 water volume; 276 springs, and some shallow soil-water digging.  ‘Embungs’ sustainability are influenced by some aspects such as technical problem since construction developed, utilization, social and management.  Due to the natural resources and budget handicap, generally in one village just exist one type of the three water collected constructions. However, it is possible in one village there are three constructions, i.e.: ‘embung’ is particularly for cattle drinking and irrigation; and the shallow soil-water digging and natural springs are specially for water domestic consumption. These man made and natural water source are very valuable to serve farmers in the Belu-ENT village area.   Key words : sustainability, ‘embung’, border area, dry climate, Belu-NNT.   ABSTRAK   Embung merupakan salah satu bentuk bangunan penampungan dan pelayanan air untuk rumah tangga penduduk, minum ternak dan irigasi di wilayah perbatasan dan beriklim kering Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT). Bentuk bangunan yang lain adalah sumur air tanah dangkal (kedalaman kurang dari 30 m) dan sumber-sumber air alam.  Terdapat 26 embung-embung kecil dengan kapasitas tamping  11,700 – 96,830 m3 air  dan, sebuah embung paling besar dengan kapasitas tampung 1,860,000 m3 air; 276 sumber air alam dan beberapa sumur air tanah dangkal.  Kelestarian embung-embung, dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti faktor teknis saat embung dibangun, pemanfaatan, sosial dan pengelolaan.  Oleh karena keterbatasan sumberdaya alam dan anggaran, pada umumnya di sebuah desa hanya terdapat satu tipe sumber air.  Meskipun demikian, dimungkinkan pada sebuah desa terdapat tiga bangunan sumber air, yakni:  embung khusus hanya untuk minum ternak dan pertanian;  sumur gali air tanah dangkal dan sumber air alam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.  Baik sumber air alam maupun buatan tersebut sangat bermanfaat untuk melayani kebutuhan petani di wilayah perbatasan Belu-NTT.   Kata kunci : pelestarian, embung, wilayah perbatasan, iklim kering, Belu-NTT.
Evolusi Dalam Kehidupan Sehari-Hari: Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Evolusi Yasir Sidiq
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evolution is one of courses in Unversitas Muhammadiyah Surakarta. This research was aimed to indentify student ability to (1) understood the definition of evolution and (2) mentioned the examples of evolution phenomenon in their daily activities. Methode of this research was open examination for student by Contextual Teaching and Learning (CTL) methode and authentic evaluation. Students sugessted by many evolution concept from early publication then they examined to search evolution phenomenon from their daily. Student activities evaluated then generalized. The data obtained on odd semester of 2015/2016 academis year. They were analized by descriptive statistics. Samples of this research  were 50 students from 3 groups. Results of this research were most of students (80%) of biology education V grade well known and known about evolution concepts and most of students (72%) mention cultural evolution.
Prestasi Belajar Biologi Pada Kompetensi Dasar Bioteknologi Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) Disertai Hand Out dan Model Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) Ditinjau Dari Intelegensi Siswa Runtut Prih Utami
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMakalah ini merupakan hasil penelitian studi kasus siswa kelas X di SMA Negeri 1 Karanganyar tahun ajaran 2005/2006. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dengan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) disertai Hand Out terhadap prestasi belajar biologi, (2) perbedaan pengaruh antara IQ siswa tinggi dan IQ siswa rendah terhadap prestasi belajar biologi, (3) interaksi antara model pembelajaran dengan IQ siswa terhadap prestasi belajar biologi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2006, menggunakan metode eksperimen dengan mengambil dua kelompok secara acak. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar tahun pelajaran 2005/2006. Sampel dalam penelitian ini adalah enam kelas yang diambil sacara acak dengan melalui undian, sebagai kelas kontrol adalah kelas Xl, X4, dan X6, sedangkan kelas eksperimennya adalah kelas X2, X3, dan X5. Teknik pengumpulan datamenggunakan metode tes, dokumentasi, angket dan observasi. Data dianalisis dengan teknik Anava tiga jalan yang dilanjutkan dengan uji Scheffe.Dali hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa : (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) disertai Hand Out dan model pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) terhadap prestasi belajar biologi, (2) terdapat pengaruh antara IQ siswa tinggi dan IQ siswa rendah telhadap prestasi belajar biologi, (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan IQ siswa terhadap prestasi belajar biologi.Keywords: PBI, SSCS, prestasi, intelegensi
Implementation of E-Module Based on Problem-Based Learning to Decrease Misconception and Increase Problem Solving Skill in the Topic Of Ecology For Grade X-1 SMA N 1 Ngemplak Boyolali Academic Years 2014/2015 Afifah Putri Sari; Puguh Karyanto; Yudi Rinanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to decrease misconception and increase problem solving skill of the students in the X-1 SMA N 1 Ngemplak Boyolali academic years 2014/2015 by using e-module based on Problem-Based Learning. The subject of research is the students in X-1 of SMA N Ngemplak Boyolali academic years 2014/2015. Research method is class action reseach which consists of two cycles. This research used qualitative descriptive study. Data validation used triangulation of methods that consists of observation, interview, and documentation. The instrument to measure problem solving skill and misconception used test. The target of descent misconception is 20% and improvement problem solving skill is 70% in the end of cycle. Result of this research in the end of cycle shows that there is a descent of misconceptions that is 19,61% in concept of population, 19,85% in concept of comunity, 20,59% in concept of ecosystem, and 26,47% in concept of ecology in science, enviroment, technology, and comunity (salingtemas). Salingtemas include science phenomenon in ecosystem enviroment and related to technology application and impact for society. The percentage of the problem solving’s aspects increased 72,43% in exploring and understanding, 73,16% in representing and formulating, 70,22% in planning and executing, and 70,22% in monitoring and reflecting. The conclusion of this research is the implementation of e-module based on Problem-Based Learning can decrease the students’s misconception and increase problem solving skill in the X-1 SMA N 1 Ngemplak Boyolali academic years 2014/2015.Keywords: E-module based on Problem-Based Learning, problem solving skill, misconception.
STUDI PERILAKU HARIAN MONYET EKOR PANJANG ( Macaca fascicularis ) DI PULAU TINJIL Suwarno Suwarno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long-tailed monkeys (Macaca fascicularis) has wide area deployment. They are social animals that interact each other. The purpose of this study was to determine the long-tailed monkey daily activities (Macaca fascicularis) that live around the base camp on the Tinjil Island  Banten . The method used for observation of daily activities using scan sampling. Most done activity from this research is foraging. The percentage of daily activity are  fo: 43.45% foraging; move 22.96%; silent 12.59%; Grooming 10%; playing 5.92%; agonistic 3.70%; sleep 1.38%. Keywords: Macaca fascicularis, long-tailed monkeys, behavior, scan sampling
PEMBELAJARAN ANALISIS ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH Praptining Rahayu; Maria Ulfah; Lussana Rossita Dewi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah tentunya harus mampu berpikir ilmiah. Dalam berpikir ilmiah mahasiswa harus obyektif, rasional, terbuka, dan selalu beorientasi pada kebenaran. Akan tetapi masih banyak mahasiswa yang belum mampu berpikir ilmiah, hal ini dapat dilihat ketika mahasiswa mulai menyusun  proposal penelitian untuk skripsi belum dapat menerapkan metode ilmiah dengan benar. Selain itu, plagiatisme dalam penyusunan skripsi marak terjadi. Apabila hal tersebut terus berlanjut, kualitas pendidikan di perguruan tinggi akan semakin menurun, karena  lulusan perguruan tinggi setidaknya mampu melakukan penelitian dan memiliki kemampuan berpikir ilmiah. Makalah ini membahas kemungkinan menerapkan konsep pembelajaran analisis artikel ilmiah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir ilmiah. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen, lokasi penelitian di Program Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Biologi pada matakuliah Genetika. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa dalam menganalisis artikel ilmiah,  data diambil dari hasil belajar berupa hasil analisis artikel ilmiah sebagai salah satu produk dari proses berpikir ilmiah  Kata kunci : analisis artikel ilmiah, berpikir ilmiah
PEMILIHAN BAGIAN TANAMAN KAPAS Gossypium hirsutum SEBAGAI BAHAN UNTUK ISOLASI DNA Dede Nuraida
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian pada bidang molekuler saat ini telah banyak dilakukan untuk berbagai keperluan. Langkah awal yang sangat menentukan dalam keberhasilan penelitian molekuler yang berbasis pada DNA adalah kualitas DNA yang diperoleh dari tahapan isolasi. Tiga langkah utama dalam isolasi DNA adalah perusakan dinding sel atau lisis, pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa, protein, dan senyawa lainnya, serta pemurnian DNA. Isolasi DNA genom dari tanaman kapas (Gossypium hirsutum) cukup sulit dilakukan karena kandungan yang tinggi dari senyawa-senyawa polisakarida, kuinon, fenol, tannin, dan senyawa lainnya. Co-presipitasi dari senyawa-senyawa tersebut dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas DNA yang rendah sehingga tidak dapat diaplikasikan untuk keperluan penelitian molekuler. Kandungan senyawa-senyawa tersebut tidak sama pada setiap bagian tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan bagian tanaman kapas yang dapat menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik dari hasil isolasi. Proses  isolasi dilakukan dengan menggunakan metode CTAB. Bagian tanaman kapas yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji  dan daun tanaman yang berumur tiga minggu. Untuk melihat kualitas DNA hasil isolasi dilakukan elektroforesis pada gel agarosa 0,8% dan untuk memvisualisasikannya dilakukan pewarnaan etidium bromide lalu difoto dengan menggunakan gel doc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara biji dan daun tanaman kapas yang dijadikan sebagai bahan untuk isolasi DNA, daun kapas dapat menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik, ditandai dengan pita DNA yang bersih dan jelas. Sedangkan DNA yang diisolasi dari biji tidak menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik yang ditandai oleh pita DNA yang kotor dan kabur/smear.   Kata Kunci: isolasi DNA, biji, daun, pita DNA

Page 95 of 124 | Total Record : 1234