cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 213 Documents
Penerapan Konsep Daur Ulang Pada Perencanaan Rumah Layak Huni di Duri Kabupaten Bengkalis Herdiansyah, Andrie; Nurdin, Apriliana Hidayati; Atika, Mutiara Yaumil; Irwanda, Ahmad Ade
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7662

Abstract

Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 283 juta jiwa, menempati peringkat keempat negara dengan populasi terbesar di dunia. Kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi menjadikan kendaraan, khususnya sepeda motor, sebagai moda transportasi utama. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, meningkat pula penggunaan dan pembuangan ban, yang kemudian menimbulkan timbunan ban bekas dalam jumlah besar. Ban bekas ini menjadi salah satu jenis limbah padat yang sulit terurai dan sering kali tidak tertangani dengan baik, sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, dan aspek ekonomi. Namun, di balik permasalahan tersebut, ban bekas sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi alternatif. Struktur dan sifat fisiknya yang kuat, lentur, serta tahan terhadap cuaca menjadikan ban bekas berpotensi diolah menjadi elemen bangunan, seperti material penutup atap maupun fasad. Pemanfaatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan konsep reuse-recycle, yang tidak hanya menekan jumlah limbah, tetapi juga menciptakan inovasi desain ramah lingkungan pada perumahan layak huni. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan pengembangan meliputi Rencana (Planning), Analisis (Analysis), Desain (Design), dan Penerapan (Implementation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material daur ulang, khususnya dari ban bekas, dalam perencanaan rumah tinggal berkontribusi positif terhadap pengurangan limbah serta mendukung penerapan konsep arsitektur berkelanjutan.
Tema Arsitektur Hijau Pada Perancangan Biophilic Pet Center di Surabaya Maghfiroh, Isnani Latifa; Hendra, Failasuf Herman; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8151

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap hewan peliharaan. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan fasilitas terpadu bagi hewan peliharaan yang tidak hanya menyediakan layanan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan dan keberlanjutan. Saat ini, belum tersedia pusat layanan hewan terpadu yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan dengan pendekatan biophilic. Perancangan ini didasarkan pada hasil identifikasi, studi banding, analisis, dan sintesis yang menghasilkan konsep dasar rancangan. Dengan dukungan teori Biophilic Design dan prinsip Green Architecture, diperoleh konsep makro connecting with nature. Konsep tersebut kemudian diturunkan menjadi konsep mikro, yaitu tatanan lahan interaktif dan adaptif, bentuk bangunan natural-organik, serta ruang yang menyatu dengan alam. Penerapan prinsip arsitektur hijau diwujudkan melalui optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan air dan vegetasi untuk menciptakan keseimbangan ekologis. Transformasi konsep tersebut menghasilkan bangunan dengan bentuk organik yang responsif terhadap iklim, efisien energi, dan mampu membangun hubungan harmonis antara manusia, hewan, dan alam. Perancangan ini diharapkan menjadi solusi bagi penyediaan fasilitas hewan peliharaan yang terpadu, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di tengah perkembangan kota metropolitan.
Studi Komparasi Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Bangunan Bertingkat Tinggi di Daerah Iklim Tropis Angelica, Tracce Marquita Reza; Harmunisa, Yusvika Ratri
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7860

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri utama suhu udara relatif tinggi, tingkat kelembaban signifikan, serta paparan radiasi matahari yang kuat sepanjang tahun. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kenyamanan termal dalam bangunan dan mendorong meningkatnya konsumsi energi, terutama untuk kebutuhan pendinginan buatan. Tantangan tersebut menuntut adanya pendekatan arsitektur yang mampu merespons kondisi iklim secara adaptif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah arsitektur bioklimatik, yaitu perancangan bangunan yang menyesuaikan diri dengan iklim setempat melalui penerapan strategi pasif, antara lain pengaturan orientasi bangunan, ventilasi silang, pemanfaatan elemen peneduh, serta pemilihan material yang tepat. Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip arsitektur bioklimatik pada tiga bangunan tinggi di kawasan tropis Asia Tenggara, yakni Robinson Tower dan Punggol Waterway Terrace di Singapura, serta Menara Mesiniaga di Malaysia. Fokus kajian diarahkan pada tipologi bangunan bertingkat tinggi (lebih dari delapan lantai atau ketinggian di atas 20 meter) yang banyak dijumpai di kawasan urban dan memiliki potensi besar untuk penerapan strategi pasif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi komparatif melalui kajian literatur, analisis dokumen arsitektural, serta observasi visual berbasis foto dan Google Street View. Hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan prinsip arsitektur bioklimatik yang terintegrasi terutama melalui orientasi bangunan yang optimal, penggunaan material berinsulasi tinggi, dan ventilasi alami yang efektif berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus kenyamanan termal pada bangunan tinggi di iklim tropis Indonesia.