cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 213 Documents
Konsep Adaptive & Modular Dalam Penataan Ruang Kelas Arsitektur Kampus Itats Dengan Pendekatan Arsitektur Fungsional Putri, Vivi Anugrah Putri Anugrah Putri; Salisnanda, Randy Pratama; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8313

Abstract

. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan perguruan tinggi di Surabaya yang mengalami perkembangan pesat, namun menghadapi tantangan dalam tatanan lahan yang tidak tertata dengan baik, penempatan bangunan yang kurang tepat , kurangnya sebaran kantin, serta letak parkiran yang belum efisien. Salah satu permasalahan utama adalah konfigurasi ruang kelas yang seragam sehingga tidak mampu mengakomodasi variasi jumlah mahasiswa, yang berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi redesain ruang kelas dengan pendekatan arsitektur fungsional yang diintegrasikan dengan konsep adaptive dan modular. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, studi preseden, observasi lapangan, serta pemrograman ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan eksisting. Metode perancangan dilakukan melalui studi tapak, analisis preseden, observasi langsung, serta pemrograman ruang. Pendekatan arsitektur fungsional dipilih untuk menata ulang kampus secara modular dengan konsep open connectivity, sehingga ruang-ruang dapat beradaptasi terhadap kebutuhan pengguna yang dinamis.Tujuan dari redesain ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang efisien, inklusif, dan mendukung aktivitas akademik serta sosial secara optimal, sekaligus memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh civitas akademika. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan strategi perancangan ruang kelas yang fleksibel dan adaptif di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam mengatasi ketidaksesuaian antara kapasitas ruang dan jumlah pengguna, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan ruang dalam jangka panjang.
Analisi Pola Tata Ruang Galeri Seni Berdasarkan Teori Sintaksis Spasial (Studi Kasus: Teh Villa Gallery, UYCC, Orasis Art Space) Michi, Vallent Orlov Amanta; Jagat, Vijar Galax Putra
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7864

Abstract

Tata letak ruang galeri memiliki dampak besar pada bagaimana pengunjung melihat karya seni dan galeri secara keseluruhan. Teori analisis spasial yang dikenal sebagai "Spatial Syntax," yang dikembangkan oleh Bill Hillier, menawarkan pendekatan sistematis untuk memahami hubungan spasial, pola sirkulasi, dan potensi interaksi sosial dalam sebuah bangunan. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki pola tata ruang galeri seni, termasuk nilai integrasi, koneksi, dan kedalaman, menggunakan metode analisis konfigurasional dari teori Spatial Syntax. Investigasi dilakukan pada satu atau lebih galeri seni dengan karakteristik spasial yang representatif menggunakan pemetaan dan analisis spasial. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa pengaturan ruang yang sangat terintegrasi umumnya mendorong pola pergerakan yang lebih organik dan pengalaman visual yang lebih komprehensif. Area yang kurang terintegrasi, di sisi lain, lebih terpencil dan mendorong introspeksi. Temuan-temuan ini memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa, alih-alih berfungsi sebagai wadah pasif, pengaturan arsitektur galeri seni secara aktif mempengaruhi pola gerakan dan persepsi ruang pengunjung.
Efektivitas Light Art dalam Revitalisasi Ruang Publik: Evaluasi Kritis Sungai Kalimas Surabaya Berdasarkann Prinsip Marco Bevolo Kristanto, Stevina Octavia; Sunjoto, Margareth
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8238

Abstract

Sungai Kalimas merupakan salah satu ikon sejarah Kota Surabaya yang dahulu berfungsi sebagai jalur transportasi dan pusat aktivitas perdagangan. Seiring berkembangnya zaman, kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat setempat membuat kawasan Sungai Kalimas mengalami penurunan fungsi dan citra yang kemudian mendorong pemerintah Surabaya untuk melakukan upaya revitalisasi dengan memanfaatkan potensi wisata berbasis ruang publik. Salah satu strategi yang digunakan adalah instalasi Light art di sepanjang rute Wisata Perahu Kalimas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Light art sebagai upaya revitalisasi Sungai Kalimas untuk mengembalikan peran dan fungsi Sungai Kalimas sebagai ruang publik yang hidup serta mengkaji kesesuaian instalasi tersebut dengan karakteristik Light art menurut konsep Marcolo Bevolo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan observasi lapangan, studi literatur, dan data sekunder dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi Light art berhasil menumbuhkan citra positif terhadap kawasan Sungai Kalimas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas UMKM. Namun, secara konseptual, instalasi ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria Light art murni karena kurang menggambarkan narasi sejarah, karakteristik lokal, dan keterlibatan komunitas. Instalasi ini lebih berfungsi sebagai elemen dekoratif dibandingkan media ekspresi budaya. Oleh karena itu, perancangan Light art ke depan diharapkan lebih interaktif, naratif, dan kontekstual sebagai strategi place branding yang kuat untuk ruang publik kota.
Harmoni dan Kontras dalam Fasad Mall: Studi Komparatif Icon Bali Mall dan Living World Denpasar Mujitahir, Ananda Putri; Fitriyanto, Dominikus Aditya
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7865

Abstract

Arsitektur kontekstual sebagai pendekatan desain berfokus dalam keselarasan bangunan yang mempertimbangkan aspek lingkungan fisik, sosial, budaya, maupun historis sekitarnya. Dalam konteks Bali, bangunan komersial seperti perbelanjaan modern menghadapi tantangan untuk tetap mencerminkan nilai lokal di tengah tren desain global. Penelitian ini bertujuan membandingkan prinsip harmoni dan kontras yang diterapkan pada desain fasad Icon Bali Mall dan Living World Denpasar untuk menilai kesesuaian kedua fasad dengan arsitektur Bali Majapahit. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan metode studi komparatif menggunakan analisis visual dan sistem skoring kualitatif berbasis teori harmoni dan kontras.Hasil penelitian menunjukkan fasad Icon Bali Mall mengedepankan prinsip kontras melalui abstraksi bentuk tradisional yang modernis, sedangkan Living World Denpasar menonjolkan prinsip harmoni melalui bentuk tradisional asli yang disederhanakan. Temuan ini memperluas penerapan teori Brolin (1980) pada tipologi mall modern, sekaligus menegaskan bahwa baik harmoni maupun kontras dapat menjadi strategi desain fasad yang kontekstual selama tetap merujuk pada elemen lokal.
Penerapan Konsep Geometri Alam Pada Bentuk Bangunan Komplek Pondok Pesantren Al Fatah 2 Suprayitno, Fajar Hadi; Azizah, Siti; Ramadhani, Suci
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8834

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan konsep geometri alam pada fasad bangunan di Komplek Pondok Pesantren Al Fatah 2 di Sidoarjo. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan akan desain pesantren yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki identitas arsitektur Islami serta mampu merespons kondisi iklim tropis secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui studi lapangan dan studi literatur untuk menganalisis kondisi tapak, konsep desain, serta pendekatan arsitektur yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan geometri alam melalui pola keteraturan, pengulangan, dan simetri mampu menghasilkan fasad yang estetis, bermakna filosofis, dan fungsional. Konsep ini diwujudkan melalui transformasi bentuk seperti analogi gunung, pola bintang berulang, serta elemen lengkung Islami yang mencerminkan nilai tauhid dan keseimbangan. Selain itu, penggunaan elemen seperti secondary skin dan bukaan geometris juga berperan dalam meningkatkan kenyamanan termal melalui pencahayaan dan ventilasi alami. Kesimpulannya, integrasi konsep geometri alam dalam arsitektur Islami mampu menciptakan desain pesantren yang adaptif, berkelanjutan, serta memiliki identitas kuat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan arsitektur pendidikan Islam di masa depan.
Implementasi Desain Arsitektur Biofilik pada Sekolah Alam Citra Insani Terhadap Keefektifan Proses Belajar Siswa Fadillah, Yesinda Nur; Safeyah, Muchlisiniyati
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7855

Abstract

Lingkungan belajar yang nyaman dan sehat merupakan salah satu faktor krusial dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran. Salah satu permasalahan yang sering ditemui pada bangunan pendidikan saat ini adalah kurangnya perhatian terhadap aspek lingkungan alami, yang mengakibatkan ruang belajar terkesan monoton, kaku, dan tidak nyaman bagi siswa. Oleh karena itu, penerapan konsep arsitektur biofilik dalam desain bangunan pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik. Penelitian ini berdasarkan pada teori arsitektur biofilik yang mengintegrasikan unsur alam ke dalam desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan elemen biofilik dalam desain fisik Sekolah Alam Citra Insani di Lamongan serta mengevaluasi pengaruh terhadap kenyamanan dan konsentrasi siswa. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur serta observasi terhadap Sekolah Alam Citra Insani yang telah menerapkan konsep arsitektur biofilik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sekolah Alam Citra Insani berhasil menerapkan elemen biofilik sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan menyenangkan. Siswa menjadi lebih berkonsentrasi, tidak mudah lelah, dan lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
Penerapan Konsep Eksposifioris Joglo pada Bangunan Pusat Pagelaran Seni Budaya Trenggalek Fitriani, Anissa; Oktafiana, Brina; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8219

Abstract

Perencanaan dan Perancangan Pusat Pagelaran Seni Budaya Trenggalek dilatar belakangi dengan tuntutan permasalahan kurang tempat pagelaran seni yang ada di Trenggalek. Hal ini ditandai dengan kurangnya tempat untuk mewadahi kegiatan seni masyarakat Trenggalek yang rutin diadakan setiap tahunnya, disisi lain antusiasme masyarakat Trenggalek terhadap seniman musik, tari ,jaranan kota cukup tinggi. Dengan hal ini diharapkan rancangan gedung ini mampu mengatasi permasalah tersebut. Trenggalek adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terdapat banyak kesenian, beberapa kesenian memiliki peminat yang tinggi yaitu Jaranan, Karawitan, dan Wayang. Dalam upaya pelestarian budaya oleh pemerintah setempat setiap tahunya pada setiap bulan dan hari jadi kota Trenggalek pada bulan Agustus selalu diadakan festival kesenian dan selalu menarik minat ribuan orang pengunjung. Dengan belum adanya fasilitas kesenian para seniman tersebut hanya masih mengandalkan festival dan undangan acara untuk dapat mementaskan kesenian. Metode perancangan gedung pertunjukan seni diawali dengan melakukan studi literatur dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan gedung pertunjukan, serta observasi dan wawancara. Gedung pertunjukan seni bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terhadap kesenian serta mewadahi kegiatan edukasi baik pelatihan dan pertunjukan kesenian khususnya di kota Trenggalek. Gedung pusat seni dan pagelaran budaya ini menerapkan Arsitektur Neo Vernakular adalah jenis desain bangunan yang mempertimbangkan aturan dan tradisi setempat, serta bagaimana bangunan sesuai dengan lingkungan alam dan lingkungan sekitar.
Penerapan Konsep Arsitektur Futuristik pada Perancangan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Akademi Bola Voli di Surabaya Muzanny, Mustahalul; Laksono, Sigit Hadi; Rachim, Amir Mukmin
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8241

Abstract

Penerapan pada pusat pengembangan dan pelatihan akademi bola voli surabaya samator menggunakan pendekatan arsitektur futuristik yang diterapkan melalui bentuk dinamis yang merupakan inspirasi dari suatu gerakan atau gestur tubuh atlet voli saat melakukan lompatan, smash, passing dan blocking. Dalam hal ini akan menghasilkan tranformasi dari suatu gerakan atlet yang diwujudkan dengan permainan garis, bidang diagonal serta lenkungan fasad yang menghasilkan ritme, gerakan, dan menghasilkan ekspresi pada bangunan. Dengan penerapan material bangunan akan memanfaatkan elemen modern untuk menghasilkan tampilan yang kekinian dengan material seperti aluminium curved metal cladding, panel anodized dan ACP yang dapat di bentuk fleksibel untuk menghasilkan ekspresi futuristik. Selain itu, penggunaan kaca e-low dapat membantu untuk mengontrol cahaya dan panas, dalam meningkatkan efesiensi energi, sedangkan untuk struktur rangka ruang (space freme) di aplikasikan pada fasad dan atap bangunan untuk dapat mendukung bentang lebar dan fleksibilitas bentuk. Hal ini, akan menghasilkan suatu rancangan fasilitas olahraga dengan karakter ekspresif, efisien, serta menjadi simbol perkembangan arsitektur olahraga yang modern di surabaya.
Strategi Pengembangan Koridor Kali Sukun Sebagai Ruang Terbuka Berkelanjutan pada Kampung Heritage Kayutangan Klaster Taloon Rahayuwati, Ratri; Giriwati, Novi Sunu Sri
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7906

Abstract

Kampung Heritage Kayutangan merupakan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya yang menonjolkan arsitektur kolonial Belanda, kehidupan sosial, serta kearifan lokal. Koridor Kali Sukun merupakan satu-satunya ruang terbuka publik yang terdapat pada kawasan Kampung Heritage Kayutangan klaster Taloon. Koridor Kali Sukun didukung beberapa isu permasalahan seperti kurang optimal sebagai ruang terbuka publik fungsional, permasalahan banjir, serta kurang merespon kondisi iklim setempat. Oleh karena itu pengembangan koridor Kali Sukun sebagai ruang terbuka menjadi tujuan dalam penulisan ini guna mendukung keberlanjutan lingkungan permukiman dengan rekomendasi pengembangan yang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan pendekatan naratif berdasarkan Teori Urban Ecological Design. Hasil menunjukkan koridor Kali Sukun yang menjadi ruang terbuka publik masih memiliki banyak permasalahan lingkungan, seperti banjir dan kurangnya respon terhadap iklim. Kurangnya infrastruktur hijau dan ketidakseimbangan ekosistem antar habitat belum menciptakan ruang hijau pada permukiman yang dapat menunjang kesehatan lingkungan. Strategi pengembangan koridor yang adaptif terhadap aktivitas sosial, lingkungan, dan mendukung sektor ekonomi masyarakat diberikan untuk menciptakan ruang terbuka berkelanjutan.
Penerapan Arsitektur Hijau pada Fasilitas Publik Perkotaan (Studi Kasus Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya) Ngole, Efrata Pramita; Avenzoar, Azkia
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7858

Abstract

Rapid urban growth necessitates an approach to building design that is not only functional and aesthetic, but also ecologically sustainable. Green architecture emerges as a design strategy that integrates energy efficiency, adaptation to local climate, and preservation of the surrounding environment. Libraries, as public facilities, have great potential to apply green architecture principles as part of community sustainability education efforts. This study aims to analyze the application of green architecture principles at the Bank Indonesia Library in Surabaya, using a qualitative descriptive approach and precedent study methods. The analysis is based on Steffen Lehmann's (2016) theory of Climate-Responsive Urban Design, which includes six main principles: adaptation to local climate, density and connectivity, green space, circulation metabolism, flexible design, and climate-sensitive water management. The results of the study indicate that all of these principles have been effectively implemented through passive design, space efficiency, vegetation utilization, adaptive reuse of buildings, functional flexibility of spaces, and sustainable water management strategies. This study demonstrates that the application of green architecture principles in urban public facilities can contribute to environmental sustainability while enhancing the comfort and social functionality of spaces.