cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 214 Documents
Perancangan Kawasan Perpustakaan Umum Trenggalek Dengan Pendekatan Edu-Tainment Setyawan, Bagus; Salisnanda, Rendy Pratama; Hendra, Failasuf Herman
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4957

Abstract

Abstrak. Indonesia menyandang gelar negara yang memiliki tingkat literasi rendah. Oleh karena itu Perancangan Kawasan Perpustakaan Umum Trenggalek Dengan Pendekatan Edu-Tainment ini merupakan salah satu upaya untuk menambah sarana dan prasarana dalam belajar yang efektif dan menarik dengan menggabungkan edukasi dengan entertainment. Perpustakaan bukan hanya sebagai unsur pelengkap suatu kota, akan tetapi sebagai tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu perpustakaan harus didesain seefektif mungkin supaya masyarakat nyaman dan tertarik untuk datang menyerap berbagai ilmu dunia guna meningkatkan kualitas SDM. Selain sebagai tempat membaca buku, perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat diskusi para pelajar, mahasiswa ataupun masyarakat lain guna menciptakan ide-ide baru dalam dunia teknologi dan edukasi. Kajian dimulai dengan mencari dan mempelajari definisi, jenis, fungsi sampai dengan standar pedoman teknis terkait perpustakaan umum dan juga meninjau terkait arsitektur futuristik serta edu-tainment. Setelah itu lanjut kepada studi preseden terkait objek dan tema serupa baik dari literatur maupun secara langsung.dari hal tersebut kita akan mengetahui beberapa aspek yang mana akan menjadi filter ataupun opsi dalam desain kali ini. Kemudian penentuan tapak juga akan mempengaruhi mulai dari klimatologi hingga budaya. Kemuadian data kajian tersebut dikerucutkan menjadi konsep makro yakni futuristik yang mana akan menjadi target dan karakter dari desain kali ini. Kemudian konsep tersebut diuraikan menjadi mikro konsep guna mempermudah aplikasi dalam desain seperti tatanan lahan, bentuk, ruang dan juga sistem bangunan. Kata Kunci : Literasi, perpustakaan, Trenggalek, edu-tainment, futuristic
Tema Metafora Pada Rancangan Re-Desain Sentral Pasar Ikan Hias Gunungsari Surabaya Darmawan, Surya Adjie; Azizah, Siti; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 1 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.5812

Abstract

merancang ulang bangunan pasar ikan hias di gunungsari dengan menggunakan desain tema metafora yang menjadikan sebuah penanda fungsi bangunan tersebut
Pendalaman Healing architecture pada Perancangan Resort melalui Aspek Alam, Indera dan Psikologi Chandradinata, Philbert; Wardhani, Dyah Kusuma
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 1 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.4884

Abstract

Saat ini, masyarakat dituntut untuk menyesuaikan diri di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang sangat cepat. Hal ini dapat berdampak bagi kesehatan dan psikologi seseorang, yang mana dapat menyebabkan stres sebab tekanan hidup dan pekerjaan yang dimiliki. Secara tidak langsung, hal ini berpengaruh pada kebutuhan masyarakat terkait bangunan dan hunian. Desain yang diharapkan bukan lagi sekedar desain pada umumnya, tetapi dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi penggunanya agar pengguna bangunan dapat lebih santai dan lebih menikmati keadaan sekitarnya, yaitu melalui healing architecture yang memperhatikan tiga aspek desain, yakni alam, indera manusia, dan psikologi. Ketiga aspek tersebut nantinya akan diterapkan dalam proyek perancangan resort yang dikerjakan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam perancangan ini adalah menciptakan desain resort dengan pendekatan healing architecture yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pengunjung dan pemilik dengan mempertimbangkan kondisi site yang ada. Metode perancangan yang digunakan akan menggunakan proses desain yang dikemukakan oleh Phillip Plowright yang dipadukan dengan metode problem seeking oleh Donna P. Duerk, sehingga menghasilkan tahap-tahapan yakni problem identification, problem exploration, problem redefinition, dan problem statement. Melalui penelitian yang dilakukan, menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan healing architecture pada desain, untuk memenuhi aspek alam diwujudkan dengan penerapan taman dengan jenis restorative garden, untuk memenuhi aspek indera manusia diwujudkan dengan memanjakkan indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dll. Sedangkan untuk aspek psikologi diwujudkan melalui penerapan dan pemilihan sirkulasi dan organisasi ruang yang mudah diakses dan memberikan kesan luas dan nyaman.
Pasar Terong: Pasar Kontempoer Hijau Makassar Purba, Sannyadissa -
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4682

Abstract

Pasar Terong merupakah pasar penyuplai bahan pangan terbesar di Kota Makassar. Pasar Terong terdiri atas dua macam pasar, yaitu pasar tebuka dan pasar tertutup. Pasar yang besar tersebut saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik, dimana terdapat turunan permasalahn dari kurang baiknya pengelolaan pasar. Kondisi yang jelas terlihat adalah pasar tidak tertata, kumuh, padat kendaraan serta manusia, dan adannya efek pencemaran lingkungan. Pemerintah telah memiliki inisiatif untuk memperbaiki pasar terbuka (di jalanan), namun permasalahan tersebut tidak akan berhenti karena pasar tidak hanya terdiri dari pasar di jalanan, tetapi juga yang berada dalam gedung pasar. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan pasar yang lebih ramah lingkungan dengan merancang gedung pasar.
Penerapan Konsep Ekspresif Pada Rancangan Bentuk Galeri Seni Rupa Dengan Tema Arsitektur Kontemporer. Adhatania, Marta Wulan; Ramadhani, Suci; Atika, Firdha Ayu
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 1 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.4959

Abstract

Surabaya memiliki peminat Seni Rupa Kontemporer yang cukup banyak sehingga terdapat beberapa seniman dan komunitas, serta jurusan seni rupa di perguruan tinggi Surabaya. Hal tersebut memunculkan beberapa galeri seni di Surabaya, namun dari segi kapasitas hingga fasilitas kurang memadai, baik dari galeri khusus maupun umum untuk menampung hasil karya para komunitas maupun seniman. Selain itu, masih terdapat beberapa galeri seni yang masih dilaksanakan di fasilitas umum seperti mall maupun menyewa ruko. Oleh karena itu, dari permasalahan diatas diperlukannya perencanaan dan perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer di Kota Surabaya dengan tema Arsitektur Kontemporer. Metode pendekatan desain pada tema Arsitektur Kontemporer menggunakan teori dari Egon Schimbeck, yang memunculkan beberapa ciri-ciri dari arsitektur kontemporer yang diaplikasikan pada konsep mikro pada Bentuk. Dengan menggunakan metode jenis kualitatif yang mendeskripsikan dan menganalisis terkait dengan judul dan tema melalui Observasi, Dokumentasi, Kuisioner, dan Kepustakaan. Studi banding yang diakukan antara lain di Galeri Prabangkara, Vinautism Art Gallery, Galeri Nasional Indonesia, Selasar Sunaryo Art Space, and the Chinese Tujia Pan-Museum Complex. Konsep Mikro Bentuk “Ekspresif” yang ditinjau dari permasalahan galeri seni pada study objek lapangan dan literatur memiliki bentuk yang kurang mencerminkan galeri seni serta monoton. Dengan adanya Perencanaan dan Perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer menggunakan tema Arsitektur Kontemporer, diharapkan dapat mencerminkan Galeri Seni Rupa Kontemporer itu sendiri.
Site Plan Analysis Based on Measured and Unmeasured Criteria for Housing Development According to Investor Assessment Aryani, Ni Putu; Wahyuadi, Hendra; Kusumowidagdo, Astrid; Fayola, Karen; Widodo, Stephanie Kaori
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.5144

Abstract

The high rate of urbanization has encouraged housing development to meet housing needs, especially in border areas. This research was conducted to obtain investment feasibility data by professionals/investors. Three Site Plan designs that have different lot sizes and house types were analysed simultaneously. Quantitative and qualitative methods were used to analyse the measurable criteria and unmeasured criteria. The results of both were assessed by investors using rational-intuitive decision models. This study finds, the analysis of measurable criteria produces Site Plan A having 60 lots with the lowest production costs and selling prices. Meanwhile, Site Plan B and Site Plan C planned 37 and 35 lots with higher production costs and selling prices. Therefore, the financial feasibility simulation generated a significant difference. The results of the analysis of unmeasured criteria indicated that the different category values of each Site Plan dominated each other. The rational-intuitive model divided the percentage based on profit, which was 75% measurable and 25% unmeasurable. The calculation results stated that Site Plan A was more feasible to implement financially and fulfilled the planning as part of an urban area. In conclusion, the results of measured and unmeasured analyses had significant differences. However, by evaluating rational-intuitive decision models performed by professionals, decisions that meet both types of analysis could be produced. Therefore, the calculation of financial feasibility is not the only tool to determine the feasibility of a project. The ability of an investor is also a determining factor in deciding the feasibility of an investment.
Perencanaan dan Perancangan Kawasan Wisata Budaya Pulau Kumala di Tenggarong, Kalimantan Timur Wahyuda, Wahyuda; Ramadhani, Suci; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8703

Abstract

Pulau Kumala merupakan sebuah pulau di daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota Tenggarong. Pada tahun 2000, Pulau Kumala mulai dibangun menjadi kawasan wisata andalan kota Tenggarong. Hanya saja dalam pengelolaan masih kurang optimal. Hingga pada tahun 2009, Pulau Kumala diakuisisi oleh pihak swasta yaitu PT El John Tirta Emas, namun di tengah jalan mengalami pailit dan pada akhirnya Pulau Kumala mulai sepi diminati pengunjung karena fasilitasnya tidak dirawat dan dikelola dengan baik. Maksud dari proyek ini adalah untuk merancang Pulau Kumala sebagai destinasi wisata budaya yang menarik dan berkelanjutan di Kota Tenggarong. belum tersedianya pusat budaya lokal yang lengkap dan terintegrasi menyebabkan Pulau Kumala belum mampu berfungsi sebagai wadah edukasi dan pelestarian budaya bagi masyarakat Kalimantan Timur, Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan dan perancangan kawasan wisata budaya yang mampu menghidupkan kembali fungsi Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan, Proyek ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi alam, infrastruktur dan budaya yang ada dengan sasaran meningkatkan jumlah wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Kumala sekaligus meningkatkan perekonomian lokal Pulau Kumala dipilih sebagai lokasi pengembangan wisata adalah karena Pulau ini merupakan ikon Kota Tenggarong sejak tahun 2000 namun sayangnya masih banyak potensi yang belum digarap dengan optimal. Perencanaan dan perancangan kawasan wisata budaya Pulau Kumala bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan melalui penataan ruang yang terarah, penyediaan fasilitas budaya, serta integrasi fungsi edukasi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik wisata Pulau Kumala, mengaktifkan kembali Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan, serta memperkuat identitas budaya daerah Kalimantan Timur.
Penerapan Tema Postmodern Pada Desain Terminal Bus Tipe A Diperbatasan Surabaya – Sidoarjo Jawa Timur Ndaru, Chrisnata Cahya Dewa; Widjajanti, Wiwik Widyo; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8229

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan sarana transportasi yang lebih baik. Lokasi terminal yang dirancang berada di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, dekat pintu tol, namun infrastruktur di kota besar masih terbatas. Keterbatasan jalur, perawatan yang buruk, dan kurangnya integrasi moda transportasi menyulitkan efektivitas transportasi publik. Tata ruang kota yang tidak tertata juga menjadi masalah. Oleh karena itu, direncanakan Terminal Bus Purabaya 2 dengan standar nasional sebagai solusi transportasi. Metode perancangan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan arsitektural menggunakan tema Post Modern dengan makro identity untuk mencerminkan budaya dan nilai setempat. Konsep mikro mencakup tatanan lahan, bentuk, dan ruang yang informatif, ekspresif, serta atraktif, memungkinkan sirkulasi yang baik antar ruang. Dengan terminal ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan menciptakan sirkulasi lalu lintas yang lebih baik, mengurangi kemacetan, dan mendisiplinkan kendaraan umum. Terminal ini juga akan mencerminkan budaya lokal dengan ornamentasi dan bahan yang sesuai.
Analisis Penerapan Prinsip Green Building pada Bangunan Retail Eiger Store Surabaya sebagai Pendukung Aktivitas Outdoor Maharani, Nabila Imka; Zakariya, Afif Fajar
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7868

Abstract

Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang, turut mendorong perkembangan toko retail yang menjual perlengkapan outdoor seperti Eiger Store. Namun, tidak semua toko menyediakan fasilitas pendukung untuk persiapan aktivitas tersebut. Di sisi lain, bangunan retail umumnya mengonsumsi berbagai sumber energi dan air dalam jumlah cukup besar, terutama untuk pencahayaan, penggunaan AC, serta operasional lainnya, yang berdampak negatif kepada lingkungan. Oleh karena itu, penerapan prinsip green building menjadi solusi efektif untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Eiger Store menjadi salah satu contoh toko retail yang menerapkan konsep Eco & Friendly Store, dengan komitmen mengurangi penggunaan air dan listrik sebesar 10 % secara bertahap. Penelitian ini berfokuskan untuk menganalisis prinsip green building pada Eiger Adventure Flagship Store Merr di Surabaya, serta mengevaluasi area pendukung aktivitas outdoor terhadap penambahan beban energi atau lahan. Metode yang digunakan melalui studi literatur, observasi lapangan, serta wawancara dengan karyawan dan pengguna. Analisis utama dilakukan dengan menyesuaikan data observasi secara langsung di lapangan dengan kriteria green building yang mengacu pada standar Green Building Council Indonesia (GBCI). Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa toko Eiger tersebut telah menerapkan prinsip green building, sehingga mampu mengurangi konsumsi energi dan air, tanpa mengurangi fungsi ruang. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai integrasi prinsip green building dalam desain bangunan retail sebagai pendukung persiapan aktivitas luar ruang.
Penerapan Desain Arsitektur Neo Vernakular Pada Bangunan Kampus Sekolah Tinggi Teknik di Kota Mojokerto Pradana, David; Rachim, Amir Mukmin; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 7, No 1 (2026): TEKSTUR (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8243

Abstract

Kota Mojokerto memiliki jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, sebagian besar lulusan SMK tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terbatasnya fasilitas pendidikan teknik yang berkualitas di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengembangan sarana pendidikan tinggi yang mampu menampung dan mengembangkan potensi lulusan SMK di bidang teknik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Kampus Sekolah Tinggi Teknik di Kota Mojokerto sebagai upaya meningkatkan mutu dan akses pendidikan tinggi di bidang teknik. Metode perancangan meliputi analisis tapak, studi kebutuhan pengguna, serta penerapan konsep Arsitektur Neo Vernakular yang menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip desain modern dan keberlanjutan. Hasil perancangan menghasilkan konsep kampus yang fungsional, responsif terhadap iklim tropis, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, efisien, dan berkarakter lokal. Melalui perancangan ini diharapkan lahir lembaga pendidikan teknik yang unggul, relevan, dan berkontribusi terhadap kemajuan sumber daya manusia serta pembangunan daerah Kota Mojokerto.