cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 196 Documents
Pengaruh Arsitektur Organik terhadap Bentuk Bangunan Sirkuit Motocross di Mojokerto Putra, Bayu Pratama; Salisnanda, Randy P.; Widjajanti, Wiwik Widyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1094

Abstract

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang memiliki topografi cekung ditengah-tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Dengan kondisi daerah yang sedemikian rupa maka muncullah di Kabupaten Mojokerto ini penggemar offroad, khususnya roda dua. Seperti halnya yang dilansir oleh MOJOKERTO, FaktualNews.co pada tahun 2017 tepatnya pada hari minggu tanggal 16 Juli event yang dilaksanakan  di Desa  Ketapanrame  Kecamatan  Trawas  diikuti oleh sedikitnya 1500 crosser menjajal medan yang ada didaerah  tersebut walapun bukan sebuah kompetisi. Terkait dengan balap motocross terutama sirkuit yang ditempati, sebuah tema yang berhubungan dengan   aspek tersebut haruslah diperhatikan. Untuk menciptakan bangunan yang sesuai dengan fungsi dan kondisi dari kawasan ini maka penulis mengusung tema arsitektur organik yang menjadikan bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Metode yang dipilih untuk perencanaan dan perancangan ini adalah metode deskriptif dan analisa  yang mana  dalam  pelaksanaannya segala bentuk studi yang telah dilakukan baik itu lapangan  dan literatur  memberikan output berupa analisa,antara lain yaitu analisa studi banding dan tapak yang digunakan untuk perancangan. Untuk konsep rancangan bangunan motocross ini mengambil konsep makro metafora dari bentuk daun yang selanjutnya dikaitkan dengan  prinsip arsitektur organik antara lain building as nature.
Cover & Daftar Isi issue Oktober 2021 Team, Editorial
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ini adalah lembar judul dan daftar isi
Tema Post-Modern pada Perencanaan Desain Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit) Joyoboyo sebagai Local Icon di Surabaya Arminda, Dian; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.884

Abstract

Abstract. As we know, Surabaya occupies the second position as a city that has the most populous vehicle volume after Jakarta. Lack of public transportation services makes people choose to use private vehicles and even online transportation which of course will just cause traffic jams. Some things that make people less use public transportation include low levels of comfort, safety, punctuality, and discipline in driving, as well as inadequate transportation. Congestion is triggered by the increasing number of vehicles and is not comparable with the development of existing infrastructure. Of the many problems that have arisen, the central government and regional governments plan for an adequate and mass-based transportation infrastructure namely LRT (Light Rail Transit) that is able to transport passengers in large numbers, fast, and rail-based that is able to give the impression of being safe, comfortable, and clean. Comfort for passengers is not only when riding the LRT train, but at the station. The station is made as comfortable as possible so that it can attract visitors to prefer using public transportation rather than private vehicles or online transportation by providing facilities in the form of commercial areas and other supporting facilities. Macro concept on LRT Station design carries a concept of "Transit in Leisure" and "Iconic". This concept was raised so that visitors feel comfortable when using public transportation such as LRT. So, it can attract the interest of the public to want to move transportation facilities from private transportation and online transportation to public transportation. With the existence of several supporting facilities, it is expected to be a special attraction for the transportation user community. Of course this is done to attract the interest of people in all circles to use public transportation such as LRT. The facilities provided are the presence of green open space, retail, cafeteria, food court, health and spa, playground, and roof garden. This is expected to be able to change the mindset of station users where usually people who are mobile are always as if being chased by time so they feel pressured. With the facilities mentioned above, it is hoped that users can enjoy their mobility more. Creating LRT Station building design with elevated station characteristics requires the main structure that can be used to prioritize reinforcement and sturdiness in LRT Station buildings that are attractively packaged and make LRT Station buildings an icon in Surbaya City is an embodiment of a form to display something new and different from other buildings, but still pay attention to the surrounding environment. So the building has its own charm and becomes a local icon in Surabaya.Keywords: Intermodal Station LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, post modern architecture Abstrak. Seperti yg kita tau, Surabaya menduduki posisi kedua sebagai kota yang memiliki volume kendaraan terpadat setelah Jakarta. Kurangnya layanan transportasi umum membuat masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi bahkan transportasi online yang tentunya sama saja akan menimbulkan kemacetan. Beberapa hal yang membuat masyarakat kurang menggunakan kendaraan umum antara lain rendahnya tingkat kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, dan kedisiplinan dalam berkendara, serta transporasi yang ada belum memadai. Kemacetan dipicu dengan jumlah kendaraan yang semakin meningkat dan tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur yang ada. Dari banyaknya permasalah yang muncul, pemerintah pusat dan pemerintah daerah merencanakan adanya infrastruktur transportasi yang memadai dan berbasis massal yaitu LRT (Light Rail Transit) yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak, cepat, dan berbasis rel yang mampu memberikan kesan aman, nyaman, dan bersih. Kenyaman bagi para penumpang tidak hanya saat menaiki kereta LRT saja, namun pada stasiun. Stasiun dibuat senyaman mungkin sehingga mampu menarik minat pengunjung untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi atau transportasi online dengan menyediakan fasillitas berupa area komersil dan fasilitas penunjang lainnya. Konsep makro pada desain Stasiun LRT mengusung sebuah konsep “Transit In Leisure” dan “Iconic”. Konsep ini diangkat agar para pengunjung merasa nyaman saat menggunakan transportasi umum seperti LRT. Sehingga, dapat menarik minat masyarakat untuk mau berpindah sarana transportasi dari transportasi pribadi dan transportasi online ke transportasi umum. Instalasi beberapa fasilitas penunjang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pengguna transportasi. Tentunya hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam semua kalangan agar menggunakan transportasi umum seperti LRT. Fasilitas yang disediakan yaitu adanya fasilitas ruang terbuka hijau, retail, cafeteria, food court, helat and spa, taman bermain, dan roof garden. Hal ini diharapkan mampu merubah pola pikir pengguna stasiun dimana biasanya orang yang bermobilitas selalu seakan-akan dikejar oleh waktu sehingga merasa tertekan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah disebutkan diatas, diharapkan pengguna dapat lebih menikmati mobilitas mereka. Menciptakan desain bangunan Stasiun LRT dengan memiliki karakteristik stasiun layang membutuhkan struktur utama yang mampu digunakan untuk mengutamakan perkuatan dan kekokohan pada bangunan Stasiun LRT yang dikemas secara menarik dan menjadikan bangunan Stasiun LRT menjadi icon di Kota Surbaya merupakan perwujudan bentuk untuk menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda dari bagunan lainnya, namun tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sehingga bangunan memiliki daya tarik sendiri dan menjadi local icon di Surabaya. Kata Kunci: Stasiun Intermoda LRT (Light Rail Transit), Local Icon, Transit In Leisure, Iconic, Arsitektur Post Modern
Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya Rahayu, Dewi Syahputri; Sulistyo, Broto Wahyono; Laksmiyanti, Dian P. E
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1922

Abstract

Beberapa komunitas, pertunjukan, workshop dari Seniman atau Komunitas Seni Teater Boneka terdapat di Kota Surabaya. Selain dikenal dengan banyak komunitas dan kegiatan seni, Surabaya juga dikenal sebagai Kota Pusat Pendidikan di Jawa Timur. Seperti halnya dengan fungsi daripada Seni Teater Boneka yang dapat berperan dalam hal pendidikan karena merupakan media komunikasi paling baik untuk segala usia. Namun kegiatan tersebut kurang terekspos sehingga kurang mendapatkan minat dari masyarakat. Perancangan Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya, Tema arsitektur Neo Vernakular diharapkan dapat menjadi wadah untuk para seniman atau komunitas dan masyarakat untuk berkolaborasi dan mengembangkan serta menjadi wadah atau media edukasi baru untuk masyarakat Kota Surabaya, yang mampu tetap mengangkat esensi lokal yang bersanding dengan gaya kekinian. Konsep mikro tatanan lahan “Memusat pada area pertunjukan” dengan sirkulasi linear yang dapat mengalirkan pengunjung dari titik awal dimana merupakan sajian awal mula Seni Teater Boneka hingga titik akhir yang merupakan sajian lebih terkini. Mikro bentuk “Joglo Jawa Kastil” didapatkan dari ikon Seni Teater Boneka bentuk kastil yang direpresentasikan menggunakan gubahan dari Joglo yang dikombinasikan dengan material lokal. Mikro Ruang “Natural Modern” digunakan untuk dapat mencerminkan sifat serta perkembangan Seni Teater Boneka serta implementasi dari Arsitektur Tradisional Jawa.
Aplikasi Konsep Rekreatif pada Perencanaan Desain Budidaya dan Pengolahan Aren di Tuban Pamungkas, Danny Tri; Laksono, Sigit Hadi; Nareswarananindya, Nareswarananindya
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1500

Abstract

Abstract. Palm tree (Arenga pinnata Merr.) is a multipurpose tree and it has been known that palm tree produces industrial materials. In East Java, palm plant spreads in all of north coast, especially in Tuban. Based on the problem, Palm Cultivated and Processing Center is designed to support government's plans and programs in the develop of the first cultivation and processing palm plant in Indonesia with the theme of Agro-tourism. The design concept is "Recreational" which is something that can provide entertainment that is creative, unique, and different from the others. So that a design will provide pleasant entertainment. The purpose of this article is as a Palm Cultivation and Processing Center in Tuban where there are facilities such as cultivation land along with processing and outdoor tourism facilities such as Flying Fox and Playground.Keywords: Aren, Cultivation, Recreational. Abstrak. Pohon Aren (Arenga  pinnata  Merr.)  adalah  pohon  serbaguna yang sejak lama telah dikenal menghasilkan bahan-bahan industri. Tanaman Aren di Jawa Timur tersebar di seluruh pesisir pantai utara khususnya di daerah Tuban. Berdasarkan permasalahan diatas, Pusat Budidaya dan Pengolahan Aren dirancang untuk mendukung program dan rencana pemerintah dalam upaya pengembangan budidaya dan sekaligus pengolahan aren pertama di Indonesia yang bertema agrowisata. Konsep desain adalah “Rekreatif” merupakan sesuatu yang dapat memberikan hiburan yang kreatif, memiliki keunikan, dan berbeda dengan yang lain. Sehingga sebuah rancangan akan memberikan hiburan yang menyenangkan. Tujuan dari artikel ini sebagai Pusat Budidaya dan Pengolahan Aren di Tuban yang mana terdapat fasilitas seperti lahan budidaya beserta pengolahan dan sarana wisata outdoor seperti Flying Fox dan Playground.Kata Kunci: Aren, Budidaya, Rekreatif
Rancangan Fasilitas Pusat Komunitas Film Indie di Surabaya Aisyah, Rinda Amalia; Rachim, Amir Mukmin; Azizah, Siti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 2 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1128

Abstract

Berkembangnya kota Surabaya di bidang perfilman salah satunya film Indie dengan acara festival perfilman yang pernah diadakan di kota menunjukkan potensi yang dimiliki kota Surabaya. Di satu sisi fasilitas untuk film Indie dan komunitas film Indie yang ada di kota Surabaya saat ini masih sangat minim. Kondisi tersebut membuat  orang yang tertarik dengan film Indie mengalami kesulitan untuk mengenal lebih jauh tentang film Indie. Permasalahannya adalah, Bagaimana membuat rancangan fasilitas pusat komunitas  film Indie. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Rancangan fasilitas ini diharapkan dapat memberi fasilitas yang memadai bagi para kreator film Indie dan penggemar film Indie untuk lebih bebas berkarya sehingga dapat menambah minat bagi penggemar film. 
Penerapan Arsitektur Modern pada Aspek Tatanan Lahan dan Aspek Bangunan di Campus Da Fiocruz Ceara dan Bangkok International Preparatory & Secondary School Rahayu, Dewi Syahputri; Ratniarsih, Ika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.889

Abstract

Abstract. According to news, the city of Surabaya has issued around 20 athletes in swimming. Swimming has many benefits for the body such as reducing chronic diseases, heart health, etc. The number of water sports facilities built in the city of Surabaya is one of the containers with the aim to further popularize water sports and as a training center for swimming athletes in East Java. There are several categories of pools that have been available in the city of Surabaya such as water polo, beautiful jumping, fin swimming, etc. This facility is equipped with international standards based on the provisions of the Federation International de Natation (FINA) so that it can accommodate international swimming competition activities. However, of the many facilities that are available, almost all do not have special care on the building so that it looks less manicured as the age of the building. The use of methodologies with descriptive and case studies. Taking Literature case studies in Campus Da Fiocruz Ceara which has a land area of 103,683.00 m2 with a building area of 18,550.00 m2 and 43,147.00 m2. Having facilities such as Teaching & Management Building, Research & Laboratory Building, Infrastructure Building, Service Building, Auditorium, Service Kiosk, Security Cabin, Amphitheater, Bicycle Rack, Main Square and Parking Lot. In the second case study, the Bangkok International Preparatory & Secondary School which has an area of 19,200 m2. It has facilities like in the first building there is an administration building that is connected with sports facilities (soccer field, athletic field 300 lines 4 lanes and 100 lines 4 straight lanes, tennis court, swimming pool 50 lanes 8 lanes, 2 indoor basketball courts, large sports hall , gymnastics room, local park), the second building has creative arts facilities (black box theater, music recording studio, ceramic room), and the third building has a 6-storey educational building facility (class room, library).Keywoards: Water Sport, Educational Facility, Training Abstrak. Menurut kabar berita, Kota Surabaya telah mengeluarkan atlit cabang olahraga renang sebanyak kurang lebih 20 orang. Olahraga renang memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti meredam penyakit kronis, menyehatkan jantung, dll. Banyaknya fasilitas olahraga air yang terbangun di Kota Surabaya merupakan salah satu wadah dengan tujuan untuk lebih mempopulerkan olahraga air serta sebagai wadah pelatihan atlit renang Jawa Timur. Terdapat beberapa kategori kolam yang telah tersedia di Kota Surabaya seperti polo air, loncat indah, fin swimming, dsb. Fasilitas ini dilengkapi dengan standar internasional berdasarkan ketentuan dari Federation International de Natation (FINA) sehingga mampu mewadahi kegiatan kompetisi renang tingkat internasional. Namun dari sekian banyak fasilitas yang tersedia hampir seluruh tidak memiliki perawatan khusus pada bangunan sehingga terlihat kurang terawat seiring berjalannya umur bangunan. Penggunaan metodologi dengan deskriptif dan studi kasus. Pengambilan Studi kasus literatur yang ada di Campus Da Fiocruz Ceara yang memiliki luas tanah 103.683,00 m2 dengan luas bangunan 18.550,00 m2 dan 43.147,00 m2 . Memiliki fasilitas seperti Gedung Pengajaran & Manajemen, Gedung Pene litian & Laboratorium, Gedung Infrastruktur, Gedung Layanan, Auditorium, Kios Layanan, Kabin Keamanan, Amphitheater, Rak Sepeda, Lapangan Utama dan Tempat Parkir. Pada studi kasus kedua yaitu Bangkok International Preparatory & Secondary School yang memiliki luas area 19.200 m2. Memiliki fasilitas seperti pada bangunan pertama ada gedung administrasi yang terhubung dengan fasilitas olahraga (lapangan sepak bola, lapangan atletik 300 lajur 4 lajur dan 100 lajur 4 lintasan lurus, lapangan tenis, kolam renang 50 lajur 8 jalur, 2 lapangan basket indoor, aula olahraga besar, ruang senam, taman lokal), bangunan kedua ada fasilitas seni kreatif (Teater kotak hitam, studio rekaman music, ruang keramik), dan bangunan ketiga ada fasilitas bangunan pendidikan 6 lantai (ruang kelas, perpustakaan).Kata Kunci: Olah raga Air, Fasilitas Pendidikan, Pelatihan
Rancangan Pusat Industri Kreatif dengan Tema Neo-Vernakular di Kabupaten Kutai Kartanegara Khalalya, Salsadilla Rizky Nur; Poedjioetami, Esty; Salisnanda, Randy Pratama
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.2181

Abstract

. Masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri memiliki ciri khas dan kreatifitas yang berpotensi besar untuk perkembangan seni budayanya yang cukup kental terutama di bidang seni pertunjukkan. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki 18 kecamatan yang memiliki berbagai macam kesenian pertunjukan sebagai potensi kreatifnya. Pusat Industri Kreatif Di Kabupaten Kutai Kartanegara akan menjadi sebuah wadah terpusat dan terintegrasi bagi para penggerak seni di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pusat Industri Keatif Di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular yang menciptakan desain dengan tujuan mengembalikan unsur-unsur budaya lokal khas Kalimantan Timur dengan mengalami pembaruan untuk menuju suatu karya yang lebih modern dengan tidak mengurangi kaidah-kaidah nilai tradisi. Konsep mikro tatanan lahan Terpusat, menjadikan tatanan lahan mengarah pada satu sisi atau pusat utama kegiatan industry kreatif. Konsep mikro bentuk (Attractive Culture), menciptakan bentuk bangunan dengan konse atraktif diangkat karena mampu mewakili esensi objek sebagai bangunan wisata kebudayaan. Konsep mikro ruang (Adaptive Culture), menciptakan desain ruang yang berfungsi dan dapat menampung segala kegiatan industri kreatif, mendesain ruang dimulai dari mengangkan unsur dan suasana kebudayaannya, lalu menyesuaikan dengan fungsi tiap ruang yang di desain.
Penerapan Tema Simbolis pada Bentuk Rancangan Museum dan Pusat Dokumentasi Perfilman Nusantara di Surabaya Ulfah, Siti Maria; Poedjioetami, Esty; Ramadhani, Suci
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1508

Abstract

Abstract. Films in Indonesia have a long history, and are even now considered an era of national film revival, which is marked by the condition of films experiencing an ever-increasing number of production. Due to the lack of facilities available specifically for archipelago film archives in Indonesia, this background is the reason for the need to build a Museum and Archipelago Film Documentation Center located in Surabaya, where according to the Indonesian Film Agency the island of Java is the region that dominates the largest number of film viewers in Indonesia. The method used in this research is a qualitative method with descriptive research type by making observations, field studies and literature. The land chosen for the designer is located on Jalan Simpang Dukuh, Suarabaya City with an area of 0.76 hectares with a relatively flat site. The use of a symbolic theme with a representative concept was chosen so that the building being designed does not only pay attention to its function. In addition to attracting visitors with the use of symbols in the form of building design, it is hoped that it will be able to appear to show the philosophy and functions that are in it which are used as a means of education, research and entertainment just by looking at the outer appearance of a building.Keywords: Film, Museum, Symbolic. Abstrak. Perfilman di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang, bahkan sampai saat ini dianggap sebagai era kebangkitan perfilman nasional yang ditandai dengan kondisi perfilman yang mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang terus meningkat. Karena minimnya fasilitas yang tersedia khusus arsip film Nusantara di Indonesia, dengan latar belakang tersebut menjadi alasan perlu dibangunnya sebuah Museum dan Pusat Dokumentasi Perfilman Nusantara yang terletak di Surabaya, dimana menurut Badan Perfilman Indonesia pulau Jawa merupakan wilayah yang mendominasi jumlah penonton film terbanyak di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan melakukan observasi, studi lapangan dan literatur. Penggunaan tema simbolis dengan konsep representatif dipilih agar bangunan yang didesain tidak hanya memperhatikan fungsinya. Selain untuk menarik pengunjung dengan penggunaan simbolieme pada bentuk desain bangunan diharapkan mampu tampil menunjukkan filosofi dan fungsi yang ada didalamnya yang tidak lain digunakan sebagai sarana edukasi, penelitian maupun hiburan hanya dengan melihat tampilan luar dari suatu bangunan.Kata Kunci: Film, Museum, Simbolis.
Pengaruh Bentuk Pola Persebaran Permukiman Penduduk terhadap RTH di Kampung Tua Tanjung Riau Aguspriyanti, Carissa Dinar; Shevriyanto, Billy; Charlie, Charlie
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 1 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1693

Abstract

Abstract. The undirected distribution pattern of settlements tends to cause irregular building arrangement patterns. Coupled with the increasing building density level, the availability of open space is at risk of decreasing. The coastal settlement of Kampung Tua Tanjung Riau in Batam is a vivid example of this kind of settlements development issue. Through descriptive-qualitative research methods, the form of distribution pattern of settlements was observed from the street layout and buildings location. Subsequently, it can be identified and analysed that the longitudinal distribution pattern of settlements in Kampung Tua Tanjung Riau affects the availability of green open space in the area which is considered inadequate. This research is expected to be taken into consideration by related agencies including the government in overcoming the existing problems in Kampung Tua Tanjung Riau.Keywords: Distribution Pattern of Settlements, Green Open Space, Kampung Tua Tanjung Riau Abstrak. Bentuk pola persebaran permukiman penduduk yang tidak terarah cenderung menyebabkan ketidakteraturan pola penataan bangunan. Ditambah dengan tingkat kepadatan yang semakin meningkat, ketersediaan ruang terbuka beresiko menurun. Permukiman pesisir Kampung Tua Tanjung Riau di Kota Batam, merupakan salah satu contoh nyata permasalahan perkembangan permukiman tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, bentuk pola persebaran permukiman ditinjau dari pola jalan dan lokasi hunian. Kemudian, dapat diidentifikasi dan dianalisis bahwa bentuk pola persebaran permukiman yang memanjang di Kampung Tua Tanjung Riau mempengaruhi ketersediaan RTH (Ruang Terbuka Hijau) di kawasan tersebut yang notabene dinilai masih kurang memadai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan instansi terkait termasuk pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang ada di kawasan Kampung Tua Tanjung Riau.Kata Kunci: Pola Persebaran Permukiman, Ruang Terbuka Hijau, Kampung Tua Tanjung Riau

Page 3 of 20 | Total Record : 196