cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2015)" : 9 Documents clear
Respon berbagai dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao Masluki masluki
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.518 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.722

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui respon berbagai dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan yang disusun berdasarkan pola rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang dilaksanakan terdiri dari 9 taraf perlakuan yang terdiri dari tanpa pemupukan (kontrol), pemupukan nitrogen yang terdiri dari 8 taraf. Setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sehingga keseluruhan jumlah tanaman yang digunakan sebanyak 135 tanaman. Perlakuan yang dicobakan adalah : n0= Kontrol,n1= 1 g Urea pohon-1 (0,45 g N pohon-1),n= 2 g Urea N pohon-1 (0,90 g N pohon-1), n3 = 3 g Urea pohon-1 (1,39 g N pohon-1),n4= 4 g Urea pohon-1 (1,8 g N pohon-1),n5 = 5 g Urea pohon-1 ( 2,25 g N pohon-1),n6= 6 g Urea pohon-1 (2,7 g N pohon-1),n7= 7 g Urea pohon-1 (3,15 g N pohon-1),n8= 8 g Urea pohon-1 (3,6 g N pohon-1). Pertambahan tinggi tanaman tertinggi terlihat pada perlakuan dosis pupuk 1 gram (n1) yang dimana nilai rata-ratanya 6,60 dan selisih tinggi tanaman terendah terlihat pada perlakuan dosis 8 gram (n8) yaitu 2,13. dosis 3 g N pohon-1 (n3) menghasilkan selisih jumlah daun terbanyak (1,12 cm) dan berbeda nyata dengan 6 g N pohon-1 (n6), dan 8 g N pohon-1 (n8) tetapi tidak berbeda nyata dengan dosis N lainnya. rata-rata daun lebih banyak terlihat pada pemberian dosis pupuk 3 gram (n3) yaitu 9,87 dan yang terendah terlihat pada pemberian dosis pupuk 6 gram (n6) yaitu 1,2. Rata-rata Bobot basah terbaik terlihat pada pemberian dosis pupuk 3 gram (n3) yaitu 28,90 g dan yang terendah terlihat pada pemberian dosis pupuk 8 gram (n8) yaitu 11,67 g. Rata-rata berat kering bibit kakao yang berumur 3 bulan, mengalami penurunan seiring dengan pemberian dosis Nitrogen yang terlalu tinggi ataupun pemberian dosis yang rendah. rata-rata warna daun terbaik terlihat pada perlakuan n3 yaitu 167,50 dan yang terendah terlihat pada perlakuan n0 yaitu 73,33 .Dosis pupuk 3 g nitrogen memberikan hasil terbaik pada warna daun bibit kakao sebesar 167,50. Pemberian pupuk dengan dosis 3 gram menunjukkan hasil terbaik pada parameter Jumlah Daun, Berat Basah, Luas Daun, Indeks Luas daun, Luas Daun Spesifik, dan warna Daun. Pupuk nitrogen 3 g berpengaruh pada parameter bobot segar sedangkan pada berat kering tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan dikarenakan pada kondisi yang tidak normal seperti kurangnya cahaya yang diterima oleh tanaman akibat naungan akan menyebabkan laju fotosintesis menurun. Kata Kunci : Pupuk Nitrogen, pertumbuhan dan bibit kakao
Strategi pengembangan usaha budidaya lobster air tawar di sulawesi selatan Hamja Abdul Halik
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.124 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.720

Abstract

The development strategies of Agribusiness-based fresh water lobster Aquaculture in South Sulawesi. The study aims to analyze the strategies in developing agribusiness-based fresh water lobster agriculture in south Sulawesi. This research was conducted in mkassar and Palopo City by using a survey method, Which involved 10 freh water lobster cultivators and stakeholders. The dale wre collected through interviews and observatios and analysis using quantitative. The result reveal the development of agribusiness-based fresh water lobster enterprise pose in south Sulawesi is quadrant II (0,34 ; -0,33). Therefore the comparies are in competitive position. Competitive strategies include the backward, forward and horizontal integration, product development and joint ventures. Some alternative strategie that can be implemented are developing natural action between business runners and optimizing the role of fresh water lobster association in south Sulawesi to develop cooperation among the stakeholders Key words : Strategy, business development, fresh water lobster, agribusiness ABSTRAK
Perbanyakan cendawan entomopatogen penicillium sp. Isolat bone pada beberapa media tumbuh organik Mutmainnah Mutmainnah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.636 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.723

Abstract

Cendawan Penicillium sp. merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang dapat dimanfaatkan sebagai agens hayati untuk mengendalikan hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan beberapa media tumbuh organik sebagai bahan perbanyakan cendawan Penicillium sp.. Cendawan ini diperbanyak pada media organik yaitu beras, jagung, dedak, pollard, ampas tahu dan ampas sagu menggunakan cawan petri berukuran 9 cm. Kemudian di inkubasi selama 30 hari dan kemudian cendawan tersebut diukur kerapatan konidia dan viabilitasnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang dilang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media beras, jagung, dedak, ampas gandum, ampas tahu dan ampas sagu dapat dimanfaatkan sebagai media perbanyakan cendawan Penicillium sp.. Media terbaik untuk pertumbuhan diameter koloni cendawan Penicillium sp. yaitu media beras sebesar 8,5 cm pada inkubasi 30 hari. Sedangkan media ampas tahu sangat baik menghasilkan jumlah konidia dan viabilitas yang tinggi dibanding media jagung, dedak, pollar, dan ampas sagu yaitu 207,27 x 106 spora/gr dan 68.15%. Kata kunci: entomopatogen, media organik, Penicillium sp.
Pengaruh penggunaan berbagai jenis ekstrak tumbuhan untuk penekanan tingkat populasi hama riptortus linearis fab pada tanaman kedelai Eka Sudartik
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.204 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.719

Abstract

Riptortus linearis ( Kepik penghisap polong) merupakan Hama dalam tergolong ordo Hemiptera famili Alydidae tersebar di seluruh sentra pertanaman kedelai dan kacang hijau Keberadaan hama pada pertanaman kedelai merupakan kendala dalam memajukan usaha pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan ektrak beberapa jenis tumbuhan sebagai insektisida nabati terhadap aspek produksi tanaman kedelai. Penelitian ini terdiri dari ekstrak segar tanaman daun nimba, ekstrak segar tanaman daun tephorisa, ekstrak segar daun mahoni, ekstrak fermentasi daun nimba, ekstrak fermentasi daun tephorisa, dan ekstrak fermentasi daun mahoni dengan menggunakan konsentrasi aplikasi sebesar 25 % pada pertanaman kedelai. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada perlakuan ekstrak berbeda nyata dengan kontrol. Pada perlakuan ekstrak segar daun nimba dapat menekan jumlah populasi R linearis sebesar 4,3 %, ekstrak segar daun mahoni sebesar 4,00%, ekstrak segar daun tephorisa sebesar 4,33 %, ekstrak fermentasi daun nimba 2,00, ekstrak fermentasi daun mahoni 3,66%, ekstrak fermentasi daun tephorisa 4,33, kontrol 17,33. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak fermentasi daun nimba dapat menekan jumlah populasi R Linearis. Kata kunci: Kedelai, populasi, R linearis.
Efektifitas pupuk organik air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (brassica juncea l) Rahman Hairuddin; Resti Mawardi
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.014 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Pupuk Organik Air Cucian Beras Dalam Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L). Penelitian ini di laksanakan Kota Palopo, yang dimulai bulan juni sampai September 2015. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 24 unit percobaan yaitu 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 3 kali terdiri dari 3 perlakuan P0 (tanpa perlakuan) P1 (Pupuk organik cair,10 ml/1liter air) P2 (pupuk organik cair 15ml/1liter air), Dan P3 (Pupuk organik cair 20 ml/1 liter air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian air cucian beras dosis 20 ml/liter air memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Kata kunci: sawi, air cucian beras, pupuk cair
Strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah pesisir pantai Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Dharma Fidyansari
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.683 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dimana data-data kuantitatif diperoleh kemudian diolah menjadi data kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan Simple Random sampling, dengan memilih 15 responden secara acak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan dan analisis SWOT untuk menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas rumput laut. Hasil analisis matriks faktor internal diperoleh total skor terbobot 2,63 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Hasil analisis matriks faktor ekternal diperoleh total skor terbobot 2,60 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Setelah dilakukan pencocokan strategi menggunakan Analisis SWOT maka diperoleh Strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu, memperluas areal budidaya, memberikan penyuluhan yang bertahap, mengembangankan pengolahan hasil budidaya. Strategi WO (Weakness-Opportunities) yaitu, memberikan pelatihan secara bertahap, memberikan bantuan modal dan bibit yang berkualitas. Strategi ST (Strengths–Threats) yaitu, mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. Dan Strategi WT (Weakness-Threats) yaitu, peningkatan akses permodalan, memperluas dan mempertahankan jaringan pemasaran. Kata-kata kunci: strategi, produktivitas, strengths, weakness, opportunities, lthreats, rumput laut.
Pemanfaatan ekstrak daun ketepeng dan abu sabut kelapa untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau (phaseolus radiatus l.) Rahmawasiah rahmawasiah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan ekstrak daun ketepeng dan abu sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau, Dilaksanakan di Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara Kota Palopo, yang dimulai Juni sampai September 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan, masing – masing perlakuan sebagai berikut PO Kontrol, P1 (Ekstrak daun ketepeng 100 ml dan abu sabut kelapa 5,0 gr/tanaman), P2 (Ekstrak daun ketepeng 300 ml dan abu sabut kelapa 10 gr/tanaman), P3 (Ekstrak daun ketepeng 500 ml dan abu sabut kelapa 15 gr/tanaman). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis perlakuan ekstrak daun ketepeng dan abu sabut kelapa memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun sedangkan tinggi tanaman tidak berpengaruh nyata. Kata kunci: Ekstrak daun ketepeng, abu sabut kelapa, tanaman kacang hijau
Pengaruh pemberian hormon tumbuh dan diameter stek terhadap pertumbuhan stek jeruk nipis tanpa biji (citrus aurantifolis s) ANDI HERAWATI
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.717

Abstract

This study aims to determine the effect of growth hormone and diameter cuttings seedless lime (Citrus aurantifolis S). This research conducted experiments using a randomized block design (RAK) are arranged in a factorial of two factors. The first factor is the growth hormone (H) and the second factor is the cutting diameter (D). The results showed that growth of hormone Rootone-F with diameter cuttings 0.7 cm and interactions gives the best effect on the growth of seedless lemon cuttings. Keyword : Growth Hormone, Diameter Cuttings, Seedless Lime
Analisis biaya dan pendapatan usaha tani dengan sistem kondomisasi pada buah kakao (theobroma cacao. L) (studi kasus di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu) Ida Wati
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.721

Abstract

Proses perkembangan memerlukan penemuan-penemuan baru atau inovasi dibidang teknologi pertanian dan cara-cara pengusahaannya. Penerapan teknik dan metode baru di dalam berusahatani dapat meningkatkan produksi pertanian dan secara langsung meningkatkan pendapatan petani. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani kakao adalah penerapan kondomisasi pada buah kakao yaitu budidaya tanaman kakao secara insentif yang menerapkan pemeberantasan penggerek buah kakao (PBK). Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh petani kakao dengan kondomisasi pada buah kakao dibandingkan dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, (2). Untuk mengetahui seberapa besar pendapatan petani yang menerapkan pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Hipotesis yang diajukan adalah diduga bahwa (1). Biaya yang dikeluarkan petani dengan kondomisasi pada buah kakao relatif lebih besar dibanding dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, (2). Petani dengan kondomisasi pada buah kakao akan memperoleh yang lebih besar dibanding dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis B/C Ratio. Total biaya yang dikeluarkan petani dengan Kondomisasi pada buah kakao adalah Rp. 1.598.050/Ha. Nilai biaya ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan petani non Kondomisasi pada buah kakao yaitu Rp. 1.384.570/Ha dengan selisih biaya Rp. 213.480 selama 1 tahun. Rata-rata pendapatan bersih yang dterima oleh petani dengan kondomisasi pada buah kakao yaitu Rp. 9.357.150/Ha dan non kondomisasi pada buah kakao Rp. 5.063.930/Ha. Nilai B/C Ratio yang dihasilkan dengan penambahan teknologi Kondomisasi pada buah kakao adalah 21.11. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani dengan Kondomisasi pada buah kakao lebih menguntungkan dibandingkan dengan non Kondomisasi pada buah kakao. Kata Kunci: Biaya, Usaha Tani, Kondominasi, Kakao

Page 1 of 1 | Total Record : 9