Jurnal Agrisistem
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles
189 Documents
KERAGAAN DAN ANALISIS KORELASI ANTAR KOMPONEN TANAMAN KENTANG VARIETAS LEMBANG
Apresus Sinaga;
Andi Faisal Suddin
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produksi kentang dapat ditingkatkan dengan penggunaan varietas unggul serta melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada bulan April-Desember 2018. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan yang diulang 3 sebanyak kali, pestisida nabati sebagai perlakuan. Variabel karakter agronomi yang diamati meliputi tinggi tanaman, hasil dan intensitas serangan. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (Anova) dan analisis korelasi untuk melihat hubungan antar komponen. Hasil penelitian menunjukkan produksi tanaman yang mendapat perlakuan sereh meningkat sebesar 82,80% dan tanaman yang mendapat perlakuan jeringo meningkat sebesar 56,59% dibandingkan tanaman tanpa diberi pestisida nabati (kontrol). Pengendalian tanaman dengan pestida nabati dari sereh dan jeringo dapat menurunkan intensitas serangan hama tanaman rata-rata sebesar 88,92% dibandingkan tanaman tanpa pengendalian.
ANALISIS PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA BIBIT F2 TONGKOL JAGUNG PAKAN TERNAK DAN TONGKOL JAGUNG MANIS
Rezky Yulianti
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan miselium antara media bibit F2 jamur tiram yang menggunakan jagung pipil, tongkol jagung pakan ternak dan tongkol jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, mulai dari bulan September 2019 sampai Maret 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali ulangan dengan jumlah unit percobaan adalah 27 sampel. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengetahui pengaruh pada perlakuan dan dilakukan uji lanjutan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium pada bibit F2 masing-masing perlakuan memiliki perbedaan. Panjang miselium tertinggi pada perlakuan 1 kg tongkol jagung pakan ternak, + 1 kg dedak, + 40 gram kapur pertanian, sedangkan penyebaran dan kerapatan miselium yang terbaik pada perlakuan 1 kg tongkol jagung manis, + 1 kg dedak, + 40 gram kapur pertanian.
PALATABILITAS MAGGOT SEBAGAI PAKAN SUMBER PROTEIN UNTUK TERNAK UNGGAS
Wahyudi Nur Ilham Natsir;
Resky Sri Rahayu P.;
Muh. Ardas Daruslam;
M. Azhar
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat palatabilitas maggot yang diberikan pada ternak ungags. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan kriteria keaktifan ternak sebagai tolak ukur pengamatan. Maggot diperoleh dari telur lalat BSF yang bertelur pada media fermentasi. Uji coba pemberian maggot dilakukan dalam dua bentuk yaitu segar dan tepung. Proses pembuatan tepung dimulai dengan melakukan pengeringan maggot pada suhu 50ºC selama 7 jam. Setelah maggot kering dilanjutkan dengan proses penggilingan. Kedua jenis maggot yang diuji cobakan dianalisis proksimat untuk mengetahui kandungan nutrisi. Uji coba pemberian maggot pada Ayam Buras tidak menunjukan adanya respon penolakan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa ayam lebih menyukai maggot segar dibanding manggot dalam bentuk tepung. Aplikasi maggot sebagai sumber protein dapat diberikan kepada semua jenis unggas dan semua fase pertumbuhan.
APLIKASI JERAMI DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI
Abd. Rahman Arinong;
Jati Nurholis;
Muhammad Hairul
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jerami dan abu sekam padi pada pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan jenis pupuk organik dengan dosis 10 ton ha-1 yaitu; P0 (Tanpa perlakuan); P1 (Jerami padi); P2 (Jerami padi fermentasi); P3 (Jerami dan abu sekam padi); P4 (Jerami dan abu sekam padi Fermentasi). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 petak dan pada setiap ulangan diberikan kontrol (P0 ) sehingga total keseluruhan terdapat 15 petak percobaan. Waktu pemberian perlakuan (jerami dan abu sekam) diberikan satu minggu sebelum tanam. Pemberian Bahan Organikpada tanaman kedelai memperlihatkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman dan cenderung meningkatkan hasil tanaman kedelai pada semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari semua perlakuan baik pada fase Vegetatif maupun Generatif dengan hasil produksiyaitu, Jumlah polong 27.19 gr/tanaman dan berat biji 57.67 gr/tanaman.
EVALUASI PEMANFAATAN FODDER SEBAGAI PAKAN UNTUK TERNAK RUMINANSIA
Danang W. Sunandar;
Reski S. Yuliasti;
Amaliah S. Nurman;
U. Sara
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem yang mudah dikembangkan sebagai pakan alternatif pada musim kemarau melalui Organic Fodder System (OFS). Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan kriteria keaktifan ternak sebagai tolak ukur pengamatan. OFS terbuat dari rak-rak yang digunakan untuk menempatkan baki atau nampan. Selanjutnya gabah direndam selama 12-24 jam di air yang bersih kemudian disemai dalam baki yang disimpan di dalam ruangan gelap selama 1 hari. Penyiraman dilakukan secara otomatis menggunakan springkel agar benih selalu lembab. Dalam 2 hari benih sudah mulai berkecambah. Penyiraman ini dilakukan secara terus menerus selama ± 2 minggu hingga fodder tumbuh dengan ketinggian sekitar 15-20 cm. Setelah itu, pada umur 11-14 hari bisa dilakukan pemanenan dengan menggulung bibit beserta akarnya kemudian fodder siap diberikan kepada ternak. Kedua jenis fodder yang diuji cobakan dianalisis proksimat untuk mengetahui kandungan nutrisi. Hasil ujicoba fodder pada ternak kambing dan sapi menunjukkan hasil yang positif dari segi palatabilitas. Secara umum fodder dapat diberikan kepada semua jenis ternak ruminansia dan unggas tertentu.
MUTU ORGANOLEPTIK KOPI ARABIKA BERDASARKAN LAMANYA WAKTU PENYANGRAIAN
Nurul Mukhlishah;
Amran Amran;
Yessi Ratnasari
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mutu dari kopi sangat ditentukan oleh penanganannya selama panen dan pasca panen. Salah satu penanganan pasca panen adalah penyangraian kopi. Proses penyangraian adalah proses pembentukan rasa dan aroma pada biji kopi. Penyangraian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan sifat organoleptik seperti aroma, rasa dan warna yang mendasari kualitas kopi. Dengan demikian, diperlukan penyangraian kopi yang sesuai atau tepat terhadap suhu dan lamanya penyangraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji mutu organoleptik kopi arabika berdasarkan lamanya waktu penyangraian. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober Tahun 2016. Pembuatan kopi arabika dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan, Universitas Indonesia Timur. Uji organoleptik dilaksanakan di pelataran Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai kopi yang disangrai dengan lama waktu 50 Menit. Hal ini ditunjukkan dari nilai uji organoleptik kopi yaitu aroma pada nilai 3.2 atau suka, warna pada nilai 3.5 atau suka, dan rasa pada nilai 3.3 atau suka.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.)
Muh. Askari Kuruseng;
Kaharuddin Kaharuddin;
Supoyo Supoyo
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Sayuran Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)Penelitian dilaksanakan di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar mulai bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Metode kajian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 petak percobaan : P0 (kontrol), P1 (10 mL/L air/plot), P2 (15 mL/L air/plot) dan P3 (20 mL/L air/plot). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi POC limbah sayuran secara umum pada perlakuan P3 (20 mL/L air/plot), menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik dibandingkan dengan perlakuan POC limbah sayuran lainnya yaitu (P1 dan P2).
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI JAMU UNTUK AYAM BURAS
Sudirman H.
Jurnal Agrisistem Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan agar peternak dapat memahami manfaat dari tanaman obat-obatan sebagai campuran jamu untuk memacu pertumbuhan ayam buras. Penelitian dilaksanakandi Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret sampai Mei 2009. Penelitian dilakukan pada ayam buras fase starter (5–8minggu) sebanyak 30 ekor yang terbagi dalam 6 petak kandang berukuran 60 cm x 40 cm berisi 5 ekor ayam, dengan sistem pemeliharaan secara intensif yaitu dengan menggunakaninduk buatan melalui demonstrasi plot dengan dua perlakuan yaitu: 1) Perlakuan 1 (P0) adalah tanpa pemberian jamu, 2) Perlakuan 2 (P1) adalah dengan pemberian jamu pada airminum dengan dosis 20 cc L-1 air. Jenis pakan yang digunakan dalam penelitian adalah adalah jenis butiran BP 11-P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberianjamu memberikan hasil yang nyata pada pertambahan berat badan, konversi pakan, dan konsumsi air minum, sedangkan pada konsumsi pakan memberikan hasil yang tidak nyata.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brassica junceae L.) SISTEM VERTIKULTUR
Rosmawati Nur;
Faisal Hamzah;
Kaharuddin Kaharuddin;
Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sawi yang ditanam melalui sistem vertikultur dibandingkan dengan sistem bedengan. 2) untukmengetahui tingkat efisiensi penggunaan lahan sistem vertikultur dibandingkan dengan sistem bedengan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dari Maret sampai Mei 2014. Penelitian dilaksanakan dengan sistem demonstrasi plot. Perlakuan terdiri dari dua perlakuan, yaitu: Sistem Bedengan dan Sistem Vertikultur. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman dan total produksi. Untuk melihat perbedaan antara pelakuan digunakan uji standar error, sedangkan untuk melihat efisiensi penggunaan lahan sistem vertikultur dibandingkan sistem bedengan digunakan rumus perbandingan antara jumlah tanaman pada vertikultur dengan jumlah tanaman pada bedengan pada suatu luasan lahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi dengan sistem bedengan memberikan rata rata tinggi tanaman, rata-rata jumlah daun, rata-rata volume akar dan rata-rata berat tanaman yang lebih besar dibandingkan jika ditanam dengan sistem vertikultur. Sistem vertikultur memberikan total produksi yang lebih besar (9.360 g) dibandingkan dengan sistem bedengan (6.396 g). Sistem vertikultur 9 (sembilan) kali lebih efisien dibandingkan dengan sistem bedengan pada suatu luasan lahan yang sama.
PEMANFAATAN TANAMAN SERUT (Streblus asper L) SEBAGAI BAHAN PENGUMPUL SUSU PADA PEMBUATAN DANGKE
Muhammad Taufik;
Nur Rasuli;
Arief Sirajuddin S.
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dangke merupakan salah satu bentuk olahan susu yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Untuk membuat dangke, biasanya menggunakan enzim papain. Selain enzim tersebut, dapat pula digunakan enzim yang berasal dari tumbuhan lain, salah satunya dengan memanfaatkan enzim dari tanaman Serut (Streblus asper L). Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi serut sebagai bahan penggumpal susu dalam pembuatan dangke. Tujuan khusus dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi dan level enzim serut terhadap kemampuan enzim protease serut dalam proses penggumpalan susu dan karakteristik dangke. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap pola Faktorial 2x3 dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur antara lain Rendemen, Kadar air, Kadar Protein Kasar dan Kadar Lemak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serut memiliki kemampuan sebagai bahan penggumpal susu dalam pembuatan dangke dan perlakuan interaksi konsentrasi dan level serut K2L3 memberikan hasil yang lebih baik dibanding perlakuan yang lainnya berdasarkan kadar air, kadar protein dan lemak, sedangkan berdasarkan rendemen yang dihasilkan perlakuan K1L1 memberikan hasil yang terbaik