cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 197 Documents
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG PISANG LEMAK MANIS TERMODIFIKASI Ainun Ayu Lestari
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia yang mudah diperoleh, memiliki nilai ekonomi, budaya, serta nilai gizi yang tinggi. Pada umumnya pisang dikonsumsi dalam bentuk segar, sedangkan penanganan pasca panen masih kurang, sehingga banyak pisang menjadi cepat busuk. Oleh karena itu diperlukan pengolahan pisang, salah satunya adalah mengolah menjadi tepung pisang. Pengolahan Pisang Lemak Manis menjadi tepung dan produk bersumber karbohidrat memberi peluang pengembangan yang lebih bervariasi, yang secara tidak langsung ikut membantu percepatan pencapaian program ketahanan pangan. Kajian tentang sifat fisikokimia tepung pisang alami dan tepung pisang termodifikasi dilakukan pada pisang Lemak Manis (Musa acuminata colla). Tepung pisang alami (kontrol) dihasilkan dengan mengeringkan irisan pisang, menghaluskan dan mengayak tepung dengan ayakan 80 mesh. Tepung pisang modifikasi dihasilkan dengan cara pisang diberi perlakuan perendaman NaCl (20 gram, 23 menit) dan pengukusan (80°C, 15 menit) sebelum dilakukan proses pengeringan (75°C, 6 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan tepung pisang menggunakan dua metode yaitu perendaman dengan larutan NaCl dan pengukusan dapat menghasilkan kadar air yang lebih rendah pada metode perendaman NaCl serta kadar Vitamin C (Asam Askorbat) tertinggi yaitu dengan metode perendaman NaCl.
APLIKASI EKSTRAK WORTEL SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA NUGGET AYAM Jumriah Syam
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugget ayam merupakan produk olahan dari daging ayam yang mudah mengalami kerusakan, disebabkan oleh mikroorganisme. Salah satu upaya meminimalkan kerusakan akibat pertumbuhan mikroba, melakukan pengawetan. Namun, penggunaan bahan pengawet dan antiokasidan sintetis tidak direkomendasikan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), karena diduga dapat menyebabkan kanker. Olehnya itu, perlu diupayakan penggunaan pengawet dan antioksidan dari bahan alami seperti wortel. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas ekstrak wortel sebagai pengawet alami terhadap daya simpan nugget ayam . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Sainstek UIN Alauddin Makassar dan Laboratorium Mikrobiologi STPP - Gowa. Jenis penelitian adalah eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (4 x 2) dengan masing-masing 3 ulangan. Faktor A adalah penggunaan ekstrak wortel dengan perlakuan (P1.0 %; P2,50 %; P3,75 % dan P4, 100 %) sedangkan Faktor B adalah daya simpan nugget (2 hari dan 4 hari). Parameter yang diamati adalah awal pembusukan, kandungan cemaran mikroba nugget ayam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) efektifitas ekstrak wortel terhadap awal pembusukan berpengaruh nyata pada taraf (P > 0,05 dan 0,1) , (2) efektifitas ekstrak wortel terhadap kandungan cemaran mikroba tidak berpengaruh nyata pada taraf (P < 0,05 dan 0,1 )
PENGARUH PEMBERIAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT BADAN SAPI BALI Muhammad Nur; Jumriah Syam; A. L. Tolleng
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun bagi ternak bersifat fluktuatif, hal ini disebabkan faktor iklim yang berubah-ubah, namun kwalitas pakan berpengaruh terhadap performance ternak sapi serta produktivitasnya, utamanya dalam usaha penggemukan ternak. Pemanfaatan tumbuhan tropis seperti daun kelor dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, karena selain mudah tumbuh daun kelor mengandung nilai gizi yaitu kandungan proteinnya mencapai 26-43% dari bahan kering, sehingga sumber protein murah yang dapat menekan biaya pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian daun kelor terhadap pertambahan berat badan sapi bali. Penelitian dilaksanakan di Samata Integrated Farming Sistem (FIS) Kabupaten Gowa dan Laboratorium Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin M di Kota Makassar.Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola 2 x 5 yaitu (T1; konsentrat + hijauan), (T2; konsentrat+ hijauan+ 250 gram daun kelor, menggunakan 10 ekor sapi Bali jantan yang berumur 1-2 tahun dengan berat badan rata-rata 150 kg. Analisis data menggunakan uji t-2 sampel bebas. Hasil penelitian menunujukkan bahwa pemberian daun kelor 250 gram/ekor/hari pada sapi bali berpengaruh cenderung signifikan terhadap pertambahan berat badan dengan nilai (P<0,1).
PENGARUH INTERAKSI GENOTIPA JAGUNG UNGU (ZEA MAYS L.) PADA DUA LINGKUNGAN TUMBUH Harli Harli; M. Yasin HG; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sejumlah genotype jagung ungu yang lebih baik dari genotype chek, membedakan sejumlah genotype jagung ungu pada dua lingkungan tumbuh dan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara genotipe dengan lingkungan tumbuh terhadap sejumlah peubah dari jagung ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada dua Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kebun Percobaan Balai Penelitian tanaman Serealia Kabupaten Maros Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung pada bulan Juli – September 2016. Penelitian menggunakan model Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga ulangan. Hasil menunjukan Genotipe yang memberikan pengaruh lebih baik dan berbeda nyata pada dua lingkungan tumbuh adalah pada peubah hasil bobot biji kadar air 15%, jumlah tongkol panen, bobot tongkol kupasan basah, bobot kupasan 5 tongkol, dan jumlah tanaman panen ditunjukkan dari genotyipe Pulut Manado Ungu PMU(S1)synth.F.C1. Belum terdapat pengaruh interaksi antara lingkungan tumbuh dan genotype pada semua peubah yang diamati sehingga dapat diartikan bahwa genotipe yang dievaluasi mempunyai produktivitas dan karakter sama pada dua lingkungan tumbuh baik.
FERMENTASI URINE SAPI DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Andy Andy; M. Yacob Surung; M. Ridwan
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi urine sapi dan air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) Penelitian dilaksanakan di lahan Hijauan Makanan Ternak (HMT) Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa. Waktu Pelaksanan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P0= Kontrol, P1= 100 ml l-1 air, P2= 200 ml l-1 air, dan P3= 300 ml l-1 air. Pengukuran dilakukan 20 HST, 40 HST, 60 HST dan 80 HST. Berdasarkan hasil penelitian diketahui respon tanaman rumput gajah terbaik pada P3, menghasilkan tinggi tanaman 229.33 cm, panjang daun 127.00 cm, jumlah daun 15 helai, berat basah 12.13 kg/bedengan dan berat kering 4.8 kg/bedengan.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI PINANG DAN EKSTRAK AKAR TUBA TERHADAP HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata) PADA TANAMAN PADI Nur Ilmi
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas yang ditimbulkan oleh ekstrak biji pinang dan ekstrak akar tuba pada hama keong mas di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Mattirodeceng Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, bulan April sampai Juli 2016. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdiri atas empat perlakuan: ekstrak biji pinang (P), ekstrak akar tuba (T), ekstrak campuran antara biji pinang dan akar tuba (PT), dan kontrol hanya menggunakan air (K0). Persentase mortalitas menggunakan rumus mutlak yang mengacu pada Gassa, et al (2008). Perubahan tingkah laku, fisiologi dan perubahan warna cangkang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bahwa efek toksisitas dari ekstrak biji pinang, akar tuba dan ekstrak campuran antara biji pinang dan akar tuba terhadap hama keong mas adalah adanya mortalitas, terjadi perubahan tingkah laku berupa tidak aktif makan, kecenderungan menjauhi rumpun tanaman, cangkang terbalik. Perubahan fisiologis berupa produksi lendir yang berlebihan, adanya bau serta keong keluar dari cangkangnya kemudian mengalami kematian dan perubahan warna pada cangkang.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) ALAMI PADA BIBIT STEK LADA (Piper nigrum L.) Agussalim Agussalim
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas ZPT alami pada pembibitan lada melalui stek. Penelitian dilaksanakan di Kendari, kecamatan Madongan, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan diulang 4 kali. Perlakuannya sebagai berikut; 1) larutan sereh wangi, 2) Fitomic, 3) Sitto, 4) Bayonic, 5) Root-up, dan 6) kontrol. Pengamatan dilakukan terhadap stek hidup, stek bertunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Pemberian ZPT alami yang berasal dari ekstrak sereh wangi efektif meningkatkan persentase tumbuh bibit stek, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun lada.
PENGKAJIAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM IP 200 JAGUNG PADA AGROEKOSISTEM LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN TAKALAR Amir Amir
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian teknologi sistem tanam IP 200 jagung pada agroekosistem lahan sawah tadah hujan di kabupaten Takalar. Luas lahan sawah tadah hujan di kabupaten Takalar tercatat 8.393 Ha sebagai potensi pengembangan jagung. Dari luasan lahan sawah tadah hujan tersebut, yang termanfaatkan dengan IP 100 tercatat 7.153 ha dan IP 200 baru tercatat 1.240 Ha, padahal peluang peningkatan produksi jagung melalui peningkatan IP200 jagung pada lahan sawah tadah hujan masih terbuka lebar. Kendala utama peningkatan IP pada lahan sawah tadah hujan adalah ketersediaan air pengairan. Dengan demikian perlu penerapan teknologi penyiapan lahan secara TOT untuk efisiensi waktu. Pengkajian ini disusun menurut RPT (Rancangan Petak Terpisah), varietas sebagai PU dan waktu tanam sebagai AP dengan tiga ulangan. Pengkajian ini bertujuan meningkatkan produksi pipilan kering dan pendapatan petani jagung melalui peningkatan IP (Indeks Pertanaman) 200 jagung pada lahan sawah tadah hujan. Hasil penkajian teknologi waktu tanam 10 HSP (Hari Sebelum Panen) memberikan produksi jagung pertama dan kedua masing - masing (8,21+10,39 t/ha), waktu tanam 5 HSP (7,77+10,04 t/ha), waktu tanam 3 HSP (8,05+11,04 t/ha) dan waktu tanam cara petani (6,99+9,09 t/ha). Varietas Pioner-27 memberikan ILD (Indeks Luas Daun) terendah, namun produksi pipilan kering lebih tinggi dibanding varietas lainnya. Analisis usahatani waktu tanam 10 HSP memberikan pendapatan Rp 34.887.500, waktu tanam 5 HSP sebesar Rp 33.318.800, waktu tanam 3 HSP sebesar Rp 35.817.200 dan waktu tanam cara petani sebesar Rp 25.041.940.
PENGARUH PUPUK HAYATI AGRIMETH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH Arafah Arafah
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pupuk hayati agrimeth terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah, dilaksanakan di Kab. Maros pada musim tanam 2016 tanam tanggal 11 Mei 2016 dan panen tanggal 20 September 2016. Perlakuan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan, ukuran plot 4m x 6m, susunan perlakuan adalah sebagai berikut: (1) Pemupukan cara petani (CP) 100%, (2) Pemupukan cara petani (CP) 100% + Agrimeth, (3) Pemupukan cara petani (CP) 75% + Agrimeth, (4) Pemupukan cara petani (CP) 50% + Agrimeth. Varietas yang digunakan adalah Inpari-4 yang ditanam dengan umur bibit 21 hari dengan jarak tanam 25cm x 25cm. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan metode pengelolaan hama terpadu (PHT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hayati agrimeth mampu meningkatkan hasil gabah kering k.a 14% sebesar 1,4 t/ha atau ada kenaikan sebesar 20,77% dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sampai 25%.
IDENTIFIKASI TANAMAN OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DIKLAT TABO-TABO SULAWESI SELATAN A. Muh. Rafii
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat-obatan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan diklat, untuk mengetahui bagian-bagian tanaman yang digunakan sebagai obat serta cara meramu dari tanaman yang digunakan sebagai obat di sekitar hutan diklat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41 jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat sekitar hutan diklat tabo-tabo sebagai obat tradisional. Dari jumlah tersebut terdapat 26 jenis berbentuk pohon, 1 jenis berbentuk herba, 3 jenis umbi-umbian, 1 jenis pisang-pisangan, 7 jenis perdu, 2 jenis palem dan 1 jenis liana. Dari analisis data tersebut diatas, maka pemanfaatan bagian tanaman berupa daun yang paling banyak dimanfaatkan, yakni 23 jenis (56,09 %) menyusul bagian tanaman berupa buah sebanyak 12 jenis (29,26 %) dan paling rendah pemanfaatan getah yakni hanya 1 jenis (2,43 %). Selain itu terdapat pula jenis tanaman yang dimanfaatkan lebih dari satu organ tanaman yakni pemanfaatan daun dan buah terdapat 3 jenis tanaman (7,31 %) dan pemanfaatan daun kulit terdapat 1 jenis tanaman (2,43 %). Cara meramu bagian tanaman untuk dijadikan obat sesuai hasil penelitian, maka terdapat 21jenis tanaman yang diramu dengan cara direbus atau dimasak hingga mendidih, 16 jenis tanaman yang diramu dengan cara dimakan/diminum langsung, 7 jenis tanaman diramu dengan cara ditempel pada bagian yang sakit dan 5 jenis tanaman yang diramu dengan cara digosok/dioles pada bagian yang sakit.

Page 8 of 20 | Total Record : 197