cover
Contact Name
Muhamad Suhard
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah
ISSN : 27985741     EISSN : 27985733     DOI : https://doi.org/10.51878/action.v1i2.639
Core Subject : Science, Education,
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Classroom and School Action Research.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 14 Documents clear
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENATAAN PRODUK MELALUI METODE DEMONTRASI KELAS XI BDP 2 SMK NEGERI 1 BANTUL SRI SUNARTINI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1160

Abstract

The purpose of this research is to improve student learning outcomes in the subject of Product Arrangement by using the demonstration method. The data collection technique of this research used observation, evaluation, field notes, and documentation. This research is Classroom Action Research (CAR) 2 (two) cycles by going through 4 (four) stages starting from planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were students of class XI BDP 2 SMK Negeri 1 Bantul for the academic year 2020/2021, totaling 18 students. The results of the study indicate that the application of the demonstration method can improve student learning outcomes in the Product Arrangement subject. The results of teacher and student learning observations in the first cycle showed a value of 77.22 which means good, and in the second cycle it shows a value of 88.33 which means very good. Meanwhile, student learning outcomes have increased in each cycle, where in the pre-cycle the score was 60.00 with less criteria, in the first cycle the value increased to 70.67 with sufficient criteria and in the second cycle the score was 78.44 with good criteria. In addition, classical completeness in the evaluation of learning outcomes also increased, in the initial evaluation of classical completeness it was 33.33%, in the first cycle it increased to 55.56% and in the second cycle classical mastery became 77.78%. The conclusion of this study is that the demonstration method can have a positive effect on learning outcomes and the demonstration method can be used as an alternative in product arrangement learning. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penataan Produk dengan menggunakan metode demontrasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, evaluasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2 (dua) siklus dengan melalui 4 (empat) tahapan dimulai dari dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI BDP 2 SMK Negeri 1 Bantul tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 18 siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penataan Produk. Hasil observasi pembelajaran guru dan siswa pada siklus I menunjukkan nilai 77,22 yang berarti baik, dan pada siklus II menunjukkan nilai 88,33 yang berarti sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa mengalami peningkatan di setiap siklusnya, dimana pada pra siklus diperoleh nilai 60,00 dengan kriteria kurang, pada siklus I nilai meningkat menjadi 70,67 dengan kriteria cukup dan pada siklus II diperoleh nilai 78,44 dengan kriteria baik. Selain itu ketuntasan klasikal pada evaluasi hasil belajar juga mengalami peningkatan, pada evaluasi awal ketuntasan klasikalnya 33,33%, pada siklus I meningkat menjadi 55,56 % dan pada siklus II ketuntasan klasikalnya menjadi 77,78 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan metode demonstrasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran penataan produk.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MENGERJAKAN TUGAS TEPAT WAKTU ANIS WIWIN INDRIYARTI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1161

Abstract

Discipline is the main capital to achieve success. Because of the importance of discipline, the researchers conducted research aimed at increasing the discipline of doing assignments on time. The research was conducted for 5 (five) months, from October 2021 to February 2022. This Counseling Guidance Action Research (PTBK) provides action and reports problems related to the discipline of doing assignments on time or not procrastinating on assignments in a group of class X Mathematics and Natural Sciences students. 2 SMA Negeri 4 Magelang. The expected results to change the level of discipline in doing assignments on time are still low and are expected to be further improved. The research subjects were students of class X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang, in the 2021/2022 academic year a total of 7 students who had a percentage of violations. The research method used the Counseling Guidance Action Research (PTBK) design. The results of qualitative descriptive analysis showed that the discipline of students in doing assignments on time from low initial conditions, cycle I and cycle II increased based on the benchmark of performance success that had been set previously, namely the provision of group guidance services. The conclusion of this study is that Group Guidance can improve the discipline of doing assignments on time in class X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang in the 2021/2022 academic year. The researcher's advice to fellow BK teachers is to further improve the quality of Counseling Guidance Services by exploring the models of Guidance Services, especially group guidance, so that if there are difficulties or weaknesses in their implementation, they can be handled properly through a research culture. ABSTRAKDisiplin adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan. Karena pentingnya kedisiplinan, maka peneliti mengadakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan disiplin mengerjakan tugas tepat waktu. Penelitian dilakukan selama 5 (lima) bulan yaitu dari bulan Oktober 2021 sampai Februari 2022. Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) ini memberikan tindakan dan melaporkan masalah yang terkait dengan kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu atau tidak menunda-nunda tugas pada sekelompok siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang. Hasil yang diharapkan untuk mengubah tingkat kedisiplinan mengerjakan tugas tepat waktu yang masih rendah dan diharapkan bisa lebih meningkat. Subjek penelitian siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang, Tahun pelajaran 2021/2022 sejumlah 7 peserta didik yang mempunyai prosentase pelanggaran. Metode penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Hasil analisis deskriptif kualitatif, menunjukkan bahwa disiplin siswa dalam mengerjakan tugas tepat waktu dari kondisi awal yang rendah, siklus I dan siklus II meningkat berdasarkan tolok ukur keberhasilan kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu pemberian layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwasanya Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan disiplin mengerjakan tugas tepat waktu pada siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 4 Magelang Tahun Pelajaran 2021/2022. Saran peneliti terhadap rekan-rekan guru BK untuk lebih meningkatkan kualitas Layanan Bimbingan Konseling dengan perlu mengeksplorasikan model-model Layanan Bimbingan, khususnya bimbingan kelompok, sehingga jika ada kesulitan atau kelemahan dalam pelaksanaannya dapat diatasi dengan baik melalui budaya meneliti.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWADENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA YUSRIANA YUSRIANA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1163

Abstract

Short story writing skills as one part of the Indonesian language learning material aspects of writing are very important as the basis for learning writing in general. By learning short story writing skills. students are trained to be skilled in writing. The skill of students in writing short stories can be a measure in determining the quality of the student's language. To improve the ability to write short stories, students must be trained in learning with the right method as well. For this reason, in accordance with the purpose of this study, namely efforts to improve the short story writing skills of class IX students at MTsN Kota Padang Panjang in the 2021/2022 academic year through a contextual approach. II with a contextual approach the final value always shows changes and continues to increase. The value of writing pre-cycle short stories is only 64.8. In the first cycle of applying the approach, the average value increased to 70.55. As for the second cycle, the success has met the KKM for Indonesian subjects at MTsN Padang Panjang City, which is 80.55. The conclusion is a contextual approach can be used to improve the ability to write short stories. ABSTRAKKeterampilan menulis cerpen sebagai salah satu bagian dari materi pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis sangat penting sebagai dasar dari pembelajaran menulis secara umum. Dengan pembelajaran keterampilan menulis cerpen. siswa dilatih agar terampil dalam menulis. Terampilnya siswa dalam menulis cerpen dapat menjadi ukuran dalam menentukan kualitas berbahasa siswa tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menulis cerpen tersebut maka sisiwa harus dilatih dalam pembelajaran dengan metode yang tepat pula. Untuk itu, sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu upaya meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX di MTsN Kota Padang Panjang Tahun Pelajaran 2021/2022 melalui pendekatan kontektual.Ternyata, keadaan siswa pada setiap siklus, mulai dari pra siklus, siklus I, dan suklus II dengan pendekatan kontekstual nilai akhir selalu menunjukan perubahan dan terus meningkat. Nilai menulis cerpen pra siklus hanya 64,8. Pada siklus pertama penerapan pendekatan, nilai rata-rata meningkat menjadi 70,55. Adapun pada siklus II keberhasilan sudah memenuhi KKM mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTsN Kota Padang Panjang, yaitu 80,55. Kesimpulannya adalah Pendekatan kontekstual dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI STATISTIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY INDAH FARLIANTI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1164

Abstract

The objectives to be achieved in the research are: 1). Want to know the effect of the Discovery learning method on increasing student activity in Statistics. 2). Want to know the effect of the Discovery learning method on improving Learning Outcomes in Statistics material. This research was conducted through a cyclical assessment process consisting of four stages (Planning, Implementation, Observation, and Reflection) in two learning cycles. From the results of the analysis it can be concluded that: 1). The application of the Discovery method can increase student activity from 22.2% in the pre-cycle to 81% in the first cycle and to 92% in the second cycle. 2) The application of the Discovery learning method can improve learning outcomes, it can be seen from the students' mastery from the first cycle to 77.8% compared to the pre-cycle 22.2%, and the increase in student mastery in the second cycle to 88.9% compared to 77.8% in the first cycle. . The class average also showed an increase from pre-cycle 64.4 to 82.5 in the first cycle, and from 82.5 in the first cycle to 82.7 in the second cycle. ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah : 1). Ingin mengetahui pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap peningkatan keaktifan siswa pada materi Statistika.2). Ingin mengetahui pengaruh metode pembelajaran Discovery terhadap peningkatan Hasil Belajar pada materi Statistika. Penelitian ini dilakukan melalui proses pengkajian berdaur yang yang terdiri dari empat tahapan (Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi) dalam dua siklus pembelajaran. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa : 1). Penerapan metode Discovery dapat meningkatkan Keaktifan siswa dari 22,2% padapra siklus menjadi 81% pada siklus I dan menjadi 92% pada siklus II. 2) Penerapan metode pembelajaran Discovery dapat meningkatkan Hasil Belajar dapat dilihat dari ketuntasan siswa dari siklus I 77,8% dibandingkan dari pada prasiklus 22,2%, dan kenaikan ketuntasan siswa pada siklus II 88,9% dibanding pada siklus I 77,8%. Pada nilai rata-rata kelas juga menunjukkan peningkatan dari pra siklus 64,4 menjadi 82,5 pada siklus I, dan dari 82,5 pada siklus I menjadi 82,7 pada siklus II.
MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS KONSEP TEKANAN PADA ZAT PADAT MELALUI MODEL SIKLUS BELAJAR DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF DARWATI KARTIKASARI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1165

Abstract

This Classroom Action Research conducted in the subject of Pressure on Solids aims to optimize students' analytical thinking skills through a learning cycle model with a metacognitive approach. The ability to think analytically is the foundation that students must have in understanding physics concepts and using them to solve physics problems in everyday life. The first meeting learning activities in solving problems using metacognitive knowledge and cognitive skills obtained the achievement of students' analytical thinking skills of 66.25%. In the learning process, students' self-concepts also need to be developed, because the success of learning in the cognitive and psychomotor domains is influenced by the affective conditions of students. A good student self-concept can be formed when the teacher is optimistic in the learning process and in the thinking processes of the students. The learning outcomes of the first cycle led to the learning process at the third meeting with the achievement of analytical thinking skills of 74.9%. This means that the metacognitive approach is able to optimize the level of students' analytical thinking in understanding the relationship between the concepts of force, area and pressure, and helps students to construct knowledge independently. In the fourth meeting through metacognitive experience, students are expected to be able to think autonomously, namely: having the ability to understand problems, the ability to apply concepts, the ability to connect problems with formulas that might be used, and the skills to use mathematics as a tool to draw conclusions on the phenomena encountered. The results of the self-assessment questionnaire showed that 73% of students were able to follow the learning process well even though the teacher needed encouragement to generate confidence in their abilities. The implication is that the achievement of daily tests is 64.15% and 70% of class VIIIB students at MTs Al Fatah Banjarnegara have finished studying. Through the learning cycle model with a metaconitive approach, it produces a balance in learning activities in cognitive (69), affective (74) and psychomotor (76) aspects. This means that students are quite able to analyze arguments and provide explanations based on correct and rational perceptions. In addition, students also have good attitudes and skills in carrying out the learning process and investigating pressure experiments on solids. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam materi Tekanan pada Zat Padat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir analisis siswa melalui model siklus belajar dengan pendekatan metakognitif. Kemampuan berpikir analisis merupakan landasan yang harus dimiliki siswa dalam memahami konsep fisika dan memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan belajar pertemuan pertama dalam memecahkan soal menggunakan pengetahuan metakognitif dan keterampilan kognitif diperoleh ketercapaian kemampuan berpikir analisis siswa 66,25%. Dalam proses belajar konsep diri siswa perlu pula dikembangkan, karena keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor dipengaruhi oleh kondisi afektif siswa. Konsep diri siswa yang baik dapat terbentuk bila guru memiliki optimistis dalam proses pembelajaran dan proses berpikir yang dilakukan siswanya. Hasil belajar siklus pertama mengantarkan dalam proses belajar pertemuan ketiga dengan ketercapaian kemampuan berpikir analisis 74,9%. Artinya pendekatan metakognitif mampu mengoptimalkan tingkat berpikir analisis siswa dalam memahami hubungan antar konsep gaya, luas dan tekanan, dan membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Dalam pertemuan keempat melalui pengalaman metakognitif diharapkan siswa mampu berpikir secara otonom, yaitu: memiliki kemampuan memahami persoalan, kemampuan menerapkan konsep, kemampuan menghubungkan persoalan dengan formula yang mungkin akan digunakan, dan keterampilan menggunakan matematika sebagai alat untuk menarik kesimpulan atas fenomena yang dihadapi. Hasil angket penilaian diri terdapat 73% siswa mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik walaupun diperlukan dorongan guru untuk membangkitkan kepercayaan akan kemampuan dirinya. Implikasinya diperoleh ketercapaian ulangan harian 64,15% dan 70% siswa kelas VIIIB MTs Al Fatah Banjarnegara tuntas belajar. Melalui model siklus belajar dengan pendekatan metakonitif menghasilkan keseimbangan dalam aktivitas belajar aspek kognitif (69), afektif (74) dan psikomotorik (76). Artinya siswa cukup mampu menganalisa argumen dan memberikan penjelasan berdasarkan persepsi yang benar dan rasional. Selain itu siswa juga memiliki sikap dan keterampilan yang baik dalam melakukan proses pembelajaran dan penyelidikan percobaan tekanan pada zat padat.
PENGGUNAAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI KETERAMPILAN HOTS SISWA SMP NEGERI SIAK MULIAWARNI MULIAWARNI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1166

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning melalui keterampilan HOTS (Higher Order Thinking Skill ) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Masalah yang akan dipecahkan pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Siak, hal ini disebabkan siswa bersifat pasif dan bosan dalam pembelajaran. Melalui model pembelajaran discovery learning ini diharapkan siswa dapat menemukan suatu konsep dari pembelajarannya dengan menerapkan keterampilan berfikir tingkat tinggi, logis, inovatif, aktif dan kreatif , dari keterampilan HOTS ini diharapkan siswa mampu memecahkan masalah pembelajaran dan mencari solusi pemecahan masalah serta mampu menemukan konsep dalam pembelajarannya Dari penelitian ini dapat menjadi solusi permasalahan rendahnya hasil belajar IPA me keterampilan HOTS. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan , yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus , pada siklus I tingkat ketuntasan siswa 65.63 % dan pada siklus II ketuntasan sudah mencapai 87.50 %. Selisih ketuntasan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 21.87 % . Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan Discovery Learning melalui keterampilan HOTS dapat meningkatkan persentase ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Siak.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI POWER POINT BERBASIS ZOOM MEETING DI MASA PANDEMI COVID-19 ENY KUSUMAWATI
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1167

Abstract

This research is classroom action research (CAR) by applying a zoom meeting-based power point media learning model to improve mathematics learning outcomes. Power point is a learning media that can be used in learning that utilizes zoom meetings in carrying out an activity or understanding the concept of learning. The problem to be solved in improving mathematics learning outcomes for grade 6 MI Alhidayatul Islamiah, South Jakarta. This study consisted of two cycles, in each cycle consisting of four stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. This study involved 19 students consisting of 9 female students and 10 male students. In the pre-cycle process, the percentage of learning completeness is 52.63%, then after the first cycle of learning using power point media through zoom meeting there is an increase in the percentage of learning completeness to 68.42%. In cycle 2 managed to achieve the percentage of learning completeness 89.47%. The results showed that there was an increase in student learning outcomes with the application of power point media through zoom meetings. Thus, the results of the study show that the application of power point media based on the zoom meeting model can improve mathematics learning outcomes for grade 6 students at MI Alhidayatul Islamiyah, South Jakarta. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran media power point berbasis zoom meeting untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Power point adalah media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang memanfaatkan zoom meeting dalam melaksanakan suatu kegiatan atau memahami konsep pembelajaran. Masalah yang akan dipecahkan dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas 6 MI Alhidayatul Islamiyah Jakarta Selatan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini melibatkan 19 orang peserta didik yang terdiri dari 9 peserta didik perempuan dan 10 peserta didik laki-laki. Pada proses prasiklus, persentase ketuntasan belajar sebesar 52,63 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus 1 dengan menggunakan media power point melalui zoom meeting ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 68,42 %. Pada siklus 2 berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar 89,47 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pesrta didik dengan diterapkannya media power point melalui zoom meeting. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan penerapan media power point berbasis zoom meeting model dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 6 MI Alhidayatul Islamiyah Jakarta Selatan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM DAN WHATSAPP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SMAN 1 WOLOWAE MOSES RIKU
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1197

Abstract

To improve student learning outcomes in Chemistry subjects at SMA Negeri 1 Wolowae for the 2020/2021 academic year, research was conducted to identify online learning using Google Classroom and WhatsApp media. The research was conducted using the Classroom Action Research method which was carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were students of class X IPA SMA Negeri 1 Wolowae in the academic year 2020/2021 as many as 24 people consisting of 6 boys and 18 girls. The test results obtained in online learning using Google Classroom and WhatsApp media are the data collection techniques in this study. Based on the results of the study, it was found that online learning using Google Classroom and WhatsApp media in class X IPA students of SMA Negeri 1 Wolowae in the 2020/2021 academic year on Atomic Theory material experienced an increase. The results showed that student learning outcomes in online learning using Google Classroom and WhatsApp media increased from 70.83% in the first cycle to 87.50% in the second cycle. This shows that the learning outcomes of class X science students at SMA Negeri 1 Wolowae for the academic year 2020/2021 in Chemistry subjects with Atomic Theory material increased by 16.67%. Based on the results of the study, it can be concluded that online learning using Google Classroom and WhatsApp media can improve chemistry learning outcomes in class X science students at SMA Negeri 1 Wolowae in the 2020/2021 academic year. Online learning using Google Classroom and WhatsApp media can be a solution and alternative in implementing the learning process during the Covid-19 pandemic. ABSTRAKUntuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata pelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 maka dilakukan penelitian guna mengidentifikasi pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp. Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 sebanyak 24 orang terdiri dari 6 orang laki- laki dan 18 orang perempuan. Hasil tes yang diperoleh pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021 pada materi Teori Atom mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp terjadi peningkatan dari 70,83% pada siklus pertama menjadi 87,50% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae tahun pelajaran 2020/2021 pada mata pelajaran Kimia dengan materi Teori Atom meningkat sebesar 16,67%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat meningkatkan hasil belajar Kimia pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Wolowae Tahun Pelajaran 2020/2021. Pembelajaran daring menggunakan media Google Classroom dan WhatsApp dapat menjadi solusi dan aternatif dalam pelaksanaan proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA VINA LUSIANA
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1198

Abstract

This research aims to increase students' motivation and learning outcomes by applying the Problem Based Learning. Where this model will create learning that is not rigid and full of cooperation between students, builds students' creative thinking in solving real problems given and trains students' readiness in understanding the material provided by the teacher. Problem Based Learning or problem-based learning is a teaching model characterized by real problems as a context for students to learn critical thinking and problem-solving skills and gain knowledge. This research was carried out in class X IPA3 of SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang and the time of the study followed the schedule for learning Mathematics with specialization in Science according to the class and schedule that researchers usually carried out when teaching at SMA Islam Nurul Fikri Boarding. The implementation of this classroom action research is carried out in 2 cycles, each cycle through four stages, namely, the planning stage, the implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. After going through these stages, data related to the purpose of this study were obtained, namely to increase student motivation and learning outcomes. Based on the results of research on student learning motivation, information was obtained from questionnaire data on student learning motivation during the second cycle of action, it can be seen that student learning motivation increased from cycle I, where the comparison of the percentage results from the range of 20% to 49% to 80% to 100%, for the data on the average score of student learning motivation in the first cycle of 44 or about 55% increased to 68 or about 86% in the second cycle, the data on the average increase in student learning motivation during the implementation of the second cycle of action with the application of problem based learning was 31 %. Meanwhile, from student learning outcomes during the implementation of the cycle experienced a very significant increase from 47% to 83%. Thus it can be said that the application of Problem Based Learning can increase learning motivation and student learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dimana model ini akan menciptakan pembelajaran yang tidak kaku dan penuh kerjasama antar siswa, membangun berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah nyata yang diberikan serta melatih kesiapan siswa dalam memahami materi yang diberikan oleh guru. Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan. Penelitian ini dilaksanakan dikelas X IPA3 SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang dan waktu penelitian mengikuti jadwal pembelajaran Matematika Peminatan IPA sesuai dengan kelas dan jadwal yang biasa peneliti laksanakan ketika mengajar di SMA Islam Nurul Fikri Boarding. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Setelah melalui tahapan-tahapan tersebut maka diperoleh data-data yang berkaitan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap motivasi belajar siswa diperoleh informasi dari data angket motivasi belajar siswa saat dilakukannya tindakan siklus II dapat lihat bahwa motivasi belajar siswa meningkat dari siklus I, dimana perbandingan hasil persentasenya dari rentang 20% hingga 49% menjadi 80% hingga 100%, untuk data rata-rata skor motivasi belajar siswa di siklus I sebesar 44 atau sekitar 55% meningkat menjadi 68 atau sekitar 86% pada siklus II, data peningkatan rata-rata motivasi belajar siswa selama pelaksanaan tindakan siklus II dengan penerapan model pembelajaran problem based learning sebesar 31%. Sedangkan dari hasil belajar siswa selama pelaksanaan siklus mengalami peningkaran yang sangat signifikan dari 47% menjadi 83%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
TOSERBA RATU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI POLINOMIAL NORKHAMID NORKHAMID
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v2i2.1199

Abstract

The reason for choosing the title is because of the low self-confidence and mathematics learning outcomes of class XI MIPA 3 students. The purpose of this study was to increase self-confidence and mathematics learning outcomes in polynomial material for students of class XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Mayong even Semester Academic Year 2017/2018 and to determine the magnitude of the increase in self-confidence and learning outcomes. This study took a sample of 38 students of class XI MIPA 3 in the even semester of SMA Negeri 1 Mayong in the academic year 2017/2018, consisting of 12 boys and 26 girls. The method used was Classroom Action Research consisting of 2 cycles, the data analysis used was comparative descriptive analysis by comparing data between cycles. The results of this study are the learning model "TOSERBA RATU" can increase self-confidence and mathematics learning outcomes on polynomial material for students of class XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Mayong even semester of the 2017/2018 school year and there is an increase in self-confidence based on a questionnaire of 23 , 68% from 47.37% before cycle I to 71.05% after cycle II, and based on observation increased by 26.32%, namely in cycle I 44.74% to 71.05% in cycle II and an increase in mathematics learning outcomes amounted to 21.05%, namely in cycle I which completed 65.79% of students became 86.84% in cycle II after applying the learning model "TOSERBA RATU" on polynomial material for class XI MIPA 3 students of SMA Negeri 1 Mayong even semester of the year 2017/2018 lessons. ABSTRAKAlasan pemilihan judul tersebut karena rasa percaya diri dan hasil belajar matematika peserta didik kelas XI MIPA 3 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri  dan hasil belajar matematika pada materi polinomial bagi peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Mayong Semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018 dan untuk mengetahui besarnya peningkatan rasa percaya diri dan hasil belajar tersebut. Penelitian ini mengambil sampel peserta didik kelas XI MIPA 3 Semester genap SMA Negeri 1 Mayong tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 38 orang terdiri dari 12 laki-laki dan 26 perempuan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari 2 siklus, analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan data antar siklus. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran “TOSERBA RATU” dapat meningkatkan rasa percaya diri dan hasil belajar matematika pada materi polinomial    bagi peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Mayong semester genap tahun pelajaran 2017/2018 dan terjadi peningkatan rasa percaya diri berdasarkan angket sebesar 23,68% dari 47,37% sebelum siklus I menjadi 71,05% sesudah siklus II, dan berdasarkan pengamatan meningkat  sebesar 26,32% yaitu pada siklus I 44,74 % menjadi 71,05% pada siklus II serta peningkatan hasil belajar matematika sebesar 21,05% yaitu pada siklus I yang tuntas 65,79 % peserta didik menjadi 86,84% pada siklus II setelah menerapkan model pembelajaran “TOSERBA RATU” pada materi polinomial   bagi peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Mayong semester genap tahun pelajaran 2017/2018.

Page 1 of 2 | Total Record : 14