cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DI LEMBAH BUKIT BARISAN DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE Makuta, Indriani; Baruadi, Moh. Karmin; Didipu, Herman
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4927

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the relationship between literature and the environment. Literary works become mouthpieces to voice environmental issues. Tere Liye's novel Amelia was used as the object of research because it significantly depicts the exploitation of natural resources in the Bukit Barisan Valley. The approach used is literary ecology. This study aims to explore the representation of natural resource exploitation in the Bukit Barisan Valley in Tere Liye's Amelia novel through the perspective of literary ecology. Qualitative analysis methods with a descriptive approach are applied to identify and interpret various forms of exploitation presented in the novel's story, such as deforestation, logging, rattan and bamboo utilization, coffee cultivation, and wild mushroom collection. The results show that Amelia's book reflects the complexity of interactions between local communities and their natural environment, where utilizing natural resources for daily and economic needs can potentially cause ecological impacts. This representation not only highlights exploitation activities but also shows an increase in environmental awareness in the narrative. This study concludes that literature, especially popular novels, can significantly reflect ecological issues and increase a deeper understanding of the interaction between humans and nature. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan antara sastra dan lingkungan. Karya sastra menjadi corong untuk menyuarakan isu-isu lingkungan. Novel Amelia karya Tere Liye dijadikan objek penelitian karena secara signifikan menggambarkan tindak eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan. Pendekatan yang digunakan adalah ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan dalam novel Amelia karya Tere Liye melalui sudut pandang ekologi sastra. Metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif diterapkan untuk mengidentifikasi serta menginterpretasikan beragam bentuk eksploitasi yang dihadirkan dalam cerita novel, seperti penebangan hutan, pengambilan kayu, pemanfaatan rotan dan bambu, budidaya kopi, serta pengumpulan jamur liar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Amelia mencerminkan kompleksitas interaksi antara masyarakat lokal dan lingkungan alam mereka, di mana praktik pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan sehari-hari dan ekonomi berpotensi menimbulkan dampak ekologis. Representasi ini tidak hanya menyoroti aktivitas eksploitasi, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan dalam narasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra, khususnya novel populer, dapat berfungsi sebagai media yang signifikan untuk merefleksikan isu-isu lingkungan serta meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara manusia dan alam.
ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA JUDUL BERITA HARIAN KOMPAS EDISI MARET DAN APRIL 2009 Nur’aeni, Heni
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4985

Abstract

ABSTRACT In journalism, language plays an important role, especially in writing news headlines that serve as the main attraction for readers. Therefore, the choice of language style in the title becomes a crucial aspect that reflects the author's way of thinking. The purpose of this study is to identify and analyze the use of language styles in the headlines of the Kompas Daily in the March and April 2009 editions. The research method used to analyze the headlines in the Kompas daily newspaper is to use qualitative descriptive techniques with a stylistic approach to analyze the dominant types of language styles and their functions in a journalistic context. The research data consists of a collection of news headlines from the Kompas Daily in the March and April 2009 editions which were analyzed based on relevant language style categories. The use of this language style is to make the headlines more lively, more interesting, and also to make readers more interested and keen to read the capital city daily, especially the Kompas daily. The results of the analysis show that the personification and metaphor language styles are the most dominant in the Kompas Daily news headlines, which are able to make the news content more alive and enrich the reader's understanding. The language style in this newspaper is not only communicatively effective, but can also be used as a contextual and applicable source of Indonesian language learning in schools. ABSTRAK Dalam jurnalistik, bahasa memegang peran penting, terutama dalam penulisan judul berita yang berfungsi sebagai daya tarik utama bagi pembaca. Oleh karena itu, pemilihan gaya bahasa dalam judul menjadi aspek krusial yang mencerminkan cara berpikir penulis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan gaya bahasa dalam judul berita Harian Kompas edisi Maret dan April 2009. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis judul berita pada surat kabar harian kompas ini adalah dengan mnggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika untuk menganalisis jenis gaya bahasa yang dominan dan fungsinya dalam konteks jurnalistik. Data penelitian terdiri dari kumpulan judul berita dari Harian Kompas edisi Maret dan April 2009 yang dianalisis berdasarkan kategori gaya bahasa yang relevan. Penggunaan gaya bahasa ini agar judul berita lebih hidup, lebih menarik, juga agar pembaca lebih tertarik dan berminat untuk membaca harian ibukota, khususnya harian kompas. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa personifikasi dan metafora paling dominan dalam judul berita Harian Kompas, yang mampu membuat isi berita lebih hidup dan memperkaya pemahaman pembaca. Gaya bahasa dalam surat kabar ini tidak hanya efektif secara komunikatif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan aplikatif di sekolah.
PENERAPAN PEMBELAJARAN GAMIFIKASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA FIKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Agustin, M. Eko; Karsono, N.
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4986

Abstract

ABSTRACT Learning activities to train students to write fictional stories that have been carried out so far have been less successful. The methods used are not appropriate so that the results obtained are also less than good. The lecture method used has not been able to train students to develop their imagination, think creatively, and express ideas through their stories. From this condition, this study was then conducted. The purpose of this study was to improve students' understanding and ability to write fictional stories in class VI B SDN Jatirahayu VIII. Data in this study were collected through test result techniques (pretest and posttest) and observation sheets. The approach used in this research is a qualitative and quantitative approach in the form of Classroom Action Research (CAR). The application of gamification learning is carried out in two cycles. From the data obtained, it can be concluded that gamification learning can improve students' ability to write fictional stories. This can be seen from the increase in test results between pretest and posttest. The average pretest score obtained was 58. The posttest results obtained increased by 36% with an average of 90. Then from the observation results there was also a positive trend that students improved their ability to compose stories. The implementation of gamification by the teacher also went well along with the increase in observation results from Cycles 1 and 2. The elements of fictional stories in students' writing also showed an increase in both the completeness of story elements and also in terms of story content.  ABSTRAK Kegiatan pembelajaran untuk melatih siswa menulis cerita fiksi yang dilakukan selama ini kurang berhasil. Metode yang digunakan kurang tepat sehingga hasil yang didapat pun kurang baik. Metode ceramah yang dilakukan belum mampu untuk melatih siswa dalam mengembangkan imajinasinya, berpikir kreatif, dan mengungkapkan ide-ide melalui cerita mereka. Dari kondisi itulah penelitian ini kemudian dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis cerita fiksi pada siswa kelas VI B SDN Jatirahayu VIII. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui teknik hasil tes (pretest dan posttest) dan lembar observasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penerapan pembelajaran gamifikasi dilakukan dalam dua siklus. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran gamifikasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita fiksi. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil tes antara pretes dan postes. Nilai rata-rata pretes yang diperoleh adalah 58. Pada hasil postes yang didapat mengalami peningkatan sebesar 36% dengan rata-rata 90. Kemudian dari hasil observasi juga terdapat tren positif bahwa siswa meningkat kemampuannya dalam menyusun cerita. Penerapan gamifikasi oleh guru pun berjalan dengan baik seiring peningkatan hasil observasi dari Siklus 1 dan 2. Unsur-unsur cerita fiksi pada hasil tulisan siswa pun menunjukkan peningkatan baik dari kelengkapan unsur cerita maupun juga dari segi isi cerita.  
REGISTER BAHASA KOMUNIKASI PETANI PEJAWARAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Prasanty, Arum Berliana; Kuntoro, Kuntoro
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4987

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the form, context, and function of language registers in farmer communication in the Pejawaran community, Banjarnegara Regency. This study uses a qualitative descriptive approach with the type of ethnographic research to understand the linguistic practices of the community in daily life. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and recording techniques on the oral speech of farmers in the community. The results of the study showed that farmers in Pejawaran use various forms of registers that vary depending on the social context. The form of the word class of the Pejawaran farmer profession register was found in the form of a noun word class, a verb word class, an adverbial word class, and an adjective word class. The registers used not only show lexical variations, but also reflect social identities, relationships between actors, and upheld local cultural values. This phenomenon reinforces that language functions not only as a means of communication, but also as a symbol of identity and social cohesion. These findings are expected to contribute to the development of sociolinguistic studies as well as the preservation of regional languages and cultures. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, konteks, dan fungsi register bahasa dalam komunikasi petani di masyarakat Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tipe penelitian etnografi untuk memahami praktik kebahasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta teknik rekam dan catat terhadap tuturan lisan petani di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Pejawaran menggunakan berbagai bentuk register yang berbeda-beda tergantung pada konteks sosial. Bentuk  kelas  kata register profesi petani daerah Pejawaran  ditemukan berupa   kelas   kata   nomina, kelas kata verba, kelas kata adverbial, dan kelas kata adjektiva. Register yang digunakan tidak hanya menunjukkan variasi leksikal, tetapi juga mencerminkan identitas sosial, hubungan antarpelaku, serta nilai-nilai budaya lokal yang dijunjung tinggi. Fenomena ini menguatkan bahwa bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kohesi sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiolinguistik serta pelestarian bahasa dan budaya daerah.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM PENDEK GRUSAH-GRUSUH Wahyudi, Ahmad Rizky
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.5000

Abstract

ABSTRACT The short film Grusah-Grusuh presents various social interactions rich in implied meanings, making the analysis of illocutionary speech acts essential to understanding the intent and function of the communication that takes place within it. This study aims to examine the forms and functions of illocutionary acts in the Javanese-language short film Grusah-Grusuh. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing observation and note-taking methods to collect utterances from the characters. The data were analyzed using a pragmatic identity method based on Searle’s classification of illocutionary types and Leech’s functional framework. The findings reveal five types of illocutionary acts: representative, directive, commissive, expressive, and declarative. Representative acts dominate with 53%, followed by directives (27%), while commissive, expressive, and declarative acts each account for 3%, 9%, and 9%, respectively. In terms of function, collaborative acts are the most prevalent (64%), followed by competitive (23%) and convivial (13%) functions. These results indicate that communication in Grusah-Grusuh reflects Javanese cultural values prioritizing information clarity, social harmony, and politeness. The study concludes that analyzing illocutionary acts in local short films enriches contextual pragmatic studies and supports cultural preservation through audiovisual media. The implications of this research are expected to broaden understanding of the interrelationship between linguistic practices, cultural values, and social dynamics in Javanese communication. ABSTRAK Film pendek Grusah-Grusuh menyajikan beragam interaksi sosial yang kaya akan makna tersirat, sehingga analisis tindak tutur ilokusi sangat penting untuk memahami maksud dan fungsi komunikasi yang terjadi di dalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film pendek berbahasa Jawa berjudul Grusah-Grusuh. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan menggunakan metode observasi dan pencatatan untuk mengumpulkan ujaran-ujaran dari para karakter. Data dianalisis dengan menggunakan metode identitas pragmatis berdasarkan klasifikasi tipe ilokusi Searle dan kerangka kerja fungsional Leech. Temuan penelitian mengungkapkan lima jenis tindak tutur ilokusi: representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak representatif mendominasi dengan 53%, diikuti oleh tindak direktif (27%), sementara tindak komisif, ekspresif, dan deklaratif masing-masing menyumbang 3%, 9%, dan 9%. Dari segi fungsi, tindak kolaboratif adalah yang paling banyak ditemukan (64%), diikuti oleh fungsi kompetitif (23%) dan konvivial (13%). Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam Grusah-Grusuh mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa yang mengutamakan kejelasan informasi, keharmonisan sosial, dan kesantunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menganalisis tindak tutur ilokusi dalam film pendek lokal memperkaya kajian pragmatik kontekstual dan mendukung pelestarian budaya melalui media audiovisual. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang keterkaitan antara praktik-praktik kebahasaan, nilai-nilai budaya, dan dinamika sosial dalam komunikasi masyarakat Jawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5