cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 155 Documents
ANALISIS PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI “TAK SEPADAN” KARYA CHAIRIL ANWAR Lentauly Aritonang
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9297

Abstract

The expressive approach views literary works as direct reflections of the author’s inner experiences, emotions, and personality. This article aims to analyze the poem “Tak Sepadan” by Chairil Anwar using an expressive approach in order to reveal the relationship between the poet’s life experiences and the meaning of the poem. This study employs a descriptive qualitative method with content analysis techniques. The research data consist of the text of the poem “Tak Sepadan”, which is analyzed through intensive and repeated readings to identify expressive elements such as diction, metaphor, imagery, and symbols that represent the emotions of the lyrical “I.” The results of the analysis indicate that the poem “Tak Sepadan” reflects an experience of unrequited love as well as the poet’s awareness of the unequal position between himself and the beloved figure. The dominant emotions expressed include sadness, despair, alienation, and resignation, which are conveyed through metaphors of blind walls, fire, and self-destruction. These elements demonstrate a close connection between Chairil Anwar’s psychological condition and the poetic expression presented in the poem. Therefore, the expressive approach is proven to be relevant and effective in uncovering the meaning of the poem as an authentic representation of the poet’s inner struggle within the context of modern Indonesian literature. ABSTRAK Pendekatan ekspresif memandang karya sastra sebagai cerminan langsung dari pengalaman batin, emosi, dan kepribadian pengarang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Tak Sepadan” karya Chairil Anwar dengan menggunakan pendekatan ekspresif guna mengungkap keterkaitan antara pengalaman hidup penyair dan makna puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa teks puisi “Tak Sepadan” yang dianalisis melalui pembacaan intensif dan berulang untuk mengidentifikasi unsur-unsur ekspresif seperti diksi, metafora, citraan, dan simbol yang merepresentasikan emosi aku lirik. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi “Tak Sepadan” merefleksikan pengalaman cinta yang tidak berbalas serta kesadaran penyair akan ketidaksejajaran posisi antara dirinya dan sosok yang dicintai. Emosi dominan yang muncul meliputi kesedihan, keputusasaan, keterasingan, dan kepasrahan, yang diekspresikan melalui metafora dinding buta, api, dan kehancuran diri. Unsur-unsur tersebut menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi psikologis Chairil Anwar dengan ekspresi puitik yang dihadirkan dalam puisi. Dengan demikian, pendekatan ekspresif terbukti relevan dan efektif dalam mengungkap makna puisi sebagai representasi autentik pergulatan batin penyair dalam khazanah sastra Indonesia modern.
ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM NOVEL “MATAHARI“ KARYA TERE LIYE Sari Juita Hasibuan
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9298

Abstract

This study aims to analyze the structural elements of the novel Matahari by Tere Liye using a structural approach. The structural approach is employed to examine literary works based on their intrinsic elements without involving extrinsic factors. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data source of this study is the novel Matahari by Tere Liye, while the research data consist of textual quotations containing structural elements such as theme, plot, characters and characterization, setting, point of view, and moral values. Data were collected through close reading and note-taking techniques, and the data analysis was conducted using content analysis. The results show that the novel Matahari is constructed by intrinsic elements that are interrelated and form a coherent and unified narrative structure. The main theme of the novel is struggle and sacrifice in confronting power and injustice, supported by themes of friendship, courage, and responsibility. The plot is organized chronologically with a progressive and dynamic structure. The characterization is presented consistently, with significant development of the main character, while the imaginative parallel-world setting plays an important role in supporting the conflict and atmosphere of the story. The first-person point of view creates emotional closeness between the character and the reader, while moral values are conveyed implicitly through the characters’ actions and conflicts. Therefore, the structural approach is proven to be effective in revealing the unity and meaning of the novel Matahari by Tere Liye comprehensively. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pembangun novel Matahari karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan struktural digunakan untuk mengkaji karya sastra berdasarkan unsur-unsur intrinsiknya tanpa melibatkan faktor di luar teks. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Matahari karya Tere Liye, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung unsur-unsur struktural, seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, serta amanat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Matahari dibangun oleh unsur-unsur intrinsik yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan cerita yang utuh. Tema utama novel ini adalah perjuangan dan pengorbanan dalam menghadapi kekuasaan dan ketidakadilan yang diperkuat oleh tema persahabatan, keberanian, dan tanggung jawab. Alur cerita disusun secara maju dengan struktur yang runtut dan dinamis. Penokohan ditampilkan secara konsisten dengan perkembangan karakter tokoh utama yang signifikan, sedangkan latar dunia paralel yang imajinatif berperan penting dalam mendukung konflik dan suasana cerita. Sudut pandang orang pertama memberikan kedekatan emosional antara tokoh dan pembaca, sementara amanat disampaikan secara implisit melalui tindakan dan konflik tokoh. Dengan demikian, pendekatan struktural terbukti efektif untuk memahami keutuhan dan makna novel Matahari karya Tere Liye secara menyeluruh.
ANALISIS CITRA PEREMPUAN DAN IDEOLOGI PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Nurianti Siagian; Monalisa Frince Sianturi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9304

Abstract

The novel Perempuan Berkalung Sorban by Abidah El Khalieqy presents a complex portrayal of women’s lives in an Islamic boarding school environment that is strongly influenced by patriarchal ideology. This article aims to analyze the image of women and the forms of patriarchal ideology represented through the female characters in the novel, particularly the character Annisa. This study employs a descriptive qualitative method using a feminist literary criticism approach. The data were obtained through an intensive reading of the novel and collected in the form of relevant quotations, which were then classified according to the focus of the analysis. The findings show that the image of women in the novel is depicted as oppressed, obedient, and restricted in their freedom; however, at the same time, women are also portrayed as developing into critical, progressive individuals who dare to resist injustice. Patriarchal ideology is represented through power relations within the family, forced marriage practices, restrictions on women’s education, verbal and physical violence, as well as the use of gender-biased religious interpretations. The novel not only reflects the reality of gender inequality but also serves as a medium of social criticism against patriarchal structures and highlights women’s struggles to gain freedom and equality. ABSTRAK Novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menghadirkan gambaran kompleks mengenai kehidupan perempuan dalam lingkungan pesantren yang masih kuat dipengaruhi oleh ideologi patriarki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis citra perempuan serta bentuk-bentuk ideologi patriarki yang direpresentasikan melalui tokoh-tokoh perempuan dalam novel tersebut, khususnya tokoh Annisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data diperoleh melalui pembacaan intensif terhadap teks novel, kemudian dikumpulkan dalam bentuk kutipan-kutipan yang relevan dan diklasifikasikan sesuai fokus kajian. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra perempuan dalam novel digambarkan sebagai sosok yang tertindas, patuh, dan dibatasi ruang geraknya, namun pada saat yang sama juga berkembang menjadi pribadi yang kritis, progresif, serta berani melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ideologi patriarki ditampilkan melalui relasi kuasa dalam keluarga, praktik perkawinan paksa, pembatasan pendidikan perempuan, kekerasan verbal maupun fisik, serta penggunaan tafsir agama yang bias gender. Novel ini tidak hanya menggambarkan realitas ketimpangan gender, tetapi juga menjadi media kritik sosial terhadap struktur patriarki dan bentuk perjuangan perempuan dalam memperoleh kebebasan serta kesetaraan.
KAJIAN PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI HATIKU SELEMBAR DAUN KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO SEBAGAI REPRESENTASI DINAMIKA DAN KEBIMBANGAN CINTA Try Vya Sipayung
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9308

Abstract

This study aims to examine the meaning of love uncertainty in the poem “Hatiku Selembar Daun” by Sapardi Djoko Damono using an expressive approach. This approach is employed to interpret poetry as a representation of the poet’s inner experiences and emotional conditions manifested through linguistic structures and poetic symbols. The research adopts a descriptive qualitative method, with the poem “Hatiku Selembar Daun” serving as the primary data source. The data consist of poetic lines, diction, imagery, and symbolic elements that reflect the emotional expressions of the lyrical subject. Data were collected through library research and close reading techniques, while data analysis was conducted through intensive reading, classification of expressive elements, and interpretative analysis based on expressive theory. The findings indicate that the uncertainty of love is represented through the symbol of “a leaf,” which signifies emotional fragility, resignation, and the absence of control over feelings. The use of simple language and a calm yet melancholic atmosphere reveals the poet’s internal emotional conflict expressed implicitly. Therefore, the poem can be understood as a symbolic reflection of the poet’s emotional experience in confronting the uncertainty of love. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebimbangan cinta dalam puisi “Hatiku Selembar Daun” karya Sapardi Djoko Damono melalui pendekatan ekspresif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami puisi sebagai representasi pengalaman batin dan kondisi emosional penyair yang tercermin dalam struktur bahasa dan simbol puitik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks puisi “Hatiku Selembar Daun”. Data penelitian meliputi larik-larik puisi, pilihan diksi, citraan, serta simbol-simbol yang merepresentasikan ekspresi emosional aku lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui pembacaan intensif, pengelompokan unsur ekspresif, dan penafsiran makna berdasarkan teori pendekatan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebimbangan cinta direpresentasikan melalui simbol “selembar daun” yang menggambarkan kondisi perasaan yang rapuh, pasrah, dan tidak memiliki kendali terhadap arah perasaan. Kesederhanaan bahasa serta suasana yang tenang dan melankolis memperlihatkan konflik batin aku lirik yang bersifat internal dan diungkapkan secara implisit. Dengan demikian, puisi ini merefleksikan pengalaman emosional penyair dalam menghadapi ketidakpastian cinta melalui ungkapan simbolik yang halus dan kontemplatif.
KRITIK SOSIAL DALAM LAGU “NEGARA LUCU” PERSPEKTIF WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Yanwar Samsul Akmal; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.11199

Abstract

ABSTRACT The research gap in critical discourse analysis studies of song lyrics in Indonesia indicates that there are still limited studies specifically examining satirical songs as a form of social criticism using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis model in an integrated manner, particularly those that connect textual structure, social cognition, and social context.. This study aims to analyze the social criticism contained in the song Negara Lucu using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis approach. The method used is descriptive qualitative with textual analysis. The data consist of the lyrics of the song Negara Lucu, which are analyzed through three dimensions, namely textual structure, social cognition, and social context. The findings show that the song contains criticism of low literacy culture, unproductive behavior, social image culture, and economic issues in society. At the textual structure level, criticism is conveyed through theme, text organization, and the use of satire and metaphor. At the level of social cognition, the lyrics reflect the songwriter’s ideology regarding the importance of productivity and independence. Meanwhile, the social context shows that the song represents modern societal conditions influenced by cultural change and economic pressure. In conclusion, the song Negara Lucu functions as a medium of social criticism that reflects social reality and ideological perspectives within society. ABSTRAK Kesenjangan penelitian dalam kajian analisis wacana kritis terhadap lirik lagu di Indonesia menunjukkan masih terbatasnya studi yang mengkaji lagu bernuansa satir sebagai bentuk kritik sosial menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk secara terpadu, khususnya yang menghubungkan struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dalam lagu Negara Lucu menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Van Dijk. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis teks. Data penelitian berupa lirik lagu Negara Lucu yang dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu tersebut mengandung kritik terhadap rendahnya budaya literasi, perilaku kurang produktif, budaya pencitraan sosial, serta persoalan ekonomi masyarakat. Dari struktur teks, kritik disampaikan melalui tema, susunan pesan, serta penggunaan sindiran dan metafora. Pada aspek kognisi sosial, lirik mencerminkan ideologi pencipta terkait pentingnya produktivitas dan kemandirian. Sementara itu, konteks sosial menunjukkan bahwa lagu merepresentasikan kondisi masyarakat modern yang dipengaruhi perubahan budaya dan tekanan ekonomi. Kesimpulannya, lagu Negara Lucu berfungsi sebagai media kritik sosial yang merefleksikan realitas dan ideologi masyarakat.