cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
ANALISIS PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI “TAK SEPADAN” KARYA CHAIRIL ANWAR Lentauly Aritonang
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9297

Abstract

The expressive approach views literary works as direct reflections of the author’s inner experiences, emotions, and personality. This article aims to analyze the poem “Tak Sepadan” by Chairil Anwar using an expressive approach in order to reveal the relationship between the poet’s life experiences and the meaning of the poem. This study employs a descriptive qualitative method with content analysis techniques. The research data consist of the text of the poem “Tak Sepadan”, which is analyzed through intensive and repeated readings to identify expressive elements such as diction, metaphor, imagery, and symbols that represent the emotions of the lyrical “I.” The results of the analysis indicate that the poem “Tak Sepadan” reflects an experience of unrequited love as well as the poet’s awareness of the unequal position between himself and the beloved figure. The dominant emotions expressed include sadness, despair, alienation, and resignation, which are conveyed through metaphors of blind walls, fire, and self-destruction. These elements demonstrate a close connection between Chairil Anwar’s psychological condition and the poetic expression presented in the poem. Therefore, the expressive approach is proven to be relevant and effective in uncovering the meaning of the poem as an authentic representation of the poet’s inner struggle within the context of modern Indonesian literature. ABSTRAK Pendekatan ekspresif memandang karya sastra sebagai cerminan langsung dari pengalaman batin, emosi, dan kepribadian pengarang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Tak Sepadan” karya Chairil Anwar dengan menggunakan pendekatan ekspresif guna mengungkap keterkaitan antara pengalaman hidup penyair dan makna puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa teks puisi “Tak Sepadan” yang dianalisis melalui pembacaan intensif dan berulang untuk mengidentifikasi unsur-unsur ekspresif seperti diksi, metafora, citraan, dan simbol yang merepresentasikan emosi aku lirik. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi “Tak Sepadan” merefleksikan pengalaman cinta yang tidak berbalas serta kesadaran penyair akan ketidaksejajaran posisi antara dirinya dan sosok yang dicintai. Emosi dominan yang muncul meliputi kesedihan, keputusasaan, keterasingan, dan kepasrahan, yang diekspresikan melalui metafora dinding buta, api, dan kehancuran diri. Unsur-unsur tersebut menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi psikologis Chairil Anwar dengan ekspresi puitik yang dihadirkan dalam puisi. Dengan demikian, pendekatan ekspresif terbukti relevan dan efektif dalam mengungkap makna puisi sebagai representasi autentik pergulatan batin penyair dalam khazanah sastra Indonesia modern.
ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM NOVEL “MATAHARI“ KARYA TERE LIYE Sari Juita Hasibuan
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9298

Abstract

This study aims to analyze the structural elements of the novel Matahari by Tere Liye using a structural approach. The structural approach is employed to examine literary works based on their intrinsic elements without involving extrinsic factors. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data source of this study is the novel Matahari by Tere Liye, while the research data consist of textual quotations containing structural elements such as theme, plot, characters and characterization, setting, point of view, and moral values. Data were collected through close reading and note-taking techniques, and the data analysis was conducted using content analysis. The results show that the novel Matahari is constructed by intrinsic elements that are interrelated and form a coherent and unified narrative structure. The main theme of the novel is struggle and sacrifice in confronting power and injustice, supported by themes of friendship, courage, and responsibility. The plot is organized chronologically with a progressive and dynamic structure. The characterization is presented consistently, with significant development of the main character, while the imaginative parallel-world setting plays an important role in supporting the conflict and atmosphere of the story. The first-person point of view creates emotional closeness between the character and the reader, while moral values are conveyed implicitly through the characters’ actions and conflicts. Therefore, the structural approach is proven to be effective in revealing the unity and meaning of the novel Matahari by Tere Liye comprehensively. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pembangun novel Matahari karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan struktural digunakan untuk mengkaji karya sastra berdasarkan unsur-unsur intrinsiknya tanpa melibatkan faktor di luar teks. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Matahari karya Tere Liye, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung unsur-unsur struktural, seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, serta amanat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Matahari dibangun oleh unsur-unsur intrinsik yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan cerita yang utuh. Tema utama novel ini adalah perjuangan dan pengorbanan dalam menghadapi kekuasaan dan ketidakadilan yang diperkuat oleh tema persahabatan, keberanian, dan tanggung jawab. Alur cerita disusun secara maju dengan struktur yang runtut dan dinamis. Penokohan ditampilkan secara konsisten dengan perkembangan karakter tokoh utama yang signifikan, sedangkan latar dunia paralel yang imajinatif berperan penting dalam mendukung konflik dan suasana cerita. Sudut pandang orang pertama memberikan kedekatan emosional antara tokoh dan pembaca, sementara amanat disampaikan secara implisit melalui tindakan dan konflik tokoh. Dengan demikian, pendekatan struktural terbukti efektif untuk memahami keutuhan dan makna novel Matahari karya Tere Liye secara menyeluruh.
ANALISIS CITRA PEREMPUAN DAN IDEOLOGI PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Nurianti Siagian; Monalisa Frince Sianturi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9304

Abstract

The novel Perempuan Berkalung Sorban by Abidah El Khalieqy presents a complex portrayal of women’s lives in an Islamic boarding school environment that is strongly influenced by patriarchal ideology. This article aims to analyze the image of women and the forms of patriarchal ideology represented through the female characters in the novel, particularly the character Annisa. This study employs a descriptive qualitative method using a feminist literary criticism approach. The data were obtained through an intensive reading of the novel and collected in the form of relevant quotations, which were then classified according to the focus of the analysis. The findings show that the image of women in the novel is depicted as oppressed, obedient, and restricted in their freedom; however, at the same time, women are also portrayed as developing into critical, progressive individuals who dare to resist injustice. Patriarchal ideology is represented through power relations within the family, forced marriage practices, restrictions on women’s education, verbal and physical violence, as well as the use of gender-biased religious interpretations. The novel not only reflects the reality of gender inequality but also serves as a medium of social criticism against patriarchal structures and highlights women’s struggles to gain freedom and equality. ABSTRAK Novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menghadirkan gambaran kompleks mengenai kehidupan perempuan dalam lingkungan pesantren yang masih kuat dipengaruhi oleh ideologi patriarki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis citra perempuan serta bentuk-bentuk ideologi patriarki yang direpresentasikan melalui tokoh-tokoh perempuan dalam novel tersebut, khususnya tokoh Annisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data diperoleh melalui pembacaan intensif terhadap teks novel, kemudian dikumpulkan dalam bentuk kutipan-kutipan yang relevan dan diklasifikasikan sesuai fokus kajian. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra perempuan dalam novel digambarkan sebagai sosok yang tertindas, patuh, dan dibatasi ruang geraknya, namun pada saat yang sama juga berkembang menjadi pribadi yang kritis, progresif, serta berani melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ideologi patriarki ditampilkan melalui relasi kuasa dalam keluarga, praktik perkawinan paksa, pembatasan pendidikan perempuan, kekerasan verbal maupun fisik, serta penggunaan tafsir agama yang bias gender. Novel ini tidak hanya menggambarkan realitas ketimpangan gender, tetapi juga menjadi media kritik sosial terhadap struktur patriarki dan bentuk perjuangan perempuan dalam memperoleh kebebasan serta kesetaraan.
KAJIAN PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI HATIKU SELEMBAR DAUN KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO SEBAGAI REPRESENTASI DINAMIKA DAN KEBIMBANGAN CINTA Try Vya Sipayung
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9308

Abstract

This study aims to examine the meaning of love uncertainty in the poem “Hatiku Selembar Daun” by Sapardi Djoko Damono using an expressive approach. This approach is employed to interpret poetry as a representation of the poet’s inner experiences and emotional conditions manifested through linguistic structures and poetic symbols. The research adopts a descriptive qualitative method, with the poem “Hatiku Selembar Daun” serving as the primary data source. The data consist of poetic lines, diction, imagery, and symbolic elements that reflect the emotional expressions of the lyrical subject. Data were collected through library research and close reading techniques, while data analysis was conducted through intensive reading, classification of expressive elements, and interpretative analysis based on expressive theory. The findings indicate that the uncertainty of love is represented through the symbol of “a leaf,” which signifies emotional fragility, resignation, and the absence of control over feelings. The use of simple language and a calm yet melancholic atmosphere reveals the poet’s internal emotional conflict expressed implicitly. Therefore, the poem can be understood as a symbolic reflection of the poet’s emotional experience in confronting the uncertainty of love. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebimbangan cinta dalam puisi “Hatiku Selembar Daun” karya Sapardi Djoko Damono melalui pendekatan ekspresif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami puisi sebagai representasi pengalaman batin dan kondisi emosional penyair yang tercermin dalam struktur bahasa dan simbol puitik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks puisi “Hatiku Selembar Daun”. Data penelitian meliputi larik-larik puisi, pilihan diksi, citraan, serta simbol-simbol yang merepresentasikan ekspresi emosional aku lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui pembacaan intensif, pengelompokan unsur ekspresif, dan penafsiran makna berdasarkan teori pendekatan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebimbangan cinta direpresentasikan melalui simbol “selembar daun” yang menggambarkan kondisi perasaan yang rapuh, pasrah, dan tidak memiliki kendali terhadap arah perasaan. Kesederhanaan bahasa serta suasana yang tenang dan melankolis memperlihatkan konflik batin aku lirik yang bersifat internal dan diungkapkan secara implisit. Dengan demikian, puisi ini merefleksikan pengalaman emosional penyair dalam menghadapi ketidakpastian cinta melalui ungkapan simbolik yang halus dan kontemplatif.
KRITIK SOSIAL DALAM LAGU “NEGARA LUCU” PERSPEKTIF WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Yanwar Samsul Akmal; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.11199

Abstract

ABSTRACT The research gap in critical discourse analysis studies of song lyrics in Indonesia indicates that there are still limited studies specifically examining satirical songs as a form of social criticism using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis model in an integrated manner, particularly those that connect textual structure, social cognition, and social context.. This study aims to analyze the social criticism contained in the song Negara Lucu using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis approach. The method used is descriptive qualitative with textual analysis. The data consist of the lyrics of the song Negara Lucu, which are analyzed through three dimensions, namely textual structure, social cognition, and social context. The findings show that the song contains criticism of low literacy culture, unproductive behavior, social image culture, and economic issues in society. At the textual structure level, criticism is conveyed through theme, text organization, and the use of satire and metaphor. At the level of social cognition, the lyrics reflect the songwriter’s ideology regarding the importance of productivity and independence. Meanwhile, the social context shows that the song represents modern societal conditions influenced by cultural change and economic pressure. In conclusion, the song Negara Lucu functions as a medium of social criticism that reflects social reality and ideological perspectives within society. ABSTRAK Kesenjangan penelitian dalam kajian analisis wacana kritis terhadap lirik lagu di Indonesia menunjukkan masih terbatasnya studi yang mengkaji lagu bernuansa satir sebagai bentuk kritik sosial menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk secara terpadu, khususnya yang menghubungkan struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dalam lagu Negara Lucu menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Van Dijk. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis teks. Data penelitian berupa lirik lagu Negara Lucu yang dianalisis melalui tiga dimensi, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu tersebut mengandung kritik terhadap rendahnya budaya literasi, perilaku kurang produktif, budaya pencitraan sosial, serta persoalan ekonomi masyarakat. Dari struktur teks, kritik disampaikan melalui tema, susunan pesan, serta penggunaan sindiran dan metafora. Pada aspek kognisi sosial, lirik mencerminkan ideologi pencipta terkait pentingnya produktivitas dan kemandirian. Sementara itu, konteks sosial menunjukkan bahwa lagu merepresentasikan kondisi masyarakat modern yang dipengaruhi perubahan budaya dan tekanan ekonomi. Kesimpulannya, lagu Negara Lucu berfungsi sebagai media kritik sosial yang merefleksikan realitas dan ideologi masyarakat.
CONTEMPORARY LINGUISTIC TRENDS AND THEIR APPLICATIONS IN ARABIC LANGUAGE TEACHING Althaf Javid H. Aziz; Dewy Sartika; Hayatun Nissa; Dika Syam El-Fathony; Fachrul Ghazi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11888

Abstract

ABSTRACT Modern linguistic schools, such as structuralism, transformational-generative linguistics, functionalism, and sociolinguistics, have made significant contributions to the development of language theory and teaching practices. In Arabic language learning, understanding these linguistic approaches serves as a strategic foundation for designing curricula, instructional methods, and assessment systems that are more effective and responsive to learners’ needs. This study aims to identify the major schools of modern linguistics, analyze their fundamental characteristics, and examine their relevance to Arabic language teaching. The study employs a library research method with a descriptive-analytical approach through the review of various primary and secondary sources in both theoretical and applied linguistics. The findings indicate that each linguistic school offers distinct perspectives for Arabic language learning, ranging from strengthening structural and grammatical aspects to developing communicative competence and incorporating social and cultural contexts into the learning process. The study further reveals that no single linguistic approach can fully address the diverse needs of Arabic language instruction. Therefore, an integrative approach that combines the strengths of various linguistic schools is necessary to accommodate different learning objectives, instructional materials, and learner characteristics. In conclusion, the integrated application of modern linguistic approaches can enhance the effectiveness of Arabic language teaching while fostering learners’ linguistic and communicative competence. ABSTRAK Aliran linguistik modern seperti strukturalisme, transformasional-generatif, fungsionalisme, dan sosiolinguistik telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan teori dan praktik pengajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa Arab, pemahaman terhadap berbagai aliran linguistik menjadi landasan strategis untuk merancang kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi yang lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran-aliran linguistik modern utama, menganalisis karakteristik dasarnya, serta mengkaji relevansinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai sumber primer dan sekunder dalam bidang linguistik teoretis maupun terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aliran linguistik menawarkan perspektif yang berbeda dalam pembelajaran bahasa Arab, mulai dari penguatan aspek struktural dan gramatikal, pengembangan kompetensi komunikatif, hingga pemanfaatan konteks sosial dan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak ada satu aliran yang sepenuhnya mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran bahasa Arab, sehingga diperlukan pendekatan integratif yang mengombinasikan keunggulan berbagai aliran linguistik sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, penerapan pendekatan linguistik modern secara terpadu dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab sekaligus memperkuat kompetensi kebahasaan dan komunikatif peserta didik.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENULISAN TEKS PROPOSAL BAHASA INDONESIA: ANALISIS KOMPARATIF ERA PRA-AI DAN PASCA-AI Rifqi Putra Winanda; Naufal Aqiilah Asra; Muhammad Raihansyah Lubis; Mohd. Rafiif Albani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11901

Abstract

ABSTRACT The rapid development of generative Artificial Intelligence (AI) in academic writing has created a need to examine its impact on the quality of Indonesian-language proposal texts. This study investigates the use of AI in proposal writing through a discourse analysis and comparative text approach. A descriptive qualitative method was employed by comparing four proposal drafts: two manually written proposals from the pre-AI era (2018–2019) and two proposals produced in the generative AI era (2024). The analysis focused on lexical-syntactic structure, orthography, contextual relevance of ideas, and operational validity. The findings indicate that AI-generated texts exhibit more systematic language structures and greater adherence to linguistic conventions but tend to present more generalized and less contextualized ideas. Manual editing of AI-generated texts gave rise to a hybrid error phenomenon, characterized by inconsistencies in writing that reflect weaknesses in the text integration and revision process. In contrast, proposals written entirely by humans demonstrated stronger performance in presenting technical details, timelines, and contextually relevant operational information. The study concludes that AI is most effective as a linguistic support tool, whereas technical planning, budget formulation, and the development of contextualized ideas still require human judgment and control. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) generatif dalam penulisan akademik mendorong perlunya kajian terhadap pengaruhnya pada kualitas teks proposal Bahasa Indonesia. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan AI dalam penulisan proposal melalui pendekatan analisis wacana dan komparatif teks. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan membandingkan empat draf proposal, terdiri atas dua proposal yang ditulis secara manual pada era pra-AI (2018–2019) dan dua proposal yang disusun pada era AI generatif (2024). Analisis dilakukan berdasarkan aspek leksikal-sintaksis, ortografi, kontekstualitas gagasan, dan validitas operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI menghasilkan struktur bahasa yang lebih sistematis dan sesuai kaidah, tetapi cenderung menghadirkan gagasan yang lebih umum dan kurang kontekstual. Penyuntingan manual terhadap teks AI memunculkan fenomena hybrid error, yaitu ketidakkonsistenan penulisan yang menunjukkan kelemahan dalam proses integrasi naskah. Sebaliknya, proposal yang ditulis sepenuhnya oleh manusia lebih unggul dalam menyajikan rincian teknis, linimasa, dan informasi operasional yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI efektif sebagai pendukung aspek kebahasaan, sedangkan perencanaan teknis, penyusunan anggaran, dan pengembangan gagasan kontekstual tetap memerlukan kendali manusia.
AN ERROR ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL MISTAKES BASED ON CONTRASTIVE ANALYSIS Sabrina Salsabila; Siti Ismahani; Nadhifa Shofi Andara; Nurul Fadilah Tambunan; Celli Geovani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11952

Abstract

ABSTRACT Grammatical errors remain a major challenge for English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesian higher education. However, studies integrating Error Analysis (EA) and Contrastive Analysis (CA) to identify the sources of errors in the context of Islamic higher education remain limited. This study aims to analyze the grammatical errors made by EFL students through a combined EA and CA approach. A mixed-methods design was employed involving 20 students from the TBI-3 class of the 2023 cohort at the State Islamic University of North Sumatra (UINSU), Medan. Data were collected through essay-writing tasks and analyzed using both quantitative and qualitative methods. The findings revealed 300 grammatical errors across six major categories, with subject–verb agreement errors being the most dominant. Most errors were influenced by first-language transfer (Indonesian), supporting the predictions of Contrastive Analysis regarding cross-linguistic influence in second-language acquisition. Inter-rater reliability demonstrated a high level of agreement (κ ≥ 0.81). These findings confirm that the integration of EA and CA is effective in identifying patterns of grammatical errors and can serve as a basis for developing more targeted grammar instruction for Indonesian EFL learners.  ABSTRAK Kesalahan gramatikal masih menjadi kendala utama bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di perguruan tinggi Indonesia. Namun, penelitian yang mengintegrasikan Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA) untuk mengidentifikasi sumber kesalahan dalam konteks perguruan tinggi Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan gramatikal mahasiswa EFL melalui pendekatan gabungan EA dan CA. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan melibatkan 20 mahasiswa kelas TBI-3 Angkatan 2023 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan. Data diperoleh melalui tugas menulis karangan dan dianalisis secara kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 300 kesalahan gramatikal dalam enam kategori utama, dengan kesalahan kesesuaian subjek-predikat sebagai bentuk yang paling dominan. Sebagian besar kesalahan dipengaruhi oleh transfer bahasa pertama (Bahasa Indonesia), sehingga mendukung prediksi Analisis Kontrastif mengenai pengaruh lintas bahasa dalam pemerolehan bahasa kedua. Reliabilitas antarpenilai menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi (κ ≥ 0,81). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi EA dan CA efektif untuk mengidentifikasi pola kesalahan gramatikal serta dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran tata bahasa yang lebih tepat bagi pembelajar EFL Indonesia.
A CONTRASTIVE ANALYSIS OF COMMA USAGE IN ENGLISH AND BAHASA INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Annisa annisa; Imelda Kurniati Siregar; Reinasya Br Surbakti; Tiara Adelia; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12123

Abstract

Tanda baca memegang peranan penting dalam penulisan akademik karena berkontribusi terhadap kejelasan, koherensi, dan keterbacaan suatu teks. Di antara berbagai jenis tanda baca, koma merupakan salah satu tanda baca yang paling sering digunakan sekaligus menjadi salah satu yang paling menantang bagi pembelajar bahasa, khususnya mereka yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Perbedaan aturan penggunaan koma antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sering kali menyebabkan kesalahan dalam penulisan akademik di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kesalahan menulis pada pembelajar EFL, penelitian yang secara khusus menganalisis penggunaan koma melalui perspektif analisis kontrastif antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan dan perbedaan penggunaan koma antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis kontrastif berbasis kajian literatur, serta meneliti dampaknya terhadap penulisan akademik pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tanda baca, penggunaan koma, analisis kontrastif, dan penulisan akademik EFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia memiliki beberapa persamaan dalam penggunaan koma, seperti untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu daftar dan klausa pengantar. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan koma sebelum konjungsi koordinatif, pada klausa nonrestriktif, dan dalam struktur kalimat yang kompleks. Perbedaan-perbedaan tersebut berkontribusi terhadap kesalahan penggunaan koma di kalangan pembelajar EFL di Indonesia, terutama pada struktur yang kompleks, sehingga diperlukan pengajaran tanda baca yang eksplisit berbasis analisis kontrastif. Punctuation plays a crucial role in academic writing because it contributes to the clarity, coherence, and readability of a text. Among the various types of punctuation, the comma is one of the most frequently used punctuation marks and also one of the most challenging for language learners, particularly those learning English as a foreign language (EFL). Differences in comma rules between Indonesian and English often lead to errors in academic writing among English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. Although various studies have addressed writing errors among EFL learners, research specifically analyzing comma usage through a contrastive analysis perspective between English and Indonesian remains relatively limited. Therefore, this study aims to examine the similarities and differences in comma usage between English and Indonesian using a literature-based contrastive analysis approach, as well as to investigate its impact on the academic writing of English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. This study employs a qualitative literature review method by analyzing various sources, including books, journals, and previous research related to punctuation, comma usage, contrastive analysis, and EFL academic writing. The results of the study show that English and Indonesian share some similarities in comma usage, such as separating items in a list and introductory clauses. However, there are significant differences in the use of commas before coordinating conjunctions, non-restrictive clauses, and complex sentence structures. These differences contribute to errors in comma usage among EFL learners in Indonesia, particularly in complex structures, making explicit punctuation instruction based on contrastive analysis necessary.
PENERAPAN METODE SIMULASI ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN MAHARATUL QIRA’AH SISWA KELAS V MI MASYARIQUL ANWAR BANDAR LAMPUNG Ratih Kurnia; Zulhanan Zulhanan; Asti Fauziah
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12239

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of maharatul qira’ah (Arabic reading skills) among students without a boarding school (pesantren) educational background, which often leads to difficulties in understanding Arabic language learning materials. This condition is further exacerbated by students’ low learning motivation, the limited availability of qualified Arabic language teachers, and the use of less varied instructional methods. The purpose of this study was to improve the maharatul qira’ah skills of fifth-grade students at MI Masyariqul Anwar Bandar Lampung through the implementation of the role-play simulation method. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation and were analyzed using qualitative and quantitative approaches. The findings revealed that the implementation of the role-play simulation method, combined with reading activities, discussions, and supporting instructional media, enhanced students’ participation, self-confidence, and reading skills. Quantitatively, the percentage of learning mastery increased from 20% in the pre-cycle stage to 53% in Cycle I and reached 93% in Cycle II. This 73% improvement indicates that the role-play simulation method is effective in developing students’ maharatul qira’ah skills. Furthermore, the findings provide a practical contribution to the development of Arabic language instruction at the Islamic elementary school level by promoting a more active, engaging, and student-centered reading learning process. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan maharatul qira’ah siswa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pondok pesantren, sehingga mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran bahasa Arab. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya minat belajar siswa, keterbatasan tenaga pendidik bahasa Arab, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan maharatul qira’ah siswa kelas V MI Masyariqul Anwar Bandar Lampung melalui penerapan metode simulasi role play. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode simulasi role play yang dipadukan dengan aktivitas membaca, diskusi, dan penggunaan media pendukung mampu meningkatkan partisipasi, kepercayaan diri, serta kemampuan membaca siswa. Secara kuantitatif, persentase ketuntasan belajar meningkat dari 20% pada pra-siklus menjadi 53% pada siklus I dan mencapai 93% pada siklus II. Peningkatan sebesar 73% tersebut menunjukkan bahwa metode simulasi role play efektif dalam mengembangkan kemampuan maharatul qira’ah siswa. Temuan ini memberikan kontribusi praktis terhadap pengembangan pembelajaran bahasa Arab di tingkat madrasah ibtidaiyah, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran membaca yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa.