cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
PENGARUH KONTEN YOUTUBE TERHADAP KEBERHASILAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING Femilasari, Ai Nani; Finanda, Muhammad Faza; Rahman, Salwa Azizah; Novianti, Syafira Dwi; Nurmala, Mia
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5275

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA). One of the popular platforms used is YouTube, which provides various types of learning content that is multimodal, flexible, and easily accessible. This study aims to examine the influence of YouTube content on the success of learning Indonesian for foreign speakers, both in terms of motivation, language skills, and obstacles faced. This study uses a qualitative approach with phenomenological method to explore the subjective experience of foreign learners in using YouTube as a learning tool. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of learning activities of two foreign resource persons studying at the Language Center of Universitas Pendidikan Indonesia. The results show that the use of YouTube can improve oral comprehension, enrich vocabulary, and provide a fun learning experience. In addition, YouTube also contributes to increasing participants' learning motivation through interesting content such as vlogs, cartoons, and Indonesian news. However, some challenges were also found, such as listening difficulties due to the speed of native speakers' speech, the use of non-standard language, and the incompatibility between YouTube content and formal classroom materials. Thus, it can be concluded that YouTube is a potential and effective media in BIPA learning, but its use needs to be accompanied by digital literacy skills and guidance in choosing appropriate content. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satu platform yang populer digunakan adalah YouTube, yang menyediakan berbagai jenis konten pembelajaran yang bersifat multimodal, fleksibel, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten YouTube terhadap keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing, baik dari segi motivasi, keterampilan berbahasa, maupun kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif pembelajar asing dalam menggunakan YouTube sebagai sarana belajar. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas belajar dua narasumber asing yang belajar di Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan YouTube dapat meningkatkan pemahaman lisan, memperkaya kosakata, dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Selain itu, YouTube juga berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar peserta melalui konten-konten menarik seperti vlog, kartun, dan berita berbahasa Indonesia. Namun demikian, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti kesulitan menyimak karena kecepatan bicara penutur asli, penggunaan bahasa tidak baku, serta ketidaksesuaian antara konten YouTube dan materi formal di kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa YouTube merupakan media yang potensial dan efektif dalam pembelajaran BIPA, namun penggunaannya perlu disertai dengan kemampuan literasi digital serta bimbingan dalam memilih konten yang sesuai.
ANTUSIASME PESERTA DIDIK DALAM IMPLEMENTASI GAME BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BAHASA JAWA TEKS ANEKDOT Rishanti, Erliyana; Dwijonagoro, Suwarna; Muhajirin, Muhajirin
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5279

Abstract

ABSTRACT Javanese plays an important role in preserving local culture, but students' interest in learning it has declined due to external influences. Therefore, teachers need to bring innovative and enjoyable learning methods, such as using the game basic learning model, which encourages active interaction through games. This model allows students to engage interactively in the learning process through gameplay. Along with technological advancements, there are now many educational games that can be used, such as Froggy Jumps and Kahoot. This research was conducted in class XII Multimedia 4 at SMK Wachid Hasyim Surabaya. The purpose of this study is to examine students’ enthusiasm in the implementation of game-based learning in Javanese language lessons, specifically on anecdotal text material. It also aims to motivate students to participate actively in Javanese lessons and encourage other teachers to apply this method in their teaching. The research method used was qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, and tests. The results of the study show that many students were enthusiastic and interactive during the lessons. An analysis of the students’ scores in class XII Multimedia 4 revealed an improvement between the pre-test and post-test results. The implementation of game-based learning can enhance students' enthusiasm in learning Javanese, regardless of their backgrounds, as long as the teacher applies the right and innovative methods. ABSTRAK Bahasa Jawa berperan penting dalam melestarikan budaya lokal, namun minat peserta didik terhadap pembelajarannya menurun akibat pengaruh luar. Oleh karena itu, guru perlu menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan, seperti menggunakan model game basic learning yang mendorong interaksi aktif melalui permainan. Pada pembelajaran dengan model tersebut peserta didik diajak untuk menjadi interaktif dalam menerima pelajaran melalui permainan. Diiringi dengan majunya teknologi maka sekarang banyak game edukatif yang bisa digunakan salah satunya froggy jumps dan kahoot. Penelitian ini dilakukan pada kelas XII Multimedia 4 di SMK Wachid Hasyim Surabaya. Tujuan diadakan penelitian ini untuk mengetahui antusiasme peserta didik dalam implementasi game based learning pada pembelajaran Bahasa Jawa materi teks anekdot. Selain itu agar peserta didik semangat dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa, serta guru-guru yang lain bisa menerapkan metode ini dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan test. Hasil dari penelitian ini banyak peserta didik yang antusias serta interaktif pada saat pembelajaran. Analisis nilai peserta didik kelas XII Multimedia 4 pada data yang telah diuji memiliki hasil peningkatan antara pre-test dengan post- test. Penerapan game based learning dapat meningkatkan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Jawa, terlepas dari latar belakang mereka, asalkan guru menggunakan metode yang tepat dan inovatif.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUDIO LUDRUK UNTUK REVITALISASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA PADA MATERI DRAMA TRADISIONAL DI SMA Yunitasari, Mela
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5280

Abstract

ABSTRACT Traditional arts such as Ludruk are a rich and unique part of Indonesia’s cultural heritage, but their existence is increasingly marginalized due to the influence of modernization and changing lifestyles as society becomes more urban and digital. In the school environment, especially in the teaching of Javanese language, Ludruk has great potential as a medium that not only introduces the local language and literature but also instills values of character and local culture in students in a more lively and engaging way. By integrating Ludruk into the learning process, schools can help preserve traditional arts while strengthening students’ cultural identity amid the rapid flow of globalization. This study examines the implementation of audio technology as an innovative method in teaching traditional Ludruk drama in high schools. Using a descriptive qualitative approach, this research focuses on how audio technology can be used to enhance students' understanding of traditional arts while motivating them to preserve it. The findings show that the use of audio technology in Bahasa Jawa learning not only increases student engagement but also provides a deep understanding of local cultural values. This article also highlights the importance of technological support in preserving traditional arts and offers recommendations for further development. ABSTRAK Seni tradisional seperti Ludruk adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya dan unik, namun keberadaannya mulai terpinggirkan akibat pengaruh modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin urban dan digital. Di lingkungan sekolah, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Jawa, Ludruk memiliki potensi besar sebagai media yang tidak hanya mengenalkan bahasa dan sastra daerah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya lokal kepada peserta didik secara lebih hidup dan menarik. Dengan mengintegrasikan Ludruk ke dalam proses pembelajaran, sekolah dapat membantu melestarikan seni tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya siswa di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini mengkaji implementasi teknologi audio sebagai metode inovatif dalam pembelajaran drama tradisional Ludruk di SMA Labschool Unesa 1. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berfokus pada bagaimana teknologi audio dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni tradisional sekaligus memotivasi mereka untuk melestarikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi audio dalam pembelajaran Bahasa Jawa tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai budaya lokal. Artikel ini juga menguraikan pentingnya dukungan teknologi dalam melestarikan seni tradisional dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut.
PERAN DIPLOMASI PADA PEPERANGAN SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DALAM SERAT LOKAPALA Ni’mawati, Mufidatun
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5281

Abstract

ABSTRACT This study examines the crucial role of diplomacy in the context of warfare as a strategy for maintaining power in the ancient Javanese literary work Serat Lokapala. Diplomacy is positioned not merely as a tool for conflict resolution, but as an integral strategy for preserving the stability of state power. The aim of this research is to identify the forms of diplomacy presented in the text and to analyze their strategic roles. The study employs a descriptive qualitative method, using philological and postcolonial theory approaches, particularly that of Robert J.C. Young. Data were collected through literature review of the Serat Lokapala manuscript and related academic references. The findings reveal two main forms of diplomacy: musyawarah (deliberation) as strategic negotiation and nyantri (spiritual apprenticeship) as a form of spiritual diplomacy. Both forms play a vital role in maintaining authority, strengthening internal solidarity, and preventing defeat in warfare. The discussion emphasizes that the values of diplomacy found in this traditional text remain relevant to contemporary diplomatic practices, especially in efforts to resolve conflicts peacefully and ethically. In conclusion, diplomacy in Serat Lokapala is a key element in constructing a defense strategy that integrates rational, moral, and spiritual aspects. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pentingnya peran diplomasi dalam konteks peperangan sebagai strategi mempertahankan kekuasaan dalam karya sastra Jawa kuno Serat Lokapala. Diplomasi diposisikan bukan sekadar alat penyelesaian konflik, melainkan sebagai strategi integral dalam menjaga stabilitas kekuasaan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk diplomasi yang muncul dalam teks serta menganalisis peran strategisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori filologi dan poskolonialisme Robert J.C. Young. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap naskah Serat Lokapala dan referensi ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama diplomasi: musyawarah sebagai perundingan strategis dan nyantri atau berguru sebagai bentuk diplomasi spiritual. Kedua bentuk ini memainkan peran penting dalam menjaga kekuasaan, memperkuat solidaritas internal, dan mencegah kekalahan dalam peperangan. Diskusi menegaskan bahwa nilai-nilai diplomasi dalam teks tradisional tersebut tetap relevan dengan praktik diplomasi kontemporer, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik secara damai dan beretika. Kesimpulannya, diplomasi dalam Serat Lokapala merupakan elemen kunci dalam membangun strategi pertahanan yang menggabungkan aspek rasional, moral, dan spiritual.
NOVELTY MAKNA "AD-DHUHA" DALAM AL-QUR'AN: PENDEKATAN SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU Karlina, Yulis; Nurrohim, Ahmad
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5282

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the conceptual meaning of the word Ad-Dhuha in the Qur'an through a semantic approach developed by Toshihiko Izutsu. This study is motivated by the urgency of a deep understanding of the network of meanings in the Qur'an, especially in vocabulary that contains symbolic divine messages. Using qualitative methods, this study applies syntagmatic and paradigmatic analysis to explore the relationship of meaning between words in the context of Qur'anic verses. In addition, a synchronic and diachronic approach is used to understand the development of the meaning of Ad-Dhuha from the pre-Qur'anic to the post-Qur'anic period. The findings show that lexically, Ad-Dhuha means the time of the bright morning, yet symbolically it represents hope, grace, and resurrection after darkness. Syntagmatic analysis reveals the connection of Ad-Dhuha with al-layl (night), which marks the narrative transition from difficulty to ease. Meanwhile, a paradigmatic analysis places Ad-Dhuha in a network of meanings along  with rahmah (mercy) and fajr (dawn), which asserts its position as a symbol of divine blessing and intervention. The conclusion of this study shows that Ad-Dhuha reflects the Qur'anic worldview of the dynamics of human life, namely that every difficulty will be followed by ease as a form of Allah's affection and promise. These findings are expected to contribute to the developm ent of the semantic study of the Qur'an, especially in understanding key concepts in the holy book of the Qur'an. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna konseptual kata Ad-Dhuha dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Kajian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pemahaman mendalam terhadap jaringan makna dalam Al-Qur’an, khususnya pada kosakata yang memuat pesan ilahiah simbolik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menerapkan analisis sintagmatik dan paradigmatik untuk menelusuri relasi makna antar-kata dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, pendekatan sinkronik dan diakronik digunakan untuk memahami perkembangan makna Ad-Dhuha dari masa pra-Qur’anik hingga pasca-Qur’anik. Temuan menunjukkan bahwa secara leksikal, Ad-Dhuha berarti waktu pagi yang terang, namun secara simbolik ia merepresentasikan harapan, rahmat, dan kebangkitan setelah kegelapan. Analisis sintagmatik mengungkap keterkaitan Ad-Dhuha dengan al-layl (malam), yang menandai transisi naratif dari kesulitan menuju kemudahan. Sementara itu, analisis paradigmatik menempatkan Ad-Dhuha dalam jaringan makna bersama rahmah (rahmat) dan fajr (fajar), yang mempertegas posisinya sebagai simbol keberkahan dan intervensi ilahi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ad-Dhuha mencerminkan pandangan dunia Qur’anik mengenai dinamika kehidupan manusia, yaitu bahwa setiap kesulitan akan disusul oleh kemudahan sebagai bentuk kasih sayang dan janji Allah. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semantik Al-Qur’an, khususnya dalam memahami konsep-konsep kunci dalam kitab suci Al-Qur’an.
TADABBUR BASMALAH DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN Hanna, Anifa Rifka; Nurrohim, Ahmad
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5318

Abstract

ABSTRACT This article explains that the sentence Basmalah is a very familiar phrase for Muslims, but in daily practice, the habit of reading it is often neglected. In fact, basmalah has a deep spiritual meaning and is the opening of the first revelation in the Qur'an. In the context of fast-paced and distracting modern life, it is important to re-examine the value and meaning of basmalah as a form of relying on God as well as a spiritual foundation in daily activities. This research employs a library research method with a descriptive approach and critical analysis of relevant classical and contemporary literatura.  The stages of this research consist of four main steps, namely: first, identifying and collecting relevant literature through keywords such as "Tadabbur Basmalah" and "Linguistics of the Qur'an"; second, compiling the structure of the article as a writing framework; third, reading and recording important information from the literature that has been collected; and fourth, analyzing the data descriptively-critically with a linguistic and interpretive approach, where the researcher acts as the main instrument in the whole process. The results of the study show that the sentence Bismill?hirra?m?nirra??m has a depth of meaning both linguistically and spiritually. The study of the structure of the word reveals various grammatical and theological meanings, while functionally, basmalah has been shown to have a positive impact in shaping the spiritual consciousness of a Muslim in daily life. The final result shows that basmalah is not just an opening statement in speech or writing, but contains the values of monotheism, sincerity, manners, and worship. Its utterance is a form of self-reliance on Allah and a means to connect worldly activities with religious values that bring blessings. ABSTRAK Artikel ini menjelaskan bahwa kalimat Basmalah merupakan lafaz yang sangat akrab bagi umat Islam, namun dalam praktik keseharian, pembiasaan membacanya kerap terabaikan. Padahal, basmalah memiliki makna spiritual yang mendalam dan menjadi pembuka wahyu pertama dalam Al-Qur’an. Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, penting untuk mengkaji kembali nilai dan makna basmalah sebagai bentuk penyandaran diri kepada Allah serta fondasi spiritual dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif dan analisis kritis terhadap literatur-literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari empat langkah utama, yaitu: pertama, mengidentifikasi dan mengumpulkan literatur yang relevan melalui kata kunci seperti “Tadabbur Basmalah” dan “Linguistik Al-Qur’an”; kedua, menyusun struktur artikel sebagai kerangka kerja penulisan; ketiga, membaca dan mencatat informasi penting dari literatur-literatur yang telah dikumpulkan; dan keempat, menganalisis data secara deskriptif-kritis dengan pendekatan linguistik dan tafsir, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam keseluruhan proses. Hasil kajian menunjukkan bahwa kalimat Bismill?hirra?m?nirra??m memiliki kedalaman makna baik secara linguistik maupun spiritual. Kajian terhadap struktur katanya mengungkapkan berbagai makna gramatikal dan teologis, sementara secara fungsional, basmalah terbukti memiliki dampak positif dalam membentuk kesadaran spiritual seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Hasil akhir menunjukkan bahwa basmalah bukan sekadar lafaz pembuka dalam ucapan atau tulisan, melainkan mengandung nilai-nilai tauhid, keikhlasan, adab, dan ibadah. Pengucapannya menjadi bentuk penyandaran diri kepada Allah serta sarana untuk menghubungkan aktivitas duniawi dengan nilai-nilai keagamaan yang mendatangkan keberkahan.
KORELASI PENGGUNAAN KAHOOT DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IX SMP Mayasuci, Tuti; Suroso, Eko
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5890

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the correlation between the use of Kahoot as an interactive learning medium and student learning outcomes in Indonesian language subjects in grade IX of SMP Negeri 2 Karangpucung, Cilacap Regency. This study used a quantitative approach with a correlational method. Data collection techniques were carried out through distributing questionnaires to measure students' perceptions of the use of Kahoot, as well as documenting learning outcomes as an indicator of academic achievement. The results showed that the use of Kahoot had a significant positive impact on the learning process. Students felt more motivated, actively involved in learning activities, and demonstrated a better understanding of the material after using Kahoot. Most respondents gave positive, even excellent, responses to this medium, as demonstrated by increased interest and enthusiasm in participating in lessons. Furthermore, data analysis showed a positive correlation between the intensity of Kahoot use and improved student learning outcomes. Students' average grades increased after the implementation of Kahoot in learning, which indicates the effectiveness of this medium in supporting academic achievement. Based on these findings, Kahoot is recommended as an alternative learning medium that is innovative, fun, and effective to improve the quality of Indonesian language learning at the junior high school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penggunaan Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 2 Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur persepsi siswa terhadap penggunaan Kahoot, serta dokumentasi nilai hasil belajar sebagai indikator pencapaian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Siswa merasa lebih termotivasi, terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar, dan menunjukkan pemahaman materi yang lebih baik setelah menggunakan Kahoot. Sebagian besar responden memberikan tanggapan positif, bahkan sangat baik, terhadap media ini, yang ditunjukkan melalui peningkatan minat dan antusiasme dalam mengikuti pelajaran. Lebih lanjut, analisis data menunjukkan adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan Kahoot dan peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat setelah diterapkannya Kahoot dalam pembelajaran, yang menunjukkan efektivitas media ini dalam mendukung pencapaian akademik. Berdasarkan temuan ini, Kahoot direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
KORELASI PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA BAKU TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VII Yuwono, Singgih Wiku; Suroso, Eko
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5891

Abstract

ABSTRACT This study aims to investigate the relationship between the use of slang language on social media and the ability to write news texts in standard Indonesian among seventh-grade students at SMP Negeri 2 Karangpucung, Cilacap Regency. The research employed a quantitative correlational method, with data collected through a slang language usage questionnaire and a news text writing test. The sample was randomly selected from the population of seventh-grade students. Data analysis revealed a significant negative correlation between the use of slang language on social media and the ability to write in standard Indonesian. The higher the frequency of slang usage, the lower the students’ ability to write news texts in accordance with proper Indonesian language rules. These findings highlight the importance of promoting the use of standard Indonesian in educational language activities. To balance students’ informal language habits with their formal language proficiency, more effective teaching strategies are needed. Further research is recommended to explore other factors that influence students’ writing skills in greater depth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis teks berita menggunakan bahasa Indonesia baku pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa angket penggunaan bahasa gaul dan tes menulis teks berita. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dari populasi siswa kelas VII. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara penggunaan bahasa gaul dalam media sosial dengan kemampuan menulis bahasa Indonesia baku. Semakin tinggi intensitas penggunaan bahasa gaul, semakin rendah kemampuan siswa dalam menulis teks berita sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Temuan ini menekankan pentingnya pembinaan penggunaan bahasa Indonesia baku dalam kegiatan berbahasa di lingkungan pendidikan. Agar kebiasaan berbahasa nonformal pada siswa seimbang dengan kemampuan berbahasa formalnya, maka dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kemampuan menulis siswa secara lebih mendalam.
THE DEPICTION OF POWER RELATIONS IN WISH (2023) THROUGH FOUCAULDIAN PERSPECTIVE Utama, Nur Gustiya; Dinanti, Putri Ayienda
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6526

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore Michel Foucault’s concept of power relations, understood as mechanisms embedded within social interactions, and how this concept is represented in the film Wish (2023). The film portrays a system of behavioral regulation and surveillance exercised by the main character, King Magnifico. Using a qualitative approach, data were collected through observations of selected dialogues and scenes that reflect the dynamics of power in the narrative. The analysis reveals two primary forms of power practices: power-knowledge and disciplinary power. Power-knowledge is manifested through control over information and narratives that shape the citizens’ perceptions of hope and reality. Meanwhile, disciplinary power is reflected in surveillance, punishment, and the formation of obedient subjects. The findings show that power in Wish is not merely repressive, but also operates subtly through processes of normalization, internalization of values, and discourse production, as described by Foucault. Thus, the film can be interpreted as a representation of modern social control, where domination occurs through symbolic structures and systematic surveillance mechanisms. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep relasi kuasa menurut Michel Foucault yang dipahami sebagai mekanisme yang tertanam dalam hubungan sosial, serta bagaimana konsep tersebut direpresentasikan dalam film Wish (2023). Film ini menampilkan sistem pengaturan perilaku dan pengawasan yang dijalankan oleh tokoh utama, King Magnifico. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terhadap dialog dan adegan terpilih yang merepresentasikan dinamika kuasa dalam narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama praktik kuasa: kuasa-pengetahuan dan kuasa disipliner. Kuasa-pengetahuan terlihat melalui kontrol atas informasi dan narasi yang membentuk persepsi warga terhadap harapan dan kenyataan. Sementara itu, kuasa disipliner tercermin dalam pengawasan, hukuman, dan pembentukan subjek yang patuh. Temuan ini menunjukkan bahwa bentuk kuasa dalam Wish tidak hanya bersifat represif, tetapi juga bekerja secara halus melalui proses normalisasi, internalisasi nilai, dan produksi wacana, sebagaimana dijelaskan oleh Foucault. Dengan demikian, film ini dapat dibaca sebagai representasi kontrol sosial modern yang bersifat menyeluruh, di mana dominasi berlangsung melalui struktur simbolik dan mekanisme pengawasan yang sistematis.
REPRESENTATION OF CONSUMMATE LOVE THROUGH CHARACTERS OF JOSEE AND TSUNEO IN JOSEE THE TIGER AND THE FISH (2020) BY SEIKO TANABE Febriani, Feeni; Dinanti, Putri Ayienda
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6527

Abstract

ABSTRACT Love is something that humans constantly seek to understand and express, and it frequently appears in various media narratives. Based on this idea, this study explores how a particular type of love is portrayed in the Japanese animated film Josee, the Tiger and the Fish (2020). This research adopts a qualitative approach and applies Robert Sternberg’s Triangular Theory of Love to examine the relationship between the two main characters. The research process involves several stages: collecting data in the form of images and dialogues from selected scenes, categorizing the data into themes based on Sternberg’s three components of love (intimacy, passion, and commitment), conducting thematic analysis to identify patterns in the representation of love, and drawing conclusions on how the characters’ self-image is shaped through expressions of love in the film. The findings reveal that the relationship between Josee and Tsuneo exemplifies what Sternberg defines as consummate love—a complete form of love that includes emotional closeness, physical affection, and long-term commitment. Their bond is illustrated through honest communication and a supportive relationship, while passion and commitment are portrayed in a balanced way. This film demonstrates that animation can serve as an effective medium for representing deep and meaningful aspects of human relationships, offering a richer understanding of the essence of love. ABSTRAK Cinta adalah sesuatu yang selalu ingin dipahami dan diungkapkan manusia, dan hal tersebut kerap muncul dalam berbagai narasi media. Berdasarkan gagasan tersebut, studi ini mengkaji bagaimana jenis cinta tertentu ditampilkan dalam film animasi Jepang Josee, the Tiger and the Fish (2020). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teori Segitiga Cinta dari Robert Sternberg untuk mengeksplorasi hubungan antara dua tokoh utama. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data berupa gambar dan dialog dari adegan terpilih, pengelompokan data ke dalam tema-tema sesuai indikator teori (keintiman, gairah, dan komitmen), analisis tematik untuk mengidentifikasi pola representasi cinta, serta penarikan kesimpulan mengenai bagaimana pencitraan diri tokoh dibentuk melalui ekspresi cinta dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Josee dan Tsuneo mencerminkan bentuk cinta sejati sebagaimana dijelaskan oleh Sternberg—cinta yang mencakup keintiman emosional, gairah fisik, dan komitmen jangka panjang. Kedekatan mereka tergambar melalui percakapan yang jujur dan hubungan yang suportif, sementara gairah dan komitmen hadir secara seimbang dalam interaksi mereka. Film ini menunjukkan bahwa animasi dapat menjadi medium yang efektif untuk merepresentasikan dinamika cinta yang utuh dan bermakna, serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang esensi cinta dalam hubungan manusia.

Page 12 of 13 | Total Record : 126