cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
REPRESENTASI MAKNA KONOTASI DAN DENOTASI PADA LIRIK LAGU O, TUAN KARYA FEAST Husnul Hotimah; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10590

Abstract

This study aims to analyze the denotative and connotative meanings in the lyrics of the song “O, Tuan” by Feast through a semiotic approach. The research employs a descriptive qualitative method using text analysis techniques, focusing on interpreting meanings based on linguistic signs found in the song lyrics. The data consist of selected lyric excerpts that contain denotative and connotative meanings, which are then analyzed systematically with reference to semiotic theory. The findings reveal that the denotative meanings in the lyrics represent literal conditions related to death, time, and human life experiences. Meanwhile, the connotative meanings reflect deeper dimensions, such as existential fear, psychological trauma, anxiety about mortality, and critical reflections on life. Furthermore, the use of diction and metaphor in the lyrics strengthens the emotional nuances conveyed by the songwriter. These findings confirm that music functions not only as entertainment but also as a medium of expression capable of representing complex personal and social experiences, while providing a broad space for interpretation among listeners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, yang berfokus pada interpretasi makna berdasarkan tanda-tanda linguistik yang terdapat dalam lirik lagu. Data penelitian berupa potongan lirik yang mengandung makna denotatif dan konotatif, kemudian dianalisis secara sistematis dengan mengacu pada teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kondisi literal yang berkaitan dengan kematian, waktu, dan pengalaman hidup manusia secara langsung. Sementara itu, makna konotatif yang terkandung di dalamnya mencerminkan dimensi yang lebih dalam, seperti ketakutan eksistensial, trauma psikologis, kecemasan terhadap kematian, serta refleksi kritis terhadap kehidupan. Selain itu, penggunaan diksi dan metafora dalam lirik memperkuat nuansa emosional yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu. Temuan ini menegaskan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi yang mampu merepresentasikan pengalaman personal dan sosial secara kompleks serta membuka ruang interpretasi yang luas bagi pendengarnya.
PESAN MORAL FILM 172 DAYS DI ADAPTASI DARI NOVEL KARYA NADZIRA SHAFA DAN PEMBELAJARAN TEKS DI SEKOLAH Sindi Sindi; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i2.10588

Abstract

This study aims to analyze the moral messages contained in the film 172 Days, adapted from the novel by Nadzira Shafa, and to evaluate its relevance as learning material in school-based text instruction. The research uses a qualitative approach with descriptive content analysis and Roland Barthes’ semiotic framework to reveal denotative, connotative, and mythological meanings that emerge through the film’s scenes, dialogues, and visual symbols. Primary data were obtained from film documentation, while secondary data were sourced from the novel, curriculum documents, and literature related to moral values, film analysis, and text-based learning. The findings indicate that 172 Days presents strong and consistent moral messages across religious, individual, and social dimensions. Values such as sincerity in accepting destiny, steadfastness in undergoing hijrah, patience, responsibility, and familial affection are clearly depicted through the characters’ life journeys. These results demonstrate that the film is highly relevant for use as a learning medium in Indonesian language education, particularly for teaching review texts, inspirational narrative texts, and discussion texts. The use of this film is considered effective in helping students understand moral values more concretely, engagingly, and contextually. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai pesan moral yang terkandung dalam film 172 Days yang diadaptasi dari novel karya Nadzira Shafa serta menilai relevansinya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi deskriptif dan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul melalui adegan, dialog, serta simbol visual dalam film. Data primer diperoleh dari dokumentasi film, sedangkan data sekunder berasal dari novel, dokumen kurikulum, dan literatur terkait pesan moral, analisis film, dan pembelajaran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film 172 Days mengandung pesan moral yang kuat dan konsisten pada aspek religius, individual, dan sosial. Nilai-nilai seperti keikhlasan menerima takdir, keteguhan dalam berhijrah, kesabaran, tanggung jawab, serta kasih sayang keluarga tergambar jelas melalui perjalanan hidup tokoh-tokohnya. Temuan ini membuktikan bahwa film tersebut sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pengajaran teks ulasan, teks narasi inspiratif, dan teks diskusi. Pemanfaatan film ini dinilai mampu membantu siswa memahami nilai moral secara lebih konkret, menarik, dan kontekstual.
PEMANFAATAN PLATFORM SEKOLAHKU DALAM PEMBELAJARAN TEKS NOVEL DI SMA AL HIKMAH SURABAYA: STUDI KUALITATIF Adi Purnomo
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5185

Abstract

ABSTRACT In the modern era, education is required to integrate technology into the learning process to keep up with the times. The use of technology can enhance student engagement through more interactive and engaging methods, while also strengthening the effectiveness of content delivery. Therefore, integrating technology is an essential step in creating relevant and high-quality learning. This study aims to describe the application of the digital platform of my school as a medium of learning novel texts at Al Hikmah Surabaya High School. By using descriptive qualitative method, this research involves class XII students and Indonesian language teachers as data sources. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The results obtained show that my school provides an interesting form of packaging of learning materials through the integration of multimedia content, formative assessments, and interactive features that can increase students' motivation and understanding of novel texts. The platform also supports the flexibility of the learning process, providing a platform for learners to learn independently and collaboratively. Data analysis showed a significant increase in learners' engagement during the learning process. ABSTRAK Pada era modern, pendidikan dituntut untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran guna menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penggunaan teknologi dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui metode yang lebih interaktif dan menarik, serta memperkuat efektivitas dalam penyampaian materi. Dengan demikian, integrasi teknologi menjadi langkah penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiskan penerapan platform digital sekolahku sebagai media pembelajaran teks novel di SMA Al Hikmah Surabaya. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XII dan guru Bahasa Indonesia sebagai sumber data. Teknik pengumulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa sekolahku memberikan bentuk pengemasan materi pembelajaran yang menarik melalui integrasi konten multimedia, adanya asesmen formatif, serta fitur interaktif yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap teks novel. Platform ini juga mendukung fleksibilitas proses pembelajaran, memberikan wadah peserta didik untuk belajar secara mandiri maupun kolaboratif. Analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DALAM MANTRA JAWA UNTUK SIKLUS MUSIM BERTANI: KAJIAN WACANA KRITIS Daeng Meilani Ananda Putri Malik
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5186

Abstract

ABSTRACT Javanese Mantras are one of the ancestral heritages categorized as oral folk poetry. This study aims to analyze the microstructures found in Javanese mantras related to the agricultural seasonal cycle in Jombang Regency. The research method employed is qualitative with a descriptive approach. The objects and data used in this study are Javanese mantras, with a sample consisting of five types. The data collection technique involves documentation of internal official documents in the form of the Regional Cultural Main Thoughts (PPKD) of Jombang Regency. Meanwhile, the data analysis technique used is content analysis, examining five types of samples: (1) kawit mantra, (2) nampek mantra, (3) keleman mantra, (4) tandur mantra, and (5) wiwit mantra. The results of the study show that the microstructures, analyzed using van Dijk's theory, include discussions in the form of semantics, statistics, stylistics, and rhetoric. Therefore, through the critical discourse study conducted by the researchers, it is expected to serve as an effort to preserve, maintain, and sustain cultural heritage in the form of Javanese mantras. ABSTRAK Mantra Jawa merupakan salah satu warisan leluhur yang termasuk dalam puisi lisan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro yang ada dalam mantra Jawa untuk siklus musim bertani di daerah kabupaten Jombang. Jenis metode yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek sekaligus data yang digunakan adalah mantra Jawa dengan sampel sebanyak lima jenis. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi jenis dokumen resmi internal yang berupa Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) kabupaten Jombang. Sementara, teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis konten yang meninjau lima jenis sampel, yakni: (1) mantra kawit, (2) mantra nampek, (3) mantra keleman, (4) mantra tandur, dan (5) mantra wiwit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro yang dianalisis menggunakan teori van Dijk, menghasilkan diskusi yang berwujud: semantik, statistik, stilistik, dan retoris. Dengan demikian, melalui kajian wacana kritis yang dilakukan oleh peneliti, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya penjagaan, pemeliharaan, dan pelestarian warisan budaya berupa mantra Jawa.
GAMIFIKASI: EFEKTIVITAS GAME INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA Irham Thufani Anshori; Udjang Pairin M. Bashir
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5187

Abstract

ABSTRACT In the digital era, digital literacy has become an essential aspect of learning, requiring innovative and engaging teaching methods. One effective approach is gamification, as it can enhance students' motivation and skills in accessing and analyzing technology-based information. This study aims to explore the effectiveness of interactive games in improving digital literacy of students at the senior high school (SMA) level, especially in Jombang City. The method used in this study is quantitative with a quasi-experimental design, which is designed to compare two groups of students. The experimental group received gamification-based learning, while the control group followed conventional learning methods. A total of 120 students from SMA Negeri 1 Jombang and SMA Negeri 2 Jombang were involved in this study, which were then divided into two groups. For data collection, this study involved a digital literacy test consisting of a pre-test and post-test, along with observations and questionnaires that explored students' perceptions regarding their experiences. The results of the analysis showed a significant increase in digital literacy scores for the experimental group compared to the control group. The average score on the post-test of the experimental group was recorded at 82.5, while the control group only had an average score of 72.3. Through the t-test, a significant difference was found (p <0.05), indicating that the learning method with interactive games was proven to be more effective in improving students' digital literacy. In addition, the results of the questionnaire  showed  that  87% of  students  found  it  easier  to understand the lesson material through interactive games, and 82% of students felt more motivated to learn. ABSTRAK Di era digital, literasi digital menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran yang menuntut adanya inovasi metode pengajaran. Salah satu pendekatan yang efektif adalah gamifikasi, karena mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa dalam mengakses serta menganalisis informasi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami efektivitas permainan interaktif dalam meningkatkan literasi digital siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya di Kota Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu, yang dirancang untuk membandingkan dua kelompok siswa. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis gamifikasi, sementara kelompok kontrol mengikuti metode pembelajaran konvensional. Sebanyak 120 siswa dari SMA Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang dilibatkan dalam studi ini, yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Untuk pengumpulan data, penelitian ini melibatkan tes literasi digital yang terdiri dari pre-test dan post-test, beserta observasi dan angket yang menggali persepsi siswa terkait pengalaman mereka. Hasil dari analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam skor literasi digital untuk kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor pada post-test kelompok eksperimen tercatat mencapai 82.5, sedangkan kelompok kontrol hanya memiliki skor rata-rata 72.3. Melalui uji t-test, ditemukan perbedaan signifikan (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran dengan permainan interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan literasi digital para siswa. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 87% siswa merasakan kemudahan dalam memahami materi pelajaran melalui permainan interaktif, dan 82% siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar.
INOVASI PEMBELAJARAN TEKS MELALUI TEKS PUISI Tri Wahyuni; Darni Darni; Resdianto Permata Raharjo
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5188

Abstract

ABSTRACT Literature learning is a crucial element in character development, aesthetic sensitivity, and the enhancement of critical thinking skills. However, literature learning often tends to be monotonous. The presence of poetry texts is recommended as an innovation in literature teaching. Therefore, this research aims to analyze poetry texts as one of the innovations in literature learning. The methodology applied in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation and interviews with teachers and students at the secondary school level. The research shows that the text poetry method is an effective innovation in literature learning that can enhance students' understanding, appreciation, and engagement. Although it faces challenges such as complex preparation and limited time, this method is worthy of development and integration into teaching with appropriate adjustments and technological support. Additionally, this approach encourages students to better understand the structure and meaning of poetry through the integration of personal experiences and socio-cultural contexts. This article recommends the implementation of text-based poetry as part of an innovative literature teaching strategy in schools. ABSTRAK Pembelajaran sastra merupakan elemen krusial dalam pengembangan karakter, kepekaan estetika, dan peningkatan kemampuan berpikir kritis. Namun, pembelajaran sastra sering kali bersifat monoton. Keberadaan puisi teks disarankan sebagai inovasi dalam pengajaran sastra. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks puisi sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran sastra. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru serta siswa di tingkat sekolah menengah. Penelitian menunjukkan bahwa metode puisi teks merupakan inovasi efektif dalam pembelajaran sastra yang mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, dan keterlibatan siswa. Meskipun menghadapi tantangan seperti persiapan yang kompleks dan keterbatasan waktu, metode ini layak dikembangkan dan diintegrasikan dalam pengajaran dengan penyesuaian serta dukungan teknologi. Selain itu, pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih memahami struktur dan makna puisi melalui integrasi pengalaman pribadi dan konteks sosial budaya. Artikel ini merekomendasikan implementasi puisi teks sebagai bagian dari strategi pengajaran sastra yang inovatif di sekolah.
KETAHANAN IDENTITAS BUDAYA MINANGKABAU DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN PERANTAUAN Selly Aprilia Santana; Rifda Sa’adatul Laila; Raisa Lastiana; Sifa Yustika
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5232

Abstract

ABSTRACT Minangkabau culture is renowned for its unique matrilineal system and the tradition of migration (merantau) as an integral part of identity formation. This study aims to describe the resilience of Minangkabau cultural identity within the context of migration, focusing on the role of language, customary values, and informal education such as surau. The research employs a descriptive qualitative method using a narrative study approach based on the transcript of a personal interview with a Minangkabau migrant. The findings reveal that the use of the Minangkabau language and proverbs, such as “Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang” (wherever the land is stepped on, the sky above is upheld), serves as a moral compass in everyday interactions. Customary values, especially the role of the “mamak” (maternal uncle) in guiding and preserving family honor, remain crucial even when living far from the homeland. Surau is remembered as a vital space for nurturing religious and social character. However, modernization and the influence of foreign cultures pose significant challenges, particularly for younger generations who are increasingly distancing themselves from traditional values. Therefore, the revitalization of cultural values through family involvement and culturally-rooted education is essential to ensure the sustainability of Minangkabau cultural identity. This study provides insights for future programs on character education based on local wisdom, especially among Minangkabau migrants. ABSTRAK Budaya Minangkabau dikenal dengan sistem matrilineal yang unik dan tradisi merantau sebagai bagian penting dalam pembentukan jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketahanan identitas budaya Minangkabau di tengah dinamika perantauan, dengan fokus pada peran bahasa, nilai adat, dan pendidikan informal seperti surau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi naratif berdasarkan transkrip wawancara personal seorang perantau Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Minangkabau dan ungkapan adat seperti "Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang" menjadi kompas moral dalam kehidupan di perantauan. Nilai-nilai adat, khususnya peran mamak sebagai pendidik moral dan penjaga kehormatan suku, tetap dijunjung meskipun jarak memisahkan dari kampung halaman. Pendidikan surau dikenang sebagai ruang pembentukan karakter religius dan sosial yang mendalam. Meski demikian, modernisasi dan pengaruh budaya luar menimbulkan tantangan signifikan, terutama bagi generasi muda yang cenderung menjauhi nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya melalui peran keluarga dan pendidikan berbasis adat menjadi kebutuhan mendesak agar identitas budaya Minangkabau tetap lestari. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk memperkuat program pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya di kalangan perantau Minangkabau.
FROM CHAOS TO CLARITY: HOW ENGLISH SYNTAX CREATES MEANING Faqih Hibatulah Z; Ajrul Khair; Mhd Ilham Khanis; Maulana Budi Satria Siregar; M. Rafly Raja Gazali Nahulae
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9057

Abstract

This article examines the fundamental role of syntactic structure in constructing and determining meaning in the English language. Syntax is understood not merely as a set of formal rules, but as a cognitive framework that organizes lexical elements and transforms potential semantic chaos into clear and purposeful communication. This study employs a qualitative descriptive-analytical approach by using structured sentence examples to reveal the main syntactic mechanisms in English, particularly the relatively fixed word order of Subject–Verb–Object, hierarchical phrase structure, and the process of syntactic ambiguity resolution. The analysis shows that English syntax functions as a generative system that plays an important role in grammatical role assignment, the formation of complex propositions, and the creation of discourse cohesion. Furthermore, syntactic structure is proven to be a primary factor in meaning interpretation and sentence comprehension. These findings emphasize that mastery of syntactic principles is a crucial aspect in achieving clarity, accuracy, and effective communication, and has important implications for language teaching, academic writing, and linguistic studies in conceptual, pedagogical, and applicative dimensions within the context of modern English language learning in the global digital era. ABSTRAK Artikel ini mengkaji peran fundamental struktur sintaksis dalam membangun dan menentukan makna dalam bahasa Inggris. Sintaksis dipahami tidak sekadar sebagai seperangkat aturan formal, melainkan sebagai kerangka kognitif yang mengorganisasi unsur leksikal sehingga mampu mengubah potensi kekacauan makna menjadi komunikasi yang jelas dan terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan memanfaatkan contoh-contoh kalimat terstruktur untuk mengungkap mekanisme sintaksis utama dalam bahasa Inggris, khususnya urutan kata yang relatif tetap Subject–Verb–Object, struktur hierarkis frasa, serta proses penyelesaian ambiguitas sintaktis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sintaksis bahasa Inggris berfungsi sebagai sistem generatif yang berperan penting dalam penentuan peran gramatikal, pembentukan proposisi kompleks, serta penciptaan kohesi wacana. Selain itu, struktur sintaksis terbukti menjadi faktor utama dalam penafsiran makna dan pemahaman kalimat. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan prinsip-prinsip sintaksis merupakan aspek krusial dalam mencapai kejelasan, ketepatan, dan efektivitas komunikasi, serta memiliki implikasi penting bagi pengajaran bahasa, penulisan akademik, dan kajian linguistik secara konseptual, pedagogis, dan aplikatif dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris modern di era global digital.
SYNTAX IN TIKTOK CAPTIONS: A STUDY OF SENTENCE FORMS AND FUNCTIONS Sabrina Salsabila; Nurul Fadilah Tambunan; Nadhifa Shofi Andara; Celli Geovanni; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9084

Abstract

This study examines the syntactic forms and sentence functions found in TikTok captions as a representation of digital language communication. TikTok is a social media platform that integrates visual content and text, in which captions play a significant role in conveying meaning and interaction. This research employs a qualitative descriptive approach based on syntactic theories proposed by Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, and Aarts. The data consist of three English captions taken from the TikTok accounts @beaulinaa, @Rikey, and @lilly3ls. The findings reveal that TikTok captions predominantly use simple sentence structures with a high degree of ellipsis as a strategy of linguistic economy while maintaining acceptable grammatical patterns. In terms of function, the captions demonstrate pragmatic variation, including declarative, imperative, and expressive functions used for self-presentation, social relationship building, and audience engagement. These findings indicate that TikTok caption syntax represents a distinctive register of digital English that balances syntactic simplicity with communicative effectiveness in social media contexts. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bentuk sintaksis dan fungsi kalimat yang terdapat dalam caption TikTok sebagai representasi komunikasi bahasa digital. TikTok merupakan platform media sosial yang memadukan konten visual dan teks, di mana caption berperan penting dalam membangun makna dan interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori sintaksis dari Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, dan Aarts. Data penelitian berupa tiga caption berbahasa Inggris yang diambil dari akun TikTok @beaulinaa, @Rikey, dan @lilly3ls. Hasil analisis menunjukkan bahwa caption TikTok cenderung menggunakan kalimat sederhana dengan tingkat elipsis yang tinggi sebagai bentuk ekonomi bahasa, namun tetap mempertahankan struktur gramatikal yang dapat diterima. Dari segi fungsi, caption menampilkan keragaman fungsi pragmatik, seperti deklaratif, imperatif, dan ekspresif, yang digunakan untuk presentasi diri, pembentukan relasi sosial, serta peningkatan keterlibatan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis caption TikTok membentuk ragam bahasa Inggris digital yang khas, yang menyeimbangkan kesederhanaan struktur sintaksis dengan efektivitas komunikasi dalam konteks media sosial.
DERIVATIONAL SUFFIXES ON ULANGEN IN THE KARO LANGUAGE BIBLE Romaito Marbun; Julia Carolina Ginting; Joy Aprilia Samosir; Esron Ambarita
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i1.9289

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze derivational suffixes found in Ulangen of the Karo Language Bible. The focus of the study is to identify the types, functions, and meanings of derivational suffixes used in the text. This research employs a qualitative descriptive method. The data were taken from verses in Ulangen of the Karo Language Bible containing derivational suffixes and were collected through documentation techniques. The collected data were analyzed based on Yule’s theory of derivation. The findings show that there are three types of derivational suffixes found in Ulangen, namely suffix -ken, suffix -i, and suffix -en. Among these suffixes, suffix -ken is the most dominant and productive derivational suffix, primarily functioning to derive verbs with causative meanings. Suffix -i functions to derive verbs expressing actions, processes, or locative meanings, while suffix -en functions as a nominalizer forming nouns that express results, objects, or abstract concepts. The study concludes that derivational suffixes in the Karo language function to form new lexemes by changing meanings and, in some cases, lexical categories of base words. These findings support Yule’s theory that derivational morphology plays a crucial role in word formation. Furthermore, the consistent use of derivational suffixes in the Karo Language Bible indicates that religious texts provide reliable data for morphological analysis and contribute to the documentation of regional and minority languages. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sufiks derivatif yang terdapat dalam Ulangen pada Alkitab Bahasa Karo. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis, fungsi, dan makna sufiks derivatif yang digunakan dalam teks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari ayat-ayat dalam Ulangen Alkitab Bahasa Karo yang mengandung sufiks derivatif dan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis berdasarkan teori derivasi yang dikemukakan oleh Yule. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis sufiks derivatif yang ditemukan dalam Ulangen, yaitu sufiks -ken, sufiks -i, dan sufiks -en. Di antara ketiga sufiks tersebut, sufiks -ken merupakan sufiks derivatif yang paling dominan dan produktif, yang terutama berfungsi untuk membentuk verba bermakna kausatif. Sufiks -i berfungsi untuk membentuk verba yang menyatakan tindakan, proses, atau makna lokatif, sedangkan sufiks -en berfungsi sebagai penominal yang membentuk nomina yang menyatakan hasil, objek, atau konsep abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sufiks derivatif dalam bahasa Karo berfungsi untuk membentuk leksem baru dengan mengubah makna dan, dalam beberapa kasus, kategori leksikal kata dasar. Temuan ini mendukung teori Yule yang menyatakan bahwa morfologi derivatif memiliki peran penting dalam pembentukan kata. Selain itu, penggunaan sufiks derivatif yang konsisten dalam Alkitab Bahasa Karo menunjukkan bahwa teks keagamaan dapat menjadi sumber data yang andal untuk analisis morfologis serta berkontribusi pada pendokumentasian bahasa daerah dan bahasa minoritas.