cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK Ayuningsih, Fitria; Safitri, Yuniar Andini; Yudistira, Yudistira; Tamrin, Tamrin; Ma’bar, M. Fadin; Setiawan, Irma
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.5693

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology over the past two decades has revolutionized the way people communicate, especially through the internet, social media, instant messaging applications, and 3D virtual worlds. New forms of communication, such as virtual conversations, have become increasingly common, particularly in messaging apps. However, virtual communication presents challenges such as the loss of gestures, facial expressions, and other non-verbal elements that are crucial for understanding messages. Therefore, emoticons are needed as tools to provide context and clarify meaning in conversations. This study aims to determine how emoticons are used in conversations and their impact on information reception in virtual communication. The research employs a literature review method. Data collection was carried out by identifying, describing, and concluding various relevant secondary data, while data analysis went through several stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings show that the use of emojis provides several benefits in virtual communication. Ten specific benefits of using emojis have been identified. Emojis help facilitate the understanding of meaning in conversations. The absence of gestures, facial expressions, and vocal intonation in virtual communication can lead to misunderstandings of the intended message. Therefore, emojis can help highlight certain intended aspects in communication. For instance, if someone wants to end a conversation with the word “okay,” the communicator may add a smiling emoji afterward to convey friendliness. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah merevolusi cara masyarakat berkomunikasi, terutama melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, dan dunia virtual 3D. Bentuk komunikasi baru seperti percakapan virtual kini semakin umum, khususnya di aplikasi pesan instan. Namun, komunikasi virtual menghadirkan tantangan seperti hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan elemen non-verbal lainnya yang penting dalam memahami pesan. Oleh karena itu, emotikon diperlukan sebagai alat bantu untuk memberikan konteks dan memperjelas makna dalam percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana emotikon digunakan dalam percakapan dan dampaknya terhadap penerimaan informasi dalam komunikasi virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan berbagai data sekunder yang relevan sedangkan tahapan analisis data melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan emoji memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi virtual. Terdapat sepuluh manfaat penggunaan emoji yang telah diitentifikasi. Emoji berfungsi untuk mempermudah pemahaman makna dalam percakapan. Hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara dalam komunikasi virtual dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penggunaan emoji dapat membantu menonjolkan aspek-aspek yang diinginkan dalam komunikasi. Misalnya, jika seseorang ingin mengakhiri percakapan dengan kata “okay,” komunikator dapat menambahkan emoji tersenyum di belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan keramahan.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF MELALUI MODEL WORD SQUARE PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Shafwan, Rofi; Laisa, Noor
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5808

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve students’ intensive reading skills through the application of the Word Square learning model. The research employed Classroom Action Research (CAR) using a qualitative approach, conducted in one cycle over three meetings. The subjects of the study were 16 fifth-grade students of SDN Mekar Raya, consisting of 9 boys and 7 girls, during the second semester of the 2023/2024 academic year. Data were collected through observations of teacher and student activities, as well as assessments of students’ intensive reading outcomes through both group and individual essay tests. The results showed a gradual increase in classical learning mastery in intensive reading at each meeting. In the first meeting, the mastery reached 56.25%, increased to 68.75% in the second meeting, and reached 81.25% in the third meeting. This improvement indicates that the Word Square model can help students better comprehend reading materials and enhance their participation and engagement in the learning process. Therefore, this model can be considered an effective instructional strategy to improve intensive reading skills at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca intensif siswa melalui penerapan model pembelajaran Word Square. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dalam satu siklus selama tiga kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Mekar Raya yang berjumlah 16 orang, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan pada semester 2 tahun pelajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta penilaian hasil membaca intensif siswa melalui ujian esai baik secara kelompok maupun individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dalam membaca intensif pada setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama, ketuntasan mencapai 56,25%, meningkat menjadi 68,75% pada pertemuan kedua, dan mencapai 81,25% pada pertemuan ketiga. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Word Square dapat membantu siswa memahami bacaan secara lebih mendalam, serta meningkatkan partisipasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca intensif di tingkat sekolah dasar.
A SYSTEMATIC REVIEW OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TECHNOLOGY FOR ELT Ahmad, Siti Fauziah; Putri, Nazeera Fajriyanti; Tarihoran, Nafan
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5989

Abstract

The role of Artificial Intelligence (AI) in learning and teaching English is becoming more significant in today's digital era. This study aims to analyze the use of AI in English Language Teaching (ELT) by identifying the most commonly used AI tools, their benefits, and challenges in implementation. Using a systematic review approach guided by PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), this study systematically collected, selected and analyzed literature from academic databases such as Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, DOAJ, and Mendeley. Articles were screened based on relevance, recency (published within the last five years), and accessibility (open access, English language). The results show that AI technologies such as chatbots, grammar correction tools, speech recognition systems, and machine translation platforms are widely used to improve students' pronunciation, listening comprehension, vocabulary acquisition, and writing skills. In addition, AI also facilitates personalized learning, reduces teacher workload, and promotes inclusive education. However, challenges such as limited accessibility, algorithmic bias, and ethical concerns must be addressed to ensure AI integration remains fair and effective in learning or teaching. This study provides valuable insights for educators and researchers in optimizing AI applications to improve the quality of English language learning or teaching while mitigating potential challenges. ABSTRAK Peran kecerdasan buatan dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris menjadi semakin signifikan di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) dengan mengidentifikasi perangkat AI yang paling umum digunakan, manfaatnya, dan tantangan dalam implementasinya. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan sistematis yang dipandu oleh PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), penelitian ini secara sistematis mengumpulkan, memilih, dan menganalisis literatur dari basis data akademis seperti Google Scholar, ScienceDirect, ERIC, DOAJ, dan Mendeley. Artikel disaring berdasarkan beberapa kriteria seperti relevansi, kemutakhiran (diterbitkan dalam lima tahun terakhir), dan aksesibilitas (akses terbuka, bahasa Inggris). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI seperti chatbots, alat koreksi tata bahasa, sistem pengenalan suara, dan platform penerjemahan mesin digunakan secara luas untuk meningkatkan pelafalan, pemahaman mendengarkan, akuisisi kosakata, dan keterampilan menulis siswa. Selain itu, AI juga memfasilitasi pembelajaran yang dipersonalisasi, mengurangi beban kerja guru, dan mempromosikan pendidikan inklusif. Namun, tantangan seperti aksesibilitas yang terbatas, bias algoritmik, dan masalah etika harus diatasi untuk memastikan integrasi AI tetap adil dan efektif dalam pembelajaran atau pengajaran. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik dan peneliti dalam mengoptimalkan aplikasi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran atau pengajaran bahasa Inggris sekaligus mengurangi potensi tantangan yang ada.
RITUAL AND REVEAL: THE POWER OF PLOT IN SHIRLEY JACKSON’S "THE LOTTERY" Mandalahi, Esterlita; Purba, Nurhayati; Siregar, Grace; Siagian, Novitasari
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6591

Abstract

ABSTRACT Shirley Jackson’s The Lottery remains one of the most disturbing and widely discussed short stories in American literature. Its enduring appeal lies largely in the carefully crafted plot structure, which cleverly conceals the true nature of the small town’s annual ritual until the story’s climax. This article presents a close reading of the narrative using formalist and structuralist approaches, focusing on how tension and irony are built through narrative delay, symbolic cues, and a cyclical ritual structure. These narrative techniques not only generate emotional tension but also serve as critical tools used by Jackson to challenge themes of social conformity, the banality of evil, and culturally legitimized violence. This study employs a qualitative descriptive method, focusing on literary analysis through close reading and interpretative strategies. The research begins with an intensive reading of The Lottery to identify narrative techniques and literary devices used. This is followed by textual analysis using formalist and structuralist criticism. The study also examines secondary sources from academic journals and literary theory. The final stage involves interpreting meaning to uncover the social, psychological, and ideological implications of the text. By emphasizing the ethical dimension of the plot’s architecture, this study argues that The Lottery goes beyond mere storytelling and functions as a sharp critique of unquestioned traditions, urging readers to confront the hidden violence within normalized communal practices. ABSTRAK The Lottery karya Shirley Jackson tetap menjadi salah satu cerpen yang paling menggelisahkan dan banyak dibahas dalam sastra Amerika. Daya tariknya yang bertahan lama sebagian besar disebabkan oleh struktur plot yang dirancang dengan cermat, yang secara cerdik menyembunyikan sifat sebenarnya dari ritual tahunan di kota kecil tersebut hingga klimaks cerita. Artikel ini menyajikan pembacaan mendalam terhadap narasi menggunakan pendekatan formalis dan strukturalis, dengan fokus pada bagaimana ketegangan dan ironi dibangun melalui penundaan naratif, petunjuk simbolik, serta struktur ritual yang bersifat siklik. Teknik-teknik naratif ini tidak hanya menciptakan ketegangan emosional, tetapi juga berfungsi sebagai alat kritis yang digunakan Jackson untuk menggugat tema konformitas sosial, banalitas kejahatan, dan kekerasan yang dilegitimasi secara budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada analisis sastra melalui pendekatan close reading dan strategi interpretatif. Penelitian ini diawali dengan pembacaan intensif terhadap cerpen The Lottery untuk mengidentifikasi teknik naratif dan perangkat sastra yang digunakan. Selanjutnya, dilakukan analisis teks dengan pendekatan kritik formalistis dan strukturalis. Peneliti juga mengkaji sumber-sumber sekunder dari jurnal akademik dan teori sastra. Tahapan akhir berupa interpretasi makna untuk mengungkap implikasi sosial, psikologis, dan ideologis dari teks. Dengan menekankan dimensi etis dari arsitektur plot, studi ini berargumen bahwa The Lottery melampaui sekadar penceritaan dan berfungsi sebagai kritik tajam terhadap tradisi yang tidak dipertanyakan, mendorong pembaca untuk menghadapi kekerasan tersembunyi dalam praktik komunal yang telah dinormalisasi.
MODERNISM AND WESTERN LITERARY INFLUENCES IN CHAIRIL ANWAR AND SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA Purba, Nurhayati; Mandalahi, Esterlita; Siregar, Grace; Siagian, Novitasari
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6592

Abstract

ABSTRACT This article explores the extent to which Western literature, particularly from Britain and the United States, influenced the development of modern Indonesian literature in the 20th century. The study employs a literature review and intertextual reading approach, involving the examination of theories on modernism and cultural interaction, as well as an analysis of Indonesian literary works that show Western influences, especially those by Chairil Anwar and Sutan Takdir Alisyahbana. The analysis draws on Sarwoto’s framework to map the development of Indonesian literary discourse in the context of modernity, ideology, and cultural identity. The discussion focuses on the adoption of Western literary styles, themes, and narrative structures. Modernism in Indonesian literature is understood as the result of tensions between local traditions and global cultural currents that have developed since the colonial period. Chairil Anwar is known for his expressive and individualistic style, reflecting existentialist influences, while Sutan Takdir Alisyahbana emphasizes rationality and renewal, in line with the spirit of modern humanism. Both figures did not merely adopt Western influences passively but adapted them to the Indonesian socio-cultural context. As a result, a distinctive form of modern Indonesian literature emerged—one that bridges local cultural heritage with universal ideas. This study demonstrates that modern Indonesian literature is the product of dynamic interactions between internal and external forces and contributes to a deeper understanding of literature as a product of global cultural exchange. ABSTRAK Artikel ini membahas sejauh mana sastra Barat, khususnya dari Inggris dan Amerika, memengaruhi perkembangan sastra Indonesia modern pada abad ke-20. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dan pembacaan intertekstual, dengan tahapan yang mencakup penelaahan teori-teori modernisme dan interaksi budaya, serta analisis karya sastra Indonesia yang menunjukkan pengaruh Barat, terutama tulisan Chairil Anwar dan Sutan Takdir Alisyahbana. Analisis dilakukan dengan merujuk pada kerangka Sarwoto untuk memetakan perkembangan wacana sastra Indonesia dalam konteks modernitas, ideologi, dan identitas budaya. Pembahasan difokuskan pada gaya penulisan, tema, dan struktur naratif yang diadopsi dari tradisi sastra Barat. Modernisme dalam sastra Indonesia dipahami sebagai hasil dari ketegangan antara tradisi lokal dan arus budaya global yang berkembang sejak masa kolonial. Chairil Anwar dikenal karena gaya ekspresif dan individualistisnya yang mencerminkan semangat eksistensialisme, sedangkan Sutan Takdir Alisyahbana mengedepankan rasionalitas dan semangat pembaruan, sejalan dengan ide-ide humanisme modern. Keduanya tidak hanya menyerap pengaruh luar, tetapi juga menyesuaikannya dengan realitas sosial budaya Indonesia. Hasilnya adalah corak sastra modern Indonesia yang khas, yang menjembatani warisan budaya lokal dengan ide-ide universal. Studi ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern lahir dari interaksi dinamis antara pengaruh internal dan eksternal, serta memberikan kontribusi penting dalam pemahaman sastra sebagai produk dari pertukaran budaya global.
KOHESI LEKSIKAL LIRIK LAGU BAND WALI: ANALISIS REPETISI Shofiyuddin, Shofiyuddin
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i3.6593

Abstract

ABSTRACT Lyrics are a form of literary work (poetry) that express personal feelings through a structured arrangement of words in a song. The lyrics analyzed in this study are from songs by the band Wali. The selection was based on the researcher’s interest in the lyrics. Wali is one of the most well-known top-tier bands in Indonesia. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. The object of analysis is the lyrics from Wali’s Cari Berkah album, which contain elements of repetition and collocation. The data, consisting of words, clauses, and sentences, were collected from 17 songs using observation, note-taking, and documentation techniques. Data validity was tested using source triangulation. The analysis was conducted using the intralingual matching method with the comparison of similarities technique (HBS). The study focuses on analyzing forms of repetition as a type of lexical cohesion commonly found in song lyrics. The objectives of this research are: (1) to identify the types of repetition in the lyrics of Wali’s Cari Berkah album, and (2) to explain the influence of repetition on the meaning of the lyrics. Based on the findings, nine types of repetition were identified in the album’s lyrics: epizeuxis, tautotes, anaphora, epistrophe, symploce, mesodiplosis, epanalepsis, anadiplosis, and full repetition. From the analysis, a total of 103 instances of repetition were found. These data were categorized based on the types of words/morphemes, phrases, clauses, and sentences present in the lyrics. The most dominant type of repetition was epizeuxis. ABSTRAK Lirik merupakan karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi, susunan kata dalam sebuah nyanyian. Lirik lagu yang dikaji dalam penelitian ini adalah lirik lagu Band Wali. Pemilihan ini didasarkan pada ketertarikan peneliti terhadap lirik lagu tersebut. Band Wali termasuk deretan band papan atas yang sangat dikenal oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek kajiannya adalah lirik lagu dari album Cari Berkah karya Band Wali yang mengandung unsur repetisi dan kolokasi. Data berupa kata, klausa, dan kalimat dikumpulkan dari 17 lagu melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Analisis dilakukan menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Fokus penelitian ini adalah analisis bentuk repetisi sebagai salah satu bentuk kohesi leksikal yang banyak ditemukan dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis repetisi pada lirik lagu karya Band Wali album Cari Berkah, (2) menjelaskan pengaruh repetisi pada makna lirik lagu karya Band Wali album Cari Berkah. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini telah ditemukan 9 jenis repetisi pada lirik lagu Band Wali album Cari Berkah. Kesembilan jenis repetisi tersebut adalah repetisi epizeuksis, tautotes, anafora, epistrofa, simploke, mesodiplosis, epanalepsis, anadiplosis, dan repetisi penuh. Bedasarkan analisis data yang telah dilakukan, telah ditemukan 103 data yang mengandung repetisii. Data tersebut telah didefinisikan berdasarkan jenis kata/morfem, frase, klausa, dan kalimat yang terdapat pada lirik lagu. Repetisi yang paling dominan adalah jenis repetisi epizeuksis.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Selian, Amelia Khairani; Nursyaidah, Nursyaidah
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.8455

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SDN 25 Bilah Barat, Labuhanbatu Regency, through the application of the question-and-answer method assisted by picture media in Indonesian language learning. The background of this study is based on the low speaking ability of students, which is indicated by a lack of confidence, fluency, and courage in expressing ideas orally. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kurt Lewin model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 22 fourth-grade students. Data were collected through speaking skill tests, observations, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing students’ learning outcomes in each cycle. The results showed a significant improvement in students’ speaking skills. In the pre-cycle stage, the percentage of students who achieved mastery learning was 40.91%, which increased to 63.64% in Cycle I and reached 86.36% in Cycle II. The implementation of the question-and-answer method assisted by picture media proved effective in enhancing students’ activeness, confidence, and ability to express ideas orally. Therefore, this method can be considered an effective alternative strategy for improving elementary school students’ speaking skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 25 Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu melalui penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berbicara siswa yang ditandai dengan kurangnya keberanian, kelancaran, serta kepercayaan diri dalam mengungkapkan pendapat secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data meliputi tes keterampilan berbicara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 40,91%, meningkat menjadi 63,64% pada siklus I, dan mencapai 86,36% pada siklus II. Penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar terbukti mampu meningkatkan keaktifan, keberanian, serta kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat secara lisan. Dengan demikian, metode ini efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.
PENERAPAN LITERASI DENGAN MEMBACA NYARING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Kholidah Nasution, Nur
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.8648

Abstract

This study aims to describe the implementation of literacy through read-aloud activities in developing language skills in early childhood at Aikmel Integrated Islamic Kindergarten, East Lombok, as well as identifying the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through observations, interviews with the school principal, teachers, parents, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity checked using observer persistence and triangulation. The results show that the read-aloud activity has been carried out effectively. The preparation stages carried out by the teachers include selecting the storybook, understanding its content, and focusing the children's attention. During the read-aloud activity, the teachers pay attention to seating positions, facial expressions, voice intonation, body movements, and involve the children in the story. After the activity, a discussion is held with the children to evaluate their understanding of the story read to them. The supporting factors for this activity include support from the school principal, enthusiasm from the children, teacher creativity, and cooperation between teachers and parents. The inhibiting factors include limited facilities and infrastructure and a lack of self-confidence among some teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan literasi dengan membaca nyaring dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Aikmel, Lombok Timur, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamat dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca nyaring telah dilaksanakan dengan baik. Tahapan persiapan yang dilakukan guru meliputi pemilihan buku cerita, pemahaman isi cerita, dan memusatkan perhatian anak. Selama kegiatan membaca nyaring, guru memperhatikan posisi duduk, ekspresi wajah, intonasi suara, gerakan tubuh, serta melibatkan anak dalam cerita. Setelah kegiatan membaca, dilakukan diskusi dengan anak untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap cerita yang dibacakan. Faktor pendukung kegiatan ini antara lain dukungan kepala sekolah, antusiasme anak, kreativitas guru, dan kerjasama antara guru dan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana serta kurangnya rasa percaya diri pada sebagian guru.
REPOSISI TES SEBAGAI INSTRUMEN EVALUASI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS RESTITUSI DAN MINDFUL LEARNING Subarkah, Bhayu Anggita; Kuntoro, Kuntoro
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9033

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in Indonesian Language and Literature is still dominated by the use of tests oriented toward measuring final learning outcomes, resulting in the underdevelopment of reflective and humanistic evaluation functions. This condition contributes to increased psychological pressure on students and insufficient facilitation of productive language skills development. This article focuses on a theoretical review of repositioning tests as reflective evaluation instruments based on restitution and mindful learning approaches in Indonesian Language and Literature learning. The study employs a qualitative approach with a library research design combined with conceptual-reflective analysis through stages of literature exploration, categorization of key concepts, and theoretical synthesis within the framework of restitution and mindful learning. The findings indicate that tests can be reinterpreted as pedagogical tools that promote self-reflection, learning awareness, emotional regulation, and students’ responsibility for their learning processes. The integration of restitution and mindful learning reframes errors as learning opportunities and reduces the perception of tests as judgmental tools. This approach is relevant for sustainable language assessment practices. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih didominasi oleh penggunaan tes yang berorientasi pada pengukuran hasil akhir belajar sehingga fungsi reflektif dan humanistik evaluasi belum berkembang optimal. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis peserta didik serta kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan berbahasa produktif. Artikel ini berfokus pada kajian teoretis reposisi tes sebagai instrumen evaluasi reflektif berbasis pendekatan restitusi dan mindful learning dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang dipadukan dengan analisis konseptual reflektif melalui tahapan penelusuran literatur pengelompokan konsep utama dan sintesis teoretis dalam kerangka restitusi dan mindful learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes dapat dimaknai ulang sebagai sarana pedagogis yang mendorong refleksi diri kesadaran belajar regulasi emosi serta tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Integrasi pendekatan restitusi dan mindful learning memposisikan kesalahan sebagai peluang belajar dan mengurangi persepsi tes sebagai alat penghakiman. Pendekatan ini relevan bagi praktik penilaian bahasa berkelanjutan.
MENUMBUHKAN NALAR EKOLOGIS MELALUI SASTRA: INTEGRASI EKOKRITIK DALAM KURIKULUM SMA Murti, D. Sanusi S.H.
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9094

Abstract

Environmental education in Indonesia faces stagnation due to the dominance of cognitive-reductionist scientific approaches, often failing to engage the deeper dimensions of student consciousness. This study aims to revitalize the role of literature as a pedagogical instrument for cultivating ecological reasoning by developing ecocriticism-infused literary appreciation materials. Employing the ADDIE Research and Development (R&D) model, this study tests the construct validity of literature in bridging the gap between linguistic aesthetics and environmental ethics. Through triangulation validation (material experts, media experts, 15 practitioners) and field testing with 27 students at SMA Kolese De Britto, the research found that integrating ecocriticism across five literary genres achieved exceptionally high acceptability, with material expert validation at 92.08% and user response at 92.50%. These findings demonstrate that the ecocritical approach effectively transforms literary texts from mere rote-learning objects into dialectical spaces capable of training students' reasoning sensitivity and empathy toward the global environmental crisis. ABSTRAKPendidikan lingkungan hidup di Indonesia menghadapi tantangan stagnasi akibat dominasi pendekatan saintifik yang cenderung kognitif-reduksionistik, sehingga gagal menyentuh dimensi kesadaran terdalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi peran sastra sebagai instrumen pedagogis dalam menumbuhkan nalar ekologis (ecological reasoning) melalui pengembangan bahan ajar apresiasi sastra bermuatan ekokritik. Menggunakan desain Research and Development (R&D) model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini menguji validitas konstruk materi sastra dalam menjembatani kesenjangan antara estetika bahasa dan etika lingkungan. Melalui validasi triangulasi (ahli materi, ahli media, 15 praktisi pendidikan) dan uji lapangan terhadap 27 siswa SMA Kolese De Britto, penelitian ini menemukan bahwa integrasi ekokritik dalam lima genre sastra memperoleh akseptabilitas sangat tinggi dengan skor validasi ahli materi 92,08% dan respon pengguna 92,50%. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan ekokritik mampu mentransformasi teks sastra dari sekadar objek hafalan menjadi ruang dialektis yang efektif untuk melatih kepekaan nalar dan empati siswa terhadap krisis lingkungan global.