cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023)" : 11 Documents clear
ANALISIS KUALITAS LAYANAN JASA PENDIDIKAN MADRASAH BINAAN KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG MENGGUNAKAN SERVQUAL NUR SA’IDU
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.1957

Abstract

This study aims to determine the quality of madrasa education services under the Bringin District using SERVQUAL. The subject of this research is a private madrasa under the guidance of Bringin District, Semarang Regency. In evaluating the quality of educational services in assisted madrasahs, it is necessary to have a gap score analysis on SERVQUAL to identify which dimensions still require improvement in the quality of assisted madrasah services. The results of research using the SERVQUAL method based on 5 dimensions, there are 22 attributes distributed to customers with a Likert scale statement arrangement with seven measurement points, found a gap between customer perceptions and expectations. Of the five SERVQUAL dimensions, if sorted from the most satisfying to unsatisfactory, namely Responsiveness, Assurance, Empathy, Assurance, Tangible, the last is the negative Reliability Gap found in the most satisfying dimension, namely the Reliability Dimension: (1) Madrasas provide services in accordance with promises that have been promised have a gap value of 0.41 (2) Creative and innovative teachers in conveying material well and easily understood have a gap of 0.17 (3) Madrasahs develop the potential that exists in students have a gap of -0.7. Assurance dimension: In this dimension there is still 1 negative gap, namely the Madrasa places teachers who are suitable according to their fields where there is a gap difference of 0.12. Empathy Dimensions: (1) In this responsiveness dimension a negative gap is found between customer perceptions and expectations, (2) The teacher understands that each student has their own potential, has a gap of -0.13. While the Responsiveness Dimension: In this responsiveness dimension, there is no negative gap between customer perceptions and expectations. From this dimension, madrasah customers have been satisfied with the services of the Madrasah Fostered. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan jasa pendidikan madrasah binaan Kemacatan Bringin Menggunakan SERVQUAL. Subyek penelitian ini adalah madrasah swasta binaan Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Dalam mengevaluasi kulitas layanan jasa pendidikan di madrasah binaan diperlukan adanya Analisis skor gap pada SERVQUAL untuk mengidentifikasi dimensi manakah yang masih membutuhkan perbaikan kualitas layanan madrasah binaan. Hasil penelitian dengan metode SERVQUAL berdasarkan 5 dimensi, terdapat 22 atribut yang disebarkan pada pelanggan dengan susunan penyataan skala linkert dengan tujuh poin pengukuran, ditemukan adanya gap antara persepsi dan harapan pelanggan. Dari kelima dimensi SERVQUAL apabila diurutkan dari yang paling memuaskan sampai tidak memuaskan yaitu Dimensi Responsiveness, Assurance, Empathy, Assurance, Tangible, yang terakhir adalah Reliability Gap negatif terdapat pada dimensi yang paling memuaskan adalah dimensi Dimensi Reliabity : (1) Madrasah menyediakan jasa sesuai dengan janji yang sudah di janjikan memiliki nilai kesenjangan 0,41 (2) Guru kreatif dan inovatif dalam menyampaiakn materi dengan baik serta mudah difahami memiliki kesenjangan 0,17 (3) Madrasah mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik memilki kesenjangan -0,7. Dimensi Assurance : Pada dimensi ini masih terdapat 1 gap negatif yaitu Madrasah menempatkan guru yang cocok sesuai dengan bidangnya dimana terjadi perbedaan gap sebesar 0,12 . Dimensi Empathy : (1) Pada dimensi daya tanggap ini ditemukan gap negatif antara persepsi dan harapan pelanggan, (2) Guru memahami bahwa setiap peserta didik memiliki potensi masing-masing, memiliki gap sebesar -0,13. Sedangkan Dimensi Responsiviness : Pada dimensi daya tanggap ini ditemukan tidak gap negatif antara persepsi dan harapan pelanggan, dari dimensi ini pelanggan madrasah selama ini merasakan puas atas layanan jasa Madrash Binaan.
UPAYA PENINGKATAN KINERJA TUGAS POKOK GURU MELALUI PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SMAN 9 KOTA JAMBI ALASAN POLTAK PARULIAN SITORUS
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2082

Abstract

This study aims to reveal the supervisory role of the school principal in carrying out the teacher's main duties in planning, implementing and evaluating the learning process at SMA Negeri 9 Jambi City in the even semester of the 2020/2021 academic year. This study uses an Action Research Approach. The results of this study indicate that the results of supervision carried out by the principal can improve the implementation of the teacher's main tasks. This also proves that the supervision of the principal and individual meetings with each teacher to reflect on the learning process have a very important role in improving the implementation of the teacher's main duties. The implication of this research is that if the supervisory role of the school principal is always carried out, then the learning process in the classroom will provide good feedback between teachers and students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan supervisi kepala sekolah terhadap pelaksanaan tugas pokok guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran di SMA Negeri 9 Kota Jambi Semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Action Research. Hasil penelitian ini menunjukan hasil supervisi yang dilaksanakan kepala sekolah dapat meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guru. Hal ini juga membuktikan bahwa supervisi kepala sekolah dan pertemuan individual dengan masing-masing guru untuk merefleksi proses pembelajaran punya peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guru. Implikasi dari penelitian ini jika peran supervisi kepala sekolah selalu dilaksanakan, maka proses pembelajaran di kelas akan memberi feedback yang baik antara guru dan siswa.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN MGMP DI SMPN 28 KABUPATEN TEBO AHMAD APENDI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2083

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the MGMP as a forum for meeting teachers of similar subjects to solve problems, especially in terms of making lesson plans for the 2013 curriculum. This research was carried out for 3 months from August to November 2021. To see the effectiveness of activities, the School MGMP was carried out for eye teachers subjects in the National Examination, such as Indonesian, Mathematics, English and Science, totaling 21 teachers. This research was conducted for two cycles, each cycle consisting of planning, implementation, observation and reflection stages. The reflection results of the first cycle are then used as a prefix for the second cycle and so on. To see the results of the subject teachers' work in making lesson plans for Curilas, a study of the lesson plans was carried out using the lesson plans study format, totaling 8 items and 43 indicator items. The results of the study of the RPP using the RPP format consist of 8 items, namely Subject Identity, Core Competencies and Basic Competencies, Formulation of Indicators, Formulation of Learning Objectives, Selection of Teaching Materials, Selection of learning resources, Selection of Learning Media, Learning Models, Learning Methods, Scenarios Learning and Design Learning assessment, with a scale of 1 to 3. Provisions are given a score of 1 if it is not appropriate / incomplete, given a score of 2 if it is partially appropriate or incomplete, and given a score of 3 if it is appropriate or complete. Of the 8 items described in 41 instrument items, so that the maximum score is 123 points. The results of this research in cycle 1 obtained a total value of 1730.89 with an average value of 82.27. The highest score was 96.75 while the lowest score was 72.36. The results of the second cycle of research from the 8 items are described in 41 instrument items, so that the maximum score is 123 points. The results of this study in cycle 2 obtained a total value of 1956.10 with an average value of 93.15. The highest score was obtained at 99.19 while the lowest score was 82.11. The data obtained was then processed using SPSS ver. 20.0 to obtain an overview and dissemination of the data obtained. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas MGMP sebagai wadah peetemuan Guru mata pelajaran sejenis untuk memecahkan masalah, terutama dalam hal pembuatan RPP kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak bulan Agustus sampai November 2021. Untuk melihat efektifitas kegiatan, maka MGMP Sekolah dilaksanakan pada guru mata pelajaran yang di Ujian Nasionalkan, seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA, berjumlah 21 orang guru. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil refleksi siklus pertama kemudian dijadikan awalan bagi siklus kedua dan seterusnya. Untuk melihat Hasil keja Guru mata Pelajaran dalam membuat RPP Kurilas, maka dilakukan penelahaan RPP dengan menggunakan format telaah RPP, sebanyak 8 item dan 43 butir indikator. Hasil telaah RPP dengan menggunakan format telah RPP yang terdiri dari 8 item yaitu Identitas Mata pelajaran, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Petumusan Indikator, Perumusan Tujuan pembelajaran, Pemilihan Bahan ajar, Pemilihan sumber belajar, Pemilihan Media Belajar, Model Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Skenario Pembelajaran dan Rancangan Penilaian pembelajaran, dengan skala 1 sampai 3. Ketentuan diberi skor 1 jika tidak sesuai / tidak lengkap, diberi skor 2 jika Sesuai sebagian atau kurang lengkap, dan diberi skor 3 jika sesuai atau lengkap. Dari 8 item tersebut diuraikan dalam 41 butir instrumen, sehingga skor maksimal sebesar 123 point. Hasil penelitian pada siklus 1 ini diperoleh jumlah nilai 1730, 89 dengan rata rata nilai 82,27. Nilai tertinggi diperoleh sebesar 96,75 sedangkan skor terendah sebesar 72,36. Hasil penelitian siklus kedua Dari 8 item tersebut diuraikan dalam 41 butir instrumen, sehingga skor maksimal sebesar 123 point. Hasil penelitian pada siklus 2 ini diperoleh jumlah nilai 1956,10 dengan rata rata nilai 93,15. Nilai tertinggi diperoleh sebesar 99,19 sedangkan skor terendah sebesar 82,11 Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan SPSS ver. 20.0 untuk memperoleh gambaran dan penyebaran data yang diperoleh.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMKN 8 TEBO MELALUI KEGIATAN FOCUS GROUP DISCUSSION INANG INANG
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2084

Abstract

The purpose of this research is to improve teachers' ability to apply contextual learning through Focus Group Discussion (FGD). This school action research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of four activities, namely planning, acting, observing, and reflecting. This Action Research was carried out with 6 teachers at SMK Negeri 8 Tebo in the even semester of the 2022/2023 academic year. Methods of data analysis using descriptive statistical analysis techniques scoring which is then percentaged. The results of this study are that through Focus Group Discussion (FGD) activities it is able to improve the abilities and skills of teachers in implementing contextual learning, it can be seen from the results of the study that there was an increase in cycle I with good abilities 14.26%, 52.38% sufficient, lacking 33.26%, and in the second cycle with very good ability 52.38%, good 45.23%, enough 2.39% ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual melalui Focus Group Discussion (FGD). Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian Tindakan ini dilaksanakan pada 6 orang guru SMK Negeri 8 Tebo pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Metode analisis data dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif penskoran yang kemudian dipersentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual, hal dapat dilihat dari hasil penelitian terdapat peningkatan pada siklus I yang berkemampuan baik 14,26 %, cukup 52,38 %, kurang 33,26 %, dan pada siklus II yang berkemampuan sangat baik 52,38 %, baik 45,23 %, cukup 2,39 %
UPAYA PENINGKATAN PERAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS POKOK GURU DI SMAN 10 TEBO FIRDAUS FIRDAUS
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2085

Abstract

This study aims to reveal the supervisory role of the principal in carrying out the main tasks of the teacher in planning, implementing and evaluating the learning process. This study uses an Action Research Approach. The results of this study indicate that the results of supervision carried out by the principal can improve the implementation of the teacher's main tasks. This also proves that the supervision of the principal and individual meetings with each teacher to reflect on the learning process have a very important role in improving the implementation of the teacher's main duties. The implication of this research is that if the supervisory role of the school principal is always carried out, then the learning process in the classroom will provide good feedback between teachers and students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan supervisi kepala sekolah terhadap pelaksanaan tugas pokok guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Action Research. Hasil penelitian ini menunjukan hasil supervisi yang dilaksanakan kepala sekolah dapat meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guru. Hal ini juga membuktikan bahwa supervisi kepala sekolah dan pertemuan individual dengan masing-masing guru untuk merefleksi proses pembelajaran punya peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guru. Implikasi dari penelitian ini jika peran supervisi kepala sekolah selalu dilaksanakan, maka proses pembelajaran di kelas akan memberi feedback yang baik antara guru dan siswa.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN METODE TASK DISTRIBUTION DI SLB NEGERI BUNGO BUDI PRASETYO
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2086

Abstract

This study aims to improve teacher skills in designing instructional media through the application of the task distribution method at Bungo State SLB, Bungo Regency, Jambi Province, for the 2021/2022 academic year. This research is a school action research (PTS) model of Kurt Lewin which consists of 4 actions, namely planning, implementing, observing and reflecting. This research was conducted at the Bungo State SLB, Bungo Regency, Jambi Province, for the 2021/2022 academic year. The subjects in this study were all 33 Bungo State SLB teachers. Based on the research conducted, the results obtained were that the teacher's ability to make instructional media was obtained in cycle I by 65% in the good category and in cycle II it increased to 88% in the very good category. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang media pembelajaran melalui penerapan metode task distribution (pembagian tugas) di SLB Negeri Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) model Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tindakan yaitu perencanaan, penerapan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri Bungo Kabupaten Bungo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2021/2022. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh Guru SLB Negeri Bungo yang berjumlah 33 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran didapatkan pada siklus I sebesar 65% dengan kategori baik dan pada siklus II meningkat menjadi 88% dengan kategori sangat baik.
UPAYA PENINGKATAN PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS POKOK GURU DI SMKN 5 SUNGAI PENUH FAISAL FAISAL
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2087

Abstract

This study aims to provide an overview of the principal's supervision of the implementation of the teacher's main duties through a series of treatments in two cycles. School supervision carried out by the school principal will have a significant impact on the implementation of the learning process by teachers in schools. This research involved 21 teachers at State Vocational School 5 Sungai Full for the 2021/2022 academic year. The results of the study prove that the implementation of the supervision of the school principal can improve the implementation of the teacher's main tasks at SMK Negeri 5 Sungai Full for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tindakan supervisi kepala sekolah terhadap pelaksanaan tugas pokok guru melalui serangkaian perlakuan dalam dua siklus. Supervisi sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran oleh guru di sekolah. Penelitian ini melibatkan 21 orang guru SMK Negeri 5 Sungai Penuh tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelaksanaan supervisi kepala sekolah dapat meningkatkan pelaksanaan tugas pokok guru di SMK Negeri 5 Sungai Penuh tahun pelajaran 2021/2022.
UPAYA PENINGKATAN PROFESI BERKELANJUTAN GURU DALAM KARYA TULIS ILMIAH MELALUI SISTEM BINA KELOMPOK DI SDN 62/VIII TELUK PANDAN RAMBAHAN ADI SISWONO
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2088

Abstract

The purpose of this research is to find out whether through group development guidance for teachers of SD Negeri 62/VIII Teluk Pandan Rambahan, Tebo Regency Jambi Province semester 2 of the 2020/2021 academic year can improve the ability of continuous professional development of teachers in producing scientific papers (KTI) . This study used a school action research design consisting of two cycles. The subjects of this study were 10 teachers. Cycle I consisted of two meetings and cycle II consisted of three meetings covering activities: planning, action, observation and reflection. In cycle I, the classification of KTI preparation values was obtained, namely the highest average value was 2.3, the lowest average value was 1.3 with an average value of 1.8. However, the average value is not in the good category. In Cycle II, the classification value for the preparation of KTI was obtained, namely the highest value was 3.0, the lowest value was 2.7 and the average value was 2.9. All proposals prepared by research subjects were categorized as very good because the average value was above 2. Based on the actions taken carried out for two cycles it can be concluded that group development coaching can improve the ability of teachers to write scientific paper reports (KTI) in developing their professionalism. ABSTRAKAdapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah melalui pembimbingan bina kelompok bagi guru SD Negeri 62/VIII Teluk Pandan Rambahan, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi semester 2 tahun pelajaran 2020/2021 dapat meningkatkan kemampuan pengembangan profesi berkelanjutan guru dalam menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI). Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan sekolah yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 10 orang guru. Siklus I terdiri dari dua pertemuan dan siklus II terdiri dari tiga pertemuan yang meliputi kegiatan: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I diperoleh klasifikasi nilai penyusunan KTI yaitu rata-rata nilai tertinggi 2,3, nilai rata-rata terendah 1,3 dengan rata-rata nilai 1,8. Namun demikian rata-rata nilainya belum kategori baik. Pada Siklus II diperoleh nilai klasifikasi nilai penyusunan KTI yaitu nilai tertinggi 3,0, nilai terendah 2,7 dan nilai rata-rata 2,9, semua proposal yang disusun subjek penelitian dikatagorikan sangat baik karena nilai rata-ratanya diatas 2. Berdasarkan tindakan yang dilakukan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pembimbingan bina kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis laporan karya tulis ilmiah (KTI) dalam mengembangkan keprofesiannya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI RELIGIUS PANCASILA GUNA PENCEGAHAN KORUPSI PADA PELAKSANAAN PELATIHAN DASAR (LATSAR) CPNS ENDI TRIYANTO MANYO’E
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2128

Abstract

The State Civil Apparatus (ASN) as a holder of good moral accountability and must be an example for society through the internalization of religious values in realizing public accountability. The writing of this article aims to determine the relevance of Pancasila religious values in an effort to prevent corruption in the Basic Training (LATSAR) for Candidates for Civil Servants (CPNS) and to find out the strategy for internalizing Pancasila religious values in efforts to prevent corruption in Basic Training (LATSAR) Candidates Civil Servants (CPNS). This study uses a qualitative approach with the category of library research, which begins with the stages of determining the research topic followed by reviewing the latest literature, reducing literature, organizing literature, reviewing literature and finally drawing conclusions. The results of the study show that 1) Religious values are the most relevant values used as a source to prevent corruption because of belief in the existence of Allah SWT so that it will lead to a strong commitment to always provide the best for the nation and the growth of spiritual accountability always remembering the responsibility of every human being to Allah SWT; 2) The strategy of internalizing religious values in an effort to prevent corruption in learning Basic Training (LATSAR) for Prospective Civil Servants (CPNS), which can be carried out in the form of storytelling models, leaderless group discussions, modeling, case analysis, instilling contextual and strengthening educational values existing values. In order to optimize the internalization of religious values to prevent corruption among participants in the Basic Civil Servants Candidate Training (LATSAR), periodically monitor and evaluate the attitudes and behavior shown after the implementation of the CPNS LATSAR activities ABSTRAKAparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pemegang akuntabilitas moral yang baik dan harus menjadi teladan bagi masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai religius dalam dalam mewujudkana akuntabilitas publik. Penulisan dari artikel ini bertujuan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mengetahui strategi internalisasi nilai-nilai religius Pancasila dalam upaya pencegahan korupsi pada Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kategori penelitian kepustakaan,yang diawali dengan tahapan penentuan topik penelitian yang dilanjutkan dengan meninjau literatur terkini, reduksi literatur, pengorganisasian literatur, review literatur dan terakhir adalah pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Nilai religius adalah nilai paling relevan digunakan sebagai sumber untuk mencegah korupsi karena keyakinan terhadap keberadaan Allah SWT sehingga akan menimbulkan komitmen kuat untuk selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa serta tumbuhnya akuntabilitas spiritual selalu mengingat pertanggungjawaban setiap manusia dengan Allah SWT; 2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius dalam upaya pencegahan korupsi pada pembelajaran Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang dapat dilakukan berupa model storrytelling, leaderless group discussion, modelling, analisa kasus, penanaman nilai edukatif yang kontekstual dan penguatan nilai-nilai yang ada. Dalam rangka optimalisasi internalisasi nilai-nilai agama untuk mencegah korupsi di kalangan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (LATSAR), secara berkala dilakukakn pemantauan dan mengevaluasi sikap dan perilaku yang ditunjukkan setelah pelaksanaan kegiatan LATSAR CPNS
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ETNOSAINS TERINTEGRASI KE DALAM PELAJARAN IPA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN ENERGI TERBARUKAN DI MAN PASER SRI JUMIATI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i1.2129

Abstract

This researchis in the form of implementing integrated ethnoscien celearning into scien celess on son biodiversity and renewable energy at MAN Paser. Theaims are 1) to describe the implementation of in tegrated ethnoscien celearning into scien celessons on biodiversity and renewable energy at MAN Paser, 2) to describe the constra in tsofimplementing integrated ethnoscien celearning into scien celessonson biodiversity and renewable energy at MAN Paser. In achievingthisgoal, researchwascarriedout in the villaje ofKlempang Sari whichis a mangrove tourism object. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation. The collection instrument swere observation sheets, interview checklists, and documentation checklists. The data that has been collected is then analyzed, coded, and concluded. The result of his resear chis that ethnoscien celearning is integrated into scien celessonson biodiversity and renewable energy which is carried out in mangrove tourism which consist so finitial, core and closing activities that can be carriedout. In addition, there are obstacles in implementing this learning in the form of monkeys disturbing learning activities, lack of information boards that prevent visit or sfrom knowing the type sof plants in mangrove tourism, the absen ceof a tour gate also causes limited information. By educators and students is anobstacle in finding information about existing plants, the last is the condition of the mangrove tourism area whichis in a brackish wáter river area that experiences ups and down smaking researchers unable to go down to the Riverside area. From some of the seobstacles, learning can stilltake place and students feelenthusiastic and notdisturbed. ABSTRAKPenelitian ini berupa implementasi pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan di MAN Paser. Tujuannya 1) mendeskripsikan implementasipem belajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energiterbarukan di MAN Paser, 2) mendeskripsikan kendala-kendala implementasi pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan di MAN Paser.Dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian di desa Klempang Sari yang merupakan objek wisata mangrove. Pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan berupa lembar pengamatan, lembar daftar wawancara, dan daftar ceklist dokumentasi. Data yang telah dikumpul lalu dianalisis, pengkodean, dan simpulkan. Hasil penelitiannya ialah pembelajaran etnosains terintegrasi ke dalam pelajaran IPA materi keanekaragaman hayati dan energi terbarukan yang dilaksanakan di wisata mangrove yang terdiri dari kegiatan awal, inti dan penutup dapat terlaksana.Selain itu, terdapat kendala dalam mengimplementasikan pembelajaran tersebut berupa terdapat kawanan monyet yang menganggu kegiatan pembelajaran, kurangnya papan informasi yang membuat para pengunjung tidak dapat mengetahui macam-macam tumbuhan yang ada di wisata mangrove, keberadaan toure gate yang tidak ada juga menyebabkan keterbatasan informasi yang dimiliki oleh pendidik dan peserta didik menjadi kendala dalam mengetahui informasi tentang tumbuhan yang ada, terakhir adalah kondisi area wisata mangrove yang berada di daerah perairan sungai air payau yang mengalami pasang surut membuat para peneliti tidak bisa turun ke area pesisiran sungai. Dari beberapa kendala tersebut, pembelajaran tetap dapat berlangsung dan peserta didik merasa antusias dan tidak terganggu.

Page 1 of 2 | Total Record : 11