cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
PENGARUH PASTA BERBAHAN DASAR CANGKANG KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) TERHADAP pH SALIVA Antri Elisa; Marlindayanti Marlindayanti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.869 KB)

Abstract

Keong mas (Pomacea canliculata L.) merupakan hama tanaman pertanian dan cangkangnya menjadi limbah mengandung kalsium karbonat (CaCo3) yang berperan dalam mencegah proses demineralisasi gigi. Untuk mempercepat proses remineralisasi diperlukan pH saliva yang normal dengan kapasitas buffer yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian tentang pengaruh pasta berbahan dasar cangkang keong mas (Pomacea canliculata L.) terhadap pH saliva. Metode penelitian yang digunakan dari jurnal dan artikel ilmiah yang sudah sah dan diakui, dengan menelaah dari 11 jurnal dan artikel ilmiah. Hasilnya kalsium karbonat pada cangkang keong mas dapat diubah menjadi kalsium oksida dengan pemanasan suhu 700oC-900oC bisa dijadikan bahan pasta gigi yang bersifat abrasif. Konsentrasi optimum 15 g mampu mempercepat terjadinya remineralisasi yang mempengaruhi peningkatan pH saliva. Kesimpulannya bahwa pasta cangkang keong mas berpengaruh terhadap peningkatan pH saliva, lebih melekat pada permukaan gigi sehingga meningkatkan daya kerja pasta dan mudah diaplikasikan dalam rongga mulut.
GAMBARAN KUNJUNGAN PASIEN NEKROSIS PULPA DI PUSKESMAS PADANG SELASA TAHUN 2019 Tisya Syakirah; Saluna Deynilisa
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.974 KB)

Abstract

Nekrosis pulpa atau kematian pulpa merupakan kondisi irreversibel yang ditandai dengan dekstruksi jaringan pulpa. Nekrosis pulpa merupakan kasus yang paling sering dikeluhkan masyarakat Indonesia. Tepatnya di Puskesmas Padang Selasa, nekrosis pulpa merupakan kasus terbanyak yang dikeluhkan pasien sepanjang tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka kunjungan pasien nekrosis pulpa di Puskesmas Padang Selasa tahun 2019. Metode penelitian deskriptif berdasarkan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah kunjungan pasien nekrosis pulpa di Puskesmas Padang Selasa tahun 2019 sebanyak 465 orang dari total 610 pasien, dimana pasien laki-laki 158 orang (34%), perempuan 307 orang (66%). Anak-anak 47 orang (10,2%), remaja 95 orang (20,4%), dewasa 138 orang (29,6%), lansia 121 orang (26%), dan manula 64 orang (13,8%). Kesimpulannya kunjungan pasien nekrosis pulpa paling banyak adalah perempuan dewasa akhir. Dengan ini, perlu adanya pelayanan kesehatan secara menyeluruh agar dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat agar kasus nekrosis pulpa pada usia dewasa akhir ini dapat berkurang.
PERBANDINGAN MENGUNYAH BUAH PIR MADU (Pyrus bretschneideri) DENGAN APEL FUJI (Mallus sylvestris mill) DALAM PENURUNAN SKOR PLAK Tri Ayu Murni; Listrianah Listrianah
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.839 KB)

Abstract

Plak merupakan suatu deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi yang terdiri dari mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik interseluler apabila seseorang melalaikan kebersihan gigi dan mulutnya. Pencegahan primer masalah gigi dan mulut perlu dilakukan dengan cara menanamkan kebiasaan kontrol plak pada anak-anak. Kontrol plak merupakan upaya mengurangi dan mencegah akumulasi plak gigi. Banyak buah-buahan yang mengandung serat dan berair diantaranya buah pir madu (Pyrus bretschneideri) dan buah apel fuji (Mallus sylvestris Mill). Penelitian ini bertujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan mengunyah buah pir madu dengan apel fuji dalam penurunan skor plak. Penelitian ini adalah studi literatur. Hasil penelusuran didapatkan bahwa buah apel fuji (Mallus sylvestris mill) lebih berperan dalam menurunkan skor plak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa buah apel lebih membantu untuk menurunkan skor plak, karena buah apel memiliki kandungan tannin berkonsentrasi tinggi yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gingiva yang disebabkan oleh penumpukan plak. Sedangkan buah pir tidak memiliki kandungan yang terlalu signifikan untuk menghambat bakteri pembentukan plak.
HUBUNGAN KEBIASAAN BURUK ORAL (BAD ORAL HABITS) DENGAN KARIES PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH Sindi Anggela; Nur Adiba Hanum
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.161 KB)

Abstract

Kebiasaan buruk adalah tindakan berulang-ulang yang dilakukan secara otomatis. Perilaku berulang ini umum dilakukan pada masa kanak-kanak yang biasanya dimulai dan berhenti secara spontan. Diketahuinya hubungan kebiasaan buruk oral (bad oral habits) dengan kejadian karies pada anak usia pra sekolah melalui hasil-hasil penelitian. Penelitian ini adalah studi literatur, dengan menganalisis dan menyimpulkan berdasarkan dari penelitian yang sudah ada. Dari hasil yang dihimpun peneliti data yang diperoleh adalah bad oral habits cukup banyak dijumpai pada anak pra sekolah. Dari 5 penelitian tersebut dengan jumlah sampel 4806 anak, sebanyak 1227 anak (25,5%), yang paling banyak dimiliki oleh anak pra-sekolah adalah kebiasaan menggigit kuku/bibir/benda lain. Penyebab dari bad oral habits banyak faktor antara lain stres yang berlebihan, sekedar meniru sehingga menjadi kebiasaan, bosan, lelah, frustasi, tidak senang, tidak aman, atau ketika tertidur lelap, dapat juga terjadi pada anak dengan masalah perkembangan, kesulitan emosional, atau gangguan fisik, harapan orang tua yang tinggi sehingga berakibat pada kecemasan yang akhirnya melampiaskan pada kebiasan buruk tersebut. Dampak yang muncul/terjadi akibat dari bad oral habits adalah adalah maloklusi, gangguan berbicara, perubahan postur wajah, nyeri rahang, gigi abrasi, gigi atrisi, karies gigi, perubahan postur wajah dan gangguan terhadap interaksi sosial mereka terhadap orang lain. Semua bad oral habits memiliki hubungan yang mendukung untuk terjadinya karies, apabila kebiasaan tersebut tidak dicegah dan dihentikan.
EFEKTIVITAS BERKUMUR DENGAN LARUTAN GARAM 10% TERHADAP PENURUNAN SKOR PLAK Desty Rahmadina; Marlindayanti Marlindayanti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.523 KB)

Abstract

Plak gigi merupakan deposit lunak berupa lapisan tipis (biofilm) yang melekat erat pada permukaan gigi atau permukaan struktur keras lainnya dalam rongga mulut, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matriks interseluler jika seseorang melalaikan kebersihan gigi dan mulutnya. Plak gigi dapat menjadi faktor penyebab terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Untuk mencegah terjadinya plak diperlukan upaya kontrol plak baik secara mekanis maupun secara kimiawi, akan tetapi tindakan secara mekanis akan lebih efektif jika dikombinasi dengan tindakan kimiawi yaitu penggunaan obat kumur. Larutan garam merupakan salah satu obat kumur herbal yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas berkumur dengan larutan garam 10% terhadap penurunan skor plak gigi berdasarkan penelitian yang sudah ada. Penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah 20 sumber literatur yang berbentuk buku, artikel ilmiah, journal, khususnya yang terpublikasi yang merupakan hasil penelitian atau karya ilmiah sebelumnya yang sudah sah dan diakui. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan larutan garam ini memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hidup bakteri Streptococcus mutans. Kondisi konsentrasi larutan garam yang tinggi (hipertonis) dapat bersifat toksik sehingga memiliki kemampuan untuk mematikan bakteri. Tekanan hipertonis larutan garam ini dapat menyebabkan lisis pada dinding sel bakteri dengan cara menarik air dari sel bakteri keluar sel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan air garam dengan konsentrasi 10% efektif terhadap penurunan skor plak dan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk tindakan preventif terhadap timbulnya plak gigi.
TRANSMISI DAN REAKTIVASI VIRUS HERPES SIMPLEKS TIPE 1 (LAPORAN KASUS) Nendika Dyah Ayu Murika Sari; Eki Dyan Larasakti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.072 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.661

Abstract

Background : Herpes simplex virus (HSV) type 1 can cause recurrent infection (reactivation) in the form of herpes labialis. This viral infection can be transmitted through contact with oral secretions, with a 8-10% prevalence of patients) and 90% of close contact with patients. The purpose of this case study is to describe herpes labialis caused by contact with the patient and its treatment. Case report : A 23-year-old woman came to RSIGM Sultan Agung Semarang with the chief complaint of sores in the corner of her mouth since 4 days ago with fever, which ruptured two days later. Extraoral examination revealed 4 mm erosions with clear borders and multiple 1 mm vesicles with clear borders surrounded by erythematous based on the labial commissure dextra. Herpes labialis was diagnosed. Conclusion : Herpes labialis can be transmitted through direct contact or through oral secretions such as saliva. Giving acyclovir cream three times a day is effective for relieving symptoms and hastening healing. These lesions can be healed without scar.
EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA PESANTREN KI MEROGAN PALEMBANG Siti Rusdiana Puspa Dewi; Sri Wahyuningsih Rais; Arya Prasetya Beumaputra; Maya Hudiyati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.153 KB)

Abstract

Pendahuluan. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Edukasi yang baik akan memberi pengaruh terhadap sikap dan perilaku hidup sehat. Tujuan. membantu meningkatkan kualitas hidup seiring dengan meningkatknya kesehatangigi dan mulut santri pada pesantren tahfidz Ki Merogan, Palembang. Metode. Sebanyak 30 santri mengisi kuisioner yang telah disiapkan, dibantu oleh tim peneliti dalam melakukan pengisian data dan kuisioner. Setelah diberikan edukasi, berupa penyuluhan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan cara menyikat gigi yang benar, para santri diminta untuk mengisi kuisioner kembali. Hasil. Hasil survei menunjukkan bahwa peningkatan signifikan terhadap pengetahuan mereka tentang kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan. Edukasi kesehatan gigi dan mulut pada santri pesantren tahfidz Ki Merogan mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut para santri.
SURVEI PENGGUNAAN AMALGAM OLEH DOKTER GIGI DI KOTA BANDUNG SETELAH PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT KESEHATAN MENGANDUNG MERKURI Mutia Annisa Nabilla; Kosterman Usri; Nina Djustiana
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.034 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.699

Abstract

Dental amalgam merupakan material restoratif yang paling populer karena keunggulannya. Namun fakta mengenai amalgam yang komposisinya terdiri atas merkuri menimbulkan banyak perdebatan. Beberapa dekade terakhir tingkat penggunaan amalgam mengalami penurunan, termasuk di Indonesia. Fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di bawah pengawasan Kemenkes RI, seperti rumah sakit dan puskesmas telah menghapus seluruh penggunaan alat kesehatan bermerkuri termasuk dental amalgam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah amalgam masih digunakan dalam praktik dokter gigi khususnya praktik mandiri. Penelitian dilakukan dengan cara mengirimkan kuesioner online kepada 271 dokter gigi di Kota Bandung yang melakukan praktik mandiri dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebanyak 6 responden (2,2%) menyatakan masih menggunakan amalgam, sedangkan 255 responden lainnya (97,8%) tidak. Dapat disimpulkan bahwa dokter gigi di Kota Bandung masih ada yang menggunakan amalgam dalam praktik mandirinya.
PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TENTANG KARIES GIGI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATI (STUDI DI KOTA PROBOLINGGO) Ida Chairanna Mahirawatie; Rizki Febrianti Puji Rahayu; Hendro Suharnowo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.703 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.740

Abstract

Abstrak Proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah karies gigi. Untuk menanggulangi hal tersebut, yaitu salah satunya dengan upaya promotif dan preventif dengan mendorong kemandirian pribadi dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Masalah penelitian adalah tingginya angka karies gigi di wilayah Kerja Puskesmas Jati Kota Probolinggo. Tujuan penelitian untuk mengetahui promosi kesehatan dengan media video tentang karies gigi pada remaja di wilayah Kerja Puskesmas Jati Kota Probolinggo. Metode penelitian deskriptif dengan jumlah responden 51 remaja dengan pengisian kuesioner dari google form. Teknik analisis data menggunakan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan dan di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang karies gigi sebelum promosi kesehatan dengan media video dalam kategori cukup dan pengetahuan remaja tentang karies gigi setelah promosi kesehatan dengan media video dalam kategori baik. Kata kunci : Karies Gigi, Media Video, Promosi Kesehatan, Remaja. Abstrak The largest proportion of dental problems in Indonesia is dental caries. To overcome this, namely by promoting and preventing efforts by encouraging personal independence in maintaining healthy teeth and mouth. The problem of this research is the high number of dental caries in the working area of Jati Public Health Center, Probolinggo City. The study aims to determine health promotion using video media about dental caries in adolescents in the working area of Jati Public Health Center, Probolinggo City. The method descriptive with respondents 51 adolescents by filling out a questionnaire from google form. The analysis technique used is to recap the results of the data that has been collected and presented in tabular form. The results showed that knowledge of adolescents about dental caries before health promotion using video media was in enough category and the knowledge of adolescents about dental caries after health promotion using video media was in a good category. Kata kunci : Dental Caries, Video Media, Health Promotion, Adolescents.
PERBANDINGAN MENGKONSUMSI KOPI ARABIKA DAN KOPI ROBUSTA TERHADAP pH SALIVA Zaza Paroza; Saluna Deynilisa
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.076 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.748

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Derajat keasaman (pH) saliva merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam pencegahan karies gigi, demineralisasi gigi, dan penyakit lain di rongga mulut. Sifat asam di dalam rongga mulut akibat konsumsi makanan kariogenik seperti sukrosa, dapat menyebabkan perubahan pada pH Saliva, seperti minuman kopi arabika dan kopi robusta, karena kopi mengandung sukrosa dan beberapa zat asam. Umumnya kopi Arabika memiliki pH lebih rendah dibandingkan kopi Robusta. Judul: Perbandingan Mengkonsumsi Kopi Arabika dan Kopi Robusta terhadap pH Saliva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mengkonsumsi kopi arabika dan kopi robusta terhadap pH saliva pada masyarakat Desa Gunung Agung Tengah Kota Pagaralam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan pendekatan pre dan post test design, menggunakan teknik purposive sampling. Responden: Masyarakat desa Gunung Agung Tengah dengan sampel sebanyak 60 orang. Hasil: Rata - rata pH saliva sebelum mengkonsumsi kopi arabika adalah 6.887 dan sesudah mengkonsumsi kopi arabika adalah 4.867. sedangkan rata - rata pH saliva sebelum mengkonsumsi kopi robusta adalah 7.020 dan sesudah mengkonsumsi kopi robusta adalah 5.537. Uji-T berpasangan diperoleh hasil p= 0.000 (p<0.05) menunjukkan terjadinya penurunan pH saliva sesudah mengkonsumsi kopi arabika dan kopi robusta. Kesimpulan: mengkonsumsi kopi arabika lebih menyebabkan penurunan pH saliva dibandingkan mengkonsumsi kopi robusta.

Page 3 of 18 | Total Record : 171