cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 192 Documents
EFEKTIVITAS BELAJAR MELALUI VIDEO ANIMASI DIBANDING MENDENGARKAN LAGU MENYIKAT GIGI TERHADAP PENURUNAN SKOR PLAK ANAK TK IT MUTIARA PALEMBANG Yunita, Debi; Hamid, Abu; Hanum, Nur Adiba; Ismalayani, Ismalayani
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2891

Abstract

Usia kehamilan merupakan masa yang baik bagi anak untuk mulai menunjukkan minat pada kesehatan, pada masa ini anak baik diberikan pendidikan mengenai kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Media merupakan alat yang penting dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan adanya media dapat menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan bagi anak, adapun media yang dapat digunakan pada anak usia dini adalah media video animasi dan lagu menyikat gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas belajar menggunakan video animasi dan lagu menyikat gigi terhadap penurunan skor plak anak di TK IT Mutiara Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian two group pre-post test design. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2024 dengan sampel penelitian sebanyak 32 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil rata-rata skor plak sebelum dan sesudah belajar menyikat gigi dengan menonton video animasi sebesar 34,94 dan 5,56, rata-rata skor plak sebelum dan sesudah belajar menyikat gigi dengan lagu sebesar 39,18 dan 9,06. Hasil uji Mann Whitney U diperoleh P-Value sebesar 0,836 dimana p > 0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan makna antara efektivitas belajar menggunakan video animasi dan lagu menyikat gigi dalam menurunkan skor plak anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyajikan media video animasi dan lagu menyikat gigi efektif dalam menurunkan skor plak anak di TK IT Mutiara Palembang dan tidak terdapat perbedaan makna antar penggunaan kedua media tersebut.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KONDISI JARINGAN PERIODONTAL PADA LANSIA DI POSYANDU SEKAR ARUM DRIYOREJO GRESIK Azizah, Robbiyatul Muslikha; Mahirawatie, Ida Chairanna; Isnanto, Isnanto
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2843

Abstract

Latar Belakang: Tingginya periodontitis pada lansia merupakan masalah serius yang dapat merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Tingkat kesadaran dan motivasi seseorang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan dengan kemampuan mengontrol plak agar tidak terjadi periodontitis sehingga lansia sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta dapat mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kondisi jaringan periodontal pada lansia di Posyandu Sekar Arum Driyorejo Gresik. Metode: Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengukur motivasi. Pemeriksaan Periodontal Disease Index (PDI) untuk mengukur jaringan periodontal. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi dengan kondisi jaringan periodontal pada lansia. Distribusi frekuensi motivasi memiliki kategori motivasi intrinsik kuat dengan presentase 68,6% dan memiliki kategori motivasi ekstrinsik kuat dengan presentase 71,4 %. Distribusi frekuensi kondisi jaringan periodontal mengalami periodontitis dengan presentase 85,7%. Kesimpulan: Lansia di Posyandu Sekar Arum memiliki motivasi yang kuat tetapi masih mengalami periodontitis, karena kurangnya dorongan motivasi dari lingkungan sehingga dapat menyebabkan pengetahuan serta menurunnya kesadaran lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Kata kunci : Motivasi, Kondisi Jaringan Periodontal, Lansia.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUDIO PODCAST TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI POSYANDU Ulya, Nadya Nisaul; Widodo, Yufen; Nurhayati, Masayu; Wahyuni, Sri
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2902

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Gingivitis adalah salah satu gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh perubahan hormon, terutama peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat jaringan mulut menjadi lebih peka terhadap peradangan dan infeksi. Dengan memiliki pengetahuan yang memadai, ibu hamil dapat mengembangkan kebiasaan hidup sehat untuk mencegah terjadinya gingivitis. Salah satu metode penyampaian edukasi yang praktis dan efektif adalah melalui media audio podcast. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas media audio podcast terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil di Posyandu. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil trimester pertama yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah melalui proses pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil Penelitian : Rata-rata skor pengetahuan pencegahan gingivitis sebelum mendengarkan audio podcast sebesar 12,74, sedangkan rata-rata skor setelah mendengarkan audio podcast sebesar 17,58. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan pencegahan gingivitis selama dua kali perlakuan. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan penggunaan audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil. Kesimpulan : Penggunaan media audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil. Kata Kunci : Ibu Hamil, Audio Podcast, Pengetahuan, Gingivitis ABSTRACT Latar Belakang : Gingivitis merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh perubahan hormonal terutama peningkatan estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat jaringan mulut menjadi lebih sensitif terhadap peradangan dan infeksi. Dengan memiliki pengetahuan yang memadai, ibu hamil dapat mengembangkan kebiasaan sehat untuk mencegah terjadinya gingivitis. Salah satu metode penyampaian edukasi yang praktis dan efektif adalah melalui audio podcast. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas media audio podcast terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil di Posyandu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil trimester pertama yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil : Rata-rata skor pengetahuan pencegahan gingivitis sebelum mendengarkan audio podcast sebesar 12,74, sedangkan rata-rata skor setelah mendengarkan audio podcast sebesar 17,58. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pencegahan gingivitis selama dua kali perlakuan. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan penggunaan media audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil. Kesimpulan : Penggunaan media audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil. Kata Kunci : Ibu Hamil, Podcast Audio, Pengetahuan, Radang Gusi
PENGARUH MENGUNYAH BUAH APEL DAN BUAH PIR DALAM MENURUNKAN ANGKA INDEKS DEBRIS GIGI PADA ANAK TUNANETRA DI SMPLB & SMALB-A YPAB SURABAYA Dzaldiri, Tabitha Zevanya; Larasati, Ratiha; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2968

Abstract

Latar Belakang: Mengingat bahwa penglihatan yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan anak tunanetra untuk membersihkan gigi, kebersihan gigi dan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan. Indeks kotoran gigi yang tinggi pada anak tunanetra di SMPLB & SMALB-A YPAB Surabaya merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buah-buahan seperti apel fuji dan pir madu yang memiliki tindakan membersihkan diri merupakan metode alternatif untuk meningkatkan kebersihan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah mengunyah pir madu dan apel fuji menurunkan indeks kotoran gigi pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya. Metode Dalam penelitian ini, pra-tes dan pasca-tes dirancang untuk satu kelompok menggunakan teknik kuantitatif dan desain penelitian kuasi-eksperimental. Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian ini, observasi dan analisis adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Baik uji-t independen maupun berpasangan digunakan dalam metode analisis data. Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam efek kedua kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Apel Fuji memiliki dampak lebih tinggi daripada pir madu.
HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS BULAK BANTENG SURABAYA dewi, jyothi utami; Larasati, Ratih; N.P, I.G.A Kusuma Astuti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2971

Abstract

Latar Belakang: Populasi lansia di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat setiap tahunnya. Dengan bertambahnya usia, berbagai perubahan fisiologis dan penurunan fungsi organ tubuh terjadi, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan kecacatan yang berdampak negatif pada kualitas hidup di kalangan lansia. Karies gigi adalah masalah kesehatan mulut yang umum terjadi pada populasi ini, yang berkontribusi pada perubahan kualitas hidup yang meliputi domain fisik, fungsional, sosial, dan emosional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup pada lansia. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 lansia yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu DMF-T dan kuesioner OHIP-14. Analisis data menggunakan uji analisis Kendall Tau B. Hasil: Hasil uji statistik Kendall Tau B menunjukkan bahwa status karies gigi berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang dimana nilai α (0,026) sehingga α < 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup lansia. Dimana ada peningkatan tingkat keparahan karies gigi berbanding terbalik dengan kualitas hidup lansia, di mana semakin parah kondisi karies, maka semakin menurun kualitas hidup yang dirasakan. Kata kunci : Karies gigi, Kualitas hidup, OHIP-14
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK Vani, Adinia Septio; Sugito, Bambang Hadi; Marjianto, Agus
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2985

Abstract

Latar Belakang: Kerusakan gigi lebih umum terjadi pada anak usia prasekolah. Hingga 93 persen balita Indonesia berusia antara tiga dan empat tahun menderita gigi berlubang. Dengan mendorong anak-anak mereka untuk mencuci gigi dua kali sehari, orang tua dapat membantu mereka menjaga kebersihan mulut yang baik. Pengetahuan orang tua yang baik ataupun tidak bisa berdampak pada status kesehatan mulut anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi pada anak PAUD Widya Tama dengan pengetahuan orang tua tentang teknik menyikat gigi yang benar. Metode: Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 38 orang tua dan anak PAUD Widya Tama Gresik. Pengetahuan orang tua dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuisioner dan lembar observasi digunakan untuk mengukur indeks karies gigi. Teknik analisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil dari analisis univariat menunjukkan, dominan responden kebanyakan perempuan (86,8%), memiliki pendidikan SMA (78,9%), dan memiliki pekerjaan ibu rumah tangga (55,3%). Nilai ρ sebesar 0,005 yang diperoleh dari hasil pengujian penelitian ini lebih kecil dari kriteria signifikansi 0,05 atau ρ < 0,05. Dilihat dari hasil analisis, kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang relatif positif, ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,449. Kesimpulan: Karies gigi pada anak PAUD Widya Tama berkorelasi dengan pemahaman orang tua tentang teknik bagaimana menyikat gigi yang benar.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Gingivitis di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025 zega, intan damai suksesty; Hidayati, Sri; Chairanna, Ida
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2992

Abstract

Pengetahuan terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berperan penting untuk pencegahan dan penanganan munculnya penyakit gingivitis. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan terhadap perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko peradangan pada jaringan gingiva. Gingivitis merupakan peradangan gusi yang dapat dilihat dengan adanya gusi kemerahan, gusi bengkak, dan mudah berdarah, kondisi ini pada umumnya sering dialami oleh ibu hamil. Studi ini dirancang untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis. Pendekatan penelitian ini diterapkan adalah metode survey analitik menggunakan desain cross sectional dengan mengikut sertakan 36 ibu hamil sebagai subjek penelitian. Periode pelaksanaan penelitian berlangsung dari Januari hingga Februari 2025. Alat pengumpulan data yang diterapkan berupa kuesioner dan lembar observasi untuk menilai kondisi gingivitis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s. Temuan penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang 58%, sementara hanya 11,1% responden yang menunjukkan pengetahuan dalam kategori baik, dan 30,6% responden berada dalam kategori kurang. Hasil evaluasi klinis juga mengindikasikan prevalensi gingivitis yang tinggi dikalangan ibu hamil yang di teliti. Hasil uji analisis dari riset ini menunjukkan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) yaitu 0,01 yang posisinya lebih rendah dari α (0,05). Simpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan.
POTENSI BONE GRAFT DARI CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PEMBENTUKKAN TULANG PASCAEKSTRAKSI GIGI Yunita, Rahma; Liana, Phey; Oktariana, Desi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2997

Abstract

Latar Belakang: Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur bedah minor pada kedokteran gigi yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya dan berpotensi menyebabkan perlukaan pada jaringan Selama proses penyembuhan, volume tulang alveolar dapat berkurang hingga 40–60%, yang dapat berdampak signifikan pada pasien yang memerlukan terapi implan gigi. Pengurangan volume tulang alveolar dalam prosedur implan dapat diatasi dengan pemberian bone graft. Salah satu bahan bone graft yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah hidroksiapatit (HA). Hidroksiapatit adalah komponen mineral utama dari tulang kortikal dan kanselus dewasa. Dikarenakan meningkatnya penggunaan HA sebagai bahan bone graft telah menyebabkan harganya menjadi mahal. Cangkang telur merupakan salah satu sumber alternatif HA yang banyak dikembangkan saat ini. Metode: Artikle dikumpulkan dengan mencari artikel penelitian eksperimental secara in vivo yang diterbitkan antara tahun 2014 dan Desember 2024. Artikel yang dikumpulkan diterbitkan dalam bahasa Inggris di database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley menggunakan kata kunci “eggshells” yang dikombinasikan dengan istilah “bone graft” dan “bone formation”. Kesimpulan: Bone graft yang berasal dari cangkang telur dapat dimanfaatkan dalam perawatan pascaekstraksi gigi untuk kondisi infeksi dan non-infeksi.
PENGARUH PERENDAMAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH SEMANGKA MERAH (Citrullus lanatus) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PLAT RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Sabilla, Alifia; Fransiska, Aria; Rahmasari, Suci
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3004

Abstract

Latar Belakang: Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasan seperti sifat menyerap cairan dalam jangka panjang. Pembersih seperti effervescent alkalin peroksida efektif untuk membersihkan gigi tiruan tetapi dapat meningkatkan kekasaran permukaan sehingga dibutuhkan alternatif pembersih lain seperti granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental laboratoris. Sampel penelitian adalah plat resin akrilik polimerisasi panas ukuran 64 x 10 x 3,3 mm. Tiga kelompok perlakuan terdiri atas larutan aquadest, larutan effervescent alkalin peroksida, dan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah (n=5). Pengukuran kekasaran menggunakan Surface Roughness Tester dan hasil dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Rata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan aquadest, effervescent alkalin peroksida dan granul effervecsent alkalin peroksida berturut-turut adalah 0,114 ± 0,795; 0,280 ± 0,112; dan 0,118 ± 0,095. Penelitian ini menunjukkan bahwa granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah berpengaruh terhadap peningkatan kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas. Kesimpulan: Granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah dapat meningkatkan kekasaran permukaan dalam batas normal sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan. Kata kunci : Ekstrak kulit semangka, effervescent, kekasaran permukaan
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN JABON (ANTHOCEPHALUS CADAMBA MIQ.) TERHADAP BAKTERI KARIES PADA ANAK TUNA GRAHITA Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Setyowati, Julia Dance; Alfira Dina, Syahda Zulmi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3014

Abstract

Latar Belakang: Anak tunagrahita memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi, akibat keterbatasan dalam menjaga kebersihan oral. Salah satu alternatif alami yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies adalah daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), yang diketahui mengandung senyawa aktif antimikroba, yaitu asam oleanolat. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dengan konsentrasi 0% (kontrol),5%,15%,30%,70% dan 95% terhadap bakteri karies Streptococcus mutans pada anak tunagrahita. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan Pre-Post Control Design. Sampel berupa swab bakteri dari karies gigi anak tunagrahita di SLB-C Dian Grahita Jakarta Pusat, ditanam dalam media nutrient agar. Cakram kertas dicelupkan pada ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dalam berbagai konsentrasi (0%,5%,15%,30%,70% dan 95%) dengan replikasi sebanyak 5 kali dan zona hambat diukur setelah inkubasi selama 24 jam. Hasil: Konsentrasi 30% mulai menunjukkan rata-rata daya hambat 3,4 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 95% menghasilkan rata-rata daya hambat 12 mm (kategori kuat). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0.000), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada seluruh konsentrasi. Kesimpulan: Ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) memiliki daya hambat kuat pada konsentrasi 95% terhadap bakteri karies gigi anak tunagrahita namun diperlukan uji klinis lanjutan terkait dengan dosis, keamanan, efek samping dan regulasi penggunaan daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.).