cover
Contact Name
Abu Hamid
Contact Email
abu@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6285769226006
Journal Mail Official
jurnalgigi@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukabangun I No.1159, Suka Bangun, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
ISSN : 26572486     EISSN : 27461769     DOI : https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2746-1769, eISSN: 2657-2486) is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is published by Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang twice a year,every June and December Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) is Journal Published Original research papers focused on : Dental Nursing, Preventive Dentistry, Restorative Dentistry, Dental and Oral Health Promotion, Dental Health Management, Dental Disease Prevention
Articles 171 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK DI DESA KENTEN LAUT RT. 18 BANYUASIN Nandiya Selvyanita; Sri Wahyuni; Nur Adiba Hanum
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.873 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.798

Abstract

Latar belakang. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Orang tua khususnya ibu, perlu mengetahui, mengajarkan serta melatih anak sejak dini untuk merawat gigi sendiri karena di usia ini ibu harus mampu mengikuti perkembangan anak sehingga anak mudah memahami dan belajar. Penyebab timbulnya masalah gigi dan mulut salah satunya adalah faktor perilaku dan sikap mengabaikan kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut yang dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut anak di Desa Kenten Laut Rt.18 Banyuasin. Metode. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data univariat. Sampel penelitian ini sebanyak 55 responden ibu di Desa Kenten Laut RT 18, dengan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling. Hasil. Pengetahuan orang tua (ibu) tentang kesehatan gigi dan mulut anak dengan kategori baik sebanyak 28 responden (50,9%), cukup sebanyak 18 responden (32,7%), dan kurang sebanyak 9 responden (16,3%). Simpulan. Ada 49,1% dari orang tua responden yang memiliki pengetahuan yang belum baik tentang kesehatan gigi dan mulut anak, sehingga diperlukan tindak lanjut untuk diberikan penyuluhan.
GAMBARAN PENCABUTAN GIGI TETAP DI KLINIK GIGI ANNISA PALEMBANG TAHUN 2018-2020 Dinda Amalia Sari; Listrianah Listrianah; Saluna Deynilisa
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.747 KB)

Abstract

Latar belakang. Pencabutan gigi merupakan suatu proses pengeluaran gigi dari alveolus, dimana pada gigi tersebut sudah tidak dapat dilakukan perawatan lagi. Tindakan ini merupakan hal yang biasa dilakukan dengan prosedur rutin pada pasien, karena pencabutan gigi merupakan perawatan terakhir pada gigi yang telah rusak dan tidak bisa diperbaiki atau dirawat lagi. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran pencabutan gigi tetap di Klinik Gigi Annisa Palembang Tahun 2018-2020. Metode. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu rekam medik pada tahun 2018-2020. Hasil. Menjelaskan bahwa, pencabutan gigi berdasarkan kunjungan pada tahun 2018 sebanyak 106 kunjungan, pada tahun 2019 sebanyak 190 kunjungan, dan pada tahun 2020 sebanyak 102 kunjungan. Jenis gigi yang paling banyak dicabut pada tahun 2018-2020 yaitu gigi tetap Molar yaitu sebesar 285 gigi. Kasus pencabutan gigi pada tahun 2018- 2020 yang paling banyak terjadi yaitu kasus karies mencapai pulpa, yang berjumlah 219 kasus, dengan persentase sebesar 55%, dari jumlah seluruh kasus pencabutan gigi 398 kasus. Simpulan. Dibandingkan masa pandemi Covid-19 dengan masa sebelum pandemi Covid-19 maka perawatan pencabutan di klinik Annisa menunjukkan penurunan pada masa pandemi Covid-19. Jenis gigi yang paling banyak dicabut adalah gigi tetap molar. Kasus pencabutan gigi yang paling banyak terjadi pada kasus karies mencapai pulpa.
GAMBARAN PEWARNAAN GIGI (STAIN) PADA MASYARAKAT YANG MENGONSUMSI TEH DI DESA GUNUNG AGUNG PAGAR ALAM Suci Yulanda Sapitri; Saluna Deynilisa; R. A. Zainur
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.626 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.804

Abstract

Latar belakang. Stain gigi ialah warna yang menempel diatas permukaan gigi biasanya terjadi karena pelekatan warna makanan, minuman (seperti teh) ataupun kandungan nikotin yang merupakan substansi penghasil stain gigi. Pewarnaan pada gigi biasanya berwarna kekuningan, kecoklatan dan kehitaman diakibatkan karena masyarakat mengonsumsi rokok, kopi dan teh. Tujuan. Untuk Mengetahui Gambaran Pewarnaan Gigi pada Masyarakat yang Mengonsumsi Teh di Desa Gunung Agung Pagar Alam. Metode. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel yang diambil secara purposive sampling. Hasil. Dari 221 warga di Desa Gunung Agung Pagar Alam, ada 60 orang yang di periksa. Didapatkan bahwa seluruh masyarakat yang memiliki kebiasaan mengonsumsi teh memiliki stain berwarna kecoklatan, diantara 60 orang ada 12 yang memiliki kebiasaan meminum teh >3 kali sehari dan dari 12 orang tersebut seluruh giginya terdapat stain, kemudian pada masyarakat yang mengonsumsi teh selama 50-60 tahun stain yang terbentuk mencakup seluruh gigi. Simpulan. Semakin lama seseorang mengonsumsi teh dan semakin sering seseorang mengonsumsi teh dalam sehari maka stain yang terbentuk semakin luas dan stain yang terbentuk berwarna kecoklatan.
PERBANDINGAN MANAJEMEN WAKTU MAHASISWA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG Agna Auryne Putri Prameswari; Mujiyati Mujiyati; Tri Syahniati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.356 KB)

Abstract

Abstrak Latar belakang. Manajemen waktu merupakan salah satu masalah di kalangan mahasiswa, dan hal itu dapat mempengaruhi bagaimana mahasiswa mengatur waktu yang tersedia dan bertanggung jawab secara akademis. Perubahan sistem pembelajaran dari sebelum dan selama pandemi COVID-19 akan memaksa mahasiswa untuk merubah pola manajemen waktu. Tujuan. Untuk mengetahui perbandingan manajemen waktu mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di kampus Jurusan Kesehatan Gigi. Metode. Penelitian ini adalah kausal komparatif dengan besar sampel sama dengan populasi penelitian yaitu 55 Mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Palembang angkatan 2018 melalui pendekatan deksriptif kuantitatif dan analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil. Rata-rata manajemen waktu mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran sebelum pandemi Covid-19 adalah 52,27 dan rata-rata manajemen waktu mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran selama pandemi Covid-19 adalah 55,53. Hasil uji T didapatkan nilai p= 0,02 (<0,05). Kesimpulan. Ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara manajemen waktu mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran sebelum pandemi Covid-19 dan selama pandemi Covid-19. Kata kunci: Manajemen waktu; mahasiswa; pandemi Covid-19; sistem pembelajaran
GAMBARAN XEROSTOMIA PADA KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERKAIT KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Nyayu Umi Kalsum; Mujiyati Mujiyati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.284 KB)

Abstract

Latar belakang. Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun sehingga menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya xerostomia. Xerostomia disebabkan berkurangnya sekresi saliva yang dapat mengakibatkan rasa ketidaknyamanan pada rongga mulut, nyeri, peningkatan tingkat karies gigi dan infeksi mulut, serta kesulitan berbicara dan menelan makanan. Keluhan-keluhan yang muncul ini dapat memengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut yang nantinya diperkirakan dapat memengaruhi tingkat kualitas hidup. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran xerostomia pada kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup lansia. Metode. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 28 lansia di Posyandu Lansia Bukit Indah yang berusia 45-60 tahun. Hasil. Hasil yang didapatkan bahwa 71,5% lansia mengalami xerostomia, 60% diantaranya mengalami xerostomia tingkat sedang. Terdapat 60% dari total responden penderita xerostomia mengalami kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup tingkat sedang, dimana keluhan yang paling banyak dialami yaitu gangguan mengecap, bau mulut, dan rasa kurang percaya diri saat berbicara. Simpulan. Sebagian besar responden yang menderita xerostomia mengalami penurunan kualitas hidup berupa satu atau lebih gangguan yang terkait dengan keluhan mengecap, menelan, berbicara, lidah terasa terbakar, bibir kering, bau mulut, kurang rasa percaya diri untuk makan di depan orang lain, dan kurangnya percaya diri untuk berbicara di depan orang lain.
GAMBARAN PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG MENJAGA KESEHATAN GIGI DENGAN PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT DAN MODEL Salimah Salimah; Mujiyati Mujiyati; Tri Syahniati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang. Saat ini program usaha untuk mencapai target zero karies pada tahun 2030 adalah dengan melakukan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Bentuk kegiatan promosi kesehatan adalah kegiatan penyuluhan kesehatan gigi yang diberikan kepada masyarakat dari berbagai usia. Salah satu kelompok yang berisiko tinggi adalah anak-anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi isi atau pesan penyuluhan dapat dimengerti, dipahami, dan dapat dilakukan anak- anak adalah metode penyuluhan dan penggunaan media penyuluhan.Tujuan. Untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan anak sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah menggunakan media power point dan media model.Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif dengan metode survei. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 4A dan 4B berjumlah 64 orang dimana sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 32 orang diberikan penyuluhan dengan menggunakan media power point dan 32 orang diberikan penyuluhan dengan menggunakan mediamodel.Hasil. Hasil pemberian penyuluhan tentang menjaga kesehatan gigi menggunakan media power point menggambarkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 46,8% sedangkan untuk media model terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 71,8%Simpulan. Penyuluhan dengan menggunakan Media Model lebih meningkatkan pengetahuan anak tentang menjaga kesehatan gigi dari pada media power point di Madrasah Diniyah Darul Falah.
LITERATUR REVIEW: KARIES PADA ANAK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI PENGARUH MAKAN KARIOGENIK Sunomo Hadi; Dini Sabiila; Hendro Suharnowo; Imam Sarwo Edi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.815

Abstract

Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum. Data karies menurut riskerdas 2018 pada anak usia 12 tahun sebanyak 29,8%. Beberapa jurnal menyatakan faktor penyebab karies pada anak sekolah dasar adalah pola makan kariogenik. Masalah dalam penenlitian ini adalah tingginya angka presentase karies pada anak sekolah dasar dan pola makan kariogenik yang dapat menyebabkan karies gigi. Tujuan dari penenlitian ini adalah faktor penyebab karies gigi dan pola makan kariogenik pada anak sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu google scholar, medline, dan garuda. Hasil penelitian didapatkan faktor - faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak sekolah dasar yaitu makanan kariogenik, jenis makanan kariogenik, frekuensi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi, pola makan, usia dan peran orang tua. Dari hasil literature review didapatkan bahwa anak sekolah dasar memiliki pola makan kariogenik dengan frekuensi ≥ 3 kali sehari, tinggi, dan sering Kata Kunci: karies gigi, pola makan kariogenik, anak sekolah dasar. Abstract: Dental caries is a disease of hard tooth bye tissue damage of enamel, dentin and sementum. Data caries according to the riskerdas 2018 in 12 years old children by 29,8%. Some journals claim that the caries cause in elementary school children is the diet of kariogenic. The problem in this study is the high rate of caries presentase in elementary school chidren and a cariogenic diet that could lead to caries. The purpose of this study is the factor that cause dental caries and diet cariogenic in elementary school children. Method this study used a literature review from google scholar, medline and garuda. Research obtained a factor that couses dental caries in elementary school children is food cariogenic, types food ariogenis, frequency of cariogenic foods, brusing of teet, diet, age, and the role of parents. Results from the literature review are abtained that elementary school children have a kariogenic diet eith a frequency ≥ 3 times a day high and aften. Keywords: Dental caries, diet cariogenic food, elemntary school children.
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP ERUPSI GIGI INSISIVUS SENTRALIS PERMANENT MANDIBULA PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN Ines Kartika; R. A. Zainur
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.817

Abstract

Abstrak Latar belakang. Erupsi gigi adalah rangkaian proses dari pertumbuhan dan perkembangan gigi, dimana proses yang terjadi yaitu pergerakan gigi ke arah rongga mulut secara terus menerus di awali ketika gigi masih di dalam tulang rahang dan dimulai segera setelah mahkota terbentuk. Erupsi gigi depengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang merupakan perwujudan nutrisi seseorang yang dapat di ukur dengan antropometri dan termasuk faktor yang berperan penting pada pertumbuhan dan perkembangan gigi termasuk tahapan erupsi gigi. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap erupsi gigi insisivus sentralis permanen mandibula pada anak usia 6-7 tahun. Metode. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 60 orang berdasarkan teknik total sampling. Hasil. Dari hasil yang dihimpun peneliti menunjukan sebagian besar responden memiliki tinggi dan berat badan normal sesuai usianya, siswa/i yang telah mengalami erupsi gigi insisivus sentralis permanen sebanyak (80%) dan siswa/siswi yang belum mengalami erupsi gigi sebanyak (20%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square menunjukan nilai p 0,000 (£0,05) bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan erupsi gigi insisivus sentralis permanent mandibula. Simpulan. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan erupsi gigi insisivus sentralis permanen mandibula. Kata kunci : Status gizi; erupsi gigi; insisivus sentralis permanen; mandibula
GAMBARAN PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM AN-NAWAH DESA BATUKERBUY KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN Kinzoku Nur Alif; Endang Purwaningsih; Soesilaningtyas Soesilaningtyas
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.821

Abstract

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS VIII SMP ISLAM AN-NAWAH DESA BATUKERBUY KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN Proporsi perilaku menggosok gigi setiap hari yaitu 94,7% dan 2,8% sudah menggosok gigi dua kali sehari, yakni pagi dan malam secara benar, upaya pemeliharaan kebersihan dan pencegahan penyakit gigi dan mulut yaitu dengan cara menghindari atau sekurang kurangnya memperkecil terjadinya pembentukan debris, plak dan kalkulus. Masalah penelitian ini adalah tingginya angka OHI-S pada siswa kelas VIII SMP Islam An-Nawah Desa Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan tentang menggosok gigi pada siswa kelas VIII SMP Islam An-Nawah Desa Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Jenis penelitian deskriptif dengan jumlah responden 30 siswa. Metode penelitian dengan pengisian lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan dan di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang menggosok gigi dalam kategori buruk. Kata kunci : Gambaran Pengetahuan, OHI-S, Menggosok Gigi, Siswa. ABSTRACT DESCRIPTION OF THE KNOWLEDGE OF BRUSHING TOOTH IN CLASS VIII STUDENTS OF AN-NAWAH ISLAMIC SMP, BATUKERBUY VILLAGE, PASEAN DISTRICT PAMEKASAN The proportion of daily brushing behavior is 94.7% and 2.8% have brushed their teeth twice a day, namely in the morning and evening correctly, efforts to maintain cleanliness and prevent dental and oral diseases are by avoiding or at least minimizing the occurrence of debris formation. , plaque and calculus. The problem of this research is the high number of OHI-S in class VIII students of SMP Islam An-Nawah, Batukerbuy Village, Pasean District, Pamekasan Regency. The purpose of the study was to determine the knowledge about brushing teeth in eighth grade students of SMP Islam An-Nawah, Batukerbuy Village, Pasean District, Pamekasan Regency. Types of research is descriptive with the number of respondents 30 students. The method is by filling out a questionnaire sheet. The analysis technique used is to recap the results of the data that has been collected and presented in tabular form The results showed that students' knowledge about brushing their teeth was in the bad category. Keywords: Knowledge Description, OHI-S, Brushing Teeth, Students.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK PRASEKOLAH Ratih Larasati; Hikmatun Ariany Mabruroh; Hendro Suharnowo; Bambang Hadi Sugito
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.822

Abstract

Abstrak : Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan gigi dan diawali dengan terjadinya kerusakan pada permukaan gigi yaitu dari bagian enamel ke dentin yang kemudian meluas ke arah pulpa. kerusakan gigi sulung lebih cepat menyebar, meluas dan lebih parah dari pada gigi permanen. RISKESDAS, menyatakan prevalensi karies pada usia dini dalam rentang usia 3-4 tahun sebesar 82% artinya hanya 18% anak Indonesia yang bebas dari karies gigi. Orang tua khususnya ibu harus mengetahui cara merawat gigi anak dan mendidik anak cara merawat gigi yang baik dan benar, sedangkan ibu menganggap karies bukan masalah yang serius. Tujuan : Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian karies gigi anak pra sekolah. Desain :Tinjauan Pustaka Sistematis . Sumber Data : Pencarian artikel dilakukan pada database Google Schoolar (2015-2020), DOAJ (2015-2020), SINTA (2015-2020) dan Garuda Jurnal (2015-2020). Metode : Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS dan kata kunci yang disesuaikan dengan topik penulisan. Artikel dipilih berdasarkan abstrak atau teks lengkap sebelum dimasukkan dalam sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang akan di review . Kesimpulan : sebagian besar artikel menjelaskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah.

Page 5 of 18 | Total Record : 171