cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser Komplek Citra Mulia Residence Blok D. 14 Medan – 20229
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ALACRITY : Journal Of Education
ISSN : -     EISSN : 27754138     DOI : https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i3
Core Subject : Education,
ALACRITY : Journal Of Education is an interdisciplinary publication of original research and writings on education that publishes articles in journal form to an international audience of educational researchers. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the fields of education, social and management and play an important role in promoting the accumulation of knowledge, values, and skills that are transmitted from one generation to another; and to make the methods and content of evaluation and research in education available to teachers, administrators, students, faculty and research workers. This journal covers a wide range of topics,Learning, including, social, curriculum, management science, educational philosophy and educational approaches.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 604 Documents
Perencanaan Merdeka Belajar Berbasis Literasi dalam Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Pancur Batu Yani, Fitri; Hasibuan, Vivi Uvaira
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025 | In Press
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.916

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam serta menganalisis proses perencanaan dan berbagai hambatan yang muncul dalam penerapan program Merdeka Belajar berbasis literasi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 2 Pancur Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh dari guru mata pelajaran IPA dan peserta didik sebagai informan utama, sedangkan data sekunder bersumber dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta berbagai dokumen yang relevan dengan fokus kajian penelitian ini. Keabsahan data diuji melalui penggunaan teknik triangulasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perencanaan program Merdeka Belajar berbasis literasi di SMP Negeri 2 Pancur Batu dirancang melalui proses musyawarah yang melibatkan berbagai pihak terkait di lingkungan sekolah. Rencana kegiatan pembelajaran meliputi dua ranah utama, yakni pelaksanaan di dalam kelas dan di luar kelas. Perencanaan pembelajaran di dalam kelas mencakup penyusunan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang di dalamnya mencakup perumusan tujuan, pemilihan materi ajar, penetapan metode atau strategi pembelajaran yang sesuai, serta penentuan prosedur evaluasi guna menilai hasil belajar peserta didik. Sementara itu, perencanaan kegiatan di luar kelas difokuskan pada pelaksanaan program literasi sekolah melalui aktivitas membaca, menulis, dan belajar bersama yang dilaksanakan secara bertahap melalui proses pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Selain itu, kegiatan literasi dalam pembelajaran ini memiliki dua sasaran utama, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Perencanaan program Pembelajaran Mandiri berbasis literasi dalam mata pelajaran sains di sekolah ini terhambat oleh tiga faktor utama: (1) kurangnya personel yang memahami program literasi secara menyeluruh; (2) kurangnya waktu untuk melaksanakan kegiatan literasi di sekolah; dan (3) kondisi perpustakaan sekolah yang masih terbatas pada koleksi buku teks dan jumlah buku pelengkap yang relatif sedikit.
Integrasi Kurikulum Merdeka dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah: Pendekatan Strategis dalam Reformasi Pendidikan Rahmawati, Anisah; Pratama, M Cevin; Makhmuda, Rifatun; Sudarminso, Sudarminso; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025 | In Press
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.917

Abstract

This study examines the development of character education curriculum in Madrasahs with reference to the Merdeka curriculum. The concept of Merdeka curriculum is expected to be able to produce students who are knowledgeable, characterized, civilized, and noble according to the noble ideals of the Indonesian nation. Madrasahs as educational institutions must implement character education in the Merdeka curriculum with the concept of its Pancasila learner profile. The approach used in this research uses qualitative with the literature study method, researchers use several books, journals, and the results of recent observations as references. The findings reveal that the development of character education carried out in learning must be integrated into each subject, self-development, and Madrasah culture. Character values developed in students can be through two attitudes, namely spiritual and social. Spiritual is carrying out the teachings of the religion they adhere to, while social includes honest behavior, discipline, responsibility, courtesy, environmental care and confidence in interacting with the environment. Some stages of learner character development can be passed through 1) knowledge, 2) implementation, and 3) habits.
Menilai Mutu Instrumen Penelitian: Analisis Butir Soal Lingkup Kerja Akuntansi Fase E Berbasis Aplikasi Anates Trilestari, Rahma Ais; Ardana, Najwa Widia; Wulandari , Maulidia Tri; Desideria , Monica; Putri , Ika Widyanti; Ramadhan , Rizky Fathan; Hakim , Luqman; Pratiwi, Vivi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025 | In Press
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu instrumen penilaian berupa 54 butir soal pilihan ganda pada materi Lingkup Kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga dengan menggunakan aplikasi Anates. Instrumen dianalisis berdasarkan lima aspek utama, yaitu validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecoh. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 20 siswa SMK jurusan Akuntansi dari kelas X, XI, dan XII sebagai responden melalui pengumpulan data berbasis Google Form. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek validitas butir soal berada pada kategori sangat tinggi (17%), tinggi (28%), cukup (37%), rendah (15%), dan sangat rendah (4%). Reliabilitas instrumen memperoleh koefisien sebesar 0,97 yang termasuk kategori sangat tinggi, sehingga menunjukkan konsistensi instrumen yang sangat baik. Pada aspek daya pembeda, sebagian besar butir soal menunjukkan kemampuan diskriminatif yang memuaskan, meskipun beberapa butir soal seperti nomor 12, 15, 18, dan 40 perlu diperbaiki karena nilai diskriminasi yang rendah. Tingkat kesukaran soal didominasi kategori sedang sebesar 53,7%, diikuti kategori mudah (33,3%), sangat mudah (11,1%), dan satu butir sangat sukar (1,9%). Efektivitas pengecoh menunjukkan sebagian besar distraktor berfungsi baik, meskipun beberapa opsi tidak bekerja optimal dan perlu diperbaiki. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa instrumen penilaian yang dianalisis memiliki mutu yang baik dan layak digunakan, namun tetap memerlukan revisi pada butir-butir soal tertentu untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran.
Memahami Hak dan Kewajiban Guru dalam Pengembangan Profesional Berkelanjutan Auliya, Bil Lingka; Alyan, Fahkrana; Trihapsari, Anisa; Yunita, Mira; Hadiati, Eti
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025 | In Press
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.926

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran hak dan kewajiban guru dalam mendukung pengembangan profesional berkelanjutan. Melalui studi pustaka, ditemukan bahwa ketidakseimbangan antara pemenuhan hak seperti kesejahteraan, perlindungan, dan kesempatan pengembangan diri dengan kewajiban profesional yang meningkat berdampak pada rendahnya profesionalisme guru. Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan, komunitas belajar, mentoring, dan refleksi diri dinilai mampu meningkatkan kompetensi guru. Dukungan kebijakan serta fasilitas yang memadai diperlukan untuk mewujudkan guru yang adaptif dan profesional.