cover
Contact Name
Dina
Contact Email
libtech@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
libtech@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jalan Gajayana 50 Malang, Jawa Timur, Indonesia 65144 Email: libtech@uin-malang.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LibTech : Library and Information Science Journal
ISSN : -     EISSN : 27237605     DOI : DOI: 10.18860/libtech.v1i2.11922
Core Subject : Science, Education,
1. Ilmu Perpustakaan 2. Ilmu Informasi 3. Dokumentasi 4. Manajemen rekod dan Arsip 5. Knowledge Manajement 6. Literasi Informasi 7. Perilaku informasi 8. Teknologi Pengelolaan Informasi, serta bidang-bidang lainnya yang terkait 9. Data science 10. Data mining 11. Bibliometrik
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Analisis Gangguan Sistem SLiMS Terhadap Pengelolaan Perpustakaan Fakultas X UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sucilawati, Anissa; Syakirah, Zulfa; Ananda, Fajri Alif; Uriawan, Wisnu
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 6, No 2 (2025): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v6i2.35163

Abstract

Implementasi SLiMS di Perpustakaan Fakultas X UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak 2019 mengalami gangguan sistem berulang yang menyebabkan hilangnya data koleksi dan menurunnya efisiensi layanan sirkulasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis gangguan sistem, mengidentifikasi dampaknya terhadap operasional perpustakaan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang aplikatif. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskripsi dengan studi lapangan dan wawancara semi terstruktur kepada petugas perpustakaan digunakan untuk menggali kendala teknis, infrasturktur, dan kompetensi SDM. Hasil nenunjukkan galat pada tahap memasukkan data, keterbatasan satu unit komputer dan jaringan tidak stabil, serta kurangnya pelatihan teknis staf memaksa penggunaan prosedur konvensional yang rentan human error. Ketergantungan pada dukungan eksternal tanpa transfer pengetahuan memperlambat proses pemulihan sistem. Diperlukan peningkatan infrastruktur dan jaringan, penerapan kerangka dukungan teknis terstruktur, program pelatihan komprehensif, seta mekanisme kontijensi dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan kestabilan SLiMS dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan.
Menakar Kepuasan Mahasiswa: Peran Kualitas Sistem dan Konten Lokal Repository Usaktiana Safitri, Dini; Hak, Ade Abdul
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 6, No 2 (2025): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v6i2.35504

Abstract

The use of institutional repositories as part of digital library information systems has become essential in supporting access to academic resources in higher education. The Usaktiana Repository, developed by Trisakti University, is expected to assist final-year students in finding and using undergraduate thesis references more effectively. However, several issues related to system performance and content quality have impacted the user experience. This research seeks to examine how system quality and local content quality impact the satisfaction of final-year students from the Faculty of Law at Trisakti University in utilizing the Usaktiana Repository. A quantitative method was employed through a survey involving 91 participants. The study adopted the DeLone and McLean Information System Success Model as a conceptual framework to evaluate the effectiveness of the academic information system. The findings from the regression analysis indicate that system quality and local content quality each have a positive and significant influence on user satisfaction, both when examined separately and together. The coefficient of determination (R Square) value of 46.4% indicates that the combination of the two variables explains nearly half of the variation in user satisfaction. Partial contribution analysis shows that local content quality has a greater influence than system quality. These findings suggest that students prioritize access to relevant, high-quality academic content over technical system features. Therefore, developing a digital repository requires an integrated approach that emphasizes both reliable system performance and the availability of high-quality local academic content.
Perbandingan Sistem Lost and Found Konvensional dan Sistem Digital: Studi pada Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan ITS Permana, Sharla Aprilia
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 6, No 2 (2025): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v6i2.36750

Abstract

Penelitian ini membahas analisis efisiensi antara sistem konvensional dan sistem digital dalam penerapan layanan  lost and found  di perpustakaan, dengan studi kasus di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Penelitian ini menganalisis kelemahan sistem konvensional yang masih mengandalkan lemari penyimpanan, pengumuman melalui media sosial instagram, dan informasi dari petugas keamanan, sehingga menyebabkan lambatnya proses pengidentifikasian oleh pemustaka yang kehilangan barang, kurangnya transparansi dan pengembalian barang kepada pemiliknya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebagai pembanding dari sistem lost and found di perpustakaan, dalam penelitian ini juga akan mengkaji keunggulan sistem digital  MyITS yang diterapkan di perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memudahkan pemustaka yang kehilangan barang dalam proses pelaporan, pen cocokan otomatis, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan sehingga pengembalian barang dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga tidak didapat barang hilang yang menumpuk di perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem digital mampu meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan partisipasi pengguna dibandingkan sistem konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi digital di Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperbaiki layanan  lost and found guna memaksimalkan kualitas layanan dalam hal barang hilang pemustaka di perpustakaan.
Technological Innovation in Indonesia : From Catalogs to Artificial Intelligence Muhammad Fauzi Fathurrahman; Verry Mardiyanto
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 7, No 1 (2026): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v7i1.35889

Abstract

   This article employs a qualitative research approach using a literature review method to examine the transformation of technological innovation in libraries, particularly the shift from traditional catalog systems to the adoption of artificial intelligence (AI). Research data were obtained through a critical review and analysis of various relevant scholarly sources, including academic journal articles, books, and other publications discussing the application of AI technology in the library field. The analysis was conducted by identifying patterns, concepts, and emerging issues related to AI implementation, encompassing its benefits, challenges, and impacts on service efficiency and user experience. The findings indicate that the utilization of AI has the potential to enhance the quality of library services, although it still faces obstacles such as the readiness of human resources, implementation costs, and data security concerns. Therefore, AI-based technological innovation needs to be strategically integrated to ensure that libraries remain relevant in meeting information needs in the digital era. The conclusion of this article emphasizes that the adoption of innovative technologies, particularly AI, is a crucial step for libraries to remain relevant and effective in serving the information needs of society in the future.
PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI TERHADAP ADOPSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH: STUDI KOMPARATIF JENJANG PENDIDIKAN, GENERASI, DAN GENDER Ismiatun Ismiatun; Heri Prayitno; Endro Setyobudi
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 7, No 1 (2026): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v7i1.35419

Abstract

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi bagian integral dalam dunia akademik, menawarkan peningkatan efisiensi dan kualitas penulisan karya ilmiah. Meskipun demikian, adopsi AI menimbulkan tantangan terkait etika, keakuratan, dan ketergantungan teknologi. Di Indonesia, terdapat kesenjangan penelitian mengenai pengaruh faktor demografi terhadap pola adopsi AI dalam penulisan karya ilmiah, khususnya berdasarkan jenjang pendidikan, generasi, dan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pola penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah berdasarkan faktor demografi, meliputi jenjang pendidikan (S1, S2, S3), generasi (X, Y, Z), dan gender. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan di Perpustakaan Universitas Brawijaya pada Juni 2024, terdiri dari instruktur pelatihan AI, mahasiswa berbagai jenjang, dan staf perpustakaan. Transkrip wawancara dianalisis menggunakan NVivo 14 dengan teknik koding in vivo, difokuskan pada lima kategori: manfaat, platform, fitur, kendala, dan solusi penggunaan AI. Data disajikan dalam 16 matriks crosstab dan visualisasi heatmap. Temuan menunjukkan transformasi kebutuhan fitur AI dari eksploratif (S1) menuju aplikatif (S3). Mahasiswa S1 memprioritaskan akses informasi (34,48%), sedangkan S3 lebih membutuhkan bantuan penulisan (35,59%) dan penerjemahan (26,27%). Generasi Z memiliki kebutuhan paling beragam namun menghadapi kendala ketergantungan AI (27,76%), sementara Generasi X fokus pada optimalisasi penggunaan (91,18%). Berdasarkan gender, laki-laki lebih membutuhkan fitur analisis (34,45%), sedangkan perempuan memprioritaskan akses informasi (34,81%). Adopsi AI dalam penulisan karya ilmiah tidak bersifat homogen, melainkan dibentuk oleh interaksi kompleks antara jenjang pendidikan, generasi, dan gender. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan personal dalam pengembangan alat AI akademik. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel dan menginvestigasi faktor lain seperti disiplin ilmu dan latar belakang budaya.
Pelestarian Budaya Lokal Batik Celaket Malang: Perspektif Ilmu Perpustakaan dan Informasi Maria Swista Dewi; Eka Maries Saryoko
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 7, No 1 (2026): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v7i1.35428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Batik Celaket Malang sebagai bentuk pengetahuan lokal (local knowledge) dalam perspektif ilmu perpustakaan dan informasi, serta mengidentifikasi peran strategis perpustakaan dalam upaya dokumentasi, preservasi, dan diseminasi pengetahuan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelestarian pengetahuan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Celaket Malang memiliki karakteristik sebagai pengetahuan lokal yang sebagian besar masih tersimpan dalam bentuk pengetahuan tacit pada para perajin senior (knowledge holders). Transfer pengetahuan antargenerasi berlangsung melalui mekanisme pelatihan dan apprenticeship yang merepresentasikan konversi pengetahuan tacit ke eksplisit sesuai model SECI Nonaka dan Takeuchi. Penelitian mengidentifikasi tantangan berupa kesenjangan dokumentasi sistematis, keterbatasan infrastruktur preservasi digital, dan rendahnya literasi informasi di kalangan komunitas pengrajin. Perpustakaan memiliki peran strategis sebagai memory institution yang dapat dioptimalkan melalui pengembangan koleksi digital budaya lokal, program literasi budaya, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dan integrasi pengetahuan batik ke dalam kurikulum pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami pengetahuan budaya lokal dari perspektif ilmu perpustakaan serta implikasi praktis bagi pengembangan peran perpustakaan dalam pelestarian warisan budaya.